• Tidak ada hasil yang ditemukan

TELAAH HASIL PENELITIAN TERDAHULU

2. Penelitian Junaedi(2011, UIN Syarif Hidayatullah jakarta), yang berjudul ”Kontribusi Peran Komite Sekolah Terhadap Mutu Layanan Pendidikan Di Smkn 1 Depok” memberikan kesimpulan bahwa:

a. Peran komite sekolah di SMKN 1 Depok belum diartikan secara menyeluruh oleh stakeholder pendidikan terutama oleh anggota komite sekolah itu sendiri, sehingga mutu layanan pendidikan di sekolah itu belum dirasakan oleh pengguna pendidikan. Dengan demikian perlunya perbaikan yang menyeluruh pada komponen- komponen yang dapat meningaktkan mutu layanan pendidikan khususnya perbaikan pada peran komite sekolah dimana masih banyak kekurangan yang sangat menonjol dan perlunya perbaikan secara berkelanjutan supaya peningkatan mutu layanan pendidikan dapat dirasakan oleh stakeholder pendidikan.47

b. Penelitian Riza wijaksono,(2009, (Universitas Negeri Malang) yang berjudul”Peran Komite Sekolah Dalam Meningk atkan Mutu Pembelajaran (Studi Kasus Di SMPN 9 Malang)”

memberikan kesimpulan bahwa: disarankan bagi kepala sekolah untuk lebih aktif dalam meningkatkan tugas sebagai pemimpin sekolah dan meningkatkan perannya dalam memberi motivasi kepada komite sekolah. Bagi guru agar memanfaatkan potensi di luar sekolah sebagai bahan informasi untuk mengambil keputusan dan membuat progam perencanaan. Bagi urusan administrasi

47Junaedi, "Kontribusi Peran Komite sekolah Terhadap Mutu Layanan Pendidikan di SMKN 1 Depok ,"( Skripsi,UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2011)

pendidikan diharapkan menambah kajian-kajian teori tentang komite sekolah.

Penelitian ini dilakukan berdasarkan pendekatan kualitatif dengan rencana studi kasus. Lokasi penelitian adalah SMPN 9 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi partisipasi dengan tingkat kontinum pasif. Pengambilan data dilakukan dengan alat bantu berupa catatan lapangan dan alat dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini ditentukan secara snowball sampling.48

Dari penelitian diatas yang membedakan dengan penelitian ini adalah upaya komite yang berperan dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai cara diantaranya melakukan perbaikan pada peran komite dan melakukan kegiatan ibadah di sekolah secara berjamaah. Persamaan dari penelitian ini adalah sam-sama membahas tentang peran komite yang berupaya meningkatkan mutu pendiikan sekolah, jadi bukan hanya anggota guru saja yang meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tetapi disini guru dan komite bekerja sama dalam memajukan kualitas pendidikan sekolah.

48 Riza wicaksono, (skripsi,Universitas negeri malang, 2009)

BAB III DESKRIPSI DATA A. Deskripsi Data Umum

1. Sejarah Berdirinya MI Muhammadiyah Kasihan IV Tegalombo Pacitan

MI Muhammadiyah Kasihan IV merupakan salah satu lembaga pendidikan dasar yang didirikan oleh seorang guru perempuan yang kesehariannya mengajar di salah satu sekolah negeri. Setiap hari beliau ini jalan kaki dari rumah menuju sekolah tempat beliau mengabdikan dirinya. Suatu ketika beliau beristirahat di tepi jalan dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi bahwa tempat ini kelak akan menjadi tempat yang ramai dan ada yang memberikan pesan bahwa di sini harus didirikan sebuah madrasah. Karena di sini memang membutuhkan sebuah lembaga pendidikan, maka beliau ini akhirnya mendirikan sebuah madrasah dengan tempat seadanya. Mulai dari gedung yang berupa rumah dari bambu dan peralatan seadanya, juga meja kursi yang dibantu oleh warga masyarakat. Akhirnya, madrasah ini berdiri dan kini sudah memiliki gedung sendiri.49

Pada tahun 1980 inilah mulai dibukanya madrasah swasta yang bernama MI Muhammadiyah Kasihan IV dan Ibu Sujati tokoh pendiri dan yang memperjuangkan adanya Madrasah Ibtidaiyah dan diberikan tugas sebagai kepala madrasah pertama kali, yaitu menjabat antara tahun 1980 sampai tahun 2002. Kemudian pada perkembangannya diteruskan oleh Bapak Suparwan, S.Ag.

