• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

J. Teknik Analisis Data

Penganalisisan data berdasarkan data yang sudah dikumpulkan dilakukan dengan menggunakan teknik analisis korelasi dan regresi. Dengan langkah- langkah sebagai berikut ini.

1. Mendeskripsikan data yang diperoleh dengan menggunakan daftar distribusi frekuensi, nilai rata-rata, modus, median, skor terendah, skor tertinggi dan simpangan baku.

Daftar distribusi frekuensi ini digunakan untuk memudahkan analisis selanjutnya. Hal ini karena data yang didapat dari hasil kerja koreksi belum tersusun dengan rapi. Untuk memudahkan penganalisisan dibutuhkan teknik tertentu yang dalam hal ini adalah dengan teknik distribusi frekuensi. Distribusi frekuensi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu distribusi frekuensi tunggal dan distribusi frekuensi bergolong. Akan tetapi, dalam penelitian ini digunakan distribusi bergolong, karena angka sebaran yang cukup tinggi. Hal ini sesuai dengan pendapat Nurgiyantoro (2012:214) yang menyatakan bahwa jika jarak sebaran angka (range) kecil, kita dapat memergunakan distribusi tunggal.

Sebaliknya, jika jarak sebaran angka yang diperoleh cukup tinggi, lebih tepat kiranya jika dipergunakan distribusi bergolong.

Untuk mengetahui kelas interval menggunakan rumus : jarak sebaran (range)

i (interval) =

k (kelas)

2. Pengujian persyaratan analisis meliputi: uji normalitas, uji homogenitas, uji linieritas dan uji multikolineritas.

a. Uji normalitas

Uji nomalitas diperlukan untuk mengetahui apakah variabel yang dianalisis membentuk distribusi normal. Sesuai dengan pendapat Sugiyono (2012:75), bila data tidak normal, teknik statistik parametris tidak dapat digunakan untuk alat analisis.

Rumus yang digunakan untuk mengetahui normalitas data adalah:

(x¡ - x) z =

s keterangan :

z = simpangan baku untuk kurva normal standar x¡ = data ke i dari suatu kelompok data

x¯ = rata-rata kelompok s = simpangan baku.

b. Uji homogenitas

Untuk menguji homogenitas dapat diajukan hipotesis sebagai berikut : Ho : tidak terdapat kontribusi untuk keterampilan membaca puisi dari minat

bersastra dan aktivitas sanggar sastra.

Ha : terdapat kontribusi untuk keterampilan membaca puisi dari minat bersastra dan aktivitas sanggar sastra.

Atau dapat ditulis dalam bentuk Ho : µ¹ = µ²

Ha : µ¹ ≠ µ²

Pengujian homogenitas varians digunakan uji F dengan rumus : Varians terbesar

F =

Varians terkecil c. Uji Linieritas

Menurut Sugiyono (2012:265), “Salah satu asumsi dari analisis regresi adalah linearitas. Maksudnya apakah garis regresi antara X dan Y membentuk garis linear atau tidak.” Rumus yang digunakan untuk menguji linearitas adalah:

JK (T) = JK(A) = ² JK (b/a) =

= n

JK(S) = JK(T) – JK(a) – JK(b/a) JK (TC) =

JK(G) = JK(S) – JK(TC) Keterangan :

JK(T) : Jumlah Kuadrat Total JK(a) : Jumlah Kuadrat Koefisien a JK(b/a) : Jumlah Kuadrat Regresi (b/a) JK (S) : Jumlah Kuadrat Sisa

JK(TC) : Jumlah Kuadrat Tuna Cocok JK(G) : Jumlah Kuadrat Galat d. Uji Multikolineritas

Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah ditemukan korelasi yang cukup kuat antara variabel independen. Model regresi yang baik adalah model regresi yang tidak terjadi korelasi antarvariabel independennya (tidak terjadi multikolinearitas). Ada tidaknya multikolinearitas ditentukan dari banyaknya variabel independen yang bertipe metrik/numerik (interval/rasio) yang lebih dari 1. Salah satu cara yang popular untuk mendeteksi multikolinearitas adalah menggunakan SPSS untuk melihat nilai TOL dan VIF untuk masing-masing variable X. Agar tidak ada multikolinearitas pada model, maka nilai TOL harus

di atas 0.1 dan nilai VIF dibawah 10. Maka dari table hasil output SPSS berikut dapat kita lihat nilai TOL dan VIF dari masing-masing variable X.

3. Pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik analisis korelasi dan regresi.

a. Pengujian hipotesis pertama dan kedua adalah untuk mengetahui adanya hubungan antar masing-masing variabel bebas dan variabel terikat dengan menggunakan teknik analisis korelasi regresi sederhana

b. Pengujian hipotesis ketiga adalah untuk mengetahui variabel minat bersastra dan aktivitas sanggar sastra secara bersama-sama maupun parsial terhadap keterampilan membaca puisi siswa dengan menggunakan teknik analisis regresi ganda dan korelasi parsial.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

Pada bab ini dijelaskan data-data yang terkumpul dari hasil penelitian, yaitu: (1) deskripsi data dari setiap variabel; (2) pengujian persyaratan analisis untuk menguji hipotesis yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji linieritas; (3) pengujian hipotesis; (4) pembahasan dan (5) keterbatasan penelitian.

A. Deskripsi Data Penelitian

Data yang dideskripsikan ini adalah hasil analisis statistik deskriptif tentang distribusi frekuensi, mean, median, modus, range dan standar deviasi serta grafik histogram. Data dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama dan kedua adalah data yang terkait dengan variabel bebas (x1

dan x2), dan data kelompok yang ketiga adalah variabel terikat (y). Data yang merupakan variabel bebas yaitu minat bersastra (x1) dan aktivitas dalam sanggar sastra (x2), sedangkan data yang merupakan variabel terikat adalah keterampilan membaca puisi (y). Berikut disajikan deskripsi data yang diperoleh dari hasil penelitian terhadap ketiga variabel tersebut.

Tabel 4.1 Hasil Uji Statistik Deskripsi Data

Statistik

Variabel Penelitian Minat Bersastra

(X1 )

Aktivitas dalam Sanggar Sastra (X2)

Keterampilan Membaca Puisi (Y)

Mean 81,8 91,125 87,6

Modus 83,6 93,9 84,409

Median 82,4 92,17 86,17

SD 5,55 5,63 5,18

Minimal 73 80 77

Maksimal 93 100 97

Range 20 20 20

Σ 3274 3675 3493

56

1. Minat Bersastra (X1) Siswa Kelas X SMA 2 Tambusai

Minat bersastra siswa dikumpulkan melalui angket yang berjumlah 25 butir pernyataan. Angket disebarkan kepada responden atau sampel penelitian yang berjumlah 40 siswa. Rentangan skor untuk angket minat bersastra ini adalah 1-5. Berdasarkan hasil penghitungan terhadap 25 butir pernyataan minat bersastra siswa kelas X SMA 2 Tambusai tersebut diperoleh skor terendah 73 dan skor tertinggi 93 dengan rentang skor 20. Hasil penghitungan nilai untuk minat bersastra diperoleh rata-rata sebesar 81,8 median 82,4, modus 83,6 dan standar deviasi sebesar 5,55.

Data hasil penelitian ini dibuat dalam distribusi frekuensi yang banyak kelasnya adalah 6 dan panjang interval kelas 2,86 yang hampir mendekati 3.

Penyebaran data hasil angket minat bersastra siswa kelas X SMA 2 Tambusai dapat dilihat pada daftar distribusi frekuensi di bawah ini.

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Data Minat Bersastra No

Kelas

Interval f

X1 (titik

tengah) X12

fX1 fX12

1 73-75 7 74 5476 518 38332

2 76-78 7 77 5929 539 41503

3 79-81 3 80 6400 240 19200

4 82-84 10 83 6889 830 68890

5 85-87 7 86 7396 602 51772

6 88-90 3 89 7921 267 23763

7 91-93 3 92 8464 276 25392

n =

40

∑fXi = 3272

∑fXi2

= 268852

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa 10 siswa dari jumlah responden memeroleh nilai rata-rata, yang mana nilai rata-rata tersebut adalah sebesar 81,8.

