Minggu Setelah Tanam (MST)
Tinggi Tanaman (cm)
N0 (0 kg/ha) N1 (75 kg/ha) N2 (150 kg/ha)
Tabel 2. Tinggi Tanaman Okra pada 9 MST (cm)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
I II III
N0 (0 kg Urea/ha) 23.93 26.75 27.10 77.78 25.93 N1 (75kg urea/ha) 31.06 31.60 29.75 92.41 30.80 N2 (150 kg urea/ha) 34.20 27.30 37.25 98.75 32.92 N3 (225 kg urea/ha) 33.10 38.00 34.50 105.60 35.20 N4 (300 kg urea/ha) 32.13 39.15 35.10 106.38 35.46
Total 154.42 162.80 163.70 480.92
Rataan 30.00 31.09 30.49 30.53
Tabel 2 menunjukkan rataan tinggi tanaman okra pada 9 MST tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 35.46 cm dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 25.93 cm.
Tabel 3. Sidik Ragam Tinggi Tanaman Okra pada 9 MST (cm)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 10.48 5.24 0.48 4.46 8.65 tn
Perlakuan 4 184.05 46.01 4.23 3.84 7.01 * Galat 8 86.92 10.87
Total 14 281.45
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman okra pada 9 MST yang dapat dilihat pada tabel 3.
Diameter Batang Tanaman Okra (mm)
Data pengamatan diameter batang tanaman Okra pada 1 MST sampai dengan 9 MST dan sidik ragamnya menunjukkan bahwa perlakuan berbagai dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap diameter batang tanaman okra.
Tanaman okra pada setiap perlakuan mengalami pertumbuhan yang terus meningkat yang dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 4. Diameter Batang Tanaman Okra pada 1MST- 9 MST (mm) Perlakuan MST
1
MST 2
MST 3
MST 4
MST 5
MST 6
MST 7
MST 8
MST
9 Total Rataan N0 (0 kg/ha) 1.55 2.20 2.79 3.48 4.43 5.44 6.21 7.01 7.42 40.53 4.50 N1 (75 kg/ha) 1.32 1.98 2.47 3.07 4.12 5.41 6.88 7.76 8.83 41.84 4.65 N2 (150 kg/ha) 1.47 2.50 3.09 3.93 5.29 6.20 8.06 9.24 9.79 49.57 5.51 N3 (225 kg/ha) 1.47 2.37 3.01 3.46 4.09 5.67 6.97 8.41 9.86 45.31 5.03 N4 (300 kg/ha) 1.48 2.30 2.96 3.79 5.64 6.90 8.14 9.71 11.27 52.19 5.80
Tabel 4 menunjukkan hasil dari perlakuan berbagai dosis pada umur 1MST sampai 9 MST dan pertumbuhan tanaman yang optimal terdapat pada perlakuan dosis N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha.
Grafik 2. Diameter Batang Tanaman Okra pada 1MST-9 MST (cm) Tabel 5. Diameter Batang Tanaman Okra pada 9 MST (mm)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
I II III
N0(0 kg/ha) 5.73 7.85 5.30 18.88 6.29 N1(75 kg/ha) 6.93 7.95 7.35 22.23 7.41 N2 (150 kg/ha) 9.97 9.10 10.30 29.37 9.79 N3(225 kg/ha) 8.77 8.85 11.95 29.57 9.86 N4(300 kg/ha) 10.56 13.20 10.05 33.81 11.27
Total 41.96 46.95 44.95 133.86
Rataan 8.39 9.39 8.99 8.92
Tabel 5 menunjukkan rataan diameter batang tanaman okra pada 9 MST tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 11.27 mm dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 6.29 mm.
Tabel 6. Sidik Ragam Tinggi Tanaman Okra pada 9 MST (mm)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 2.52 1.26 0.68 4.10 7.56 tn
Perlakuan 4 48.98 12.24 6.62 3.48 5.99 *
Galat 8 14.79 1.85
Total 14 66.28 15.35
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap diameter batang tanaman okra pada 9 MST yang dapat dilihat pada tabel 6.
