BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
C. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan salah satu tahapan penting dalam kegiatan penelitian dan dilakukan setelah peneliti selesai membuat desain penelitian sesuai dengan masalah yang akan diteliti.66 Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian.
Beberapa teknik yang peneliti gunakan untuk mendapatkan data dalam penelitian antara lain:
1. Wawancara (interview)
Wawancara adalah bentuk komunikasi langsung antara peneliti dan responden. Komunikasi berlangsung dalam bentuk tanya-jawab dalam hubungan tatap muka, sehingga gerak dan mimik responden merupakan pola
65Rony Kountor, Metode Penelitian, (Jakarta: Bumi Akasara, 2005), h. 178
66 Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada,
2011), h.40.
media yang melengkapi kata-kata secara verbal.67 Wawancara dilihat dari bentuk pertanyaan dapat dibagi dalam 3 bentuk yaitu :
a. Wawancara berstruktur (pertanyaan-pertanyaan mengarahkan pada jawaban dalam pola pertanyaan yang dikemukakan)
b. Wawancara tak berstruktur (pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijawab secara bebas oleh responden tanpa terikat pada pola-pola tertentu) c. Campuran (campuran antara wawancara struktur dan tak berstruktur)68
Peneliti menggunakan interview berstruktur. Wawancara ini bertujuan untuk menyiapkan garis besar mengenai hal-hal yang akan di tanyakan terkait dengan Faktor-Faktor yang Mempengaruh Perilaku Konsumen Dalam Memilih Pertamini. Wawancara ini di lakukan kepada Bapak Ahmad Tahta Zani, Bapak Suyit, Bapak Mahmudi, Ibu Hermawati, dan Ibu Turinah (pedagang pertamini) di desa Karang Tanjung, dan Ibu Habibah, Bapak Amir, Bapak Lukman, Ibu Ida dan Bapak Sodik (konsumen).
67W Gulo, Metode Penelitian, (Jakarta: Widia Sarana Indonesia, 2002), h. 119
68Ibid., h. 120-121
2. Dokumentasi
Dokumentasi yaitu metode yang digunakan untuk memperoleh informasi dari sumber tertulis atau dokumen-dokumen, baik berupa buku-buku, majalah, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya.69
Dokumen ini mencari data-data mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tinjauan etika bisnis Islam terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam memilih pertamini.
D. Teknis Analisis Data
Analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, menemukan pola, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan orang lain.70 Penelitian ini menggunakan teknik analisa data kualitatif. Kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya prilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik dengan cara mendeskripsikannya dalam bentuk kata-kata dan bahasa.71 Penelitian ini menggunakan metode berfikir induktif yaitu suatu cara yang dipakai untuk mendapatkan ilmu pengetahuan ilmiah yang bertolak dari pengamatan atas hal-hal atau masalah yang bersifat khusus, kemudian menarik
69Musein Umar, Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, (Jakarta: Rajawali Press, 2000), h. 102
70Mudrajad Kuncoro, Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi, (Jakarta: Erlangga, 2003), h. 18 71Moh. Nazir, Metode Penelitian edisi 7, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2009), h. 54
kesimpulan yang bersifat umum.72 Cara berfikir ini, peneliti gunakan untuk menguraikan kemudian ditarik kesimpulan secara umum.
Berdasarkan keterangan di atas maka dalam menganalisa data peneliti menggunakan data yang telah diperoleh dalam bentuk uraian-uraian kemudian data tersebut dianalisa dengan menggunakan cara berfikir induktif yang berangkat dari informasi tentang Tinjauan Etika Bisnis Islam pada faktor- faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam memilih pertamini.
72Sutrisno Hadi, Metodologi Research, Jilid I, (Yogyakarta: Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM, 1984), cet ke-XVI, hal. 42.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Profil Kampung Karang Tanjung
1. Sejarah Singkat Kampung Karang Tanjung
Pada awalnya Kampung Karang Tanjung adalah sebuah desa percobaan yang merupakan wilayah bagian dari Kampung Kota Baru pada tahun 1970 dengan nama desa percobaan Tanjung Meru yang di pimpin oleh seorang Kepala Kampung yaitu Bapak M. Suharjo.
