BAB III METODOLOGI PENELITIAN
G. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik inferensial. Statistik inferensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dimana peneliti ingin membuat kesimpulan yang berlaku untuk populasi (Sugionio 2010 : 102).
Data kuantitatif diperoleh dari angket hasil pengisian siswa mengenai motivasi dan tes yang dikorelasikan dengan prestasi belajar siswa. Sebelum
dilakukan analisis data pengujian hipotesis, maka dilakukan terlebih uji regresi linier
Y = a + bX Keterangan :
Y = Variabel dependen (Motivasi Belajar ) a = pengaruh Y ketika X = 0 (pengaruh konstan) b = Koefisien regresi
X = Variabel independen ( model discovery learning)
1. Uji Normalitas
Uji normalitas merupakan suatu bentuk pengujian untuk mengetahui apakah data setiap variabel yang akan dianalisis berdistribusi normal atau tidak, sehingga dapat ditentukan statistika yang akan digunakan dalam mengolah data.
Jika data berdistribusi normal maka statistika yang digunakan adalah statistika parametik, namun jika data tidak berdistribusi normal statistika yang digunakan adalah statistika non parametik. Terdapat beberapateknik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas suatu data, namun dalam penelitian ini teknik yang digunakan adalah Chi Kuadrat. Langkah-langkah pengujian normalitas data dengan Chi Kuadrat menurut Sugiyono (2006 : 199) adalah sebagai berikut:
a. Merangkum data seluruh variabel yang akan diuji normalitasnya b. Menentukan jumlah kelas interval
38
c. Menentukan panjang kelas interval, yaitu:
π·ππ‘π π‘πππππ ππ β π·ππ‘π π‘πππππππ πππππ’πππ π
d. Menyusun ke dalam tabel distribusi frekuensi, yang sekaligus merupakan tabel penolong untuk menghitung harga Chi Kuadrat e. Menghitun frekuensi yang diharap33kan (fh), dengan cara mengalihkan
presentase luas tiap bidang kurve normal dengan jumlah anggota sampel
f. Memasukan harga-harga fh ke dalam tabel kolom fh, sekaligus menghitung harga-harga (fo - fh) dan (ππβππ)2 /ππ dan menjumlahkannya. Harga (ππβππ)2 ππ adalah Chi Kuadrat (ππ) 2 hitung.
2. Uji Homogenitas
Menurut Purwanto (2010 : 295) βpengujian homogenitas varians dilakukan untuk memastikan bahwa kelompok-kelompok yang dibandingkan merupakan kelompok-kelompok yang homogenβ. Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui homogenitas varians dari beberapa kelompok data pada penelitian, yaitu untuk menunjukan apakah data yang diteliti memiliki karakteristik yang sama atau tidak. Dalam penelitian ini data yang akan diuji homogenitasnya adalah data hasil belajar siswa yang diperoleh melalui pretest mengenai mata pelajaran Akuntansi Keuangan kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Adapun metode yang digunakan adalah metode Uji Varians (Uji F), dengan rumus sebagai berikut:
Adapun Kriteria uji dari homogenitas tersebut adalah:
Jika πΉπ ππ‘π’ππ β€ πΉπ‘ππππ maka varians homogen Jika πΉπ ππ‘π’ππ β€ πΉπ‘ππππ maka varians tidak homogen 3. Uji Hipotesis
engujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui hipotesis yang telah diajukan diolah atau diterima. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji independent sample t-test. Untuk memudahkan penelitian, untuk menguji kebenaram dari pernyataan tersebut penelitian ini menggunakan uji perbedaan dua rata-rata (uji t) apabila data berdistribusi normal. Pengujian hipotesis (uji t) dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut
Keterangan : t = t hitung
π 1 = rata-rata kelas eksperimen π 2 = rata-rata kelas kontrol s = simpangan baku π 2 = varians pada data ke-1
40
s12 = varian pada data ke-2
π1 = jumlah sampel kelas eksperimen π2 = jumlah siswa kelas kontrol
Setelah mengetahui t hitung, langkah selanjutnya adalah mencari t tabel dengan menggunakan tabel distribusi t dengan derajat kebebasan (π1 + π2 β 2).
