• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik pengumpulan data

Dalam dokumen peran orang tua dalam kegiatan mewarnai (Halaman 47-56)

Pada bagian ini diuraikan teknik pengumpulan data yang digunakan, observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Masing-masing harus dideskripsikan tentang data apa saja yang diperoleh melalui teknik- teknik tersebut

Beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu:

1. Observasi

Observasi merupakan sebuah penelitian yang didalamnya peneliti langsung turun ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktivitas individu-individu di lokasi penelitian64

Dalam observasi partisipan, peneliti terlibat langsung dengan aktivitas orang-orang yang sedang diamati, namun dalam proses penelitian ini, peneliti menggunakan metode observasi non-participan di mana pengamat (atau peneliti) tidak terlibat langsung dengan kegiatan kelompok, atau dapat juga dikatakan pengamat tidak ikut serta dalam

64 John W. Creswell, Research Design Pendekatan Medote Kualitatif, dan Kuantitatif, dan Campuran (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016), 254.

kegiatan yang diamatinya.65 Sehingga dalam observasi ini, peneliti datang ke tempat penelitian dengan tujuan untuk mengamati peran orang tua dalam membimbing kegiatan mewarnai untuk pengembangan motorik halus anak melalui sistem pembelajaran dalam jaringan

2. Wawancara

Wawancara (interview) adalah suatu kejadian atau suatu proses interaksi antara pewawancara dan sumber informasi atau orang yang diwawancarai melalui komunikasi langsung66

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara semi terstruktur. Wawancara semi terstruktur yaitu jenis wawancara yang sudah termasuk dalam kategori in-dept-interview, dimana dalam pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana piha yang diajak wawancara diminta pendapat, dan ide- idenya. Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan informan67

Dalam wawancara ini, peneliti menyusun rencana kemudian mengajukan pertanyaan tidak berurutan secara baku. Teknik wawancara ini dapat mempermudah peneliti untuk mengetahui secara lebih detail mengenai berbagai data atau informasi yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Seorang informan adalah orang yang terlibat secara langsung dalam pelaksanaan pembelajaran dan implementasinya,

65 Muri Yusuf, Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan 384.

66 Muri Yusuf, Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan, 372.

67 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2017), 233.

sehingga paling esensial untuk dimintai berbagai informasi dan data yang diperoleh lebih akurat dan terpercaya.

Metode ini digunakan untuk memperoleh informasi data terkait dengan peran orang tua dalam membimbing kegiatan mewarnai untuk mengembangkan motorik halus anak melalui sistem pembelajaran dalam jaringan dari sumber data yaitu kepala RA, guru kelas, dan orang tua peserta didik di RA Miftahul Jannah. Adapun data yang peneliti peroleh melalui wawancara adalah sebagai berikut:

a. Bagaimana peran orang tua sebagai fasilitator dalam kegiatan mewarnai untuk pengembangan motorik halus anak melalui sistem pembeajaran dalam jaringan di kelompok A raudhatul athfal Miftahul Jannah Wangkal Gading Probolinggo

b. Bagaimana peran orang tua sebagai motivator dalam kegiatan mewarnai untuk pengembangan motorik halus anak melalui sistem pembeajaran dalam jaringan di kelompok A raudhatul athfal Miftahul Jannah Wangkal Gading Probolinggo

c. Bagaimana peran orang tua sebagai pemberi perhatian dalam kegiatan mewarnai untuk pengembangan motorik halus anak melalui sistem pembeajaran dalam jaringan di kelompok A raudhatul athfal Miftahul Jannah Wangkal Gading Probolinggo

d. Bagaimana peran orang tua sebagai pembimbing dalam kegiatan mewarnai untuk pengembangan motorik halus anak melalui sistem

pembeajaran dalam jaringan di kelomok A raudhatul athfal Miftahul Jannah Wangkal Gading Probolinggo

