• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keluarga Beda Agama di Desa Balun Turi Lamongan Tahun 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Keluarga Beda Agama di Desa Balun Turi Lamongan Tahun 2019"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

“Pentingnya Nilai-Nilai Islam Dalam Persepsi Keluarga Beda Agama di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Tahun 2019” telah disusun. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan terdapat beberapa warga yang mempunyai keluarga yang berbeda keyakinan yaitu Islam, Kristen dan Hindu. Penelitian ini dilakukan untuk menggali pentingnya nilai-nilai Islam dalam aspek keimanan, ibadah dan akhlak yang dipahami oleh keluarga yang berbeda agama sehingga menjadi salah satu penyebab terjadinya perpindahan agama di Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan.

Fokus penelitian yang dimaksud dalam penelitian ini adalah 1) Pemahaman nilai-nilai Islam ditinjau dari aqidah persepsi keluarga beda agama di desa Balun Lamongan, 2) Pemahaman nilai-nilai Islam ditinjau dari ibadah dalam persepsi . keluarga beda agama di desa Balun Lamongan, 3) Pemahaman nilai-nilai Islam aspek moral dalam persepsi keluarga berbeda agama di desa Balun Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena perpindahan agama melalui pemahaman nilai-nilai Islam pada aspek keimanan, ibadah dan akhlak pada keluarga beda agama di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pemahaman nilai-nilai Islam ditinjau dari aqidah persepsi keluarga beda agama di desa Balun Lamongan adalah keyakinan terhadap ajaran atau dogma agama yang bersumber dari keyakinan dalam hati yang beragama. dogma mengajarkan kebenaran. dan kebaikan, jika diyakini, maka segala kaidah dan akibat dari ajaran yang terkandung dalam iman yang dianut harus ditaati.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang Masalah
  • Fokus Penelitian
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
    • Manfaat Teoritis
    • Manfaat Praktis
  • Definisi Istilah
    • Pemaknaan Nilai- nilai Islam
    • Persepsi Keluarga Beda Agama
  • Sistematika Pembahasan

Bagaimana pentingnya nilai-nilai Islam dalam aspek aqidah dalam persepsi keluarga berbeda agama di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Bagaimana pentingnya nilai-nilai Islam dalam aspek ibadah dalam persepsi keluarga berbeda agama di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Bagaimana pentingnya nilai-nilai Islam pada aspek moral dalam persepsi keluarga berbeda agama di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan.

Mendeskripsikan pentingnya nilai-nilai Islam dari sudut pandang aqidah dalam persepsi keluarga yang berbeda keyakinan di desa Balun kecamatan Turi kabupaten Lamongan. Mendeskripsikan pentingnya nilai-nilai Islam dalam aspek ibadah dalam persepsi keluarga yang berbeda keyakinan di desa Balun kecamatan Turi kabupaten Lamongan. Mendeskripsikan pentingnya nilai-nilai Islam dari sudut pandang moral dalam persepsi keluarga yang berbeda keyakinan di desa Balun kecamatan Turi kabupaten Lamongan.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Kesamaan dari penelitian-penelitian tersebut adalah sama-sama meneliti keluarga yang berbeda agama dan sama-sama menggunakan penelitian kualitatif. Sedangkan yang membedakan penelitian ini adalah penekanannya pada proses pendidikan keluarga untuk membentuk nilai-nilai moral pada anak, sedangkan peneliti lebih menekankan pada makna pendidikan Islam. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah 1) Hubungan anggota keluarga pada pasangan beda agama, 2) Fungsi keluarga menurut pasangan beda agama, 3) Faktor-faktor yang mendorong keharmonisan keluarga pada pasangan beda agama.

Kesamaan penelitian ini adalah objek penelitiannya adalah keluarga yang berbeda agama dan sama-sama menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe fenomenologis. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah 1) Karakteristik keluarga berbeda agama, 2) Proses pendidikan agama Islam pada keluarga berbeda agama, 3) Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses pendidikan agama Islam pada keluarga multi agama. . Kesamaan penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan objek pendidikan Islam dan penelitian pada keluarga yang berbeda agama.

Kajian Teori

Iman kepada Allah adalah mengimani dengan sepenuh hati bahwa Tuhan yang disembah adalah Allah yang mengatur segala urusan di dunia dan di akhirat. Islam mengajarkan bahwa keimanan kepada Allah harus bersih dan suci, yang menutup celah-celah yang memungkinkan masuknya kesyirikan. Iman kepada malaikat adalah mengimani dengan sepenuh hati bahwa Allah menciptakan malaikat untuk melaksanakan segala perintah-Nya.

