BAB III METEDOLOGI PENELITIAN
E. Teknik Analisis Data
Secara garis besar teknik atau prosedur pengolahan data dan analisis data penelitian ini adalah sebagai berikut
1. Kategorisasi
Tahapan pencatatan atau pengelompokan informasi yang diperoleh dari catatan lapangan.Pada kegiatan ini dilakukan pula seleksi dan reduksi data.Data yang bermakna dan mendukung untuk pemecahan masalah yang dapat dikategorikan.Katagori data didasarkan pada lima aspek, yaitu; 1. Peningkatan Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Islam, 2.Langkah langkah yang dilakukan SMP Negeri Kec.Bissappu Kab.
Bantaeng dalam meningkatkan profesionalitas Guru pendidikan agama islam di SMP negeri kacamatan Bissappu kabupaten Bantaeng.
2. Validitas Data
Perolehan data yang akurat dan absah, terutama yang diperoleh melalui observasi, wawancara maupun dokumentasi, teknik yang digunakan adalah memeriksa derajat kepercayaan atau kredibilitasnya.Kredibilitas data dapat diperiksa melalui beberapa cara, adalah sebagai berikut:
a. Memperpanjang waktu keikutsertaan
Usaha peneliti dalam memperpanjang waktu keikutsertaan dengan para sumber data adalah dengan cara meningkatkan frekuensi pertemuan
1
dan menggunakan waktu seefisien mungkin. Misalnya mencari waktu yang tepat kapan guru mitra dan siswa sedang dalam suasana santai atau istirahat.Pada saat itu peneliti menyempatkan untuk melakukan penggalian data tidak hanya dilakukan di kelas tetapi sering dilakukan oleh peneliti pada saat guru mitra sedang tidak ada aktivitas mengajar (suasana santai).
b. Melakukan pengamatan secara seksama
Pengamatan secara seksama dilakukan secara terus menerus untuk memperoleh gambaran yang nyata tentang Peningkatan ProfesionalitasGuru Agama Islam Dalam Mengoptimalkan Pembinaan Akhlak Peserta Didik di SMP Negeri Kec Bissappu.
c. Mengupayakan Referensi yang cukup
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan keabsahan informasi yang dibutuhkan dengan menggunakan dukungan bahan referensi yang cukup baik melalui media cetak maupun media elektronika.
d. Melakukan Membercheck
Membercheck dimaksud untuk mengecek kebenaran dan kesahihan data temuan penelitian dengan cara mengkonfirmasikannya dengan sumber data atau kepada pemberi data agar informasi yang diperolehdan digunakan dalam penulisan laporan sesuai dengan apa yang dimaksud oleh informan. Apabila
1
data yang ditemukan disepakati olehpara pemberi data berarti datanya valid, sehingga semakin kredibel dipercaya. Kegiatan ini peneliti lakukan dengan cara menanyakan kembali informasi yang disampaikan oleh para guru PAI,para kepala sekolah, para orang tua siswa, komite sekolah, guru BKdan sebagian siswa sebagai sempel.
e. Expert Opinion
Dalam kegiatan ini peneliti mengkonsultasikan hasil temuan penelitian kepada pembimbing akademik dan pembimbing thesis untuk memperoleh arahan dan masukan berkaitan dengan permasalahan-permasalahan dalam penelitian. Perbaikan, modifikasi atau penghalusan berdasarkan arahan dari pembimbing akan dapat meningkatkan derajat kepercayaan sehingga validasi temuan penelitian dapat dipertanggung jawabkan.
3. Analisis Data
Proses analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara terus menerus dari awal sampai akhir penelitian. S. Nasution (1988:129) mengemukakan bahwa: tidak ada suatu cara tertentu yang dapat dijadikan pedoman bagi semua penelitian, salah satu cara yang dapat dianjurkan mengikuti langkah-langkah berikut yakni: 1) reduksi data, 2) diplay data, 3) pengambilan kesimpulan dan verifikasi.