Adapun kriteria uji hipotesis tersebut adalah: Jika nilai π‘π ππ‘π’ππ β€ π‘π‘ππππ, maka π»0
diterima dan π»πΌ ditolak Jika nilai π‘π ππ‘π’ππ > π‘π‘ππππ, maka π»0 ditolak dan HI diterima.
Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan antara variabel model discovery learning (X) terhadap motivasi belajar (Y) Adapun pengujian hipotesis sebagai berikut:
Ha : Ada pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap motivasi belajar siswa kelas XII IPS SMA Rahmat Islamiyah tahun ajaran 2021-2022 H0 : tidak ada pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap motivasi belajar siswa kelas XII IPS SMA Rahmat Islamiyah tahun ajaran 2021-2022
BAB IV
HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data
1. Deskripsi Data Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Rahmat Islamiyah Medan pada tanggal 29 Juli 2022 hingga 12 September2022. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik model discovery learning terhadap motivasi belajar Ekonomi siswa di Rahmat Islamiyah Medan dan pengaruh pendekatan saintifik model discovery learning terhadap prestasi belajar siswa di Rahmat Islamiyah Medan, untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik model discovery learning terhadap motivasi dan prestasi belajar Ekonomi siswa kelas XII Rahmat Islamiyah Medan. Langkah pertama yang dilakukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian adalah meminta izin penelitian kepada pihak sekolah, sebagaimana terlampir. Setelah memperoleh izin dari pihak sekolah, peneliti melakukan koordinasi langsung dengan guru pamong mata pelajaran Ekonomi kelas XII untuk menjelaskan tujuan dari pembelajaran dan validasi instrument.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XII IPS Rahmat Islamiyah Medan yaitu kelas XII A & XII B. Peneliti menggunakan metode purposive sampling dalam pengambilan sampel. Dari 2 kelas diambil 2 kelas yang digunakan sebagai sampel yaitu kelas XII A yang berjumlah 40 orang sebagai kelas kontrol dan kelas XII B sebanyak 37 siswa sebagai kelas eksperimen. Sebelum melakukan penelitiaan peneliti terlebih dahulu menyusun menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang akan
41
42
dilakasanakan di kelas kontrol dan kelas eksperimen sebagaimana terlampir.
Kemudian dikonsultasikan kepada guru pamong mata pelajaran Ekonomi kelas XII. Setelah disetujui, peneliti melakukan penelitian.
2. Deskripsi Data Hasil Penelitian
Peneliti mengumpulkan data motivasi belajar dan prestasi belajar melalui angket dan post test. Item angket dan soal post test yang akan diberikan sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selain itu angket dan post test diberikan kepada kelas eksperimen maupun kelas kontrol.
B. Hasil Analisis Data 1. Uji Prasyarat a. Uji Nomalitas
Uji normalitas dalam penelitian ini digunakan sebagai prasyarat uji t-test.
Sebelum data diolah dengan uji t-test, data harus berdistribusi normal.
Apabila data tidak berdistribusi normal maka uji t-test tidak dapat dilanjutkan. Peneliti menguji normalitas dengan menggunakan aplikasi SPSS for windows 16.0 dengan metode kolmogorov-smirnov. Data dapat dikatakan berdistribusi normal apabila taraf signifikansinyan > 0,05, sedangkan apabila taraf signifikansinya < 0,05 maka tidak berdistribusi normal. Hasil perhitungan uji normalitas data angket dan post test dari kelas eksperimen dan kontrol dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.1
Uji Normalitas Data Angket Motivasi Kelas Eksperimen & Kelas Kontrrol
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
kelas_eksperimen kelas_kontrol
N 37 40
Normal Parametersa Mean 88.59 80.32
Std. Deviation 10.115 12.250
Most Extreme Differences
Absolute .142 .197
Positive .142 .197
Negative -.075 -.067
Kolmogorov-Smirnov Z .866 1.247
Asymp. Sig. (2-tailed) .441 .089
Test distribution is Normal
Dari perhitungan pada tabel diatas dapat disimpulkan bahwa data angket motivasi berdistribusi normal, karena Asymp.Sig >0,05. Sebagaimana dapat dilihat kelas eksperimen dengan signifikansi sebesar 0,441 dan kelas kontrol dengan signifikansi sebesar 0,089. Karena kedua kelas signifikansinya lebih besar dari 0,05, sehingga data angket baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen berdistribusi normal.