Jumlah Daun Tanaman Okra (helai)
Data pengamatan jumlah daun tanaman Okra pada 1 MST sampai dengan 9 MST dan sidik ragamnya menunjukkan bahwa perlakuan berbagai dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap jumlah daun tanaman okra. Tanaman okra pada setiap perlakuan mengalami pertumbuhan yang terus meningkat yang dapat dilihat pada tabel 7.
Tabel 7. Jumlah Daun Tanaman Okra pada 1MST-9 MST (helai) Perlakuan MST
1
MST 2
MST 3
MST 4
MST 5
MST 6
MST 7
MST 8
MST
9 Total Rataan N0 (0 kg/ha) 2.00 3.00 3.70 3.50 5.50 7.42 7.57 9.14 9.28 51.11 5.68 N1 (75 kg/ha) 2.00 3.20 3.83 3.67 6.00 7.16 6.83 8.66 9.30 50.65 5.63 N2 (150 kg/ha) 2.00 3.11 4.00 5.57 6.42 8.00 9.00 10.00 10.28 58.38 6.49 N3 (225 kg/ha) 2.00 3.28 4.21 4.42 6.57 8.57 9.28 10.57 10.57 59.47 6.61 N4 (300 kg/ha) 2.00 3.42 4.71 5.57 6.85 9.00 9.85 11.00 11.00 63.40 7.04
Tabel 7 menunjukkan hasil dari perlakuan berbagai dosis pada umur 1MST sampai 9 MST dan pertumbuhan tanaman yang optimal terdapat pada perlakuan dosis N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha.
Grafik 3. Jumlah Daun Tanaman Okra pada 1MST-9 MST (helai) Tabel 8. Jumlah Daun Tanaman Okra pada 9 MST (helai)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
I II III
N0 (0 kg/ha) 8.33 9.5 8 25.83 8.61
N1 (75 kg/ha) 9.03 8.5 8.9 26.43 8.81 N2 (150 kg/ha) 9.96 9.1 10.3 29.36 9.79 N3 (225 kg/ha) 8.76 10 11.5 30.26 10.09 N4 (300 kg/ha) 10.6 11.5 12.5 34.6 11.53
Total 46.68 48.6 51.2 146.48
Rataan 9.336 9.72 10.24 9.77
Tabel 8 menunjukkan rataan jumlah daun tanaman okra pada 9 MST tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 11.53 helai dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 8.61 helai.
Tabel 9. Sidik Ragam Jumlah Daun Tanaman Okra pada 9 MST (helai)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 2.05845 1.02923 1.45126 4.10282 7.55943 tn Perlakuan 4 16.431 4.10774 5.79213 3.47805 5.99434 *
Galat 8 5.67355 0.70919
Total 14 24.163 5.84616
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap jumlah daun tanaman okra pada 9 MST yang dapat dilihat pada tabel 9.
Luas Daun Tanaman Okra (cm2)
Data pengamatan luas daun tanaman Okra pada 9 MST dan sidik ragamnya menunjukkan bahwa perlakuan berbagai dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap luas daun tanaman okra yang dilihat pada tabel 10.
Tabel 10. Luas Daun Tanaman Okra pada 9 MST (cm2)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
I II III
N0 (0 kg/ha) 90.95 76.02 79.62 246.59 82.20 N1 (75 kg/ha) 115.09 106.59 105.54 327.22 109.07 N2 (150 kg/ha) 109.95 111.41 75.81 297.18 99.06 N3 (225 kg/ha) 126.56 133.59 123.75 383.90 127.97 N4 (300 kg/ha) 117.70 111.46 99.58 328.74 109.58
Total 560.25 539.06 484.31 1583.62 Rataan 112.05 107.81 96.86 105.57
Tabel 10 menunjukkan data dekstruksi luas daun tanaman okra pada 9 MST dengan rataan tertinggi diperoleh pada perlakuan N3 dengan dosis rekomendasi 225 kg/ha yaitu 127.97 cm2 dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 82.20 cm2.
