PENGARUH PENGETAHUAN DAN RELIGIUSITAS TERHADAP KEPUTUSAN PARA GURU MTsN 1 MATARAM UNTUK
MENGGUNAKAN JASA BANK SYARIAH
Oleh UYUN INDARTI
NIM 180502185
PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM MATARAM
2022
ii
PENGARUH PENGETAHUAN DAN RELIGIUSITAS TERHADAP KEPUTUSAN PARA GURU MTsN 1 MATARAM UNTUK MENGGUNAKAN JASA BANK
SYARIAH
Skripsi
Di ajukan kepada Universitas Agama Islam Negeri Mataram untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar
Sarjana Ekonomi
Oleh Uyun Indarti NIM 180502185
PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
MATARAM 2022
iv
v
vii
viii
MOTTO
“Pernah ada sesuatu yang rasanya berat sekali, ternyata bisa dilewati juga. Pernah ada sesuatu yang rasanya sangat hancur dan tak aka nada jalan lagi, ternyata semuanya masih baik-baik saja. Kita Cuma perlu bertahan dan terus melaluinya.”
Jadi, tetaplah hargai proses hidupmu dan jadilah kuat untuk kehidupan selanjutnya.
ix
PERSEMBAHAN
“Kupersembahkan skripsi ini untuk kedua orang tuaku tercinta, tempat surgaku (Mukhtar dan Mas’ah) yang senantiasa berdoa dengan perjuangan tanpa henti, selalu gardan terdepan menjadi suppor system serta motivator terbaik untuk perjalanan hidup saya, almamaterku tercinta guru dan dosenku.”
x
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam dan sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, juga kepada keluarga, sahabat, dan semua pengikutnya. Amin.
Penulis menyadari bahwa proses penyelesaian skripsi ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis memberikan penghargaan setinggi tingginya dan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu sebagai berikut.
1. Bapak Muh. Baihaqi, S.H.I., M.Si sebagai pembimbing I dan bapak Rusman Azizoma,M.Acc. sebagai Pembimbing II yang memberikan bimbingan, motivasi, dan koreksi mendetai, terus-menerus, dan tanpa bosan ditengah kesibukkannya dalam suasana keakraban menjadikan skripsi ini lebih matang dam cepat selesai;
2. Bapak Drs.Ma’ruf S.H,.M.Ag dan Shofia Mauzotun hasanah,M.Ei sebagai penguji yang telah memberikan saran konstruktif bagi penyempurnaan skripsi ini;.
3. Bapak Dr.Sanurdin, M.Si sebagai ketua jurusan;
4. Bapak Dr.Riduan Mas’ud M.Ag. selaku selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram, sekaligus wali dosen yang selalu membimbing, memberi arahan, dan memotivasi;
5. Prof. Dr.H.Masnun, M.Ag selaku Rektor UIN Mataram yang telah memberi tempat bagi peneulis untuk menuntut ilmu dan memberi bimbingan dan peringatan untuk tidak berlama lama dikampus tanpa pernah selesai.
6. Semua Dosen Jurusan Perbankan syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang telah ikhlas tanpa batas mengalirkan ilmunya kepada anak didiknya, khususnya kepada penulis;
7. Kepada staf perpustakaan Uin Mataram yang selalu memberikan pelayanan kepada penulis disaat penulis meminjam buku diperpustakaan; ``
8. Kedua orang tercinta ayahanda Mukhtar Ibrahim dan Ibunda Mas’ah, yang telah sabar, penuh kasih sayang serta tulus ikhlas merawat, mendidik dan mengajarkan segala kebaikan juga dengan ketulusan doa
xi
yang selalu menyertaiku dalam perjalanan hidup agar menjadi insan yang berguna;
9. Sahabat dan adik-adik juniorku yang selalu memberikan dukungan serta semangat kepada penulis (Diana, yuni, sulas, yuyun)
10. Sahabat-sahabat dari KKP-DR 2018 Nurul, Yani dll. Terimakasih atas dukungan dan motivasinya, kebaikan kalian tidak akan terlupakan oleh penulis;
11. Semua teman-teman senasip dan seperjuanganku, Kelas F Perbankan Syariah Angkatan tahun 2018, terimakasih saudara baruku dalam meniti jejak hidup didunia akademis;
12. Keluarga besar ditanah rantauan yang telah memberikan doa dan dukungan baik secara langsu maupun tidak langsung (Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FEBI Uin Mataram, IMBD Uin Mataram, IKAMANSABI Mataram);
13. Para Guru MTsN 1 Mataram yang telah menerima dan menyambut hangat kedatangan penulis, serta ikhlas membagi data yang penulis perlukan;
14. Seluruh pihak yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu yang tentunya telah membantu dan berperan serta dalam terselesainya skripsi ini, baik dalam dukungan moril maupun moril;
Penulis dalam hal ini juga menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kata sempurna, baik dari segi materil, susunan ataupun bahasa, namun dari hal inilah penulis akan terus belajar dan belajar karena pada hakikatnya manusia tidaklah sempurna, maka dalan segala hormat penulis sangat mengharapkan kepada samua pihak untuk memberikan kritik dan saran yang demi kesempurnaan penulisan dikemudian hari.
Mataram. 15 agustus 2022
Uyun Indarti
xii DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
HALAMAN LOGO ... iii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv
NOTA DINAS PEMBIMBING ... v
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... vi
HALAMAN PENGESAHAN ... vii
HALAMAN MOTO ... viii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... ix
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL ... .. xiii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
ABSTRAK ... xv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 5
C. Batasan Masalah ... 6
D. Tujuan Dan Manfaat Penelitian ... 6
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN ... 8
A. Kajian Pustaka ... 8
1. Bank Syariah ... 8
a. Pengertian bank Syariah ... 8
b. Tujuan bank syariah ... 10
c. Perbedaan bank syariah dan bank konvesional ... 11
d. Perbedaan antara bunga bank konvensional dengan bagi hasil pada bank syariah ... 12
2. Pengetahuan ... 14
3. Religiusitas ... 16
4. Keputusan ... 18
a. Pengertian Keputusan ... 18
b. Pengambilan Keputusan ... 18
B. Kerangka berpikir ... 19
C. Hipotesis Penelitian ... 20
xiii
BAB III METODELOGI PENELITIAN ... 21
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ... 21
B. Populasi dan Sampel ... 21
C. Waktu dan Tempat Penelitian ... 22
D. Variable Penelitian ... 22
E. Desain Penelitian ... 23
F. Instrumen/Alat dan Bahan Penelitian ... 23
G. Tekhnik Pengumpulan Data ... 23
H. Tekhnik Aanalisa Data ... ….24
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 28
A. Hasil Penelitian ... 28
1. Gambaran Umum berdirinya MTsN 1 Mataram ... 28
2. Visi dan Misi MTsN 1 Mataram ... 29
3. Keadaan Peserta Didik ... 30
4. Struktur organisasi MTsN 1 Mataram ... 31
5. Deskripsi Data Hasil Penelitian ... 32
B. Pembahasan ... 22
BAB IV PENUTUP ... 55
A. Kesimpulan ... 55
B. Saran ... 55 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
xiv
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Keadaan siswa tahun pelajaran 20220/2022, 38.
Tabel 1.2 Deskripsi Data Hasil Penelitian, 40.
Tabel 1.23 Uji Validitas, 55.
Tabel 1.24 Uji Reliabilitas, 57.
Tabel 1.25 Uji Normalis, 58.
Tabel 1.26 Uji Multikolinieritas, 59.
Tabel 1.27 Hasil Regresi Linier Berganda, 61.
xv
DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Kerangka Berpikir, 24.
Gambar 1.2 Struktur Organisasi MTsN 1 Mataram, 39.
