• Tidak ada hasil yang ditemukan

Temuan Hasil Penelitian

BAB III PROBLEMATIKA PELAKSANAAN IKRAR WAKAF DI

B. Temuan Hasil Penelitian

d. Para santri dipandu oleh fasilitator yang terdiri dari para sarjana dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu serta para pelaku usaha (pebisnis),

e. Bimbingan Ibadah, f. Pelatihan Kewirausahaan,

g. Kerja Bersama (Berbisnis), Santri bekerja diunit Usaha Yayasan Islam Ibadah. 7

6. Struktur Nazhir Organisasi Yayasan Islam Ibadah

dapat menimbulkan hambatan atau permasalahan dalam wakaf. Orang yang taat hukum adalah orang yang, sambil berperilaku sesuai dengan hukum yang berlaku, mengetahui persyaratan hukum yang harus diikuti.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap problematika pelaksanaan ikrar wakaf yang tidak dilakukan dihadapan PPAIW di Yayasan Islam Ibadah, tentunya tidak memiliki kekuatan hukum yang tetap menurut Peraturan Peundang-Undangan yang berlaku. Hal tersebut juga mempengaruhi terhadap proses sertifikasi tanah wakaf kedepannya, seperti tidak bisa didaftarkan di BPN dan apabila dari keluarga pihak wakif mempermasalahkan mengenai tanah yang diwakafkan kedepannya akan menjadi permasalahan yang rumit.

Peneliti mewawancarai Kepala KUA Kecamatan Jenangan yakni, Bapak H. Samuri, S.Ag. mengenai problematika proses atau prosedur ikrar wakaf yang tidak dilakukan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf, sebagai berikut:

“Permasalahan mengenai wakaf sangat banyak di Kabupaten Ponorogo, seperti halnya Masjid-masjid atau Yayasam yang masih belum bersertifikat wakaf. Kemarin di Desa Singosaren ada tanah wakaf yang belum di ikrarkan secara sah menurut Undang-Undang Wakaf dihadapan pihak KUA akan tetapi sudah diajukan saja ke BPN karena menurut pihak Yayasan mengenai persyaratannya dikira cukup bisa hanya membawa berkas ikrar wakaf yang hanya dilakukan dihadapan pihak Pemerintah Desa beserta para pihak wakaf seperti, wakif, saksi dan nazhir. Hal tersebut kemudian direvisi oleh BPN dan disuruh harus ada sepengetahuan dari pihak PPAIW (Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf) KUA Kecamatan Jenangan sebagai bukti yang

autentik menurut Undang-Undang Wakaf dalam proses pendaftaran tanah wakaf di Indonesia.”8

Pada wawancara dengan Bapak H. Samuri S.Ag. selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf KUA Kecamatan Jenangan problematika pelaksanaan ikrar wakaf yang tidak dilakukan dihadapan PPAIW di Yayasan Islam Ibadah melatarbelakangi adalah ketidaktahuan masyarakat terhadap Peratutan Perundang-Undangan Wakaf yang berlaku, akibatnya proses pendaftaran wakaf akan tidak sesuai dengan waktu yang diinginkan.

Kedua wawancara kepada Ibu Dina Infita Elmawati, S.H.I.

Selaku Penyuluh Bidang Wakaf di KUA Kecamatan Jenangan mengenai problematikan pelaksanaan ikrar wakaf yang tidak dilakukan dihadapan PPAIW di Yayasan Islam Ibadah.

“Yang saya tau, bukan hanya di Yayasan ini saja, dilain tempat juga masih banyak yakni kebanyakan masyarakat punya anggapan bahwasanya. pertama, proses sertifikat itu rumit; kedua, biaya yang mahal; ketiga, waktu yang cukup lama; keempat, kalau pengurusan sendiri biasanya susah jika tidak dibantu oleh Nazhir dari organisasi besar seperti Muhammadiyah dan NU, akan lebih mudah karena organisasi tersebut ada bidang khusus yang mengurusi hal tersebut. Sehingga akan lebih efektif dan efisien dalam proses pendaftaran tanah wakaf.”9

Pada wawancara dengan Ibu Dina Infita Elmawati, S.H.I.

selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf KUA Kecamatan Jenangan mengenai problematika pelaksanaan ikrar wakaf yang tidak dilakukan

8 Samuri, Hasil Wawancara, Ponorogo 17 Oktober 2022.

9 Dina Infita Elmawati, Hasil Wawancara, Ponorogo 18 Oktober 2022.

dihadapan PPAIW di Yayasan Islam Ibadah melatarbelakangi adalah masyarakat punya anggapan bahwasanya. pertama, proses sertifikat itu rumit; kedua, biaya yang mahal; ketiga, waktu yang cukup lama dan harus adanya dorongan motivasi yang kuat dalam berdakwah di jalan Allah SWT.

Bu Dina juga menjelaskan terkait perbedaan dokumen ikrar wakaf yang tidak didaftarkan di PPAIW dengan didaftarkan di PPAIW.

“Ada perbedaannya dokumen ikrar wakaf yang tidak dilakukan dihadapan PPAIW, biasanya hanya berupa berita acara yang dimana dibuat dengan sepengetahuan Pemerintah sekitar, seperti Ketua RW dan Kepala Kelurahan Desa Singosaren. Kemudian dari berita acara tersebut tidak menggunakan blanko-blanko khusus, sedangkan ikrar wakaf yang dilakukan dihadapan PPAIW ada proses pengisian blanko seperti W1, W2, dst. Setelah itu di sahkan oleh BWI dan ketika sudah disahkan oleh BWI, PPAIW membuat surat pengesahan baru yang nantinya sebagai syarat untuk pengajuan ke BPN” 10

Dari hasil wawancara diatas bahwasanya dapat disimpulkan terkait problematika pelaksanaan ikrar wakaf yang dilakukan tanpa dihadapan PPAIW. Seperti halnya yang terjadi di Yayasan Islam Ibadah, ada beberapa faktor, diantaranya: 1) Ketidaktahuan dan pemahaman masyarakat terkait Peraturan Perundang-Undangan yang mengatur mengenai wakaf, 2) Memperlambat proses sertifikasi wakaf sehingga tidak efektif dan efisien.

10 Dina Infita Elmawati, Hasil Wawancara, Ponorogo 18 Oktober 2022.

2. Pemahaman Para Pelaku Wakaf Dalam Tata Cara Proses Pendaftaran Wakaf di Yayasan Islam Ibadah

Pemahaman para pelaku wakaf dalam tata cara proses pendaftaran wakaf, sangat penting untuk diperhatikan demi kelancaran proses sertifikat wakaf. Dalam hal ini, peneliti mewawancarai berbagai sumber penting, yakni diantaranya Ketua Nazhir Yayasan Islam Ibadah yakni Drs. KH. M. Subki Risya, M.H. terkait faktor yang melatarbelakangi pelaksanaan ikrar wakaf yang tidak dilakukan dihadapan PPAIW.

“Kami melakukan ikrar wakaf sementara yang hanya dihadapan Pemerintah Desa dan pihak yang bersangkutan dengan wakaf di Yayasan Islam Ibadah, dengan tujuan untuk bukti sementara bahsawanya tanah ini sudah diwakafkan untuk pembangunan Yayasan, agar suatu ketika tidak ada terjadi permasalahan. Menurut saya hal ini sudah benar sesuai dengan proses yang ada dengan alasan akan terhindar dari suatu permasalahan yang kedepannya mungkin bisa saja akan terjadi”11

Kemudian peneliti mengajukan pertanyaan lagi terkait apabila waktu itu pelaksanaan ikrar wakaf di Yayasan Islam Ibadah dilakukan dihadapan PPAIW KUA Kecamatan Jenangan, apakah bisa atau tidak bisa, Beliau menjelaskan.