Tabel 11. Sidik Ragam Luas Daun Tanaman Okra pada 9 MST (cm2)
Sk Db Jk Kt F Hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 614.31 307.16 4.13 4.10 7.56 *
Perlakuan 4 3355.64 838.91 11.29 3.48 5.99 **
Galat 8 594.48 74.31
Total 14 4564.43 1220.38
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap luas daun tanaman okra pada 9 MST yang dapat dilihat pada tabel 11.
Bobot Basah Tajuk Tanaman Okra (gram)
Data pengamatan bobot basah tajuk tanaman Okra pada 6 MST sampai dengan 9 MST dan sidik ragamnya menunjukkan bahwa perlakuan berbagai dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot basah tajuk tanaman okra.
Tabel 12. Bobot Basah Tajuk Tanaman Okra pada 6 MST (gram)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
U1 U2 U3
N0 (0 kg/ha) 7.40 9 17.40 33.80 11.27
N1 (75 kg/ha) 22.50 20.3 16.00 58.80 19.60 N2 (150 kg/ha) 21.68 23.6 34.80 80.08 26.69 N3 (225 kg/ha) 24.30 29.5 31.90 85.70 28.57 N4 (300 kg/ha) 29.30 28.1 32.00 89.40 29.80
Total 105.18 110.50 132.10 347.78
Rataan 23.19
Tabel 12 menunjukkan data dekstruksi tanaman okra pada 6 MST dengan rataan bobot basah tajuk tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 29.80 gram dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 11.27 gram.
Tabel 13. Sidik Ragam Bobot Basah Tajuk Tanaman Okra pada 6 MST (gram)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 81.3033 40.6516 2.37641 4.10282 7.55943 tn Perlakuan 4 719.784 179.946 10.5193 3.47805 5.99434 **
Galat 8 136.85 17.1063
Total 14 937.937
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot basah tajuk tanaman okra pada 6 MST yang dapat dilihat pada tabel 13
Tabel 14. Bobot Basah Tajuk Tanaman Okra pada 7 MST (gram)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
U1 U2 U3
N0 (0 kg/ha) 7.40 9.00 17,4 16.40 8.20 N1 (75 kg/ha) 14.30 19.50 21.90 55.70 18.57 N2 (150 kg/ha) 19.30 18.00 32.00 69.30 23.10 N3 (225 kg/ha) 32.50 20.30 36.05 88.85 29.62 N4 (300 kg/ha) 41.88 43.60 34.80 120.28 40.09 Total 115.38 110.40 124.75 350.53
Rataan 25.04
Tabel 14 menunjukkan data dekstruksi tanaman okra pada 7 MST dengan rataan bobot basah tajuk tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 40.09 gram dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 8.20 gram.
Tabel 15. Sidik Ragam Bobot Basah Tajuk Tanaman Okra pada 7 MST (gram)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 21.2347 10.6173 0.23945 4.10282 7.55943 tn Perlakuan 4 1987.09 496.774 11.2035 3.47805 5.99434 **
Galat 8 354.729 44.3411
Total 14 2363.06
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot basah tajuk tanaman okra pada 7 MST yang dapat dilihat pada tabel 15
Tabel 16. Bobot Basah Tajuk Tanaman Okra pada 8 MST (gram)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
U1 U2 U3
N0 (0 kg/ha) 11.45 16.66 14.70 42.81 14.27 N1 (75 kg/ha) 20.10 14.8 14.15 49.05 16.35 N2 (150 kg/ha) 21.70 17.5 52,5 39.20 19.60 N3 (225 kg/ha) 38.70 44.4 49.03 132.13 44.04 N4 (300 kg/ha) 45.00 39.7 32.20 116.90 38.97
Total 136.95 133.06 110.08 380.09
Rataan 27.15
Tabel 16 menunjukkan data dekstruksi tanaman okra pada 8 MST dengan rataan bobot basah tajuk tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 38.97 gram dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 14.27 gram.
Tabel 17. Sidik Ragam Bobot Basah Tajuk Tanaman Okra pada 8 MST (gram)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 84.34729 42.1736 0.95848 4.10282 7.55943 tn Perlakuan 4 2668.501 667.125 15.1617 3.47805 5.99433 **
Galat 8 352.0057 44.0007 Total 14 3104.85
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot basah tajuk tanaman okra pada 8 MST yang dapat dilihat pada tabel 17.
