BAB II LANDASAN TEORI
C. Teori Belajar
30
ِطْىَه َىىُئَطَي َلََّو ِ َّاللّ ِليِجَس يِف ٌخَََوْخَه َلََّو ْيِه َىىُلبٌََي َلََّو َربَّفُ ْلا ُعيِغَي بًئ
َييٌِِس ْحُوْلا َزْجَأ ُعيِضُي َلَّ َ َّاللّ َّىِإ ۚ ٌحِلبَص ٌلَوَع ِهِث ْنُهَل َتُِۡو َّلَِّإ ًلًْيًَ وَُُع
Artinya: “Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”17
Ayat ini menerangkan kelengkapan dari hukum-hukum yang menyangkut perjuangan. Yakni, hukum mencari ilmu dan mendalami agama. Artinya, bahwa pendalaman ilmu agama itu merupakan cara berjuang dengan menggunakan hujjah dan penyampaian bukti-bukti, dan juga merupakan rukun terpenting dalam menyeru kepada iman dan menegakkan sendi-sendi Islam . Karena perjuangan yang menggunakan pedang itu sendiri tidak disyari‟atkan kecuali untuk jadi benteng dan pagar dari dakwah tersebut, agar jangan dipermainkan oleh tangan-tangan ceroboh dari orang-orang kafir dan munafik.
Dalam ayat ini pentingnya memperdalam ilmu, juga terkait dengan keterangan mengenai jihad. Ketegasan ayat ini menjelaskan bahwa memperdalam ilmu agama adalah salah satu strategi pertahanan
17 Departemen Agama RI Al-Quran dan Terjemahnya Surah At-Taubah, h 206
32
perang yang paling besar, inti dari tujuan perjuangan, dengan kata lain
„pendidikan‟ adalah wujud dari perang yang sebenarnya.
“Dan tidaklah boleh orang-orang yang beriman itu turut semuanya”. Di sini menunjukkan bahwa betapa pentingnya pembagian tugas . Dalam pendidikan pembagian tugas itu sangat penting agar pendidikan bisa terfokus dan menjadi maksimal.
Orang beriman sejati tidaklah semuanya turut bertempur berjihad dengan senjata ke medan perang, “tetapi alangkah baiknya keluar dari tiap-tiap golongan itu, di antara mereka, satu kelompok supaya mereka memperdalam pengertian tentang agama”. Dengan susunan kalimat falaulaa yang berarti diangkat naiknya, maka Tuhan telah menganjurkan pembagian tugas. Seluruh orang yang beriman diwajibkan berjihad dan diwajibkan pergi berperang menurut kesanggupan masaing-masing, baik secara ringan ataupun secara berat. Maka dengan ayat ini Tuhan pun menuntut hendaklah jihad itu dibagi kepada jihad bersenjata dan jihad memperdalam ilmu pengetahuan dan pengertian tentang agama.
Jika yang pergi ke medan perang itu bertarung nyawa dengan musuh, maka yang tinggal di garis belakang memperdalam tentang agama. Sebab tidaklah pula kurang penting jihad yang mereka
hadapi. Ilmu agama wajib diperdalam. Dan tidak semua orang akan sanggup mempelajari.18
Dalam psikologi teori belajar selau dihubungkan dengan stimulus-stimulus dan teori-teori tingkah laku yang menjelaskan respon mahluk hidup dihubungkan dengan stimulus yang didapat dalam lingkungannya. proses yang menunjukkan hubungan yang terus menerus antara respon yang muncul serta rangsangan yang diberikan dinamakan suatu proses belajar. Teori-teori belajar antara lain sebagai berikut :
1. Teori Conditioning yaitu teori yang sederhana bentuknya dan sangat luas sifatnya.
2. Conditioning Klasik adalah suatu bentuk belajar yang kesanggupan untuk berespon terhadap stimulus tertentu dapat dipindahkan pada stimulus lain. Menurut teori conditioning belajar adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat yang kemudian menimbulkan respon. Penganut teori ini mengatakan bahwa segala tingkah laku manusia juga tidak lain merupakan hasil dari conditioning yaitu hasil dari latihan-latihan atau kebiasaan mereaksi terhadap syarat-syarat atau perangsang- perangsang tertentu yang dialaminya dalam kehidupannya.
3. Conditioning Operan diciptakan oleh Skinner yang memiliki arti umum conditioning perilaku. Istilah operan berarti operasi yang
18 Ahmad Mushthafa Al-Maraghiy, Terjemah Tafsir Al-Maraghiy, (Semarang: CV. Toha Putra), h. 84
34
pengaruhnya mengakibatkan organisme melakukan suatu perbuatan pada tingkah lakunya, misalnya perilaku motor yang biasanya merupakan perbuatan yang dilakukan secara sadar.
19Teori Psikologi Gestalt berpandangan bukan hanya sekedar proses asosiasi antara stimulus-respon yang kian lama kian kuat disebabkan adanya berbagai latihan-latihan atau ulangan-ulangan.
Munurut teori ini belajr itu terjadi apabila terdapat pengertian.
Pengertian ini muncul jika seseorang setelah beberapa saat mencoba memahami suatu problem tiba-tiba muncul adanya kejelasan, terlihat olehnya hubungna antara unsur-unsur yang satu dengan yang lain, kemudian dipahami sangkut-pautnya untuk kemudian dimengerti maknanya.20
Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam UU No.20 Tahun 2003 (Sisdiknas, pasal 3).
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang
19 Alex Sobur, Psikologi Umum, h. 227
20 Alex Sobur, Psikologi Umum, h. 234
demokratis serta bertanggung jawab.21Maka ilmu harus diterapkan berdasarkan akhlak yang mulia terutama dalam pembelajaran PAI.
Proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik, guru bisa memberikan pelajaran dengan bahan ajar dan metode yang variatif sehingga peserta didik merasa nyaman dan materi yang diajarkan menarik untuk dipahami yang pada akhirnya peserta didik bisa terhindar dari kejenuhan. Jika hal ini terjadi disetiap proses belajar mengajar diberbagai lembaga pendidikan maka tujuan pembelajaran bisa tercapai juga, yakni pemahaman optimal, penguasaan, aplikasi yang akurat sehingga tatanan kognitif, afektif dan psikomotorik akan stabil sebagaimana yang diharapkan tenaga edukatif pada umumnya.
Ketiga ranah penilaian tersebut merupakan faktor determinan untuk menentukan sukses tidaknya prestasi belajar siswa dalam sebuah pembelajaran yang mengacu pada sistem pembelajaran KTSP.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. Prestasi merupakan hasil yang memuaskan dari segala usaha yang dicapai manusia secara maksimal. Sedangkan belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor.
21 Bab 1 ketentuan umum dalam pasal 1 Undang-Undang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) Undang-Undang RI no.20 Th.2003. Jakarta: sinar Grafika, hal. 3
36
Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain:
1. Teacher formative experience meliputi jenis kelamin serta semua pengalaman hidup guru yang menjadi latar belakang sosial mereka. Teacher training experience meliputi pengalaman-pengalaman yang berhubungan dengan aktivitas dan latar belakang pendidikan guru. Teacher properties adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan sifat yang dimiliki guru yaitu sikap guru terhadap profesinya, siswanya, motivasi dan kemampuan baik dalam pengelolaan pembelajaran baik itu kemampuan dalam merencanakan dan mengevaluasi maupun kemampuan dalam penguasaan materi yang akan di ajarkan.
2. Aspek siswa yang meliputi aspek latar belakang terdiri dari jenis kelamin, tempat kelahiran, tempat tinggal siswa, tingkat sosial ekonomi dan aspek sifat yang meliputi kemampuan dasar, sikap dan penampilan, adakalanya siswa sangat aktif dan adakalanya siswa yang kita didik sangat pendiam dan malah yang sangat disayangkan siswa tersebut memiliki motivasi yang rendah dalam belajar.
3. Faktor sarana dan prasarana, sarana merupakan segala sesuatu yang sangat mempengaruhi kelancaran proses pembelajaran misalnya media pembelajaran, alat-alat pembelajaran,
perlengkapan sekolah dan lain-lain sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang tidak langsung dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran misalnya penerangan sekolah, kamar kecil dan sebagainya. Beberapa pengaruh tersebut diantaranya adalah dapat menumbuhkan gairah dan motivasi guru dalam mengajar serta dapat memberikan berbagai pilihan pada siswa untuk belajar.
4. Faktor lingkungan yang terdiri dari faktor organisasi kelas dan faktor iklim sosial-psikologis. Faktor organisasi kelas meliputi jumlah siswa dalam satu kelas, organisasi kelas yang terlalu besar akan kurang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan faktor iklim sosial-psikologis menyangkut keharmonisan hubungan antara orang yang terlibat dalam proses pembelajaran, baik yang internal (yaitu hubungan antara orang yang terlibat dalam lingkungan perguruan tinggi misalnya iklim sosial antara siswa dengan siswa, antara siswa dengan guru bahkan guru dengan pimpinan) maupun yang eksternal (yaitu hubungan antara perguruan tinggi dengan orang tua siswa, hubungan perguruan tinggi dengan perusahaan dan instansi pemerintah.22
Jenis dan indikator prestasi belajar antara lain sebagai berikut:
1. Ranah kognitif meliputi:
22 Yani Riyani, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mahasiswa, no.1 vol.8 (Februari 2012): h.19
38
a. Pengamatan indikatornya: dapat menunjukkan, dapat membandingkan, dapat menghubungkan
b. Ingatan indikatornya: dapat menyebutkan dapat menunjukkan kembali
c. Pemahaman indikatornya: dapat menjelaskan dapat mendefinisikan dengan lisan sendiri
d. Penerapan indikatornya: dapat memberikan contoh, dapat menggunakan secara tepat
e. Analisis (pemeriksaan dan pemilahan secara teliti) indikatornya: dapat menguraikan, dapat mengklasifikasikan
f. Sintesis (membuat panduan baru dan utuh) indikatornya:
dapat menghubungkan, dapat menyimpulkan, dapat menggeneralisasikan (membuat prinsip umum)
2. Renah afektif meliputi:
a. Penerimaan indikatornya: Mengingkari, melembagakan atau meniadakan, menjelmakan dalam pribadi dan perilaku sehari-hari
b. Sambutan
c. Apresiasi (sikap menghargai) d. Internalisasi (pendalaman) 3. Ranah psikomotor meliputi:
a. Keterampilan bergerak dan bertindak indikatornya:
Mengkoordinasikan gerak mata, tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya
b. Kecakapan kespresi verbal dan nonverbal indikatornya:
Mengucapkan, membuat mimik dan gerakan jasmani.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan proses dasar dari pengembangan hidup manusia. Dengan belajar manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar diantaranya yaitu faktor internal dan eksternal, faktor internal berasal dari dalam diri sendiri yang berupa faktor biologis seperti faktor kesehatan dan faktor psikologis seperti kecerdasan, bakat, minat, perhatian serta motivasi.
Sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang berhubungan dengan lingkungan sekolah.