Gambar 1.3 Grafik Hasil Uji Heteroskedastisitas, 60.
xvi
PENGARUH PENGETAHUAN DAN RELIGIUSITAS TERHADAP KEPUTUSAN PARA GURU MTsN 1 MATARAM UNTUK
MENGGUNAKAN JASA BANK SYARIAH
Oleh Uyun Indarti NIM 180502185
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan religiusitas terhadap keputusan para guru MTsN untuk menggunakan jasa bank syariah. Penelitian ini diadakan di MTsN 1 Mataram yang berlokasikan di Jl. Pembangunan, Dasan Agung Baru, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Metode pengambilan dari penelitian ini ialah menggunakan metode purposive sampling dengan responden sebanyak 33 orang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian inipun menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (X1) dan religiusitas (X2) tidak berpengaruh signifikan serta simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan para guru MTsN 1 Mataram untuk menggunakan bank syariah.
Kata Kunci: Pengetahuan, religiusitas dan keputusan Guru MTsN 1 mataram menggunakan bank syariah.
1 BAB I
PENDAHULUAN A. Latar belakang
Indonesia dikenal sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama islam. Sudah selayaknnya hukum-hukum syariat Islam sepenuhnya mengiringi langkah kehidupan, baik itu dalam hal politik, sosial bahkan sampai masalah perekonomian. Dalam masalah perekonomian masyarakat sudah mulai diperkenalkan satu persatu pelayanan yang berbasis syariah seperti, asuransi syariah, pegadaian syariah, investasi syariah.1 Di zaman modern saat ini, peran perbankan sangatlah besar, baik itu untuk memajukan perekonomian negara maupun untuk mempermudah aktivitas masyarakat yang ada dalam suatu negara tersebut. Bank berperan penting dalam segala hal kegiatan atau transaksi yang berhubungan dengan keuangan seperti, kegiatan simpan pinjam, kegiatan investasi, pengiriman uang dan kegiatan pembiayaan.
Pada awalnya, industri bank hanya memiliki satu jenis bank yaitu bank konvensional, yang pelaksanaannya tanpa adanya kesesuaian dengan prinsip syariah. Namun, seiring berjalannya waktu pada tanggal 1 November 1991 di dirikan bank syariah pertama di Indonesia yaitu Bank Muamalat yang di prakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah yang penerapannya berdasarkan prinsip syariah yaitu tanpa adanya bunga. Namun, baru memulai kegiatan operasi pada tahun berikutnya, yaitu pada 1 mei 1992.2
Lembaga keuangan perbankan terbagi dalam dua jenis, yakni bank konvensional dan bank syariah. Imbalan atas jasa yang di berikan bank konvensional yakni berupa bunga bank, sedangkan dalam bank syariah imbalan yang di berikan berupa bagi hasil yang kegiatannya sesuai dengan prinsip-prinsip islam. Dalam definisi lain perbankan syariah adalah bank yang beroperasi tanpa mengandalkan bunga.
1 Luthfi Firman Rabbani, Skripsi “Pengaruh Pengetahuan, Religiusitas, Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Nasabah Menabung Pada Bank Syariah”.(Jakarta, Uin Syarif Hidayatullah, 2020). hlm: 18
2 Ibid,,,. hlm: 18
2
Perkembangan jaringan kantor perbankan syariah semakin pesat sebagai akibat dari meningkatnya kebutuhan masyarakat akan produk jasa dari bank syariah. Statistik perbankan yang di keluarkan oleh bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa ada peningkatan jumlah jaringan kantor bank syariah bulan Desember 2017 sampai dengan bulan Desember 2018 yaitu mencapai 2.724 unit, terdiri dari 1.875 unit bank umum syariah, 354 unit usaha syariah, dan 495 unit bank pembiayaan rakyat syariah. Dan sampai di tahun 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, perkembangan jasa keuangan syariah di tanah air lebih baik dibandingkan jasa keuangan konvesional. Dari sisi aset keuangan syariah tumbuh 21,48 persen pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 13,84 persen. Sedangkan pada bank konvensional mengalami penurunan. Tercatat total laba bersih bank umum sebesar Rp 104,71 triliun pada tahun 2020. Jumlah tersebut turun 33,08% di bandingkan tahun 2019 yang sebesar Rp 156,48 triliun.3
Perkembangan yang begitu pesat ini dapat juga di lihat dari PT Bank syariah Indonesia Tbk (BSI) yang menorehkan capaian positif pada triwulan 1/2022 dengan membukukan laba bersih mencapai Rp.987,68 miliar atau naik 33,18 % secara year on year (YoY).
Dengan itu BSI semakin siap berlari dan optimis meraih pertumbuhan berkelanjutan dimasa datang.
Hal itu membuktikan memang adanya pertumbuhan dan perkembangan pada jaringan kantor bank syariah di Indonesia walaupun untuk total aset bank syariah jauh tertinggal dengan bank konvensional, sehingga hal ini mengakibatkan adanya persaingan yang tinggi dalam perbankan. Bagi bank syariah tantangan yang di hadapi tidak hanya pengenalan produk namun juga belum adanya inisiatif nasabah untuk menggeser preferensinya dari produk perbankan syariah.
Beberapa faktor yang melatarbelakangi keputusan nasabah dalam memilih bank syariah berasal dari luar maupun dari nasabah itu sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan menabung
3 Https://Marketnews.Id/Market-Update/2021/01/Ojk-Perkembangan-
BankSyariah-Lebihekpansif-Dari-Bankkonvensional/ Di Akses Dari Tanggal 25-11-2021
3
nasabah dapat terbagi mejadi dua antara lain faktor emosioanal dan faktor rasional.4
Faktor emosioanal berupa tingkat religiusitas yaitu dengan cara menghindari riba dan faktor utama nasabah mempertahakan hubungannya bank Syariah adalah ketaatan mereka terhadap prinsip syariah. Nasabah memutuskan untuk tetap mempertahankan bank syariah berkaitan dengan masalah keimanan dan keyakinan pengharaman riba bagi umat islam dan religiusitas adalah kedalaman seseorang dalam menyakini adannya tuhan yang di buktikan dengan menjalankan setiap perintah dan menjauhi segala bentuk larangan dengan keikhlasan hati dan seluruh jiwa dan raga.5 Seperti penelitian yang dilakukan oleh Fadhilatul Hasanah, dengan judul “Pengaruh Tingkat Religiusutas, Pengetahuan, Kualitas Produk dan Kualitas Pelayanan terhadap preferensi menabung Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pelembang pada Bank syariah”. Dalam penelitian tersebut diketahui Religiusitas berpengaruh secara signifikan, berangkat dari penelitian yang dilakukan oleh fadhilatul hasanah, memotivasi peneliti untuk meneliti pengaruh Religiusitas terhadap keputusan para guru MTsN 1 Mataram untuk menggunakan jasa perbankan syariah.
Sedangkan faktor rasional yaitu berupa pengetahuan, yang dapat menjadi faktor yang berpengaruh terhadap keputusan/preferensi nasabah untuk memeilih bank Syariah. Pengetahuan konsumen adalah informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk dan jasa (dalam hal produk dan jasa bank syariah), serta pengetahuan lainnya yang terkait dengan produk dan jasa tersebut dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.6 Selanjutnya di perkuat juga oleh Nurbaiti Dkk, dengan jurnal yang berjudul”
Pengaruh Pengetahuan terhadap minat menabung masyarakat pesantren di bank syariah“. Bahwa Pengetahuan dinilai berpengaruh
4 Fadhilatul Hasanah, “Pengaruh Tingkat Religiusutas, Pengetahuan, Kualitas Produk Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Preferensi Menabung Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pelembang Pada Bank Syariah.” Jurnal Ekonomi Syariah, Vlm 4, No 1 (March 2015), hlm: 486.
5 Ibid,,,hlm 487
6 Ibid,,,hlm 488
4
terhadap keputusan menjadi nasabah bank syariah, dan itu juga yang menjadi salah satu dorongan bagi peneliti untuk melakukan penelitian apakah terdapat pengaruh Pengetahuan dan Kualiatas pelayanan terhadap keputusan guru MTsN 1 Mataram untuk menggunaka jasa perbankan syariah.