Kemudian pada tahun 1975 desa percobaan Tanjung Meru memisahkan diri dari Kampung Kota Baru dan membentuk kampung baru dengan nama Kampung "Karang Tanjung". Kata "Karang Tanjung" mempunyai arti sebagai beikut: Kata "Karang" diambil dari daerah asal tokoh pembukaan kampung yang berasal dari Desa Karang Kemojing Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah, sedangkan kata "Tanjunga" diambil dari kata nama susukan Tanjung Meru, sehingga menjadi " Karang Tanjung.73
Desa Karang Tanjung merupakan bagian dari desa kota baru, kemudian ketika di pimpin oleh Bapak M. Suharjo, Karang tanjung memisahkan dari desa Kota baru dengan tujuan agar tidak terlalu luas dan membentuk kampung baru dengan nama Karang Tanjung.
73 Dokumen Kampung Karang Tanjung
44
2. Luas dan Batas Wilayah
Kampung Karang Tanjung terbagi atas 10 Dusun dan 28 RT dengan luas wilayah 535 Ha yang terdiri dari Pekarangan 50 Ha, Perladangan 150 Ha, dan Persawahan 270 Ha, dan Lain-lain berupa jalan, bangunan umum, dll seluas 65 Ha. Dengan batas-batasnya sebagai berikut:
Sebelah Utara berbatasan dengan : Kampung Kota Baru Kecamatan Padang Ratu - Sebelah Timur berbatasan dengan : Kampung Negara Aji Baru Kecamatan Anak Tuha - sebelah Selatan berbatasan dengan : Kampung Suka Waringin Kecamatan Bangun Rejo - Sebelah Barat berbatasan dengan : Kampung Margo Rejo Kecamatan Padang Ratu.74
Kondisi wilayah desa yang di gunakan usaha sangat lah tepat karena mengikuti zaman yang semakin maju dan jauh dari SPBU sehingga memudahkan konsumen dalam memenuhi kebutuhannya.
3. Sejarah Singkat berdirinya pertamini di desa Karang Tanjung.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik pertamini, bahwa pertamini ini terletak di kelurahan Karang Tanjung kecamatan Padang Ratu Kabupaten Lampung Tengah. Adapun batasan-batasan wilayah berdasarkan posisi geografisnya yaitu Sebelah Utara berbatasan dengan : Kampung Kota Baru Kecamatan Padang Ratu - Sebelah Timur berbatasan dengan : Kampung Kegara Aji Baru Kecamatan Anak Tuha - sebelah Selatan berbatasan dengan : Kampung Suka
74Ibid.
Waringin Kecamatan Bangun Rejo- Sebelah Barat berbatasan dengan : Kampung Margo Rejo Kecamatan Padang Ratu.75
Usaha pertamini yang di jalani di desa Karang Tanjung sudah ada sejak Tahun 2013, selain berkembangnya zaman yang semakin maju dan jauh dari SPBU maka para pedagang berinovasi berjualan bensin menggunakan alat canggih yang biasa disebut dengan pertamini.
B. Faktor- faktor yang mempengaruhi Perilaku Konsumen dalam memilih Pertamini
Pertamini merupakan salah satu kios bensin yang di disain seperti layaknya SPBU di wilayah desa karang tanjung. Selain itu juga banyak terdapat pedagang bensin yang menggunakan pertamini sehingga bisa memudahkan para konsumen tanpa harus susah payah datang ke SPBU.
Meskipun sangat banyak pedagang yang menggunakan pertamini akan tetapi cara pelayanan dan penyediaan tempat sangat lah berbeda, itu lah yang membuat para konsumen memilih dan menentukan pertamini mana yang akan konsumen tuju.
Selain itu para pedagang pertamini memberikan pelayanan dan tempat yang bisa membuat nyaman para konsumen agar merasa puas dalam pembeliannya.