Berkaitan dengan pedoman penelitian di atas, maka analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1
4. Reduksi Data
Reduksi data merupakan langkah awal dalam menganalisis data, kegiatan yang bertujuan untuk mempermudah pemahaman terhadap data yang telah terkumpul. Kumpulan data hasil kerja lapangan direduksi dengan cara merangkum, mengklasifikasi sesuai fokus dan aspek-aspek permasalahan yang diteliti. Dalam penelitian ini aspek-aspek yang direduksi adalah Peningkatan Profesionalisme Guru Agama Islam Dalam Mengoptimalkan Pembinaan Akhlak Peserta Didik Di SMP Negeri Kec.Bissappu.
5. Display Data
Display data, yaitu menyajikan data secara jelas dan singkat. Untuk memudahkan memahami gambaran terhadap aspek-aspek yang diteliti, baik secara keseluruhan maupun bagian demi bagian.Penyajian data dalam bentuk deskripsi dan interpretasi sesuai dengan data yang diperoleh.
6. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi
Menarik atau mengambil kesimpulan merupakan tujuan utama analisis data yang dilakukan semenjak awal.Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan makna terhadap data yang telah dianalisis.Kesimpulan disusun dalam bentuk pernyataan singkat dan mudah dipahami dengan mengacu kepada tujuan penelitian.Analisis data dilakukan secara terus menerus dan saling berhubungan dari awal hingga akhir penelitian.
1
Dalam penelitian ini peneliti tidak begitu saja cepat mengambil kesimpulan dari suatu informasi, melainkan berupaya menggali informasi lebih dalam.Untuk itu kesimpulan sementara yang telah dirumuskan masih terus diverifikasi berulang-ulang dan bertahap sehingga pada bagian akhir dapat menghasilkan kesimpulan yang absah.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, dengan mengkategorikan dan mengklasifikasikan data yang diperoleh berdasarkan analisis kaitan loginnya kemudian ditafsirkan dan disajikan secara aktual dan sistematis dalam keseluruhan permasalahan dan kegiatan penelitian.
F. Pengecekan Keabsahan Temuan
Proses pengambilan data di lakukan melalui tiga tahap, di antaranya tahap pendahuluan, tahap penyaringan dan tahap melengkapi data yang masih kurang. Pengecekan keabsahan data biasanya di lakukan pada tahap penyaringan data. Oleh sebab itu apa bila terdapat data yang tidak relevan dan kurang mamadai akan di lakukan penyaringan data sekali lagi di lapangan, sehingga data tersebut memiliki kadar validitas yang tinggi.
Moleong( 2010 : 327 ) menyebutkan bahwa dalam penelitian di perlukan suatu teknik pemeriksaan keabsahan data. Sedangkan untuk memperoleh keabsahan temuan perlu di teliti kredibilitasnya dengan menggunakan teknik sebagai berikut:
1
1. Ketekunan pengamatan, yaitu mengadakan observasi secara terus menerus terhadap objek penelitian guna memahami gejala lebih mendalam terhadap berbagai aktivitas yang sedang berlangsung di lokasi penelitian.
2. Triangulasi, yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data dengan memenpaatkan sesuatu dari luar data sebagai pengecek atau penbanding.
3. Kecukupan reverensi, yaitu faktor pendukung untuk membuktikan data yang telah di temukan oleh peneliti. Hal ini peneliti lakukan dengan cara melengkapi data data yang akan dikemukakan dengan foto-foto atau dokumen autentik agar lebih dapat di percaya.