Sedangkan siswa yang memeroleh nilai dibawah nilai rata-rata adalah sebanyak 17 siswa dari 40 responden. Responden yang memeroleh nilai di atas rata-rata berjumlah 13 siswa. Secara umum, distribusi nilai minat bersastra dapat dituangkan ke dalam bentuk histogram berikut.

Gambar 4.1 Histogram Distribusi Nilai Minat Bersastra 2. Aktivitas dalam Sanggar Sastra (X2) Siswa Kelas X SMA 2 Tambusai

Nilai aktivitas siswa dalam sanggar sastra dikumpulkan melalui catatan lapangan atau lembar observasi. Lembar observasi diisi setiap kali latihan oleh pelatih yang juga merupakan kolaborator peneliti dalam mengukur aktivitas siswa dalam sanggar sastra yang responden atau sampel penelitian berjumlah 40 siswa.

Rentangan skor untuk lembar observasi aktivitas dalam sanggar sastra ini adalah 1-4. Berdasarkan hasil penghitungan terhadap 5 aspek yang dinilai pada siswa kelas X SMA 2 Tambusai tersebut diperoleh skor terendah 80 dan skor tertinggi

0 2 4 6 8 10 12

73-75 76-78 79-81 82-84 85-87 88-90 91-93

FREKUENSI

KELAS INTERVAL

HIST0GRAM DISTRIBUSI NILAI MINAT BERSASTRA

Minat Bersastra

100 dengan rentang skor 20. Hasil penghitungan nilai untuk aktivitas dalam sanggar sastra diperoleh rata-rata sebesar 91,125 median 92,17, modus 93,9 dan standar deviasi sebesar 5,63.

Data hasil penelitian ini dibuat dalam distribusi frekuensi yang banyak kelasnya adalah 6 dan panjang interval kelas 2,86 yang hampir mendekati 3.

Penyebaran data hasil lembar observasi siswa kelas X SMA 2 Tambusai dapat dilihat pada daftar distribusi frekuensi di bawah ini.

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Data Aktivitas dalam Sanggar Sastra No

Kelas

Interval f

X2 (titik

tengah) X22 fX2 fX22

1 80-82 4 81 6561 324 26244

2 83-85 4 84 7056 336 28224

3 86-88 5 87 7569 435 37845

4 89-91 5 90 8100 450 40500

5 92-94 9 93 8649 837 77841

6 95-97 8 96 9216 768 73728

7 98-100 5 99 9801 495 49005

n =

40

∑fXi = 3645

∑fXi2

= 333387

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa 5 siswa dari jumlah responden memeroleh nilai rata-rata, yang mana nilai rata-rata tersebut adalah sebesar 91,125. Sedangkan siswa yang memeroleh nilai dibawah nilai rata-rata adalah sebanyak 13 siswa dari 40 responden. Responden yang memeroleh nilai di atas rata-rata berjumlah 22 siswa. Secara umum, distribusi nilai aktivitas dalam sanggar sastra dapat dituangkan ke dalam bentuk histogram berikut.

Gambar 4.2 Histogram Distribusi Nilai Aktivitas dalam Sanggar Sastra 3. Keterampilan Membaca Puisi (Y) Siswa Kelas X SMA 2 Tambusai

Kabupaten Rokan Hulu

Keterampilan membaca puisi siswa dikumpulkan melalui tes unjuk kerja.

Tes unjuk kerja tersebut dibuat berdasarkan rubrik penilain. Tingkat kinerja yang terdapat dalam rubrik penilaian keterampilan membaca puisi berjumlah empat dengan bobot penilain secara keseluruhan berjumlah sepuluh. Rentangan skor untuk penilaian keterampilan membaca puisi ini adalah 1-4. Berdasarkan rubrik penilaian tersebut nilai maksimal siswa kelas X SMA 2 Tambusai sebesar 100 dan nilai minimal 10. Setelah dilakukan penilaian oleh tiga orang guru bahasa Indonesia untuk menghindari subjektivitas dalam penilaian maka diperoleh nilai tertinggi 97 dan nilai terendah 77 dengan rentang skor 20. Hasil penghitungan nilai untuk keterampilan membaca puisi diperoleh rata-rata sebesar 87,6 median 86,17, modus 84,4 dan standar deviasi sebesar 5,18.

