Pengajaran berbahasa berkenaan dengan masalah kegiatan berbahasa. Sedangkan sebuah kegiatan berbahasa bukan hanya berlangsung secara mekanistik, akan tetapi juga berlangsung secara mentalistik, maksudnya sebagai proses yang berkenaan dengan mental (otak). Dan karena itulah dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa, termasuk juga dalam pembelajaran bahasa Arab, maka studi kebahasaan (linguistik) perlu dilengkapi dengan studi antar disipliner, dan lebih khusus lai yaitu antara linguistik dan psikologi, yang lazim disebut
psikolinguistik. Dan Untuk mendapatkan beberapa pemahaaman yang lebih mendalam mengenai psikolinguistik dan kontribusinya dalam rangka pengajaran dan pembelajaran bahasa, Dalam pemahamannya, bahasa merupakan bagian dari proses bahasa yaitu alat atau materi dan prosedur yang terdapat dalam mental manusia yang digunakan untuk memahai bahasa lalu kemudian bisa memproduksi bahasa.
Dan Akhirnya, hal ini berkaitan dengan prediksi manusia tentang bahasa. Dan yang dimaksudkan lagi bahwa persepsi bahasa adalah kemampuan seorang manusia dalam menganalisis bunyi ujaran dilanjut dengan mengidentifikasikanya sebagai suatu kata atau kalimat, bahkan tentangn menangkap dan mengungapkan ide-ide yang terkandung ada pada kalimat tersebut. (Muradi, 2018)
Dalam hal ini, pemerolehan bahasa itu dapat berupa komponen ketata bahasaan, yaitu suatu komponen fonologi, ditambah komponen sintaksis, dilanjutkan dengan komponen semantik. Dan terdapat berbagai ragam teori pemerolehan fonologi Bahasa dalam psikolinguistik sebagai berikut:
a) Teori Struktural Universal teori ini menjelaskan bahwa pemerolehan fonologi berdasarkan pada pada linguistik universal, yaitu suatu kaidah struktural yang dapat memberi penjelasan pada tiap perubahan bahasa dengan menghubungkannya pada afasia serta proses penyembuhannya. Dan pada teori ini pada sistem analisis fitur asumsi bahwa pemerolehan fonologi anak-anak merupakan proses kreatif seseorang.
b) Teori Semantik Universal: pada teori ini menjelaskan bila pengkajian pemerolehan fonologi dalam satu bagian generalisasai itu dapat diambil dalam pemerolehan fonologi bahasa lain. Artinya Artikulasi memproduksi dan penyimakan persepsi dalam sebuah Bahasa itu pentingnya
Dan terdapat dua masa perkembangan bahasa anak, yakni masa pra fonemik dan ucapan prosodik dan masa ucapan fonemik.
c) Teori Behavioris-Psikolanalisis: Teori ini menjelaskan bahwa si anak pada awalnya mengikuti kebiasaan ibunya maksud dari pengasuhanya, dan kemudian vokalisasi ibunya dihubung- kan dengan pengukuhan utama (primary reinforcement). Apabila si anak mengeluarkan vokalisasi yang mirip dengan ibunya, hal inilah yang mendapati pengukuhan. Selain pengukuhan dari luar, si anak pun memperoleh pengukuhan dari dirinya yang bisa dinamakan intrinsic reinforcement. Proses pemerolehan fonologi selanjutnya didasarkan pada pengukuhan pilihan yang bisa dalam istilahnya disebut selective reinforcement.
d) Teori Behavioris Universal: Teori ini mengakui bahwa ada sifat universal dalam pemerolehan fonologi. Dia mengemukakan 21 postulat sebagai pengukuh atas ciri khas teori S_R yang biasa dikenal dengan behaviorisme : Stimulus dan Respon. Beberapa hal penting dari teori Olmsted, yakni: Teori ini dipusatkan pada sistem yang telah ada dan dimiliki anak sebelumnya, Teori ini memanfaatkan kajian yang telah dilakukan dalam psikologi mengenai pelajaran, persepsi, dan fonologi dalam satu formulasi, Teori ini menguaikan kesukaran- kesukaran mencari contoh, Teori ini memperkenalkan satu ukuran kesukaran yang dialami ketika mempelajari bunyi bahasa., Teori ini dapat diuji dengan mudah melalui penjulahan respon yang dilakukan si anak sebagai kealahan-kesalahan dibandingkan dengan pemakaian orang dewasa
e) Teori Generatif-Struktural Universal: teori ini berpendapat bahwa Jakobson berdasarkan Tata Bahasa
Generatif dari Chomsky. Dan kesimpulanya adalah:
Perolehan dan perkembangan fonologi si anak merupakan penemuan konsep unit dan perolehan rumus yang mengatur susunan unit-unit itu, teori ini menganggap bahwa penemuan unit fonologi merupakan bagian penting dalam proses pemerolehan fonologi, yaitu Apabila Anak mulai melakukan penemuannya pada peringkat yang membabbling yang cukup sukar dipisahkan dari peringkat perkembangan fonolgi seterusnya.
