BAB III. METODE PENELITIAN
E. Teknik Analisis Data
Teknik yang digunakan dalam analisis data pada penelitian ini dengan langkah-langkah sebagai berikut:
56Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010), h. 179.
57 Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar-Mengajar, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009), h. 85.
58Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan ..., h. 326.
1. Uji normalitas data
Uji normalitas merupakan uji untuk mengukur apakah data memiliki populasi berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini uji normalitas menggunakan SPSS Kolmogorov-Smirnov Test, dengan ketentuan yaitu:
a. Jika nilai signifikan (Sig) > 0,05 maka data penelitian berdistribusi normal.
b. Jika nilai signifikan (Sig) < 0,05 maka data penelitian tidak berdistribusi normal.
2. Uji homogenitas data
Sedangkan uji homogenitas merupakan uji untuk mengetahui apakah variasi beberapa data dari populasi memiliki varians yang sama atau tidak, dengan ketentuan yaitu:
a. Jika nilai signifikan (Sig) > 0,05 maka dikatakan bahwa data homogen.
b. Jika nilai signifikan (Sig) < 0,05 maka dikatakan bahwa data tidak homogen.
3. Uji hipotesis data (uji t)
Uji t berpasangan (paired t-test) merupakan salah satu metode pengujian hipotesis dimana data yang digunakan tidak bebas (berpasangan). Ciri-ciri yang paling sering ditemui pada kasus yang berpasangan adalah satu individu (objek penelitian) mendapat dua buah perlakuan yang berbeda. Walaupun menggunakan individu yang sama,
peneliti tetap memperoleh dua macam data sampel, yaitu data dari perlakuan pertama dan data dari perlakuan kedua. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu:
Ha : Terdapat perbedaan hasil belajar siswa di masa pandemi covid-19 antara yang menggunakan metode belajar study club dengan online pada mata pelajaran IPS di Kelas V MIN 2 Kota Bengkulu
H0 : Tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa di masa pandemi covid-19 antara yang menggunakan metode belajar study club dengan online pada mata pelajaran IPS di Kelas V MIN 2 Kota Bengkulu.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data Penelitian Kelas Eksperimen
1. Data Nilai Pelajaran IPS Kelas V.A MIN 2 Kota Bengkulu
Kelas V.A MIN 2 Kota Bengkulu merupakan kelas yang menerapkan metode belajar study club, yang merupakan pembelajaran tatap muka pada masa pandemi covid-19, pada mata pelajaran IPS. Di bawah ini merupakan data nilai UTS pelajaran IPS Kelas V.A MIN 2 Kota Bengkulu pada Semester II tahun ajaran 2020-2021 yang menerapkan metode belajar study club, yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.1
Nilai UTS IPS Kelas V.A (Kelas Eksperimen)
No Nama Siswa Nilai
1 AR 48
2 AF 56
3 AZ 60
4 AM 52
5 CM 68
6 CMr 72
7 FW 64
8 FH 72
9 IH 52
10 KC 40
11 KH 80
12 NS 40
13 MA 72
14 QA 52
15 RD 80
16 RP 64
17 RF 76
18 SW 52
19 SA 56
20 PS 64
21 TA 52
22 LM 64
23 HH 68
24 ZA 68
Jumlah 1472
Rata-rata 61,33
Sedangkan data hasil nilai UAS pelajaran IPS Kelas V.A MIN 2 Kota Bengkulu pada Semester II tahun ajaran 2020-2021 yang menerapkan metode belajar study club, yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.2
