• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data Tentang Perencanaan Internalisasi Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran IPS Siswa Kelas VIII di MTs Sulamul Huda Mlarak

BAB V: BAB V: Penutup, pada bab ini berisi simpulan dan saran yang mana berfungsi untuk mempermudah para pembaca dalam mengambil isi atau inti dari skripsi

B. PAPARAN DATA

1. Data Tentang Perencanaan Internalisasi Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran IPS Siswa Kelas VIII di MTs Sulamul Huda Mlarak

5. Sumber Daya Manusia (Guru, Tenaga Kependidikan dan Siswa)37

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di MTs Sulamul Huda diampu oleh sekitar 29 guru yang terdiri dari 15 guru laki-laki dan 14 guru perempuan, karyawan sebanyak 3 orang yakni terdiri dari 2 perempuan dan 1 laki-laki, Pembina ekstra kulikuler sebanyak 6 orang yang terdiri dari 4 laki-laki dan 2 perempuan. Dan diikuti siswa sejumlah 96 siswa terdiri dari 38 siswa kelas VII, 23 siswa kelas VIII, 33 siswa kelas IX.

6. Struktur Organisasi MTs Sulamul Huda Siwalan Mlarak Ponorogo38

Struktur organisasi sekolah dibentuk dengan tujuan untuk memperoleh efesiensi dan mekanisme kerja antar bidang agar kegiatan yang akan dilaksanakan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Struktur organisasi juga memudahkan kepala sekolah untuk mengkoordinasikan tugas-tugas yang diberikan kepada bawahannya.

Dengan demikian penyelenggaraan Pendidikan akan dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Struktur organisasi MTS Sulamul Huda Siwalan Mlarak Tahun Ajaran 2021/2022.

diterapkan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupannya masing-masing.

Pembentukan karakter atau akhlak ini tentu tidak terlepas dari tata tertib yang diterapkan di sekolah, dimana hal itu sebagai upaya untuk membiasakan dan membentuk karakter siswa. Sehingga dengan demikian untuk mensukseskan tujuan daripada Pendidikan di Indonesia, dan sekolah memiliki peran penting. Maka dari itu setiap sekolah tentunya memiliki programnya atau perencanaan untuk menerapkan karakter di dalam lingkungan sekolah.

Penanaman atau internalisasi karakter kepada peserta didik tentunya sudah dirancang. Hal tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Bapak Sangidun selaku kepala sekolah MTs Sulamul Huda ketika peneliti melakukan wawancara dengan beliau.

Penanaman karakter yang ada di MTs Sulamul Huda ini sudah terencana, dimana hal itu dilaksanakan melalui pembuatan peraturan madrasah dan bahan ajar yang ada di ketentuan di Kurikulum 2013 yang mana hal ini sebagai bentuk untuk membentuk karakter peserta didik yang agamis dan berakhlak sebagaimana yang tertera dalam visi misi MTs Sulamul Huda39

Penanaman karakter di MTs Sulamul Huda seperti yang disampaikan oleh narasumber diatas bahwa telah terencana dan sudah diterapkan. Selain itu melalui penyususnan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) internalisasi karakter di bentuk. Sejalan dengan itu penanaman karakter yang ada di MTs Sulamul Huda tidak hannya dilaksanakan di luar kelas melainkan juga diterapkan di dalam kelas. Artinya penanaman karakter juga diintegrasikan di setiap mata pelajaran yang ada, dimana salah satunya yakni mata pelajaran IPS. Karena saat ini kurikulum yang digunakan pada umumnya yakni menggunakan kurikulum K-13. Sehingga di dalam setiap mata pelajaran terdapat penanaman karakter yang telah diitegrasikan. Seperti

39 Lihat transkip wawancara nomor: 01/W/4-2/2022.

halnya yang telah dijelaskan oleh Ibu Apriana Foriastuti sebagai wakil kepala kurikulum MTs Sulamul Huda.

Untuk kebijakan yang kami ambil yakni melalui pembiasaan-pembiasaan dan tata tertib yang telah dirumuskan dan diintegrasikan ke dalam setiap mata pelajaran karena itu kita juga memakai kurikulum 2013 untuk mata pelajaran umum seperti IPS. Perlu diketahui penanaman karakter di setiap mata pelajaran itu wajib ya mbak, apa lagi karakter disiplin dan tanggung jawab saya rasa sudah menjadi hal yang wajib di dunia Pendidikan.40

Dalam menerapkan penanaman karakter di lingkungan sekolah tentu ini tidak terlepas dari peran dari guru mata pelajaran itu sendiri. Seperti yang telah disampaikan oleh narasumber bahwa penanaman karakter juga diintegrasikan ke dalam setiap mata pelajaran, maka dari itu dalam penyusunan RPP mata pelajaran seorang guru harus mengaitkan antara materi dengan nilai-nilai karakter, khususnya dalam hal ini terkait penanaman karakter disiplin dan tanggung jawab dalam pembelajaran IPS. Seperti halnya yang diungkapkan oleh guru mata pelajaran IPS Ibu Renita Elfiana.

