• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. SIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

Berkaitan dengan penelitian yang telah dilaksanakan dengan judul Manifestasi Nasionalisme Presiden Sukarno Melalui Penyelenggaraan Asian Games tahun 1962, ada beberapa saran yang ingin peneliti sampaikan diantaranya:

1. Seiring perkembangan jaman yang semakin modern, trend olahraga merupakan sesuatu yang dilirik karena dinilai membawa banyak manfaat dan keuntungan bagi pelaku maupun penyelenggaranya. Berkaca pada pengalaman masa lampau, Indonesia tercatat pernah menjadi tuan rumah Asian Games ke-IV pada tahun 1962 dan nyatanya mampu memberikan banyak benefit bukan saja yang berupa material, melainkan moral yang dapat melahirkan jiwa-jiwa nasionalisme.

2. Penyelenggaraan Asian Games tahun 1962 pada masa itu merupakan senjata politik era demokrasi terpimpin yang dilaksanakan dengan harapan mampu memberikan penguatan dan pemahaman pada dunia internasional akan pertentangan terhadap segala praktik kolonialisme dan imperialisme Barat.

3. Penyelenggaraan Asian Games tahun 1962 ditengah kondisi sosial ekonomi yang sedang kacau nyatanya mampu mengintegrasikan seluruh elemen yang ada untuk dikerahkan dalam menyukseskan ajang olahraga terbesar sekawasan Asia ini hingga pada akhirnya melahirkan nilai dan makna nasionalisme sebagai outputnya.

86

4. Penyelenggaraan Asian Games tahun 1962 dan merupakan debut pertama Indonesia menjadi tuan rumah merupakan pencapaian tertinggi yang pernah diraih serta menjadi batu loncatan untuk program yang berkaitan dengan olahraga, yakni terselenggaranya GANEFO dan Asian Games tahun 2018.

87

DAFTAR PUSTAKA

Buku:

Abdullah, T. 2010. Indonesia Dalam Arus Sejarah., Vol. 7: Pascarevolusi. Jakarta:

PT. Ichtiar Baru van Hoeve, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI.

Hlm. 352-353.

Abdurahman, D. (2007). Metode Penelitian Sejarah. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Hlm. 64.

Arif, S. (2007). Sejarah & Budaya Demokrasi: Manusia Berstatus Warga dalam Kehidupan Bernegara Bangsa. Averroes Press. Hlm. 58-59.

Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian : Suatu pendekatan praktek. Edisi revisi.

Jakarta: PT Rineka Cipta. Hlm. 206.

Bogdan, R. C. & Biklen K. S, (1982). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Allyn and Bacon, Inc.: Boston London. Hlm. 248.

Borg, W.R. & Gall, M.D. Gall. (1983). Educational Research: An Introduction, Fifth Edition. New York: Longman. Hlm. 103.

Budiyono, K. (2007). Nilai-Nilai Kepribadian dan Kejuangan Bangsa Indonesia.

Bandung: Alfabeta. Hlm. 55.

Burns, R.B. (1993). Konsep Diri: Teori, Pengukuran, Perkembangan, dan Perilaku. Jakarta: Arcan. Hlm.89.

Dahm, B. (1987). Bung Karno dan Perjuangan Kemerdekaan. Penerjemah Hasan Basri. Jakarta: LP3ES. Hlm. 83.

Djamal, M. (2015). Paradigma Penelitian Kualitatif. Jogjakarta: Pustaka Pelajar.

Hlm. 103.

Djoenet, M, P. & Nugroho, N. (2009). Sejarah Nasional Indonesia VI : Jaman Jepang dan Jaman Republik Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. Hlm. 450.

88

Djoenet, M, P. & Nugroho, N, Op. Cit. Hlm. 225.

Fernandes, F. S. (1988). Hubungan Internasional Dan Peranan Bangsa Indonesia Suatu Pendekatan Sejarah. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Hlm.

166.

Freire, P. (2002). Politik Pendidikan: Kebudayaan, Kekuasaan Dan Pembebasan.

