ﺮﻣَﻷﺍﻰﹶﻟﹺﺇ
H. Hipotesis
I. Metode Penelitian
3. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data a. Teknik Pengumpulan Data
Teknik atau cara yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa metode diantaranya:
1) Observasi
Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yag tersusun rapi dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantaranya yang terpenting adalah proses pengamatan dan ingatan.34
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan observasi terstruktur, karena peneliti telah merancang secara sistematis tentang apa yang akan diamati, kapan dan dimana tempatnya, dan peneliti telah tahu dengan pasti tentang variabel apa yang akan diamati.35
Adapun informasi yang diperoleh dari metode ini adalah informasi mengenai motivasi belajar mahasiswa terkait dengan persepsi tentang peluang kerja.
33Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, 82.
34Ibid., 145.
35Ibid., 146.
2) Wawancara
Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab.
Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan wawancara semi-terstruktur, karena pihak yang diajak wawancara diminta pendapat, dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu mendengarkan secara secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh informan.36
Adapun data yang diperoleh dengan menggunakan metode wawancara, antara lain:
a) Persepsi mahasiswa tentang peluang kerja.
b) Pengaruh persepsi peluang kerja terhadap motivasi belajar mahasiswa.
Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Dosen PAI dan mahasiswa prodi PAI semester 6.
3) Angket
Angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang diakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk diawabnya.37
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan angket berstruktur, karena angket sudah disediakan dengan jawabannya, dan responden tinggal memilih. Adapun data yang diperoleh dari angket adalah ;
36Ibid., 231-233.
37Ibid., 142.
a) Data mengenai pengaruh persepsi peluang kerja terhadap motivasi belajar intrinsik mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri Jember Semester 6 Tahun Akademik 2017/2018.
b) Data mengenai pengaruh persepsi peluang kerja terhadap motivasi belajar ekstrinsik mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri Jember Semester 6 Tahun Akademik 2017/2018.
4) Dokumentasi
Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.
Dokumentasi bisa berbentuk tulisan. Gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumentasi yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (life histories), biografi, peraturan, kebijakan. Dokumentasi yang berbentuk gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain.38
Adapun data yang diperoleh dari dokumentasi dalam penelitian ini adalah :
a) Profil IAIN Jember.
b) Visi dan Misi IAIN Jember
c) Data jumlah mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam semester 6 Tahun Akademik 2017/2018 di IAIN Jember.
38Ibid., 240.
b. Instrumen Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan instrumen pengumpulan data utama yaitu kuisioner (angket) dan dokumentasi, serta data pendukungnya yaitu dari observasi dan wawancara. Dengan jumlah pernyataan/pertanyaan dari variabel X dan Y berjumlah 24, dengan jumlah soal dari variabel X adalah 12 butir dan jumlah soal variabel Y adalah 12 butir.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan skala likert. Skala likert adalah skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekeompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian.39
Untuk keperluan analisis kuantitatif, maka jawaban itu dapat diberi skor, misalnya:40
1) Sangat setuju/selalu/sangat positif diberi skor 5 2) Setuju/sering/positif diberi skor 4
3) Ragu-ragu/kadang-kadang/netral diberi skor 3
4) Tidak setuju/hampir tidak pernah/negatif diberi skor 2 5) Sangat tidak setuju/tidak pernah diberi skor 1
Berikut ini adalah kisi-kisi pembuatan instrumen dari variabel X dan Y:
39Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, 93.
40Ibid., 94.
Tabel 1.1
Kisi-kisi instrumen variabel X dan Y
Variabel Sub variabel Indikator No. Butir
1 2 3 4
Persepsi peluang kerja (X)
- 1) Tenaga pendidik (Guru)
1-12
Motivasi belajar (Y)
a. Motivasi belajar intrinsik (Y1)
1) Keinginan 13-16 2) Kebutuhan 17-20 b. Motivasi
belajar ekstinsik (Y2)
1) Pujian 21 dan 22
2) Hadiah 23 dan 24
c. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1) Uji Validitas Instrumen
Dalam penelitian ini, cara yang digunakan untuk mengetahui validitas adalah dengan mengorelasikan hasil pengukuran dengan kriteria. Sedangkan teknik yang digunakan untuk mengetahui validitas adalah teknik korelasi Product Moment (r) dengan rumus sebagai berikut:
rxy = ∑ −(∑ )(∑ )
[ ∑ 2−(∑ )2][ ∑ 2−(∑ )2]
Keterangan:
rxy : Koefisien korelasi antara variabel X dan Y N : Jumlah subjek penelitian
∑ : Jumlah hasil perkalian tiap-tiap skor asli dari X dan Y
∑ : Jumlah skor asli variabel X
∑ 2 : Jumlah skor X kuadrat
∑ : Jumlah skor asli variabel Y
∑ 2 : Jumlah skor Y kuadrat41
Setelah melakukan perhitungan dan sudah diketahui nilai rxy hitung, maka angka tersebut dikonsultasikan dengan tabel (r) product moment dengan jumlah N yang sama pada taraf signifikan 5%. Apabila rxy hitung lebih besar atau sama dengan rxy tabel (rh ≥ rt) berarti korelasi bersifat signifikan, artinya instrumen tes dapat dikatakan valid. Sedangkan apabila rxy hitung lebih kecil dari rxy
tabel (rh< rt) berarti korelasi bersifat tidak signifikan, artinya instrumen tes dapat dikatakan tidak valid.42
2) Uji Reliabilitas Instrumen
Uji reliabilitas instrumen digunakan untuk menguji sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya tingkat kecocokan antara hasil ukur dengan keadaan sesungguhnya pada responden.
Reliabilitas ini berkaitan dengan konsistensi antara butir-butir suatu alat ukur. Oleh karena butir instrumen penelitian ini adalah kontinu, maka teknik yang digunakan adalah alpha cronbach. Rumus alpha cronbach digunakan untuk instrumen yang skornya bukan hanya satu dan nol, tetapi lebih bersifat gradual yaitu penjenjangan skor mulai dari skor tertinggi sampai skor terendah. Adapun dengan
41Subana, Statistik Pendidikan (Bandung: Pustaka Setia, 2009), 148.
42Eko Putro Widoyoko, Evaluasi Program Pembelajaran (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), 139.
rumus sebagai berikut : r11= [
−1] [1- ∑ ] Keterangan :
r11 : Reliabilitas instrumen
k : Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal
∑ : Jumlah varian butir : Varians total
Dalam penelitian ini digunakan taraf signifikan 5%. Jika nilai r11 lebih besar atau sama dengan rtabel maka semua data yang dianalisis dengan metode alpha cronbach tersebut adalah ”reliabel”.
Sebaliknya, jika nilai r11 lebih kecil dari rtabel maka semua data yang dianalisis dengan metode alpha cronbach tersebut dianggap ”tidak reliabel”.43