BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan datayangdigunakan dalampenelitian iniadalah: wawancara, observasi dan teknik dokumentasi. Menurut Nasution “catatan lapangan tersebut melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi”.51 Ketiga teknik tersebut digunakan untuk memperoleh formasi yang saling menunjang atau melengkapi tentang Peningkatan mutu pendidikan studi terhadap kepemimpinan kepala madrasah dalam pengelolaan Unit Penjamin Mutu di MAN 2 Mataram.
Adapun instrumen penelitiannya adalah diri peneliti sendiri (human instrument).
51Nasution, Prosedur Penelitian..., h. 56.
a. Teknik Observasi
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi atau pengamatan secara langsung dan mendalam di lokasi peneltian. Observasi adalah metode pengumpulan data dengan jalan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap penemuan-penemuan mana yang di selidiki52. Selain itu, pendapat yang lain mengemukakan bahwa observasi dalam pelaksanaan penelitian ini adalah "suatu metode” pengamatan dan pencatatan dengan sistematika fenomena-fenomena yang diselidiki secara langsung".53 Selanjutnya, Manfaat observasi Menurut M.Q Patton ialah:
1. Dengan berada di lapangan peneliti lebih mampu memahami konteks data dalam keseluruhan situasi.
2. Pengamaian langsung memungkinkan peneliti menggunakan pendekatan induktif.
3. Peneliti dapat melihat hal-hal yang kurang atau yang tidak diamati orang lain.
4. Peneliti dapat menemukan hal-hal di luar persepsi responden sehingga peneliti memperoleh gambaran yang lebih konprehensif.
5. Dalam lapangan peneliti tidak hanya dapat mengadakan pengamatan akan tetapi juga memperoleh kesan-kesan pribadi, misalkan merasakan suasana sosial.54
Observasi atau pengamatan merupakan aktivitas yang sistematis terhadap gejala-gejala baik yang bersifat fisikal maupun mental.
Pengamatan terhadap tindakan-tindakan yang mencerminkan kegiatan- kegiatan Proses pembelajaran di MAN 2 Mataram, kemudian program-
52Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002), h. 123.
53Ibid.,h. 36.
54Djam an Satori, Metodelogi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2014),h.110-111.
program lembaga jaminan mutu terhadap madrsah serta kegiatan organisasi ekstra madrsah yang meningktakan mutu pendidikan madrasah, hal ini diperlukan observasi atau pengamatan secara langsung.
Cara ini dimaksudkan untuk mendapatkan data yang cermat, factual dan sesuai dengan konteksnya. Dalam hal ini peneliti melakukan observasi mulai dari kegiatan sebagai pengamat sampai sewaktu-waktu turut larut dalam situasi atau kegiatan yang sedang berlangsung. Sesuai dengan masalah yang diteliti maka data yang akan dikumpulkan melalui observasi meliputi hal-hal sebagai berikut:
1) Letak dan kondisi geografis MAN 2 Mataram.
2) Organisasi Ekstra MAN 2 Mataram b. Teknik Wawancara
Pengumpulan data juga peneliti lakukan dengan cara melakukan wawancara baik secara langsung maupun tidak langsung. Wawancara adalah suatu metode untuk mengumpulkan data dengan jalan tanya jawab yang dilakukan dengan sistematis dengan berlandaskan pada tujuan penelitian.55
Selain itu, wawancara adalah cara untuk mendapatkan data atau keterangan dari responden secara lisan.56 Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa wawancara adalah alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara tatap muka secara langsung maupun tidak
55MargonoMetodologi Penelitian..., 139.
56Suharsimi, Prosedur Penelitian..., h. 726.
langsung dengan sumber informasi (informan) atau orang yang diwawancarai.
Pertimbangan wawancara ditetapkan sebagai tehnik pengumpulan data yakni: (1) orang mempersepsi objek, peristiwa dan tindakan, kemudian maknanya di tangkap melalui pandangannya, (2) sumber data (orang) yang representatif dapat mengungkapkan gambaran peristiwa, tindakan atau subyek yang telah lama dikenalnya.
Berkaitan dengan objek penelitian Sugiyono menjelaskan adanya tiga komponen, yakni:57
a) Place, gambaran keadaan tempat dimana interaksi dalam situasi sosial sedang berlangsung. Dalam penelitian ini, yang digambar kan adalah Lembaga Jaminan Mutu sebagai peningkatan mutu pendidikan madarash.
b) Actor, pelaku pada suatu situasi social termasuk karakteristik yang melekat pada mereka atau orang orang yang sedang memainkan peran tertentu. Dalam penelitian ini, pelaku yang terlibat adalah Waka madrasah, staf TU madrasah, serta tenaga pendidik.
c) Activity, atau kegiatan yang dilakukan oleh actor dalam situasi sosial yang sedang berlangsung. Dalam penelitian ini, aktivitas yang dimaksud adalah Proses program lembaga jaminan mutu terhadap madrasah serta kondisi belajar siswa saat di kelas karena menunjang mutu pendidikan.
