• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODOLOGI PENELITIAN

5.1. Identitas Responden

Identitas petani kelapa sawit dan petani kakao menggambarkan keadaan dan kondisi status petani dalam usahataninya. Identitas responden meliputi nama responden, umur, tingkat pendidikan, lama berusahatani, luas lahan dan jumlah tanggungan keluarga.

5.1.1 Usia

Usia akan sangat mempengaruhi dalam kegiatan berusahatani. Hal tersebut berhubungan dengan kemampuan bekerja dan cara berfikir petani dalam menerima inofasi baru. Pada umumnya, petani yang berusia muda mempunyai kemampuan fisik lebih kuat dan responsive terhadap penerapan inovasi baru di bandingkan petani yang berumur tua. Seseorang yang lebih muda lebih cepat menerima hal-hal baru, berani mengambil resiko yang dinamis, sedangkan seseorang yang relatif tua mempunyai kapasitas pengelolaan yang matang dan memiliki banyak pengalaman dalam mengelola usahanya, sehingga iya sangat berhati-hati dalam bertindak dengan hal-hal yang bersifat rasional.

Berdasarkan hasil pengumpulan data yang diperoleh menunjukan bahwa umur responden, mulai dari 31 sampai 68 tahun. Adapun tingkat usia petani petani kakao dan kelapa sawit pola swadaya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3 : Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Umur

No Umur (Tahun) Jumlah (Orang) Persentase (%)

1 31-36 2 6,66

2 37-42 7 23,33

3 43-48 8 26,66

4 49-54 3 10

5 55-60 6 20

6 61> 4 13,33

Jumlah 30 100,00

Sumber : Data primer yang telah diolah,2019

Tabel 3, menunjukkan bahwa jumlah responden terbanyak yang melakukan usahatani kakao dan kelapa sawit pola swadaya di Desa Campaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju, berada pada kelompok umur 43-48, dengan jumlah 8 orang, persentase 26,66 %. Kelompok umur terendah berada pada rentang 31-36 tahun dengan jumlah 2 orang persentase 6,66 %.

5.1.3 Tingkat Pendidikan Responden

Kemajuan yang dicapai dalam sega bidang adalah hasil dari pendidikan, bahkan dapat dikatakan bahwa taraf hidup yang rendah adalah pencerminan dari taraf pendidikan yang rendah. Pendidikan merupakan salah satu factor penentu dalam pengembangun usahatani untuk memperoleh hasil yang optimal dan pendapatan yang lebih menguntungkan.

Jenis pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan formal yang diikuti oleh petani. Namun, tidak menutupi kemungkinan pendidikan non formal seperti pelatihan, penyuluhan, magang.dan sebagainya turut berpengaruh terhadap kemampuan petani responden. Pendidikan dapat mempengaruhi pola pikir petani dalam mengembangkan usahataninya, terutama dalam menyerap dan mengadopsi teknologi usahatani baru dalam rangka pencapaian tingkat produksi yang optimal.

Semakin tinggi tingkat pendidikan formal yang pernah di tempuh oleh petani, semakin tinggi pula pengetahuan petani terhadap teknologi.

Tingkat pendidikan petani daerah penelitian merupakan penunjang dalam pengembangan agribisnis usahatani kelapa sawit dan kako pola swadaya oleh karena itu klasifikasi tingkat pendidikan responden, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4 : Tingkat Pendidikan Responden Petani Kelapa Sawit dan Kakao Pola Swadaya di Desa Campaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju No Tingkat Pendidikan Jumlah (Orang) Persentase (%)

1 Tidak Sekolah 1 3,33

2 SD 16 53,33

3 SMP 5 16,66

4 SMA 8 26,66

Jumlah 30 100,00

Sumber : Data Primer yang Telah Di Olah, 2019

Tabel 4, menunjukkan bahwa jumlah responden usahatani kakao dan kelapa sawit pola swadaya di Desa Campaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju,yang tidak sekolah berjumlah 1 orang dengan persentase 3,33%, SD sebanyak 16 orang dengan persentase 53,33%, SMP sebanyak 5 orang dengan

persentase 16,66%, SMA sebanyak 8 dengan persentase 26,66%, jumlah responden berdasarkan tingkat pendidikan yang paling banyak adalah SD.

5.1.4 Jumlah Tanggungan Keluarga

Tanggungan keluarga merupakan salah satu factor yang mempengaruhi keputusan petani dalam melakukan kegiatan usahataninya. Semakin banyak anggota keluarga yang ditanggung, maka semakin besar pula tuntutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Disisi lain, semakin banyak tanggungan keluarga, akan mampu meringankan kegiatan usahatani yang dilakukan, karena sebagian besar petani masih menggunakan tenaga kerja. Adapun klasifikasi jumlah keluarga yang ditanggung oleh responden di Desa Campaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju dapat dilihat pada tabel 5.

Tebel 5 : Jumlah Responden Berdasarkan Tanggungan Keluarga No Jumlah Tanggungan

Keluarga (Orang)

Jumlah (Orang)

Persentase (%)

1 1 1 3,33

2 2 4 13,33

3 3 14 46,66

4 4 4 13,33

5 5 5 16,66

6 6 2 6,66

Jumlah 30 100,00

Sumber : Data Primer yang Telah Diolah, 2019

Tabel 5, menunjukkan bahwa responden yang melakukan Usahatani kakao dan Kelapa sawit pola swadaya di Desa Campaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju, memiliki tanggungan keluarga 1 sebanyak 1 orang atau 3,33%, responden yang memiliki tanggungan keluarga 2 sebanyak 4 orang atau

13,33%, responden yang memiliki tanggungan keluarga 3 sebanyak 14 orang atau 46,66%, responden yang memiliki tanggungan keluarga 4 sebanyak 4 orang atau 13,33%, responden yang memiliki tanggungan keluarga 5 sebanyak 5 atau 16,66%

dan responden yang memiliki jumlah tanggungan keluarga 6 sebanyak 2 orang atau 6,66%.