Penerjemah Agung Prihantoro. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hlm. 9.

Gottschalk, L. (1986). Mengerti Sejarah (terjemahan). Jakarta : Universitas Indonesia Press. Hlm. 11.

Gunawan, H. (2012). Pendidikan Karakter Konsep dan Implementasi. Bandung:

Alfabeta. Hlm. 31.

Hamid, A, R & Madjid, M, S. (2011). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta : Ombak. Hlm. 41.

Hariyono. (2014). Ideologi pancasila Roh Progresif Nasionalisme Indonesia.

Malang : Intrans Publishing. Hlm.59.

Heyes, C. (2007). Identity Politic. Amerika Serikat: Stanford Encyclopedia of Philosophy. Hlm.86.

Huebner, S. (2016). Pan-Asian Sports and the Emergence of Modern Asia, 1913- 1974. Singapore: NUS Press. Hlm. 175

Ismatullah, D. (2006). Ilmu negara dan Multi Perspektif. Bandung: Pustaka Setia Bandung. Hlm. 141.

Lutan, R. (2007). Indonesia and The Asian Games: Sport, Nationalism and The

“New Order”. London and New York: Routledge, Taylor & Francais Group. Hlm. 4-5.

Mardalis. (1999). Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, Jakarta: Bumi Aksara. Hlm. 156.

Mardiatmadja. (1986). Hubungan Nilai Dengan Kebaikan. Jakarta: Sinar Harapan.

Hlm. 105.

Moesa, A. M. (2007). Nasionalisme Kiai. Yogyakarta: LKIS Pelangi Aksara. Hlm.

28.

Moloeng, J. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Hlm. 949.

89

Mubarok, (2008). Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia Teori dan Aplikasi dalam Praktik. Jakarta : EGC. Hlm. 7.

Muljana, S. (2008). Kesadaran Nasional Dari Kolonialisme Sampai Kemerdekaan.

Yogyakarta: LKIS Pelangi Aksara. Hlm. 3.

Myra & Shelley. 2007. Rahasia Kepemimpinan Bill . Graham.Bandung, Lembaga Literatur Baptis. Hlm. 187.

Naim, N. & Sauqi, A. (2008). Pendidikan Multikultural Konsep & Aplikasi.

Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. Hlm. 58.

Nazir, M. (1988). Metodologi Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia. Hlm. 97.

Noer, D. (1990). Mohammad Hatta, Biografi Politik. LP3ES. Hlm. 482.

Ogden, C, K. & Richards, I, A. (1960). The Meaning of Meaning. London:

Routledge & Kegan Paul LTD. Hlm. 11.

Perwita, A, B. dan Yani, M. A. (2005). Pengantar Ilmu Hubungan Internasional.

Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Hlm. 40.

Priyowidodo, G. (2014). Hakekat Kemerdekaan. Scientific Repository Petra Christian University: Jawa Timur. Hlm. 16.

Seda, F. (1992). Munap dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia. Hlm. 37.

Sekretariat Negara Republik Indonesia. (1985). 30 Tahun Indonesia Merdeka.

Jakarta: PT. Citra Lamtoro. 124-131.

Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2004). Dari Gelora Bung Karno ke Gelora Bung Karno. Jakarta: Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno.

Hlm. 24.

Sekretariat Negara Republik Indonesia. Op. Cit. Hlm. 181-183.

Smith, A. D. (2012). Nasionalisme Teori Ideologi Sejarah. Jakarta: Erlangga. Hlm.

11.

Sukarno. (1963). Di Bawah Bendera Revolusi, Jilid I. Jakarta: Panitia Penerbit Di Bawah Bendera Revolusi. Hlm. 3-10

Soyomuktii, N. (2008). Sukarno & Nasakom, Cetakan I. Jakarta: Garasi. Hlm. 167 Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta. Hlm. 240.

Toto, I, dkk. (2006). Bung Karno, Islam, Pancasila dan NKRI. Jakarta: Republik Indonesia. Hlm. 4

90

Widarto. (2013). Kepemimpinan (Leadership). Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Hlm.3.

