• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tekhnik Analisa Data

Analisis data yaitu mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, menyajikan data tiap variabel, melakukan perhitungan dan menguji hipotesis.38 Penelitian ini menggunakan analisis data dengan metode regresi berganda. Dalam pengolahan data dalam penelitian ini digunakan alat bantu software SPSS versi 16.

33 Ibid,,,. hlm: 50

34 Ibid,,,.hlm: 51

35 Hidayatin Najwa, Skripsi.” Analisis Tingkat Pengetahuan Guru Madrasah Tsnawiyah Di Pondok Pesantren Darussalalam Bermi Lombok Barat Tentang Perbankan Syariah Terhadap Minat Menjadi Nasabah Di Bank Syariah”. (Mataram, Universitas Islam Negeri Mataram, 2020). hlm: 32

36 Metodelogi Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. hlm.80

37 Ibid,,,, hlm.80

38 Sugiyono,” Metode Penelitian Bisnis”. (Bandung, Alfabeta, 2016)

26

Tekhnik analisis data yang dilakukan adalah data kuantitatif, dilakukan dengan beberapa tahap sebagai berikut:

1. Uji Validitas dan Uji Realibilitas

Ada dua syarat penting yang berlaku pada sebuah angket yaitu keharusan sebuah angket untuk valid dan reliabel.

a. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknyan suatu kuesioner tersebut. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji signifikan dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk deegreem (df). Jika r hitung > r tabel maka pernyatan atau indikatornya di nyatakan valid. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan tekhnik korelasi produk momen dengan bantuan SPSS versi 16.

b. Uji Reliabilitas

Reliabiltas sebenarnya adalah untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.39 Dalam penelitian ini, software SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas. Suatu variabel akan dinyatakan reliabel jika memberikan nilai > 0,70.

2. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik merupakan uji yang dipakai sebagai syarat untuk melakukan uji regresi linier berganda. Uji asumsi klasik digunakan untuk mengetahui ada tidaknya normalitas residiual, multikolinaritas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas.

a. Uji Normalitas

Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam regresi data pada penelitian berdistribusi normal atau tidak, karena regresi yang baik adalah distribusi data normal atau paling tidak mendekati normal.

39Navidatul Ila,” Analisi Pengetahuan, Religiusitas, Dan Persepsi Santri Putri Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad Terhadap Minat Menjadi Nasabah Perbankan Syariah”. ( Institute Agama Islam Negeri Metro, 2021). hlm: 69

27 b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas adalah situasi dimana terdapat korelasi variabel-variabel bebas diantara satu dengan yang lainnya. Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas merupakan pengujian yang bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. 40

3. Uji Regresi Linear berganda

Analisis data dalam penelitian ini ialah menggunakan analisis regresi berganda yaitu suatu alat analisis peramalan nilai pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap variabel terikat untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsi atau hubungan kausal antara dua variabel terikat.41

Dengan demikian model analisis dapat dinyatakan sebagai berikut:

Rumus regresi Linear berganda:42 Y= a + b1X1 + b2X2 + e Keterangan:

Y= keputusan Guru MTsN menabung pada perbankan Syariah a = Nilai interceot konstantan

b = Koofisien Regresi X1= Pengetahuan

40 Fiqih Wildan Hakim, Skripsi. “Pengaruh Pengetahuan Dan Religiusitas Terhadap Minat Nasabah Menggunakan Produk Bank Syariah (Studi Kasus Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bandar Lampung Tahun 2029). (Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta, 2020). hlm:40-41

41 Algifari, A.R. “ Teori, Kasus dan solusi.” ( Yogyakarta: BPEF, 2013)

42Luthfi Firman Rabbani, Skripsi, “ Pengaruh Pengatahuan, Religiusitas, Dan Kualiatas Pelayanan Terhadap Keputusan Nasabah Menabung Pada Bank Syariah”.

(Jakarta, Universitas Islam Negari Syarif Hidayatullah, 2020). hlm: 69

28 X2= Religiusitas

e = Faktor peganggu (Error) 4. Uji R2 ( Koofisien D )

Koefisien determinasi merupakan alat untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koofisien determinasi adalah antara 0 dan satu.43 Nilai R2 yang kecil itu menjelaskan bahwa kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas atau kecil. Nilai yang hampir mendekati satu mempunyai arti bahwa variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.44

5. Uji Hipotesis

a. Uji Parsial (Uji t)

Uji t dapat digunakan untuk mengetahui apakah dalam regresi variabel independen secara persial (sebagian) berpengaruh terhadap variabel dependen. Uji t digunakan untuk menguji pengaruh pengetahuan, religiusitas, dan kualitas pelayanan terhadap keputusan para guru MTsN 1 Mataram secara persial.45

b. Uji simultan

Uji statistik F pada dasarnya untuk menunjukkan apakah semua variabel bebas yang di masukkan dalam model memiliki pengaruh secara bersama-sama/simultan terhadap variabel terikat. Metode penelitian secara simultan yang digunakan adalah nilai Sig<a atau nilai F hitung dibandingkan dengan nilai F table. Kriteria penilaian uji F, jika nilai F hitung besar

43 Ghazali. “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Prohram IBM SPSS 20”.(

Cer, IV.Semarang. UNDIP). 2012

44Putri Hartini, Skripsi. “Pengaruh Pengetahuan Dan Religiusiras Terhadap Minat Santri Memilih Produk Perbankan Syariah (Study Pada Pesantren Di Aceh Besar)”. (Banda Aceh, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, 2019) hlm: 56

45Navidatul Ila,” Analisi Pengetahuan, Religiusitas, Dan Persepsi Santri Putri Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad Terhadap Minat Menjadi Nasabah Perbankan Syariah”. ( Institute Agama Islam Negeri Metro, 2021). hlm: 70

29

dari F table, maka hipotesis penelitian di terima, dan jika nilai F hitung lebih kecil maka F table hipotesis ditolak. 46

46 Ibid,,,,.hlm: 71

30 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil

1. Gambaran Umum MTsN 1 Mataram

Sekolah Madrasah Tsnawiyah Negeri 1 Mataram berdiri dan dibuka pada tanggal 10 Agustus 1979 sebagai pemisahan dari PGAN (6 Tahun), dari 3 kelas tingkat bawah menjadi MTsN 1 Mataram dan 3 kelas ditingkat atas menjadi MAN 2 Mataram.

