BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN
C. Tehnik Analisa Data
13 Yuliana Riska 40 14 Adam Ramanda Dwi Putra 36
Total 496
Rata-rata 35,43
Tabel 2.4 ini berisi hasil instrumen angket penerapan model resource based learning pada kelas VIII-A
Tabel 2.5 Hasil belajar siswa
No Nama Skor
1 Astuti Alawiyah 20
2 Fiki Saputra 11
3 Ilham Saputra 7
4 Irwan Saputra 9
5 Khaerul Fikri 9
6 Mutia Aulia Pratami 15
7 M. Basri 11
8 M. Farid Aulawi 14
9 M. Ramdani 18
10 M. Saparudin 4
11 Nurul Hayati 20
12 Sukini 5
13 Tomi Harjan 15
14 Yuliana Safitri 20
Total 178
Rata-rata 12,71
Tabel 2.5 ini berisi hasil belajar uji post-test pada siswa kelas VIII- B MTs. Negeri Satap Bolo.
1. Pengujian Normalitas Data
Analisis statistik pertama yang dilakukan dalam rangka analisis data adalah analisis statistik yang berupa uji normalitas. Kepastian terpenuhinya syarat normalitas akan menjamin dapat dipertanggungjawabkannya langkah-langkah analisis statistik selanjutnya, sehingga kesimpulan yang diambil juga dapat dipertanggungjawabkan.52
Dalam penelitian ini, rumus yang digunakan untuk uji normalitas data menggunakan bantuan program komputer SPSS. Ketentuan normal tidaknya pendistribusian data dapat dilihat dari nilai probabilitasnya atau Asym. Sig. (2-tailed). Jika nilai signifikansi atau nilai probabilitas <0,05 maka distribusi data adalah tidak normal tapi jika nilai signifikansi atau nilai probabilitas > 0,05 maka distribusi data adalah normal.53
Tabel 2.6
Output program SPSS untuk Uji Normalitas
Tests of Normality
Unstandardized Residual
N 14
Normal
Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 4.80776482
Most Extreme Differences
Absolute .141
Positive .120
Negative -.141
Kolmogorov-Smirnov Z .527
Asymp. Sig. (2-tailed) .944
a. Test distribution is Normal.
52 Burhan, Statistik β¦, h.105
53 Singgih Santoso, SPSS Versi 10 Mengolah Data Statistik Secara Profesional (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2003), h.400.
Tests of Normality
Unstandardized Residual
N 14
Normal
Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 4.80776482
Most Extreme Differences
Absolute .141
Positive .120
Negative -.141
Kolmogorov-Smirnov Z .527
Asymp. Sig. (2-tailed) .944
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Tabel 2.6 di atas merupakan tabel dari output SPSS untuk uji normalitas dan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,944, ini berarti bahwa nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05. Maka pendistribusian data dalam penelitian ini bersifat normal.
2. Pengujian homogenitas
Dari hasil perhitungan atau output SPSS untuk uji homogenitas diperoleh nilai signifikansi based on mean sebesar 0.563, based on median sebesar, 0,482, Based on Median and with adjusted df sebesar 0,483, dan Based on trimmed mean sebesar 0.493 untuk variabel interaksi guru-siswa.
Sedangkan untuk variabel hasil belajar fiqih, based on mean sebesar 0.998, based on median sebesar, 0,892, Based on Median and with adjusted df sebesar 0,892 , dan Based on trimmed mean sebesar 0.997 ini berarti bahwa nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05. Maka dengan demikian, pendistribusian data dalam penelitian ini bersifat homogen. Untuk lebih jelasnya nilai uji homogenitas dapat dilihat pada tabel berikut:
Table 2.7
Output Program Spss Untuk Uji Homogenitas
Test of Homogeneity of Variance Levene
Statistic df1 df2 Sig.