Nilai UAS IPS Kelas V.A (Kelas Eksperimen)
No Nama Siswa Nilai
1 AR 72
2 AF 80
3 AZ 80
4 AM 68
5 CM 76
6 CMr 92
7 FW 72
8 FH 80
9 IH 60
10 KC 60
11 KH 92
12 NS 68
13 MA 80
14 QA 68
15 RD 100
16 RP 80
17 RF 84
18 SW 72
19 SA 68
20 PS 80
21 TA 60
22 LM 72
23 HH 80
24 ZA 76
Jumlah 1810
Rata-rata 75,42
Selanjutnya hasil nilai siswa Kelas V.A di atas dimasukan ke dalam tabulasi frekuensi, guna mencari mean rata-rata. Hasil tabulasi dengan perhitungannya sebagai berikut:
Tabel 4.3
Perhitungan Mean Nilai UTS dan Nilai UAS Siswa Kelas V.A (Kelas Eksperimen)
Frekuensi Nilai UTS Nilai UAS
X Fx X Fx
40 2 80 - -
48 1 48 - -
52 5 260 - -
56 2 112 - -
60 1 60 3 180
64 4 256 - -
68 3 204 4 272
72 3 216 4 288
76 1 76 2 152
80 2 160 7 560
84 - - 1 84
92 - - 2 184
100 - - 1 100
Jumlah 24 1472 24 1810
Penjelasan :
Mean Nilai UTS: X = ∑Fx = 1472 = 61,33 n 24
Mean Nilai UAS: X = ∑Fx = 1810 = 75,42 n 24
2. Pengujian Hipotesis Nilai UTS dan Nilai UAS Pelajaran IPS Kelas V.A a. Uji hipotesis nilai UTS IPS Kelas V.A
Di bawah ini merupakan data nilai UTS pelajaran IPS Kelas V.A MIN 2 Kota Bengkulu pada Semester II tahun ajaran 2020-2021 yang menerapkan metode belajar study club, yang merupakan pembelajaran tatap muka pada masa pandemi covid-19. Adapun perhitungan uji hipotesis nilai UTS IPS Kelas V.A sebagai berikut:
Tabel 4.4
Perhitungan Uji Hipotesis Nilai UTS IPS Siswa Kelas V.A (Kelas Eksperimen)
No X X² x x²
1 48 2304 -13,24 175,2976
2 56 3136 -5,24 27,4576
3 60 3600 -1,24 1,5376
4 52 2704 -9,24 85,3776
5 68 4624 6,76 45,6976
6 72 5184 10,76 115,7776
7 64 4096 2,76 7,6176
8 72 5184 10,76 115,7776
9 52 2704 -9,24 85,3776
10 40 1600 -21,24 451,1376
11 80 6400 18,76 351,9376
12 40 1600 -21,24 451,1376
13 72 5184 10,76 115,7776
14 52 2704 -9,24 85,3776
15 80 6400 18,76 351,9376
16 64 4096 2,76 7,6176
17 76 5776 14,76 217,8576
18 52 2704 -9,24 85,3776
19 56 3136 -5,24 27,4576
20 64 4096 2,76 7,6176
21 52 2704 -9,24 85,3776
22 64 4096 2,76 7,6176
23 68 4624 6,76 45,6976
24 68 4624 6,76 45,6976
1472 93280 0,04 2997,74
Hasil perhitungan pada tabel di atas, selanjutnya dimasukan ke dalam tabulasi frekuensi, dengan mean rata-rata 61,24.
Perhitungannya sebagai berikut:
SD = √∑𝑥2
𝑁 = √2997,74
24 = √124,91 = 11,18
Langkah selanjutnya menetapkan kelompok atas, tengah, dan bawah dengan memasukkan ke dalam rumus sebagai berikut:
Atas/Tinggi M + 1.SD = 61,24 + 11,18 = 72,42
Tengah/Sedang M – 1.SD = 61,24 – 11,18 = 50,06
Bawah/Rendah
Setelah semua perhitungan selesai, berikut ini data frekuensi nilai UTS IPS siswa Kelas V.A (Kelas Eksperimen), yaitu:
Tabel 4.5
Frekuensi Nilai UTS IPS Siswa Kelas V.A
No Nilai UTS Kategori Frekuensi Persentase 1 72,43 - ke atas Atas/Tinggi 3 12,50 % 2 50,06 - 72,42 Tengah/Sedang 18 75,00 % 3 50,05 - ke bawah Bawah/Rendah 3 12,50 %
Jumlah 24 100%
Dari hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa Nilai UTS siswa Kelas V.A pada pelajaran IPS, terdapat 3 siswa di
kelompok atas/tinggi (12,50%), 18 siswa di kelompok tengah/sedang (75%), dan 3 siswa di kelompok bawah/rendah (12,50%).