0 2 4 6 8 10

80-82 83-85 86-88 89-91 92-94 95-97 98-100

FREKUENSI

KELAS INTERVAL

HISTOGRAM DISTRIBUSI NILAI AKTIVITAS DALAM SANGGAR SASTRA

Aktivitas Dalam Sanggar Sastra

Data hasil penelitian ini dibuat dalam distribusi frekuensi yang banyak kelasnya adalah 6 dan panjang interval kelas 2,86 yang hampir mendekati 3.

Penyebaran data nilai keterampilan membaca puisi siswa kelas X SMA 2 Tambusai dapat dilihat pada daftar distribusi frekuensi di bawah ini.

Tabel 4.4 Daftar Distribusi Frekuensi Data Nilai Keterampilan Membaca Puisi Siswa SMA 2 Tambusai

No

Kelas Interval f

Y (titik

tengah) Y2 fY1 fY12

1 77-79 3 78 6084 234 18252

2 80-82 3 81 6561 243 19683

3 83-85 10 84 7056 840 70560

4 86-88 6 87 7569 522 45414

5 89-91 6 90 8100 540 48600

6 92-94 9 93 8649 837 77841

7 95-97 3 96 9216 288 27648

n =

40

∑fYi = 3504

∑fYi2

= 307998

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa 6 siswa dari jumlah responden memeroleh nilai rata-rata, yang mana nilai rata-rata tersebut adalah sebesar 87,6, sedangkan siswa yang memeroleh nilai dibawah nilai rata-rata adalah sebanyak 16 siswa dari 40 responden. Responden yang memeroleh nilai di atas rata-rata berjumlah 18 siswa. Secara umum, distribusi nilai keterampilan membaca puisi dapat dituangkan ke dalam bentuk histogram berikut.

Gambar 4.3 Histogram Distribusi Nilai Keterampilan Membaca Puisi

B. Pengujian Persyaratan Analisis

Sebelum dilakukan analisis data untuk menguji hipotesis penelitian, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, uji linieritas dan uji multikolineritas. Uji nomalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data populasi berdistribusi normal, uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah data populasi yang diperoleh homogen atau tidak, sedangkan uji linieritas bertujuan untuk mengetahui apakah kedua variabel (X1 dan X2) mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan. Uji multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui apakah ditemukan korelasi yang cukup kuat antara variabel independen. Model regresi yang baik adalah model regresi yang tidak terjadi korelasi antar variabel independennya (tidak terjadi multikolinearitas). Ada tidaknya multikolinearitas ditentukan dari banyaknya variabel independen yang bertipe metrik/numerik (interval/rasio) yang lebih dari 1. Berikut pemaparan keempat pengujian tersebut.

0 2 4 6 8 10 12

77-79 80-82 83-85 86-88 89-91 92-94 95-97

FREKUENSI

KELAS INTERVAL

HISTOGRAM DISTRIBUSI NILAI KETERAMPILAN MEMBACA PUISI

Keterampilan Membaca Puisi

1. Uji Normalitas

Berdasarkan uji normalitas yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa data ketiga variabel dalam penelitian ini berdistribusi normal. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan antara ( ² hitung) dengan ( ² tabel), dengan α = 0,05 dan dan db k-3. Berikut pembahasan lebih lanjut analisis uji normalitas dari setiap variabel dengan menggunakan rumus Chi Kuadrat ( ²).

a. Uji Normalitas Hasil Angket Minat Bersastra

Hasil analisis uji normalitas variabel minat bersastra dapat disajikan dalam bentuk tabel berikut.