Pengambilan keputusan (decision making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan.7 Keputusan ini di ambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternative, karena yang perlu dipahami bahwa setiap proses pengambilan keputusan selalu mengahasilkan satu pilihan final.
Pengetahuan tentang bank syariah sangat pengaruhi sikap terhadap penawaran produk-produk yang ditawarkan sehingga semkain baik dan banyak pengetahuan guru mengenai bank syariah maka akan memacu atau memperkuat keputusannya untuk menjadi nasabah.
Sebaliknya jika pengetahuannya minim mengenai bank syariah maka akan mengakibatkan pengetahuan yang kurang baik dan mempengaruhi keputusannya untuk menjadi nasabah.
Demikian juga pengetahuan guru MTsN 1 Mataram tentang bank syariah yang dari tahun ke tahun semakin berkembang dan berpengaruh terhadap pola pikir masyarakat. Keberadaan lembaga pendidikan seperti MTsN tergantung pada pengurus-pengurus yang mengerti keagamaan, seperti Ustadz dan Ustadzah ataupun kyai. Jadi tentunya mereka paham konsep kenapa Maysir, Gharar, dan Riba dilarang. Lembaga Pendidikan seperti MTsN juga memiliki kelebihan yang dimana memiliki kombinasi pelajaran yang lebih variatife. Bisa dikatakan, pelajaran umum dan agama diberikan dalam porsi yang seimbang.
Guru merupakan seorang pengajar suatu ilmu, orang yang berpengetahuan dan berpendidikan, baik itu pada pengetahuan umum maupun pengetahuan agama. Dengan pengetahuan dan pemahamannya disini mereka tentunya pernah mendengar perbankan syariah dan bahkan mengetahui bagaimana pelaksanaan dan operasional perbankan syariah yang dalam praktiknya ataupun kegiatannya itu tidak menganut sistem bunga karena sesuai dengan prinsipnya, bank syariah hanya
7 Ridhotullah “Pengantar Manajemen”. (Jakarta; Prestasi Pustaka, 2015)
5
menggunakan sistem bagi hasil. Berbeda dengan bank konvensional yang praktiknya menggunakan sistem bunga, dan tentunya bunga itu termasuk transaksi dilarang dalam Islam karena termasuk riba dan hal tersebut sudah jelas bertentangan dengan prinsip yang ada dalam agama Islam.
Berdasarkan pada hasil wawancara awal yang peneliti lakukan dapat diketahui bahwa pengetahuan guru MTsN 1 Mataram terhadap bank syariah cukup beragam, baik itu tentang bunga bank maupun bagi hasil dan bahkan sebagian besar guru tingkat pengetahuannya masih kurang tentang perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional, dan bahkan juga sebagian dari mereka masih menggunakan bank konvensional. Pemahaman dan pengetahuan guru tentang bank syariah tentu juga akan mempengaruhi pandangan guru mengenai bank syariah itu sendiri. Logikanya adalah, pandangan guru terhadap bank syariah tergantung dengan apa yang mereka ketahui. Jika pengetahuan guru tentang bank syariah minim maka dalam memandang bank syariah pastinya minim pula begitupun pada nilai religiusitas seorang guru, semakin tinggi nilai religiusitasnya maka semakin baik pula keputusan untuk menabung di bank syariah.
Maka dari itu untuk menguji hipotesis yang dijelaskan di atas maka peneliti mencoba meneliti pengaruh variabel independent (Pengetahuan dan Religiusitas) terhadap keputusan para guru MTsN 1 Mataram untuk menggunakan bank syariah.
Adapun alasan peneliti untuk melakukan penelitian dengan menjadikan guru MTsN 1 Mataram menjadi subjek karena sebagai seorang guru Madrasah Tsanawiyah yang sudah tahu tentang hukum islam, juga sebagai pengajar disekolah yang kurikulum pendidikannya banyak diisi kegiatan keagamaan dan mengetahui masalah perbankan syariah, Untuk itu peneliti ingin mengetahui lebih mendalam mengenai pengaruh Pengetahuan dan Religiusitas terhadap keputusan para guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Mataram untuk menggunakan bank syariah.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti mengangkat judul penelitian: “Pengaruh Pengetahuan Dan Religiusitas terhadap Keputusan para Guru MTsN untuk menggunakan jasa Bank syariah (Study pada MTsN 1 Mataram)”.
6 B. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang masalah, maka dapat di peroleh identifikasi masalah sebagai berikut:
1. Apakah pengetahuan berpengaruh terhadap keputusan para guru MTsN 1 Mataram untuk menggunakan jasa bank syariah?
2. Apakah religiusitas berpengaruh terhadap keputusan para guru MTsN 1 Mataram untuk menggunakan jasa bank syariah?
3. Apakah pengetahuan dan religiusitas secara simultan berpengaruh terhadap keputusan para guru MTsN 1 Mataram untuk menggunakan jasa bank syariah?
C. Batasan Masalah
Pembatasan masalah di lakukana peneliti agar penelitian ini tidak melebar ke hal lain dan hanya terfokus pada:
1. Pengaruh pengetahuan terhadap keputusan para guru MTsN 1 Mataram untuk menggunakan jasa bank Syariah
2. Pengaruh religiusitas terhadap keputusan para guru MTsN 1 Mataram untuk menggunakan jasa bank syariah
3. Pengaruh pengetahuan dan religiusitas secara simultan terhadap keputusan para guru MTsN 1 Mataram menggunakan jasa bank syariah.
D. Tujuan dan manfaat penelitian 1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah di paparkan, maka penelitian ini bertujuan untuk ;
a. Mengetahui pengaruh Pengetahuan terhadap keputusan para guru MTsN 1 mataram untuk menggunakan jas bank syariah b. Mengetahui pengaruh religiusitas terhadap keputusan para
guru MTsN 1 mataram untuk menggunakan jas bank syariah c. Mengetahui apakah pengetahuan dan religiusitas secara
simultan berpengaruh terhadap keputusan para guru MTsN 1 mataram untuk menggunakan jas bank syariah
2. Manfaat penelitian
a. Manfaat bagi UIN Mataram
Penelitian ini di harapkan dapat menjadi literatur bagi temanteman mahasiswa Uin mataram terkhusus jurusan
7
perbankan syariah ataupun pihak pihal lain yang akan melakukan penelitian dengan permasalahan yang sama.
b. Manfaat bagi guru
Untuk guru MTsN 1 Mataram, hasil dari penelitian ini dapat memberikan banyak pengetahuan tentang perbankan syariah bagi Sebagai bahan pertimbangan bagi guru MTsN 1 Mataram untuk lebih memilih perbankan syaria.
c. Manfaat bagi peneliti
Bagi peneliti, penelitian ini mampu mampu memberikan pengetahuan seberapa jauh pengaruh pengetahuan, religiusitas, dan kualitas pelayanan terhadap keputusan para guru MTsN 1 Mataram dalam menggunakan bank syariah.
