• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Analisis Data

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

G. Teknik Analisis Data

Bogdan dan Biklen yang dikutip oleh Lexy J. Moleong menyatakan Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.9

89Lexy Moleong.Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung 2006: PT Remaja Rosdakarya Offset. h. 76

9 ibid. h 248

28

Secara umum, rangkian aktivitas analisis data kualitatif yang peneliti laksanakan, meliputi reduksi, display data dan conclusion atau verification data.10

1. Reduksi data ( Reduction).

Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu di catat secara teliti dan rinci, seperti yang telah dikemukahkan, semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan rumit. Untuk itu perlu dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal- hal yang pokok. Memfokuskan pada hal-hal yang penting, di cari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang jelas, dan mempermudah penilti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencari yang diperlukan.11

Dalam hal ini peneliti merangkum hasil dari observasi dan wawancara dengan orang tua, apabila peneliti menemukan data yang tidak berhubungan atau terkait langsung dengan pembahasan utama penelitian, yakni terkait dengan Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang, maka peneliti langsung mereduksi data tersebut, sehingga data yang terkumpul terfokus pada penelitian yang dijabarkan.

2. Penyajian Data (Display).

Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplay data. Display data di lakukan dalam bentuk table, grafik. Pictogram dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles and Humberman menyatakan “ yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah teks yang bersifat narartif”. Dengan mendisplay data, maka akan

10Sugiono.Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R & D. Bandung ; ALFABETA 2013.

h 246

11Sugiono, Metode Penelitian Kualitatif , Kuantitatif dan R&D. Bandung 2013; ALFABETA.

h 246

29

memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencenakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah di pahami tersebut.12

Kaitanya dalam hal ini, setelah mereduksi data selanjutya peneliti menjabarkan data penelitian secara naratif. Dalam deskripsi ini data yang dipaparkan secara sistematis dan logis guna memperkuat paparan atau deskripsi, peneliti mengemukan beberapa teori pendidikan yang relevan.

3. Kesimpulan Data (Conclusion).

Langkah ke tiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena seperti telah dikemukakan bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berakhir.

H. Trianggulasi Data

Triangulasi pada hakikatnya merupakan pendekatan multi metode yang dilakukan peneliti pada saat mengumpulkan dan menganalisis data. Ide dasarnya adalah bahwa fenomena yang diteliti dapat dipahami dengan baik sehingga diperoleh kebenaran tingkat tinggi jika didekati dari berbagai sudut pandang.

Memotret fenomena tunggal dari sudut pandang yang berbeda-beda akan

12Sugiono.Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R & D. Bandung ; ALFABETA 2013.

h 249

30

memungkinkan diperoleh tingkat kebenaran yang handal. Karena itu, triangulasi ialah usaha mengecek kebenaran data atau informasi yang diperoleh peneliti dari berbagai sudut pandang yang berbeda dengan cara mengurangi sebanyak mungkin bisa yang terjadi pada saat pengumpulan dan analisis data.

Dalam berbagai karyanya, Norman K. Denkin mendefinisikan triangulasi sebagai gabungan atau kombinasi berbagai metode yang dipakai untuk mengkaji fenomena yang saling terkait dari sudut pandang dan perspektif yang berbeda.

Sampai saat ini, konsep Denkin ini dipakai oleh para peneliti kualitatif di berbagai bidang. Menurutnya, triangulasi meliputi empat hal, yaitu: (1) triangulasi metode, (2) triangulasi antar-peneliti (jika penelitian dilakukan dengan kelompok), (3) triangulasi sumber data, dan (4) triangulasi teori. Berikut penjelasannya.

1. Triangulasi Metode

Triangulasi metode dilakukan dengan cara membandingkan informasi atau data dengan cara yang berdeda. Sebagaimana dikenal, dalam penelitian kualitatif peneliti menggunakan metode wawancara, obervasi, dan survei.