44
Tabel 4.2
Uji Normalitas Data Post Test Kelas Eksperimen & Kelas Kontrol One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
kelas_eksperimen kelas_kontrol
N 37 40
Normal Parametersa Mean 79.32 72.50
Std. Deviation 11.128 11.266
Most Extreme Differences
Absolute .138 .138
Positive .138 .084
Negative -.083 -.138
Kolmogorov-Smirnov Z
.838 .872
Asymp. Sig. (2-tailed) .484 .433
Test Distribution Is Normal
Dari perhitungan pada tabel diatas dapat disimpulkan bahwa data posttest berdistribusi normal, karena Asymp. Sig >0,05. Sebagaimana dapat dilihat kelas eksperimen dengan signifikansi sebesar 0,484 dan kelas kontrol dengan signifikansi sebesar 0,433. Karena kedua kelas signifikansinya lebih besar dari 0,05, sehingga data post test baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen berdistribusi normal.
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui data sampel penelitian pada kelas kontrol dan ekspermen memiliki varian yang sama atau tidak. Pada penelitian ini, uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS for windows 16.0. Data dapat dikatakan homogen apabila taraf signifikansinya
> 0,05, sedangkan apabila taraf signifikansinya < 0,05
maka data tidak homogen. Hasil perhitungan uji homogenitas data angket dan hasil belajar dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.3
Uji Homogenitas Data Angket Motivasi Kelas Eksperimen & Kelas Kontrol
Test of Homogenitas Of Variance Nilai Motivasi Levene
Statistic df
1
df 2
Sig.
3.045 1 75 .085
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa signifikansinya adalah 0,085. Karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 yaitu 0,085> 0,05 maka data angket motivasi dapat dikatakan homogen.
Tabel 4.4
Uji Homogenitas Data Post-Test Kelas Eksperimen & Kelas Kontrol Test Of Homogenity of Variance Nilai Posttest
Levene Statistic df 1
df 2
Sig.
.015 1 75 .901
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa signifikansinya adalah 0,901. Karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 yaitu 0,901> 0,05 maka data post test dapat dikatakan homogen.
46
3. Uji Hipotesis
Pada pengujian hipotesis untuk mengetahui tentang pengaruh model discovery learning terhadap motivasi dan prestasi belajar Ekonomi siswa kelas XII IPS Rahmat Islamiyah Medan, maka penulis telah melakukan penyebaran angket dan pengujian berupa tes pada sampel penelitian. Pada tahap ini penulis memaparkan hipotesis yang penulis ajukan:
a. Ada pengaruh yang signifikan model discovery learning dengan motivasi belajar siswa kelas XII IPS di Rahmat Islamiyah Medan .
b. Ada pengaruh yang signifikan model discovery learning dengan prestasi belajar Ekonomi siswa kelas XII IPS Rahmat Islamiyah Medan .
c. Ada pengaruh yang signifikan model discovery learning dengan motivasi dan prestasi belajar Ekonomi siswa kelas XII IPS Rahmat Islamiyah Medan .
3. Uji T-test
Setelah melakukan uji normalitas dan uji homogenitas dan memperoleh kesimpulan data normal dan homogen, maka dapat dilakukan uji hipotesis berupa uji independent simple t-test. Uji ini digunakan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap motivasi belajar dan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap prestasi belajar, dan untuk mengetahui model discovery learning terhadap motivasi dan prestasi belajar Ekonomi siswa. Untuk mengetahui
diterima atau tidaknya hipotesis, peneliti menyajikan hasil pengujian data berupa uji t dengan menggunakan aplikasi SPSS for windows16.0.