8
BAB II
Kajian Pustaka dan Hipotesis Penelitian A. Kajian Pustaka
1. Bank Syariah
a. Pengertian Bank Syariah
Bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.8 Bank Umum Syariah (BUS) adalah bank syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran, sedangkan Bank Pembiayaan Rakyat (BPRS) adalah bank syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.9
Berdasarkan pengertian bank di atas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Pertama, pengertian bank telah mengalami evolusi sesuai dengan tahap perkembangan bank itu sendiri. Kedua, fungsi bank pada umumnya yaitu (1) Menerima berbagai bentuk simpanan; (2) Memberikan kredit, baik bersumber dari masyarakat maupun berdasarkan atas kemampuannya untuk menciptkan nasabah baru; (3) Memberikan pelayanan dalam urusan pembayaran dan peredaran uang. Sejauh mana fungsi ini dapat di laksanakan bergantung pada jenis dan lapangan usaha bank yang bersangkutan; dan (4) dalam aktivitas operasionalnya, terutama dalam penyaluran dana, bank seharusnya tidak semata semata memperoleh keuntungan saja tetapi juga berorientasi pada upaya dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Prinsip ini harus menjadi komitmen bagi bank dalam kegiatan operasionalnya.10
Berdasarkan definisi perbankan syariah di atas, maka dapat di tarik kesimpulan, bahwa bank syariah adalah bank yang berdasarkan prinsip syariah (Hukum Islam), yang dalam
8 Dr. Mardani, “Aspek Hukum Lembaga Keuangan Syariah Di Indonesia”.
(Jakarta, Prenadamedia Group,2015)
9 Drs. Muhammad, M.Ag “Bank Syariah, Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang Dan Ancaman”. hlm: 70
10 Ibid hlm: 72
9
operasionalnya berpedoman kepada fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).11
Dalam sejarah perekonomian kaum Muslimin, pembiayaan yang di lakukan dengan akad yang sesuai dengan syariah telah menjadi bagian dan tradisi umat Islam sejak zaman Rasulullah SAW pelaksanaan pelaksanaan seperti penerima penitipan harta, meminjamkan uang untuk keperluan konsumtif dan bis nis, serta melakukan pengiriman uang, telah lazim di lakukan sejak zaman Rasulullah. Dasar pemikiran pembentukan bank syariah, yaitu bersumber dari larangan. Pengharaman riba dalam Al-Qur’an bersifat gradatif (bertahap), yaitu melalui empat tingkatan yakni; Tahap pertama turun QS-ar-Rum (30);
39: Tahap kedua turun QS. an-Nisa’ (4);160: Tahap ketiga turun QS. Ali Imran (3); 130: Tahap keempat turun QS. al-Baqarah (2);275-280.12
Dalam menjalankan aktivitasnya, bank syariah menganut prinsip-prinsip sebagia berikut:
1) Prinsip keadilan
Dengan sistem operasional yang beradasarkan profit and loss sharing system, bank Islam memiliki kekuatan tersendiri yang berbeda dengan sistem konvensioanl.
Perbedaan ini nampak jelas bahwa dalam sistem bagi hasil terkandung dimensi keadilan dan pemeratan. Konsep mengajarkan menyangga usaha secara bersama, baik dalam membagi keuntungan atau sebaliknya menanggung kerugian.
2) Prinsip kesederajatan
Bank syariah menempatkan nasabah penyimpan dana, nasabah pengguna dana, maupun bank pada kedudukan yang sama dan sederajat. Dengan sistem bagi hasil yang di terapkannya, bank syariah mensyaratkan adanya kemitraan nasabah harus sharing the profit and the risk secara bersama sama.
11 Ibid hlm:73
12 Ibid,,, hlm: 75
10 3) Prinsip Ketentraman
Menurut falsafah al-Quran, semua aktivitas yang dapat di lakukan oleh manusia patut di kerjakan untuk mendapatkan falah (ketentraman, kesejahteraan, atau kebahagiaan) yaitu istilah yang di maksudkan untuk mencapai kesempurnaan dunia akhirat.13
b. Tujuan Bank Syariah
Di dalam Putri hartini, bank syariah mempunyai beberapa tujuan sebagai berikut;
1. Menciptakan kegiatan ekonomi umat untuk berumalah secara syariah dengan tidak mengandung maghrib (maysir, gharar, riba).
2. Untuk menciptakan suatu keadilan di bidang ekonomi dengan jalan meratakan pendapatan melalui kegiatan investasi, agar tidak terjadi kesenjangan yang amat besar antar pemilik modal dengan pihak yang membutuhkan dana.
3. Untuk meningkatkan kualitas hidup umat dengan jalan membuka peluang usaha yang lebih besar terutama kelompok miskin, yang di arahkan kepada kegiatan usaha yang produktif menuju terciptanya kemandirian usaha.
4. Untuk menanggulangi masalah kemiskinan yag pada umumnya merupakan program utama dari negara-negara yang sedang berkembang.
5. Untuk menjaga kestabilan ekonomi dan moneter dengan aktivitas bank syariah akan mampu menghindari pemanasan ekonomi diakibatkan karena adannya inflasi untuk membuat masyarakat tidak bergantung ke bank konvensional.14
13 Fadhilatul Hasanah,” Pengaruh Tingkat Religiusitas, Pengetahuan, Kualitas Produk, Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Preferensi Menabung Mahasiswa Univeristas Muhammadiyah Palembang Pada Bank Syariah. Jurnal Ekonomo Dan Bisnis Islam, Vol 4 No.1 (Juni 2019). hlm 487
14 Putri Hartini, Skripsi. “Pengaruh Pengetahuan Dan Religiusiras Terhadap Minat Santri Memilih Produk Perbankan Syariah (Study Pada Pesantren Di Aceh Besar)”. (Banda Aceh, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, 2019. hlm: 16
11
c. Perbedaan Bank syariah dan Bank konvensioanl
Berikut tabel perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional:15
No Bank syariah Bank
konvensional 1. Fungsi dan cara
operasional berdasarkan kepada hukum syariah.
Bank harus menjamin bahwa semua aktivitas perdagangan memenuhi persyaratan syariah.
Fungsi dan cara berdasarkan pada prinsip-prinsip sekuler dan bukan hukum atau ketentuan agama.
2. Pembiayaan bukan
berorientasi pada bunga, dan didasarkan pada prinsip jual beli barang dengan harga jual meliputi margin yang di tetapkan di awal.
Pembiayaan
berorientasikan bunga dan bunga tersebut
tetap atau
berkembang, yang di perhitungkan
berdasarkan pemanfaatan uang.
3. Bank menawarkan
keadilan dalam
pembiayaan untuk sebuah usaha. Kerugian di tanggung Bersama berdasarkan prinsip keadilan. Sedangkan laba dibagi berdasarkan Nisbah yang disepakati sebelumnya
Tidak biasa di tawarkan, melainkan Telah tersedia melalui kehendak
perusahaan-
perusahaan pemegang modal dan bank-bank pembiayaan.
4. Bank syariah dilarang terlibat dalam aktivitas ekonomi yang tidak memenuhi tuntutan syariah. Misalnya; bank tidak boleh memberi biaya usaha yang berkaitan dengan babi, alcohol, dll
Tidak ada ketentuan larangan seperti Itu
15Kasmir.” Dasar-Dasar Perbankan. (Jakarta, Rajawali Pers, 2014). hlm: 38
12
5. Dalam sistem perbankan perbankan Islam modern, salah satu fungsinya ialah untuk mengumpulkan dan membagi-bagikan zakat.
Tidak mengenal zakat.
6. Tidak ada ketentuan membebankan Biaya
tambahan karena
kegagalan memenuhi kewajiban sesuai denga n perjanjian atas akibat penangguha pembayaran.
Biasanya
membolehkan biaya Tambahan (bunga berganda), jika ada penangguhan
pembahyaran.
Catatan: Sebagian negara islam membolehkan pemungutan denda dan ketentuan untuk biaya yang ditimbulkan akibat pemungutan denda
d. Perbedaan antara Bunga bank konvensional dengan bagi hasil pada bank syariah
No. Bungan bank
konvensional/Laba
Bagi hasil pada bank syariah 1. 1. Sumber penghasilan
HARAM:
a. Hasil bunga (riba/haram) dari dana bank yang ditanamkan pada:
kredit, pinjaman antar bank riba, deposito bada bank riba, SBI, obligasi/surat ber- harga bentuk lain (derifatife)
semuanya
1. Sumber penghasilan HALAL:
a. Hasil usaha nyata dari Investasi usaha Riil yang halal dan dengan cara halal (sesui syariah), yaitu hasil jual beli (Murabahah), Sewa (ijarah), bagi hasil mudharabah, bagi untung/ rugi
13 berbasis bunga.
b. Hasil dagang uang valas secara spekulatif
(maisir/Haram)
(profit/loss sharing), berkongsi (musyarakah).
Dll.
b. Tidak melakukan usaha dagang valas. Hasil pendapatan halal inilah yang dibagikan kepada deposen.