(2002 2008), Bapak Suyatni, S.Pd.I (2008 sampai sekarang).

2. Letak Geografis MI Muhammadiyah Kasihan IV Tegalombo Pacitan

Yang dimaksud letak geografis di sini adalah tempat atau daerah di mana MI Muhammadiyah Kasihan IV Tegalombo Pacitan berada. Adapun batas-batas dari sekolah adalah: 50

Sebelah Utara : Dibatasi oleh perkebunan dan batas desa Kasihan Tegalombo.

Sebelah Barat : Dibatasi oleh perkebunan dan TK.

Sebelah Selatan : Dibatasi jalan ke pemukiman warga.

Sebelah timur : Dibatasi oleh jalan utama Tegalombo Tulakan dan perkebunan.

Adapun MI Muhammadiyah Kasihan IV Tegalombo Pacitan tepatnya berada di jalan Raya Tegalombo Tulakan RT 08 RW 12 Dusun Klitik, Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan. Dengan menempati area tanah seluas 1.200 m²

49 Lihat Transkip Dokumentasi Nomor: 01/D/11-VI/2017 dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.

50 Lihat Transkip Observasi Nomor: 02/D/11-VI/2017 dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.

42

3. Visi Dan Misi MI Muhammadiyah Kasihan IV Tegalombo Pacitan 51 a. Visi

Imtaq, prestasi, terampil, dan mandiri.

b. Misi

1) Menanamkan keyakinan akidah melalui pendidikan dan pengalaman ajaran agama.

2) Mengoptimalkan proses pembelajaran atau bimbingan dalam kegiatan intrakurikuler sesuai dengan perkembangan IPTEK.

3) Mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler.

4) Mengembangkan penguasaan di bidang IPTEK, bahasa, olah raga, dan seni budaya sesuai dengan potensi yang dimiliki siswa.

5) Mengembangkan life skill sesuai tuntutan perkembangan zaman.

4. Struktur Organisasi MI Muhammadiyah Kasihan IV Tegalombo Pacitan

Struktur organisasi merupakan suatu bagan tatanan pada lembaga atau badan perkumpulan tertentu dalam menjalankan roda organisasi. Struktur organisasi ini dibuat, dengan harapan tugas yang telah dibebankan sesuai dengan jabatan dan tanggung jawabnya masing-masing dapat dilaksanakan dengan baik, karena adanya koordinasi dan kerjasama dalam pelaksanaannya. Di MI Muhammadiyah Kasihan IV ini ada dua organisasi terstruktur yang berjalan di bidang masing-masing. Organisasi tersebut adalah organisasi komite sekolah dan oraganisasi sekolah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam lampiran.52

5. Keadaan Tenaga Pendidik, Tenaga Kependidikan, dan Murid a. Tenaga Pendidik

Keadaan guru MI Muhammadiyah Kasihan IV Tegalombo Pacitan berdasarkan kualifikasi tugas mengajar sesuai dengan latar belakang

51 Lihat Transkip Dokumentasi Nomor: 03/D/11-VI/2017, dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.

52 Lihat Transkip Dokumentasi Nomor: 04/D/11-VI/2017, dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.

pendidikannya. Jumlah guru di MI Muhammadiyah Kasihan IV adalah 6 guru kelas (yang terdiri dari 3 laki-laki dan 3 perempuan), 1 guru laki-laki mengajar Penjaskesorkes. Jadi, jumlah semuanya ada 8 orang guru. Untuk lebih jelasnya lihat dalam lampiran.53

b. Tenaga Kependidikan

Dari hasil dokumentasi yang peneliti peroleh, jumlah tenaga kependidikan ada 8 orang yang terdiri dari 1 orang Kepala Madrasah, 7 orang guru. Dari sekian jumlah guru tersebut terdiri dari 1 orang PNS dan 7 orang GTY. Untuk lebih jelasnya lihat dalam lampiran.

