B. Kajian teori
4. Teknik Pengumpulan data
Data merupakan hal yang sangat substansi dalam penelitian.
Oleh karena itu, dalam proses penelitian ada instrumen yang digunakan untuk mendapatkan atau mengumpulkan data, metode dalam mengumpulkan data menjadi salah satu bagian penting dan perlu dipilih dengan tepat agar data yang diharapkan peneliti sesuai dengan masalah yang akan diteliti.
Dalam pengumpulan data diperlukan data-data yang bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya dan mampu mewakili seluruh populasi yang diteliti. Untuk meneliti dan menyusun instrument pengumpulan data perlu ketetapan dalam penelitian sehingga dapat tercapainya pemecahan masalah secara valid, realibel dan dapat dirumuskan dengan cara yang bersifat obyektif.
Dengan demikian untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini maka peneliti menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut:
a. Metode Observasi
Dalam metode ini peneliti menggunakan observasi partisipatif dimana dalam observasi ini peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Dengan menggunakan observasi partisipan ini, maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak.73
Alasan dimanfaatkannya metode ini adalah sebagai berikut:
1) Teknik pengamatan ini didasarkan atas pengalaman secara langsung, sehingga lebih meyakini peneliti.
2) Teknik pengamatan ini memungkinkan peneliti untuk melihat, mengamati, dan mencatat perilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya.
3) Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan proporsional maupun pengetahuan yang langsung diperoleh dari data.
4) Jalan terbaik untuk mengecek kepercayaan data tersebut ialah dengan jalan memanfaatkan pengamatan.
5) Teknik pengamatan memungkinkan peneliti mampu memahami situasi yang rumit.
73 Suharsimi Arikunto, Prosedur penelitian, (Jakarta: PT Rikena cipta,2010), 227.
6) Dalam kasus tertentu dimana komunikasi tidak memungkinkan, maka pengamatan bisa dimanfaatkan.74
Dalam hal ini peneliti observasi partisipatif aktif, dimana peneliti tidak hanya mengamati obyek penelitian, melainkan ikut terlibat dalam kegiatan atau aktifitas kegiatan. Adapun data yang ingin diperoleh dari metode ini antara lain:
a) Letak lokasi penelitian b) Kondisi obyek penelitian
Metode ini digunakan untuk mengamati secara langsung pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru mata pelajaran Qur’an Hadits dalam mengatasi kemalasan siswa dalam baca tulis Al-Qur’an di MA Al-Hidayah karang harjo.
b. Metode Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.
Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.75
Dalam teknik ini peneliti menggunakan jenis wawancara tak berstruktur (unstructed interview) dimana yang dimaksud wawancara tak berstruktur disini adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan
74 Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010), 174-175.
75 Suharsimi Arikunto, Prosedur penelitian, (Jakarta: PT Rikena cipta,2010),186.
datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis- garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.76
Metode ini digunakan agar peneliti mendapatkan informasi terbaru berkenaan dengan program maupun pelaksanaan dan strategi yang dilakukan guru mata pelajaran Qur’an hadits dalam mengatasi kemalasan siswa dalam baca tulis Al-Qur’an, untuk mendapatkan data-data dari subjek penelitian tentang keadaan sekolah, keadaan guru pendidikan agama islam terutama guru Qur’an Hadits dalam proses pembelajaran yang dilakukannya untuk mengatasi kemalasan siswa kelas XI dalam baca tulis Al- Qur’an di MA Al-Hidayah karang harjo.
c. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah catatan yang sudah berlalu.
Dokumentasi dapat berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari sesoerang.
Metode Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prestasi, repot, agenda, dan sebagainya.77Dokumentasi sudah ada sejak lama digunakan dalam penelitian sebagai sumber data. Karena dalam banyak hal, dokumen adalah sumber data yang
76 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2011), 233.
77 Suharsimi Arikunto, Prosedur penelitian, (Jakarta: PT Rikena cipta,2010), 274
dapat dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan meramalkan.78
Dengan demikian maka jelaslah bahwa metode dokumentasi yang dipakai dalam penelitian ini digunakan oleh peneliti untuk mencari data-data yang sudah didokumentasikan seperti buku-buku, laporan, arsip, majalah dan sebagainya.
Adapun data yang ingin diperoleh dari metode dokumentasi adalah:
1) Struktur lembaga 2) Denah lembaga
3) Data-data lain yang diperlukan 5. Analisis data
Analisis data menurut bodgan dan biklen yang dikutip oleh Moleong adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, memilah milahnya menjadi saruan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menentukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakankepada yang lain.79
Analisa data disini adalah proses mengorganisasikan dan mengumpulkan data kedalam pola, kategori dan satuan uraikan sehingga dapat ditemukan tema dan dapat merumuskan hipotesis seperti yang disarankan oleh data.
78Lexy J. Moleong, Metode Penelitian kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosda karya,2010), 217.
79Ibid., 243.
Untuk menafsirkan data penelitian, peneliti menggunakan metode deskriptif analisis yaitu suatu metode analisa data yang menuturkan, menafsirkan, serta mengklasifikasikan data atau informasi terkait strategi guru mata pelajaran Qur’an Hadits dalam mengatasi Kejenuhan Belajar siswa kelas XI dalam baca tulis Al-Qur’an di Madrasah Aliyah Al-Hidayah karang harjo.
Data penelitian ini, peneliti menggunakan analisis data kualitatif Deskriptif. Kualitatif yaitu pengamatan, wawancara atau perilaku yang diamati. Sedangkan deskriptif adalah gambaran tentang objek yang diteliti mengenai data yang dikumpulkan berup kata-kata, gambar dan bukan angka-angka.80
Jadi penelitian kualitatif deskriptif adalah suatu jenis penelitian untuk menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata dari orang- orang dan perilaku yang dapat diamati serta diinterprentasikan secara tepat.
Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah analisis terasa belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai pada tahap tertentu, diperoleh data yang kredibel. Miles dan Huberman mengemukakan
80 Lexy J. Moleong, Metode Penelitian kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosda karya,2010), 11.
bahwa “ aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas.
Aktifitas dalam analisis data, yaitu reduction, data display, dan conclusion drawing/verification “.81
a. Redusi data
Reduksi data adalah identifikasi satuan.82 Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicacat secara teliti dan rici. Semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data semakin banyak. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari temanya dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.
b. Penyajian data
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya.
Dalam mendisplay data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi. Merencanakan kerja selanjutnya
81 Sugiyono, Metode Penelitian kuantitatif kualitatif, (Bandung: AlFabeta,2011), 246.
82Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian, ( Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010), 288
berdasarkan apa yang dipahami tersebut. Miles dan huberman menyarankan dalam melakukan display data, selain dengan teks yang naratif, juga dapat berupa grafik, matrik, network (Jaringan kerja) dan chart.83
c. Menarik kesimpulan (Verifikasi)
Sebagaimana telah dikutip oleh Sugiono dari Milles dan Huberman langkah ketiga dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan bersifat masih sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikunya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung dengan bukti-bukti yang valid dan konsisten pada saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredible.
Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena seperti telah dikemukakan bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada dilapangan.
83 Sugiyono, Metode Penelitian kuantitatif kualitatif, (Bandung: AlFabeta,2011), 249.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remangatau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.84