Mula-mula MTsN 1 Mataram menggunkan 7 lokal kelas dan masih menumpang di MAN 2 Mataram dan baru pada tahun 1980 memiliki gedung sendiri dijalan Pembangunan B. III Mataram.

Madrasah Tsnawiyah Negeri 1 Mataram berbatasan dengan sebelah Timur Jl. Raya, MAN 2 Mataram dan klinik Exonero (Dr.

Soesbandoro). Sebelah Barat yakni pada perumahan Dinas Kehutanan & IAIN Mataram, sebelah Selatan SMKN 2 Mataram

& Boutique Planet Gaya dan selanjutnya di sebelah Utara berbatasan dengan MAN 1 Mataram dan Perumahan Kanwil Kemenag Prov. NTB.

Tak sampai itu, sejarah perjalanan MTsN 1 Mataram sampai dengan tahun 1990 membina MTs Swasta dan Filial hanya se- MTB, sampai dengan 1994 membina MTs Swasta dan Filial hanya se-pulau LOMBOK; (MTsN Bima Mandiri). Dan selanjutnya sampai dengan 1997 membina MTs Swasta yakni hanya se-Kabupaten Lombok Barat; (MTsN Praya dan Selong berdiri). Pada tahun 1997 sampai dengan 2003 membina MTs Swasta di kota Mataram; (MTsN kediri dan Kuripan berdiri). Pada tahun 2003 juga membina 7 MTs Swasta dikota Mataram yang tergabung dalam KKM; (Berdiri MTsN 2 dan MTsN), sampai berubah nama dari yang dulunya MTsN Mataram menjadi MTsN 1 Mataram. Kemudian pada tahun 1998 mendapat status Madrasah Model bersama 52 MTs di Indonesia sebagai Madrasah Percontohan dan lanjut dari tahun 2007-2012 dirintis menjadi Madrasah Unggulan dan bertaraf Internasioanl diwilayah NTB dan indoenesia bagian timur. Dalam suatu lembaga pedidikan seperti Madrasah Tsnawiyah Negeri Mataram tentunya memiliki pemimpin yakni kepala madrasah/sekolah. Kepala madrasah

31

adalah disamping sebagai tenaga pendidik, juga sebagai tenaga kependidikan yang memiliki peran penting bagi pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di Madrasah.

Berikut nama nama yang pernah menjabat sebagai kepala sekolah di Madrasah Tsnawiyah Negeri 1 Mataram serta tahun kepemimpianannya; a) Drs. H, Mawardi (1979-1990); b) Drs. H.

Arifin HS (1990-1994); c) Drs. H. Abdurrahim (1994-1997); d) Drs. H. Badrun (1997-1997); e) Drs. H. Maad Adnan, SH (1997- 2001); f) Drs. Abdul Wahib Siagian (2001-2003); g) Drs. H.

Mahsun (2003-2005); h) H. jalalus Sayuthy, S.S.,M.Pd (2005- 2009); i) Drs. H. Marzuki, M.Pd (2009-2013); j) Drs. H.

Muh.Syukuri, M.M.Pd (2013-2016); k) Drs.hj.Rusniah (2016- sekarang).Madrsah Tsanawiyah juga memiliki fasilitas belajar seperti, ruang belajar (28 lokal dilengkapi LCD proyekor), ruang perpustakaan, laboratorium IPA Fisika&IPA Biologi, laboratorium Komputer, ruang Aula, mushollah 2 lantai, ruang UKS, ruang OSIS, ruanng pelayanan Konseling, Ruang Kopsis, ruang komite.

2. Visi dan Misi Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Mataram

Dalam penyelenggaraan lembaga pendidikan MTsn 1 Mataram memiliki Visi dan Misi sebagai berikut:

a. Visi

1) Mampu bersaing dengan lulusan Madrasah/sekolah yang sederajat dan dapat menlanjutkan ke madrasah/sekolah favorit.

2) Memiliki keterampilan dan kecakapan non akademis sesuai dengan bakat dan minatnya.

3) Memiliki keyakinan yang teguh dan mengamalkan ajaran agama islam secara benar dan konsekuen.

4) Menjadi teladan bagi teman, masyarakat dan Madrasah lain.

b. Misi

1) Menyelenggarakan pendidikan secara efektif dan mewujudkan suasana yang nyaman, bersih, asri, dan Islamih sehingga siswa berkembang secara optimal

32

2) Menyelenggarakan kegiatan pengembangan diri sehingga siswa dapat berkembangan sesuai dengan minat dan bakatnya.

3) Menanamkan akidah yang kuat melalui pembiasaan sholat berjamaah, sholat sunnah, terqil al-qur’an, ucapan kalimat thoyibah, dan perilaku islamih.

4) Menumbuhkembangkan akhlaqul karimah sehingga bisa menjadi teladan bagi teman, masyarkat dan Madrasah lain.

Gambar 1.2

Dokumen terkait