H0 : Tidak ada pengaruh model discovery learning terhadap motivasi belajar siswa kelas XII IPS SMA Rahmat Islamiyah Medan T.A 2021/2022
H1 : Ada pengaruh model discovery learning terhadap motivasi belajar siswa kelas XII IPS SMA Rahmat Islamiyah Medan
Berikut adalah hasil pengujian hipotesis dari SPSS for windows 16.0.
Tabel 4.5
Output Uji Independent Simple T-test Angket Motivasi Group Statistics
Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
nilai_motivasi kelas eksperimen 37 88.59 10.115 1.663
kelas kontrol 40 80.32 12.250 1.937
Independent Samples Test
Levene's Test for Equality of
Variances t-test for Equality of Means
F Sig. T Df
Sig. (2- tailed)
Mean Difference
Std.
Error Differen
ce
95% Confidence Interval of the
Difference
Lower Upper
48
nilai motivasi
Equal variances assumed
3.045 .085 3.215 75 .002 8.270 2.572 3.146 13.393
Equal variances not assumed
3.239 74.079 .002 8.270 2.553 3.183 13.356
Dari tabel 4.5 dapat diketahui bahwa hasil motivasi belajar siswa pada kelas eksperimen dengan jumlah 37 siswa memiliki rata-rata sebesar 88,59 sedangkan pada kelas kontrol dengan jumlah 40 siswa memiliki rata-rata sebesar 80,32.
Berdasarkan pada SPSS 16.0 pada tabel diatas menunjukkan bahwa π‘πiπ‘π’ππ
sebesar 3,215. Untuk menentukan taraf signifikansi adalah dengan menggunakan π‘π‘ππππ. Sebelum melihat nilai pada π‘π‘ππππ, harus menentukan derajat kebebasan pada keseluruhan sampel yang diteliti dengan rumus db = n-2. Jumlah seluruh sampel adalah 77, maka db = 77-2 = 75. Nilai db = 75 dengan signifikansi 0,05 (5%), diperoleh nilai π‘π‘ππππ sebesar 1,992. Karena π‘πiπ‘π’πg > π‘π‘ππππ yaitu 3,215>1,992 dan sig. (2 tailed) sebesar 0,02< 0,05, maka H0 ditolak dan H1
diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendekatan saintifik model discovery learning terhadap motivasi belajar siswa kelas XII IPS Rahmat Islamiyah Medan .
Sedangkan untuk mengetahui pengaruh model discovery learning terhadap prestasi belajar Ekonomi, peneliti melakukan uji t untuk mengetahui diterima atau tidaknya hipotesis, penulis akan menyajikan hasil penguraian data berupa uji t dengan menggunakan aplikasi SPSS for windows16.0:
H0 : Tidak ada pengaruh model discovery learning terhadap prestasi belajar Ekonomi siswa kelas XII IPS Rahmat Islamiyah Medan ,
H1 : Ada pengaruh model discovery learning terhadap prestasi belajar Ekonomi siswa kelas XII IPS Rahmat Islamiyah Medan .
Berikut adalah hasil pengujian hipotesis dasi SPSS For Windows 16.0 Tabel 4.6 Output Uji Independent Simple T-Tesr Posttest
Group Statistics
Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
nilai prestasi Eksperimen 37 79.32 11.128 1.829
Kontrol 40 72.50 11.266 1.781
Independent Samples Test
Levene's Test for Equality of
Variances t-test for Equality of Means
F Sig. T Df
Sig. (2- tailed)
Mean Difference
Std.