“Bisa saja, tetapi ada hambatan-hambatan yang terjadi, karena dari pihak keluarga saya belum terlalu fokus mengurus semua itu dan karena saya mempunyai teman di BPN, saya meminta bantuan ke teman saya. Kedua, saya waktu itu juga terkena Covid-19 hampir keluarga saya kena. Selain itu, ada revisi dari pihak BPN bahwasannya saksi tidak boleh dari pihak keluarga sendiri dan sertifikat

11 Subki Risya, Hasil Wawancara, Ponorogo 31 Oktober 2022.

tanah harus dipecah terlebih dahulu atas nama tanah yang akan diwakafkan dan tanah yang tidak diwakafkan.”12

Dari hasil wawancara dengan Bapak Subki Risya, selaku ketua nazhir Yayasan Islam Ibadah, pemahaman terhadap Peraturan Perundang-Undangan yang mengatur wakaf sangatlah penting.

Apabila pada awalnya didaftarkan di PPAIW KUA Kecamatan Jenangan. Disini peran KUA sangatlah penting untuk mengarahkan langkah-langkah yang efektif dan efisien dalam proses sertifikat wakaf apabila dari pihak nazhir memang belum fokus bisa mengurus proses sertifikat wakaf dikarenakan ada faktor-faktor yang melatarbelakangi.

Wawancara selanjutnya dengan Bapak Fakaruzzaman Hidayatullah selaku Bendahara Nazhir terkait pertanyaan yang sama dengan Bapak Subki Risya. Beliau menjelaskan.

”Pikir kami waktu itu, kami melakukan ikrar wakaf sementara karena memang untuk menghindari jika suatu saat dari pihak keluarga yang mewakafkan mempermasalahkan tanah yang diwakafkan tersebut, makanya kita berjaga-jaga alangkah lebih baiknya di ikrar wakafkan terlebih dahulu dihadapan Pemerintah Desa dan Tokoh lingkungan masyarakat sekitar. Tapi Alhamdulillah tidak ada permasalahan yang terjadi hingga saat ini terkait Yayasan ini.”13

Kemudian peneliti mengajukan pertanyaan terkait apa saja yang melatarbelakangi pelaksanaan ikrar wakaf tidak dilakukan dihadapan PPAIW. Beliau menjelaskan.

12 Subki Risya, Hasil Wawancara, Ponorogo 31 Oktober 2022.

13 Fakaruzzaman Hidayatullah, Hasil Wawancara, Ponorogo 31 Oktober 2022.

”Perlu diketahui, bahwasanya prosesnya sangat begitu rumit dalam pendaftaran sertifikat tanah wakaf seperti halnya, pengukuran luas tanah, pemecahan sertifikat tanah wakif yang akan diwakafkan dan itu pun juga diperlukan waktu yang begitu lama. Kemudian faktor lain yang melatarbelakangi adalah dari kami tidak ada yang mengurus hingga waktu yang cukup lama dikarenakan ada kesibukan lain, apalagi waktu itu dari pihak kami juga ada yang terkena Covid-19.”14

Wawancara selanjutnya dengan pihak wakif, yakni Bapak Saiman. Bapak Saiman mewakafkan tanahnya seluas 116 m². Peneliti bertanya terkait tujuan kenapa diwakafkan tanah Bapak Saiman untuk berdirinya Yayasan Islam Ibadah.

”Awalnya tanah yang diwakafkan adalah milik dari Bu Lailatun Nisfah, disamping utara tanah milik Bu Lailatun Nisfah yakni milik saya, suatu hari ketika mau membangun bangungan masjid beserta gedung, masjid tersebut jika hanya tanah dari Bu Lailatun Nisfah saja yang di wakafkan masjid itu hanya menghadap ke arah barat dan tidak menghadap pas ke arah kiblat, jika mau bangunan masjid itu menghadap kiblat maka sebagaian tanah Pak Saiman diwakafkan agar bangunan masjid ketika jadi bisa agak condong ke utara sedikit menghadap pas ke arah kiblat sesuai dengan perhitungan falak penentuan arah kiblat.”15

Penelit pun bertanya terkait pemahaman para pihak wakif terkait proses pendaftaran tanah wakaf. Bapak Saiman menjelaskan.