b. Uji hipotesis nilai UAS IPS Kelas V.A
Di bawah ini merupakan data nilai UAS pelajaran IPS Kelas V.A MIN 2 Kota Bengkulu pada Semester II tahun ajaran 2020-2021 yang menerapkan metode belajar study club, yang merupakan pembelajaran tatap muka pada masa pandemi covid-19. Adapun perhitungan uji hipotesis nilai UAS IPS Kelas V.A sebagai berikut:
Tabel 4.6
Perhitungan Uji Hipotesis Nilai UAS IPS Siswa Kelas V.A (Kelas Eksperimen)
No X X² x x²
1 72 5184 -3,44 11,8336
2 80 6400 4,56 20,7936
3 80 6400 4,56 20,7936
4 68 4624 -7,44 55,3536
5 76 5776 0,56 0,3136
6 92 8464 16,56 274,2336
7 72 5184 -3,44 11,8336
8 80 6400 4,56 20,7936
9 60 3600 -15,44 238,3936
10 60 3600 -15,44 238,3936
11 92 8464 16,56 274,2336
12 68 4624 -7,44 55,3536
13 80 6400 4,56 20,7936
14 68 4624 -7,44 55,3536
15 100 10000 24,56 603,1936
16 80 6400 4,56 20,7936
17 84 7056 8,56 73,2736
18 72 5184 -3,44 11,8336
19 68 4624 -7,44 55,3536
20 80 6400 4,56 20,7936
21 60 3600 -15,44 238,3936
22 72 5184 -3,44 11,8336
23 80 6400 4,56 20,7936
24 76 5776 0,56 0,3136
1810 140368 0,24 2355,04
Hasil perhitungan pada tabel di atas, selanjutnya dimasukan ke dalam tabulasi frekuensi, dengan mean rata-rata 75,44.
Perhitungannya sebagai berikut:
SD = √∑𝑥2
𝑁 = √2355,04
24 = √98,17 = 9,91
Langkah selanjutnya menetapkan kelompok atas, tengah, dan bawah dengan memasukkan ke dalam rumus sebagai berikut :
Atas/Tinggi M + 1.SD = 75,44 + 9,91 = 85,35
Tengah/Sedang M – 1.SD = 75,44 - 9,91 = 65,53
Bawah/Rendah
Setelah semua perhitungan selesai, berikut ini data frekuensi nilai UAS IPS siswa Kelas V.A (Kelas Eksperimen), yaitu:
Tabel 4.7
Frekuensi Nilai UAS IPS Siswa Kelas V.A
No Nilai UAS Kategori Frekuensi Persentase 1 85,36 - ke atas Atas/Tinggi 3 12,50 % 2 65,53 - 85,35 Tengah/Sedang 18 75,00 % 3 65,52 - ke bawah Bawah/Rendah 3 12,50 %
Jumlah 24 100%
Dari hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa frekuensi Nilai UAS siswa Kelas V.A pada pelajaran IPS, terdapat 3 siswa di kelompok atas/tinggi (12,50%), 18 siswa di kelompok tengah/sedang (75%), dan 3 siswa di kelompok bawah/rendah (12,50%).
B. Deskripsi Data Penelitian Kelas Kontrol
1. Data Nilai Pelajaran IPS Kelas V.B MIN 2 Kota Bengkulu
Kelas V.B MIN 2 Kota Bengkulu merupakan kelas yang menerapkan pembelajaran online (pembelajaran daring) pada masa pandemi covid-19, pada mata pelajaran IPS. Di bawah ini merupakan data nilai UTS pelajaran IPS Kelas V.B MIN 2 Kota Bengkulu pada Semester II tahun ajaran 2020-2021 yang menerapkan pembelajaran online, yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.8
Nilai UTS IPS Kelas V.B (Kelas Kontrol)
No Nama Siswa Nilai
1 AK 60
2 AA 64
3 AZ 72
4 AN 60
5 AT 76
6 AA 64
7 AQ 64
8 AC 72
9 CDS 60
10 DAA 52
11 DMJ 72
12 DM 60
13 FPY 64
14 FRA 60
15 FZS 76
16 KN 64
17 MDA 76
18 MA 64
19 MG 76
20 MR 80
21 NPH 64
22 RM 60
23 RBU 68
24 RS 72
Jumlah 1600
Rata-rata 66,67
Sedangkan data hasil nilai UAS pelajaran IPS Kelas V.B MIN 2 Kota Bengkulu pada Semester II tahun ajaran 2020-2021 yang menerapkan pembelajaran online, yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.9