f) Teori Proses Fonologi Alamiah: Teori ini menjelaskan bahwa fonologi berdasarkan pada fonologi alamiah (a theory of natural phonology). Ia menjelaskan bahwa proses pemerolehan fonologi meliputi: Proses akhir membabel dengan penyingkiran suku kata tak ditekan, proses penyederhanaan gugus konsonan, proses perubahan bunyi, dan proses pemunculan bunyi.
g) Teori Prosodik Akustik: Teori ini memperkenalkan teori pemerolehan bahasa berdasarkan pandangan bahwa pemerolehan bahasa merupakan proses sosialisasi sehingga kajian pemerolehan data seseorang di rumah lebih terpercaya daripada eksperimen di lapangan.
h) Teori Persepsi Sistem Logogen: teori ini mengemukakan teori pemerolehan fonologi menurut sistem Logogen salah satunya adalah Agar anak dapat berbicara atau mengucapkan bunyi Bahasa, kompetensi ana-anak dari sudut representasi leksikon harus didasarkan kepada sistem fonem lahir orang dewasa atau yang lebih tua.
i) Teori Keutamaan Pemerolehan Leksikon: teori ini mengemukakan bahwa perubahan bunyi bahasa dan perkembangan fonologi anak menunjukkan keselarasan yang tinggi.
j) Teori Kontras dan Proses: teori ini menyejikan teorinya
kemudian diselaraskan dengan teori perkembangan Piaget yang ada.
k) Teori Pendekatan Berorientasi Penemuan: Teori ini mengemukakan teori pemerolehan bahasa berdasarkan penemuan (discovery-orented approach). Dan dia berpendapat bahwa si anak telah mencapai dua hal yaitu:
si anak telah menguasai repertoar fonetik bahasa, dan seorang si anak telah menguasai rumus-rumus fonologi yang mengatur variasi morfem atau kata bahasanya.
l) Teori Sintetis: Teori ini memeperkenalkan teori pemerolehan fonologinya (bunyi Bahasa) berda-sarkan pandangan sintetis (Gestalt). (Kuntaro, 2017)
Ada juga yang mengatakan tentang teori stimulus dan respond an teori-teori kognitif, diantaranya adalah dan Teori- teori stimulus dan respon disebut teori stimulus dan respon karena teori ini memiliki dasar pandangan dan juga pemahaman bahwa perilaku manusia itu termasuk perilaku berbahasa. Dan hal ini berawal dari adanya stimulus yang menimbulkan respon atau reaksi.
Teori ini hasil eksperimen dari Ivan pavlov, yaitu seorang ahli fisiologi rusia terhadap seekor anjing percobaanya, dan diantaranya teori stimulus dan respon seperti:
a) Teori pembiasaan klasik dari pavlov b) Teori penghubungan dari Thorndike c) Teori behaviorisme dari Watson d) Teori kesegaran dari Guthrie e) Teori pembiasaan opera skinner f) Teori pengurangan Dorongan dari Hull g) Teori mediasi dari Osgood
h) Teori dua factor dari Mouwer
Sama halnya dengan teori Stimulus dan respon, ternyata muncul juga teori kognitif maksudnya pemahaman tentang bagaimana caranya persepsi seseorang menimbulkan pengaruh perilaku, dengan kata lain teori ini, mencoba memahami proses-proses akal dan mental yang berlaku pada proses pembelajaran berlangsung. Dan diantara teori-teori kognitif diantaranya adalah:
a) Teori Behaviorisme purposive dari Tolman b) Teori Medan Gestalt dari Wertheimer c) Teori medan dari Lewin
d) Teori perkembangan Kognitif dari Piaget e) Teori Genetik dari Chomsky. (Arsanti, 2014)
Dapat disimpulkan bahwa sebuah Bahasa merupakan bagian dari proses bahasa yaitu alat atau materi dan prosedur yang terdapat dalam mental manusia yang digunakan untuk memahai bahasa lalu kemudian bisa memproduksi bahasa.
Dan Akhirnya, hal ini berkaitan dengan prediksi manusia tentang bahasa. Dan yang dimaksudkan lagi bahwa persepsi bahasa adalah kemampuan seorang manusia dalam menganalisis bunyi ujaran dilanjut dengan mengidentifikasikannya sebagai suatu kata atau kalima. Dan Teori pemerolehan fonologi Bahasa dalam psikolinguistik sebagai berikut:
a. Teori Struktural Universal.
b. Teori Semantik Universal c. Teori Behavioris-Psikolanalisis d. Teori Behavioris Universal
e. Teori Generatif-Struktural Universal f. Teori Proses Fonologi Alamiah g. Teori Prosodik Akustik
h. Teori Persepsi Sistem Logogen
i. Teori Keutamaan Pemerolehan Leksikon j. Teori Kontras dan Proses.
k. Teori Pendekatan Berorientasi Penemuan l. Teori Sintetis