Tabel 4.5 Uji Normalitas Hasil Angket Minat Bersastra

No Variabel α ² hitung ² tabel Keterangan

1 Minat Bersastra (X1)

n = 40 0,05 9,3593 9,488 Normal

= 81,8 Σfxᵢ = 3272 Σfxᵢ² = 268852 S = 5, 5525 S² = 30, 8307

Berdasarkan tabel di atas, dapat di lihat hasil penghitungan data untuk uji normalitas dengan hasil penghitungan ² hitung dari minat bersastra diperoleh sebesar 9,3593, sedangkan ² tabel dengan db = k-3 = 7-3 = 4 dan α = 0,05 adalah 9,488. Berikutnya adalah membandingkan antara hitung dan tabel yaitu 9,3593

dengan 9,488. Jika ² hitung ≤ ² tabel maka distribusi data normal. berdasarkan penghitungan uji normalitas pada data minat bersastra diketahui bahwa ² hitung

² tabel yaitu 9,3593 ≤ 9,488 maka data minat bersastra berdistribusi normal.

b. Uji Normalitas Hasil Observasi Aktivitas dalam Sanggar Sastra

Hasil analisis uji normalitas variabel aktivitas dalam sanggar sastra dapat disajikan dalam bentuk tabel berikut.

Tabel 4.6 Uji Normalitas Hasil Observasi Aktivitas dalam Sanggar Sastra

No Variabel α ² hitung ² tabel Keterangan

1 Aktivitas dalam Sanggar Sastra (X2)

n = 40 0,05 6,532844 9,488 Normal

= 91,125 Σfxᵢ = 3645 Σfxᵢ² = 333387 S = 5, 63045 S² = 31,7019

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat hasil penghitungan data untuk uji normalitas dengan hasil penghitungan ² hitung dari aktivitas dalam sanggar sastra diperolehsebesar 6,532844, sedangkan ² tabel dengan db = k-3 = 7-3 = 4 dan α = 0,05 adalah 9,488. Berikutnya adalah membandingkan antara hitung dan tabel

yaitu 6,532844 dengan 9,488. Jika ² hitung ≤ ² tabel maka distribusi data normal.

berdasarkan penghitungan uji normalitas pada data aktivitas dalam sanggar sastra

diketahui bahwa ² hitung ≤ ² tabel yaitu 6,532844 ≤ 9,488 maka data aktivitas dalam sanggar sastra berdistribusi normal.

c. Uji Normalitas Hasil Tes Keterampilan Membaca Puisi

Hasil analisis uji normalitas variabel keterampilan membaca puisi dapat disajikan dalam bentuk tabel berikut.

Tabel 4.7 Uji Normalitas Keterampilan Membaca Puisi

No Variabel α ² hitung ² tabel Keterangan

1 Keterampilan Membaca Puisi (Y)

n = 40 0,05 6,58741 9,488 Normal = 87,6

Σfxᵢ = 3504 Σfxᵢ² = 307998 S = 5, 18281 S² = 26,86154

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat hasil penghitungan data untuk uji normalitas dengan hasil penghitungan ² hitung dari keterampilan membaca puisi diperolehsebesar 6,58741, sedangkan ² tabel dengan db = k-3 = 7-3 = 4 dan α = 0,05 adalah 9,488. Berikutnya adalah membandingkan antara hitung dan tabel

yaitu 6,58741 dengan 9,488. Jika ² hitung ≤ ² tabel maka distribusi data normal.

berdasarkan penghitungan uji normalitas pada data keterampilan membaca puisi

diketahui bahwa ² hitung ≤ ² tabel yaitu 6,58741 ≤ 9,488 maka data keterampilan membaca puisi berdistribusi normal.

Berikut adalah gambaran keseluruhan dari hasil uji normalitas terhadap ketiga variabel dalam penelitian ini.

Tabel 4.8 Pengujian Normalitas Data Penelitian

Variabel Penelitian ² hitung ² tabel keterangan

Minat Bersastra (X1) 9,3594

9,488

Normal Aktivitas dalam Sanggar Sastra (X2) 6,532844 Normal

Keterampilan Membaca Puisi (Y) 6,58741 Normal

2. Uji Homogenitas

Uji homogenitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah hasil tes keterampilan membaca puisi dan minat bersastra serta hasil tes keterampilan membaca puisi dan aktivitas dalam sanggar sastra mempunyai varians yang homogen atau tidak. Cara menentukan homogenitas dengan membandingkan varians terbesar dengan varians terkecil antara dua variabel yang diuji pada taraf signifikansi (α) = 0,05, dengan db = n-1 (40-1) = 39. Uji homogenitas yang dilakukan adalah: (1) uji homogenitas pada hasil tes keterampilan membaca puisi(Y) dan angket minat bersastra (X1), (2) uji homogenitas pada hasil tes keterampilan membaca puisi (Y) dan hasil observasi aktivitas dalam sanggar sastra (X2).