X Based on Mean .345 1 21 .563
Based on Median .512 1 21 .482
Based on Median and with adjusted
df .512 1 18.637 .483
Based on trimmed
mean .486 1 21 .493
Y Based on Mean .000 1 21 .998
Based on Median .019 1 21 .892
Based on sMedian and with adjusted
df .019 1 20.998 .892
Based on trimmed
mean .000 1 21 .997
Pada tabel 2.7 hasil uji homogenitas penelitian ini bersifat homogen (dapat di uji) sehingga penelitian dapat di teruskan karena hasil homogenitas tersebut lebih besar dari pada 0,05.
3. Pengujian hipotesis
Karena data berdistribusi normal dan homogen maka menggunakan uji statistik parametrik yaitu dengan menggunakan uji korelasi dan uji regresi sederhana.
a. Uji Korelasi Product Moment
Adapun langkah-langkah uji korelasi adalah:
1) Membuat tabel bantu untuk masing-masing variabel. (lihat lampiran 8)
2) Menghitung angka-angka statistik dari tabel bantu dengan uji korelasi dengan rumus
πxy = π XYβ π π
π π2β π 2 π π2 β π 2
Tabel 2.8 Interpretasi Koofesien Korelasi Nilai r54
INTEVAL KATEGORI
0,00 - 0,199 Sangat Rendah 0,20 - 0,399 Rendah
0,40 - 0,599 Sedang 0,60 - 0,799 Kuat
0,80 - 1,000 Sangat Kuat
Pada tabel 4.8 tersebut hasil korelasi 0,467 berada pada korelasi sedang.Dengan menggunakan rumus korelasi product moment maka didapatkan nilai rhitung sebagai berikut :
rxy=14Γ36210 β 496 1015
=506940 β503440 5508 {9625}
= 530145003500
=0,480
Jadi, terdapat pengaruh penerapan model resource based learningdengan hasil belajar fikih siswa kelas VIII di MTs. Negeri
54 Alfira Mulya Astuti, Statistika Penelitian,..h. 18-19.
Satap Bolotahun pelajaran 2018/2019 sebesar (r = 0,480).
Tergolong sedang jadi pengaruhnya disini cukup berpengaruh.
3) Menghitung signifikasi dengan rumus thitung : π‘ hitung=π π β2
1βπ2 =
(0,480). 14β2 1β0,4802
=2,194
Untuk ttabel toleransi kesalahan yang digunakan 5% dengan derajat kebebasan (db) dengan menggunakan excel untuk mengetahui hasil ttabel= =TINV(0.05,14) ttabel diperoleh = 2,194 4) Mengkonsultasikan nilai thitung dengan ttabel
Uji t menggunakan uji satu pihak yaitu uji pihak kanan.
Jadi, kemungkinan yang terjadiyaitu :
Jika thitungttabel maka tidak signifikan (tidak ada pengaruh).
Jika thitungttabel, maka dikatakan signifikan (ada pengaruh).
Ternyata thitungttabel atau 2,194 2,069
Dari analisis uji korelasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan model resource based learning dengan hasil belajar Fikih kelas VIII di MTs. Negeri Satap Bolotahun pelajaran 2017/2018.
b. Uji Regresi Linear Sederhana
Adapun langkah-langkah uji regresi adalah sebagai berikut :
1) Membuat tabel untuk masing-masing variabel yaitu interaksi guru- siswa danhasil belajar (lihat lampiran)
2) Menghitung angka-angka statistik dari tabel bantu dengan menghitung rumus b dan a
π = π XYβ π π
π. π2β π 2 = 14x36210-496x101514π₯17966-246016
= 59,802 π = π( π π2πβ( 2 π)( XY)
β( π)2 = 1015x17966β 496 .36210 14π₯17966-4962
= 49,987
3) Menghitung angka-angka statistik dari tabel bantu dengan persamaan regresi.