3. Dokumentasi

Dokumentasi tentang orang atau sekelompok orang, peristiwa, atau kejadian dalam situasi sosial yang sesuai dan terkait dengan focus penelitian adalah sumber informasi yang sangat berguna dalam penelitian kualitatif. Dokumen itu dapat berbentuk teks tertulis, artefacts, gambar, maupun foto. Dokumentasi tertulis dapat pula berupa sejarah kehidupan (life histories), biografi, karya tulis, dan cerita.68

Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang sumbernya sangat berguna dalam penelitian kualitatif sebagai pelengkap data yang diperoleh dapat dipercaya. Metode dokumen ini dicantumkan guna untuk memperoleh data sebagai berikut:

a. Data yang berbentuk tertulis, guna untuk kondisi objektif RA, diantaranya:

1) Profil RA Miftahul Jannah Wangkal, Gading, Probolinggo

2) Visi, Misi, dan Tujuan RA Miftahul Jannah Wangkal, Gading, Probolinggo

3) Data jumlah guru dan tenaga kependidikan dan data jumlah peserta didik RA Miftahul Jannah Wangkal, Gading, Probolinggo

4) Sarana dan prasarana RA Miftahul Jannah Wangkal, Gading, Probolinggo

68 Muri Yusuf, Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan, 391.

b. Data yang berbentuk gambar, diantaranya:

1) Foto kegiatan mewarnai di rumah

2) Materi mewarnai dalam tema pembelajaran E. Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai tahap tertentu, diperoleh data yang dianggap kredibel.

Miles dan Huberman, mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu reduksi data, data display, dan kesimpulan/verifikasi.69

Lebih jauh Miles, Hubberman & Saldana (2014) yang menerapkan empat langkah dalam menganalisis data seperti di bawah ini:70

1. Kondensasi data (data condensation)

Dalam kondensasi data merujuk pada proses pemilihan (selecting), pengerucutan (focusing), penyederhanaan (simplifiying), peringkasan (abstracting), dan transformasi data (transforming).

69 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, 246.

70 Miles, Hubberman, Saldana Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition 3 (USA:

Sage Publications, 2014), 14. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi, UI-Press

a. Selecting

Menurut Miles, Hubberman & Saldana peneliti harus bertindak selektif, yaitu menentukan dimensi-dimensi mana yang lebih penting, hubungan-hubungan mana yang mungkin lebih bermakna, dan sebagai konsekuensinya, informasi apa yang dapat dikumpulkan dan dianalisis.

Pada tahap selecting ini, pertama-tama peneliti memberikan kode angka pada setiap data pada transkip wawancara. Selanjutnya peneliti melakukan pemilihan data-data yang berhasil dikumpulkan melalui tahap wawancara. Pemilihan data dilakukan dengan memberikan garis bawah pada setiap data yang ditemukan terkait penelitian yang berjudul “Peran orang tua dalam kegiatan mewarnai untuk pengembangan motorik halus anak melalui sistem pembelajaran dalam jaringan di RA Miftahul Jannah Wangkal”. Setelah proses seleksi data selesai dilakukan, peneliti melanjutkan ke tahap focusing.

b. Focusing

Miles, Hubberman & Saldana menyatakan bahwa memfokuskan data merupakan bentuk pra analisis. Pada tahap ini, peneliti memfokuskan data sesuai dengan masing-masing rumusan masalah dalam penelitian peran orang tua dalam kegiatan mewarnai.

Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap seleksi data.

Setelah selesai memilah data dalam tahap focusing dengan memberikan tanda pada setiap data yang bermakna bagi penelitian, peneliti melanjutkan tahap analisis data ke tahap abstracting.

c. Abstrackting

Abstraksi merupakan usaha membuat rangkuman yang inti, proses, dan pernyataan-perntayaan yang perlu dijaga sehingga tetap berada di dalamnya. Pada tahap ini, data yang telah terkumpul hingga ke tahap focusing dievaluasi oleh peneliti, khususnya yang berkaitan dengan kualitas dan kecukupan data. Jika data yang menunjukkan peran orang tua dalam kegiatan mewarnai sudah dirasakan baik dan jumlah sudah cukup, maka data tersebut digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti.

