• Tidak ada hasil yang ditemukan

Testimoni Mahasiswa KKN Angkatan ke-74

Dalam dokumen Laporan KKN Desa Leworeng (Halaman 50-75)

BAB V PENUTUP

B. Testimoni Mahasiswa KKN Angkatan ke-74

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Perkenalkan nama saya Mu'arif Bachtiar biasa di panggil Arif, sekarang saya berusia 22 Tahun, merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Saat ini berkuliah di UIN Alauddin Makassar dengan jurusan Teknik Informatika, sekarang saya sudah semester 8 yang dimana sementara merangkai skripsi untuk gelar sarjana. Sedikit cerita terkait kegiatan KKN, saya ber-KKN di gelombang ke-2, kenapa bukan di gelombang pertama? karena saya di saat itu saya memilih untuk balik dulu ke kampung halaman di Kolaka. Pada kegiatan KKN ini sangat tidak sesuai dengan

39

rencana awal saya yakni ingin ber-KKN sambil mengerjakan Skripsi. Namun takdir berkata lain, saya malah menjadi KORDES di posko saya yang otomatis saya 100% harus fokus pada tanggung jawab tersebut. Lucu nya adalah teman teman sircle saya yang kami saling sepakat bahwa pada saat KKN akan sembari mengerjakan skripsi, malah jadi KORDES semua adduh wkwk.

Tibalah saatnya ber-KKN yang mana di bagi menjadi beberapa kelompok, dan saya tergabung atau ditempatkan dikabupaten Soppeng, tepatnya di kecamatan donri-donri, Desa Leworeng. Saya tergabung dalam kelompok yang beranggotakan 9 orang dengan saya dalam satu posko "posko 07". Saya di pertemukan dengan teman-teman yang beragam karakter, ada yang cerewet, pendiam, humoris, dan lain sebagainya. Tibanya kami di desa, kami di sambut dengan hangat oleh jajaran pengurus desa dan bapak ibu posko serta keberadaan kami di desa tersebut di terima oleh masyarkat desa leworeng. Saya pribadi mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh yang terlibat dalam kegiatan kkn ini, karena telah memberikan kami pengalaman yang baru dan begitu berharga untuk kami. Terima kasih karena telah memberi lukisan indah di diri kami ini.

Adapun pesan saya untuk teman-teman KKN semoga sehat selalu dan semoga tali silaturahmi kita tetap terjaga setelah kegiatan kkn ini, untuk bapak ibu posko ucap terima kasih kami karena telah menerima dan memfasilitasi tempat kami tinggal yang dapat di katakan lengkap, untuk jajaran pengurus desa ucap terima kasih kami karena telah menerima, mendukung serta menfasilitasi kami berkegiatan di desa ini, dan tak lupa kami juga mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat desa leworeng, bapak ibu, toko toko masyarakat, pemuda-pemudi, dan adek-adek yang kami cintai dan banggakan. Karena telah menerima kami dan membantu melancarkan kegiatan kami selama di desa leworeng.

Semoga pengalaman ini tidak hanya memberi manfaat bagi kami, tetapi juga membawa berkah bagi masyarakat setempat. Semoga kita semua selalu diberkahi Allah SWT.

Terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

2. Umy Kalsum (Sekretaris)

Perkenalkan nama saya Ummi Kalsum saya berusia 20 tahun tapi tahun ini sudah hampir memasuki usia 21 tahun,saya anak kedua dari 4 bersaudara. Saya dilahirkan di Pangkajene tanggal 17 April 2003. Sekarang saya merupakan mahasiswa jurusan fisika semester 8 di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negri Alauddin Makassar. Adapun motto hidup saya saat ini “no challenge,no change” alasan saya menggunakan kata-kata itu pada keseharian saya saat ini karena merupakan bentuk motivasi diri bagi saya agar tidak mudah menganggap sesuatu adalah beban,tetapi ingin menjadikannya itu sebuah tantangan yang dapat mengubah diri saya dalam mengubah pandangan terhadap sesuatu yang belum saya dilakukan.

Sedikit cerita tentang perjalanan KKN,sebelum penentuan lokasi penempatan KKN saya sangat ingin ditempatkan di lokasi yang belum perna saya kunjungi contohnya pada Kab. Luwu.

Sedikit kecewa karena di tempatkan di lokasi yang tidak saya inginkan,tetapi rasa kecewa itu hilang Ketika saya telah tiba di Desa Leworeng Kec.Donri-Donri Kabupaten Soppeng. Dimana mahasiswa peserta KKN disambut dengan sangat hangat oleh pemerintah Kec.Donri-Donri dan seluruh kepala-kepala desa yang ada di kec.Donri-Donri.Setibanya kami di posko kami disambut dengan sangat ramah oleh Bpk Dr.H.Jamaluddin S.Sos. dan Ibu Hj.Suarni S.Pd. Pada saat pemberangkatan saya dan teman-teman posko saya (posko 7) belum begitu akrab dikarenakan pembagian posko Kec.Donri-Donri di umumkan via online,tapi itu tidak membuat kami kesulitan dalam saling mengenal.

41

Kesan yang paling melekat di ingatan saya dimana Masyarakat di desa Leworeng ini memiliki kepribadian yang sangat ramah dan adik-adik di desa leworeng juga sangat antusias akan kedatangan kami di desa mereka. Saya sangat bersyukur ditempatkan di desa yang masyarakatnya sangat ramah ini mempermudah kita sebagai mahasiswa kkn dalam menjalankan program kerja kami. Adapun kesan selama saya berada di posko 7 desa leworeng ini saya dapat melihat karakter- karakter baru dari teman-teman baru saya. Dari sembilan orang anggota posko mereka mempunyai karakter mereka masing-masing yang sangat melekat di diri mereka. Contohnya ada yang bicara tidak mau kalah,suaranya besar kalau bicara semua sudut posko dengar,ada yang pendiam,ada yang suka kentut,ada yang suka jajan dan masi banyak lagi. Susah kalau mau cari orang baru yang seperti mereka,karena karakter mereka hanya cocok di mereka. Jika saya tidak ditempatkan di desa Leworeng Kec.Donri-Donri Kab.Soppeng mungkin saya tidak akan bertemu dengan manusia- manusia random itu. Dari mereka saya belajar banyak pengalaman tentang kerja sama tim dan ketekunan dalam menjalankan tugas secara berkelompok itu sangat diperlukan,dari hasil kerja sama tim itu yang akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Selama KKN saya mendapat banyak Pelajaran hidup baru yang baru saya lihat dan saya dengar di desa Leworeng. Saya diajaran banyak tentang cara bersosialisasi dengan orang baru dikalangan masyarakat. Semoga saya dapat menerapkan ilmu-ilmu baru yang saya dapat di desa Leworeng kepada masyarakat luas. Saya juga berharap silaturahmi saya dengan warga desa Leworeng tidak terputus dikarenakan KKN telah selesai,semoga saya dan teman-teman dapat kembali ke desa Leworeng.

3. Putri Kanza (Bendahara)

Suatu untaian kata, beraliran memenuhi makna yang ada di kepalaku. Awalnya kata itu menjadi suatu yang terus kunanti-nanti. Dambaan semua mahasiswa, kegiatan memberikan kita cahaya kehidupan dari segala jejak-jejak perjuangan penuh di 7 semester. KKN, semua tidak asing dan tau persis bagaimana indahnya masa itu. Tapi jangan berharap banyak. Sebelum awalnya kulalui, masih indah di depan mata. Namun setelah semua ada di pijakan saya menolak semua persepsi yang ada. Ini tempat yang berbeda,dengan lingkungan yg berbeda pengalaman pun berbeda.

Kulalui semua dengan rasa syukur, tidak terfikir bisa mendapatkan lokasi ini. Rasa takjub bercampur semangat, yang mengubah banyak diriku. Aku senang terus berkegiatan, aku senang jika harus tiap jam berbaur dgn masyarakat, aku senang dengan adik-adik yang sangat antusias menyapa kami. Tempat terinda di rumah putih kami bercengkrama mengakrabkan diri dalam sehari. Hidup dalam satu atap kami semua melewati badai ombak yang terlihat.

Satu yang tidak terlupakan, bagaimana aku mampu mewujudkan apa yang selama ini ku emban di bangku kuliah. Soal management kegiatan yang sangat di luar ekspektasi saya dan kawan kawan mampu melakukannya. Kegiatan yang di rancang dalam sehari, membuat para guru dan murid berdecak kagum menyampaikan terimakasih kepaku secara langsung. Rasanya tidak hentinya syukur dan haru ini kami yang mampu membuktikan, inilah mahasiswa Universitas Islam Negeri

43 4. Fauzi Rahmad (Anggota)

Assalamualaikum wr,wb, puji tuhan serta shalawat para nabi.

Pada saat pengumuman kkn saya turut senang karena di tempatkan di kab.soppeng, Adapun pertemuan kami bersama teman-teman se posko yang baru kenal pada saat di bus saya merasa terkesan karna di pertemukan dengan orang-orang yang memiliki karakter yang berbeda- beda dan bisa berbaur dengan mereka, kata pepatah “tak kenal maka tak sayang”, saya bersyukur karna di pada saat hadir di lokasi kkn yaitu tepatnya di desa leworeng, kec.Donri-donri, kami di sambut baik oleh para aparat kecamatan maupun desa, kendatipun masyarakat juga sangat antusias dan senang anak-anak kkn hadir di desanya. Program kerja yang kami kerjakan adalah kkn mengajar, menurut saya, kkn mengajar ini wajib di lakukan khusunya pada pendidikan dasar, yang mana pendidikan dasar begitu penting untuk dilakukan, apalagi dilakukan oleh mahasiswa karena mahasiswa merupakan sosok yang menurut saya ia adalah salah satu intrumen untuk melakukan sebuah perubahan yang baik karena mahasiswa telah melakukan sebuah perjalanan pengetahuan begitu panjang, dan menguasai beberapa cara-cara mungkin dalam mendidik anak-anak dan menunjukkan mana yang baik dan mana yang buruk.

Tidak ada kata-kata yang patut di lontarkan kepada desa leworeng ini selain kata indah.

Begitu banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat saya petik di desa ini, saya sangat terkesan dengan keramahan dan kebaikan para aparat desa dan masyarakatnya mereka begitu sabar dalam mendidik dan memberi pelajaran kepada teman-teman saya, harapan saya, semoga desa ini menjadi

desa yang terbaik suatu saat nanti.

Semoga di desa leworeng kec.Donri-Donti ini selalu terkenal dengan watak masyarakatnya yang sangat ramah dan sangat pengertian bila ada mahasiswa yang berkunjung ke desanya, mngkin itu karena mereka mengerti betapa sulitnya menjadi mahasiswa.

5. Nun Mutmainnah (Anggota)

Assalamualaikum warahmatuulahi wabarakatu

Perkenalkan nama saya Nun Mutmainnah biasa di panggil ngopi, makan atau dipanggil pada saat dibutuhkan. Oke serius nama panggilan saya Nun tapi terkadang orang mengira nama saya Ainun huuuft, saya lahir pada tanggal 01 Maret 2002, domisili saya di Kabupaten Sidenreng Rappang. Sekarang sedang berjuang meraih gelar S. Hum di UIN Alauddin Makassar pada program studi Sejarah Peradaban Islam di Fakultas Adab dan Humaniora. Kali ini saya akan berbagi sedikit cerita saya mengenai Kuliah Kerja Nyata yang saya sebut dengan istilah “ sompe’

45 hari”, mengapa harus ada kata sompe’ ? karena memang dari awal saya sedang merantau di Makassar, kemudian melanjutkan studi di Kabupaten Gowa di tambah lagi KKN yang membawa kita mengabdi di Kabupaten lain, jadi sangat pas dengan kata sompe’. Lokasi KKN saya sangat terkenal dengan julukan Kota Kalong, tapi kalong hanya ada di pusat Kota selebihnya tidak. Jujur Kabupaten ini sangat membuat saya terkesan bahkan saya tidak bosan jika harus melihat

45

pemandangan kelelawar setiap ke pusat Kota, mungkin karena saya pribadi baru melihat secara langsung apa yang selalu digaungkan orang – orang mengenai Kabupaten tempat saya KKN tapi sukses menyihir saya pada saat tiba disana, Kabupaten ini merupakan salah satu wilayah yang masih kental dengan adat dan istiadat addatuan., Bissu yang bertugas mengurus anggota keluarga addatuang pun masih eksis di Kabupaten ini. Tentu saja ini membuat jiwa sejarah dan kebudayaan saya terpacu untuk lebih mengetahui tanah La Temamala ini lebih dalam.

Menunggu sangatlah membosankan, itulah yang dirasakan mahasiswa ( i ) yang akan melaksanakan KKN, jadwal pembekalan diundur bergitupula dengan jadwal pemberangkatan yang ikutan mundur juga, sungguh membosankan, ada beberapa Kabupaten yang menjadi tujuan KKN yakni Wajo, Soppeng, Luwu Utara, Majene, Enrekang,Sidrap, Barru, Maros dan Pangkep.

Tentunya lokasi yang menjadi sasaran KKN membuat mahasiswa overthingking dengan harapan semoga lokasinya bagus, banyak tempat wisata, dll. Namun saya paling khawatir mengenai teman se posko saya, karena saya sulit beradaptasi dengan orang baru huuuft, masalah lokasi KKN saya tidak terlalu risau. Hari yang dinanti pun tiba pemberangkatan ke lokasi KKN masing – masing, teman se posko pun juga telah di tentukan ya awalnya sekedar tau nama sebab sebelumnya belum pernah bertatap muka, kenalan di lokasi pun akhirnya. Kami di tempatkan di Desa Leworeng Kabupaten Soppeng. Desa yang asri pohon rambutan dimana mana, tanaman jagung, terlebih buah Naga yang merupakan komoditias terbesar kedua setelah beras di Desa ini. Meskipun agak sepi tapi masyarakatnya ramah. Desa ini memiliki 2 Dusun dengan 3 sekolah dasar dan 1 SMP. Kami mengira cuaca akan sama dengan Makassar namun sangat berbanding terbalik ternyata sangatlah terik, minggu pertam kami melakukan observasi, berkeliling desa, berkunjung ke kantor Desa, berkunjung ke SD dan ke SMP . obervasi ni berlangsung selama 2 pekan, kami menyusun program kerja yang akan kami laksanakan begitupun dengan teknisnya.

Hari menjelang seminar program kerja tersisa sehari, teman – teman mulai sibuk mengurus administrasi, materi, lokasi, dan konsumsi, hingga hari seminar pun tiba yang dihadiri oleh masyarakat Desa yang lumayan banyak, mereka menaruh harapan kepada kami agar bisa membuat desa lebih berkembang, meskipun dalam melaksanakan program kerja memiliki sedikit hambatan tapi pada akhirnya semua program terlaksana. Mengenai tempat tinggal kami di Desa Leworeng seperti pindah rumah sebab semua fasilitas tersedia mulai dari mesin cuci, kompor, kipas bahkan AC pun ada jadi hanya pindah rumah, setiap hari posko kedatangan bocil yang membuat posko

tidak sepi setiap hari. Satu hal yang sangaat membekas di benak saya ketika hari pertama tiba di lokasi, saat kami ingin memenuhi kebutuhan pangan kami sementara jarak posko dengan pasar sejauh 5 km, baru kali itu saya berjalan sangat jauh pulang ke posko pun menjadi persoalan sebab kendaraan tak tersedia di posko untuk ada warga yang membantu memanggil tukang bentor akhirnya tak berjalan kaki lagi. Keseharian di posko awalnya berjalan dengan lancar, tapi entah kenapa ada sedikit gesekaan yang terjadi hingga mambuat ami sedikit janggung menjalani aktifitas di poskko sungguh sangat disayangkan tapi tidak pernah teridam idamkan gesekan yang membuat terpecah belahnya kami di posko. Hal ini cukup menguras tenaga dan pikiran makan tak lena, tidur pun jadi tak senyenyak malam malam sebelumnya. Namun saya mencoba mengesampingkan hal tersebut fokus untuk menyelesaikan program kerja yang telah kami susun, tapi padalah dya semakin saya mencoba tidak peduli membuat saya semakin tidak tahan dan sangaat menantikan hari penarikan tiba.

Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, tiba saat hari penarikaan tentunya membuat saya merenungkan bahwa saya akan merindukan saat saat seperti ini atau mungkin hanya saya yang akan merindukan mereka, bagi saya tidak ada yang terlalu spesial pada pengalaman KKN saya tapi terima kasih dengan adanya KKN ini saya bisa bertemu dengan orang orang dengan karakter yang uni – unik. Semoga kami bisa bertemu lagi di lain waktu daan menjaalin silaturahmi yang lebih baik lagi.

47 6. Nun Mutmainnah (Anggota)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Saya Imam Hanafi, dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, jurusan Pendidikan Agama Islam. Sebuah testimoni yang saya ketik ini singkat sebuah pengalaman, cerita atau kesan saat KKN. Awalnya saya berharap ditempatkan ditempat yang jauh seperti luwu. Namun, pada saat pengumuman lokasi, saya mendapatkan lokasi di desa Leworeng kecamatan Donri-donri kabupaten Soppeng, saya agak sedikit kecewa pada awalnya, namun kekecewaan itu dipatahkan ketika saya dipertemukan dengan teman-teman yang membuat saya tidak pernah berhenti ketawa dengan tingkah lakunya..

