• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tindakan Pemeriksaan Antenatal Care

Dalam dokumen hubungan pengetahuan ibu hamil dengan (Halaman 46-50)

BAB V. PEMBAHASAN

5.2. Tindakan Pemeriksaan Antenatal Care

Antenatal Care adalah suatu program yang terencana berupa observasi, edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil guna memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan. Tujuan Antenatal Care untuk menjaga agar ibu sehat selama masa kehamilan, persalinan dan nifas serta mengusahakan bayi yang dilahirkan sehat, memantau kemungkinan adanya resiko-resiko kehamilan serta merencanakan penatalaksanaan yang optimal terhadap kehamilan resiko tinggi serta menurunkan morbiditas, mortalitas ibu dan janin perinatal.

Kunjungan Antenatal Care adalah kunjungan ibu hamil kebidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan

peayanan/asuhan antenatal. Pada setiap Antenatal Care, petugas mengumpulkan dan menganalisis data mengenai kondisi ibu melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk mendapatkan diagnosisi kehamilan intrauterine serta tidak adanya masalah atau komplikasi (Syaifuddin,2008).

Menurut Depkes RI (2007), tujuan Antenatal Care adalah untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilannya, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat, serta menghasilkan bayi yang sehat.

Depkes RI (2007) juga menyatakan, pelayanan antenatal careyang berkualitas dan dilakukan sedini mungkin secara teratur akan membantu mengurangi risiko terhadap kejadian gangguan kehamilan dan anemia. Secara ringkas pelayanan antenatal minimal 4 kali selama kehamilan, yaitu: 1 kali pada trimester I, 1 kali pada trimester II, dan 2 kali pada trimester III.

Hasil penelitian di Puskesmas Batu Horpak Kecamatan Tanotombangan Kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2016diperoleh databahwa mayoritas Ibu hamil melakukan tindakan pemeriksaan antenatal care yaitu sebanyak 17orang (51.5%) dan minoritas Ibu hamil yang tidak melakukan tindakan pemeriksaan antenatal careyaitu sebanyak 16 orang (48.5%).

5.3. Hubungan Pengetahuan IbuHamil dengan Pemeriksaan Antenatal Care di Puskesmas Batu HorpakKecamatan Tanotombangan Kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2016.

Berdasarkan hasil uji statistic diketahuibahwa keseluruhan Ibu hamil dengan pengetahuan baik melakukan tindakan pemeriksaan antenatal caresebanyak 7orang (21.2%). Ibu hamil yang memiliki pengetahuan cukup melakukan tindakan pemeriksaan antenatal caresebanyak 9 orang (27.3%) dan Ibu hamil dengan pengetahuan cukuptidak melakukan tindakan pemeriksaan antenatal care sebanyak 6 orang (18.2%). Ibu hamil yang memiliki pengetahuan

kurang melakukan tindakan pemeriksaan antenatal caresebanyak 1 orang (3.0%)dan Ibu hamil dengan pengetahuan kurangtidak melakukan tindakan pemeriksaanantenatal caresebanyak 10 orang (33.3%).

Hasil uji Chi-square didapatkan nilai p=0.001 (p<0.05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan Ibu hamil dengan tindakan pemeriksaan antenatal care di Puskesmas Batu HorpakKecamatan Tanotombangan Kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2016.

Hasil penelitian inisejalan dengan hasil penelitian Irma, 2008 menyatakan terdapat hubungan antara persepsi ibu hamil tentang resiko kehamilan dengan kepatuhanantenatal care, dimana semakin baik persepsi ibu hamil tentang resiko kehamilan maka kemungkinan ibu hamil untuk patuh melakukan pemeriksaan antenatal semakin besar. Kemudian Ibu hamil yang memahami manfaatantenatal carebagi kehamilan dan bayi yang dikandungnya akan mempunyai persepsi yang baik sehingga akan meningkatkan motivasi melakukan pemeriksaan antenatal (Irma, 2008).

World Health Organization tahun 2009 menyatakan bahwa salah satu upaya intervensi yang efektif untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di sektor kesehatan salah satunya dengan perbaikan kualitas pelayanan antenatal.

Tingkat keberhasilan pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan kunjungan K1 sampai K4. Penurunan AKI menjadi tanggung jawab semua pihak secara bersama-sama, yang paling terutama memerlukan adanya upaya aktif dari tenaga kesehatan. Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan cakupan kunjungan ibu hamil baik K1 (kunjungan pertama) sampai K4 kunjungan ibu hamil minimal 4 kali ke pelayanan kesehatan, terutama untuk ibu hamil yang sulit mengakses

pelayanan kesehatan. Dengan kunjungan minimal dapat diketahui secara dini masalah kehamilan dan kemungkinan komplikasi pada saat hamil. Standart yang ditetapkan yaitu minimal 1 kali pada trimester satu, minimal 1 kali pada trimester dua, dan minimal 2 kali pada trimester tiga.

5.4.Keterbatasan Peneliti

Adapun keterbatasan peneliti dalam melakukan penelitian ini meliputi:

a. Peneliti hanya memberikan kuesioner pengetahuan yang dicheck list dan observasi pemeriksaan antenatal care selama kehamilan dan tidak melakukan wawancara kepada para responden.

b. Peneliti tidak mengetahui bahwa jawaban yang diberikan responden benar- benar dari pengetahuannya atau asal silang saja pada jawaban.

c. Responden juga perlu ditekankan untuk meningkatkan upaya dalam mendapatkan pengetahuan tentang pemeriksaan antenatal care selama masa kehamilan.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1.Kesimpulan

a. Tingkat pengetahuan Ibu hamiltentang pemeriksaan antenatal carediperoleh data mayoritas Ibu hamil memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 15orang (45,5%), dan minoritas Ibu hamil memiliki pengetahuan kurang sebanyak 7 orang (11,7%).

b. Tindakan pemeriksaan antenatal carediperoleh data bahwa mayoritas Ibu hamil melakukan tindakan pemeriksaan antenatal care yaitu sebanyak 17orang (51.5%) dan minoritas Ibu hamil tidakmelakukan tindakan pemeriksaanantenatal careyaitu sebanyak 16 orang (48.5%).

c. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan Ibu hamildengan tindakan pemeriksaan antenatal caredi Puskesmas Batu Horpak Kecamatan Tanotombangan tahun 2016, dengan nilaip=0,001 (p<0,05).

6.2.Saran

a. Bagitenaga ahli kesehatan masyarakat dan tenaga kesehatan Puskesmas Batu Horpak disarankan agar melakukan penyuluhan tentang antenatal carekepada Ibu hamil guna meningkatkan kelengkapan kunjungan pemeriksaanantenatal care.

b. BagiMasyarakatdiwilayah kerja Puskesmas Batu Horpak,khususnya Ibu hamil agar melakukan dan meningkatkan kunjungan pemeriksaan antenatal careguna menghindari gangguan kehamilan, menjaga kesiapan fisik dan mental menjelang persalinan.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, (2008). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

DepKes, RI. (2004). Pedoman Pelayanan Antenatal di Tingkat Pelayanan Dasar.Jakarta: DepKes RI.

---,---. (2007). Perawatan Kehamilan (ANC).diakses pada tanggal 15 Nopember 2015 dari http://www.depkes.go.id

---,---. (2008). Upaya Pelayanan Kesehatan Dasar . Diakses tgl 12 Oktober 2011darihttp://www.depkes.go.iden/downloads/profil/..../BAB%20IV_pro fil.doc

---,---. (2008). Petunjuk Teknik Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten / Kota. Biro Hukum dan Oranisasi Setjen DepKes RI.

Irma, (2008). Hubungan persepsi ibu hamil tentang resiko kehamilan dengan kepatuhan antenatal care.

Manuaba, (2008). Buku Ajar Patologi Obstetri. Jakarta: EGC.