π =π +bX=59,802+49,987π
4) Menghitung signifikasi dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Menghitung Jumlah Kuadrat Regresi (JKreg(a)) dengan rumus:
JKReπ π = π 2
π = 1015 2
14 =73587,500
b) Menghitung Jumlah Kuadrat Regresi (JKReg(b|a)) dengan rumus JKreg π|π =π. XYβ π. π
π
=0,635 36210β496x1015
14 =19373,968 c) Menghitung Jumlah Kuadrat Residu (JKRes) dengan rumus
JKres = π2βJKReπ π|π βJKReπ π
=1030225,00-19373,968-73587,500 = 937263,532 d) Menghitung Rata-rata Jumlah Kuadrat Residu (RJKRes) dengan
rumus
RJKReπ = JKReπ
π β2 =937263,532
14β2 = 66947,395
e) Menguji Signifikasi dengan rumus FHitung
πΉHitung =RJKReπ π|π
RJKReπ
=19373,968
66947,395=0,289 5) Menentukan nilai Ftabeldengan rumus
πΉTabel=πΉ 0,05 1 14
Dengan toleransi kesalahan yang digunakan 5% dengan derajat kebebasan
(db)= n β2= 14 β 2= 12
Cara menentukan Ftabel =1 sebagai angka pembilang
=12 sebagai angka penyebut
Sehingga diperoleh nilai Ftabel= 4.325 6) Mengkonsultasikan nilai Fhitung dengan Ftabel
Pengambilan keputusan Uji F menggunakan uji satu pihak yaitu uji pihak kanan. Jadi, kemungkinan yang terjadi yaitu :
Jika FhitungFtabel maka tidak signifikan (Hipotesis ditolak).
Jika Fhitung Ftabel, maka dikatakan signifikan (Hipotesis diterima).Karena FhitungFtabel atau 4,540 > 4,325. Maka hipotesis diterima.
Ada pengaruh antara model resource based learning dengan hasil belajar fikih siswa kelas VIII di MTs. Negeri Satap Bolo tahun pelajaran 2017/2018.
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi dan Hasil
1. Sejarah Berdirinya MTs. Negeri Satap Bolo
MTs. Negeri Satap Bolopada prinsipnya merupakan sekolah umum yang berciri khas Islam yang tentunya memilki porsentase jam agama yang lebih banyak yaitu 12 jam serta penambahan jam ekstra yang disebut PBTQ yang mengacu pada program pemerintah Kabupten Bima untuk Membumikan Al-Quran.
MTs Negeri Satap Bolo telah berjalan melaksanakan pendidikan selama 5 tahun, berdiri sejak tahun 2009, dan telah mengeluarkan dua generasi. Pada tahun pertama lembaga ini menerima satu kelas, namun untuk tahun kedua kemudian meningkat menjadi tiga sampai empat kelas. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat Bolo terhadap MTs. Negeri Satap Bolosangat tinggi. Berkat dari prestasi ini maka MTs. Negeri Satap Bolo perlu melakukan program β program baru sehingga kepercayaan masyarakat terhadap MTs. Negeri Satap Bolo bisa dipertahankan dan bahkan ditingkatkan. Apalagi persaingan antara lembaga pendidikan yang ada di Kecamatan Bolo ini sangat tinggi.55 Salah satu program baru yang harus dilaksanakan oleh MTs. Negeri Satap Bolo adalah program kelas unggulan/kelas percontohan. Dengan program ini MTs. Negeri Satap Bolo akan mampu memberikan jawaban
55Dokumentasi, Profil MTs. Negeri Satap Bolo. Dikutip pada tanggal 11 Mei 2018
terhadap kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat Bolo pada khususnya dan masyarakat Bima pada umumnya.
MTs. Negeri Satap Bolo ini didirikan untuk mendidik siswa yang seperti anak-anak yang ada di sekitarnya, agar tumbuh menjadi manusia yang cerdas, bijaksana, mencintai tanah air, dan bermanfaat untuk sesama. MTs. Sila ini merupakan salah satu madrasah yang didalamnya terdiri dari dua jenjang pendidikan yaitu: MI (Madrasah ibtidaiyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah), dan SMKdan beralamat di: Jln. Lintas sumbawa, Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Propinsi Nusa Tenggara Barat. kode Pos (84161) β NPSN 121252060038 dengan luas tanah 3.057 m2 dan luas bangunan 549 m2, dengan status tanah wakaf.56
2. Motto Sekolah Visi :
Berilmu, Terampil, Beriman, Bertaqwa.