Untuk memperoleh kebenaran informasi yang handal dan gambaran yang utuh mengenai informasi tertentu, peneliti bisa menggunakan metode wawancara bebas dan wawancara terstruktur atau peneliti menggunakan wawancara dan obervasi atau pengamatan untuk mengecek kebenarannya. Selain itu, peneliti juga bisa menggunakan informan yang berbeda untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Melalui berbagai perspektif atau pandangan diharapkan diperoleh hasil yang mendekati kebenaran. Karena itu, triangulasi tahap ini dilakukan jika data atau informasi yang diperoleh dari subjek atau informan penelitian diragukan kebenarannya. Dengan demikian, jika data itu sudah jelas, misalnya berupa teks atau naskah/transkrip film, novel dan sejenisnya, triangulasi tidak perlu dilakukan. Namun demikian, triangulasi aspek lainnya tetap dilakukan.

31 2. Triangulasi Antar Peneliti

Triangulasi antar peneliti dilakukan dengan cara menggunakan lebih dari satu orang dalam pengumpulan dan analisis data. Teknik ini diakui memperkaya khasanah pengetahuan mengenai informasi yang digali dari subjek penelitian. Tetapi perlu diperhatikan bahwa orang yang diajak menggali data itu harus yang telah memiliki pengalaman penelitian dan bebas dari konflik kepentingan agar tidak justru merugikan peneliti dan melahirkan bias baru dari triangulasi.

3. Trianggulasi Sumber Data

Triangulasi sumber data adalah menggali kebenaran informai tertentu melalui berbagai metode dan sumber perolehan data. Misalnya, selain melalui wawancara dan observasi, peneliti bisa menggunakan observasi terlibat (participant obervation), dokumen tertulis, arsip, dokumen sejarah, catatan resmi, catatan atau tulisan pribadi dan gambar atau foto. Tentu masing- masing cara itu akan menghasilkan bukti atau data yang berbeda, yang selanjutnya akan memberikan pandangan (insights) yang berbeda pula mengenai fenomena yang diteliti. Berbagai pandangan itu akan melahirkan keluasan pengetahuan untuk memperoleh kebenaran handal.

4. Triangulasi Teori

Hasil akhir penelitian kualitatif berupa sebuah rumusan informasi atau thesis statement. Informasi tersebut selanjutnya dibandingkan dengan perspektif teori yang televan untuk menghindari bias individual peneliti atas temuan atau kesimpulan yang dihasilkan. Selain itu, triangulasi teori dapat meningkatkan kedalaman pemahaman asalkan peneliti mampu menggali pengetahuan teoretik secara mendalam atas hasil analisis data yang telah diperoleh. Diakui tahap ini paling sulit sebab peneliti dituntut memiliki expert judgement ketika membandingkan temuannya dengan perspektif tertentu, lebih-lebih jika perbandingannya menunjukkan hasil yang jauh berbeda.

32 BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Wilayah Penelitian 1. Letak Geografis

Penelitian ini terletak di Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Sejarah terbentuknya Desa Peraduan Binjai ini bermula dari sebuah pertemuan kakak beradik yang bernama Bermani Ulu dan Bermani Ilir. Bermani Ilir yang berada di Desa Batu Bandung yang merupakan Desa tertua di Kabupaten Kepahiang yang dulunya masih berada di wilayah Kabupaten Lebong, ingin menemui kakaknya Bermani Ulu yang berada disebuah desa di Kabupaten Lebong, dengan waktu yang bersamaan Bermani Ulu juga ingin menemui adiknya yang berada di desa Batu Bandung.