5.1.5 Pengalaman Responden dalam Berusahatani

Selain pendidikan, pengalaman berusahatani juga mempengaruhi keberhasilan dalam pengolahan usahatani. Semakin lama orang mengelola usahataninya, maka semakin bertambah danyak pengalaman yang diperoleh.

Petani yang telah lama berusahatani kelapa sawit dan kakao memiliki pengalaman yang lebih banyak dibandingkan dengan petani yang belum lama berusahatani kelapa sawit dan kakao pola swadaya, berarti yang telah lama berusahatani aka lebih mudah menerima inovasi baru, selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 6 : Pengalaman Berusahatani Petani Kelapa Sawit dan Kakao Pola Swadaya di Desa Campaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju

No Jumlah Tanggungan Keluarga (Orang)

Jumlah (Orang)

Persentase (%)

1 10-16 4 13,33

2 17-23 13 43,33

3 24-30 12 40,00

4 31-37 1 3.33

Jumlah 30 100,00

Sumber : Data Primer yang Telah Diolah 2019

Tabel 6 menunjukkan bahwa jumlah petani responden Usahatani kakao dan kelapa sawit pola swadaya di Desa Campaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju, yang terbesar adalah petani yang mempunyai pengalaman berusahatani 17-23 tahun yaitu sebanyak 13 orang dengan persentase 43,33, pengalaman berusahatani 24-30 tahun sebanyak 12 orang dengan persentase 40%, pengalaman berusahatani 10-16 tahun sebanyak 4 orang dengan persentase 13,33% dan jumlah terendah yaitu 31-37 tahun sebanyak 1 orang dengan persentase 3,33%. Dari data tersebut menunjukkan bahwa pengalaman merupakan suatu potensi dalam pengembangan usahatani kelapa sawit dan kakao pola swadaya di Desa Campaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju dengan asumsi bahwa pengalaman tersebut di harapkan dapat menamba kemampuan petani dalam bertindak secara rasional dengan tetap memperhatikan segala resiko yang mungkin terjadi seperti pada masa lampau yang telah dilaluinya.

5.1.6 Luas Lahan Responden

Selain tingkat pendidikan dan pengalaman berusahatani, luas lahan juga mempengaruhi jumlah pendapatan yang diperoleh oleh responden. Semakin luas lahan yang kelolah oleh petani, maka semakin banyak juga hasil produksi dan pendapatan yang akan diperoleh. Adapun luas lahan responden usahatani Kakao dan Kelapa Sawit di Desa Campaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju sebagai berikut :

Tabel 7 Luas Lahan Responden Usahatani Kakao di Desa Campaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju

No. Luas Lahan (Ha)

Jumlah (orang)

Persentase (%)

1. 0,1-0,4 6 20,00

2. 0,5-0,9 10 33,33

3. 1,0-1,4 11 36,66

4. 1,5-1,9 1 3,33

5. 2,0-2,4 2 6,66

Total 30 100,00

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2019

Tabel 7. menunjukkan bahwa luas lahan usahatani kakao di Desa Campaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju, yang terbesar ada pada luas lahan 1,0-1,4 Ha yaitu sebanyak 11 orang dengan persentase 36,66% dan yang kedua yaitu 0,5-0,9 Ha sebanyak 10 orang dengan persentase 33,33%, yang ketiga yaitu0,1-0,4 sebanyak 6 orang dengan persentase 20% yang keempat yaitu 2,0-2,4 Ha sebanyak 2 orang dengan persentase 6,66% dan yang terendah ada pada luas lahan 1,5-1,9 Ha berjumlah 1 orang dengan persentase 3,33%. Dari data tersebut menunjukkan bahwa luas lahan sangat mempengaruhi jumlah produksi dan pendapatan oleh petani kakao Di Desa Campaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju.

Tabel 8. Luas Lahan Responden Usahatani Kelapa Sawit di Desa Campaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju

No. Luas Lahan (Ha)

Jumlah (orang)

Persentase (%)

1. 0,1-0,4 3 10,00

2. 0,5-0,9 15 50,00

3. 1,0-1,4 7 23,33

4. 1,5-1,9 - -

5. 2,0-2,4 5 16,66

Total 30 100,00

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2019

Tabel 8. menunjukkan bahwa luas lahan usahatani kelapa sawit di Desa Campaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju, yang terbesar ada pada luas lahan 0,5-0,9 Ha yaitu sebanyak 15 orang dengan persentase 50% dan yang kedua yaitu 1,0-14 Ha sebanyak 7 orang dengan persentase 23,33%, yang ketiga yaitu 2,0-2,4 sebanyak 5 orang dengan persentase 16,66% dan yang terendah ada pada luas lahan 0,1-0,4 Ha berjumlah 3 orang dengan persentase 10%. Dari data tersebut menunjukkan bahwa luas lahan sangat mempengaruhi jumlah produksi dan pendapatan oleh petani kelapa sawit Di Desa Campaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju.

Dokumen terkait