Berdasarkan hasil wawancara yang di lakukan kepada penjual pertamini di desa Karang Tanjung dan konsumen sekitar adalah sebagai berikut:
75 Ahmad Tahta Zani, penjual pertamini, wawancara, pada tanggal 29 Agustus 2017.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Suyit selaku penjual pertamini di desa Karang Tanjung yang sudah memulai usahanya menggunakan pertamini sejak 4 tahun yang lalu, beliau memilih usaha menggunakan pertamini karena selain mesinnya yang simple juga akurat, cara berjualannya pun lebih mudah. Adapun bentuk pelayanan yang di berikan Bapak Suyit kepada konsumen yaitu dengan cara memberihatukan titik awal takaran kepada konsumen. Adapun keuntungan yang di dapat saat berjualan menggunakan pertamini adalah selain mendapatkan penghasilan yang meningkat Bapak Suyit juga merasa jika berjualan menggunakan pertamini juga lebih menarik konsumen. Adapun upaya yang di lakukan Bapak Suyit untuk menarik konsumen adalah dengan menjaga kualitas minyak agar selalu jernih.76
Selain wawancara dengan Bapak Suyit, peneliti juga melakukan wawancara dengan Bapak Mahmudi selaku penjual pertamini di desa Karang Tanjung yang memulai usahnya sejak tahun 2013, selain itu juga Bapak Mahmudi langsung memulai usahanya dengan alat pertamini dan belum pernah menggunakan botol sebelumnya karena dianggapnya mengikuti zaman yang semakin modern. Adapun bentuk pelayanan yang di berikan kepada konsumen adalah dengan menggunakan bensin premium yang dengan batas minimal penjualan adalah Rp.5000 sampai 5 Liter.
Adapun keuntungan yang di dapat selain mendapatkan penghasilan yang meningkat, dengan menggunakan alat pertamini dapat memudahkan saat
76 Wawancara dengan Bapak Suyit selaku penjual pertamini, Survey pada tanggal 27 Agustus 2017.
berjualan. Adapun upaya yang di lakukan untuk menarik konsumen adalah dengan cara memberikan pelayannan yang terbaik.77
Berdasarkan hasil wawancara yang di lakukan dengan Ibu Hermawati selaku penjual pertamini di desa Karang Tanjung yang baru memulai usahnya sejak tahun 2017 menuturkan bahwa memilih usaha menggunakan pertamini karna merasa lebih cepat mendapatkan untungnya, hal ini serupa dengan pendapat Bapak Mahmudi. Adapun bentuk pelayanan yang di berikan kepada konsumen dengan meberikan akses keluar masuk kendaran agar mudah dan nyaman dalam pembeliannya. Adapun keuntungan yang di dapat saat berjualan menggunakan pertamini adalah selain pendapatannya yang meningkat, penjual juga menuturkan bahwa bensin yang di jualnya adalah murni sehingga konsumen tertarik. Dan upaya yang di lakukan Ibu Hermawati untuk menarik konsumen adalah dengan cara ramah kepada konsumen.78
Selain itu juga peneliti melakukan wawancara dengan Bapak Ahmad Tahta Zani selaku penjual pertamini di desa Karang Tanjung yang memulai usahanya 3 tahun yang lalu. Adapun usaha yang di pilih yaitu berjualan bensin menggunakan alat pertamini yang praktis dan juga akurat.
Adapun pelayanan yang di lakukan untuk menarik konsumen adalah dengan cara memberikan pelayanan yang ramah dan juga memuaskan.
Adapun keuntungan yang didapat adalah selain mendapatkan penghasilan
77 Wawancara dengan Bapak Mahmudi selaku penjual pertamini, Survey pada tanggal 27 Agustus 2017.
78 Wawancara dengan Ibu Hermawati selaku penjual pertamini, Survey pada tanggal 28 Agustus 2017.
yang meningkat Bapak Ahmad menuturkan bahwa minat konsumen lebih tinggi dalam pembelian. Adapun upaya yang di lakukan Bapak Ahmad untuk menarik konsumen adalah dengan cara menjual bensin menggunakan alat pertamini yang praktis, rapi dan tempat penjualannya berada di dekat jalan raya. Selain itu juga Bapak Ahmad memberikan tempat yang luas dan juga mudah dalam akses keluar masuk kendaraannya.79
Berdasarkan hasil wawancara yang di lakukan peneliti dengan Ibu Turinah selaku penjual pertamini di desa Karang Tanjung yang sudah memulai usahnya sejak 5 tahun yang lalu, Ibu Turinah lebih memilih berjualan menggunakan pertamini yang menurutnya modern dan juga praktis. Adapun pelayanan yang di berikan Ibu Turinah kepada konsumen adalah dengan cara ramah. Kemudian keuntungan yang di dapat selain penghasilan yang meningkat Ibu Turinah juga menuturkan bahwa lebih cepat dalam mengahbiskan bensin yang di jualnya. Adapun upaya yang di berikan untuk menarik konsumen adalah dengan cara memberikan tempat yang teduh kepada konsumen agar merasa nyaman dan ingin kembali lagi ke pertamini milik Ibu Turinah.80
Penjualan bensin menggunakan pertamini di desa Karang Tanjung ini merupakan salah satu cara usaha yang di lakukan oleh penjual