Tabel 18. Bobot Basah Tajuk Tanaman Okra pada 9 MST (gram)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
U1 U2 U3
N0 (0 kg/ha) 30.13 16.05 11.60 57.78 19.26 N1 (75 kg/ha) 20.50 16.62 23.30 60.42 20.14 N2 (150 kg/ha) 31.68 23.64 34.78 90.10 30.03 N3 (225 kg/ha) 27.60 39.7 37.60 104.90 34.97 N4 (300 kg/ha) 45.67 41.86 56.35 143.88 47.96
Total 155.58 137.87 163.63 457.08
Rataan 30.47
Tabel 18 menunjukkan rataan bobot basah tajuk tanaman okra pada 9 MST tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 47.96 gram dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 19.26 gram.
Tabel 19. Sidik Ragam Bobot Basah Tajuk Tanaman Okra pada 9 MST (gram)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 69.468 34.734 0.69 4.10 7.56 *
Perlakuan 4 1676.051 419.013 8.32 3.48 5.99 **
Galat 8 402.744 50.343
Total 14 2148.263
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot basah tajuk tanaman okra pada 9 MST yang dapat dilihat pada tabel 3
Bobot Basah Akar Tanaman Okra (gram)
Data pengamatan bobot basah akar tanaman Okra pada 6 MST sampai dengan 9 MST dan sidik ragamnya menunjukkan bahwa perlakuan berbagai dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot basah akar tanaman okra.
Tabel 20. Bobot Basah Akar Tanaman Okra pada 6 MST (gram)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
U1 U2 U3
N0 (0 kg/ha) 1.60 2.2 1.30 5.10 1.70
N1 (75 kg/ha) 1.46 1.77 2.95 6.18 2.06 N2 (150 kg/ha) 2.57 2.13 2.05 6.75 2.25 N3 (225 kg/ha) 3.30 2.78 2.88 8.96 2.99 N4 (300 kg/ha) 2.79 3.55 3.76 10.10 3.37
Total 11.72 12.43 12.94 37.09
Rataan 2.47
Tabel 20 menunjukkan data dekstruksi tanaman okra pada 6 MST dengan rataan bobot akar tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 3.37 gram dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 1.70 gram.
Tabel 21. Sidik Ragam Bobot Basah Akar Tanaman Okra pada 6 MST (gram)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 0.15 0.08 0.26 4.10 7.56 tn
Perlakuan 4 5.64 1.41 4.83 3.48 5.99 *
Galat 8 2.34 0.29
Total 14 8.12709
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupupk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot basah akar tanaman okra pada 6 MST yang dapat dilihat pada tabel 21.
Tabel 22. Bobot Basah Akar Tanaman Okra pada 7 MST (gram)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
U1 U2 U3
N0 (0 kg/ha) 4.10 5.2 4.90 14.20 4.73
N1 (75 kg/ha) 4.56 4.78 5.16 14.50 4.83 N2 (150 kg/ha) 5.40 6.3 5.25 16.95 5.65 N3 (225 kg/ha) 5.90 6.15 6.67 18.72 6.24 N4 (300 kg/ha) 8.12 6.77 7.24 22.13 7.38
Total 28.08 29.20 29.22 86.50
Rataan 5.77
Tabel 22 menunjukkan data dekstruksi tanaman okra pada 7 MST dengan rataan bobot basah akar tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 7.38 gram dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 4.73 gram.