Keimanan terhadap kitab suci adalah mengimani sepenuh hati bahwa Allah telah menurunkan kitab-kitab kepada para Nabi berupa kalimat-kalimat-Nya untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia. 14 Sudirman, Rukun Islam (Menuju Kesempurnaan Sumber Daya Muslim) (Malang: UIN- Maliki Press) sebagai contoh nyata pribadi manusia yang baik.15 Iman kepada Nabi adalah mengimani sepenuh hati bahwa Nabi adalah utusan Allah Barangsiapa yang mempunyai kewajiban menyampaikan firman Allah dengan iman pada hari kiamat adalah beriman dengan sepenuh hati bahwa akan tiba hari kiamat disertai kehancuran dunia dan seisinya, maka manusia akan dibangkitkan kembali untuk menerima siksa atas perbuatannya. tindakan mereka saat berada di lapangan.

16 Sudirman, Rukun Islam (Menuju Kesempurnaan Sumber Daya Umat Islam) (Malang: UIN- Maliki Press) titik tolak kejadian tersebut merupakan bukti nyata hukum keduniawian yang berlaku pada seluruh ciptaan Allah. bisa dimasukkan ke dalam hati dengan mengimani beberapa hal antara lain : Iman terhadap qodho dan qodar adalah mengimani dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT mempunyai kehendak, ketetapan dan keputusan bagi seluruh makhluk-Nya. meyakini beberapa hal antara lain:

40 Kurnial Illahi, dkk, Konversi Agama (Kajian Teoritis dan Empiris Fenomena Sosial, Faktor dan Pengaruhnya di Minangkabau) (Malang: Kalimetro Intelengisia Media. 2017), 1. Konversi agama dapat diartikan berpindah agama atau masuk suatu agama, taubat , pindah agama, perubahan sikap terhadap ajaran agama atau masuk suatu agama, berpindah keyakinan dan keyakinan pada suatu agama yang dianut seseorang, meninggalkan keyakinan pada suatu agama dan memeluk atau meyakini agama lain.46 . 46 Kurnial Illahi, dkk, Konversi Agama (Kajian Teoritis dan Empiris Fenomena Sosial, Faktor dan Pengaruhnya di Minangkabau) (Malang: Kalimetro Inteligensia Media a) Faktor keluarga, antara lain: perpecahan keluarga, ketidakcocokan, beda agama, kesepian, kesulitan seksual, kurangnya pengakuan dari kerabat lainnya.

49 Kurnial Illahi, dkk, Konversi Agama (Kajian Teoritis dan Empiris Fenomena, Faktor dan Dampak Sosial di Minangkabau) (Malang: Kalimetro Inteligensia Media berpendapat bahwa agama yang dianut dapat menimbulkan rasa bahagia dan rasa optimis untuk mampu dalam menjalani hidup Dampak dari pindah agama dapat membawa kedamaian dalam penyelesaian masalah, tingkah laku dan karakter dalam pergaulan, cara seseorang berbicara dan berpakaian. Seseorang yang telah berpindah agama akan mengalami gejala-gejala baru yang dapat membuat orang tersebut menjadi tidak sempurna sama sekali. perasaan yaitu perasaan menyesal pada diri sendiri, perasaan berdosa dan orang lain, sehingga mencari perlindungan lain yang dapat memberikan kehidupan tenang dan damai. keyakinan yang paling benar.

Tabel 2.3  Jenis harta: Biji-bijan
Tabel 2.3 Jenis harta: Biji-bijan

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokasi Penelitian

Subyek Penelitian

Keluarga Pak Nakim dan Ibu Karnaseh beragama Kristen dan anak Nardi dan Karsulin beragama Islam (mualaf). Keluarga Bapak Mulyono dan Ibu Purwanti beragama Kristen dan anak Aldo dan Stefanus Fernanda beragama Islam (mualaf). Keluarga Bu Karmani beragama Hindu dan anak Indah Puspasari beragama Islam (mualaf) dan Eva beragama Kristen.

Teknik Pengumpulan Data

Perilaku anggota keluarga yang berbeda keyakinan dalam beribadah merupakan wujud nyata pemahaman mereka terhadap pendidikan Islam. Perilaku anggota keluarga yang berbeda keyakinan mengenai akhlak merupakan wujud nyata pemahaman pendidikan Islam. Dokumentasi berarti upaya pengumpulan data dengan cara meneliti benda-benda tertulis.60 Oleh karena itu menggunakan teknik dokumentasi.

Analisis data adalah proses berkelanjutan yang memerlukan refleksi terus-menerus terhadap data, mengajukan pertanyaan analitis dan menulis catatan singkat sepanjang penelitian.61 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis dari pemikiran Miles & Hibermen. Pada tahap ini peneliti pertama kali bertemu dengan kepala desa untuk mengetahui informasi jumlah keluarga yang berbeda agama. Peneliti kemudian mencatat perkataan narasumber, dan mengamati prosesnya sesuai fokus penelitian sesuai dengan pedoman penelitian.