a. Uji Homogenitas Tes Keterampilan Membaca Puisi (Y) dan Minat Bersastra (X1)

Hasil analisis uji homogenitas tes keterampilan membaca puisi (Y) dan minat bersastra (X1) disajikan dalam bentuk tabel berikut.

Tabel 4.9 Uji Homogenitas Varians Keterampilan Membaca Puisi atas Varians Minat Bersastra

No Variabel n S2 Fhitung Ftabel Keterangan 1. Keterampilan

Membaca Puisi (Y)

40 26,86154

1,15 1,76 Homogen 2. Minat Bersastra

(X1)

40 30,8307

Berdasarkan data pada tabel di atas varians terbesar berada pada variabel minat bersastra (X1), yaitu sebesar 30,8307, dan varians terkecil terdapat pada variabel keterampilan membaca puisi (Y), yaitu sebesar 26,86154. Penghitungan kedua variabel tersebut diperoleh Fhitung sebesar 1,15 sedangkan Ftabel pada taraf signifikansi (α) = 0,05 dengan db pembilang n-1(40-1) = 39, db penyebut n-1 (40- 1) = 39 adalah 1,76. Setelah mengetahui hasil Fhitung dan Ftabel selanjutnya adalah membandingkan keduanya (1,15 dengan 1,76) jika Fhitung ≤ Ftabel, maka dikatakan homogen. Jika dilihat hasil penghitungan di atas maka 1,15 ᵢ 1,76, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil tes keterampilan membaca puisi (Y) dan hasil angket minat bersastra memiliki varians yang homogen.

b. Uji Homogenitas Tes Keterampilan Membaca Puisi (Y) dan Aktivitas dalam Sanggar Sastra (X2)

Hasil analisis uji homogenitas tes keterampilan membaca puisi (Y) dan aktivitas dalam sanggar sastra (X2) disajikan dalam bentuk tabel berikut.

Tabel 4.10 Uji Homogenitas Varians Keterampilan Membaca Puisi atas Varians Minat Bersastra

No Variabel N S2 Fhitung Ftabel Keterangan 1. Keterampilan

Membaca Puisi (Y)

40 26,86154

1,18 1,76 Homogen 2. Aktivitas dalam

Sanggar Sastra (X1)

40 31,7019

Berdasarkan data pada tabel di atas, varians terbesar berada pada variabel aktivitas dalam sanggar sastra (X2), yaitu sebesar 31,7019 dan varians terkecil terdapat pada variabel keterampilan membaca puisi (Y), yaitu sebesar 26,86154.

Penghitungan kedua variabel tersebut diperoleh Fhitung sebesar 1,18 sedangkan Ftabel pada taraf signifikansi (α) = 0,05 dengan db pembilang n-1(40-1) = 39, db penyebut n-1 (40-1) = 39 adalah 1,76. Setelah mengetahui hasil Fhitung dan Ftabel selanjutnya adalah membandingkan keduanya (1,18 dengan 1,76) jika Fhitung ≤ Ftabel, maka dikatakan homogen. Jika dilihat hasil penghitungan di atas maka 1,18 ᵢ 1,76, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil tes keterampilan membaca puisi (Y) dan hasil observasi aktivitas dalam sanggar sastra memiliki varians yang homogen.