Misi :
1. Menjadikan Madrasah sebagai sarana untuk mencetak siswa/siswi yang berkualitas, beriman dan bertaqwa dalam menyongsong masa depan.
2. Menciptakan suasana Madrasah yang kondusif dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran dan bimbingan .
56Dokumentasi, Profil MTs. Negeri Satap Bolo. Dikutip pada tanggal 11 Mei 2018
3. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif dan efisien.
4. Senantiasa menjadikan agama sebagai sumber nilai-nilai moraldalam sikap hidup berbangsa dan bernegara.57
3. Batas-batas wilayah MTs. Negeri Satap Bolo
Adapun letak geografis dan letak MTs. Ini adalah sebagai berikut:
Sebelah utara : rumah penduduk
Sebelah selatan : Jalan Lintas Sumbawa, Kananga (jalan raya) Sebelah timur : Musholla dan pemakaman
Sebelah barat : Jalan raya (pertigaan).
4. Keadaan siswa
Dalam proses belajar mengajar, peserta didik menduduki peran yang sangat penting karena peserta didik yang menjadi tolak ukur berhasil tidaknya proses belajar mengajar. Oleh karena itu keadaan dan peran aktif peserta didik sangat mutlak diperlukan dalam proses pembelajaran.
Adapun keadaan siswa MTs. Negeri Satap Bolo dapat dilihat pada tabel berikut:
57Observasi di MTs. Negeri Satap Bolo. Dikutip pada tanggal 11 Mei 2018
Table 3.1
Jumlahkeadaan Siswa MTs. Negeri Satap Bolo Tahun pelajaran 2017/2018.58
KlS Jumlah Siswa Pada Bulan Oktober
L P Jumlah
VII A 14 12 26
VII B 12 13 25
VIII A 7 7 14
VIII B 9 5 14
IX A 12 8 20
IX B 10 8 18
Jml 64 53 117
Jadi, jumlah siswa MTs. Negeri Satap Bolosemuanya adalah 117 orang, jumlah siswa kelas VII ada 51 orang yang dibagi menjadi 2 kelas yaitu kelas VII A dan kelas VII B, Kemudian jumlah kelas VIII ada 28 orang yang dibagi menjadi 2 kelas yaitu kelas VIII A dan kelas VIII B.
sedangkanjumlah kelas IX ada 38 orang yang dibagi menjadi 2 kelas yaitu kelas IX A dan kelas IX B.untuk lebih jelasnya lihat pada tabel di atas.
5. Keadaan Guru dan Pegawai
Guru merupakan salah satu kebutuhan vital dalam proses belajar mengajar disekolah, pendidikan akan berkualitas dan berjalan sesuai
58Dokumentasi, Tanggal 11 Mei 2018
dengan harapan apabila memiliki tenaga pengajar yang kompeten dibidangnya.
MTs. Negeri satap bolo memiliki tenaga pengajar 63 orang dan Adapun data-data guru yang mengajar di MTs. Negeri Satap Bolo adalah sebagai berikut:
Tabel 3.259
Keadaan pendidik dan tenaga kependidikan Ijazah
tertinggi Guru bidang studi
Jumlah
Gtt Suka
rela Ket.