Nilai UAS IPS Kelas V.B (Kelas Kontrol)
No Nama Siswa Nilai
1 AK 68
2 AA 72
3 AZ 76
4 AN 60
5 AT 84
6 AA 72
7 AQ 64
8 AC 76
9 CDS 64
10 DAA 60
11 DMJ 72
12 DM 64
13 FPY 72
14 FRA 60
15 FZS 80
16 KN 68
17 MDA 82
18 MA 64
19 MG 80
20 MR 84
21 NPH 72
22 RM 72
23 RBU 76
24 RS 76
Jumlah 1718
Rata-rata 71,58
Selanjutnya hasil nilai siswa Kelas V.B di atas dimasukan ke dalam tabulasi frekuensi, guna mencari mean rata-rata. Hasil tabulasi perhitungannya sebagai berikut:
Tabel 4.10
Perhitungan Mean Nilai UTS dan Nilai UAS Siswa Kelas V.B (Kelas Kontrol)
Frekuensi Nilai UTS Nilai UAS
X Fx X Fx
52 1 52 - -
56 - - - -
60 6 360 3 180
64 7 448 4 256
68 1 68 2 136
72 4 288 6 432
76 4 304 4 304
80 1 80 2 160
82 - - 1 82
84 - - 2 168
92 - - - -
Jumlah 24 1600 24 1718
Penjelasan :
Mean Nilai UTS: X = ∑Fx = 1600 = 66,67 n 24
Mean Nilai UAS: X = ∑Fx = 1718 = 71,58 n 24
2. Pengujian Hipotesis Nilai UTS dan Nilai UAS Pelajaran IPS Kelas V.B a. Uji hipotesis nilai UTS IPS Kelas V.B
Di bawah ini merupakan data nilai UTS pelajaran IPS Kelas V.B MIN 2 Kota Bengkulu pada Semester II tahun ajaran 2020-2021 yang menerapkan pembelajaran online pada masa pandemi covid-19.
Adapun perhitungan uji hipotesis nilai UTS IPS Kelas V.B adalah sebagai berikut:
Tabel 4.11
Perhitungan Uji Hipotesis Nilai UTS IPS Siswa Kelas V.B (Kelas Kontrol)
No X X² x x²
1 60 3600 -7,58 57,4564
2 64 4096 -3,58 12,8164
3 72 5184 4,42 19,5364
4 60 3600 -7,58 57,4564
5 76 5776 8,42 70,8964
6 64 4096 -3,58 12,8164
7 64 4096 -3,58 12,8164
8 72 5184 4,42 19,5364
9 60 3600 -7,58 57,4564
10 52 2704 -15,58 242,7364
11 72 5184 4,42 19,5364
12 60 3600 -7,58 57,4564
13 64 4096 -3,58 12,8164
14 60 3600 -7,58 57,4564
15 76 5776 8,42 70,8964
16 64 4096 -3,58 12,8164
17 76 5776 8,42 70,8964
18 64 4096 -3,58 12,8164
19 76 5776 8,42 70,8964
20 80 6400 12,42 154,2564
21 64 4096 -3,58 12,8164
22 60 3600 -7,58 57,4564
23 68 4624 0,42 0,1764
24 72 5184 4,42 19,5364
1600 107840 0,18 1193,36
Hasil perhitungan pada tabel di atas, selanjutnya dimasukan ke dalam tabulasi frekuensi, dengan mean rata-rata 67,58.
Perhitungannya sebagai berikut:
SD = √∑𝑥2
𝑁 = √1193,36
24 = √49,73 = 7,05
Langkah selanjutnya menetapkan kelompok atas, tengah, dan bawah dengan memasukkan ke dalam rumus sebagai berikut :
Atas/Tinggi M + 1.SD = 67,58 + 7,05 = 74,63
Tengah/Sedang M – 1.SD = 67,58 - 7,05 = 60,53
Bawah/Rendah
Setelah semua perhitungan selesai, berikut ini data frekuensi nilai UTS IPS siswa Kelas V.B (Kelas Kontrol), yaitu:
Tabel 4.12
Frekuensi Nilai UTS IPS Siswa Kelas V.B
No Nilai UTS Kategori Frekuensi Persentase 1 74,64 - ke atas Atas/Tinggi 5 20,83 % 2 60,53 - 74,63 Tengah/Sedang 12 50,00 % 3 60,52 - ke bawah Bawah/Rendah 7 29,17 %
Jumlah 24 100%
Dari hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa Nilai UTS siswa Kelas V.B pada pelajaran IPS, terdapat 5 siswa di
kelompok atas/tinggi (20,83%), 12 siswa di kelompok tengah/sedang (50%), dan 7 siswa di kelompok bawah/rendah (29,17%).
