Mekanisme Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Untuk Pengembangan UMKM (Studi Kasus di PT. BRI Syariah KCP Parung Bogor). Alhamdulillahi robbil „alamin, peneliti mengucapkan rasa syukur yang sebesar-besarnya karena berkat rahmat-Nya peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Mekanisme Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Untuk Pengembangan UMKM (Studi Kasus Pada PT. BRI Syariah KCP Parung Bogor) sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana (S1) Program Studi Manajemen Perbankan Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta. 3 Dewi Anggraini Syahrir Hakim Nasution, “Peran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bagi Perkembangan UMKM di Kota Medan (Studi Kasus Bank BRI)”, dalam Jurnal Ekonomi dan Keuangan Vol.
Salah satu produk jasa keuangan perbankan sebagai fasilitator kegiatan UKM adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Produk pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tidak hanya diberikan pada perbankan konvensional, namun juga pada perbankan berbasis syariah. Sehubungan dengan uraian dan data di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Mekanisme Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dari uraian diatas peneliti merumuskan masalah utama penelitian yaitu bagaimana mekanisme penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI Syariah KCP Parung Bogor untuk pengembangan UMKM.
PENDAHULUAN
- Fokus dan Subfokus Penelitian
- Perumusan Masalah
- Kegunaan Penelitian
- Sistematika Penulisan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan keilmuan program studi manajemen perbankan syariah dan dapat dijadikan masukan dan referensi bagi klien yang melakukan penelitian serupa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan atau sumbangan pemikiran bagi pihak bank dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan tata cara KUR di BRI Syariah sehingga lebih mudah dalam memperoleh pembiayaan untuk usahanya. Untuk memudahkan penyusunan skripsi, peneliti membagi skripsi menjadi lima bab dengan sistematika sebagai berikut:
TINJAUAN PUSTAKA
Bank Syariah
Murabahah
Wakalah
Mekanisme Penyaluran Akad Murabahah bil Wakalah
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)
Hasil Penelitian yang Relevan
METODOLOGI PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian
Latar Penelitian
Metode dan Prosedur Penelitian
Data dan Sumber Data
- Kredibilitas
- Transferabilitas
- Dependabilitas
- Konfirmabilitas
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Visi dan Misi BRI Syariah
Struktur Organisasi dan Deskripsi Tugas
Struktur organisasi dan uraian tugas BRI Syariah KCP Parung a.. a) Pencapaian target penjualan produk non-microfinance yang telah ditetapkan. Verifikasi karakter dan kondisi bisnis calon pelanggan. f) Memastikan Pedoman Realisasi Pendanaan telah sesuai dengan Nota Usulan Pembiayaan dan kelengkapan persyaratan dokumen pembiayaan. g) Membuat laporan berkala mengenai kunjungan pelanggan. H). Mengambil keputusan disetujui atau tidaknya usulan pembiayaan a) Mencapai target penjualan produk keuangan mikro yang telah ditetapkan.
Verifikasi status calon nasabah melalui BI Checking. . h) Mengawasi pencairan dana pendanaan dan pengembalian pendanaan.
Produk BRI Syariah
KPR BRISyariah adalah pembiayaan pemilik rumah bagi perorangan untuk memenuhi sebagian atau seluruh kebutuhan rumah dengan prinsip jual beli (murabahah)/sewa (ijarah), dimana pembayarannya dilakukan secara angsuran dengan jumlah angsuran yang telah ditentukan dan dibayarkan setiap bulan. KKB BRISyariah iB merupakan pembiayaan pemilik mobil dari BRI Syariah bagi nasabah perorangan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan dengan prinsip jual beli (murabahah), dimana pembayarannya dilakukan secara angsuran dengan jumlah angsuran yang telah ditentukan dan dibayarkan setiap bulan. KMF Purna iB merupakan fasilitas pembiayaan yang diberikan kepada para pensiunan untuk memenuhi sebagian atau seluruh kebutuhannya atas suatu paket barang atau jasa dengan prinsip jual beli (murabahah) atau sewa menyewa (ijarah) yang pembayarannya dilakukan secara angsuran dengan jumlah yang telah ditentukan. secara angsuran dan dibayar setiap bulan setiap tahunnya.
KMF Pre Purna iB merupakan fasilitas pembiayaan bagi PNS aktif yang memasuki usia pensiun untuk memenuhi sebagian atau seluruh kebutuhan suatu paket barang atau jasa dengan prinsip jual beli (murabahah) atau sewa (ijarah), yang pembayarannya dilakukan secara tunai. angsuran dengan jumlah angsuran yang disepakati, ditentukan sebelumnya dan dibayarkan setiap bulan sampai dengan usia pensiun. KMF BRISyariah iB merupakan pembiayaan yang diberikan khusus kepada karyawan untuk memenuhi seluruh kebutuhan konsumsi (barang/jasa) dengan cara yang mudah. Pembiayaan pemilik emas adalah pembiayaan kepada perorangan untuk tujuan kepemilikan emas dengan menggunakan akad murabahah, dimana pengembalian pembiayaan dilakukan dengan.
