• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Analisa Data

Dalam dokumen WATERMAKS.pdf (Halaman 98-103)

Sukorejo Situbondo baik berupa hasil penelitian maupun data base (data asli) yang di Pesantren tersebut.

Ketiga metode pengumpulan data di atas peneliti gunakan secara simultan, dalam arti digunakan untuk saling melengkapi antara data satu dengan data yang lain. Karena peneliti berusaha memperoleh keabsahan data sebaik mungkin, maka proses pengumpulan data dengan ketiga metode ini dilakukan secara terus menerus sampai data yang diperlukan dianggap mencukupi. Data yang diperoleh wawancara interview dan dokumentasi dan data lainnya.

hubungan dari berbagai data tersebut sebagai dasar dalam membuat klasifikasi.

Dalam hal ini, dapat digunakan metode verstehen (verstehen method).134

Sesuai dengan pendekatan penelitian yang digunakan, maka analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif, meliputi: uraian, penjelasan, pemaknaan dan penafsiran terhadap data. Adapun dalam pembahasannya menggunakan metode: deduksi, induksi, refleksi, dan komparasi.135 Sementara itu, Bogdan dan Taylor menyarankan beberapa petunjuk dalam menganalisis data penelitian yaitu meneliti catatan di lapangan, memberikan kode pada beberapa tema/judul pembicaraan tertentu, menyusun dengan tipologi serta membaca kepustakaan yang terkait dengan masalah dan latar penelitian.136

Selanjutnya, menurut Sudarsono analisis data dapat dilakukan dalam dua tahap, yaitu analisis data selama di lapangan pada saat melakukan pengumpulan data melalui metode observasi, interview dan dokumentasi dan analisis data setelah data yang diperlukan terkumpul.137

1. Analisis Data Selama Pengumpulan 2. Analisis Sesudah Pengumpulan Data

a. Mengembangkan kategori coding, yaitu pemberian kode pada data yang diperoleh untuk menemukan persamaan dan perbedaannya.

b. Mengembangkan mekanisme kerja terhadap data yang telah dikumpulkan untuk mendeskripsikan data dari hasil observasi interview

134 Metode analisis yang mencoba menilai dan menafsirkan berbagai gejala sosial dan kultural untuk selanjutnya dijadikan dasar dalam membuat sebuah kesimpulan. Metode ini dipelopori oleh suatu aliran dalam ilmu Psikologi yang dikenal sebagai aliran Fenomenologi. (Lihat dalam J.

Vredenbregt, 10-14)

135 M. Kasiram, Steps Of Scientific Research, Refressing Slides, disampaikan dalam Mata Kuliah Penelitian Pendidikan, (Malang: Pascasarjana UIN Malang, 2004), 45 lihat pula di beberapa buku metode penelitian kulitatif

136 Bogdan dan Taylor dalam Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta:

2001), 104-105

137 Sudarsono, Beberapa Pendekatan Dalam Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Gajah Mada Press, 1992), 45

dan dokumentasi atau pengamatan artifak.138 Setiap kajian ditelaah secara detail dengan pertanyaan "mengapa" alasan ”apa” dan

”bagaimana” terjadinya suatu fenomena. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kesalah pahaman terhadap data-data yang telah diperoleh.

Selanjutnya analisis data yang diperoleh di lokasi penelitian, menggunakan pendekatan teori Milles, Huberman dan Saldana yang meimiliki langkah-langkah berikut:139 1). kondensasi data. 2). menyajikan data. 3). Penarikan kesimpulan atau verifikasi. Kondensasi data dikaitkan dengan proses pemilihan (selecting), fokus (focusing), menyederhanakan (simplifiying), ringkasan (abstracting) dan transformasi data (transforming).

Supaya memudahkan proses analisis data penelitian ini, peneliti mendesain kerangka penelitian yang menyesuaikan dengan dengan kriteria, bentuk dan jenis penelitian. Model interaktif Miles dan Huberman yang menjadi pilihan analisis data dalam penelitian ini.140 Pelbagai rangkaian proses analisis data kualitatif dilakukan secara kontiniu hingga tuntasnya penelitian. sampai data yang diperoleh sudah mengalami titik jenuh untuk dilakukan analisis lagi.

Secara lebih detail langkah dan komponen-komponen analisis data model interaktif Miles dan Huberman sebagai berikut:

138 Yaitu metode pengamatan pada berbagai sumber data yang berbentuk tulisan simbolik dan berbagai dokumen tertulis yang berkaitan dengan fenomena penelitian.

139 Miles,M.B, Huberman,A.M, dan Saldana,J. Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition 3. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi. Jakarta. UI- Press., 2014., hal,. 14.