2. Hasil yang di peroleh penabung;
a. Bunga adalah haram b. Hadiah yang
sumber uangnya dari hasil haram
(Bunga) dan
dibagikan dengan cara
garam(Undian/Maisir ).
Hasil yang hasil yang diperoleh penabung;
Bagi hasil adalah penghasilan sesuai dengan sesungguhnya (cash basic) dengan memperhatikan
penghasilan bank. Bila penghasilan bank menurun return deposan juga menurun.
3. Hubungan bank dengan deposan:
Deposan tidak mendzalimi bank bank.
Pengeluaran bank untuk deposan pasti sedangkan pendapatan bank untuk membayar bunga tidak pasti maka ketika pendapatan bank merosot (kredit macet).
akibatnya bank bisa mati
Hubungan bank dengan deposan:
Deposan tidak mendzalimi bank, karena ketika penghasilan bank menurun, penghasilan deposan menurun (cash basic) dan bila penghasilan bank naik, pendapatan deposan juga naik. Ketika krisi
14
tidak bisa membayar bunga denga n usahan sendiri, deposan enak.
Bank member talangan ketik a krisi 1998, bank di “bunuh ” oleh bunga deposan yang tinggi.
Bunga 70% antarbank 350% padahal kredit macet.
1998. Deposan tidak mendzalimi bank syariah karena % margin tidak naik, nisbah (revenur sharing) tidak berubah dan bagi hasil sejajar dengan pengahasilan bank. Ketika bunga naik sekiatar 70% bagi hasi tetap setara sekitar 8% sehingga bank syariah mengganggu pemerintah seperti bank rekap.
(NPL, lebih 50%).
Maka terjadilah bank
rekap yang
mendefinisikan APB
berkepanjangan.
Itulah perbedaan bunga bank konvensioanal dan bagi hasiln pada bank syariah.16
d.Penelitian terdahulu
Adapun beberapa hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh pengetahuan dan religiusitas terhadap keputusan para guru MTsN 1 mataram untuk menggunkan jasa bank syariah sebagai berikut:
Penelitian yang dilakukan oleh Putri Hartini (2019) dengan judul Pengearuh pengetahuan dan religiuistas terhadap minat santri memilih produk perbankan syariah (Studi pada pesantren di aceh
16 Ibid hlm: 40
15
besar). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan tidak berpengaruh signifikan terhadap minat santri memilih produk perbankan syariah. Sedangkan pada variabel religiusitas menunjukkan hasil bahwa ada pengaruh signifikan terhadap minat santri memilih produk perbankan syariah.
Penelitian yang dilakukan oleh Navidatul Ila yang berjudul Analisis pengaruh pengetahuan, religiusitas dan persepsi santri putri pondok pesantren asyyiyah imadul bilad terhadap minat menjadi nasabah perbankan syariah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan, religiusitas berpengaruh signifikan terhadap minat menjadi nasabah bank syariah, namun pada persepsi diketahui tidak memiliki pengaruh signifikan.
Penelitian yang dilakukan oleh Yofaning Tiyas W yang berjudul pengaruh kualitas pelayanan, pengetahuan, religiusitas, dan motivasi terhadap keputusan menjadi nasabah bank syariah (Studi kasus pada BRISyariah KCP Magelang). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualiatas pelayanan dan pengetahuan tidak berpengaruh terhadap keputusan untuk menjadi nasabah bank syariah. Namun pada religiusitas dinyatakan berpengaruh terhadap keputusan untuk menjadi nasabah bank syariah.
Penelitian yang dilakukan Sayyidatul Maghfirroh yang berjudul pengaruh religiusitas, pendapatan dan lingkungan sosial terhadap minat menabung di bank syariah pada santri pesantren mahasiswa darush shalihat. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa religiuistas tidak memiliki pengaruh terhadap minat minat menabung di bank syariah, namun pada pendapatan dan sosial dinyatakan memiliki pengaruh terhadap minat menabung di bank syariah.
2. Pengetahuan
Pengetahuan merupakan suatu ilmu atau pemahaman seseorang yang di dapat setelah seseorang tersebut melakukan suatu penelitian terhadap objek tertentu.17 Jadi pengetahuan adalah
17Abdul Haris Ramadhoni Dkk,” Pengaruh Pengetahuan, Kualitas Pelayanan Produk, Dan Religiusitas Terhadap Minat Nasabah Untuk Menggunakan Produk Simpanan Pada Lembaga Keuangan Mikro Syariah”. Jurnal Ilmiah Islam, 4 (02), 2018.
hlm: 139
16
berbagai informasi dan data yang telah kita ketahui kemudian setelah mengetahui tersebut muncullah berbagai pertanyaan untuk mengevaluasi kemampuan yang di peroleh.
Nasabah memiliki tingkatan pengetahuan produk yang berbeda, dalam pengetahuan ini dapat di pergunakan untuk menerjemahkan informasi baru, serta untuk menimbulkan suatu minat terhadap suatu produk dan membuat pilihan keputusan.
Adapun indikator pengetahuan di bagi menjadi beberapa dimensi yaitu; a) Pengetahuan atas produk; b) Pengetahuan jenis dan ragam produk; c) Pengetahuan akan manfaat dari suatu produk.18
Dimensi pengetahuan tentang produk memiliki indikator yakni:
a) Fitur bank syariah yang jelas
b) Pengetahuan produk bank syariah dapat dipercaya
Dimensi jenis dan ragam produk memiliki indikator yakni:
a) Petahuan tentang bank syariah
Dimensi pengetahuan tentang kepuasaan memiliki indikator yakni:
a) Mengetahui dan merasakan manfaat dari suatu produk atau jasa bank syariah
Persaingan yang semakin meningkat dalam dunia lembaga keuangan mendorong lembaga keuangan untuk lebih berorientasi kepada konsumen atau nasabah. Diperlukan pengetahuan sebagai upaya untuk mendukung dalam memahami konsumen serta pelakunya. Pada dasarnya nasabah itu perlu memahami terlebih dahulu berbagai produk dalam lembaga keuangan agar tepat dalam melakukan pengambilan keputusan untuk memilih lembaga keuangan syariah sebagai pilihanya, baik itu dalam tingkat resiko yang akan di hadapi serta pihak lembaga keuangan harus transparan dalam menjelaskan setiap produk dan jasa yang di tawarkan kepada calon nasabah maupun nasabah lama.19
18 Ibid,,,. hlm: 140
19 Ibid,,,. hlm: 142
17 3. Religiusitas
Dalam Muhammad Nasrullah, religiusitas adalah salah satu faktor pendorong penting dan dapat berpengaruh terhadap perilaku.
Hal ini didasari atas keputusan konsumen untuk membeli produk tergantung kadar keimanan mereka.20 Terdapat indikator-indikator dari variabel religiusi yang terbagi menjadi lima dimensi yaitu:
a. Dimensi keyakinan/ideologi
Dimensi ini menunjuk pada seberapa tingkat keyakinan muslim terhadap kebenaran ajaran ajaran agama, teru``tama yang bersifat fundamental dan dogmatic. Dalam islam, dimensi ini berkaitan rukun iman yang berisi enam kepercayaan, yaitu percaya dengan keberadaan dan keEsaan Allah SWT, percaya terhadap malaikat malaikat, Rasul-rasulNya, Kitab-Kitabnya, adanya hari kiamat, dan qadha serta kadar Allah SWT. Konsep tauhid atau pengakuan akan ke-Esaan Allah SWT menjadi dasar dari di mensi ini. Dimensi keyakinan memiliki indikator yaitu;
a) Percaya kepada Allah
b) Meyakini dan menjalankan rukun iman rukun islam c) Percaya akan takdir Allah
b. Dimensi Praktik
Dimensi ini berkaitan dengan komitmen dan ketaatan terhadap agama yang dianutnya, yang di wujudkan dalam ritual atau peribadatan. Dimensi itu dibagi menjadi dua, yakni:
1. Ritual, mengacu pada seperangkat tindakan kegamaan formal dan praktik-praktik suci yang mengharapkan pemeluknya anakan. Dalam Islam, bentuk ritual yang di maksud anatara lain; Sholat, puasa, zakat, pergi haji bagi yang mampu, membaca dan mengamalkan ALQuran.
berkurban dan lainya.