Tabel 23. Sidik Ragam Bobot Basah Akar Tanaman Okra pada 7 MST (gram)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 0.17 0.09 0.27 4.10 7.56 tn
Perlakuan 4 14.31 3.58 11.20 3.48 5.99 **
Galat 8 2.55 0.32
Total 14 17.03
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot basah akar tanaman okra pada 7 MST yang dapat dilihat pada tabel 23
Tabel 24. Bobot Basah Akar Tanaman Okra pada 8 MST (gram)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
U1 U2 U3
N0 (0 kg/ha) 3.70 2.1 2.50 8.30 2.77
N1 (75 kg/ha) 8.22 6.04 9.70 23.96 7.99 N2 (150 kg/ha) 8.30 9.8 9.57 27.67 9.22 N3 (225 kg/ha) 10.60 9.63 10.78 31.01 10.34 N4 (300 kg/ha) 11.50 10.72 9.67 31.89 10.63
Total 42.32 38.29 42.22 122.83
Rataan 8.19
Tabel 24 menunjukkan data dekstruksi tanaman okra pada 8 MST dengan rataan bobot basah akar tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 10.63 gram dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 2.77 gram.
Tabel 25. Sidik Ragam Bobot Basah Akar Tanaman Okra pada 8 MST (gram)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 2.11 1.06 0.86 4.10 7.56 tn
Perlakuan 4 123.25 30.81 25.13 3.48 5.99 **
Galat 8 9.81 1.23
Total 14 135.17
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot basah akar tanaman okra pada 8 MST yang dapat dilihat pada tabel 25.
Tabel 26. Bobot Basah Akar Tanaman Okra pada 9 MST (gram)
Perlakuan Blok
Total Rataan
U1 U2 U3
N0 (0 kg/ha) 7.93 7.22 6.45 21.60 7.20
N1 (75 kg/ha) 7.74 8.03 7.59 23.36 7.79 N2 (150 kg/ha) 8.43 8.12 7.79 24.34 8.11 N3 (225 kg/ha) 8.93 9.19 9.33 27.45 9.15 N4 (300 kg/ha) 11.29 9.56 10.02 30.87 10.29
Total 44.32 42.12 41.18 127.62
Rataan 8.51
Tabel 26 menunjukkan rataan bobot basah akar tanaman okra pada 9 MST tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 10.29 gram dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 7.20 gram.
Tabel 27. Sidik Ragam Bobot Basah Akar Tanaman Okra pada 9 MST (gram)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 1.04 0.52 2.03 4.10 7.56 tn
Perlakuan 4 17.92 4.48 17.49 3.48 5.99 **
Galat 8 2.05 0.26
Total 14 21.01
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot basah akar tanaman okra pada 9 MST yang dapat dilihat pada tabel 27
Bobot Kering Tajuk Tanaman Okra (gram)
Data pengamatan bobot kering tajuk tanaman Okra umur 6 MST sampai dengan 9 MST dan sidik ragamnya menunjukkan bahwa perlakuan berbagai dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk tanaman okra.
Tabel 28. Bobot Kering Tajuk Tanaman Okra pada 6 MST (gram)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
U1 U2 U3
N0 (0 kg/ha) 3.97 2.41 2.09 8.47 2.82 N1 (75 kg/ha) 4.00 2.6 2.14 8.74 2.91 N2 (150 kg/ha) 4.10 3.8 2.91 10.81 3.60 N3 (225 kg/ha) 4.73 4.32 3.5 12.55 4.18 N4 (300 kg/ha) 5.98 6.31 4.4 16.69 5.56
Total 22.78 19.44 15.04 57.26
Rataan 3.82
Tabel 28 menunjukkan data dekstruksi tanaman okra pada 6 MST dengan rataan bobot kering tajuk tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis
rekomendasi 300 kg/ha yaitu 5.56 gram dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 2.82 gram.
Tabel 29. Sidik Ragam Bobot Kering Tajuk Tanaman Okra pada 6 MST (gram)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 6.02821 3.01411 15.9972 4.10282 7.55943 tn Perlakuan 4 15.1006 3.77514 20.0363 3.47805 5.99434 **
Galat 8 1.51 0.18842
Total 14 22.64
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk tanaman okra pada 6 MST yang dapat dilihat pada tabel 29
Tabel 30. Bobot Kering Tajuk Tanaman Okra pada 7 MST (gram)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
U1 U2 U3
N0 (0 kg/ha) 5.00 3.1 2.54 10.64 3.55 N1 (75 kg/ha) 4.38 3.86 2.65 10.89 3.63 N2 (150 kg/ha) 4.20 4.03 3.64 11.87 3.96 N3 (225 kg/ha) 5.92 4.66 5.77 16.35 5.45 N4 (300 kg/ha) 5.44 5.71 6.44 17.59 5.86
Total 24.94 21.36 21.04 67.34
Rataan 4.49
Tabel 30 menunjukkan data dekstruksi tanaman okra pada 7 MST dengan rataan bobot kering tajuk tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 5.56 gram dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 3.55 gram.