b. Uji hipotesis nilai UAS IPS Kelas V.B
Di bawah ini merupakan data nilai UAS pelajaran IPS Kelas V.B MIN 2 Kota Bengkulu pada Semester II tahun ajaran 2020-2021 yang menerapkan pembelajaran online pada masa pandemi covid-19.
Adapun perhitungan uji hipotesis nilai UAS IPS Kelas V.B yaitu:
Tabel 4.13
Perhitungan Uji Hipotesis Nilai UAS IPS Siswa Kelas V.B (Kelas Kontrol)
No X X² x x²
1 68 4624 -4,48 20,0704
2 72 5184 -0,48 0,2304
3 76 5776 3,52 12,3904
4 60 3600 -12,48 155,7504
5 84 7056 11,52 132,7104
6 72 5184 -0,48 0,2304
7 64 4096 -8,48 71,9104
8 76 5776 3,52 12,3904
9 64 4096 -8,48 71,9104
10 60 3600 -12,48 155,7504
11 72 5184 -0,48 0,2304
12 64 4096 -8,48 71,9104
13 72 5184 -0,48 0,2304
14 60 3600 -12,48 155,7504
15 80 6400 7,52 56,5504
16 68 4624 -4,48 20,0704
17 82 6724 9,52 90,6304
18 64 4096 -8,48 71,9104
19 80 6400 7,52 56,5504
20 84 7056 11,52 132,7104
21 72 5184 -0,48 0,2304
22 72 5184 -0,48 0,2304
23 76 5776 3,52 12,3904
24 76 5776 3,52 12,3904
1718 124276 0,08 1315,13
Hasil perhitungan pada tabel di atas, selanjutnya dimasukan ke dalam tabulasi frekuensi, dengan mean rata-rata 72,48.
Perhitungannya sebagai berikut:
SD = √∑𝑥2
𝑁 = √1315,13
24 = √54,80 = 7,40
Langkah selanjutnya menetapkan kelompok atas, tengah, dan bawah dengan memasukkan ke dalam rumus sebagai berikut :
Atas/Tinggi M + 1.SD = 72,48 + 7,40 = 79,88
Tengah/Sedang M – 1.SD = 72,48 - 7,40 = 65,08
Bawah/Rendah
Setelah semua perhitungan selesai, berikut ini data frekuensi nilai UAS IPS siswa Kelas V.B (Kelas Kontrol), yaitu:
Tabel 4.14
Frekuensi Nilai UAS IPS Siswa Kelas V.B
No Nilai UAS Kategori Frekuensi Persentase 1 79,89 - ke atas Atas/tinggi 5 20,83 % 2 65,08 - 79,88 Tengah/sedang 12 50,00 % 3 65,07 - ke bawah Bawah/rendah 7 29,17 %
Jumlah 24 100%
Dari hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa Nilai UAS siswa Kelas V.B pada pelajaran IPS, terdapat 5 siswa di
kelompok atas/tinggi (20,83%), 12 siswa di kelompok tengah/sedang (50%), dan 7 siswa di kelompok bawah/rendah (29,17%).
C. Analisis Data Penelitian 1. Uji normalitas data
Uji normalitas merupakan uji untuk mengukur apakah data memiliki populasi berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini uji normalitas menggunakan SPSS Kolmogorov-Smirnov Test, dengan ketentuan yaitu:
a. Jika nilai signifikan (Sig) > 0,05 maka data penelitian berdistribusi normal.
b. Jika nilai signifikan (Sig) < 0,05 maka data penelitian tidak berdistribusi normal.