GT NIP : 15
NIP : 13 S1/S2/S3 1. BAHTIAR, S.Pd
2. Drs. A. KHAIR 3. ISMAIL, S.Si 4. Dra. JUNARI 5. NURAINI, S.Pd 6. DEDI, S.Pd 7. AISYAH, S.PdI 8. SUDARMIN, S.Sos. I 9. IRFAN, S.Pd
10. KURNIAWATI, S.PdI 11. ARISIKIN BUDIMAN,
S.Pd
12. SYAHRIR, S.PdI 13. SUMIYATI, S.Pd 14. RAMLI, S.Pd
15. HENDRAWANSYAH, S.Pd
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
Kamad Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru
59 Dokumentasi, tanggal 11 Mei 2018
S1/S2/S3
16. SUHARTATI, S.Pd 17. WAHYUDDIN, S.Pd 18. SITI RAHMAH, S.Pd 19. NUR MAAWIYAH,
S.Pd
20. NUR KHAIRIYATI, S.Pd
21. ETI SUMIATI, S.Pd 22. RAMLI, ISMAIL, S.Pd 23. SUSANTI, S.Pd
24. DEWI SINTA, S.Pd 25. MARSITINGSIH, S.Pd 26. RAMLAH, S.Pd
27. ARDIANSYAH, S.Pd 28. MUHAMMAD
FAISAL, S.Pd 29. SRI YANI, S.Pd 30. NURRAHMAH, S.Pd 31. SRI MARIATI, S.Pd 32. SYAFRIA
LEGIYANA, S.Pd 33. DIDIK YAHDI, S.Pd 34. IDA INDRAWATI,
S.Pd
35. HAERUNNISSYA, S.Pd
36. RAMLI JAFAR, S.Pd 37. ANITA W. LESTARI,
S.Pd
38. DESI YULIASARI, S.Pd
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru
S1/S2/S3
39. SRI RATRIWATI, S.Pd
40. NINING
KURNIAWATI, S.Pd 41. SAHBUDDIN IDRIS,
S.Pd
42. WENI MARYANI, S.Pd
43. NURMAYUNITA, S.Pd
44. SRI ANDRIANI, S.Pd 45. FITRIYATI, S.Pd 46. SRI
WAHYUNINGSIH, S.Pd
47. LILIS SURYANI, S.Pd 48. DEWI RAMADHANI,
S.Pd
49. NURIGI, S.Pd
50. KURNIAWATI, S.Pd 51. MIFTA AZLI, S.Pd 52. NURLINDA
SATRIANI, S.Pd 53. MARATUN SOLIHIN,
S.Pd
54. HARISMAN, S.Pd 55. AYU WANDIRA, S.Pd
56. RAMLAH H.
AHMAD, S.Pd 57. BASRIN, S.PdI 58. NURAENI, S.Pd
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
β
Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru
59. EVI NOFIAH, S.Pd 60. ROSMIATI, S.Pd
β
β
β
β
β
β
β
Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru
D1/D2/D3
1. RASFIATI, A.Md 2. UMRAH, A.Md 3. SALMAH, A.Ma.Pd 4. MARDHIYAWATI,
A.Md
β
β
β
β
Op. Komp Adm.
Siswa P. Perpus Op. Komp
SMU/
Sederajat
1. KUSNADI 2. MULYADI 3. LENI
β
β
β
β
β
β
β
P. Warnet Adm.
Siswa Penjaga
Adm.
Umum Keamanan
P. Perpus Keamanan
6. Keadaan sarana dan prasarana
Sarana dan prasarana juga memiliki peranan yang sangat penting dalam melaksanakan proses belajar mengajar, sebab sarana merupakan tempat berlangsung proses belajar mengajar, dan alat pembelajaran merupakan faktor penunjang untuk memperjelas pemahaman siswa
terhadap suatu mata pelajaran. Dibawah ini diuraikan tentang keadaan sarana dan prasarana yang terdapat di MTs. Negeri Satap Bolo.
