• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III DESAIN DAN PROSEDUR PENELITIAN

E. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Teknik pengolahan data yang digunakan adalah secara kuantitatif dimana untuk mengetahui bagaimana jawaban responden terhadap pernyataan/pertanyaan yang diajukan dalam angket, maka akan digunakan Likerts Symmated Rating (LSR). Penyusunan skala pengukuran tersebut menggunakan alternatif pilihan antara 1 sampai dengan 5 dengan ketentuan:

1. Jawaban sangat setuju/sangat sering/ sangat efektif, bobot skor 5;

2. Jawaban setuju/sering/efektif, bobot skor 4;

3. Jawaban ragu-ragu/tidak tahu/kurang efektif, bobot skor 3;

4. Jawaban tidak setuju/jarang/tidak efektif, bobot skor 2;

5. Jawaban sangat tidak setuju/tidak pernah/sangat tidak efektif, bobot skor 1;

Untuk keperluan analisis data, untuk mencari besarnya pengaruh secara kompetensi (X) terhadap kinerja pegawai (Y). Berikut persamaan regresi linear berganda:

Keterangan :

Y = Kinerja Pegawai X1 = Pengetahuan pegawai X2 = Keterampilan

X3 = Konsep diri dan nilai-nilai X4 = Karakter pribadi

Untuk mengukur tingkat signifikasi pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat maka akan dilakukan melalui uji t. Jika t hitung lebih besar t tabel artinya variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap nilai variabel terikat begitu pula sebaliknya, dengan rumus sebagai berikut:

t =

Keterangan:

t = t hitung yang selanjutnya dikonsultasikan dengan table t rp = korelasi parsial yang ditemukan

n = jumlah sampel. (Sugiyono, 2014:226)

Pengolahan data dalam penelitian ini akan menggunakan komputer dengan bantuan software SPSS versi 21.00.

64 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Dinas Lingkungan Hidup Daerah 1. Sejarah Dinas Lingkungan Hidup

Sebelum di bentuknya Dinas Lingkungan Hidup, Instansi ini pernah mengalami beberapa perubahan antara lain : Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) pada tahun 2002-2007. Kemudian pada tahun 2007-2009 menjadi Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Keindahan (DPLHK). Setelah tahun 2009 Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Keindahan (DPLHK) diubah menjadi Dinas Lingkungan Hidup Daerah (BLHD).

Kemudian pada tahun 2016Dinas Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) berganti nama lagi menjadi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sampai sekarang. Meskipun pergantian nama dari Dinas Lingkungan Hidup menjadi Dinas Lingkungan Hidup pada tahun 2008. Namun, baru diresmikannya Dinas Lingkungan Hidup pada tanggal 3 januari 2009.

Dinas Lingkungan Hidup yang berlokasi di Jl.Urip Sumorhardjo No 8 Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan ini menjadi salah satu unsur pelaksana Pemerintah Kota Makassar di bidang kebersihan, pengendalian, dan penanggulangan pencemaran. Adapun tugas pokok dari Dinas Lingkungan Hidup sesuai dengan peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 8 Tahun 2016 tentang pembentukan, susunan, kedudukan dan tugas pokok lembaga teknis daerah, antara lain :

1. Dinas Lingkungan Hidup merupakan unsur pelaksana Urusan Pemerintahan di Bidang Lingkungan Hidup yang menjadi Kewenangan Daerah

2. Dinas Lingkungan Hidup dipimpin oleh kepala dinas yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada walikota melalui sekretaris Daerah.

Adapun yang menjadi Tugas Fungsi dari Dinas Lingkungan Hidup yakni 1. Dinas Lingkungan Hidup mempunyai tugas membantu walikota

melaksanakan urusan pemerintahan bidang lingkungan hidup yang menjadi kewenangan Daerah dan tugas Pembantuan yang ditugaskan kepala dearah.