Berikut ini hasil uji normalitas data kelas eksperimen dan kelas kontrol, sebagai berikut:
a. Uji normalitas data kelas eksperimen
Hasil dari uji normalitas data kelas eksperimen yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.15
Hasil Uji Normalitas Data Kelas Eksperimen Kelas Eksperimen
Observed N Expected N Residual
60 3 3.0 .0
68 4 3.0 1.0
72 4 3.0 1.0
76 2 3.0 -1.0
80 7 3.0 4.0
84 1 3.0 -2.0
92 2 3.0 -1.0
100 1 3.0 -2.0
Total 24
Sedangkan hasil dari uji dengan rumus chi-square data kelas eksperimen sebagai berikut:
Tabel 4.16
Hasil Uji Chi-Square Kelas Eksperimen
Test Statistics
Kelas Eksperimen
Chi-Square 9.333a
Df 7
Asymp. Sig. 0.230
a. 8 cells (100.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 3.0.
Tabel di atas menggambarkan hasil uji normalitas data kelas eksperimen dengan menggunakan Uji Chi-Square. Dari tabel tersebut diketahui nilai Chi-Square hitung sebesar 9,333 dan nilai Chi Square tabel sebesar 14,067 dengan nilai p (Asymp.Sig.) sebesar 0,230. Karena nilai Chi Square hitung lebih kecil dari nilai Chi Square tabel (9,333 < 14,067) atau nilai p > 0,05 maka data kelas eksperimen dikatakan berdistribusi normal.
b. Uji normalitas data kelas kontrol
Hasil dari uji normalitas data kelas kontrol yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.17
Hasil Uji Normalitas Data Kelas Kontrol Kelas Kontrol
Observed N Expected N Residual
60 4 3.0 1.0
64 5 3.0 2.0
68 2 3.0 -1.0
72 5 3.0 2.0
76 5 3.0 2.0
80 1 3.0 -2.0
82 1 3.0 -2.0
84 1 3.0 -2.0
Total 24
Sedangkan hasil dari uji dengan rumus chi-square data kelas kontrol sebagai berikut:
Tabel 4.18
Hasil Uji Chi-Square Kelas Kontrol
Test Statistics
Kelas Kontrol
Chi-Square 8.667a
Df 7
Asymp. Sig. .277
a. 8 cells (100.0%) have
expected frequencies less than 5.
The minimum expected cell frequency is 3.0.
Tabel di atas menggambarkan hasil uji normalitas data kelas kontrol dengan menggunakan Uji Chi-Square. Dari tabel tersebut diketahui nilai Chi-Square hitung sebesar 8,667 dan nilai Chi Square tabel sebesar 14,067 dengan nilai p (Asymp.Sig.) sebesar 0,277.
Karena nilai Chi Square hitung lebih kecil dari nilai Chi Square tabel (8,667 < 14,067) atau nilai p > 0,05 maka data kelas kontrol dikatakan berdistribusi normal.
2. Uji homogenitas data
Uji homogenitas merupakan uji untuk mengetahui apakah variasi beberapa data dari populasi memiliki varians yang sama atau tidak, dengan ketentuan yaitu:
a. Jika nilai signifikan (Sig) > 0,05 maka dikatakan bahwa data homogen.
b. Jika nilai signifikan (Sig) < 0,05 maka dikatakan bahwa data tidak homogen
Di bawah ini merupakan hasil uji homogenitas data untuk hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol, yaitu:
Tabel 4.19
Hasil Uji Homogenitas Data Test of Homogeneity of Variances
Levene
Statistic df1 df2 Sig.
Hasil Belajar Based on Mean 1.218 1 46 .275
Based on Median 1.293 1 46 .261
Based on Median and with adjusted df
1.293 1 41.097 .262
Based on trimmed mean
1.257 1 46 .268
Tabel di atas menggambarkan hasil uji homogenitas untuk hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan Uji Levene Test, diperoleh nilai F-hitung sebesar 1,218 dan F-tabel sebesar
4,05 dengan nilai p sebesar 0,275. Karena F-hitung lebih kecil dari F- tabel (1,218 < 4,05) atau nilai p > 0,05 maka data hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol dikatakan sama atau homogen.