1
BAB IV
HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN
1. Program Kerja Sekolah dalam meningkatkan profesionalitas guru PAI Dan pembinaan akhlak peserta didik
Program Kerja Peningkatan Profesionalitas Guru Pai Dan Pembinaan Akhlak
No Sasaran Program Kerja Rincian Program 1 Pengembangan
Standar Isi Kurikulum/Pengem
bangan KTSP
1. Penyusuan KTSP beserta Perangkat
KBM lainnya
1. Pemetaan SKKD 2. Penyusunan
silabus 3. Penyusunan
Ranpel 4. Sosialisasi
sistem dan program penilaian
1
2 Peningkatan Proses Pembelajaran dan Layanan Bimbingan
Konseling
1. Pengadaan Buku Pribadi Siswa 2. Layanan BP 3. Pembuatan Klinik
Mata Pelajaran 4. Layanan Pengembangan
Diri
5. Pengayaan dan Pelaksanaan
Praunas 6. Peningkatan
Layanan Perpustakaan 7. Peningkatan
Layanan Laboratorium
1. Identifikasi jumlah
siswa
1. Identifikasi siswa bermasalah 2. Identifikasi siswa
berbakat 3. Melaksanakan
home visit
4. Evaluasi biodata siswa
1. Melaksanakan case conference 2. Melaksanakan
bimbingan akademis 1. Melaksanakan konferensi guru BP
dan wali kelas 2. Melaksanakan
bimbingan
1
konseling 3. Pengembangan
diri
dan ekstrakurikuler 1. Perencanaan
Praunas 2. Identifikasi
kesiapan siswa menghadapi
praunas 3. Identifikasi KBM
4. Intensifikasi kegiatan studi klub 1. Penambahan
koleksi buku paket dan
buku
penunjang lainnya 2. Melaksanakan
perawatan dan perbaikan buku-
buku
1
perpustakaan 3. Melaksanakan inventarisasi dan
klasifikasi 4. Menambah
wawasan dengan berlangganan Koran dan majalah.
5. Penataan perpustakaan yang
kondusif 6. Mengadakan
asesoris ruangan dalam rangka menambah
kenyamanan dan terciptanya perpustakaan
sebagai tempat pembelajaran
yang
1
3. Peningkatan Kualitas Kompetensi
Lulusan
1. Penerimaan Siswa Baru
2. Pelaksanaan MOS 3. Tes Penempatan
menyenangkan.
1. Penambahan koleksi buku paket dan
buku
penunjang lainnya.
2. Melaksamakan perawatan dan perbaikan buku-
buku perpustakaan.
3. Melaksanakan inventarisasi dan
klasifikasi.
4. Menambah wawasan
dengan berlangganan Koran dan majalah
1. Perencanaan PSB
2. Sosialisasi PSB pada
1
Kelas VII/VIII/IX 4. Program Perbaikan
dan Pengayaan 5. Kesiswaan 6. Peningkatan
Layanan Praktik Komputr 7. Pengadaan Media
Pembelajaran 8. Melaksanakan Peringatan hari-hari
besar nasional
sekolah-sekolah dasar 3. Melaksanakan
seleksi administrasi 1. Pembentukan
panitia penyelenggaraan
MOS 2. Penyusunan jadwal kegiatan
MOS 3. Identifikasi
kebutuhan kelegkapan peserta
1. Pengolahan dan penempatan kelas
2. Identifikasi peringkat akademis 3. Melaksanakan
entri data siswa
1
1. Pemantapan materi Ujian Nasional 2. Program latihan
Ujian Nasional Tahap II 3. Melakukan tatap
muka 4. Perbanyakan
soalsoal latihan ujian.
1. Melaksanakan administrasi
kesiswaan 2. Melaksanakan mukilas dan LDKS
3. Melaksanakan kegiatan keagamaan 4. Melaksanakan
seleksi peserta akademis
5. Melaksanakan
1
pemilihan siswa berprestasi (2 Smt)
6. Melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler 7. Mengadakan
seleksi siswa teladan 8. Mengikuti seleksi
siswa teladan ke Tk.
Kabupaten.
1. Identifikasi kondisi komputer 2. Melaksanakan pemelihraan rutin 3. Penyusunan
jadwal praktik komputer 1. Melaksanakan
identifikasi kebutuhan media
1
4. Peningkatan Sumber Daya Manusia (Pendidik
dan Tnaga Kependidikan)
1. MGMP Tk.
Kabupaten 2. MGMP Tk. Gugus 3. MGMP Tk. Sekolah
4. Pelaksanaan In Service Training 5. Melaksanakan
rapat pembinaan
pembljrn.
2. Melengkapi sarana/prasarana
media pembelajaran 1. Melaksanakan peringatan HUT RI
2. Melaksanakan peringatan Sumpah
Pemuda 3. Hardiknas 4. HUT Majalengka
5. HUT SMP N 2 Kasokandel Mengikutsertakan
guru dalam kegiatan MGMPTk. Sanggar
(semua mata pelajaran)
1.