Beberapa hari kemudian mereka bertemu di bawah batang buah binjai di sebuah hutan yang sekarang menjadi wilayah Kabupan Kepahiang, setelah itu saat masyarakat sudah banyak mendiami lokasi pertemuan bermani ilir dan bermani ulu mereka sepakat memberi nama daerah tersebut Peraduan Binjai yang berarti tempat pertemuan. Desa Peraduan Binjai berada di jalan lintas Pagar Alam yang memiliki luas tanah 11000,5 M3 berdampingan dengan desa Tebing Penyamun dan desa Penanjung Panjang Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang.21

Dalam wilayah Desa Peraduan Binjai terdapat empat dusun. Berikut adalah nama-nama pejabat desa Desa Peraduan Binjai:

a. Kepala Desa : Sukiman Dahri, Amd b. Sekretaris Desa : Toton Arisman c. Bendahara Desa : Yas Bastari

21Sain, tetua adat desa Peraduan Binjai, wawancara pada tanggal 19 April 2021 di desa Peraduan Binjai.

33 d. Kadus 1 : Allazi

e. Kadus 2 : Tadin

f. Kadus 3 : Didit Hariono g. Kadus 4 : Deki Saputra 2. Jumlah Penduduk

Penduduk merupakan sekumpulan orang-orang yang bertempat tinggal di suatu daerah dalam waktu tertentu. Berdasarkan data yang didapat dari wawancara dengan bapak Sd yang sekaligus adalah Kepala Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang pada tahun 2021 terdapat 443 KK yang terdiri dari 1423 penduduk. Sedangkan jumlah siswa SMP/MTS yang ada berjumlah 6 orang.

Table 1. 1 Data penduduk

Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang

No Jenis Kelamin Jumlah Penduduk

1 Laki-laki 812

2 Perempuan 611

Jumlah 1423

Sumber: data desa Peraduan Binjai 2019 3. Mata Pencaharian

Mata pencarian adalah macam kegiatan pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan oleh penduduk yang termasuk dalam golongan pekerja, sedang mencari pekerjaan, dan pernah bekerja dengan tujuan mendapatkan penghasilan, dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup. Kebanyakan mata pencarian penduduk desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang adalah bekerja sebagai petani kopi dan padi untuk lebih jelasnya dapat dilihat di table berikut

34 Tabel 1. 2

Mata pencaharian penduduk

Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang

No Jenis Pekerjaan Jumlah

1 Pns 6

2 Pedagang 7

3 Pengusaha 4

4 Swasta 6

5 Petani 443

Jumlah 466

Sumber: data desa Peraduan Binjai 2019 4. Data Siswa

Secara umum siswa merupakan individu-individu yang ikut serta dalam proses belajar. Sedangkan dalam arti sempit siswa adalah peserta didik tempat guru memberi ilmu pengetahuan yang dimiliki. Jumlah siswa SMP/MTS Negeri yang barasal dari Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang ada 6 orang siswa 4 laki-laki 2 perempuan berikut dapat dilihat di table di bawah ini:

Tabel 1.3

Data Siswa Tingkat SMP/MTS

Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang

No Nama Siswa L/P Asal Sekolah

1 Celsie Oktavia P SMPN 02 Tebat Karai

2 Dola Anta Reji L Mtsn 02 Kepahiang

3 Fiki Angara L SMPN 02 Tebat Karai

4 Irma Aini P Mtsn 02 Kepahiang

5 Yoba Aditya L Mtsn 02 Kepahiang

6 Yoriki Nobriansyah L SMPN 05 Tebat Karai

7 Sella Aulia P Mtsn 02 Kepahiang

35 B. Temuan Penelitian

1. Pendampingan Orang Tua dalam Proses Pembelajaran Daring di Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang

Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan, maka peneliti menemukan beberapa temuan mengenai data yang peneliti perlukan pada bagian ini peneliti dapat menyajikan analisis data hasil wawancara dengan sumber atau informasi penelitian mengenai strategi orang tua dalam pendampingan proses pembelajaran pada masa Pandemi COVID-19 tingkat SMP/MTS pada mata pelajaran IPS di Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang.