c. Peserta didik

Jumlah siswa MI Muhammadiyah Kasihan IV secara keseluruhan ada 50. Mereka terdiri dari kelas I berjumlah 12 siswa, kelas II berjumlah 10 siwa, kelas III berjumlah 6 siswa, kelas IV berjumlah 6 siswa, kelas V berjumlah 9 siswa dan kelas VI berjumlah 7 siswa. Dari jumlah tersebut semua siswanya berasal dari daerah desa setempat dan semua siswanya pemeluk agama Islam secara keseluruhan. Untuk lebih jelasnya lihat dalam lampiran.54

B. Deskripsi Data Kusus

1. Bagaimana upaya komite madrasah sebagai mediator dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Al-Qur`an di MI Muhammadiyah Kasihan IV Tegalombo Pacitan

Komite madrasah merupakan perkumpulan wali murid, beberapa tokoh masyarakat, alumni, tokoh lingkungan, pengusaha dan orang yang peduli terhadap pendidikann yang berfungsi untuk membantu kelancaran proses pendidikan dan mengarah supaya madrsah lebih maju. Seperti yang diungkapkan oleh kepala madrasah bapak SY:

”ya g te asuk a ggota ko ite di i uha diyah 4 kasihan ini yaa termasuk dewan guru, orang tua atau wali murid, tokoh lingkungan seperti bapak Jari Arifin dan para alumni yang alhamdullilah peduli dengan madrasah ya”.55

Seperti yang telah diungkapkan oleh kepala madrasah bahwasanya anggota komite itu terdiri dari dewan guru, wali murid, tokoh masyarakat sekitar yang sekiranya membawa kemajuan untuk MI Muhamadiyah 4 Kasihan.

53 Lihat Transkip Dokumentasi Nomor: 07/ D/11-VI/2017, dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.

54 Lihat Transkip Dokumentasi Nomor: 08/ D/11-VI/2017, dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.

55 Lihat Transkip Wawancara Nomor: 01/W /12-VI/2017, dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.

Bukan hanya dewan guru saja yang bertugas untuk memajukan madrsah tetapi seluruh anggota komite berperan dalam kemajuan madrasah, seperti yang di ungkapkan kepala Madrasah SY:

”se ua ya g e ada disekolah i i e pu yai pe a pe ti g salah satunya memajukan madrasah ini, termasuk komite sekolah, dewan guru, siswa, orang tua siswa, serta tokoh masyrakat sekitar yang mempunyai pengaruh atau istilahnya mempunyai daya tarik. Sehingga bukan hanya satu pihak saja yang berperan dalam memajukan madrsah tapi semuanya.

Khususnya komite sekolah mempunyai tugas sebagai pemberi pertimbangan, pe duku g, pe go t ol, ediato ”.56

Hal serupa juga diungkapkan oleh A S

” e ajuka ad asah adalah tugas semua yang terlibat dalam lingkup sekolah, entah itu berada di dalam maupun di luar sekolah. Yang didalam contohnya dewan guru, siswa dan pengurus lainya. Sedangkan yang diluar seperti wali murid, komite, tokoh masyarakat, pengusaha. Komite madrsah mempunyai beberapa peran yaitu sebagai pemberi pertimbangan artinya ketika madrasah mempunyai rencana kegiatan atau progam itu harus dirapatkan dulu dengan anggota komite. Komite sebagai pendukung uyaitu mendukung semua kegiatan yang sekirany amembawa dampak positif terhadap madrsaah, komite sebagai pengontorol yaitu mengontrol setiap agenda, srana dan prasarana yang mungkin perlu dibenahi.

Komite sebagai mediator yaitu sebagai jembatan antara dewan guru dengan wali murid seperti penarikan iuran untuk membangun madrasah”.57

Seperti yang telah diungkapkan AS dan kepala madrasah bahwa tugas komite madrasah yaitu sebaga berikut: a. Sebagai mediator yaitu komite sebagai jembatan penyampaian aspirasi antara orang tua atau wali murid dengan pihak sekolah, b. Sebagai pertimbangan yaitu ketika madrsah mempunyai suatu progam atau kegiatan yang berkaitan dengan madrsah komite disini pertugas memberikan pertimbangan apakah progam atau rencana tersebut dapat dijalankan atau tidak, c.