3. Uji hipotesis data
Uji t berpasangan (paired t-test) merupakan salah satu metode pengujian hipotesis dimana data yang digunakan tidak bebas (berpasangan). Ciri-ciri yang paling sering ditemui pada kasus yang berpasangan adalah satu individu (objek penelitian) mendapat dua buah perlakuan yang berbeda. Walaupun menggunakan individu yang sama, peneliti tetap memperoleh dua macam data sampel, yaitu data dari perlakuan pertama dan data dari perlakuan kedua. Berikut ini hasil uji hipotesis data, sebagai berikut:
Tabel 4.20
Hasil Uji Hipotesis Data Independent Samples Test
Nilai Equal variances
assumed
Equal variances not
assumed Levene's Test
for Equality of Variances
F 1.218
Sig. .275
t-test for Equality of Means
T 2.258 2.258
Df 46 41.874
Sig. (2-tailed) .029 .029
Mean Difference 5.750 5.750
Std. Error Difference 2.546 2.546 95% Confidence
Interval of the Difference
Lower .624 .611
Upper 10.876 10.889
Tabel di atas menggambarkan hasil uji beda rata-rata antara hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan uji t independent (independent samples t-test). Uji independent samples t-test digunakan karena data hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal.
Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai uji indepdendent samples t-test (t-hitung) sebesar 2,258 dan nilai t-tabel sebesar 2,013 dengan nilai p sebesar 0,029. Karena nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (2,258 >
2,013) atau nilai p < 0,05 maka dapat dikatakan adanya perbedaan rata- rata antara hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini berarti hipotesis kerja (Ha) dalam penelitian ini diterima, sedangkan hipotesis nihil (H0) ditolak, dengan kata lain terdapat perbedaan hasil belajar siswa di masa pandemi covid-19 antara yang menggunakan metode belajar study club dengan online pada mata pelajaran IPS di Kelas V MIN 2 Kota Bengkulu.
D. Pembahasan
Mata pelajaran IPS mempunyai tugas mulia dan menjadi fondasi penting bagi pengembangan intelektual, emosional, kultural, dan sosial peserta didik, yaitu mampu menumbuhkembangkan cara berpikir, bersikap, dan berperilaku yang bertanggung jawab selaku individual, warga masyarakat, warga negara, dan warga dunia. Selain itu, IPS pun bertugas mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif untuk perbaikan
segala ketimpangan, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun di masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik.59
IPS merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang, tanggung jawab utamanya adalah membantu peserta didik dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap, nilai yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat baik di tingkat lokal, nasional maupun global.
IPS sebagai suatu pelajaran diberikan di jenjang persekolahan, yaitu SD, SMP, dan SMA. Di SD dan SMP diberikan secara terintegrasi, namun dalam Standar Isi masih tampak adanya materi yang terpisah-pisah (separated), di SMA sebagai ilmu sosial sangat terpisah-pisah, walaupun payungnya dalam kurikulum tetap IPS. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS menggunakan tiga dimensi dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta kehidupan manusia secara keseluruhan.
Para guru di MIN 2 Kota Bengkulu MIN 2 Kota Bengkulu saat ini menerapkan pembelajaran online (daring) dikarenakan masyarakat sedang menghadapi pandemi covid-19, yang menyebabkan pemerintah membuat aturan dalam pembelajaran tatap muka di sekolahnya diganti dengan pembelajaran melalui online (daring) yang dilakukan di rumah masing- masing. Pembelajaran online (daring) di sekolah ini berjalan dengan banyak permasalahan yang muncul, seperti proses pembelajaran berlangsung melalui
59Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter, (Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, 2012), h. 287.
aplikasi zoom, dimana guru hanya menjelaskan materi pelajaran sementara para siswa mendengarkan penjelasan guru di rumahnya masing-masing melalui handphone atau laptop.
Situasi pembelajaran seperti itu mengakibatkan sebagian siswa bersikap pasif dan malas untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti. Ada siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru dikarenakan merasa bosan dengan suasana pembelajaran. Situasi pembelajaran tersebut menyebabkan konsentrasi belajarnya tidak fokus lagi karena menahan rasa kantuk, dikarenakan guru yang mengajar cenderung monoton dan tidak menarik. Guru menyampaikan materi pelajaran dengan metode ceramah yang panjang, sehingga siswa menjadi bosan dan mengantuk dikarenakan hanya mendengarkan guru berbicara saja, sehingga pembelajaran tidak menarik minat siswa untuk aktif dalam belajar.