Error Differen
ce
95% Confidence Interval of the
Difference
Lower Upper nilai
presta si
Equal variances assumed
0.015 .901 2.671 75 .009 6.824 2.555 1.735 11.913
50
Dari tabel 4.6 dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa pada kelas eksperimen dengan jumlah 37 siswa memiliki rata-rata sebesar 79,32 sedangkan pada kelas kontrol dengan jumlah 40 siswa memiliki rata-rata sebesar 72,50. Berdasarkan pada SPSS 16.0 pada tabel diatas menunjukkan bahwa π‘π iπ‘π’ππ sebesar 2,671. Untuk menentukan taraf signifikansi adalah dengan menggunakan π‘π‘ππππ. Sebelum melihat nilai pada π‘π‘ππππ, harus menentukan derajat kebebasan pada keseluruhan sampel yang diteliti dengan rumus db = n-2. Jumlah seluruh sampel adalah 77, maka db = 77-2 = 75. Nilai db = 75 dengan signifikansi 0,05 (5%), diperoleh nilai π‘π‘ππππ sebesar 1,992.
Karena π‘π iπ‘π’ππ > π‘π‘ππππ yaitu 2,671>1,992 dan >1,992). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendekatan saintifik model discovery learning terhadap prestasi belajar Ekonomi siswa kelas XII IPS Rahmat Islamiyah Medan
Untuk menjelaskan ada pengaruh model discovery learning terhadap prestasi belajar Ekonomi, peneliti melakukan uji t untuk mengetahui diterima atau tidaknya hipotesis, penulis akan menyajikan hasil penguraian data berupa uji t dengan menggunakan aplikasi SPSS for windows16.0
H0 : Tidak ada pengaruh model discovery learning terhadap motivasi dan prestasi belajar Ekonomi siswa kelas XII IPS
Equal variances not assumed
2.673 74.668 .009 6.824 2.553 1.737 11.911
SMA Rahmat Islamiyah Medan
H1 : Ada pengaruh model discovery learning terhadap motivasi dan prestasi belajar Ekonomi siswa kelas XII IPS SMA Rahmat Islamiyah Medan.
Tabel 4.7 Output Uji Independent Simple T-Test Posttest Group Statistic
Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
Nilai_Angket Eksperimen 37 88.59 10.115 1.663
Kontrol 40 80.32 12.250 1.937
Nilai_Posttest Eksperimen 37 79.32 11.128 1.829
Kontrol 40 72.50 11.266 1.781
Independent Simple test
Levene's Test for Equality of
Variances t-test for Equality of Means
F Sig. T Df
Sig. (2- tailed)
Mean Differen
ce
Std.
Error Differen
ce
95% Confidence Interval of the
Difference Lower Upper Nila
i_A ngk
Equal variances assumed
3.045 .085 3.21
5 75 .002 8.270 2.572 3.146 13.393 et Equal
variances not assumed
3.23 9
74.0
79 .002 8.270 2.553 3.183 13.356
52
Nila i_P ostt est
Equal variances assumed
.015 .901 2.67
1 75 .009 6.824 2.555 1.735 11.913 Equal
variances not assumed
2.67 3
74.6
68 .009 6.824 2.553 1.737 11.911
Dari tabel 4.7 dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa pada kelas eksperimen dengan jumlah 37 siswa memiliki rata-rata sebesar 79,32 sedangkan pada kelas kontrol dengan jumlah 40 siswa memiliki rata-rata sebesar 72,50.
Berdasarkan pada SPSS 16.0 pada tabel diatas menunjukkan bahwa π‘πiπ‘π’ππ
sebesar 3,215. Untuk menentukan taraf signifikansi adalah dengan menggunakan π‘π‘ππππ. Sebelum melihat nilai pada π‘π‘ππππ, harus menentukan derajat kebebasan pada keseluruhan sampel yang diteliti dengan rumus db = n-2. Jumlah seluruh sampel adalah 77, maka db = 77-2 = 75. Nilai db = 75 dengan signifikansi 0,05 (5%), diperoleh nilai π‘π‘ππππ sebesar 1,992. Karena π‘πiπ‘π’ππ > π‘π‘ππππ yaitu 3,215>1,992 dan sig. (2 tailed) sebesar 0,002< 0,05, maka H0 ditolak dan H1
diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model discovery learning terhadap motivasi dan prestasi belajar Ekonomi siswa kelas XII IPS Rahmat Islamiyah Medan .