57Sugiyono.Metode Penelitian..., h. 19.
Oleh karena itu, wawancara terhadap orang yang representative untuk suatu persoalan adalah penting untuk mengungkapkan dimensi masalah yang diteliti. Pertimbangan lain mengenai penggunaan teknik wawancara, teknikini mempunyai beberapa kelebihan,yaitu: (1) peneliti dapat melakukan kontak secara langsung dengan respon den sehingga memungkinkan didapatkan jawaban secara bebas dan mendalam, (2) hubungan dapat dibina lebih baik, sehingga memungkinkan responden bisa mengemukakan pendapatnya secara bebas, (3) untuk pertanyaan dan pernyataan yang kurang jelas dari kedua belah pihak dapat diulangi kembali. Bentuk wawancara yang dilakukan oleh peneliti berupa wawancara bebas (tidak berstruktur). Wawancara tidak berstruktur bersifat luas dan terbuka dimana memungkinkan pertanyaan yang diajukan, muatannya dan rumusan kata-katanya disusun sendiri oleh peneliti sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian.
Adapun informan yang akan di wawancarai adalah: Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, dan Guru Madrasah, Kepala Lembaga Jaminan Mutu yang bertanggung jawab sebagai Kepala sekaligus Pembina Lembaga Jaminan Mutu, dan siswa yang mendapatkan atau menerapkan Lembaga Jaminan Mutu tersebut dengan semaksimal mungkin. Kemudian kepala sekolah yang meengelola jalannya manajemen lembaga jaminan mutu.
c. Teknik Dokumentasi
Dalam pengumpulan data, data yang di peroleh adalah : 1. Profil MAN 2 Mataram
2. Profil Unit Penjamin Mutu
3. Jumlah Peserta Didik MAN 2 Mataram 4. Sarana dan Prasarana MAN 2 Mataram 5. Jumlah Guru MAN 2 Mataram
6. Prestasi Kepala Madrasah
7. Buku Akreditasi Perangkat MAN 2 Mataram
peneliti juga menggunakan teknik dokumentasi. Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang berarti barang-barang tertulis yang merupakan informasi yang diperoleh lewat tulis-tulisan, dokumen- dokumen baik tulisan yang berbentuk foto-foto maupun gambar kegiatan. Lincoln dan Guba, mengartikan rekaman sebagai setiap tulisan atau pernyataan yang dipersiapkan oleh atau untuk individual atau organisasi dengan tujuan membuktikan adanya suatu peristiwa atau memenuhi accounting.58
Sekalipun dalam penelitian kualitatif kebanyakan data diperoleh dari sumber manusia (humanresources) melalui observasi dan wawancara, akan tetapi belumlah cukup lengkap perlu adanya penguatan atau penambahan data dari sumber lain yaitu dokumentasi.
Dalam penelitian ini dokumen dapat dijadikan bahan triangulasi untuk mengecek kesesuaian data. Adapun perolehan data dalam penelitian ini dilakukan melalui berbagai dokumen tentang kegiatan-kegiatan kepala madrasah dalam mengelola Lembaga jaminan mutu. Dan hal-
58Ibid..., h. 21.
halyang berkaitan dengan penelitian ini. Dengan studi dokumentasi ini akan diperoleh data tertulis tentang kondisi, peran dan kontribusi Peningkatan mutu pendidikan studi terhadap kepemimpinan kepala madrasah dalam pengelolaan lembaga jaminan mutu di MAN 2 Mataram. Teknik dokumentasi ini memungkinkan ditemukannya perbedaan atau hasil wawancara atau observasi dengan hasil yang terdapat dalam dokumen mengkonfirmasikannya dengan bentuk wawancara.
Dalam penelitian kualitatif, prosedur pengumpulan data tidak memiliki suatu pola yang pasti, fokus penelitian dapat mengalami perubahan. Keberhasilan suatu penelitian naturalistik atau kualitatif sangat bergantung kepada kelengkapan catatan lapangan (fieldnotes) yang disusun peneliti.59
Dengan demikian melalui dokumentasi, peneliti mendapatkan informasi yang relevan dengan penelitian ini, berupa program Unit Penjamin Mutu, dokumen akeditasi madrasah, pedoman Unit Penjamin Mutu, jumlah guru dan siswa dan laporan-laporan Unit Penjamin Mutu, foto-foto kegiatan, dan lain sebagainya serta dokumen-dokumen penunjang yang dibutuhkan dalam penelitian.