Table 3.3
Keadaan Sarana dan prasaran No Sarana dan
Prasarana Jumlah ruangan menurut kondisi Jumlah keseluruhan Baik Rusak
Ringan Rusak
Sedang Rusak Berat
1 2 3 4 5 6 7
1 Ruang Kelas 4 - - - 4
2 Ruang Guru 1 - - - 1
3 Ruang Kepala
Madrasah 1 - - - 1
4 Ruang Tata
Usaha 1 - - - 1
5 Ruang
Perpustakaan - - 1 - 1
6 Ruang BK - - - - -
7 Koperasi - - - - -
8 WC Guru 1 - - - 1
9 WC Siswa - 2 - - 2
10 Gedung Serba
Guna (Aula) - - - - -
11 Ruang OSIS - 1 - - 1
12 Masjid/
Musholah - 1 - - 1
13 Meja Siswa 38 - - - 38
14 Meja Guru di
Ruang Kelas 3 - - - 3
15 Meja TU 2 - - - 2
16 Kursi Siswa 88 - - 2 90 17 Kursi Guru di
Ruang Kelas 3 - - - 3
19 Televisi 1 - - - 1
20 Komputer 4 - - - 4
21 Mesin
Fotocopy - - - - -
22 LCD 1 - - 1 2
24 Meja Guru &
Pegawai 5 - - - 5
25 Kursi Guru &
Pegawai 7 - - - 7
26 Papan Tulis 4 - - - 4
27 Printer 3 - - - 3
28 Kota Obat 1 - - - 1
29 Lemari Arsip 2 - - - 2
30 Kantin 1 - - - 1
Sarana dan prasarana di MTs. Negeri Satap Boloterdapat sarana yang cukup memadai, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.
7. Perpustakaan
Dalam menunjang kelancaran proses belajar mengajar di MTs.
Negeri Satap Bolojuga tersedia bahan-bahan pelajaran yang berupa buku paketdan buku-buku penunjang lainnya di perpustakaan sekolah yang tersusun rapidan dalam kondisi baik.
8. Struktur organisasi
Organisasi sekolah/Madrasah merupakan tempat berkumpulnya orang-orang untuk melakukan kerjasama guna mencapai tujuan tertentu yang terdiri dari komponen-komponen tertentu.
Sebagai suatu lembaga atau organisasi, maka struktur lembaga atau organisasi tersebut harus ada sebagai pedoman atau gambaran dari koordinasi dan terorganisasikanya pembagian tugas dan wewenang dalam lembaga tersebut.Begitu pula dengan lembaga pendidikan di MTs.
Negeri Satap Bolo, struktur lembaga pendidikan mutlak dibutuhkan guna untuk mengaktifkan dan mengefisienkan kinerja serta pencapaian tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapkan.
Adapun struktur organisasi MTs Al-Raisiyah Sekarbela dapat dilihat
Gambar 3.1
Struktur Organisasi MTs Negeri Satap Bolo sebagai berikut :60
60 Dokumentasi, MTs. Negeri Satap Bolo, 31 Juli 2017.
Kepala Madrasah Drs. H. Zainul Islam, MM
Komite Madrasah
Tauhid Rifai, S.Ag Kepala Tata Usaha
Irfan, S.PdI
Wk. Kesiswaan
Mastika, S.Si Wk. Kurikulum
Zulkifli, M.H.I Wk. Humas Faridatul Ain, SE
Wk. Sarana Prasarana Nurlaili, S.Pd
Kepala Lab Bahasa
Fathoni, M.Pd Kepala Perpustakaan
Raodah, S. Ag Kepala Lab IPA
Sri Wardiah Wartapane, S.Pt
GURU
SISWA
B. Pembahasan
1. Model resource based learning
Pembelajaran model Resource Based Learning (belajar berdasarkan sumber) adalah untuk mendidik dan menanamkan sikap dan sifat mandiri, menghadapkan murid dengan suatu atau sejumlah sumber belajar secara individual maupun kelompok dengan segala kegiatan belajar yang bertalian dengan itu baik di dalam kelas maupun luar kelas.