Pembiayaan Qardh Beragun Emas dengan agunan emas, dimana emas yang digadaikan disimpan dan dipelihara oleh BRISyariah untuk jangka waktu tertentu dengan membayar biaya penyimpanan dan pemeliharaan emas tersebut. BRISyariah Mikro adalah pembiayaan mikro untuk konsumsi, modal kerja dan investasi (maksimal 50% dari target produktif nasabah) dengan akad murabahah (jual beli). Merupakan pembiayaan jangka pendek yang diberikan kepada perusahaan untuk membiayai kebutuhan modal kerja perusahaannya berdasarkan prinsip syariah.
Pembiayaan modal kerja merupakan salah satu atau gabungan dari pembiayaan tunai, pembiayaan piutang, dan pembiayaan persediaan. Pembiayaan investasi merupakan pembiayaan jangka menengah atau panjang untuk pembelian barang modal berdasarkan prinsip syariah. BRIS iB Linkage Channeling Financing merupakan pola pemberian fasilitas pembiayaan multiguna dan multijasa kepada calon nasabah yang merupakan pegawai/pegawai suatu instansi/perusahaan yang juga anggota koperasi, melalui perantara Koperasi Pegawai (KOPKAR)/Pegawai Republik Koperasi Seluruh Indonesia (KPRI).
PMKR BRIS iB merupakan fasilitas pembiayaan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja nasabah yang tidak bersifat akad (non project based), menggunakan akad musyarakah, bersifat revolving (nasabah dapat menarik dan mengurangi dana secara berulang-ulang apabila diperlukan, sepanjang tidak melebihi pagu yang telah ditetapkan). Merupakan fasilitas pembiayaan yang ditawarkan BRI Syariah kepada nasabah dengan menggunakan konsep pembiayaan murabahah dan ijarah Munthiyya Bittamlik (IMBT), dimana.
Temuan Penelitian
- Peran Pembiayaan KUR terhadap Pengembangan UMKM
Akad murabahah adalah akad jual beli barang dengan harga pembelian barang ditambah margin yang disepakati para pihak, dimana BRI Syariah KCP Parung memberitahukan terlebih dahulu kepada pembeli/debitur mengenai harga pembelian barang tersebut. Akad wakalah merupakan akad penyerahan kuasa dari BRI Syariah KCP Parung kepada nasabah/debitur, sehingga BRI Syariah KCP Parung mewakili debitur untuk membeli sendiri barang yang dibutuhkannya. Setelah memenuhi syarat, calon nasabah mengajukan permohonan pembiayaan KUR dengan mengisi formulir permohonan KUR atau formulir pendaftaran yang disediakan BRISyariah dan membawa seluruh dokumen yang diperlukan.
Audit perdagangan dilakukan terhadap tetangga, nasabah, pemasok dan pihak lain yang dianggap perlu oleh BRI Syariah KCP Parung untuk mengetahui bagaimana calon nasabah menjalankan usahanya. 11 Arie Sopian Wijaya, Kepala Unit BRI Syariah KCP Parung, Wawancara Pribadi, Parung, 19 Februari 2019 pukul 11.30 WIB. Penilaian modal nasabah diperlukan oleh BRI Syariah KCP Parung sebagai indikator keseriusan dan tanggung jawab nasabah.
BRI Syariah KCP Parung menganalisis kondisi pasar baik masa lalu maupun masa depan sehingga dapat diketahui masa depan usaha calon nasabah yang dibiayai. f) Syariah (Syariah). 13 Arie Sopian Wijaya, Pemimpin Unit BRI Syariah KCP Parung, Wawancara Pribadi, Parung, 19 Februari 2019 pukul 11.30 WIB. Stempel pada saat penandatanganan pencairan terdapat dua buah stempel yaitu satu stempel akad wakalah pada saat pencairan dana, dan satu stempel akad murabahah yang ditandatangani pada saat bukti pembelian barang oleh nasabah berupa nota. disetorkan ke pelanggan. AOM BRI Syariah Parung.