Dalam buku Miles & Huberman tertulis “Kondensasi data mengacu pada proses pemilihan, pemfokusan, penyederhanaan, pengabstraksian dan/atau transformasi data yang muncul di seluruh korpus (badan) rekaman catatan lapangan, wawancara, transkrip, dokumen dan empiris lainnya. bahan .63 Kondensasi data adalah proses memilih, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi, dan memodifikasi catatan lapangan, transkrip wawancara, dokumen, dan bahan (temuan) empiris lainnya.Reduksi cenderung memilah lalu memilih, sedangkan kondensasi menyesuaikan seluruh data yang ditangkap tanpa harus memilah (mereduksi) datanya.64 Pada tahap ini dilakukan evaluasi terhadap data yang telah terkumpul, terutama yang berkaitan dengan kualitas dan kecukupan data.

Penyajian data tersebut dilakukan dalam bentuk uraian singkat, grafik, hubungan antar kategori.68 Dengan menyajikan data, peneliti memudahkan pemahaman tentang apa yang terjadi, merencanakan pekerjaan selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami. Kesimpulan awal yang disampaikan masih bersifat sementara dan akan berubah kecuali ditemukan bukti pendukung yang kuat pada tahap pengumpulan data berikutnya. Namun apabila kesimpulan yang disampaikan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten pada saat peneliti terjun ke lapangan untuk mengumpulkan data, maka kesimpulan yang disampaikan merupakan kesimpulan yang dapat dipercaya.69.

Seperti temuan berupa deskripsi atau gambaran terhadap objek yang tadinya tidak jelas menjadi jelas setelah penelitian dilakukan.

Keabsahan Data

Dari kesimpulan tersebut, peneliti menemukan temuan yang belum pernah diteliti sebelumnya.

Tahap-tahap Penelitian

  • Tahap Sebelum Lapangan
  • Tahap Lapangan
  • Tahap Sesudah Lapangan

Hasil perbandingan yang diperoleh hendaknya merupakan data yang sejenis atau apabila tidak ada persamaan antar data maka peneliti akan menentukan penyebab dan penjelasan perbedaan tersebut. Penelitian yang dilakukan peneliti merupakan penelitian resmi, oleh karena itu peneliti harus melampirkan izin dari akademisi kepada lembaga tempat penelitian dilakukan. Setelah lembaga mendapat izin dengan tanggapan yang baik, atau peneliti mendapat izin untuk melakukan penelitian di lokasi tersebut, maka peneliti melakukan penelitian lapangan untuk mengetahui lebih jauh latar belakang subjek penelitian, lingkungan penelitian, dan lingkungan informan.

Pada tahap ini peneliti memilih beberapa informan yang dianggap dapat memberikan informasi yang relevan dari penelitian peneliti. Setelah tahap penyusunan desain penelitian hingga tahap pemilihan dan pemanfaatan informan, langkah selanjutnya bagi peneliti adalah menyiapkan berbagai peralatan yang diperlukan ketika melakukan penelitian, antara lain buku catatan, alat tulis, buku referensi dan lain-lain.

Kesimpulan

Saran

DAFTAR PUSTAKA

PEDOMAN WAWANCARA

  • Pedoman wawancara untuk kepala desa
  • Pedoman wawancara untuk anggota keluarga muallaf, orang tua non- muslim

Pengalaman apa yang paling melekat di hati dan pikiran Anda ketika anak Anda memilih keyakinan yang berbeda dengan Anda?

KABUPATEN LAMONGAN

Terciptanya video “Lagu Tanah Airku” yang menampilkan tokoh lintas agama dan pemuda lintas agama di Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan.

Gambar

Tabel 2.3  Jenis harta: Biji-bijan

Referensi

Dokumen terkait

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara ( Interview ) mendalam, observasi (pengamatan), dan dokumentasi. Adapun analisis data dilakukan dengan tiga tahapan

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sehingga menghasilkan data deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu : wawancara, observasi, dan dokumentasi.

Penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi

Interaksi tradisi Turun Balun dan Islam dalam ritual pernikahan masyarakat di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan dibuktikan dengan adanya beberapa tahapan yang harus

Berdasarkan uraian yang telah disebutkan di atas, terdapat fenomena langka yaitu pembagian harta warisan pada kelurga beda agama di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan,

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi ,sedangkan alat pengumpulan data adalah menggunakan pedoman

Dalam pengumpulan data digunakan teknik observasi, wawancara, dan angket.Selanjutnya, dianalisis menggunakan rumus persentase.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa

pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pertama, teknik observasi yang digunakan penulis yaitu ikut membantu staf perpustakaan, sambil mengamati