79 Wawancara dengan Bapak Ahmad Tahta Zani selaku penjual pertamini, Survey pada tanggal 29 Agustus 2017.
80 Wawancara dengan Ibu Turinah selaku penjual pertamini, Survey pada tanggal 30 Agustus 2017.
pertamini untuk mendapatkan penghasilan, begitu juga pelayanan yang di lakukan penjual terhadap konsumen sudah baik dan memuaskan.
Selain wawancara dengan penjual pertamini, peneliti juga mewawancarai beberapa konsumen. Adapun hasil wawancara tersebut adalah :
Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Habibah selaku konsumen yang lebih tertarik dengan pertamini sejak 2 tahun yang lalu adalah selain dengan pelayannannya yang peraktis, konsumen juga dapat membeli sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Adapun faktor yang membuat Ibu Habibah memilih pertamini adalah karena tempatnya yang strategis dan mudah di jangkau. Selain itu juga pelayannya yang ramah dan sangat memuaskan.81
Selain itu juga peneliti melakukan wawancara dengan Bapak Amir selaku konsumen yang sejak 3 tahun lalu selalu membeli di pertamini, Bapak Amir merasa lebih terbantu dengan adanya pertamini yang memudahkan konsumen dalam kehabisan Bahan Bakar Minyak yang tanpa harus susah payah datang ke SPBU. Adapun faktor yang membuat Bapak Amir selalu membeli bensin di pertamini langganannya adalah bahwa tempat yang di sediakan sangat teduh dan merasa tidak terganggu oleh cuaca. Selain itu juga pendapat Bapak Amir mengenai pelayanan
81 Wawancara dengan Ibu Habibah selaku pembeli pertamini, Survey pada tanggal 10 Februari 2017.
yang berada di pertamini tersebut yaitu dengan pelayanannya yang ramah.82
Selain itu juga peneliti mewawancarai Bapak Lukman selaku konsumen yang selalu membeli bensin di pertamini sejak 3 tahun yang lalu serupa dengan Bapak Amir. Adapun yang menjadikan alasan Bapak Lukman selalu membeli di pertamini langganannya adalah peraktis dan rapi dalam penjualannya. Adapun faktor yang membuat Bapak Lukman memilih pertamini adalah merasa sangat nyaman dengan tempat yang luas dan mudah untuk akses keluar masuk kendaraannya. Adapun pelayanan yang di dapat adalah serupa dengan Bapak Amir yaitu ramah dalam penjualannya.83
Berdasaarkan hasil wawancara dengan Ibu Ida selaku konsumen sejak 3 tahun yang lalu serupa dengan Bapak Amir. Adapun alasan Ibu Ida serupa dengan Bapak Amir yang tanpa harus susah payah datang ke SPBU. Adapun faktor yang mempengarui Ibu Ida dalam memilih pertamini adalah merasa puas dalam pelayanannya dari segi tempat yang berada di dekat jalan raya dan juga luas, Ibu Ida juga menuturkan bahwa mudah dalam akses keluar masuk kendaraannya. Adapun pelayanan yang di dapat Ibu Ida selama menjadi konsumen sangat lah puas, karena sikap penjual yang tidak sombong.84