”Saya tidak begitu tahu mengenai prosesnya, karena semua dari semua pemrosesan hingga pendaftaran tanah saya sampai menjadi tanah wakaf, yang mengurus adalah Pak Subki Risya selaku Nazhir dan yang saya tahu saya ketika pengikraran penserahan tanah saya untuk diwakafkan, yang saya tahu hanya mengucapkan secara lisan waktu itu dan kemudian disaksikan oleh saksi, nazhir, Pemerintah Desa

14 Fakaruzzaman Hidayatullah, Hasil Wawancara, Ponorogo 31 Oktober 2022.

15 Saiman, Hasil Wawancara, Ponorogo 25 Januari 2023.

dan masyarakat sekitar. Ikrar wakaf itu didaftarkan di PPAIW atau belum saya tidak begitu tahu akan hal itu.”16

Wawancara selanjutnya, dengan Ibu Lailatun Nisfah selaku pihak wakif. Peneliti bertanya terkait tujuan diwakafkannya tanah tersebut guna berdirinya Yayasan Islam Ibadah. Ibu Lailatun Nisfah mewakafkan tanahnya seluas 906 m². Ibu Lailatun Nisfah memiliki tanah tersebut dari hasil membeli sama dengan Bapak Saiman. Ibu Lailatun Nisfah menjelaskan terkait tujuannya diwakafkan tanah tersebut.

”Saya dulu mewakafkan tanah tersebut memang dengan tujuan untuk mendirikan Pondok Pesantren yang sekarang dikelola oleh suami saya dan beberapa orang. Niat dari dulu saya dan keluarga memang harus memiliki sebuah tempat yang di dalamnya ada Pondok, Masjid dan ada tempat usahanya sendiri. Alhamdulillah Allah mengabulkan keinginan saya dan keluarga, untuk sebuah jalan dakwah kita selagi hidup dan memberikan manfaat juga terhadap sesama manusia dalam bentuk Pesantren Mahasiswa Nahdlatul Ummah Yayasan Islam Ibadah.”17

Kemudian, peneliti juga bertanya terkait proses pendaftaran tanah wakaf tersebut kepada wakif.

”Soal pengurusan atau proses pendaftaran wakaf di Yayasan Islam Ibadah yang mengurus semuanya adalah Nazhir Organisasi yang terdiri dari tiga orang yakni, ketua nazhir, seketaris nazhir dan bendahara nazhir. Jadi, saya tidak begitu mengikuti atau dengan jelas proses pendaftaran sertifikat tanah wakaf. Untuk prosesnya sendiri juga memerlukan waktu yang cukup lama hampir kurang lebih sejak tahun 2017, tanah ini diikrarkan sampai saat ini masih

16 Saiman, Hasil Wawancara, Ponorogo 25 Januari 2023.

17 Lailatun Nisfah, Hasil Wawancara, Ponorogo 24 Maret 2023.

proses dalam sertifikasi pengeluaran sertifikat tanah wakaf di BPN.”18

Dari hasil wawancara terkait pemahaman para pelaku wakaf terkait proses pendaftaran tanah wakaf di Yayasan Islam Ibadah, peneliti menyimpulkan bahwasanya masih minimnya pemahaman terkait peraturan perundang-undangan tentang wakaf yang berlaku. Di dalam Undang-Undang juga disebutkan terkait eksistensi pelaksanaan ikrar wakaf yang dilakukan dan didaftarkan di PPAIW (Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf).

Karena tanah sebagai sumber daya yang menjadi kebutuhan dan kepentingan untuk semua umat manusia, badan hukum, dan atau sektor-sektor dalam pembangunan. Tanah wakaf adalah salah satu aset tanah yang dapat meningkatkan peningkatan ekonomi umat manusia sacara sosial dan mempunyai nilai ibadah di dalamnya.

Dari sini bisa disimpulkan bahwa kedudukan harta benda wakaf dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, dapat dilihat dengan adanya produk-produk hukum dengan tujuan melindungi keberadaan tanah wakaf itu sendiri. Seperti halnya kepemilikan tanah yang dikuasai oleh individu, badan hukum dan sektor-sektor pembangunan lainnya. Dalam hal ini apabila masyarakat melek hukum, ketika setiap hukum yang berlaku di laksanakan dengan baik, segalanya akan lebih mudah. Begitupun juga terkait dengan proses pendaftaran tanah wakaf, apabila sudah sesuai dengan prosedur

18 Lailatun Nisfah, Hasil Wawancara, Ponorogo 24 Maret 2023.

Peraturan Perundang-Undang tentang Wakaf di Indonesia, proses pendaftaran wakaf akan lebih efektif dan efisien.