Pembelajaran online (daring) adalah pembelajaran yang mampu mempertemukan siswa dan guru untuk melaksanakan interaksi pembelajaran dengan bantuan internet. Pada tataran pelaksanaannya, pembelajaran online (daring) memerlukan dukungan perangkat-perangkat mobile seperti smartphone atau telepon adroid, laptop, komputer, tablet, dan iphone yang dapat dipergunakan untuk mengakses informasi kapan saja dan dimana saja melalui jaringan internet. 60
Begitupun MIN 2 Kota Bengkulu, saat ini juga menerapkan pembelajaran online (daring) pada pembelajaran IPS di Kelas V. Akan tetapi
60Ali Sadikin, dkk, Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19, Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Volume 6, Nomor 02, Tahun 2020, h. 216.
terjadi permasalahan dalam pembelajaran online (daring) tersebut yaitu rendahnya hasil belajar IPS siswa Kelas V dimana terjadi taraf ketuntasan belajar yang rendah pada pelajaran tersebut, yakni hanya 62 % siswa yang tuntas memperoleh nilai KKM yaitu 70.61 Pada masa pandemi ini, MIN 2 Kota Bengkulu juga menerapkan metode belajar study club pada pembelajaran IPS di Kelas V, sebagai alternatif dari penerapan pembelajaran online (daring).
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penulis melakukan penelitian tentang pelaksanaan pelajaran IPS dengan menerapkan metode belajar study club dengan online, untuk mencari perbedaan hasil belajar siswa di masa pandemi covid-19 antara yang menggunakan metode belajar study club dengan online pada mata pelajaran IPS di Kelas V MIN 2 Kota Bengkulu.
Hasil uji t independent (independent samples t-test) menunjukkan bahwa nilai t-hitung sebesar 2,258 dan nilai t-tabel sebesar 2,013 dengan nilai p sebesar 0,029. Karena nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (2,258 > 2,013) atau nilai p < 0,05 maka dapat dikatakan adanya perbedaan rata-rata antara hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini berarti hipotesis kerja (Ha) dalam penelitian ini diterima, sedangkan hipotesis nihil (H0) ditolak. Dengan kata lain terdapat perbedaan hasil belajar siswa di masa pandemi covid-19 antara yang menggunakan metode belajar study club dengan online pada mata pelajaran IPS di Kelas V MIN 2 Kota Bengkulu.
61 Guru Kelas VMIN 2 Kota Bengkulu, Wawancara awal, tanggal 20 November 2020.
Keunggulan dari metode study club (kelompok belajar) adalah kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu tergantung pada kebutuhan siswa. Guru dapat berperan sebagai tutor atau fasilitator dan dapat pula sebagai pendidik. Kelompok belajar dapat membantu peserta didik untuk dapat meningkatkan hasil belajarnya apabila benar-benar diikuti dengan baik. Sedangkan salah satu keunggulan dari pembelajaran online adalah guru dapat menentukan materi pembelajaran yang dipelajarinya sesuai dengan minat, keinginan dan kebutuhan siswa, sehingga pembelajaran akan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Penelitian ini berbeda dengan penelitian terdahulu, seperti penelitian yang berjudul: “Peningkatan hasil belajar IPS dengan model pembelajaran advokasi pada siswa SD Negeri 24 Nanti Agung Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian ini sama-sama meneliti mata pelajaran IPS, tetapi mempunyai perbedaan, penelitian tersebut meneliti model pembelajaran advokasi untuk meningkatkan hasil belajar IPS, sedangkan penelitian ini meneliti perbedaan hasil belajar IPS siswa antara yang menggunakan metode study club dengan online di masa pandemi covid-19.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan hasil belajar siswa di masa pandemi covid-19 antara yang menggunakan metode belajar study club dengan online pada mata pelajaran IPS di Kelas V MIN 2 Kota Bengkulu. Hal tersebut dibuktikan dari hasil nilai uji indepdendent samples t-test (t-hitung) sebesar 2,258 dan nilai t-tabel sebesar 2,013 dengan nilai p sebesar 0,029. Karena nilai t-hitung lebih besar dari t- tabel (2,258 > 2,013) atau nilai p < 0,05 maka dapat dikatakan adanya perbedaan rata-rata antara hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Hal ini berarti hipotesis kerja (Ha) dalam penelitian ini diterima, sedangkan hipotesis nihil (H0) ditolak. Dengan demikian penggunaan metode belajar study club lebih meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas V dibandingkan penggunaan pembelajaran online di masa pandemi covid-19.
B. Saran-saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di MIN 2 Kota Bengkulu, peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut: