PENGARAHAN
3. Model Sumberdaya Manusia
8.3. Teori-Teori Motivasi
Teori-teori petunjuk (prescriptive theories), teori yang didasarkan atas pengalaman coba-coba. Teori-teori isi (content theories) disebut teori kebutuhan (need theories) Teori isi memusatkan perhatian pada, penyebab mengapa perilaku terjadi?
jawabannya terpusat pada:
1. Kebutuhan, motif atau dorongan, menekan, memacu, dan menguatkan karyawan untuk melakukan kegiatan.
2. Hubungan para karyawan dengan factor eksternal (insentif) yang menyarankan, menyebabkan, mendorong, dan mempengaruhi mereka melaksanakan kegiatan.
Teori isi menekankan pentingnya pengertian akan factor internal individu, kebutuhan atau motif, yang menyebabkan mereka memilih kegiatan atau cara dan perilaku tertentu untuk memuaskan kebutuhan yang dirasakan. Faktor eksternal seperti gaji, kondisi kerja, hubungan kerja, kebijakan tentang kenaikan pangkat, delegasi wewenang, memberi nilai atau kegunaan untuk mendapatkan perilaku karyawan yang positif.
Hirarki kebutuan Maslow, pertama dengan prinsip kebutuhan dapat disusun dalam satu hirarki atau kebutuhan terendah sampai tertinggi. Kedua, kebutuhan yang terpuaskan berhenti menjadi motivator utama dari perilaku. Kebutuhan tersebut meliputi fisiolofis, balas jasa, istirahat; kebutuhan akan keamanan atau rasa aman, ketiga kebutuhan sosial, kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri.
Teori Dorongan Kebutuhan (Need Arousal Theories) Abraham Maslow
Behaviour is the results of deprivation state
- unsatisfied need …….. tension………action Need can be devided into categories………….
Gambar 13. Hiraki kebutuhan Maslow Teori Prestasi dari McClelland
Menurut McClelland terdapat korelasi positif antara kebutuhan berprestasi dengan prestasi dan sukses pelaksanaan. Orang yang berorientasi prestasi mempunyai karakteristik tertentu:
1. Menyukai pengambilan resiko yang layak (moderat) sebagai fungsi ketrampilan, bukan kesempatan; menyukai tantangan, menginginkan tanggung jawab pribadi bagi hasil yang dicapai.
2. Mempunyai kecenderungan menetapkan tujuan prestasi yang layak dan menghadapi resiko yang sudah diperhitungkan.
3. Mempunyai kebutuhan yang kuat akan umpan balik tentang apa yang telah dikerjakannya.
4. Mempunyai keterampilan dalam perencanaan jangka panjang dan memiliki kemampuan organisasional.
Theori proses (process theories)
Theori proses berkenaan dengan bagaimana perilaku timbul dan dijalankan, teori ini meliputi : 1) teori pengharapan, 2. pembentukan pribadi. 2. teori Porter-Lawler dan 4.
teori keadilan.
Teori Pengharapan (expectancy theory): Konsep yang berhubungan dengan motivasi di mana individu diperkirakan akan menjadi pelaksana dengan prestasi tinggi,
Physiological Safety and Security
Social Self- Esteem Self Actualization
tinggi, 2) suatu probabilitas tinggi bahwa prestasi tinggi akan mengarah ke hasil – hasil yang menguntungkan , dan 3) bahwa hasil hasil tertentu akan menjadi pada keadaan keseimbangan, penarik efektif bagi mereka.
Menurut Victor Vroom dikenal teori nilai-pengharapan Vroom, orang dimotivasi untuk bekerja bila mereka 1). Mengharapkan usaha usaha yang ditingkatkan akan mengarahkan ke balas jasa tertentu, 2). Menilai balas jasa sebagai hasil dari usaha usaha mereka. Dengan Rumus:
Motivasi adalah pengharapan bahwa peningkatan usaha akan mengarah ke peningkatan balas jasa x Penilaian individu terhadap balas jasa sebagai hasil dari usaha- usahanya.
Pembentukan Perilaku
BF Skinner mengemukakan pendekatan lain terhadap motivasi yang mempengaruhi dan merubah perilaku kerja yaitu teori pembentukan perilaku (operant conditioning), atau sering disebut dengan istilah-istilah seperti behaviou modification, positive reinforcement, dan skinnerian conditioning.
Pembentukan perilaku secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut:
Rangsangan (stimulus) Tanggapan Konsekuensi Tanggapan di waktu yang akan datang.
Ada empat teknik yang dapat dipergunakan manajer untuk mengubah perilaku bawahan:
1. penguatan positif.
2. penguatan negatif.
3. pemadaman dan 4. hukuman.
Teori Porter-Lawler adalah teori pengharapan dari motivasi dengan versi orientasi masa mendatang dan juga menekankan antisipasi tanggapan tanggapan atau hasil hasil.
Selain teori di atas masih terdapat teori motivasi yaitu teori keadilan dan teori ketidak adilan.
Implikasi Manajemen? Model ERGON Alderfer'S
Tidak kaku, seperti melangkah, lebih dari dapat seseorang dapat (adalah) beroperasi
Frederick Herzberg
Tidak semua kebutuhan memotivasi manakala orang yang menanyakan apa yang menyebabkan mereka menjadi puas dan apa yang menyebabkan mereka menjadi tidak puas- yang menemukan faktor yang terpisah dan perbedaan... teori dua faktor.
(distinct………….two faktor teory)
Job Dissatisf’n–No job dissatisf’n No Job satisf’n – JobSatisf’n
Dapat dipuaskan dan tidak dipuaskan pada waktu yang sama Pemekaran pekerjaan / rotasi pekerjaan- horisontal
Vs. Pemerkayaan pekerjaan ( mendisain kembali pekerjaan- vertikal) - Mengkombinasikan Pekerjaan
- Menciptakan unit pekerjaan alami
- Memperluas dengan tegak lurus tetapi kerja untuk semua orang?
- Membuka umpan balik saluran
F Herzberg “Psychological Service Piitsburgh”, Faktor penyebab kepuasan kerja (job satisfaction) dan factor penyebab ketidak puasan kerja (Job dissatisfaction).
Herszberg membedakan factor motivators atau pemuas (satisfiers) dan factor pemeliharaan (hygienic factors atau dissatisfiers).
Tabel 4. Faktor Pemuas dan Pemeliharaan Dalam Kerja
FAKTOR-FAKTOR PEMUAS FAKTOR-FAKTOR PEMELIHARAAN Prestasi
Penghargaan
Pekerjaan kreatif dan menantang Tanggung Jawab
Kemajuan dan peningkatan
Kebijaksanaan dan administrasi perusahaan Kualitas pengendalian teknik
Kondisi kerja Hubungan kerja Status pekerjaan Keamanan Kerja Kehidupan Pribadi Pengajian
Hygiene Factors Motivator Factors
Tabel 5. Perbandingan antara teori Hirarki Kebutuhan Maslow dan Teori Motivasi- Pemeliharaan Herzberg.
FAKTOR TEORI HIRARKI
KEBUTUHAN MASLOW
TEORI MOTIVASI- PEMELIHARAAN HERZBERG
Faktor-faktor
Motivasional Aktualisasi diri/pemenuhan diri
dan penghargaan Pekerjaan yang kreatif dan menantang Prestasi
Penghargaan Tanggung Jawab Kemungkinan meningkat Kemajuan
Faktor-Faktor Pemeliharaan
Penghargaan Sosial
Keamanan/rasa aman
Fisiologis
Status
Hubungan antar pribadi dengan atasan, bawahan dan rekan sejawat
Pengawasan
Kebijaksanaan dan administrasi perusahaan
Keamanan kerja Kondisi kerja Pengupahan Kehidupan pribadi
Hackman & Oldham
Mendisain kembali pekerjaan (redesign jobs) untuk menyesuaikan dengan tingkat kebutuhan pertumbuhan pekerja…… Model Karakteristik Pekerjaan (Job Characteristics Model).
Lima dimensi inti di dalam tiap-tiap pekerjaan variasi (variety), identitas tugas (task identity), arti tugas (task significance), otonomi (autonomy), umpan balik (feedback).
Orang secara internal termotivasi jika mereka belajar, bahwa mereka secara pribadi sudah melakukan tugasnya dengan baik dan mereka memperhatikantugas tugas mereka.
(Vx I x S ) x A x F MPS =
3
Core Dimensions Critical Psych. States Outcomes
§ Variety
· Task Indentity Meaningfulness * internal
· Task Significance of Work motivation
· Autonomy Responsibility * quality For outcome performance
* satisfaction
· Feedback Knowledge * absenteeism Of Result * Turnover Depending on the level of growth needs Teori pilihan Perilaku (Behaviour ChoiceTheories)
· Cognitive vs acognitive
· Cognitive – conscious decision
- Victor Vroom – Expectancy Theory
- People seek out behaviours that lead to rewards that they value - Motivation is a function of
· expectancy
· instrumentality
· valency
- Management Implications?
· Acognitive-subconscious decision
- BF – Skinner – Reinforcement theory
- People are motivated to behave in certain ways receive rewards or avoid punishment
- Much of behaviour is learned over time because of the consequences of that behaviour
- Behaviour modification-manipulate consequences - Management Implications?
Teori Feedback Douglas MC Gregor
- Seorang manager,s berasumsi tentang para pekerja yang akan mempengaruhi gaya manajemen mereka yang akan menjadi titik balik mempengaruhi
- Theory x / theory y
- theory x behaviour………..organizationals problem Mistaken notion of cause and effect
- Theory x assumptions……..organizational design……..theory x behaviour problems
Implikasi Manajemen?