82 Wawancara dengan Bapak Amir selaku pembeli pertamini, Survey pada tanggal 12 Februari 2017.
83 Wawancara dengan Bapak Lukman selaku pembeli pertamini, Survey pada tanggal 12 Februari 2017.
84 Wawancara dengan Ibu Ida selaku pembeli pertamini, Survey pada tanggal 14 Februari 2017.
Selain itu juga peneliti melakukan wawancara dengan Bapak Sodik selaku konsumen yang selalu membeli di pertamini sejak 2 tahun yang lalu serupa dengan Ibu Habibah. Adapun yang menjadikan alasan beliau adalah lebih praktis dalam penjualannya. Selain itu juga faktor yang mempengaruhi Bapak Sodik dalam memilih pertamini adalah selain alatnya yang simpel dan juga akurat, Bapak Sodik juga selaku konsumen selalu mengetahui titik awal takaran, Bapak Sodik juga mengetahui kualitas minyak yang selalu jernih, dan pelayanan yang memuaskan.85
Hasil pengamatan peneliti, konsumen lebih memilih ke pertamini selain dengan mengikuti zaman semakin maju dan modern, konsumen juga memilih pertamini karena dengan alatnya yang simple dan juga akurat, konsumen juga dapat melihat titik awal takaran dan juga kualitas minyak yang selalu jernih.
Jika ditinjau dari etika bisnis Islam konsumen belum sepenuhnya menerapkan prinsip etika bisnis Islam seperti prinsip keadilan dan tanggung jawab. Adapun prinsip yang sudah di terapkan adalah prinsip tauhid, prinsip kehendak bebas dan prinsip kejujuran.
85 Wawancara dengan Bapak Sodik selaku pembeli pertamini, Survey pada tanggal 15 Februari 2017.
C. Analisis Etika Bisnis Islam terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku Konsumen dalam memilih Pertamini
Pertamini merupakan salah satu usaha yang menjual bensin eceran di desa Karang Tanjung. Selain itu juga banyak terdapat kios lain yang menggunakan pertamini sehingga menimbulkan beberapa faktor yang mempengaruhi konsumen dalam memilih pertamini di antaranya yaitu:
1. Alatnya yang peraktis
2. Tempat yang strategis dan mudah di jangkau 3. Pelayanan yang ramah dan memuaskan
Adapun faktor lain yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam memilih pertamini adalah sebagai berikut:
1. Faktor Kebudayaan
Kebudayaan merupakan faktor penentu yang paling dasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Setiap kebudayaan terdiri dari sub- budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Faktor kebudayaan juga terdiri dari kelas sosial yang tersusun secara hierarki86 dan keanggotaannya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang serupa.87
Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah faktor kebudayaan. Dimana faktor kebudayaan merupakan faktor penentu yang paling dasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Dengan zaman yang semakin maju dan modern maka para konsumen lebih
86 Hierarki adalah tingkatan, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
87 Nugroho J. Setiadi, Perilaku Konsumen, (Jakarta: Kencana, 2008), h. 11.
memilih kios bensin layaknya SPBU yang biasa di sebut pertamini.
Dengan adanya pertamini maka keinginan konsumen pun akan mudah terjangkau.
2. Faktor-faktor sosial
Faktor sosial yang terdiri dari kelompok-kelompok primer yaitu adanya interaksi yang cukup berkesinambungan seperti keluarga, teman, tetangga dan teman sejawat. Selain kelompok primer juga ada keluarga orientasi seperti orang tua. Dari orang tua lah seseorang mendapatkan pandangan ekonomi. Selain itu juga ada keluarga prokreasi seperti pasangan hidup, anak-anak merupakan organisasi pembeli dan konsumen yang paling penting dalam suatu masyarakat. Selain itu juga ada peran dan strategi yang umumnya berpartisipasi dalam kelompok selama hidupnya.88
Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor sosial. Dimana faktor sosial merupakan awal seseorang mendapatkan pandangan ekonomi. Oleh karena itu faktor sosial merupakan kelompok yang mempunyai pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang yang ingin menyesuaikan diri. Dengan demikian konsumen akan lebih memilih pertamini dengan tempat yang strategis dan mudah di jangkau.