57 BAB IV

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP IKRAR WAKAF DI YAYASAN ISLAM IBADAH DESA SINGOSAREN KECAMATAN JENANGAN

KABUPATEN PONOROGO

A. Tinjauan Yuridis Terhadap Pelaksanaan Ikrar Wakaf yang Tidak Dilakukan Dihadapan PPAIW di Yayasan Islam Ibadah

Tanah termasuk salah satu dari sekian banyak yang diwakafkan karena memiliki keunggulan yang signifikan, sebab dapat digunakan untuk membangun bangunan yang berfungsi untuk ibadah, seperti masjid, sekolah atau bangunan umum lainnya. tanah wakaf diserahkan oleh wakif kepada pengurus wakaf bernama nazhir yang memahami prosedur wakaf yang diatur oleh peraturan-perundang-undangan tentang wakaf, disisi lain banyak nazhir yang tidak mengetahui dan memahami peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang wakaf. Kebanyakan hanya mengetahui hukum-hukum yang terkandung dalam hukum Islam.65

Pendaftaran benda tidak bergerak berupa tanah diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf Pasal 38 antara lain sebagai berikut :66

1. Pendaftaran benda wakaf tidak bergerak dalam bentuk tanah dilakukan atas dasar Akta Ikrar Wakaf atau akta pengganti ikrar wakaf.

65 Asyumni A Rahman and Tolchah Mansoer, Ilmu Fiqh (Jakarta: Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama, 1986), 222.

66 Lihat Pasal 38 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf.

2. Melampirkan sertifikat tanah atau satuan rumah susun atau kotak bukti kepemilikan tanah lainnya.

3. Sertakan surat pernyataan dari yang bersangkutan bahwa tanahnya tidak disengketakan, sitaan dan tidak dijaminkan oleh kepala desa atau penunjukan lain yang disamakan dengan itu yang dikukuhkan oleh camat setempat.

Sedangkan hasil penelitian di lapangan dijelaskan bahwa di Yayasan Islam Ibadah melakukan ikrar wakaf tidak dihadapan PPAIW pada tahun 2017. Dengan tidak dilakukannya ikrar wakaf dihadapan PPAIW mengakibatkan terkendalanya pada proses pendaftaran sertifikat tanah di BPN (Badan Pertanahan Nasional) pada awal tahun 2022, karena pihak yayasan menggunakan akta ikrar wakaf yang tidak dikeluarkan oleh pihak PPAIW melainkan akta ikrar wakaf tahun 2017 yang telah dibuat dan diketahui oleh para pihak wakaf (nazhir, wakif, dan saksi) yayasan dan perangkat desa Singosaren.

Menurut peneliti dengan adanya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 masih belum berjalan dengan lancar di kalangan masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya beberapa masyarakat yang masih menggunakan sistem tradisional dengan berdasarkan hasil musyawarah sehingga belum adanya legalitas catatan didalam hukum. Dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Pasal 17, dijelaskan bahwa ikrar wakaf harus dilakukan oleh wakif kepada nazhir di hadapan PPAIW dengan disaksikan oleh dua orang

saksi.67 Apabila tidak dilakukan di hadapan PPAIW maka ikrar wakaf tersebut menurut peneliti tidak dapat memiliki perlindungan hukum oleh negara. Kemudian dalam ayat selanjutnya dijelaskan, ikrar wakaf sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan secara lisan dan/atau tulisan serta dituangkan dalam akta ikrar wakaf oleh PPAIW. Dokumen akta ikrar wakaf adalah sebagai bentuk dokumen autentik sebagai bukti penting yang diakui menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Apabila ketika terjadi suatu permasalahan sengketa terhadap tanah yang diwakafkan, dokumen akta ikrar wakaf tersebut adalah bukti yang tidak bisa dibantah.

