• Tidak ada hasil yang ditemukan

Temuan Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Temuan Penelitian

bank memberikan fasilitas pembiayaan kepada nasabah untuk tujuan modal kerja maupun investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.6

a. KUR Mikro adalah pembiayaan yang diberikan kepada pelaku usaha dengan nominal maksimal Rp 5.000.000,- hingga Rp 25.000.000,- dan tidak ada jaminan yang dibebankan kepada debitur.

b. KUR Kecil (KUR Ritel) adalah pembiayaan yang diberikan kepada pelaku usaha di atas Rp 25.000.000,- hingga Rp 200.000.000,- dengan adanya jaminan yang dibebankan kepada debitur.

Akad yang diterapkan dalam pembiayaan KUR pada BRI Syariah KCP Parung ialah akad murabahah bil wakalah.8 Berikut penjelasannya:

a. Akad murabahah adalah akad transaksi jual beli barang sebesar harga perolehan barang ditambah dengan margin yang disepakati oleh para pihak, di mana BRI Syariah KCP Parung menginformasikan terlebih dahulu harga perolehan barang kepada pembeli/debitur.

b. Akad wakalah adalah akad pelimpahan kekuasaan oleh BRI Syariah KCP Parung kepada nasabah/debitur, maka dari itu BRI Syariah KCP Parung mewakilkan kepada debitur untuk membeli barang yang dibutuhkannya sendiri.

Prosedur Pembiayaan KUR

a. Prosedur pengajuan pembiayaan KUR

Dalam mengajukan pembiayaan KUR, nasabah harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu:

8 Arie Sopian Wijaya, Unit Head BRI Syariah KCP Parung, Wawancara Pribadi, Parung, 19 Februari 2019 pukul 11.30 WIB.

1) Individu atau perorangan minimal usia 21 tahun/telah menikah untuk usia lebih besar atau sama dengan 18 tahun yang melakukan usaha produktif dan layak.

2) Usaha telah dilakukan minimal selama 6 bulan untuk KUR Mikro.

3) Usaha telah dilakukan minimal selama 1 tahun untuk KUR Ritel.

4) Batas maksimal pembiayaan untuk KUR Mikro sebesar Rp5.000.000,- hingga Rp 25.000.000,-

5) Pembiayaan untuk KUR Ritel sebesar Rp 25.000.000,- hingga Rp200.000.000,-

6) Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk).

7) Fotokopi KK (Kartu Keluarga).

8) Fotokopi NPWP jika ada.

9) SKU (Surat Keterangan Usaha).

10) Fotokopi buku nikah (Jika belum menikah, maka membuat surat keterangan belum menikah).9

Setelah persyaratan terpenuhi, calon nasabah mengajukan permohonan pembiayaan KUR dengan mengisi formulir pengajuan permohonan KUR atau formulir pendaftaran yang sudah disediakan oleh pihak BRI Syariah serta membawa semua dokumen persyaratan yang sudah ditentukan.

9 Arie Sopian Wijaya, Unit Head BRI Syariah KCP Parung, Wawancara Pribadi, Parung, 19 Februari 2019 pukul 11.30 WIB.

b. Prosedur pemberian pembiayaan KUR

Sebelum pembiayaan diberikan kepada nasabah, pihak bank melakukan beberapa hal terlebih dahulu yakni:

1) Pengecekan BI Checking10

Pengecekan ini dimaksudkan untuk mengetahui informasi pembiayaan yang pernah diperoleh debitur sebelumnya, apakah calon nasabah mempunyai pinjaman di bank lain atau tidak.

2) Survey11

Pada tahap ini, pihak bank mengunjungi langsung ke tempat calon nasabah untuk mengecek kebenaran data dengan melihat secara fisik tempat usaha, kelayakan usaha dan karakter calon nasabah, serta trade checking sekitar lingkungan tempat tinggal calon nasabah. Karakter merupakan data tentang kepribadian calon nasabah seperti kebiasaannya, sifat pribadi, cara hidup, keadaan, dan latar belakang keluarga. Trade checking dilakukan kepada tetangga, pelanggan, supplier, dan pihak lain yang dianggap perlu oleh BRI Syariah KCP Parung untuk mengetahui bagaimana calon nasabah dalam menjalankan usahanya. Bagi pembiayaan KUR Mikro, survey hanya dilakukan oleh pihak KCP Parung. Namun bagi pembiayaan KUR Ritel, survey juga dilakukan oleh pihak KC Bogor dikarenakan pembiayaan ini

10 Arie Sopian Wijaya, Unit Head BRI Syariah KCP Parung, Wawancara Pribadi, Parung, 19 Februari 2019 pukul 11.30 WIB

11 Arie Sopian Wijaya, Unit Head BRI Syariah KCP Parung, Wawancara Pribadi, Parung, 19 Februari 2019 pukul 11.30 WIB

menggunakan agunan yang tidak dapat disurvey hanya dengan satu orang.