C.. Pembahasan Hasil Penilitian
Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XII IPS Rahmat Islamiyah Medan Berdasarkan hasil analisis data yang berupa deskripsi data masingmasing variabel maupun pengujian hipotesis, maka ada beberapa hal yang perlu diinterpretasikan mengenai pengaruh model discovery learning terhadap motivasi belajar siswa Kelas XII IPS Rahmat Islamiyah Medan .
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan dua kelas sebagai sampel yaitu kelas XII A sebagai kelas kontrol dan kelas XII B sebagai kelas eksperimen. Peneliti menggunakan angket dan post test yang disebar ke kelas kontrol (tidak menggunakan penerapan model discovery learning) dan kelas eksperimen (yang diterapkan model discovery learning). Dimana siswa diberi angket motivasi belajar sebelum diberikan perlakuan yang berbeda antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tujuannya melihat tingkat motivasi siswa tanpa adanya perlakuan, apakah selain dengan model pembelajaran motivasi siswa juga berpengaruh terhadap prestasi belajar Ekonomi baik di kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Peneliti menggunakan uji t atau t- test. Sebelum menggunakan uji hipotesis tersebut, data harus memenuhi dua syarat yaitu data berdistribusi normal dan bersifat homogen dengan kriteria nilai Asymp.Sig
> 0,05. Berdasarkan hasil pengujian normalitas dengan SPSS 16.0 for windows, diketahui nilai Asymp.Sig (2-tailed) angket pada kelas eksperimen sebesar 0,441 dan kelas kontrol sebesar 0,089. Karena nilai Asymp.Sig kedua kelas > 0,05 maka data angket kedua kelas tersebut dinyatakan berdistribusi normal. Selanjutnya adalah uji homogenitas data angket motivasi kelas eksperimen dan kontrol. Hasil homogenitas data angket motivasi diperoleh nilai Sig. 0,085 > 0,05 sehingga data dinyatakan homogen.
Setelah melakukan uji normalitas dan homogenitas, untuk diterima tidaknya hipotesis peneliti menguji data dengan uji independent sample t-test menggunakan aplikasi SPSS for windows 16.0. dengan hasil t hitung sebesar 3,215 degan Sig. 2 tailed 0,002.
Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa tingkat motivasi yang dimiliki siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda. Pada kelas eksperimen memiliki
54
rata-rata motivasi lebih tinggi dibanding kelas kontrol yang rata-rata motivasinya sedang. Hasil angket motivasi menunjukan nilai rata-rata dikelas eksperimen yaitu 88,59 dan rata-rata kelas kontrol yaitu 80,32. Berdasarkan hasil analisis data dengan taraf signifikasi 5% menunjukan nilai signifikasi tingkat motivasi yaitu 0,002 yang positif.
55 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan data hasil penelitian tentang Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XII IPS SMA Rahmat Islamiyah Medan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Penggunaan model Discovery Learning untuk meningkatkan motivasi belajar adalah penggunaan model yang tepat. Terbukti nilai motivasi siswa di SMA Rahmat Islamiyah Medan meningkat dengan hasil yang positif. Sehingga hipotesis alternatif diterima, yaitu ada pengaruh yang signifikan antara model Discovery Learning terhadap motivasi belajar Ekonomi siswa.
2. Penggunaan model Discovery Learning untuk meningkatkan prestasi dalam belajar Ekonomi adalah penggunaan model yang tepat. Dalam praktiknya, kelebihan dalam discovery learning tampak nyata terasa. Siswa menjadi lebih aktif dan tergugah ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. Hal ini terbukti dalam penelitian bahwa nilai sebelum perlakuan dan setelah perlakuan terdapat pebedaan yang signifikan. Sehingga ada pengaruh antara model discovery learning terhadap prestasi belajar Ekonomi siswa kelas XII di SMA Rahmat Islamiyah Medan.