Sedikit cerita pada hari pertama sampai hari ketiga di desa Leworeng saya dan teman-teman berjalan kesetiap dusun untuk melakukan observasi sekaligus memperkenalkan diri kepada masyarakat, sembari memikirkan proker yang akan kami jalankan, hari selanjutnya kami mengadakan seminar desa yang dihadiri oleh pihak desa, ketua RT/RW, Babinkantibmas, Babinsa dan tokoh masyarakat, dan alhamdulillah seminar berjalan dengan baik dengan beberapa usulan proker dari masyarakat.

Hari demi hari kita lewati, semua proker berjalan dengan lancar. Mulai dari mengajar di sekolah, mengajar TPA, seminar education, Penyuluhan PHBS, sampai festifal anak soleh. Tidak terasa sebulan berlalu di desa Leworeng, muncul perasaan sedih dalam hati karna beberapa hari lagi kami akan berpisah, meninggal tempat yang penuh history. Saya harus meninggalkan adek-

adek yang pernah saya ajar, adek-adek yang setiap sorenya yang selalu kutemani bermain bola, adek-adek yang setiap saat ada diposko mengambil rambutan, meninggalkan desa beserta orang baik yang telah membantu kami selama ini, dan terakhir saya harus meninggalkan posko dengan segala kenangan indahnya. Saya tidak akan pernah lupa dengan dengan teman yang kalau mandi bisa sampe lebaran, begitu juga ketika tidur, yang kalau ngorok kayak orang sakratul maut, yang ngigau tiap malam, lebih-lebih teman yang kalau kentut tidak terkontrol Hhh… Kenangan- kenangan itu akan kuceritakan kembali suatu saat nanti. Terima kasih kepada camat dan desa yang telah menerima kami dengan ikhlas, terima kasih kepada teman-teman, sampai jumpa di lain hari.

7. Ummul Husna (Anggota)

Hai-hai halo semuanya, saya Ummul Husna dari Jurusan Kesejahteraan Sosial, Fakultas Dakwah dan Komunikasi dan sudah Semester 8. Saya ditempatkan KKN di Kabupaten Soppeng, Kecamatan Donri-Donri, Desa Leworeng. Hari-hari yang ditunggu untuk mengabdi membuat saya begitu exited apalagi ditempatkan di kota yang julukannya sebagai Kota Kalong (Kelelawar), banyak sekali pemandangan indah di sepanjang jalan menuju posko. Selama di perjalanan juga di bus kami sama sekali belum kenalan dan masih canggung hehe.

Tibalah kita di Kantor Kecamatan Donri-Donri untuk melakukan penerimaan Mahasiswa KKN yang akan ditempatkan di Kecamatan Donri-Donri dan dibagi menjadi 9 Posko di 9 Desa.

Kami yang berjumlah 79 orang telah dibagi sebelum pemberangkatan beserta kordes dan anggotanya. Jadi tidak pusing lagi.

49

Setelah penerimaan kami lanjut ke posko masing-masing, kami diantar oleh staf desa leworeng 2 mobil, di dalam mobil staf tersebut tidak berword-word jadi agak canggung untuk mengajak cerita tentang desanya. Tapi tidak apa-apa mungkin dihari selanjutnya kami tidak akan canggung lagi.

Tibalah kami di Desa Leworeng di sebuah rumah yang cukup besar dan ternyata itu bukan posko kami sebenarnya, posko kami seharusnya di belakang TK tapi ini tidak, tidak ada sekolah satupun di sekitar rumah itu. Rumah itu milik Pak Dr. Jamaluddin dan Ibu Hj. Suarni seorang dosen dan guru. Alhamdulillah mereka baik dan menceritakan tentang rumah itu kalau sudah jarang ditempati karena beliau tinggal di Lajju'a. Tapi tidak apa-apa lagi karena kami sudah capek di jalan selama 6 jam makassar-soppeng kamipun istirahat dan bersih-bersih badan karena sudah bau kacci semua dan lapar.

Awal-awal KKN kami 9 orang tidak ada yang canggung sama sekali, semuanya humoris di malam itu kami kenalan cerita-cerita di posko sampai berebut kamar karena ada AC tapi di kamar depan dan karena kita capek kamipun tidur dulu, keesokan harinya kita masih bingung mau bikin apa jadi mau tidak mau briefing dulu ya ges ya apalagi kita dikasih waktu untuk observasi desa itu selama 1 minggu. Selama 1 minggu itu kita jalan-jalan karena tidak ada motor jadi harus jalan kaki sekitar 2-3 km perhari, dan tiba waktunya hari pasar kamipun pergi beli kebutuhan posko yang jaraknya jauh sekali sudah masuk di desa kesiing posko 8. Tapi tidak patah semangat tetap jalan kaki terus hehe biar bisa makan di posko.