Dalam pembelajaran IPS kurikulum yang saya gunakan kurikulum 2013 seperti pada umumnya mbk dimana di dalamnya tercantum penanaman karakter, kendati demikian saya selalu berusaha untuk mengembangkan RPP yang telah saya buat dan berusaha menuangkan pembiasaan karakter dalam mata pelajaran IPS yang saya ampu. Selain itu tentunya sebelumnya saya telah membuat silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebagai syarat, dan salah satu karakter yang ada di RPP yakni karakter disiplin dan tanggung jawab. Seperti contohnya sikap disiplin yang saya terapkan yakni tidak boleh makan dan minum dalam pembelajaran saya41

Dalam perencanaan internalisasi karakter dalam dunia Pendidikan tidak hannya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirumuskan, melainkan juga pengembangan silabus yang dibuat oleh guru setiap semesternya. Hal ini sebagaimana penuturan dari Ibu Renita Elfiana berkata: “Selain RPP saya juga menyiapkan silabus yang saya buat, karena ini juga sebagai salah satu patokan saya dalam mengajar.

40 Lihat transkip wawancara nomor: 02/W/22-2/2022.

41 Lihat dokumentasI: 06/D/22 III/2022

Seperti yang yang tertera dalam buku pegangan guru juga pasti ada silabus yang mana juga saya terapkan.”42

Penanaman atau internalisasi yang diterapkan ini tentu telah tercantum dalam RPP yang ada. Hal ini sebagai bentuk penerapan Pendidikan karakter kepada peserta didik. Selain itu baru-baru ini kegiatan pembelajaran di Indonesia dilaksanakan secara daring/online. Hal ini dilarenakan wabah pandemic covid-19 yang melanda di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Tidak ada kegiatan pembelajaran secara tatap muka melainkan dilakukan secara daring, dan MTs Sulamul Huda juga melakukan demikian. Kegiatan belajar mengajar di MTs Sulamul Huda dilakukan secara daring pada awal pandemi. Seperti halnya penuturan dari Ibu Apriana Foriastuti selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum bahwasannya:

“Memang pada saat awal pandemi kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring, hal ini mengingat di awal pandemi yang masih gencar- gencarnya dan siswa kita tidak hannya dari santri yang berma’had di pondok pesantren Sulamul Huda tetapi juga dari berbagai daerah yang berangkat dari rumah. Akan tetapi pembelajaran daring dilakukan tidak bertahan lama mbak, karena dirasa kurang efektif dan susah untuk menerapkan karena siswa yang di pondok tetap pebelajaran seperti biasa (tatap muka) karena mengingat juga ada peraturan pondok yang tidak membolehkan siswa/santrinya memakai gadged dan di sisi lain siswa yang dari rumah harus belajar secara online, selain itu guru-guru menilai jika pembelajaran menjadi kurang efektif, sehingga akhirnya kami memutuskan untuk kegiatan pembelajaran tatap muka seperti biasa tetapi tetap dengan protokol kesehatan”43

Dari ungkapan tersebut, dapat diketahui bahwasannya pada saat awal pandemi kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring, namun terkendala oleh beberapa faktor dimana salah satunya keterbatasan sarana dan prasarana dan kurang disiplinnya siswa dalam pembelajaran daring. Selain itu pembentukan atau penanaman karakter pada pembelajaran daring sangat dirasa kurang karena sulitnya menerapkan

42 Lihat dokumentasi: 07/D/22 III/2022

43 Lihat transkip wawancara nomor: 04/W/16-2/2022.

karakter kepada siswa. Hal itu terungkap dari penjelasan oleh Ibu Renita Elfiana selaku guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.

Jadi begini mbak di awal pembelajaran daring saya menggunakan WhatsApp Group sebagai media pembelajaran. Hal ini untuk mempermudah siswa dalam pembelajaran. Dimana absensi juga saya berlakukan dan materi-materinya saya kirim untuk kemudian siswa bisa mempelajarinya. Tapi pembelajaran daring ini kurang efektif mbak karena banyak siswa yang kurang memperhatikan dan terkendala oleh sinyal maupun paket internet. Selain itu missal ada tugas yang menggunakan internet siswa yang berada di pondok tidak bisa mengerjakan, karena kita tahu sebagian dari siswa Sulamul Huda berada di Pondok Pesantren Sulamul Huda sehingga ini yang menjadi pertimbangan untuk kemudian pembelajaran tatap muka di lakukan kembali, mengingat siswanya juga tidak terlalu banyak44

Berdasarkan beberapa informasi yang didapat baik dari hasil wawancara, obeservasi, ataupun dokumentasi yang telah peneliti lakukan di MTs Sulamul Huda, khususnya pada pembelajaran IPS di kelas VIII terlihat guru sudah ada perencanaan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, dalam hal ini berupa RPP dan silabus sebagai acuan sebelum mengajar. Dan bahkan penanaman karakter disiplin dan tanggung jawab sudah tercantum dalam RPP yang telah dibuat. Tinggal bagimana untuk nanti pelaksanaannya di lapangan.

2. Data Tentang Pelaksanaan Internalisasi Nilai Karakter Disiplin dan Tanggung