Zaenuddin, H, M. (2012). 212 Asal Usul Djakarta Tempo Doeloe. Jakarta : Ufuk Press. Hlm. 128.

Artikel/Jurnal:

Anggia, T & Fuad, A. (2020). Diplomasi Publik Indonesia melalui Penyelenggaraan Asian Games 2018. Padjadjaran Journal of International Relations. 1 (3), 210.

Bayu, A. (2013). Nasionalisme dalam Sepak Bola Indonesia Tahun 1950-1965.

Lembaran Sejarah, 10 (2), 136-148.

Bunnell, F. P. (1966). Guided Democracy Foreign Policy: 1960-1965 President Sukarno Moves from Non-Alignment to Confrontation. Indonesia, 2 (1), 36–76.

Muhammad, Y. Z. (2018). Tuan Rumah Yang Ramah, Peserta Yang Berprestasi:

Imej Indonesia Di Asian Games 1962 Di Surat Kabar Kedaulatan Rakjat.

Patrawidya, 19 (2), 174.

Rahmadya, P. N. (2016). Konstruksi Nilai-Nilai Nasionalisme Dalam Lirik Lagu (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure Pada Lirik Lagu “Bendera”).

Jurnal Ilmu Ekonomi dan Sosial, 5 (3), 301.

Sandy, D. A. (2018). Politik Luar Negeri Indonesia Pada Masa Demokrasi Terpimpin. AVATARA e-Journal Pendidikan Sejarah. 6 (2), 161.

Weinstein, F. B. (1971). The Indonesian Elite’s View of the World and the Foreign Policy of Development. Indonesia, 12 (3), 97–131.

Undang-Undang/Peraturan Pemerintah:

Keputusan Penguasa Perang Pusat No. KPTS/PEPERPU/0733/1959 Tentang Penguasaan Penuh Tanah-Tanah Oleh Negara Untuk Pekerjaan Persiapan dan Penyelenggaraan Asian Games 1962 di Jakarta.

91

Internet/Website:

http://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/. (Diakses pada 19/07/2022, Pukul 07:20 WIB)

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/manifestasi. (Diakses pada 29/05/2021, Pukul 15:35 WIB).

https://tvri.go.id. (Diakses pada 19/07/2022, Pukul 08:20 WIB).

https://www.zenius.net/prologmateri/sejarah/a/410/politik-mercusuar. (Diakses Pada 28/05/2021, Pukul 15:25 WIB).

Prawira, M.D. (2018). Menegakkan Kembali Ideal Nasionalisme Indonesia, http://www.korwilpdip.org/6EDITORIAL071002.html. (Diakses pada 29/05/2021, Pukul 15:00 WIB).

Yuwohady. (2018). Asian Games dan Nation Branding. Diakses dari Yuswohady:

http://www.yuswohady.com/2018/08/18/asian-games-dan-nationbranding/

(Pada 28/05/2021, Pukul 10:53 WIB).

https://www.britannica.com/place/Jakarta/History. (Diakses Pada 19/04/2022, Pukul 07:55 WIB).

Laporan Kegiatan:

Departemen Penerangan Republik Indonesia. (1962). Asian Games 4 Djakarta 24 Agustus-4 September. Jakarta.

Kumpulan Pidato Presiden. (1960). Dokumen Arsip Nasional RI. Dokumen Nomor 160.

Olympic Council of Asia’s Commercial Guidelines for the 18th Asian Games, Jakarta-Palembang 2018, (Diakses pada 29/05/2021, Pukul 15:48 WIB).

Organizing Committee Asian Games IV. (1962). Membangun Manusia Indonesia Baru. Jakarta.

Rusli L. (2007). Indonesia and the Asian Games: Sport, Nationalism and the "New Order". London and New York: Routledge, Taylor & Francis Group.

Dalam dokumen Selamat Datang - Digital Library (Halaman 62-69)

Dokumen terkait