Dalam pelaksanaan pendidikan para pelajar tidak terlepas dari pendidik yang menjadi pedoman pelajar untuk melakukan proses belajar, pada saat ini dunia mengalami dampak dari COVID-19 maka aktivitas tidak berjalan seperti biasanya, dampak ini pun dirasakan oleh para pelajar dan semua kalangan. Begitu juga yang dirasakan orang tua siswa pada masa pandemi COVID-19 di awal Maret 2020 yang dapat meresahkan orang tua siswa yang dapat menyebabkan orang tua siswa harus mempunyai strategi sendiri dalam proses menghadapi pembelajaran berbasis online di masa pandemi COVID-19 pada mata pelajaran IPS maka penulis dapat melakukan penelitian studi kasus di Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang.

Berikut adalah hasil wawancara kepada beberapa orang tua siswa yang berhubungan dengan proses pendampingan orang tua dalam proses pembelajaran Daring pada masa pandemi ini.

Ibu Yuhaniar selangku orang tua siswa dari Yoba Aditia di Desa Peraduan Binjai Kecamatan Tebat Karai Kabupaten Kepahiang manyampaikan tentang bagaimana strateginya dalam proses pembelajaran di masa pandemi ini sebagai berikut:

36

“Coa ku teu cikpo madek ne skula model corona yo dek sekula ne hanyo duwei biloi permingeu, coa corona bae anak ku jarang belajea nge menea tugas mangko mangko uyo anak ku dew tegalau tugas tapi coa dek penjelasan kune gurew awoe si sekula biaso ne, ipo igoi kadang uku sebagai inok coa paham ine tugas dek neloak gurew ne menea. Kadang-kadang bapak ne ba me majea ne amen bapak ne gidong kerjo neloak ku si mesao kuat ne dek pacak tapi kadang lak kenwat si amen coa si alew me brayak. Apo igoi ite nak sadoe yo kabuki la berakat me talang belek bi kakbeak lak ngesak dem o llitak lak istirahat memen ne lak metalang kenai bapak ne awoe o kenai ijoi coa nien dek waktew lam demaping ne dan kadang o nenget si ne bae meloa belajea amen gidong tinget aet ba dek coa tinget ne, kadang ade ba debat debat amen coa litak nien amen coa o gidong coa me talang me kemwat si belajea.22

Saya tidak tau mau bilang apa, sekolah atau proses pembelajaran dimasa pandemi COVID-19 ini yang sekolah hanya masuk dua kali seminggu, karena saat sekolah seperti biasa saja yang setiap harinya diberi materi di jelaskan anak saya saat mengerjakan tugas masih banyak yang tidak paham apalagi sekarang yang hanya diberikan tugas tampa dijelaskan, saya juga sebagai orang tuanya kadang tidak paham tentang tugas yang diberikan guru kepada anak saya, kadang-kadang saya suruh suami saya untuk menemi anak saya belajar kalau dia ngak terlalu capek dan kadang-kadang juga saya suruh anak belajar bersama teman-temannya agar bisa mengerjakan kan tugasnya, yang mana yang dia tidak tau dia bisa bertanya dengan temannya.

Apalagi saya dengan bapaknya pagi-pagi harus keladang pulangnya udah sore dan saya lanjut masak untuk makan malam bapaknya istirahat jika tidak terlalu capek dialah yang mengingatkan dan menemani anak kami belajar dan menyelesaikan tugas-tugasnya tapi kalo bapaknya kecapean tidak ada yang mendampingi anak kami belajar.23

Hal ini juga diungkapkan oleh bapak Randi orang tua siswa dari Fiki Anggara dari Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang sebagai berikut:

Uku kenai bingung ngen skula model uyo anak anak dew ba busik ngen main game kerno anak-anak Cuma sekula duwei biloi demingeu wakteu ne tegoa kulo jijoi anak-anak yo Cuma dew nageak tugas bae na anak-anak yo amen coa kenwat inok ne coa si belejae ngen menea tugas, keme yo kadang sibuk lak me talang lak mulang talang kawo keme kerno oba penghidupan keme

22Yuhaniar, orang tua siswa, wawancara pada tanggal 19 April 2021 di desa Peraduan Binjai.

23Yuhaniar, orang tua siswa, wawancara pada tanggal 19 April 2021 di desa Peraduan Binjai.