3) Analisis hasil survey12

Analisis pembiayaan pada BRI Syariah KCP Parung memperhatikan prinsip kehati-hatian (5C + 1S), yaitu:

a) Character (Kepribadian)

Penilaian karakter berguna untuk mengetahui sampai sejauh mana kemauan calon nasabah untuk memenuhi kewajibannya sesuai dengan janji yang sudah ditetapkan.

b) Capacity (Kemampuan)

Capacity merupakan kemampuan calon nasabah dalam menjalankan usahanya, analisa ini berguna untuk mengukur kemampuan calon nasabah dalam mengembalikan pinjamannya secara tepat waktu dari usaha yang dijalankannya.

c) Capital (Modal)

Penilaian modal yang dimiliki oleh nasabah ini diperlukan BRI Syariah KCP Parung sebagai alat indikator kesungguhan dan tanggung jawab nasabah.

12 Arie Sopian Wijaya, Unit Head BRI Syariah KCP Parung, Wawancara Pribadi, Parung, 19 Februari 2019 pukul 11.30 WIB.

d) Collateral (Agunan/Jaminan)

Agunan pokok dalam pembiayaan KUR berupa usaha yang dibiayai, sedangkan agunan tambahan bersifat tidak wajib. Penilaian agunan yaitu mengenai kelayakan usaha.

e) Condition of Economy (Kondisi Ekonomi/Prospek Usaha) Prospek usaha yang dimaksud adalah kondisi ekonomi yang terjadi di masyarakat yang mempengaruhi usaha calon nasabah di kemudian hari. Pihak BRI Syariah KCP Parung menganalisis keadaan pasar, baik masa lalu maupun masa yang akan datang, sehingga masa depan usaha calon nasabah yang dibiayai dapat diketahui.

f) Sharia (Syariah)

Penilaian ini bertujuan untuk memastikan bahwa usaha yang nantinya dibiayai benar-benar sesuai syariah. Seperti contoh pada usaha jasa produksi, keseluruhan proses produksi harus sesuai dengan syariah. Barang yang dijualbelikan halal dan segala bentuk transaksi yang dilakukan tidak boleh menyalahi hukum syariah Islam.

4) Penentuan Keputusan13

Setelah bank mendapatkan hasil analisa survey, maka calon nasabah akan diberikan keputusan persetujuan untuk mendapatkan pembiayaan KUR. Pemberian putusan pembiayaan

13 Arie Sopian Wijaya, Unit Head BRI Syariah KCP Parung, Wawancara Pribadi, Parung, 19 Februari 2019 pukul 11.30 WIB.

ini biasanya 3 sampai 5 hari dimulai dari AOM menerima pengajuan pembiayaan KUR dari calon nasabah.

5) Pencairan Pembiayaan14

Pencairan pembiayaan KUR dilakukan apabila semua persyaratan telah terpenuhi. Terdapat dua materai pada saat penandatanganan pencairan yakni satu materai untuk akad wakalah ketika pencairan dana, dan satu materai untuk akad murabahah yang ditandatangani ketika penyetoran bukti pembelian barang oleh nasabah berupa nota kepada AOM BRI Syariah Parung. Pencairan pembiayaan dilakukan melalui rekening setelah akad ditandatangani, apabila nasabah belum memiliki rekening BRI Syariah maka nasabah dituntun untuk membuka rekening tabungan dengan prosedur pembukaan rekening seperti biasa dan nasabah harus mengambil dana tersebut sesuai jumlah nominal peminjaman setelah pembiayaan dicairkan ke rekeningnya.

6) Pengawasan15

Tahap ini dilakukan oleh PT. BRI Syariah KCP Parung kepada nasabah pembiayaan KUR dengan berkunjung ke tempat usaha nasabah untuk silaturahmi, menanyakan apakah usaha mengalami perkembangan atau stagnan. bagaimana keadaan stok

14 Arie Sopian Wijaya, Unit Head BRI Syariah KCP Parung, Wawancara Pribadi, Parung, 19 Februari 2019 pukul 11.30 WIB.

15 Arie Sopian Wijaya, Unit Head BRI Syariah KCP Parung, Wawancara Pribadi, Parung, 19 Februari 2019 pukul 11.30 WIB.

barang dan aset setelah dibiayai, mendengar keluhan nasabah, kemudian memberikan saran untuk dapat mengembangkan usaha.