2. Dinas Lingkungan Hidup dalam melaksanakan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

a. Merumuskan dan merencanakan kebijakan pengelolaan kebersihan sampah, pengelolaan air limbah, pertamanan, perindangan jalan, pengendalian dampak lingkungan hidup, dan penaggulangan pencemaran.

b. Melaksanakan pembinaan pengelolaan kebersihan sampah, pengelolaan air limbah, pertamanan, perindangan jalan, pengendalian dampak lingkungan dan penanggulangan pencemaran.

c. Melaksanakan pengelolaan kebersihan sampah, pengelolaan air limbah, pertamanan, perindangan jalan, pengendalian dampak

lingkungan dan penanggulangan pencemaran, serta pemanfaatan sumber daya alam yang menjadi kewenangannya.

d. Melaksanakan perencanaan, pembangunan, pengadaan, pemeliharaan sarana dan prasarana kebersihan sampah, pengelolaan air limbah, pertamanan, perindang jalan, pengendalian dampak lingkungan dan penanggulangan pencemaran.

e. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian teknis pengelolaan kebersihan sampah, pengelolaan air limbah, pertamanan, perindangan jalan, pengendalian dampak lingkungan dan penanggulangan pencemaran.

f. Melaksanakan pemberian rekomendasi, pemantauan dan pengawasan Rencana Kelola Lingkungan (RKL), Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), evaluasi lingkungan, pemulihan kualitas lingkungan, pengelolaan kebersihan sampah, pengelolaan air limbah, pertamanan dan perindangan jalan.

g. Melaksanakan pemungutan retribusi sesuai dengan kewenangan yang diberikan.

h. Melaksanakan ketatausahaan Dinas Lingkungan Hidup. (Rencana strategis satuan kerja perangkat daerah Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar tahun 2016).

2. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Kebijakan Badan Lingkungan Hidup Kota Makassar

a. Visi

Mewujudkan Makassar sebagai Kota Dunia yang Berwawasan Lingkungan

b. Misi

1) Meningkatkan kualitas teknis aparatur Dinas Lingkungan Hidup yang didukung oleh peningkatan kualitas intelektual, mental spiritual, keterampilan serta sarana dan prasarana.

2) Meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat.

3) Meningkatkan peran serta masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

c. Sasaran

Layanan publik meningkat, terutama pada penataan sistem transportasi dan akses masyarakat di pedesaan:

1) Kualitas lingkungan hidup meningkat.

2) Pemanfaatan ruang terkendali.

d. Kebijakan

1) Meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

2) Memperbaiki mutu lingkungan hidup untuk menjamin kemampuan kesejahteraan dan mutu generasi masa kini dan masa depan.

3) Memadukan lingkungan alam dengan lingkungan nilai-nilai religious, sosial, budaya, dan kearifan local ke dalam proses pembangunan.

69

3. STRUKTUR ORGANISASI DINAS LINGKUNGAN HIDUP 4.

Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Ruang

Terbuka Hijau Seksi Edukasi, Promosi,

Monitoring dan Evaluasi Persampahan Seksi Konservasi

Lingkungan Seksi Kajian Dampak

Lingkungan

Seksi Pengendalian dan Kemitraan Ruang Terbuka

Hijau Seksi Peningkatan

Kapasitas Lingkungan Hidup

Seksi Pengaasan dan Penegakan Hukum

Lingkungan Seksi Pengaduan dan

Penyelesaian Sengketa Lingkungan Bidang Penataan dan

Penataan PPLH

Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan

Lingkungan Hidup

Seksi Perencanaan dan Pengembangan Ruang

Terbuka Hijau Seksi Pengembangan dan

pengendalian sistem persampahan dan Limbah

B3 Seksi Pencemaran dan

Kerusakan Lingkungan Seksi Inventarisasi RPPLH

dan KLHAS

SEKRETARIAT

SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN PERENCANAAN

DAN PELAPORAN

SUBBAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN

Bidang Pengelolaan Ruang TerbukaHijau Bidang Persampahan

Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas KEPALA DINAS

UPT KELOMPOK JABATAN

FUNGSIONAL

Susunan Organisasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar 1. Kepala Dinas

2. Sekretariat yang dipimpin oleh seorang sekretaris dan terdiri dari:

a. Subbagian Perencanaan dan Pelaporan b. Subbagian Keuangan

c. Subbagian Umum dan Kepegawaian

3. Bidang Penataan dan Penataan PPLH yang dipimpin oleh seorang kepala bidang dan terdiri dari:

a. Seksi Inventarisasi RPPLH dan KLHAS b. Seksi Kajian Dampak Lingkungan

4. Bidang Pengendalian Perusakan dan Konservasi Lingkungan yang dipimpin oleh Seorang kepala bidang dan terdiri dari:

a. Seksi Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan b. Seksi Konservasi Lingkungan

c. Seksi Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan

5. Bidang Persampahan, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas yang dipimpin oleh seorang kepala bidang dan terdiri dari:

a. Seksi Pengembangan dan Pengendalian Sistem Persampahan dan Limbah B3.