3. Uji Linieritas

Uji linieritas pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah dua variabel dalam penelitian ini mempunyai hubungan yang linier secara signifikan atau tidak. Uji linieritas dalam penelitian ini adalah uji linieritas regresi. Uji linieritas dilakukan dengan cara mencari nilai Fhitung dengan menggunakan rumus Fhitung = setelah memperoleh nilai Fhitung selanjutnya membandingkan nilai Fhitung tersebut dengan Ftabel. Ftabel diperoleh dengan menggunakan tabel F dengan rumus Ftabel = Uji linieritas yang dilakukan dalam penelitian ini yakni; (1) uji linieritas untuk variabel keterampilan membaca puisi (Y) atas variabel minat bersastra (X1); (2) uji linieritas untuk variabel keterampilan membaca puisi (Y) atas variabel aktivitas dalam sanggar sastra (X2).

a. Uji Linieritas untuk Variabel Keterampilan Membaca Puisi (Y) Atas Variabel Minat Bersastra (X1)

Hasil dari analisis regresi terhadap pasangan data penelitian antara variabel bebas minat bersastra (X1) dengan variabel terikat keterampilan membaca puisi (Y) diperoleh koefisien arah regresi (b1) sebesar 0,52 dan konstanta (a) sebesar 44,42. Dengan demikian maka bentuk hubungan antara variabel keterampilan membaca puisi atas variabel minat bersastra

= 44,42 + 0,52X1. Sebelum digunakan untuk keperluan prediksi dalam penelitian ini, persamaan regresi ini harus memenuhi syarat signifikansi dan linieritas persamaan regresi tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan uji F sebagai berikut ini.

Tabel 4.11 Analisis Variansi (ANOVA) untuk Uji Signifikansi dan Linieritas Regresi antara Variabel Y atas X1 = 44,42 + 0,52X1)

Sumber Variasi Derajat bebas

(db)

Jumlah Kuadrat (JK)

Rata-rata Jumlah Kuadrat (RJK)

Fhitung Ftabel

Total 40 306025 - 1,3684 2,1313

Regresi (a) 1 305026,2 305026,2

KESIMPULAN: Karena Fhitung < Ftabel atau 1,3684

< 2,1313, maka dapat disimpulkan bahwa metode Regresi Y atas X1 BERPOLAH LINIER.

Regresi (bla) 1 345,88 345,88

Residu 38 652,861 17,1806

Tuna Cocok

(TC) 16 134423,7 8401,48

Kesalahan

(Error) 22 135076,6 6139,846

Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.11 di atas dapat disimpulkan bahwa bentuk hubungan antara minat bersastra (X1) dengan keterampilan membaca puisi (Y), adalah signifikan dan linier. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang di dapat pada tabel di atas. Dinyatakan signifikan karena Fhitung = 20,13 ᵢ Ftabel = 4,10 dengan α = 0,05 dan db reg (b/a) = 1, db res = 40-2 = 38. Dinyatakan linier karena Fhitung = 1,3684 ᵢ Ftabel = 2,1313. Nilai Ftabel menggunakan tabel F dengan rumus Ftabel = F(1-α)(db TC, db E). (Lampiran 14)

b. Uji Linieritas untuk Variabel Keterampilan Membaca Puisi (Y) atas Variabel Aktivitas dalam Sanggar Sastra (X2)

Hasil dari analisis regresi terhadap pasangan data penelitian antara variabel bebas aktivitas dalam sanggar sastra (X2) dengan variabel terikat keterampilan membaca puisi (Y) diperoleh koefisien arah regresi (b1) sebesar 0,59 dan konstanta (a) sebesar 33,08. Dengan demikian maka bentuk hubungan antara variabel keterampilan membaca puisi atas variabel aktivitas dalam sanggar sastra

dapat dinyatakan dengan persama = 33.08 + 0,59X2. Sebelum digunakan untuk keperluan prediksi dalam penelitian ini, persamaan regresi ini harus memenuhi syarat signifikansi dan linieritas persamaan regresi tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan uji F sebagai berikut ini.

Tabel 4.12 Analisis Variansi (ANOVA) untuk Uji Signifikansi dan Linieritas Regresi antara Variabel Y atas X2 = 33,08 + 0,59X2)

Sumber Variasi

Derajat bebas

(db)

Jumlah Kuadrat (JK)

Rata-rata Jumlah Kuadrat (RJK)

Fhitung Ftabel

Total 40 306025 - 1,70902 2,1298

Regresi (a) 1 305026,23 305026,23

KESIMPULAN: Karena Fhitung < Ftabel atau 1,70902 < 2,1298, maka dapat disimpulkan bahwa

metode Regresi Y atas X2

BERPOLAH LINIER.