Mengikutsertakan guru dalam
1
6. Supervisi Klinis 7. Pentas seni dan Pelepasan Kelas IX
8. Penilaian kompetensi belajar
kegiatan MGMP Tk. Gugus
1. Pembentukan Panitia MGMP di Sekolah
2. Penyusunan jadwal kegiatan MGMP 1. Pembentukan
panitia 2. Penyediaan
narasumber 3. Pelatihan Staf
TU
4. Pelatihan Kepala Sekolah 1. Penyusunan
jadwal rapat kerja 2. Evaluasi kinerja
Personil 3. Rapat kerja
dengan
1
5. Pengemangan Standar
1. Pembangunan/Reh abilitas Bangunan
Komite Sekolah dan instansi terkait 1. Membuat jadwal
supervisi klinis 2. Mengidentifikasi
temuan-temuan masalah oleh guru
1. Pembentukan panitia 2. Sosialisasi 3. Penentuan
jadwal 1. Melaksanakan
workshop 2. Penyusunan
buku
ketuntasan belajar 3. Penyusunan
laporan hasil penilaian 1. Penyusunan proposal/usulan
1
Sarana/Prasarana Pendidikan serta
Media Pembelajaran
Sekolah 2. Pengecatan dan
pelaburan gedung sekolah 3. Penataan kelas
4. Penataan lingkungan 5. Pemeliharaan Ruang Kelas,Ruang
Guru,
perpustakaan, dan Ruang BP 6. Pemeliharaan rutin
sarana/prasarana
dana rehab dan pembangunan.
2. Sosialisasi dan shering 3. Identifikasi waktu
1. Melaksanakan pengecatan
ruangan kelas 2. Melaksanakan
pengecatan ruangan
kantor 3. Identifikasi upah
kerja 1. Identifikasi kebutuhan kelas
2. Identifikasi kerusakan meubeler siswa 1. Pengadaan alat-
alat
1
kebersihan 2. Pengadaan
sarana penghijauan
sekolah (green school) 3. Pemeliharaan
taman 4. Perbaikan
sarana WC (guru, siswa, dan
karyawan) 1. Pengadaan alat-
alat
Ruang Kelas, Guru, perpustakaan, dan
BP.
2. Perbaikan meubeler guru dan siswa 1. Pemeliharaan
alatalat inventaris
1
6. Terwujudnya MBS dan Peningkatan Mutu Pengelolaan
1. Penyusunan RPS dan APBS dengan
membentuk tim kerja yang solid.
2. Pelaksanaan rapat dengan orangtua
siswa
3. Rapat kerja dengan komite sekolah
4. Rapat Kerja dengan PKS 5. Pengelolaan Administrasi dan
Ketatusahaan 6. Ketenagaan
sekolah 2. Pengadaan dan penambahan alat-
alat
inventaris sekolah 1. Sosialisasi RPS
dan RAPBS 2. Penyusunan
jadwal kegiatan 3. Perencanaan
1. Sosialisasi 2. Penentuan waktu
3. Sosialisasi masalah BOS, RPS, dan
RAPBS 1. Evaluasi
Program Kerja tahun lalu 2. Perencanaan
Anggaran
1
1. Sosialisasi program kerja semester dan
tahunan 2. Peningkatan
fungsi
PKS dan wali kelas 3. Evaluasi
kegiatan PKS 1. Peningkatan
Pengelolaan administrasi ketatausahaan
2. Peningktan kinerja staf tata usaha 3. Peningkatan
disiplin kerja 1. Identifikasi kebutuhan tenaga
guru dan staf
1
7. Peningkatan Sistem Penilaian Pendidikan
1. Melaksanakan Ulangan Harian 2. Melaksanakan
Ulangan Blok (2 kali)
3. Melaksanakan Ujian Sekolah dan
UN
4. Pengisian laporan hasil belajar, rapat
kerja, dan rapat kelulusan
2. Peningkatan kesejahteraan
tenaga honorer 1. Penentuan
jadwal ulangan harian 2. Penyusunan kisi-
kisi naskah soal 3. Pemeriksaan
hasil ulangan 4. Analsisis ulangan
5. Remedial teaching 1. Penentuan
jadwal ulangan blok 2. Pembentukan
panitia 3. Pembuatan
proposal
1
4. Pengolahan nilai dan
evaluasi 5. Melaksanakan remedial tulis dan
praktik 6. Pembuatan
laporan 1. Pembentukan
panitia penyelenggara
(KKP) 2. Melaksanakan
ujian
praktik bagi siswa kelas IX 3. Sosialisasi UAS
dan UN 4. Entri data
peserta ujian 5. Pengajuan
1
peserta ujian ke Dinas
pendidikan 6. Melaksanakan
ujian
sekolah dan ujian nasional 7. Rapat evaluasi
hasil ujian.
