BAB II LANDASAN TEORI
5. Teknik Latihan Terbimbing
No. Nilai Deskripsi Nilai
9. Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang berupaya memperdalam dan memsetujuas sesuatu yang dipelajari, dilihat dan didengar.
10. Semangat Kebangsaan Cara berpikir, bertindak dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11. Cinta Tanah Air Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepeduliaan, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
12. Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong diri untuk menghasikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat dan mengakui serta menghormati keberhasilan orang lain.
13. Bersahabat/Komunikatif Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
14. Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain senang akan keberadaan dirinya.
15. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang bermanfaat bagi dirinya.
16. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang telah terjadi.
17. Peduli Sosial Sikap dan tindakan peduli pada orang lain yang membutuhkan.
18. Tanggung Jawab Sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.
bidangnya.40 Jadi, teknnik latihan terbimbing adalah cara mengajar dengan cara memberikan latihan-latihan materi yang telah dipelajari kepada siswa.
Teknik latihan terbimbing digunakan dalam proses pembelajaran akan menciptakan kondisi siswa yang aktif, latihan terbimbing juga dapat menambah kesempatan, ketepatan, keterampilan dan kesempurnaan dalam melakukan sesuatu, serta dapat pula dipakai sebagai suatu cara untuk mengulangi bahan yang telah dikaji. Dalam menggunakan teknik tersebut guru harus berhati-hati karena hasil dari suatu latihan terbimbing akan tertanam dan kemudian menjadi kebiasaan.41 Jadi, teknik latihan terbimbing dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif, kreatif, dan mampu mengerjakan sesuatu dengan sempurna tetapi dalam pelaksanaan teknik latihan terbimbing harus berhati-hati.
Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa teknik latihan terbimbing merupakan cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan materi yang telah dipelajari dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif, kreatif, dan mampu mengerjakan sesuatu dengan sempurna. Sebagai suatu teknik pembelajaran terdapat kelebihan dan kekurangan dalam menggunakan teknik latihan terbimbing, yaitu sebagai berikut.
a. Kelebihan Teknik Latihan Terbimbing
1) Untuk memperoleh kecakapan motorik, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat alat-alat, menggunakan alat, dan sebagainya.
2) Untuk memperoleh kecakapan mental seperti dalam peranda, menjumlahkan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda (simbol), dan sebagainya.
40Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajari. (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h.95.
41Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajari, h. 95.
3) Untuk memperoleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yang dibuat, seperti hubungan huruf-huruf dalam ejaan, penggunaan simbol, membaca peta, dan sebagainya.
4) Pembentukan kebiasaan yang dilakukan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
5) Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan yang tidak memerlukan konsentrasi dalam pelaksanaannya.
b. Kekurangan Teknik Latihan Terbimbing
1) Menghambat bakat dan inisiatif siswa, karena siswa lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan jauh dari pengertian.
2) Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
3) Latihan yang dilaksanakan secara berulang dapat menimbulkan rasa bosan.
4) Dapat menimbulkan verbalisme.42
Jadi, teknik latihan terbimbing memiliki kelebihan dan kekurangan pada proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru hendaknya berhati-hati dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan teknik latihan terbimbing. Adapun uraian langkah-langkah kegiatan pembelajaran menulis cerpen pada jenjang pendidikan MTs kelas IX, yaitu pada kompetensi dasar 3.6 mengungkapkan pengalaman dan gagasan dalam bentuk cerita pendek dengan memperhatikan Struktur dan kebahasaan. Secara spesifik dapat dijelaskan pada tabel berikut ini.43
Tabel 2.3 Langkah-langkah Pembelajaran dengan Teknik Latihan Terbimbing
42Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajari. (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h. 96.
43Helga Sabrina Sianturi, “Metode Latihan Terbimbing Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Kreatif Dalam Pembelajaran Menulis Cerpen” Basastra I, no.2 (2012), h. 8.
No. Kegiatan Siswa Kegiatan Guru 1. Salah satu siswa memimpin
temannya untuk laporan siap belajar dan berdoa dengan sikap religius yang baik.
Guru menerima laporan dari siswa.
2. Siswa membentuk kelompok. Guru membentuk anggota kelas menjadi lima kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari empat orang.
Kelompok dibentuk untuk mempermudah proses bimbingan menulis teks cerpen.
Tetapi setiap siswa harus menulis teks cerpen yang berbeda-beda.
3. Siswa menerima apersepsi, motivasi, tujuan, manfaat, informasi mengenai KI, KD, dan indikator”, bagan nilai karakter
dan langkah-langkah
pembelajaran dari guru.
Guru memberikan, apersepsi, motivasi, tujuan, manfaat, informasi mengenai KI, KD, dan indikator”, bagan nilai karakter dan langkah-langkah pembelajaran.