37

jijoi agak jarang ade waktew nak umeak untuk kemwat anak-anak belajea ngen menea tugas, belek kune talang bi pelbeak lasung istirahat kerno litak kadang lak kulo murus asoak-asoak ne dek gi SD yo, tapi amen gidong coa me talang inok ne ba me kemwat si belajea ngen menea tugas dem o semenjak sekula corona yo anak-anak yo lak kulo dek hp karno gurew ne kemirim tugas lewet hp dem o lak kulo kuota ne dem o dek belanyo tetep lak kulo ijoi keme teraso dew tameak pengeluaran dari pado sekula awoe biaso ne.24

Saya juga bingung dengan sistem pembelajaran di masa pandemi ini anak-anak lebih banyak bermain dengan teman-temannya dan bermain game di Handphonenya, dimasa pandemi ini juga sekolah hanya dua kali seminggu dan waktunya hanya sebentar dan tugas-tugasnya tambah banyak untuk dikerjakan dirumah, yang jadi masalah adalah anak-anak ini jika tidak ditemani ibunya mereka tidak mengerjakan tugas dan belajar sedangkan ibunya lebih sering membantu saya bekerja di kebun dari pagi sampai sore sepulangnya dari kebun langsung istirahat dan ibunya sibuk didapur dan juga subuk mengurus anak-anak saya yang masih SD, tetapi jika ibunya tidak pergi kekebun ibunya saya suruh untuk menemani dia untuk mengerjakan tugas, dan sekarang anak saya yang SMP ini mintak di belikan Hanphone karena guru mengirim tugas lewat grub Whatsaap mau tak mau harus dibelikan dan kami mau mengawasi juga saat dia menggunakan Handphone takut dia membuka-buka yang tidak benar na kami kurang paham juga mengunakan Handphone itu juga menjadi kesulitan kami dalam mendampinginya belajar.

Berbeda halnya dengan pendapat bapak Jhoni Asri orang tua dari siswa bernama Chelsie Oktavia di Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang.

Jijoi sekula lem masa pandemic yo dew ba tugas dek nageak gurew ne liwet HP sedangkan dek sekula masuk kelas yo cuman demingeu duwei kiloi, jijoi keme sebagai inok bapak ne yo harus mageak semanget trus magea anak yo kunyeu si belajea amen la temunyuk ne kadang-kadang keme kulo kurang kulo paham tew ba dewek ite tun sadoe inok bapak ne dew ba dek cuman tamat SD kaang ade dek coa tamat SD, oba ku galak madeak magea anak dek sekula ko dek lak hebat ko dek lak sukses ko na tergantung magea ko lak belajea ine coa, na keme sebagai inok bapak yo cuman mempasilitasi bae kiro-kiro keadaan lem belajea lem masa pandemi yo si lak HP keme sebagai

24Randi , orang tua siswa, wawancara pada tanggal 17 April 2021 di desa Peraduan Binjai.

38

inok bapak berusaho cikpo caro ne anak keme ade HP lak kulo kuota keme mbeloi kulo kuota nedek penting anak yo semanget belajea ne masalah taci ade bae reskoi nageak tuhan, na Alhamdulillah anak keme yo giet si belajea coa ngut neloak si belajea dewek kadang-kadang inok ne kemwat si belajea samoi magea semanget trus kadang o aet keme kemleak si me majea kuat- kuat ne me busik me dasoe.25