1. Penentuan jadwal kegiatan 2. Sosialisasi hasil
belajar pada wali kelas dan orangtua
3. Melaksanakan pengumuman hasil
ujian 4. Mengkolektif
siswa yang akan melanjutkan ke
1
8. Pengembangan Kegiatan Lomba Akademis dan Non-
Akademis
1. Mengikuti lombalomba akademis 2. Mengikuti lombalomba Nonakademis
jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
1. Mengikuti olimpiade matematika 2. Mengikuti olimpiade
Mipa Tk.
Kabupaten dan Tk. Propinsi 3. Mengikuti lomba
mata pelajaran 1. Mengikuti
turnamen voli, basket, dan
sepakbola 2. Mengikuti lomba paskibra, PMR, dan
haiking.
3. Mengikuti lomba kreativitas siswa 4. Mengikuti seleksi
Porsiswa di
1
9. Terwujudnya Lingkungan Sekolah yang Kondusif sebagai
Komunitas Pembelajaran Bernuansa Agamis
1. Pembuatan Kaligrafi 2. Pelaksanaan
kebersihan 3. Penyelenggaraa
n kultum tiap Jumat 4. Peringatan
Maulid Nabi 5. Menyelenggarak
an kegiatan ramadhan
(Peskil)
kabupaten 5. Mengikuti
Porseni 1. Seleksi mitif dan
arti dari kaligrafi 2. Pembuatan symbol-simbol kaligrafi bernuansa
Islami 1. Pengadaan
alatalat kebersihan 2. Melaksanaan budaya islam pada
siswa dan warga sekolah 1. Penyusunan
jadwal kultum 1. Pembentukan panitia dari OSIS
2. mengundang penceramah/mubal
igh
1
1. Pembentukan panitia kegiatan
ramadhan 2. Penyusunan
anggaran dan jadwal kegiatan 3. Mengundang penceramah/narasu
mber/penya
1
1
2.Landasan Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Islam a. Landasan Formal
Profesinalitas guru, khsususnya guru Pendidikan Agama Islam memiliki pemahaman yang berbeda dalam tataran realtas.Sehingga keberadaan guru professional menyuguhkan pengertian formal dan non formal Dalam pengertian formal guru profesional adalah guru yang telah memenuhi segala kriteria dan indikator yang telah ditetapkan berdasarkan undang-undang datau peraturan pemerintah (PP).sedangkan dalam pengertian informal guru professional adalah guru yang telah mendapatkan pengakuan secara sadar dari stickholder yang ada di lingkungannya dengan penilaian yang lahir atas kualitas jasa layanan pedagogik yang diberikan oleh guru tersebut. UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan PP Nomor 19/2005 telah merumuskan parameter bagaimana seorang guru bisa dikategorikan sebagai pendidik yang professional. Merujuk pada UU dan PP tersebut, seorang pendidik dikatakan memiliki keprofesionalan jika mereka setidaknya memiliki 4 kompetensi.yaitu: (1) kompetensi pedagogik, (2) kompetensi Kepribadian, (3) kompetensi profesional dan ke (4) kompetensi sosial. Namun demikian untuk menjadi pendidik yang profesioanl diperlukan usaha-usaha yang sistemik dan konsisten serta berkesinambungan dari pendidik itu sendiri dan para pihak pengambil kebijakan.
Berkaitan dengan landasan profesionalitas guru pendidikan agama Islam yang ada di SMP negeri Kecamatan Bissappu, yang didasarkan
1
pada hasil temuan dalam penelitian baik melalui dokumentasi, interview, maupun observasi yang dilakukan kepada pihak-pihak terkait diseluruh SMP Negeri yang ada di lingkungan Kecamatan Bissappu, maka dapat digambarkan sebagai berikut:
a. Kualifikasi Pendidikan Guru Pendidikan Agama Islam
Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan seluruh guru pendidikan agama Islam yang ada di seluruh SMP Negeri yang ada di lingkungan kecamatan Bissappu kabupaten Bantaeng, semuanya telah memenuhi kualifikasi akademik yaitu S1 akta IV pendidikan agama Islam.