b. Seksi Edukasi, Promosi, Monitoring dan Evaluasi Persampahan.

c. Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup

6. Bidang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau yang dipimpin oleh seorang kepala bidang dan terdiri dari:

a. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Ruang Terbuka Hijau

b. Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Ruang Terbuka Hijau c. Seksi Pengendalian dan Kemitraan Ruang Terbuka Hijau 7. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok jabatan fungsional tertentu pada tahun 2011 sudah terisi 2 (dua) orang, yaitu jabatan fungsional tertentu pengendali dampak lingkungan. Kelompok jabatan fungsional tertentu diperlukan untuk menampung personil-personil dengan keahlian khusus antara lain PPNS dan PPLHD. Ketentuan-ketentuan yang dapat digunakan dalam pembentukan kelompok jabatan fungsional tertentu sebagai berikut:

- Keputusan Presiden No. 100 Tahun 2004 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional.

- Keputusan Bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No.47/KEP/MENPAAN/8/2002 tentang jabatan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan dan Angka Kreditnya.

- Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 145 Tahun 2004 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan dan Angka Kreditnya.

- Keputusan Menteri Negara lingkungan Hidup No. 146 Tahun 2004 tentang Pedoman Kualifikasi Pendidikan Untuk Jabatan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan.

- Keputusan Menteri Negara lingkungan Hidup No. 147 Tahun 2004tentang Kode Etik Profesi Pengendali Dampak Lingkungan.

- Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. 62 Tahun 2004 tentang Tata Cara Permintaan, Pemberian, dan Penghentian Tunjangan Jabatan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan.

Dalam PeraturanWalikota Makassar Nomor 93 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup, ditetapkan bahwa tugas pokok DLH Kota Makassar adalah melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang lingkungan hidup. Untuk melaksanakan tugas tersebut DLH Kota Makassar mempunyai fungsi:

a. Perumusan kebijakan penyelenggaraan Urusan Pemerintahan bidang lingkungan Hidup

b. Pelaksanaan kebijakan Urusan pemerintahan bidang lingkungan hidup

c. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan urusan pemerintahan bidang lingkungan hidup

d. Pelaksanaan administrasi dinas urusan pemerintahan bidang lingkungan hidup

e. Pembinaan, pengoordinasian, pengelolaan, pengendalian, dan pengawasan program dan kegiatan bidang lingkungan hidup

f. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh walikota terkait dengan tugas dan fungsinya.

Adapun fungsi dan rincian tugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar sesuai dengan pasal 4 Peraturan Walikota Kota Makassar Nomor 93 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup (Berita Daerah Kota Makassar Tahun 2016 No 93) adalah:

a. Kepala DinasLingkungan Hidup

Tugas dari kepala Dinas Lingkungan Hidup adalah menjadi pemimpin dalam organisasi Dinas Lingkungan Hidupyang memilikitanggung jawab untuk memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya serta memberikan bimbingan dan petunjuk dalam pelaksanaan tugas bawahannya. Kepala DinasLingkungan Hidup berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui sekretaris daerah. Kepala Bagian diangkat dan diberhentikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

b. Sekretariat

Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pelayanan administrasi kepada semua unit organisasi di lingkungan dinas,

Sekretariat mempunyai fungsi :

1) Perencanaan opersional urusan perencanaan dan pelaporan, keuangan, umum kepegawaian.

2) Pelaksanaan urusan perencanaan dan pelaporan, keuangan, umum dan kepegawaian

3) Pengoordinasian urusan perencanaan dan pelaporan, keuangan, umum dan kepegawaian.

4) Pengendalian, evaluasi, dan pelaporan urusan perencanaan dan pelaporan, keuangan, umum dan kepegawaian.

5) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh atasan terkait tugas dan fungsinya.

Tabel 5

Tingkat Pendidikan Pegawai DLH Kota Makassar Kualifikasi

pendidikan

Jenis kelamin

Total Pria Wanita

SMA atau Sederajat 14 12 26

D3 atau Sederajat 1 2 3

Sarjana 18 26 44

Master 10 9 19

Total 43 49 92

Sumber : DLH, Desember 2016

Dokumen terkait