Selanjutnya Pasal 18 menjelaskan terkait apabila pihak wakif tidak dapat menyatakan ikrar wakaf secara lisan atau tidak bisa hadir dalam pelaksanaan ikrar wakaf karena dengan alasan yang dibenarkan oleh hukum, maka boleh diwakilkan dengan surat kuasa dan diperkuat dengan dua orang saksi.68 Pada Pasal 19 diteruskan, bahwa surat kuasa beserta bukti atas kepemilikan harta benda wakaf diserahkan kepada PPAIW.69 Dari segi tersebut dari hasil peneliti, bahwa keberadaan PPAIW memiliki tugas dan fungsi yang sangat strategis sebagai salah satu Lembaga Pemerintah yang mengurus proses perwakafan. Dari hasil wawancara kepada ketua nazhir Yayasan Islam Ibadah, pada tahun 2017 sampai tahun 2022 tidak melakukan pendaftaran ikrar wakaf Yayasan di PPAIW disebabkan dari pihak nazhir tidak ada yang mengurusnya, karena tugas

67 Lihat Pasal 17 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf.

68 Lihat Pasal 18 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf.

69 Lihat Pasal 19 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf.

nazhir dari hasil penelitian di lapangan menunjukan bahwa nazhir bukan merupakan pekerjaan utama. Disisi lain seorang nazhir memiliki pekerjaan atau profesi utama, seperti halnya seorang guru, pekerja swasta, pengusaha, dll.

Dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Pasal 20, menjelaskan lebih spesifik terkait syarat saksi dalam ikrar wakaf yang harus terpenuhi yakni: dewasa, beragama Islam, berakal sehat dan tidak terhalang melakukan perbuatan hukum.70 Dipertegas juga pada Pasal 21 terkait penjelasan ikrar wakaf, bahwa ikrar wakaf harus tertuang dalam akta ikrar wakaf yang disahkan oleh PPAIW. Pada ayat 2 dijelaskan terkait akta ikrar wakaf paling sedikit memuat diantaranya: nama dan identitas wakif, nama dan identitas nazhir, data dan keterangan harta benda wakaf, peruntukan harta benda wakaf, jangka waktu wakaf.71 Ketentuan atau peraturan lebih lanjut terkait akta ikrar wakaf diatur dengan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006.

Pada Peraturan Pemerintah terkait penjelasan lebih lanjut mengenai ikrar wakaf tentang benda tidak bergerak berupah tanah tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006. Peraturan Pemerintah sudah tertera jelas terkait bagaimana pelaksanannya, dari penjelasan terkait pembuatan akta ikrar wakaf, persyaratan (bentuk, isi dan tata cara pengisian Akta Ikrar Wakaf atau Akta Penganti Akta Ikrar Wakaf untuk

70 Lihat Pasal 20 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf.

71 Lihat Pasal 21 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf.

benda tidak bergerak), tata cara pembuatan Akta Ikrar Wakaf dan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf.

Permasalahan pelaksanaan ikrar wakaf yang tidak dilakukan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf di Yayasan Islam Ibadah adalah bentuk ketidakpahaman masyarakat terhadap peraturan perundang- undangan yang berlaku. Menurut peneliti apabila sampai wakif meninggal namun belum melakukan pembuatan akta ikrar wakaf dan sampai tidak ada orang yang memohon pembuatan akta ikrar wakaf ke PPAIW, maka kepala desa tempat benda wakaf tersebut wajib memohon pembuatan Akta Pengganti Akta Ikrar Wakaf tersebut ke PPAIW setempat. Peraturan terkait pembahasan ikrar wakaf sampai pembuatan akta ikrar wakaf, menurut peneliti sudah sangat tertera jelas, namun banyak dari masyarakat yang belum memahami akan hukum yang sudah berlaku, hal ini tentunya sebagai Pemerintah yang berwenang memiliki tugas penting untuk mensosialisasikan peraturan perundang-undangan yang sudah kepada masyarakat melalui lembaga-lembaga Pemerintah Daerah. Diharapkan dengan adanya hal tersebut kedepannya masyarakat dapat dengan baik melakukan segala bentuk aspek kehidupan sesuai dengan hukum yang berlaku.