Kondisi ini menunjukan bahwa secara teoritis semua guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri kecamatan Bissappu memiliki potensi untuk menjadi guru profesional dalam dimensi akademis.Hal ini sebagai mana diungkapkan dalam wawancara dengan Kepalah Sekolah Smp Negeri 1 Bissappu pada tanggal 25 Nopember 2017.Menurut beliau, semua guru yang ada di SMP negeri kecamatan Bissappu sudah memenuhi ketentuan akademis sesuai dengan undang-undang. Sehingga menurut beliau, pelayanan pendidikan yang diberikan secara institusi atau kelembagaan mestinya memiliki kualitas yang baik. Hal senada juga dikemukakan oleh pengawas pendais kecamatan Bissappu.Bahwa guru pendidikan Islam khsusnya sudah memenuhi ketentuan akademis.Namun dalam kenyataan di lapangan masih tetap saja menemukan berbagai kekurangan dalam dimensi profesionalitas.Menurutnya, penilaian yang
1
mutlak dalam profesionalitas adalah dengan melihat kinerja guru pendidikan agama Islam di seluruh SMP Negeri kecamatan Bissappu.
Indikator utama adalah performance guru pendidikan Islam dalam melaksakan proses kegiatan belajar mengajar baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah. Adanya beberapa guru pendidikan Islam yang rendah dalam berbagai kompetensi atau dalam beberapa kompetensi menjadi indikator terhadap lemahnya kinerja guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri kecamatan Bissappu.
b. Status Kepegawaian Guru Pendidikan Agama Islam
Berdasarkan pengamatan peneliti terhadap dokumen formal yang ada di seluruh SMP Negeri kecamatan Bissappu menunjukan bahwa 95 persen status kepegawaian guru pendidikan agama Islam adalah sudah pegawai negeri sipil (PNS). Sehingga secara legalitas formal mereka memiliki tanggungjawab dan kemampuan yang tinggi.Karena menjadi guru PNS melalui berbagai tahapan penyaringan yang memiliki kualitas tinggi.
Hasil wawancara dengan para kepala sekolah yang dilaksanakan pada bulan Nopember 2017 memberi gambaran, bahwa sebagian besar guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri adalah berstatus pegawai negei sipil yang mestinya memiliki kualitas dan profesional. Namun dalam wawancara tersebut juga terungkap bahwa profesionalitas guru pendidikan agama Islam yang PNS masih ada yang belum memenuhi tingkat profesionalitas yang diharapkan lembaga maupun masyarakat
1
pengguna layanan jasa pendidikan, khusunya dalam pendidikan agama Islam yang notabene mata pelajaran yang berbasis moral dalam pendidikan. Selain itu, hasil penemuan di lapangan membuktikan tingkat rasa tanggung jawab guru pendidikan agama Islam yang sudah berstatus pegawai negeri sipil masih rendah.Dalam hal ini peneliti melihat dan memeriksa kelengkapan administrasi, absensi kehadiran guru serta absensi kehadiran guru pendidikan agama Islam dalam PBM.
Hasil pengamatan terhadap data-data yang diperoleh menunjukan bahwa kehadiran guru PAI di seluruh SMP negeri kecamatan Bissappu baru mencapai 95%, sedangkan dalam PBM hanya mencapai 90% saja.
Keadaan ini memberi gambaran, secara umum bahwa guru pendidikan agama Islam sudah memiliki rasa tanggung jawab yang baik dan menunjukan kinerja yang professional. Sehingga yang harus difikirkan lembaga adalah pengembangan dan penguatan dengan cara menekankan fungsi manajemen organisasi sekolah dan pengawasan terhadap tufoksi guru Pendidikan Agama Islam
c. Organisasi Profesi Guru Pendidikan Agama Islam
Organisasi profesi merupakan wadah atau organisasi yang berfungsi untuk memberikan pelayanan, pengembangan dan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan akttifitas guru. Baik dalam level kepegawaian seperti PGRI. Maupun dalam tataran gruru mata pelajaran yang sering disebut MGMP.Dalam pengamatan yang telah dilakukan oleh
1
peneliti, semua guru pendidikan agama Islam sudah menjadi anggota musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) PAI.