4. Siswa menerima informasi mengenai langkah-langkah menulis teks cerpen bagi pemula, contoh teks cerpen dengan teknik latihan terbimbing berbantuan peta konsep, dan cara menulis unsur kebahasaan teks cerpen dari guru.
Guru menjelaskan materi langkah-langkah menulis teks cerpen bagi pemula, contoh teks cerpen dengan teknik latihan terbimbing berbantuan peta konsep, dan cara menulis unsur kebahasaan teks cerpen.
5. Siswa bertanya kepada guru jika ada materi yang belum dipahami.
Guru memberikan penjelasan kepada siswa terkait materi yang belum dipahami.
6. Siswa menentukan ide penulisan teks cerpen.
Guru membimbing dan mengarahkan siswa pada saat proses penentuan ide. Siswa boleh memilih tema yang sama dengan temannya tetapi ceritanya harus berbeda terutama konflik cerita harus berbeda.
7. Siswa berlatih menentukan unsur intrinsik dan Struktur teks cerpen.
Guru membimbing menentukan unsur intrinsik dan Struktur teks cerpen.
8. Siswa berlatih membuat kerangka karangan berupa peta konsep unsur intrinsik dan Struktur teks cerpen.
Guru membimbing siswa membuat kerangka karangan berupa peta konsep unsur intrinsik dan Struktur teks cerpen.
9. Salah satu siswa perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerangka karangan yang berhasil disusun.
Guru membimbing siswa untuk mempresentasikan hasil kerangka karangan yang berhasil disusun.
10. Siswa mengomentari dan memberi saran hasil kerangka
karangan yang telah
dipresentasikan.
Guru menjadi fasilitator saat siswa mengomentari hasil kerangka karangan yang telah dipresentasikan.
11. Siswa mengoreksi dan memperbaiki kesalahan penulisan kerangka karangan unsur dan Struktur teks cerpen.
Guru membimbing siswa untuk memperbaiki kesalahan penulisan kerangka karangan unsur dan Struktur teks cerpen.
12. Siswa mengembangkan kerangka Guru membimbing siswa pada saat
No. Kegiatan Siswa Kegiatan Guru karangan menjadi cerpen yang
utuh dan padu dengan memperhatikan unsur dan Struktur cerpen.
membuat kerangka karangan menjadi cerpen yang utuh dan padu dengan memperhatikan unsur dan Struktur cerpen.
13. Siswa mempresentasikan hasil karyanya pada teman sekelas dengan percaya diri.
Guru menjadi fasilitator saat siswa mempresentasikan hasil karyanya pada teman sekelas.
14. Siswa menanggapi hasil kerja temannya dengan sikap saling menghargai.
Guru menjadi fasilitator saat siswa menanggapi hasil kerja teman-temannya.
15. Siswa menukarkan hasil teks cerpennya dengan teman sebangku untuk disunting.
Guru membimbing siswa untuk menyunting teks cerpen.
16. Siswa menerima informasi pelatihan lanjutan dengan tugas- tugas mandiri.
Guru mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan dengan memberikan tugas-tugas mandiri kepada siswa untuk meningkatkan kemampuan menulis teks cerpen dan pemahaman materi yang telah dipelajari.
17. Siswa menyimpulkan, merefleksi dan bertanya jawab (evaluasi) seluruh pembelajaran yang berlangsung.
Guru membantu siswa untuk menyimpulkan, merefleksi dan bertanya jawab (evaluasi) seluruh pembelajaran yang berlangsung.
Teknik latihan umumnya digunakan untuk memperoleh keterampilan bahan yang dipelajari. Oleh karena itu, metode ceramah dapat digunakan sebelum maupun sesudah latihan dilakukan. Tujuan dari metode ceramah, yaitu untuk memberikan penjelasan kepada siswa mengeni bentuk keterampilan tertentu yang akan dilakukan. Sedangkan demontrasi bertujuan untuk memperagakan atau mempertunjukkan bahan yang dipelajari setelah metode ceramah dilakukan.44
Pada pembelajaran menulis teks cerpen guru dapat menggunakan metode ceramah untuk menjelaskan materi mengenai menulis teks cerpen, kemudian guru dapat mendemonstrasikan langkah-langkah menulis teks cerpen berbantuan peta pikiran. Setelah itu guru memberikan latihan menulis cerpen berbantuan peta pikiran, siswa didampingi oleh guru ketika proses latihan menulis dilakukan.
44Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajari. (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h. 103.
Dalam pelaksanaan pembelajaran, pembelajaran harus tetap mengikuti prosedur pembelajaran, yaitu menyelesaikan materi pembelajaran berdasarkan KD dan alokasi waktu yang ditetapkan.