Kemudian dalam pembelajaran model RBL (belajar berdasarkan sumber) memberikan pemahaman baru bahwa guru bukanlah satu-satunya sumber belajar yang memonopoli semua kegiatan pembelajaran. Dalam segala hal, murid itu sendiri aktif, apakah ia belajar menurut langkah- langkah tertentu, seperti dalam belajar berprogram, atau menurut pemikirannya sendiri untuk memecahkan masalah tertentu. Yaitu siswa mampu dalam menjawab tes yang telah diberikan oleh guru. Hal ini sesuai dengan hakekat belajar yang merupakan suatu kegiatan atau proses para siswa baik dengan bimbingan guru maupuun usaha sendiri guna mendapat sejumlah ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk dapat merubahsikap dan perilaku untuk memudahkannya beradaptasi dengan lingkungan.
2. Hasil belajar
Belajar adalah usaha kita untuk mencari ilmu pengetahuan yang belum kita ketahui menjadi kita ketahui. Proses belajar untuk mendapatkan hasil belajar yang memuaskan tentunya membutuhkan kerja keras dalam
belajar Yang dimana siswa harus belajar semaksimal mungkin untuk medapatkan nilai yang memuaskan.
Untuk mendapatkan hasil yang bagus juga kita harus pintar membagi waktu antara bermain dan belajar. Yang kita lihat faktanya siswa pada saat belajar dalam kelas dan sedang dajarkan oleh ibu atau bapak guru seharusnya siswa tersebut harus fokus, disiplin dalam belajar, mematuhi perintah bapak/ibu guru, dan mengerjakan tugas tetapi disini siswa malah sebaliknya main-main didalam kelas, tidak focus dalam belajar sehingga hasil belajar yang didapat memuaskan.
3. Pengaruh Model Resource Based Learning Dengan Hasil Belajar . Berdasarkan hasil regresi sederhana yang dikonsultasikan ke dalam nilai t dalam hitungregresi dengan taraf signifikansi 5% ternyata menunjukkan angka 2,194 Hal ini berarti bahwa angka dalam t hitung lebih besar dibandingkan dengan nilai t table sebesar 2,069 (2,194,2069).
Sebagaimana yang diketahui bahwa t hitungdari penelitian ini adalah 2,194, sedangkan pada tabel βtβ koefisien regresi dengan jumlah sampel 14 adalah 2,069. Dengan demikian, berarti bahwa hipotesis alternatif (Ha) yang diajukan oleh peneliti diterima atau bisa dikatakan hipotesis Ho diterima. Hal ini berarti pula bahwa dalam penelitian ini, ada pengeruh penerapan model RBL di dalam kelas terhadap hasil belajar fikih di MTs.
Negeri Satap Bolo.
BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa data yang diperoleh dan diolah sebelumnya,Terdapat pengaruh pembelajaran model Resource based learning pada taraf signifikan 5% (Ξ± = 0,05) menunjukan bahwa nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel yaitu ( 2,194> 2,069), hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Siswa dapat bersifat aktif dan bertanggungjawab. Dengan memperoleh nilai sebagai berikut:
1. Nilai rata-rata menggunakan pembelajaran model resource based learning (belajar berdasarkan sumber) lebih besar yakni 35,43 bila dibandingkan dengan penggunaan metode konvensional sebesar 12,71. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa penggunaan pembelajaran model resource based learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar Fikih siswa kelas VIII MTs. Negeri Satap Bolo Tahun Pelajaran 2017/2018 2. Hasil pengujian Hipotesis dengan menggunakan uji "t" pada taraf
signifikan 5% (Ξ± = 0,05) menunjukan bahwa nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel yaitu (2,194> 2,06), hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran model resource based learning mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan.
Berdasarkan hasil analisa data dan pengujian hipotesis yang dilakukan peneliti, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran model resource
based learningada pengaruh secara positif terhadap hasil belajar siswa kelas VIII MTs. Negeri Satap Bolo Tahun Pelajaran 2017/2018.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka peneliti merasa perlu untuk memberikan saran sebagai berikut:
1. Bagi sekolah, khususnya MTs. Negeri Satap Bolodiharapkan secara terus menerus dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan cara memotivasi guru untuk lebih meningkatkan metode pengajaran, disamping menemukan dan mengatasi faktor-faktor penyebab lainnya.