Komite sebagai pendukung yaitu mendukung keegiatan atau progam- progam yang membawa dampak positif untuk madrsah, d. Komite sebagai pengontrol dalam hal penggunaan dan penarikan dana serta mengontrol pelaksanaan proyek-proyek pembangunan.

Progam-progam atau rencana kegiatan di madrasah dibuat sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitar atau sesuai dengan tuntutan zaman. MI Muhamadiyah 4 Kasihan mempunyai beberapa

56 Lihat Transkip Wawancara Nomor: 01/W /12-VI/2017, dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.

57 Lihat Transkip Wawancara Nomor: 02/W /12-VI/2017, dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.

progam-progam, salah satunya adalah kegiatan belajar membaca Al- Qur`an. Kegiatan ini dilakukan setelah pulang sekolah. Seperti yang diungkapan oleh ketua komite JA:

”disi i itu se e a ya e pu yai p oga -progam yang bagus seperti pembiasaan sholat dhuha berjamaah disekolah, membaca al-qur`an, les atau pelajaran tambahan, seperti itu.

Tetapi kegiatan disini belum berjalan lancar karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Untuk progam yang sudah berjalan yaitu kegiatan membaca Al-Qur`an waktu sehabis pulang sekolah. Kegiatan ini awal mulanya ragu untuk dilaksanakan, tetapi atas permintaan orang tua yang menginginkan anak bisa mebaca Al-Qur`an maka seluruh anggota komite pada saat itu musyawarah terkait hal ini. Karena progam ini juga melibatkan orang tua maka orang tua sangat berperan dalam hal ini seperti memberi motivasi agar rajin membaca Al-Qur`an. Setelah semuanya berjalan, tanpa diduga semua siswa mengikuti progam ini dengan baik.58

Hal serupa juga diungkapakan oleh kepala madrasah Bapak S Y :

”p oga e a a Al-Qur`an disini sudah berjalan dengan baik, akan tetapi ada beberapa kesulitan dalam pelaksanaan progam ini.

Salah satu nya siswa sulit membaca Al-Qur`an, hal ini disebabkan karena kurangnya belajar anak atau minimnya pelajaran yang didapat. Maka dari itu dewan guru dan komite kemarin musyawarah terkiat hal ini. Musyawarah dilakukan ketika pengambilan rapot semester genap kemarin. Didlam musyawarah tersebut kami anggota guru dan orang tua wali membahas bagaimna progam ini berjalan dengan baik. Karena bagaimanapun belajar Al-Qur`an jika dilaksanakan disekolahan saja akan kurang maksimal. Kemarin ada slah satu wali yang snagat setuju dengan progam ini. Hasil dari musyawarah kemarin adalah kegaiatan mebaca Al-Qur`an tetap dilakukan di mi dan didampingi oleh bebrapa guru dan juga untuk memaksimalkan progam ini anak atau siswa ketika dirumah harus tetap membaca Al-Qur`an jadi orang tua harus selalu mendampingi a ak dala elaja ”.59

Seperti hasil wawancara yang peniliti lakukan dengan guru agama Bapak TH dengan SY adalah peran komite atau orang tua dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Al-Qur`an adalah dengan cara pihak sekolah atau dewan guru harus bekerja sama dengan oarang tua. Karena jika belajar membaca Al-Qur`an dilakukan di madrsah saja akan kurang maksimal. Maka

58 Lihat Transkip Wawancara Nomor: 03/W /12-VI/2017, dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.

59 Lihat Transkip Wawancara Nomor: 01/W /12-VI/2017, dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.

orang tua wali juga sangat berperan dlam hal ini. Orang tua wali bisa mendampingi anakanya belajar membaca Al-Qur`an di rumah.60

Komite sekolah memiliki beberapa peran aktif dalam sekolahan atau madrasah. Salah satunya yaitu komite sekolah sebagai mediator. Berikut data hasil wawancara dengan IR:

”Peran komite madrasah sebagai mediator yaitu komite sekolah terutama pengurus komite sebagai mediataor antara pihak sekolah dengan wali murid, misalanya madrsah mempunyai progam belajar al-qur`an, komite sekolah menyampaikan kepada wali murid yang dimediatori oleh komite sekolah. Dalam hal ini komite sekolah mengajak wali murid untuk mendukung progam yang ada disekolahan dan salah satunya adalah memberi arahan dan semangat kepada anak untuk selalu belajar membaca Al-Qu `a ”.61

Seperti yang diungkapkan IR bahwa pengurus komite, dewan guru, wali murid bekerja sama untuk mengatasi kesulitan belajar membaca Al- Qur`an dengan cara dewan guru disekolah mengajari siswa untuk belajar membaca Al-Qur`an, komite sekolah dan wali murid memberi semangat kepada putra-putrinya agar tetap belajar. Karena belajar Al-Qur`an adalah hal yang sangat penting untuk bekal masa depan.62

2. Upaya Komite Madrasah sebagai pendukung dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Al-Qur`an di MI Muhammadiyah kasihan IV Tegalombo Pacitan

Peran komite sekolah sangatlah banyak salah satunya komite sekolah sebagai pendukung. Peran komite sekolah sebagai pendukung diantaranya memberikan fasilitas, sarana dan prasarana, dll. Seperti yang diungkapkan oleh ketua komite madrsah bapak JA:

di madrasah sini peran komite sangatlah membantu. Seperti dalam hal mengatasi kesulitan belajar Al-Qur`an. Pengurus komite juga mendiskusikan tentang hal ini. Karena belajar membaca Al-Qur`an adalah hal yanag sangat penting bagi kehidupan. Komite sekolah dan orang tua sepakat dengan pengadaan progam belajar membaca Al-Qur`an. Komite sampai saat ini hanya bisa membantu seperti tempat, papan tulis, Al- Qur`an, iqro` dan yang paling penting adalah menyediakan tenaga mengajar. Yaa semoga progam ini dapat istiqomah mas.

Hal serupa juga diungkapkan oleh kepala sekolah SY:

60 Lihat Transkip Observasi Nomor: 01/O /12-VI/2017, dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.

61 Lihat Transkip Wawancara Nomor: 04/W /12-VI/2017, dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.

62 Lihat Transkip Observasi Nomor: 04/O /12-VI/2017, dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.

”alha dulillah mas, pengurus komite disini sangatlah membantu sekali. Seperti memberikan fasilitas untuk anak-anak belajar Al-Qur`an.

Fasilitas itu diantaranya yaa seperti papan tulis, Al-Qur`an dan guru untuk membantu kelancaran progam ini. Kami dewan guru, komite dan orang tua wali sali g e duku g de ga ada ya p oga i i.”63

Seperti yang telah diungkapkan oleh ketua komite Bapak JA dan bapak SY selaku kepala madrasah bahwasanya peran komite dalam mendukung kegiatan belajar membaca al-qur`an sangat dirasakan. Karena memberikan begitu banyak sumbanggan seperti usulan, fasilitas tempat, dan fasilitas sarana dan prasarana.64

Peran komite sebagai pendukung juga dirasakan oleh bapk AS selaku pembimbing belajar al-qur`an :

”alha dulillah, e kat fasilitas ya g telah di e ikan oleh komite kegiatan belajar membaca Al-Qur`an disini perlahan-lahan ada kemajuan, saya pribadi berharap semoga progam ini bisa isti o ah”.65

Hal serupa juga diungkapkan oleh IR:

komite dalam hal ini sangat membantu sekali. berkat sumbangan fikiran dan fasilitas kegiatan belajar al-qur`an disini sedikit demi sedikit sudah mengalami kemajuan. anak pun kalau belajar agama cepet tanggap.

membaca Al-Qur`anya juga sudah baik.semoga dengan perhatian komite kegiatan belajar al-qur`an ini dapat bejalan terus.”66

63 Lihat Transkip Wawancara Nomor: 01/W /12-VI/2017, dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.

64 Lihat Transkip Observasi Nomor: 03/O /12-VI/2017, dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.

65 Lihat Transkip Wawancara Nomor: 02/W /12-VI/2017, dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.

66 Lihat Transkip Wawancara Nomor: 04/W /12-VI/2017, dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.

BAB IV

Dokumen terkait