2. Ketaatan, ketaatan dan ritual bagaikan ikan dan air. Ketika seseorang telah mengetahui ritual-ritual yang harus di
20 Muhammad Nasrullah, “Islamic Branding, Religiusitas Dan Keputusan Komsumen
Terhadap Produk“. Jurnal Hukum Islam, Vlm 13. No 2 (Desember 2015). hlm:87
18
lakukan, maka sedapat mungkin ritual itu di lakukan semaksimal mungkin untuk menunjukkan bahwa “saya adalah orang yang taaat dan komit pada agama”. Dimensi peribadatan atau praktek agama memiliki indikator yakni;
a) Selalu menunaikan sholat lima waktu b) Membaca Al-qur’an
c) Melakukan puasa dan sholat sunnah sesuai ajaran rasul.
c. Dimensi pengalaman
Dimensi ini berkaitan dengan seberapa besar tingkat seseorang dalam merasakan pengalaman-pengalaman religinya. Dimensi terwujud dalam perasaan bersyukur kepada Allah, percaya kepada Allah akan mengabulkan doa-doa kita, khusu ketika melaksanakan sholat, perasaan bergetar hatinya ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur’an, Tertolong dari maut akibat sedekah, Allah maha memberi rizki dan lainnya.
Dimensi pengalaman memiliki indikator yaitu;
a) Bersyukur kepada Allah b) Bertawakkal kepada Allah
c) Bersabar dalam menghadapi cobaan.
d. Dimensi pengetahuan agama
Dimensi ini menunjuk pada tingkat pengetahuan dan pemahaman muslim pada ajaran-ajaran agamanya, terutama ajaran-ajaran pokok yang termuat dalam Al-Quran.
Pemahamann agama dapat di capai melalui kativitas rasional empiris maupun tekstual normatif. Indikatior Pengetahuan agama dapat diperoleh dan dari;
d) Membaca buku buku agama
e) mendatangi mejelis ta’alim atau pengajian f) mendengarkan acara keagamaan di radio.
e. Dimensi Penerapan
Dimensi ini menunjuk pada seberapa besar perilakun muslim dipengaruhi oleh ajaran-ajaran agama. Dimensi ini tercermin dalam perilaku seseorang yang bertaqwa
19
(menjalankan perintahn-Nya dan menjauhi larangan-Nya).21 Indikator dalam dimensi ini meliputi;
a) Perilaku suka menolong
b) bersedekah, berlaku adil pada orang lain c) jujur tidak melakukan prostitusi/seks bebas. ` 4. Keputusan
a. Pengertian keputusan
Keputusan adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang secara sadar dan atas keinginanan pribadi masing- masing. Pada dasarnnya keputusan yang di ambil konsumen adalah untuk mengatasi masalah yang dihadapi.22 Indikator indikator pengambilan keputusan nasabah terbagi menjadi lima dimensi yaitu; a) Pengenalan kebutuhan; b) Pencarian informasi; c) evolusi alternative; d) Keputusan memilih dan terakhir ialah perilaku setelah mengambil keputusan.23
Dimensi pengenalan produk memiliki indikator yakni:
a) Mengetahui kebutuhan produk
Dimensi pencarian informasi memiliki indicator yakni;
1) Pencarian informasi dari sumber pribadi 2) Pencarian informasi dari sumber umum
Dimensi evaluasi alternative yang memiliki indikator yakni;
a) Mencari solusi atas kebutuhan
Dimensi keputusan memilih memiliki indikato yakni:
1) Mengambil keputusan untuk memilih bank syariah Dimensi perilaku setelah mengambil keputusan memiliki imdikator yakni:
a) Kepuasaan nasabah b. Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan adalah proses membuat pilihan dari sejumlah alternatif untuk mencapai hasil yang diinginkan.
21 Ibid,,,. hlm: 88
22Nirwana,” Prinsip-Prinsip Pemasaran”hlm:16
23 Kotler dkk. “Manajemen Pemasaran, Edisi 13 jilid 1”. (Jakarta; Penerbit Erlangga, 2019)
20
Definisi ini memiliki tiga kunci elemen.24Pertama, pengambilan keputusan adalah proses yang melibatkan lebih dari sekedar pilihan. Kedua, pengambilan keputusan adalah proses yang melibatkan lebih dari sekedar pilihan akhir dari antara alternatif. Ketiga “hasil yang diinginkan” yang disebutkan dalam definisi melibatkan tujuan atau target yang dihasilkan dari aktivitas mental bahwa pembuat keputusan terlibat dalam mencapai keputusan. 25
B. Kerangka berpikir
Pada penelitian ini terdapat tiga variabel yang identifikasi sebagai masalah penting, tiga variabel independen yaitu pengetahuan dan religiusitas serta variabel dependen yaitu keputusan nasabah.
Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adannya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Berdasarkan uraian diatas maka kerangka penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah adalah:
Gambar 1.1
24 Luthfi F birman Rabbani , Skripsi “Pengaruh Pengetahuan, Religiusitas, Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Nasabah Menabung Pada Bank Syariah”.(Jakarta, Uin Syarif Hidayatullah, 2020). hlm: 48-49.
25 Ibid,,. hlm: 51
Pengetahuan (X 1)
Religiusitas (X 2)
3)
Keputusan Menggunakan
Bank s yariah ( Y )
21 Keterangan :
1. Variabel terikat yakni variabel yang dipengaruhi oleh sebab akibat adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelian ini ialah keputusan guru MTsN 1 Mataram untuk menggunakan jasa bank syariah.
2. Variabel bebas yakni variabel yang mempengaruhi atau menjadi timbulnya variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini ialah pengetahuan (X1) dan religiusitas X2) yang di tandai oleh anak panah warna hitam sedangkan titik putus-putus itu merupakan pengaruh secara simultan.
C. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Berdasarkan kerangka berpikir, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut:
H1 : Terdapat pengaruh dari Pengetahuan terhadap keputusan guru MTsN 1 mataram menggunakan jasa bank syariah
H2 : Terdapat pengaruh dari Religiusitas terhadap keputusan guru MTsN 1 mataram untuk menggunakan jasa bank syariah H3 : Terdapat pengaruh dari Pengetahuan dan Religiusita secara
simultan terhadap keputusan guru MTsN 1 mataram untuk menggunakan jasa bank syariah
22 BAB III Metode Penelitian
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, tekhnik pengambilan sampel dilakukan secara random dengan pengumpulan data menggunakan instrument penelitian dan analisis data bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.26
B. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subyek yang mempunyai kualiatas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulannya.27 Populasi dalam penelitian ini adalah para guru MTsN 1 Mataram dengan jumlah populasi sebanyak 82.
2. Sampel
Sampel adalah objek atau subjek penelitian yang dipilih guna mewakili keseluruhan dari populasi. Hal ini bertujuan untuk menghemat waktu dan biaya. Penentuan sampel harus hati hati karena kesimpulan yang dihasilkan merupakan kesimpulan dari populasi.28 Tekhnik pengambilan sampel yang akan peneliti lakukan yaitu menggunakan purposive sampling. Purposive sampling merupakan tekhnik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu.29 Adapun pertimbangan yang di ambil peneliti, yaitu:
a. Beragama Islam
26 Prof.Fred L. Benu. “Metodelogi Penelitian Kuantitatif”. (Jakarta, Prenamedia Group, 2019}. hlm: 34
27Sugioyon. ”Metodologi penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D”. (Bandung.
Alfabeta, 2015).
28 Ibid,,, hlm 40
29 Ibid,,, hlm 41
23
b. Responden merupakan guru MTsN
c. Guru MTsN 1 Mataram yang bersedia menjadi responden.