Skip di minggu berikutnya waktu pemilu sudah di depan mata, kami diliburkan oleh bupati selama 10 hari namun hanya beberapa orang yang pulang tapi saya tidak karena jauh dan tidak ada biaya dan ternyata kami GOLPUT tidak bisa diuruskan surat pindah memilihnya haha hilang lagi banyak suara anak UIN di Pilpres. Selama 10 hari kami hanya makan, tidur, membersihkan, mandi, begitu terus sampai dihari teman-teman sudah pulang posko jadi ramai lagi.

Minggu berikutnya, kami sudah merealisasikan proker-proker yang ada meskipun diburu oleh waktu yang mepet tapi harus tetap dikerjakan dengan kendaraan yang terbatas, harus bolak balik antar ini itu di tengah panas terik matahari soppeng. Dan alhamdulillah proker kami terealisasi dengan baik.

Disana kami banyak bergaul dengan anak-anak kecil mulai dari umur 6-10 tahun ke atas,

mereka sering datang di posko sampai-sampai mereka dimarahi orang tuanya karena mendatangi posko kami dan dikira kami yang memanggilnya. Panik gak tuh tiba-tiba didatangi kepsek salah satu SD yang kami ajar siswanya katanya ada seperti ini itu disini dan nyatanya tidak sama sekali jadi kami AMAN. Tapi anak-anak masih tetap main di posko biar tidak sepi-sepi amat tapi sungguh berisik.

Tiba dihari ramah tamah, seketika waktu begitu cepat, air mata tiba" menetes di malam itu, orang-orang semua care dengan pengabdian kami yang mungkin orang tidak tau bagaimana strugglenya kami melewati itu semua, mereka juga turut memberi pelukan dan motivasi untuk kami kedepannya. Terima Kasih Desa Leworeng

Terakhir untuk teman-teman poskoku tercinta dan terterter apalah, pertama sakinah kukira kalem ternyata ratunya mengakak suaranya paling keras tapi baik hati sekali yang rela pulang ke Bone ambil motornya untuk bisa dipake di posko (woffyuuu). Kedua Umi sipaling smart, kusuka sekali kalau evaluasi cara bicaranya yang teratur dan selalu bilang 'ihhh lucuuu' suka sekali warna kuning, pendengar yang baik juga uhhh tayangg padahal jomblo. Ketiga Syahrul, orang paling jaim di posko suka ketawa nda jelas, suka menyanyi dengan ekspresinya yang pakaballisi, royal pake banget-banget, suka traktir di indomaret di mas doni makan bakso pokoknya lo paling uculll apalagi pas dimarahi sama bapak-bapak pulang masjid hahahaha tapi sekarang bestiemi tawwa. Untuk Fauzi, anak filsuf banget ini terus pekerja keras nda malas di posko kalau ada disuruhkan langsung pergi mauki ditemani kesini kesana siap selalu dia gengs, selaluki napinjamkan hpnya untuk foto video karena hpnya ji Iphone jadi bagus fotota guys, pintar liat setan itumo haha. Untuk Imam, kukira alim sekali ternyata tidak jarang sholat subuh, tapi pintar sekali tilawah masya Allah, dia paling banyak jobnya di desa selalu dipanggil mengaji di mesjid dan disuka sma ibu-ibu majelis taklim leworeng haha. Untuk Kordes Arif, sipaling banyak tidur dan di depan laptop terus dia paling lama mandi, pendiam juga, kecil sekali suaranya kalau bicara, anak mama banget tapi bisa ji memimpin walaupun masih kurang. Untuk Khanza, kalau masalah uang dia yang pegang, pendiam juga tapi kreatif, pintar makeup jadi dia yang makeup anak penari di malam ramah tamah. Untuk Nun, yang selalu garda terdepan untuk jadi MC disetiap acara, paling malaska dengar kalau mau ke pasar bilang apa mau dibeli, apa mau dimasak yah diliat dulu atuh yang kurang di dapur tapi pintarji masak gengs jadi kalau nda masakka dia lagi yang masak.

Dalam dokumen Laporan KKN Desa Leworeng (Halaman 50-75)

Dokumen terkait