3. Model discovery learning adalah model yang tepat untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan dalam penelitianbahwa ketika motivasi belajar siswa naik maka prestasi belajar siswa pun akan meningkat.
Sehingga hipotesis penelitian dinyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan positif model discovery learning terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa
56
B. Sasran
Penelitian yang telah dilakukan sangat terbatas pada kemampuan peneliti, sehingga diperlukan adanya penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh model pembelajaran Discovery Learninng dalam ruang lingkup yang lebih luas serta memperhatikan faktor-faktor lain yang turut berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad,Syarwan. 2014. Problematika Kurikulum 2013 dan Kepemmpinan Instruksional KepalaSekolahβ Jurnal Pencerahan, Majelis Pendidikan Daerah Aceh, Volume 8, Nomor 2.
Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek.
(Jakarta : Rineka Cipta).
Azhari, Akyas. 1996. Psikologi Pendidikan. (Semarang: Dina Utama Semarang).
B Uno, Hamzah. 2008.Teori Motivasi dan Pengaruhnya. (Jakarta: Bumi Aksara).
Bahri Djamarat,Syaiful. 1994. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. (Surabaya:
Usaha Nasional).
Berlin Sani. Imas Kurniasih. 2014. Sukses Mengimplementasikan Kurikulum 2013: Memahami Berbagai Aspek Dalam Kurikulum 2013. (Surabaya:
Kata Pena)
Bungin, Burhan. 2008. Metodologi Penelitian Kuantitatif. (Jakarta: Kencana).
Darsono dan Max. 2000. Belajar dan Pembelajaran. (Semarang: IKIP Semarang Press)
Depdikbud. 1984. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Jakarta: Balai Pustaka).
Emzir. 2013. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif.(Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada).
Fadlillah, M. 2014. Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA.(Yogyakarta: Ar-Ruzz Media).
Hanafiah dan Cucu Suhana. 2009. Konsep dan Strartegi Pembelajaran.
(Bandung: Refika Aditama).
Hosnan, M. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21, cet-2 (Bogor: Ghalia Indonesia).
Purwanto, Ngalim. 2010. Psikologi Pendidikan. Cet. V. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya). .
_______2009. Teknik-teknik Evaluasi Pengajaran. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya).
Rosi Patma, Suhartono. 2018. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Fiqih Materi Pembelajaran Haji dan Umroh Melalui Penerapan Metode Advokasi. (Al-βitibar: Jurnal Pendidikan Islam, Vol.
V. No.1 Februari.
Sadirman. 2007.Interaksi dan Interaksi Belajar Mengajar. (Jakarta: Raja Grafindo).
58
Sanjaya,Wina. 2005. Kurikulum dan Pembelajaran. (Jakarta: Kencana Prenada Media Group).
Sugiono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D.(Bandung: Alfabeta) .
_______2006. Statistika Untuk Penelitian. (Bandung: Alfabeta)
Sunarti, Selly Rahmawati. 2014. Penilaian Dalam Kurikulum 2013. (Yogyakarta:
ANDI).
Suyadi. 2013. Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter.(Bandung: Remaja Rosdakarya).
Syaodih Sukmadinata, Nana. 2003. Landasan Psikologi Poses Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya).
Lampiran 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan pendidikan : SMA Swasta Rahmat Islamiyah Medan Kelas / Semester : XII IPS/ Ganjil
Tema : Persamaan Dasar Akuntansi Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan (4X 45 menit)
A. Kompetensi Inti
ο· KI-1 dan KI-2:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang 6dianutnya. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak /di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasionalβ.
ο· KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
ο· KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian
Kompetensi Dasar Indikator
3.2 Mendeskripsikan konsep persamaan dasar akuntansi.
ο· Mengklarifikasi tentang konsep persamaan dasar akuntansi
ο· Menganalisa transaksi dan pencatatan dalam persamaan dasar akuntansi
ο· Membuat hubungan tentang transaksi dan konsep persamaan akuntansi