2. Kepada guru, khususnya guru bidang studi PAI khususnya pada mata pelajaran Fikih diharapkan dapat memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan penyampaian suatu pembelajaran tertentu sehingga siswa dengan mudah menerima konsep-konsep pelajaran dan selanjutnya siswa akan lebih giat lagi belajar, sehingga dengan itu juga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
3. Bagi peneliti lain dapat mengkorelasikan model pembelajaran dengan kemampuan dalam menyampaikan suatu model pembelajaran lainnya.
Jika ingin mengadakan penelitian dengan model pembelajaran yang baru, sebaiknya dilakukan pembiasaan terlebih dahulu agar siswa terbiasa.
Cobalah bertanya pada siswa, karena biasanya siswa malu bertanya sehingga hal yang kurang dimengerti oleh siswa tidak kita ketahui
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik.Jakarta:
Rineka Cipta, 2014.
. Manajemen penelitian.Jakarta: Rineka Cipta, 2013.
Agusnadi, Sumber Belajar dan Manfaatnya dalam Pembelajaran, dalam www.centralischool.ac, diambil 17 Mei 2016.
Daryanto, Belajar dan Mengajar, (Bandung: Yrama Widiya, 2013)
Guza, Afni. Undang-Undang Sisdiknas dan Undang-Undang Guru dan Dosen.
Jakarta: Asa Mandiri, 2008.
Hasan,Iqbal. Pokok-pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif). Jakarta: PT.
Bumi Aksara, 2013.
Ady Azhar basyir, pengaruh pendekatan belajar berbasi sumber (resource based learning) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran berbasis sumber,dalam
http://repository.UINJKT.Ac.Id/dspace/handle/123456789/25244, diakses tanggal 21 Februari 2018.
Yayuk Unsurni dengan judul βpengaruh penerapan metode belajar Resource Based Learningterhadap peningkatan prestasi belajar , dalam http://digilib.uinsby.ac.id/7189/, diakses tanggal 21 Februari 2018.
Nurul Qomariyah, Pengaruh Strategi Resource Based Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa di MTs Al-Ikhlas Jakarta Selatan. Dalam http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3729/1/NURUL
%20QOMARIYAH-FITK.pdf, diakses tanggal 21 Februari 2018.
Mulyasa, Kurikulum Yang Disederhanakan Perkembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar,Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009
M. Sobry Sutikno, Belajar dan pembelajara, (Lombok : Holistica, 2015)
Nurul Zuriah, Metodologi Penelitian dan Sosial Pendidikan TeoriβAplikasi.
Jakarta: Bumi Aksara. 2009
Nasution, S. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Dan Mengajar.
Jakarta : Bumi Aksara 2011
. Metode Research. Jakarta: Rineka Cipta, 2014.
Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2013)
Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta, 2013
Silegar Syofian. Statistik Parametri Untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara, 2014
Sugiyono.Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alvabeta,cv, 2015.
Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada,2005), Sutrisno. βPembelajaran Matematika Menggunakan Pembelajaran Resource
Based Learningβ : Jurnal Aksioma IKIP PGRI, No.1, Vol.1. Mei, 2010.
Suryobroto. proses belajar mengajar di sekolah. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
Sofan Amri, Lif Khoiru, dkk, Strategi Pembelajaran Sekola Terpadu. Jakarta:
Prestasi Pustaka, 2011.
Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
Jakarta: Kencana Prenadamedia Group 2006.
Sudjana, Nana Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. (Bandung: Sinar Baru Offset, 2011)
Usman Husaini. Pengantar Statistika. Jakarta, PT.Bumi Aksara, 2012.
Yamin, Murtinis. DesainPembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan, Jakarta: Gaung Persada Press, 2009.