Mochtar, (2005).Sinopsis Obstetri.Jilid I. Jakarta: EGC

Notoatmodjo. (2007). Promosi Kesehatan dan lmu Perilaku.Jakarta: Rineka Cipta ---. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

---. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam, (2009). Prosedur dan Etika Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Prawirohardjo, S. (2002).Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka

Regina VT Novita. (2011). Keperawatan Maternitas.Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Saifuddin, A.B. (2008). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal an Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Sunaryo, (2006). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

World Health Organization (2009). Upaya efektif menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

KUESIONER PENELITIAN

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CAREDI PUSKESMAS BATU HORPAK KECAMATAN

TANOTOMBANGAN KABUPATEN TAPANULI SELATAN TAHUN 2016

No Responden :

A. Pertanyaan Pengetahuan tentang PemeriksaanAntenatal Care

Isilah pertanyaan dibawah ini dengan memberikan tanda checklist (√) pada jawaban yang menurut anda tepat.

No. Pertanyaan Benar Salah

1. Pemeriksaanantenatal careadalah pemeriksaan untuk mendapatkan proses masa kehamilan dan proses persalinan yang aman

2. Setiap ibu hamil diharuskan untuk melakukan pemeriksaanantenatal carepada kehamilannya 3. Tujuan pemeriksaanantenatal careadalah untuk

mempersiapkan seoptimal mungkin kondisi fisik dan mental ibu dan janin

4. Pemeriksaanantenatal caredilakukan minimal 4 kali selama masa kehamilan

5. Pada kehamilan muda (1-4 bulan) pemeriksaanantenatal careharus dilakukan lebih sering

6. K1 adalah kunjungan pertama ibu hamil

7. Pada usia kehamilan 8 bulan, jadwal pemeriksaan antenatal caredilakukan setiap 2 minggu sekali 8. Ibu hamil tidak boleh minum obat selain yang

diberikan oleh petugas kesehatan.

9. Setiap ibu hamil harus mendapatkan imunisasi TT sebanyak 2 kali selama kehamilan

10. Jarak antara imunisasi TT 1 ke imunisasi TT 2 yaitu 1 bulan

B. Pernyataan Tindakan PemeriksaanAntenatal Care

No. Usia Kehamilan Melakukan Pemeriksaan Tidak Melakukan Pemeriksaan

1. 1-3 Bulan

2. 4-6 bulan

3. 7-9 bulan

Frequencies

Pengetahuan Ibu Hamil

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Baik 7 21.2 21.2 21.2

Cukup 15 45.5 45.5 66.7

Kurang 11 33.3 33.3 100.0

Total 33 100.0 100.0

Tindakan Pemeriksaan Antenatal Care

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Melakukan 17 51.5 51.5 51.5

Tidak

melakukan 16 48.5 48.5 100.0

Total 33 100.0 100.0

Crosstabs

Pengetahuan Ibu Hamil * Tindakan Pemeriksaan Crosstabulation Tindakan Pemeriksaan

Total Melakukan Tidak

melakukan Pengetahuanibu

hamil B

a i k

Count 7 0 7

Expected Count 7.0 0.0 7.0

% within

Pengetahuanibuhamil 100.0% 0% 100.0%

C uk u p

Count 9 6 15

Expected Count 9.0 6.0 15.0

% within

Pengetahuanibuhamil 60.0% 40.0% 100.0%

Ku ra ng

Count 1 10 11

Expected Count 1.0 10.0 11.0

% within

Pengetahuanibuhamil 9.1% 90.9% 100.0%

Total Count 17 16 33

Expected Count 17.0 16.0 33.0

% within

Pengetahuanibuhamil 51.5% 48.5% 100.0%

Chi-Square Tests Value Df Asymp. Sig.

(2-sided) Exact Sig.

(2-sided) Exact Sig.

(1-sided) Pearson Chi-Square 33.000a 1 .001

Continuity

Correctionb 29.033 1 .000

Likelihood Ratio 43.860 1 .000

Fisher's Exact Test .000 .000

Linear-by-Linear

Association 32.000 1 .000

N of Valid Cases 33

a. 2 cells (.15%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 6.13.

b. Computed only for a 2x2 table

Dalam dokumen hubungan pengetahuan ibu hamil dengan (Halaman 46-50)

Dokumen terkait