Peneliti mengulangi proses abstraksi ini hingga tiga kali untuk memastikan bahwa tidak ada data yang tercecer atau keliru dalam pemberian tanda sesuai focus masalah. Peneliti baru melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu tahap simplifying dan transforming.

d. Simplifying dan transforming

Data yang sudah melalui beberapa tahap hingga tahap abstraksi data dalam penelitian selanjutnya disederhanakan dan ditransformasikan dalam berbagai cara, yakni melalui seleksi data yang ketat, malalui ringkasan atau uraian singkat, menggolonhkan data dalam satu polayang lebih luas dan sebagainya.

Pada tahap ini peneliti mencermati setiap data yang sudah diberi tanda. Selanjutnya peneliti mengelompokkan data berdasarkan tanda yang sudah ada. Selanjutnya peneliti memilah lagi semua data yang sudah dikelompokkan berdasarkan tanda tersebut menjadi lima

berdasarkan partisipan yang memberikan jawaban. Setelah itu peneliti menyatukan data tiap partisipan dengan dirangkum menjadi kalimat yang berkelanjutan untuk mempermudah mengamati setiap temuan dan pembahaasn dalam melakukan analisa data. Hasil ini dilakukan secara hati-hati dan cermat pada setiap data yang berhasil dikumpulkan dari setiap partisipan. Tahap ini merupakan tahap terakhir dalam melakukan kondensasi data. Selanjutnya peneliti melangkah ke tahap yang selanjutnya yaitu penyajian data.71

2. Data display

Kegiatan utama kedua setelah melakukan reduksi data, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Display dalam konteks ini adalah kumpulan informasi yang telah tersusun yang membolehkan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan data display dalam kehidupan sehari-hari atau dalam interaksi sosial masyarakat terasing, maupun lingkungan belajar di sekolah atau data display surat kabar sangat berbeda antara satu dengan yang lain. Namun dengan melihat tayangan atau data display dari suatu fenomena akan membantu seseorang akan memahami apa ynag terjadi atau mengerjakan sesuatu. Kondisi yang demikian akan membantu pula dalam melakukan analisis lebih lanjut berdasarkan pemahaman yang bersangkutan. Bentuk display data dalam

71 Miles, Hubberman, Saldana Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition, 14.

penelitian kualitatif yang paling sering yaitu teks naratif dan kejadian atau peristiwa itu terjadi di masa lampau72

Penyajian data dalam penelitian ini merupakan gambaran seluruh informasi tentang bagaimana peran orang tua dalam membimbing anak selama proses pembelajaran dalam jaringan.

3. Kesimpulan/verifikasi

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.73

F. Keabsahan Data

Bagian ini memuat bagaimana usaha-usaha yang dilakukan peneliti untuk memperoleh keabsahan data-data temuan di lapangan. Agar diperoleh temuan yang absah, maka perlu diteliti kredibilitasnya dengan menggunakan teknik-teknik keabsahan data seperti perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi secara lebih mendalam, tringulasi (menggunakan beberapa sumber, metode, penelitian, teori), pembahasan oleh teman sejawat, analisis kasus lain, kesesuaian hasil, dan pengecekan anggota (member check).74

Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan cara

72 Muri Yusuf, Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan, 408-409.

73 Sugiyono, Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, 253.

74 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 47.

mengecek informasi atau data yang diperoleh melalui wawancara dengan informan. Kemudian data tersebut ditanyakan kepada informan lain.

Penggunaan metode triangulasi ini dilakukan untuk mendapat jawaban yang lebih jelas terkait peran orang tua dalam kegiatan mewarnai untuk pengembangan motorik halus anak selama pembelajaran dalam jaringan. Dan triangulasi teknik peneliti melakukan pengecekan informasi atau data terkait peran orang tua dalam kegiatan mewarnai untuk pengembangan motorik halus anak selama pembelajaran dalam jaringan dari hasil wawancara dan dokumentasi hasil mewarnai anak.

Dalam dokumen peran orang tua dalam kegiatan mewarnai (Halaman 47-56)