• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pengumpulan Data

KAJIAN KEPUSTAKAAN

D. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data pada jenis penelitian kualitatif yang digunakan oleh peneliti merupakan instrumen utama untuk mencari data dengan berinteraksi secara simbolik dengan informan/ subjek yang diteliti. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah:

1. Observasi

Observasi atau disebut pula dengan pengamatan merupakan kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra.58 Dalam melakukan metode observasi ini, peneliti melakukan pengamatan dilokasi tempat peneliti untuk menggali informasi dan mencatat hal-hal yang menjadi fokus permasalahan peneliti terkait dengan gejala-gejala penelitian.

Jenis observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, karena peneliti melakukan interaksi dengan orang yang diteliti. Dalam hal ini, Spardley membagi jenis observasi partisipan menjadi empat, diantaranya pasif, moderat, aktif dan full. Dari beberapa

58 Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), 155.

pembagian itu peneliti termasuk dalam bagian pasif pastisipan karena peneliti hanya melakukan interaksi dengan skala 0-25%.

Adapun data yang diperoleh peneliti dalam teknik observasi partisipatif ini sebagai berikut:

a. Kondisi kehidupan beragama dalam keluarga beda agama di desa Balun.

b. Perilaku anggota keluarga beda agama dalam beribadah sebagai wujud nyata dari pemahaman tentang pendidikan Islam.

c. Perilaku anggota keluarga beda agama dalam berakhlak sebagai wujud nyata dari pemahaman tentang pendidikan Islam.

2. Wawancara

Wawancara adalah proses percakapan dengan maksud untuk mengonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, motivasi, perasaan dan sebagainya yang dilakukan dua pihak yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan kepada orang yang diwawancarai.59 Dalam kegiatan ini peneliti memberikan beberapa pertanyaan kepada informan terkait dengan judul peneliti.

Penelitian ini menggunakan jenis wawancara semiterstruktur yaitu peneliti telah membuat instrumen sebagai pedoman saat melakukan wawancara, tetapi pelaksanaan wawancara tidak terikat oleh pedoman dan lebih bersifat bebas dan terbuka. Disamping menggunakan wawancara

59 Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2012), 155.

semiterstruktur, peneliti juga menggunakan wawancara mendalam sebagai jenis pengumpulan data utama dalam studi fenomenologi.

Pedoman wawancara digunakan untuk menghindari beberapa permasalahan yang terlupakan oleh peneliti dan digunakan sebagai bimbingan sehingga proses wawancara bisa lebih terarah dan terstruktur.

Adapun data yang diperoleh peneliti dengan menggunakan teknik wawancara adalah:

a. Informasi dari Bapak Khusairi tentang fokus penelitian, sejarah desa, keadaan penduduk, keyakinan, pendidikan, pekerjaan, sarana dan prasarana di desa Balun.

b. Informasi dari Bapak Suwito, Bapak Sutrisno, Bapak Adi Wiyono tentang fokus penelitian, keragaman desa, sejarah masuknya agama (Islam, Hindu, Kristen), permasalahan yang dihadapi, dan budaya agama.

c. Pendapat Bapak Nakim, Ibu Karmani, Ibu Purwati tentang makna aqidah, ibadah, akhlak.

d. Pendapat Karsulin, Nardi, Stefanus Fernanda, Indah Puspasari tentang makna aqidah, ibadah, akhlak dalam pendikan Islam

3. Dokumentasi

Dokumentasi berarti upaya pengumpulan data dengan menyelidiki benda-benda tertulis.60 Dengan menggunakan teknik dokumentasi, maka

60 Mundir, Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (Jember: STAIN Jember Press, 2013), 186.

peneliti dapat melampirkan bukti-bukti yang mendukung penelitian dengan nyata berupa paper.

Adapun data yang diperoleh dengan menggunakan teknik dokumetasi adalah:

a. Data jumlah penduduk menurut jenis kelamin.

b. Data jumlah penduduk menurut keyakinan.

c. Data jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan.

d. Data jumlah penduduk menurut jenis pekerjaan.

e. Sarana dan prasarana penunjang keagamaan.

f. Data keluarga beda agama.

g. Dokumentasi penerapan ibadah pada keluarga beda agama E. Analisis Data

Analisis data merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan refleksi terus-menerus terhadap data, mengajukan pertanyaan-pertanyaan analitis, dan menulis catatan singkat sepanjang penelitian.61 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis dari pemikiran Miles & Hibermen. Adapun aktivitas yang dilakukan dalam analisis data yaitu:

1. Pengumpulan data

Pengumpulan data merupakan prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan.62. Dalam tahap ini, pertama peneliti menemui bapak kepala desa untuk mencari informasi tentang jumlah keluarga yang memiliki perbedaaan agama. Kedua, peneliti

61 John W Creswell, Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed, terj. Achmad Fawaid (Yogyakarta” Pustaka Pelajar, 2009), 339.