88 Ibid.
3. Faktor-faktor pribadi
Faktor pribadi seperti kelompok pekerja yang memiliki minat di atas rata-rata terhadap produk dan jasa, keadaan ekonomi seseorang terdiri dari pendapatan yang di belanjakan, kemampuan meminjam dan sikap terhadap mengeluarkan lawan menabung, gaya hidup seseorang juga mencerminkan sesuatu di balik kelas sosial.89
Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kosumen yaitu faktor pribadi. Dimana faktor peribadi merupakan kelompok pekerja yang memiliki minat rata-rata terhadap produk dan jasa pada diri seseorang dan tidak terpengaruh oleh orang lain. Oleh karena itu ketika konsumen telah melakukan suatu keputusan pembelian kepada suatu produk seperti pertamini yang pelayanannya ramah dan memuaskan maka keputusan membeli pada konsumen itu di dasarkan pada diri sendiri bukan paksaan orang lain.
4. Faktor-faktor psikologis
Faktor psikologis seperti proses belajar menjelasakan perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman, kepercayaan dan sikap adalah suatu gagasan yang di miliki seseorang terhadap sesuatu.
keputusan membeli seseorang merupakan hasil suatu hubungan yang saling mempengaruhi antara faktor-faktor yang lainnya. Faktor-faktor ini
89 Nugroho J. Setiadi, Perilaku Konsumen, (Jakarta: Kencana, 2008), h. 11-12.
sangat berguna untuk mengidentifikasi pembeli-pembeli yang mungkin memiliki minat terbesar terhadap suatu produk.90
Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor psikologis. Dimana faktor psikologis merupakan proses belajar menjelaskan perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman. Oleh karena itu dengan perubahan zaman yang semakin modern dan usaha yang semakin canggih maka konsumen lebih banyak memilih menggunakan pertamini untuk memenuhi kebutuhannya karena menurut konsumen akan lebih cepat dalam penjualannya dengan alatnya yang peraktis.
Setelah peneliti melakukan research mengenai faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam memilih pertamini di desa Karang Tanjung sudah sesuai dengan beberapa prinsip-prinsip etika bisnis Islam, selain penjual yang menerapkan prinsip-prinsip syariat Islam pada usahanya, konsumen juga menerapkan beberapa prinsip etika bisnis Islam diantaranya adalah tauhid, kehendak bebas dan juga kebenaran (kebajikan dan kejujuran).
Adapun prinsip tauhid merupakan dasar dan sekaligus motivasi untuk menjamin kelangsungan hidup, kecukupan, kekuasaan dan kehormatan manusia yang telah di disain Allah SWT untuk menjadi makhluk yang di muliakan.91
90 Nugroho J. Setiadi, Perilaku Konsumen, (Jakarta: Kencana, 2008), h. 12-14.
91 Muhammad, Paradigma, Metodologi dan Aplikasi Ekonomi Syari’ah, (Yogyakarta:
Graha Ilmu, 2008), h.109.
Prinsip tauhid ini telah menjadi dasar konsumen untuk menjamin kelangsungan hidup yang di jalankan untuk mendapatkan Ridho Allah SWT. Karena dalam aktivitasnya konsumen tidak terlepas dari pengawasan Allah SWT seperti halnya aktivitas bisnis dalam memilih pertamini di desa Karang Tanjung yang berfungsi untuk mencukupi kebutuhan kendaraanya yang tanpa harus susah payah datang ke SPBU.
Adapun prinsip kehendak bebas, manusia di perbolehkan melakukan segala hal yang di inginkan selama tidak melanggar syari’at, dalam bisnis pun manusia bebas untuk memilih. Meskipun manusia bebas dalam memilih pencariannya yang sah, kebebasan ini terkendali dan bertanggung jawab. Kebebasan yang di miliki oleh setiap individu di akui dalam kerangka etika bisnis Islam selama tidak bertentangan dengan kepentingan sosial yang lebih besar atau sepanjang individu itu tidak melangkahi hak-hak orang lain.92
Selanjutnya prinsip kehendak bebas yang di terapkan adalah konsumen memiliki kebebasan dalam memilih pertamini yang mereka inginkan tanpa harus ada unsur paksaan dari manapun dan tidak mengabaikan kenyataan bahwa ia sepenuhnya di tuntut oleh hukum yang di ciptakan Allah SWT. Seperti halnya konsumen dapat memilih pertamini yang menurutnya memuaskan dalam pelayanannya, tempatnya yang strategis dan juga alatnya yang praktis.
92 Yatimin Abdullah, Studi Akhlak dalam perspektif Al-qur’an, (Jakarta: Amzah, 2007), h.106