Kendala Penyaluran KUR

Kendala yang banyak ditemukan dalam penyaluran pembiayaan ini adalah calon nasabah pengaju KUR sudah memiliki pembiayaan di bank lain untuk permodalan kerja dan riwayat pembiayaan pernah bermasalah.

Selain itu, hasil analisa karakter yang tidak mendukung mengakibatkan bank tidak dapat memberikan pembiayaan kepada calon nasabah.16

Setelah KUR diberikan kepada nasabah, hal yang biasa menjadi kendala bagi bank adalah pembiayaan ini tidak disalurkan sesuai peruntukkan usaha sehingga bank perlu melakukan pengawasan secara intensif agar nasabah tetap dapat membayar angsuran pembiayaan KUR sesuai kesepakatan di awal akad. Permasalahan lain adalah menurunnya prospek usaha nasabah sehingga pembayaran angsuran pun terlambat, untuk hal ini maka bank menawarkan adanya penjadwalan ulang (rescheduling).17 Apabila rescheduling tidak memberikan pengaruh positif tetapi justru kredit macet, maka pihak BRI Syariah KCP Parung akan melakukan penagihan di minggu pertama via telepon dan menunggu selama satu minggu hingga diberikan Surat Peringatan I, di minggu kedua akan diberikan Surat Peringatan II, dan di minggu keempat diberikan Surat

16 Arie Sopian Wijaya, Unit Head BRI Syariah KCP Parung, Wawancara Pribadi, Parung, 19 Februari 2019 pukul 11.30 WIB.

17 Arie Sopian Wijaya, Unit Head BRI Syariah KCP Parung, Wawancara Pribadi, Parung, 19 Februari 2019 pukul 11.30 WIB.

Peringatan III. Jika nasabah tersebut tetap belum dapat membayar maka pihak BRI Syariah KCP Parung akan mengklaim dana tersebut dari lembaga penjamin, dan menahan jaminan yang diberikan nasabah kepada pihak bank (untuk pembiayaan KUR Ritel).

2. Peran Pembiayaan KUR terhadap Pengembangan UMKM

Pembiayaan KUR sangat berperan terhadap pengembangan UMKM, hal ini dibuktikan dengan tidak sedikitnya para pelaku usaha yang mampu mengajukan pembiayaan Mikro setelah angsuran pembiayaan KUR lunas.18 Dengan adanya program KUR, pengusaha UMKM dapat dengan mudah mendapatkan permodalan, usaha dapat berjalan, omset pendapatan meningkat, dan usaha pun berkembang. Keefektifan penyaluran KUR di BRI Syariah KCP Parung dapat dilihat dari jumlah nasabahnya sebanyak 44 UMKM dengan plafon sebesar Rp 987.200.000,-.19

Penyaluran KUR di PT. BRI Syariah KCP Parung tidak dilakukan pada beberapa sektor, antara lain:20

a. Sektor Industri Rumahan 1) Produksi bracket

2) Produksi air isi ulang di mana merknya belum terkenal

18 Arie Sopian Wijaya, Unit Head BRI Syariah KCP Parung, Wawancara Pribadi, Parung, 19 Februari 2019 pukul 11.30 WIB.

19 Arie Sopian Wijaya, Unit Head BRI Syariah KCP Parung, Wawancara Pribadi, Parung, 19 Februari 2019 pukul 11.30 WIB.

20 Arie Sopian Wijaya, Unit Head BRI Syariah KCP Parung, Wawancara Pribadi, Parung, 19 Februari 2019 pukul 11.30 WIB.

b. Sektor Perdagangan

1) Perdagangan pakaian bekas 2) Peralatan menangkap ikan 3) Counter hp bekas

4) Peralatan fitnes

5) Perdagangan bunga hias c. Kursus mengemudi

d. Event Organizing e. Sektor Perkebunan

1) Lada

f. Sektor Peternakan 1) Peternakan burung 2) Peternakan jangkrik

Agar KUR dapat tersalurkan tepat pada sasaran, maka BRI Syariah KCP Parung merangkul kepala komoditas pedagang atau yang sering disebut pedagang besar yang membawahi pedagang-pedagang kecil sehingga saat pedagang kecil membutuhkan pembiayaan KUR, kepala komoditas inilah yang merekomendasikan ke bank.21 Dengan cara ini, kemungkinan besar permohonan pengajuan pembiayaan KUR disetujui karena adanya pihak yang sudah dikenal oleh bank sehingga tingkat kepercayaan bank pun lebih tinggi guna menghindari penyalahgunaan peruntukkan dalam usaha.

21 Arie Sopian Wijaya, Unit Head BRI Syariah KCP Parung, Wawancara Pribadi, Parung, 19 Februari 2019 pukul 11.30 WIB.

Dokumen terkait