• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Salah satu faktor keberhasilan dalam sebuah penelitian yakni pemilihan teknik yang digunakan. Adapun jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dalam salah satu artikel jurnal yakni,

qualitative descriptive studies incline to draw from naturalistic investigation, which purports a commitment to studying something in its natural state to the extent that is possible within the context of the research area. Thus, there is no

31

pre-selection of study variables, no manipulation of variables, and no prior commitment to any one theoretical view of a target phenomenon. Although qualitative descriptive studies are different from the other qualitative research designs, qualitative descriptive studies may have some of the overtones of the other approaches. In other words, a qualitative descriptive study may have grounded theory overtones, because it used constant comparative analysis when examining the data.21

Adapun arti dari uraian di atas yaitu, studi deskriptif kualitatif cenderung menarik dari penyelidikan secara aiamiah, yang menuntut komitmen untuk mempelajari sesuatu dalam keadaan alami sejauh yang mungkin dalam konteks area penelitian. Dengan demikian, tidak ada pra-seleksi variabel penelitian, tidak ada manipulasi variabel, dan tidak ada komitmen sebelumnya untuk setiap satu pandangan teoritis dari fenomena target. Meskipun studi deskriptif kualitatif berbeda dari desain penelitian kualitatif lainnya, studi deskriptif kualitatif mungkin memiliki beberapa nada dari pendekatan lainnya. Dengan kata lain, studi deskriptif kualitatif mungkin memiliki nada dasar teori, karena menggunakan analisis komparatif konstan ketika memeriksa data.

Sesuai dengan jenis penelitian yang diguanakan yakni kualitatif diskriptif maka teknik penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut.

3.5.1 Observasi

Penjelasan tentang obsevasi dapat dijelaskan oleh Syaodih N mengatakan bahwa “observasi (observation) atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung”.22

Inti dari observasi ialah adanya perilaku yang tampak dan adanya tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti. Perilaku yang tampak dapat berupa perilaku yang dapat

21 Vickie A and Clinton E, “Qualitative Descriptive Research: An Acceptable Design,”Pacific Rim Int J Nurs Res 16, no 4, (October-December 2012), h.255.

22Djam’an Satori dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2017), h. 105.

dilihat langsung dengan mata, dapat dihitung, didengar dan dapat diukur. Selain itu pada dasarnya observasi haruslah mempunyai tujuan tertentu. Tujuan observasi adalah untuk mendeskripsikan lingkungan yang diamati, aktivitas yang sedang berlangsung, dan fenomena-fonemana yang terjadi sekarang ini.23 Sebagaimana dalam salah satu buku yang memaparkan tentang observasi yaitu,

Observing artless phenomena, aided by systematic classification and measurement, led to the development of theories and laws of nature’s forces, observation continues to characterize all research; Experimental, descriptive, and historical.24

Adapun arti uraian di atas yaitu, Mengamati fenomena alam, dibantu oleh klasifikasi dan pengukuran yang sistematis, mengarah pada pengembangan teori dan hukum kekuatan alam, observasi terus mengkarakterisasi semua penelitian;

Eksperimental, deskriptif, dan historis. Berdasarkan penjelasan mengenai observasi maka dapat dijelaskan bahwa observasi adalah alat untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam menunjang keberhasilan menyimpulkan hasil penelitian. Observasi dapat dilakukan dengan cara mengamati sesuatu yang terjadi dilokasi penelitian kemudian mencatat secara sistematis dengan permasalahan yang ingin diteliti. Oleh karena itu dalam penelitian ini menjadikan peneliti sebagai instrument penelitian untuk mengamati keadaan di lapangan khususnya di MAN 2 Parepare sebagai studi kasus dalam penelitian ini.

Selain itu untuk memperkuat hasil dalam penelitian ini maka calon peneliti menjadi instrument utama dalam penelitian dengan melakukan observasi secara langsung pada lingkungan MAN 2 Parepare, pengajian masyarakat khususnya pengajian yang telah dilakukan oleh siswa MAN 2 Parepare sejak kecil, dimana pengajian ini telah laksanakan olah siswa MAN 2 Parepare dan dibimbing oleh ustadz

23Haris Herdiansyah, Wawancara, Observasi, dan Focus GroupsSebagai Instrumen Penggalian Data Kualitatif(Cet. I; Jakarta: 2013), h. 132

24Jhon W. Best, Research in Education (America: Prentice Hall Inc, 1981), h. 158

33

dan ustadzah atau guru mengaji, dan lingkungan keluarga bagi siswa yang diajarkan oleh orang tuanya mengenai pembelajaran BTQ (baca tulis al-Qur’an).