Jadi memang proses pembelajaran di masa pandemi ini lebih banyak tugas yang diberikan guru melalui aplikasi pembelajaran sedangkan belajar tatap mukanya hanya dua hari dalam satu minggunya. Jadi, memang kami sebagai orang tua harus selalu memberikan motivasi kepada anak agar mereka semangat belajar dan mengerjakan tugas yang sudah diberikan. Terkadang kami mau mengajarinya namun anak kami lebih paham dari pada kami tau sediri kebanyakan orang tua di desa ini cuma tamatan SD dan ada juga yang tidak tamat SD, sekarang tugas kami sebagai orang tua adalah selalu memberi motivasi kepada anak, yang sering saya katakana kepada anak saya adalah yang sekolah kamu, yang mau hebat kamu, yang mau sukses ya kamu jadi tergantung dengan kamu mau belajar atau tidak. Kami sebagai orang tua hanya memfasilitasi saja kira-kira dalam proses pembelajaran di masa pandemi ini kamu butuh Handphone kami belikan Handphone kamu butuh kuota kami belikan kuota bagai mana pun caranya yang penting kamu mau belajar dan semangat trus mengejar cita-citanya, masalah uang ada-ada saja rezeki yang di berikan Tuhan. Sampai sekarang Alhamdulillah anak kami rajin belajar dan kadang-kadang ibunya menemani dia belajar sambil memberi semangat dan juga saya lihat banyak teman-temannya yang dating kerumah untuk mintak ajari mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru.

Elvi Ernawati juga selaku orang tua siswa dari Yoriki di Desa Peraduan binjai kecamatan Tebat Karai Kabupaten Kepahiang mengatakan:

“peran saya sebagai orang tua terutama saya sebagai ibu yang memang tugasnya mengurusi anak-anak dan rumah, apalagi sekarang dimasa pandemi COVID-19 ini proses belajar anak-anak banyak dilakukan dirumah jadi saya sebagai ibunya harus punya strategi membuat anak tetap semangat dan tidak bosan selama belajar dan membuat tugas dirumah. Jadi untuk anak saya yang SMP apa yang dia mau saya berikan dengan syarat rajin belajar dan tugas- tugas yang diberikan dari sekolah itu dikerjakan dengan baik. Apalagi anak saya yang SMP inikan lagi suka sekali main game online jadi saya bilang jika mau dibelikan kuota kamu rajin belajar dan tugas-tugas yang diberikan

25jhoni, orang tua siswa, wawancara pada tanggal 23 April 2021 di desa Peraduan Binjai.

39

dikerjakan dan dikumpulkan tepat waktu. Dan Alhamdulillah dia rajin belajar dan mengerjakan tugas.26

Berdasarkan hasil temuan di atas dapat peneliti simpulkan bahwa masih banyak orang tua siswa di Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang yang belum melakukan pendampingan secara baik kepada anaknya di masa pandemi COVID- 19 ini padahal pendampingan merupakan suatu aktivitas yang dilakukan melalui pembinaan, pengajaran, pengarahan dalam individu atau kelompok. Belajar merupakan satu faktor yang berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu. Istilah pendampingan belajar berkaitan erat dengan proses dan hasil belajar anak, karena pendampingan diartikan bimbingan yang sifatnya lebih dekat dengan subjek yang dituju terutama dalam hal perkembangan belajar anak. Pendampingan yang diberikan oleh orangtua di rumah dapat meningkatkan motivasi belajar anak apalagi di masa pandemi ini anak memeng membutuh kan pendampingan orang tua guna untuk mendukung dan memberikan nilai kepuasan psikologis pada anak sehingga anak lebih senang belajar tidak mengalami kejenuhan dan gangguan-gangguan lain dalam proses pembelajaran.

2. Apa Saja Kesulitan Orang Tua dalam Mendampingi Proses Pembelajaran Pembelajara Dari Rumah Pada Masa COVID-19 Pada Mata Pelajaran IPS di Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang

Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan, maka peneliti menemukan beberapa temuan mengenai data yang peneliti perlukan pada bagian ini peneliti dapat menyajikan analisis data hasil wawancara dengan sumber atau informasi penelitian mengenai strategi orang tua dalam pendampingan proses pembelajaran pada masa Pandemi COVID-19 tingkat SMP/MTS pada mata pelajaran IPS di Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten

26Elvi Ernawati, orang tua siswa, wawancara pada tanggal 23 April 2021 di desa Peraduan Binjai.

Dokumen terkait