BRI Syariah KCP Parung kepada KUR membiayai nasabah dengan cara mendatangi tempat usaha nasabah untuk silaturahmi dan menanyakan apakah usahanya berkembang atau stagnan. Permasalahan lainnya adalah semakin berkurangnya prospek usaha nasabah sehingga mengakibatkan terlambatnya pembayaran angsuran sehingga bank menawarkan penjadwalan ulang.17 Apabila penjadwalan ulang tidak memberikan dampak positif namun malah menyebabkan kredit macet, BRI Syariah KCP Parung pada minggu pertama akan menagih sebesar telepon. dan menunggu seminggu baru mendapat surat teguran I, minggu kedua mendapat surat teguran II dan minggu keempat mendapat surat. Apabila nasabah masih tidak mampu membayar maka BRI Syariah KCP Parung akan mengklaim uang tersebut kepada lembaga penjaminan dan menahan jaminan yang diberikan nasabah kepada bank (untuk pembiayaan KUR Ritel).
Efektivitas penyaluran KUR di BRI Syariah KCP Parung terlihat dari jumlah nasabah 44 UMKM dengan plafon Rp. Agar KUR dapat tersalurkan langsung pada sasarannya, KCP Parung BRI Syariah merangkul Kepala Pedagang Komoditi atau yang sering disebut pedagang besar yang membawahi para pedagang kecil, sehingga ketika para pedagang kecil tersebut membutuhkan pembiayaan KUR maka pihak pengirim barang inilah yang merekomendasikannya 21 Dengan cara ini kemungkinan besar permohonan permohonan pembiayaan KAPAN akan disetujui karena ada pihak-pihak yang sudah diketahui oleh bank sehingga tingkat kepercayaan terhadap bank lebih tinggi untuk menghindari penyalahgunaan penjatahan. dalam bisnis.
Pembahasan Temuan Penelitian
- Analisis Peran Pembiayaan KUR terhadap Pengembangan
BRI Syariah KCP Parung dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian: karakter (personality), kapasitas (ability), permodalan (capital), agunan (jaminan/collateral), keadaan perekonomian (prospek usaha), dan syariah (syariah). Dana pembiayaan KUR yang dikirimkan kepada nasabah harus diambil sesuai dengan jumlah nominal pinjaman setelah pembiayaan dicairkan ke rekeningnya. BRI Syariah KCP Parung dalam menyalurkan pendanaan KUR baik pada tahap pengajuan maupun setelah pendanaan diberikan.
Analisis Peran Pembiayaan KUR Dalam Perkembangan UMKM Dengan adanya pembiayaan KUR ini maka permasalahan permodalan yang dihadapi para pengusaha UMKM dapat teratasi. Pembiayaan KUR mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan UMKM, terbukti dengan tidak sedikitnya pelaku usaha yang mampu mengembangkan usahanya setelah mendapat pembiayaan. Dengan persyaratan yang mudah dan margin yang rendah yaitu 7% per tahun atau sekitar 0,3% per bulan, pembiayaan ini banyak diminati masyarakat terbukti dengan banyaknya nasabah pembiayaan KUR di PT.
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang disampaikan, peneliti menyimpulkan bahwa mekanisme penyaluran KUR di BRI Syariah KCP Parung sengaja diterapkan dan berjalan efektif, meskipun terdapat beberapa permasalahan seperti keterlambatan pembayaran dan kredit macet. namun hal ini dapat ditangani dengan baik oleh pihak bank. Proses pendanaan KUR di BRI Syariah KCP Parung dilakukan melalui beberapa tahapan antara lain pengajuan pendanaan, pengecekan BI, survei, analisis hasil survei, pengambilan keputusan, pencairan dana, pengawasan dan prinsip syariah. Namun berdasarkan kebijakan BRI Syariah KCP Parung, terdapat beberapa sektor riil yang tidak dapat menerima pendanaan KUR, yaitu produksi produk penunjang industri rumah tangga, perdagangan pakaian bekas di sektor perdagangan, produksi lada di sektor perkebunan, dan sektor perunggasan. di sektor peternakan.
Pembiayaan KUR mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengembangan UMKM, karena pembiayaan KUR dapat menyelesaikan permasalahan permodalan yang dihadapi oleh para pengusaha UMKM, dan di sisi lain terdapat beberapa pelaku usaha yang dapat mengembangkan lebih dari satu jenis pembiayaan dengan memperoleh pembiayaan KUR. . bisnis. Pihak bank berharap dapat meningkatkan kinerja layanan pembiayaan KUR sehingga para pengusaha UMKM semakin tertarik menggunakan pembiayaan tersebut. Implementasi Program Kredit Usaha Kecil (KUR) BRI Unit Sangiasseri untuk meningkatkan kesejahteraan usaha kecil dan menengah di Desa Sangiasseri, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten.
Peran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bagi Perkembangan UMKM di Kota Medan (Studi Kasus Bank BRI)". Efektivitas dan Dampak Program Bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap Pendapatan dan Kesempatan Kerja bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Denpasar.