140 Miles. M.B. Huberman, A.M., dan Saldana J...,14 Data

Collection

Data display

Data Condensation

Conclusions Drawing/ verfying

1) Kondensasi Data

Data yang sudah ambil dan diperoleh oleh seorang peneliti di lokasi penelitian dengan cara mengamati, mewawancara, interview dan studi dokumentasi kemudian diringkas dengan menggunakan merangkum atau menyederhanakan serta memilih, milih data-data yang sudah diambil kemudian data difokuskan, mengumpulkan, menyajikan, reduksi serta menyimpulkan dan melakukan verifikasi terhadap berbagai hal tertentu memastikan bahwa yang sama dengan maksud penelitian. Pada fase ini, peneliti melaksanakan reduksi di awali dengan pemilahan data yang didapat dari bebera hal tersebut, kemudian memberi kategori, membikin abstraksi dari catatan yang didapat di lokasi penelitian, wawancara dan dari studi dokumentasi tersebut. Milles dan Huberman menjelaskan bahwa dalam kondensasi data melakukan perujukan terhadap proses penyeleksian, fokus, penyederhnaan, abstraksi serta mentransformasi data yang diperoleh dalam catatan di lokasi penelitian atau pelbagai macam transkrip141 Dalam penelitian ini dijelaskan berikut.

a) Selecting

Milles dan Huberman menyatakan, 142 seorang peneliti wajib selektif, yakni dalam penentuan dimensi yang penting, keterkaitan mana yang utama serat memiliki makna yang memberi dampak dan informasi apa saja yang bisa terkumpul untuk dilakukan analisis. informasi yang memiliki keterkaitan dengan Transformsin Pendidikan pondok Pesantren disatukan dalam fase ini, peneliti mengumpulkan informasi-informasi yang ada dalam rangka memperkuat hasil penelitian.

b) Focusing

Menurut Milles dan Huberman, proses membuat fokus data adalah bagian dari pola pra-analisis. Peneliti pada fase ini membuat fokus data

141 Milles. M.B, Huberman., AM dan Saldana...,10

142 Milles. M.B, Huberman., AM dan Saldana...,18

yang memiliki keterkaitan pada pertanyaan di fokus penelitian 143 Fase ini adalah lanjutan dari fase seleksi data.

c) Abstracting

Adalah dalam upaya membuat rangkuman yang inti serta melakukan proses dari pelbagai pernyataan yang harus dijaga untuk ditetapkan di dalam jalur. Data yang dikumpulkan pada fase ini, kemudian dilakukan evaluasi, khususnya untuk memiliki keterkaitan dengan kualitas dan ketersediaan data yang baik. Jika data tentang transformasi Pendidikan pondok Pesantren dianggap sudah memiliki jumlah yang dan baik, maka data tersebut memiliki fungsi menberi jawaban terhadap masalah penelitian.

d) Simplifying dan Transforming

Data penelitian ini, kemudian dilakukan penyederhanaan serta ditransformasikan kepelbagai cara, menggunakan seleksi ketat, meringkas atau menguraikan secara singkat, mengkategori data melalui satu pola lebih luas. Proses penyederhanaan data, peneliti kemudian mengumpulkan data dalam tabel.

2) Penyajian Data

Saat data telah dirangkum dilanjutkan dengan penyajian data. Data yang didapatkan melalui proses pengamatan, wawancara dan studi dokumentasi, kemudian dilkukan analisa dan ditampilkan dengan bentuk catatan-catatan wawancara, -catatan-catatan di lokasi penelitian dan catatan-catatan dokumentasi. Data yang ditampilkan yang didapatkan dengan tiga cara di atas, kemudian diberi simbol atau kode data untuk mengatur data. Dengan cara tersebut analisa secara cepat dan mudah bisa dilakukan oleh peneliti. Simbol atau kode yang memiliki keterkaitan sebagaimana pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi dibuat oleh peneliti. Data tersebut, kemudian

143 Milles. M.B., Huberman., AM dan Saldana...,19

dianalisis dengan cara berupa refleksi dan menampilkan dalam format teks yang akurat dan sitematis.

3) Kesimpulan semementara, Penarikan atau Verifikasi

Dalam penelitian kualitatif model interaktif, Analisis data diakhiri dengan penarikan kesimpulan dari verifikator. didasarkan pada data hasil rangkuman kemudian disajikan. Peneliti membikin sebuah kesimpulan atas dasar dukungan bukti pada fase pengumpulan pelbagai data di lokasi penelitian.

Pelbagai pertanyaan yang diutarakan peneliti dari awal melaksanakan aktifitas penelitianbisa terjawab dengan adanya kesimpulan.

Dalam dokumen WATERMAKS.pdf (Halaman 98-103)