62 Nazir, Metode Penelitian (Bogor: Ghalia Indonesia, 2014), 153

mencari informasi alamat rumah informan dengan petunjuk kepala desa.

Ketiga, peneliti menemui pelaku keluarga beda agama untuk wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian peneliti mencatat perkataan narasumber, beserta mengamati proses sesuai dengan fokus penelitian sesuai dengan pedoman penelitian. Mengumpulkan beberapa dokumentasi sesuai dengan fokus penelitian. Selanjutnya peneliti mencari beberapa tambahan referensi sesuai dengan data yang diperoleh dilapangan.

2. Kondensasi data

Pada buku Miles & Huberman ditulis “Data condensation refers to the process of selecting, focusing, simplifying, abstracting, and/or transforming the data that appear in the full corpus (body) of written-up field note, interview, transcripts, documents, and other empirical materials.63 Kondensasi data adalah proses menyeleksi, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi, dan mengubah catatan lapangan, transkrip wawancara, dokumen, dan materi (temuan) empirik lainnya.

Kondensasi (pengembunan) data berarti mengubah data yang sebelumnya menguap menjadi lebih padat (air). Letak perbedaan antara reduksi dengan kondensasi terletak pada cara penyederhanaan data. Reduksi cenderung memilah kemudian memilih, sedangkan kondensasi menyesuaikan seluruh data yang dijaring tanpa harus memilah (mengurangi) data.64

Dalam kondensasi data merujuk kepada proses menyeleksi, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi dan mentransformasi

63 Matthew B Miles. dkk, Qualitative data analysis (Amerika: SAGE, 2014), 31.

64 Halim Malik, Penelitian Kualitatif” https://kacamatapustaka.wordpress.com/2018/04/24/

kondensasi-dalam-analisis-data-penelitian-kualitatif/ (12 februari 2019).

data yang terdapat pada catatan lapangan maupun transkrip dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut:

a. Selecting

Menurut Miles dan Huberman, peneliti harus bertindak selektif, yaitu menentukan dimensi-dimensi mana yang lebih penting, hubungan-hubungan mana yang mungkin lebih bermakna, dan sebagai konsekuensinya, informasi apa yang dapat dikumpulkan dan dianalisis.65

b. Focusing

Miles dan Huberman menyatakan bahwa memfokuskan data merupakan bentuk pra-analisis. Pada tahap ini, peneliti memfokuskan data yang berhubungan dengan fokus penelitian. Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap seleksi data. Peneliti hanya membatasi data yang berdasarkan fokus penelitian.66

c. Simplifying and abstracting

Data dalam penelitian ini selanjutnya disederhanakan dan diabstraksikan. Abstraksi merupakan usaha membuat rangkuman yang inti, proses, dan pernyataan-pernyataan yang perlu dijaga sehingga tetap berada di dalamnya. Pada tahap ini, data yang telah terkumpul dievaluasi, khususnya yang telah terkumpul dievaluasi, khususnya yang berkaitan dengan kualitas dan kecukupan data.

65 Matthew B Miles. dkk, Qualitative data analysis (Amerika: SAGE, 2014), 31.

66 Ibid., 31.

d. Transforming

Data ditransformasikan dalam berbagai cara, yakni melalui seleksi yang ketat, melalui ringkasan atau uraian singkat, menggolongkan data dalam satu pola yang lebih luas, dan sebagainya.67

3. Penyajian data

Setelah langkah pertama telah dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah menyajikan data. Penyajian data ini dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori.68 Dengan menyajikan data, maka memudahkan peneliti untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami. Dalam tahap ini hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi dikelompokkan sesuai dengan kajian masing-masing.

4. Penarikan kesimpulan

Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.69

67http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/66970/Chapter%20III-

%20V.pdf?sequence=3&isAllowed=y. (12 februari 2019).

68 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung:Penerbit Alfabeta, 2008), 338 341.

69 Ibid., 345.

Kesimpulan yang kredibel adalah kesimpulan yang menjawab atas permasalahan yang menjadi titik fokus peneliti. Dari kesimpulan ini, maka ditemukan hasil penemuan peneliti yang sebelumnya belum pernah dikaji oleh siapa pun. Seperti temuan yang berupa deskripsi atau gambaran objek yang sebelumnya belum jelas menjadi jelas setelah adanya penelitian yang dilakukan. Dalam tahap ini peneliti menyimpulkan dari hasil tahap-tahap analisis sebelumnya. Dan menjawab semua fokus masalah yang menjadi permasalahan dalam penelitian.

Dokumen terkait