Regresi (bla) 1 429,59 429,59

Residu 38 569,18 14,978

Tuna Cocok

(TC) 14 184605,62 13186,116

Kesalahan

(Error) 24 185174,75 7715,615

Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.12 di atas dapat disimpulkan bahwa bentuk hubungan antara aktivitas dalam sanggar sastra (X2) dengan keterampilan membaca puisi (Y), adalah signifikan dan linier. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang di dapat pada tabel di atas. Dinyatakan signifikan karena Fhitung = 28,68 ᵢ Ftabel = 4,10 dengan α = 0,05 dan db reg (b/a) = 1, db res = 40-2 = 38.

Dinyatakan linier karena Fhitung = 1,70902 ᵢ Ftabel = 2,1298. Nilai Ftabel menggunakan tabel F dengan rumus Ftabel = F(1-α)(db TC, db E). (Lampiran 14)

4. Uji Multikolineritas

Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah ditemukan korelasi yang cukup kuat antara variabel independen. Model regresi yang baik adalah model regresi yang tidak terjadi korelasi antar variabel independennya (tidak terjadi multikolinearitas). Ada tidaknya multikolinearitas ditentukan dari banyaknya variabel independen yang bertipe metrik/numerik (interval/rasio) yang lebih dari 1. Salah satu cara yang popular untuk mendeteksi multikolinearitas adalah menggunakan SPSS untuk melihat nilai TOL dan VIF untuk masing-masing variable X. Agar tidak ada multikolinearitas pada model, maka haruslah nilai TOL di atas 0.1 dan nilai VIF dibawah 10. Maka dari tabel hasil output SPSS berikut dapat kita lihat nilai TOL dan VIF dari masing-masing variable X

Coefficientsa

Model

Collinearity Statistics

Tolerance VIF

1 X1 .904 1.106

X2 .904 1.106

a. Dependent Variable: Y

Dari tabel di atas, terlihat nilai TOL dan VIF telah terpenuhi, ini berarti tidak adanya multikolinieritas pada model. Sehingga asumsi tidak adanya multikolinearitas telah terpenuhi.

C. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis pada penelitian ini adalah (1) kontribusi minat bersastra terhadap keterampilan membaca puisi, (2) kontribusi aktivitas dalam sanggar sastra terhadap keterampilan membaca puisi, dan (3) kontribusi minat bersastra dan aktivitas dalam sanggar sastra secara bersama-sama terhadap keterampilan membaca puisi. Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment, uji korelasi ganda, uji t, dan uji F. Korelasi pearson product moment dilakukan untuk mengetahui korelasi dua variabel, yaitu korelasi variabel minat bersastra (X1) terhadap keterampilan membaca puisi (Y) dan korelasi variabel aktivitas dalam sanggar sastra (X2) terhadap keterampilan membaca puisi (Y).

Uji korelasi ganda dilakukan untuk mengetahui korelasi dua variabel bebas minat bersastra (X1) dan aktivitas dalam sanggar sastra (X2) secara bersama-sama terhadap variabel terikat keterampilan membaca puisi (Y). Uji t dilakukan untuk mengetahui signifikansi korelasi variabel minat bersastra (X1) dengan variabel keterampilan membaca puisi (Y). Uji t juga digunakan untuk menguji signifikansi variabel aktivitas dalam sanggar sastra (X2) dengan keterampilan membaca puisi (Y), sedangkan uji F dilakukan untuk mengetahui signifikansi korelasi variabel minat bersastra (X1) dan variabel aktivitas dalam sanggar sastra (X2) secara bersama-sama dengan variabel keterampilan membaca puisi (Y). Setelah diperoleh hasil koefisien korelasi antara minat bersastra (X1) dengan keterampilan membaca puisi (Y), koefisien aktivitas dalam sanggar sastra (X2) dengan keterampilan membaca puisi (Y) begitu juga dengan koefisien

Dokumen terkait