Dalam penelitian ini jumlah sampel yang akan di ambil yaitu 33 guru MTsN 1 mataram.
C. Waktu dan Tempat penelitian
Lokasi Penelitian adalah tempat penelitian yang akan dilaksanakan dalam suatu penelitian. Penelitian disini berlokasi pada MTsN 1 Mataram, Jl. Pembangunan, Dasan Agung Baru, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Peneliti tertarik melakukan penelitian diwilayah ini, karena peneliti berharap semoga kedepannya para guru MTsN 1 Mataram lebih banyak menggunakan dan mengetahui tentang bank syariah.
D. Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua kategori utama, yaitu variabel Dependen (variabel terikat) dan variabel Independen (variabel bebas).
a. Variabel Dependen atau variabel Terikat
Variabel ini sering disebut sebagai variabel output, kriteria.
Dalam bahasa indonesia sering disebut sebagai variabel terikat.
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.30 Keputusan para guru MTsN 1 Mataram untuk menggunakan jasa bank syariah menjadi variabel dependen (Y) dalam penelitian ini, dengan mempertimbanngkan kriteria tertentu.
b. Variabel Independen atau variabel Bebas
Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor, antracedent dan dalam Bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel independen merupakan variabel yang menjadi sebab atau dapat diartikan sebagai variabel yang mempengaruhi variabel dependen.31 Penelitian ini menggunakan beberapa variabel independen, yaitu pengetahuan (X1) dan religiusitas (X2).
E. Desain Penelitian
30 Sugiono, Statistika untuk Penelitian…., hlm.4
31 Ibid,,,,. hlm 5
24
Jenis penelitian ini berdasarkan pendekatannya merupakan penelitian kuantitatif. Pendekatan kuantitatif ialah suatu pengukuran data kuantitatif melalui perhitungan ilmiah yang sistematis terhadap bagian bagian dan fenomena serta kausalitas/sebab akibat suatu hubunganhubungannya. Penelitian ini biasanya berkaitan erat dengan tekhniktekhnik seperti survey sosial, angket\kusioner yang tersusun, eksperimen maupun wawancara terstruktur. Penelitian ini menggunakan desain korelasional yakni hubungan variabel X1, X2,
terhadap variabel terikat Y.
F. Intstrumen/Alat dan Bahan Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaanya lebih mudah dan hasil lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah.31 Untuk pengumpulan data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini ialah dengan angket atau kuesioner.
Angket dibuat dengan memperhatikan indikator-indikator yang telah disesuaikan. Selanjutnya, kusioner yang telah dibuat di sebarkan kepada responden.
Dan adapun skala pengukuran yang di gunakan dalam penelitian ialah menggunakan skala likert.
G. Tekhnik Pengumpulan Data/Prosedur penelitian 1. Sumber dan Jenis Data
a. Data Primer
Data primer adalah sumber data penelitian yang diproleh secara langsung dari sumber asli. Data primer yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh langsung dari responden para guru MTsN 1 mataram dengan membagikan kuesioner yang berisi pertanyaan tentang penelitian. 32
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang dipermudah secara tidak langsung atau peneliti arsip yang memuat peristiwa masalalu.
31 Arikuntum.” Prosedur untuk penelitian”.(Jakarta: Rineka Cipta, 2010)
32 Khanif Rahmaanto, Skripsi.”Pengaruh Tingkat Religiusitas, Kualitas pelayanan, Dan Promosi Terhadap Minat Masyarakat Desa Sraten Kab. Semarang untuk menabung di Bank Syariah”. (Salatiga, Insititut agama Islam Negeri, 2016). hlm: 49
25
Data sekunder dapat diperoleh dari jurnal, majala, buku, data stataistik ma upun dari internet.33
2. P engumpulan Data a. Kuesioner
Kuesioner/angket adalah sejumlah pertanyaan secara tertulis yang akan dijawab oleh responden penelitian, agar peneliti memperoleh data lapangan/empiris untuk memecahkan masalah penelitian dan menguji hipotesis yang telah ditetapkan.34
b. Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah metode atau untuk mengumpulkan data mengenai hal-hal yang berupa catatan- catatan, transkip buku, surat kabar, notulen, agenda, arsip dokumen-dokumen dan sebagainya.35
c. Wawancara
Wawancara merupakan sebuah dialog (Tanya jawab) yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh suatu informan.36 Wawancara dilakukan secara lisan oleh dua orang atau lebih dengan bertstsp muka dan mendengarkan langsung informasi-informasi atau keterangan-keterangan yang disampaikan.37
H. Tekhnik Analisa Data
Analisis data yaitu mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, menyajikan data tiap variabel, melakukan perhitungan dan menguji hipotesis.38 Penelitian ini menggunakan analisis data dengan metode regresi berganda. Dalam pengolahan data dalam penelitian ini digunakan alat bantu software SPSS versi 16.
33 Ibid,,,. hlm: 50
34 Ibid,,,.hlm: 51
35 Hidayatin Najwa, Skripsi.” Analisis Tingkat Pengetahuan Guru Madrasah Tsnawiyah Di Pondok Pesantren Darussalalam Bermi Lombok Barat Tentang Perbankan Syariah Terhadap Minat Menjadi Nasabah Di Bank Syariah”. (Mataram, Universitas Islam Negeri Mataram, 2020). hlm: 32
36 Metodelogi Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. hlm.80
37 Ibid,,,, hlm.80
38 Sugiyono,” Metode Penelitian Bisnis”. (Bandung, Alfabeta, 2016)
26
Tekhnik analisis data yang dilakukan adalah data kuantitatif, dilakukan dengan beberapa tahap sebagai berikut:
1. Uji Validitas dan Uji Realibilitas
Ada dua syarat penting yang berlaku pada sebuah angket yaitu keharusan sebuah angket untuk valid dan reliabel.
a. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknyan suatu kuesioner tersebut. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji signifikan dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk deegreem (df). Jika r hitung > r tabel maka pernyatan atau indikatornya di nyatakan valid. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan tekhnik korelasi produk momen dengan bantuan SPSS versi 16.
b. Uji Reliabilitas
Reliabiltas sebenarnya adalah untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.39 Dalam penelitian ini, software SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas. Suatu variabel akan dinyatakan reliabel jika memberikan nilai > 0,70.
2. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik merupakan uji yang dipakai sebagai syarat untuk melakukan uji regresi linier berganda. Uji asumsi klasik digunakan untuk mengetahui ada tidaknya normalitas residiual, multikolinaritas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas.
a. Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam regresi data pada penelitian berdistribusi normal atau tidak, karena regresi yang baik adalah distribusi data normal atau paling tidak mendekati normal.
39Navidatul Ila,” Analisi Pengetahuan, Religiusitas, Dan Persepsi Santri Putri Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad Terhadap Minat Menjadi Nasabah Perbankan Syariah”. ( Institute Agama Islam Negeri Metro, 2021). hlm: 69
27 b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas adalah situasi dimana terdapat korelasi variabel-variabel bebas diantara satu dengan yang lainnya. Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas merupakan pengujian yang bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. 40
3. Uji Regresi Linear berganda
Analisis data dalam penelitian ini ialah menggunakan analisis regresi berganda yaitu suatu alat analisis peramalan nilai pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap variabel terikat untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsi atau hubungan kausal antara dua variabel terikat.41
Dengan demikian model analisis dapat dinyatakan sebagai berikut:
Rumus regresi Linear berganda:42 Y= a + b1X1 + b2X2 + e Keterangan:
Y= keputusan Guru MTsN menabung pada perbankan Syariah a = Nilai interceot konstantan
b = Koofisien Regresi X1= Pengetahuan
40 Fiqih Wildan Hakim, Skripsi. “Pengaruh Pengetahuan Dan Religiusitas Terhadap Minat Nasabah Menggunakan Produk Bank Syariah (Studi Kasus Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bandar Lampung Tahun 2029). (Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta, 2020). hlm:40-41
41 Algifari, A.R. “ Teori, Kasus dan solusi.” ( Yogyakarta: BPEF, 2013)
42Luthfi Firman Rabbani, Skripsi, “ Pengaruh Pengatahuan, Religiusitas, Dan Kualiatas Pelayanan Terhadap Keputusan Nasabah Menabung Pada Bank Syariah”.