B. Tinjauan Yuridis Terhadap Dampak yang Timbul Akibat Ketidakpahaman Para Pelaku Wakaf di Yayasan Islam Ibadah

Pemahaman masyarakat dalam proses pendaftaran wakaf dikarenakan sebagai bentuk tinjauan yuridis itu sendiri. Masyarakat, bahwa dalam hal ini menjadi faktor yang utama dalam tinjauan yuridis.

Merupakan suatu peran penting dalam pelaku yang menjalankan sebuah hukum yang dijalankannya. Sebagai masyarakat dalam mematuhi suatu peraturan perundang-undangan dengan sikap kesadarannya.

Dari teori diatas dapat ditinjau bahwa para pelaku wakaf di Yayasan Islam Ibadah Desa Singosaren Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo yang menjadi sebab dalam proses atau prosedur pendaftaran tanah wakaf itu dikarenakan dari masyarakat yang kurang memahami tentang prosedur pendaftaran wakaf yang dilaksanakan sesuai aturan negara yang berlaku. Hal ini ditandai dengan adanya pelaksanaan ikrar wakaf yang tidak dilakukan dihadapan PPAIW atau yang belum didaftarkan di KUA dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendaftaran ikrar wakaf di PPAIW KUA setempat.

Kemudian di Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 dalam hal ikrar wakaf dihadapan PPAIW diatur dalam Pasal 17 ayat 2 dan di Peraturan Pemerintah yang mengatur masalah ikrar wakaf terdapat pada Nomor 42 Tahun 2006 Pasal 32. Dapat disimpulkan mengenai peraturan diatas dapat dilihat bahwasanya pelaksanaan ikrar wakaf tidak dihadapan PPAIW di Yayasan Islam Ibadah juga termasuk faktor penghambat terhadap proses sertifikat wakaf. Pelaksanaan ikrar wakaf menurut UU No.

41 Tahun 2004 dan PP No. 42 Tahun 2006 sudah mengatur, bahwasanya sangat penting ikrar wakaf didaftarkan di PPAIW agar dengan mudah dalam prosesnya ke BPN. Melihat peran PPAIW sendiri adalah memiliki kemampuan guna mengarahkan para pihak wakaf mengenai persyaratan

administrasi dalam hal perwakafan secara tepat dan benar, termasuk kondisi fisik dari harta benda yang diwakafkan tersebut. Hal itu sangat penting agar dalam proses perwakafan tidak terjadi kesalahpahaman atau menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Ikrar wakaf dihadapan PPAIW juga diatur dalam Kompilasi Hukum Islam dalam Pasal 218 Ayat (1) yang berbunyi: Pihak yang mewakafkan harus mengikrarkan kehendaknya secara jelas dan tegas kepada Nadzir di hadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215 ayat (6), yang kemudian menuangkannya dalam bentuk ikrar Wakaf, dengan disaksikan oleh sekurang-kurangnya 2 orang saksi. 72

Selain itu, nazhir harus memahami pentingnya pengelolaan dan langkah-langkah yang harus diambil dalam proses pengelolaan wakaf untuk mencapai tujuan wakaf. Karena wakaf memiliki hak bagi yang membutuhkannya, termasuk fakir dan miskin. Wakaf dapat memberikan kesejahteraan bagi umat Islam, mendukung krisis ekonomi jika dikelola dan dikelola dengan baik. Oleh karena itu, nazhir wakaf harus memahami kewajibannya. Dalam Kompilasi Hukum Islam, tugas nazhir diatur dalam pasal 220: 1) nazhir wajib mengelola dan bertanggung jawab atas harta benda wakaf dan hasilnya, serta pelaksanaannya sesuai dengan tujuan dan menurut peraturan yang ditetapkan oleh Kementerian Agama, 2) Sesuai dengan Ayat 1, nazir wajib melaporkan secara berkala segala urusan di

72 Mahkamah Agung RI, Himpunan Peraturan Perundang-Undangan Yang Berkaitan Dengan Kompilasi Hukum Islam Dengan Pengertian Dalam Pembahasannya, (Jakarta:

Perpustakaan Mahkamah Agung RI, 2011), 120.

Dokumen terkait