Ini menunjukan bahwa guru pendidikan agama Islam SMP negeri di kecamatan Bissappu merupakan guru yang aktif dan selalu ikut serta dalam kegiatan pengembangan profesi dengan berbagai kegiatan pelatihan.Dimana semua anggota MGMP PAI merupakan guru yang memiliki keinginan untuk mengembangkan profesionalitasnya.
Wawancara yang diakukan dengan Mappasabbi, S.Ag, MPd,i ketua MGMP PAI SMP, mengemukakan bahwa seluruh guru pendidikan agama Islam terikat dengan wadahnya dalam lingkup mata pelajaran. Kemuadian memiliki kewajiban untuk mengikuti berbagai kegiatan yang diprogramkan oleh organisasi tersebut.
Menurutnya dengan mengikuti berbagai program kegiatan MGMP PAI. Diharapkan mampu menunjang peningkatan kualitas kompetensi dan profesionalitas guru pendidikan agama Islam yang ada di SMP Negeri kecamtanBissappu yang berjumlah 12 orang.Selain itu, beberapa program keagamaan di setiap sekolah, juga dimotori oleh MGMP PAI.Diantaranya kegiatan Pesantren Rhamadhan, Pentas PAI dan pengembangan kurikulum PAI. Sehingga MGMP PAI menjadi organisasi profesi khusus guru Pendidikan Agama Islam yang berbeda dengan Persatuan Guru RepublukIndonesia(PGRI) yang lebih bersifat umum.
1
b. Landasan Religius
Guru pendidikan agama Islam, selain memiliki landasan formal, juga memiliki landasan religi. Landasan ini merupakan dasar pijakan guru pendidikan agama Islam dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru pendidikan agama Islam.
Adapun landasan religi ini meliputi: pertama kekuatan aqidah yang benar. Kedua memiliki kemampuan untuk beribadah, dan yang ketiga kemampuan dalam pengamalan ajaran agama (akhlak). Landasan ini, di lingkungan guru pendidikan agama Islam SMP Negeri yang ada di kecamatan Bissappu terlihat dengan adanya berbagai sikap tauladan yang dicontohkan oleh para guru pendidikan agama Islam di sekolah.
Konsekuensi dari adanya landasan tersebut adalah bahwa semua guru pendidikan agama Islam harus memiliki kematangan dalam pemahaman dan pengamalan ajaran agama Islam dengan benar.Sehingga guru pendidikan agama Islam menjadi pionir pelaku ajaran Islam yang baik.
3.Upaya-upaya meningkatkan Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Islam
a. Melalui Sertifikasi Guru Pendidikan Agama Islam
Program Sertifikasi Guru merupakan konsekuensi dari disahkannya sejumlah produk hukum tentang pendidikan, yaitu: (1) UU RI Nomor 20/2003 tentang Sisdiknas; (2) UU RI Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen; (3) PP Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan; dan
1
PP Nomor 74/2008 tentang Guru. Sejumlah regulasi tersebut mengamanatkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Secara garis besar, program sertifikasi ini ditujukan kepada (1) Guru dalam Jabatan; dan (2) Calon Guru melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sertifikasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu dan kesejahteraan guru; serta berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran.
Program sertifikasi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi komunitas Guru di lapangan. Peluang, karena berbagai kesempatan untuk
“bermutu” dan fasilitas kesejahteraan akan menjadi hak guru yang melekat pada “sertifikat profesi”, dan menjadi tantangan, karena program sertifikasi guru hanya akan dapat diikuti dengan baik oleh guru-guru “sejati”. Guru yang lulus sertifikasi diharapkan akan berdampak pada meningkatnya mutu pembelajaran dan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan sertifikasi ini dilakukan dengan prinsifsertifikasi,yaitu:
Dilaksanakan secara objektif, transparan dan akuntabel; Target utamanya:
peningkatan mutu pendidikan nasional melalui peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru; Dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku; dan Dilaksanakan secara terencana dan sistematis.