(Jakarta, Universitas Islam Negari Syarif Hidayatullah, 2020). hlm: 69
28 X2= Religiusitas
e = Faktor peganggu (Error) 4. Uji R2 ( Koofisien D )
Koefisien determinasi merupakan alat untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koofisien determinasi adalah antara 0 dan satu.43 Nilai R2 yang kecil itu menjelaskan bahwa kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas atau kecil. Nilai yang hampir mendekati satu mempunyai arti bahwa variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.44
5. Uji Hipotesis
a. Uji Parsial (Uji t)
Uji t dapat digunakan untuk mengetahui apakah dalam regresi variabel independen secara persial (sebagian) berpengaruh terhadap variabel dependen. Uji t digunakan untuk menguji pengaruh pengetahuan, religiusitas, dan kualitas pelayanan terhadap keputusan para guru MTsN 1 Mataram secara persial.45
b. Uji simultan
Uji statistik F pada dasarnya untuk menunjukkan apakah semua variabel bebas yang di masukkan dalam model memiliki pengaruh secara bersama-sama/simultan terhadap variabel terikat. Metode penelitian secara simultan yang digunakan adalah nilai Sig<a atau nilai F hitung dibandingkan dengan nilai F table. Kriteria penilaian uji F, jika nilai F hitung besar
43 Ghazali. “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Prohram IBM SPSS 20”.(
Cer, IV.Semarang. UNDIP). 2012
44Putri Hartini, Skripsi. “Pengaruh Pengetahuan Dan Religiusiras Terhadap Minat Santri Memilih Produk Perbankan Syariah (Study Pada Pesantren Di Aceh Besar)”. (Banda Aceh, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, 2019) hlm: 56
45Navidatul Ila,” Analisi Pengetahuan, Religiusitas, Dan Persepsi Santri Putri Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad Terhadap Minat Menjadi Nasabah Perbankan Syariah”. ( Institute Agama Islam Negeri Metro, 2021). hlm: 70
29
dari F table, maka hipotesis penelitian di terima, dan jika nilai F hitung lebih kecil maka F table hipotesis ditolak. 46
46 Ibid,,,,.hlm: 71
30 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil
1. Gambaran Umum MTsN 1 Mataram
Sekolah Madrasah Tsnawiyah Negeri 1 Mataram berdiri dan dibuka pada tanggal 10 Agustus 1979 sebagai pemisahan dari PGAN (6 Tahun), dari 3 kelas tingkat bawah menjadi MTsN 1 Mataram dan 3 kelas ditingkat atas menjadi MAN 2 Mataram.
Mula-mula MTsN 1 Mataram menggunkan 7 lokal kelas dan masih menumpang di MAN 2 Mataram dan baru pada tahun 1980 memiliki gedung sendiri dijalan Pembangunan B. III Mataram.
Madrasah Tsnawiyah Negeri 1 Mataram berbatasan dengan sebelah Timur Jl. Raya, MAN 2 Mataram dan klinik Exonero (Dr.
Soesbandoro). Sebelah Barat yakni pada perumahan Dinas Kehutanan & IAIN Mataram, sebelah Selatan SMKN 2 Mataram
& Boutique Planet Gaya dan selanjutnya di sebelah Utara berbatasan dengan MAN 1 Mataram dan Perumahan Kanwil Kemenag Prov. NTB.
Tak sampai itu, sejarah perjalanan MTsN 1 Mataram sampai dengan tahun 1990 membina MTs Swasta dan Filial hanya se- MTB, sampai dengan 1994 membina MTs Swasta dan Filial hanya se-pulau LOMBOK; (MTsN Bima Mandiri). Dan selanjutnya sampai dengan 1997 membina MTs Swasta yakni hanya se-Kabupaten Lombok Barat; (MTsN Praya dan Selong berdiri). Pada tahun 1997 sampai dengan 2003 membina MTs Swasta di kota Mataram; (MTsN kediri dan Kuripan berdiri). Pada tahun 2003 juga membina 7 MTs Swasta dikota Mataram yang tergabung dalam KKM; (Berdiri MTsN 2 dan MTsN), sampai berubah nama dari yang dulunya MTsN Mataram menjadi MTsN 1 Mataram. Kemudian pada tahun 1998 mendapat status Madrasah Model bersama 52 MTs di Indonesia sebagai Madrasah Percontohan dan lanjut dari tahun 2007-2012 dirintis menjadi Madrasah Unggulan dan bertaraf Internasioanl diwilayah NTB dan indoenesia bagian timur. Dalam suatu lembaga pedidikan seperti Madrasah Tsnawiyah Negeri Mataram tentunya memiliki pemimpin yakni kepala madrasah/sekolah. Kepala madrasah
31
adalah disamping sebagai tenaga pendidik, juga sebagai tenaga kependidikan yang memiliki peran penting bagi pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di Madrasah.
Berikut nama nama yang pernah menjabat sebagai kepala sekolah di Madrasah Tsnawiyah Negeri 1 Mataram serta tahun kepemimpianannya; a) Drs. H, Mawardi (1979-1990); b) Drs. H.
Arifin HS (1990-1994); c) Drs. H. Abdurrahim (1994-1997); d) Drs. H. Badrun (1997-1997); e) Drs. H. Maad Adnan, SH (1997- 2001); f) Drs. Abdul Wahib Siagian (2001-2003); g) Drs. H.
Mahsun (2003-2005); h) H. jalalus Sayuthy, S.S.,M.Pd (2005- 2009); i) Drs. H. Marzuki, M.Pd (2009-2013); j) Drs. H.
Muh.Syukuri, M.M.Pd (2013-2016); k) Drs.hj.Rusniah (2016- sekarang).Madrsah Tsanawiyah juga memiliki fasilitas belajar seperti, ruang belajar (28 lokal dilengkapi LCD proyekor), ruang perpustakaan, laboratorium IPA Fisika&IPA Biologi, laboratorium Komputer, ruang Aula, mushollah 2 lantai, ruang UKS, ruang OSIS, ruanng pelayanan Konseling, Ruang Kopsis, ruang komite.
2. Visi dan Misi Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Mataram
Dalam penyelenggaraan lembaga pendidikan MTsn 1 Mataram memiliki Visi dan Misi sebagai berikut:
a. Visi
1) Mampu bersaing dengan lulusan Madrasah/sekolah yang sederajat dan dapat menlanjutkan ke madrasah/sekolah favorit.
2) Memiliki keterampilan dan kecakapan non akademis sesuai dengan bakat dan minatnya.
3) Memiliki keyakinan yang teguh dan mengamalkan ajaran agama islam secara benar dan konsekuen.
4) Menjadi teladan bagi teman, masyarakat dan Madrasah lain.
b. Misi
1) Menyelenggarakan pendidikan secara efektif dan mewujudkan suasana yang nyaman, bersih, asri, dan Islamih sehingga siswa berkembang secara optimal
32
2) Menyelenggarakan kegiatan pengembangan diri sehingga siswa dapat berkembangan sesuai dengan minat dan bakatnya.
3) Menanamkan akidah yang kuat melalui pembiasaan sholat berjamaah, sholat sunnah, terqil al-qur’an, ucapan kalimat thoyibah, dan perilaku islamih.
4) Menumbuhkembangkan akhlaqul karimah sehingga bisa menjadi teladan bagi teman, masyarkat dan Madrasah lain.
Gambar 1.2
Struktur organisasi
Komite Madrasah Kepala MTSN 1 Mataram
Kepala tata usaha
Waka.Ur Human
WakaUr.Sarana prasanaan
Wali kelas Waka Ur.Kurikulum
Waka Ur.kesiswaan
Pembina-pembina kesiswaan dan Guru Bk
Pelatih-pelatih
Guru mata
Pelajaran
Osis siswa