3.5.2 Wawancara

Metode wawancara atau metode interview, mencakup cara yang dipergunakan seseorang, untuk tujuan suatu tugas tertentu, mencoba mendapatkan keterangan atau pendirian secara lisan dari sesorang responden, dengan bercakap-cakap berhadapan muka dengan orang itu. Dalam hal ini, suatu percakapan meminta keterangan yang yang tidak untuk tujuan suatu tugas, tetapi yang hanya untuk tujuan beramah-tamah, untuk tahu saja, atau untuk bercakap-cakap saja, tidak disebut wawancara. Demikian pula apabila ada seorang anak bertanya-tanya kepada orang tuanya mengenai aneka warna hal, biasanya juga tidak disebut wawancara.25Adapun wawancara menurut Khotari.C.R dalam bukunya Research Methodology yaitu,

The method of interview collecting data implicates presenation of oral-verbal stimuli and reply interms of oral-verbal responses. This method can be used through personal interviews and, if possible, through telephone interviews.

Personal interviews: Personal interview method requires a person known as the interviewer asking questions generally in a face-to-face contact to the other person or persons. (At times theinterviewee may alsoask certain questions and the interviewer responds to these, but usually the interviewer initiates the interview nd collects the information.)26

Adapun arti dari uraian di atas yaitu, metode wawancara pengumpulan data melibatkan presentasi rangsangan oral-verbal dan membalasnya istilah tanggapan lisan-verbal. Metode ini dapat digunakan melalui wawancara pribadi dan, jika memungkinkan, melalui wawancara telepon. Wawancara pribadi: Metode wawancara pribadi membutuhkan orang yang dikenal sebagai pewawancara mengajukan

25 Koentjaraningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1997), h.129.

26 C.R. Kothari, Research Methodology: Methods and Techniques, Second Revised Edition.http://www.modares.ac.ir.pdf(7 November 2008), h. 97.

pertanyaan secara umum dalam kontak tatap muka kepada orang atau orang lain.

(Pada saat itu orang yang diwawancara juga dapat mengajukan pertanyaan tertentu dan pewawancara menanggapi ini, tetapi biasanya pewawancara memulai wawancara dan mengumpulkan informasi).

Dalam penelitian Kualitatif, wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data dengan mencari informasi melalaui tanya jawab yang dilakukan secara langsung kepada responden. Sesuai dengan jenis penelitian yang digunakan yakni kualitatif diskripitif maka salah satu teknik yang paling tepat digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara untuk memperoleh data sesuai kebutuhan penelitian, adapun yang menjadi objek dalam wawancara ini adalah orang tua siswa, guru mengaji siswa, dan guru mata pelajaran al-Qur’an Hadis.

3.5.3 Dokumentasi

Dokumentasi dalam teknik pengumpulan data bertujuan untuk mengumpulkan data-data berupa profil Sekolah, dan juga berupa gambaran-gambaran bagaimana suasana dalam Sekolah tersebut serta bagaimana proses pembelajarannya. Dalam teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi tidak kalah penting jika dibandingkan dengan teknik pengumpulan data lainnya.

Metode dokumentasi, yaitu mencari data variabel dengan menggunakan alat rekam serta buku catatan dalam mengumpulkan data. Metode dokumentasi tidak begitu sulit, jika ada kekeliruan sumber datanya masih tetap, belum berubah. Dengan metode dokumentasi yang diamati bukan benda hidup melainkan bendamati.27 Teknik pengambilan dokumentasi dalam penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan tentang

27SuharsimiArikunto, ProsedurPenelitianSuatuPendekatanPraktik( Cet. XV; Jakarta : PT Rineka Cipta , 2013), h. 274

35

keadaan lokasi dalam penelitian yakni di MAN 2 Parepare menggunakan instrumen penelitian berupa alat rekam untuk mempermudah penulis mengumpulkan dan menjelaskan data yang meliputi personalia sekolah, jumlah siswa, fasilitas sekolah, struktur sekolah dan hal-hal lainnya yang dapat menunjang hasil dalam penelitian ini.

Dokumen terkait