Tabel 31. Sidik Ragam Bobot Kering Tajuk Tanaman Okra pada 7 MST (gram)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 1.87525 0.93763 1.60513 4.10282 7.55943 tn Perlakuan 4 14.1647 3.54117 6.06217 3.47805 5.99434 **
Galat 8 4.67 0.58414
Total 14 20.71
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk tanaman okra pada 7 MST yang dapat dilihat pada tabel 31
Tabel 32. Bobot Kering Tajuk Tanaman Okra pada 8 MST (gram)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
U1 U2 U3
N0 (0 kg/ha) 0.60 3.7 2.92 7.22 2.41
N1 (75 kg/ha) 4.60 4.8 2.78 12.18 4.06
N2 (150 kg/ha) 4.47 4.93 6.51 15.91 5.30
N3 (225 kg/ha) 9.47 5.7 6.2 21.37 7.12
N4 (300 kg/ha) 10.40 6.8 6.3 23.50 7.83
Total 29.54 25.93 24.71 80.18
Rataan 5.35
Tabel 32 menunjukkan data dekstruksi tanaman okra pada 8 MST dengan rataan bobot kering tajuk tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 7.83 gram dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 2.41 gram.
Tabel 33. Sidik Ragam Bobot Kering Tajuk Tanaman Okra pada 8 MST (gram)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 2.523293 1.26165 0.39066 4.10282 7.55943 tn Perlakuan 4 58.92311 14.7308 4.56125 3.47805 5.99434 **
Galat 8 25.84 3.22955
Total 14 87.28
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk tanaman okra pada 8 MST yang dapat dilihat pada tabel 33.
Tabel 34. Bobot Kering Tajuk Tanaman Okra pada 9 MST (gram)
Perlakuan Blok
Total Rataan
U1 U2 U3
N0 (0 kg/ha) 4.63 2.65 2.75 10.03 3.34 N1 (75 kg/ha) 4.23 4.10 4.45 12.78 4.26 N2 (150 kg/ha) 7.63 6.80 7.00 21.43 7.14 N3 (225 kg/ha) 8.86 10.12 7.25 26.23 8.74 N4 (300 kg/ha) 6.73 9.40 17.35 33.48 11.16
Total 32.08 33.07 38.80 103.95
Rataan 6.93
Tabel 34 menunjukkan rataan bobot kering tajuk tanaman okra pada 9 MST tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 11.16 gram dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 3.34 gram.
Tabel 35. Sidik Ragam Bobot Kering Tajuk Tanaman Okra pada 9 MST (gram)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 5.265 2.63238 0.33513 4.10 7.56 tn Perlakuan 4 123.659 30.9147 3.93575 3.48 5.99 *
Galat 8 62.839 7.85486
Total 14 191.76
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk tanaman okra pada 9 MST yang dapat dilihat pada tabel 35.
Bobot Kering Akar Tanaman Okra (gram)
Data pengamatan bobot kering akar tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.) umur 6 MST sampai dengan 9 MST dan sidik
ragamnya menunjukkan bahwa perlakuan berbagai dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot kering akar tanaman okra.
Tabel 36. Bobot Kering Akar Tanaman Okra pada 6 MST (gram)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
U1 U2 U3
N0 (0 kg/ha) 0.48 0.27 0.6 1.35 0.45
N1 (75 kg/ha) 0.27 0.8 0.41 1.48 0.49
N2 (150 kg/ha) 0.31 0.43 0.79 1.53 0.51 N3 (225 kg/ha) 1.67 0.59 0.92 3.18 1.06 N4 (300 kg/ha) 1.43 1.39 1.9 4.72 1.57
Total 4.16 3.48 4.62 12.26
Rataan 0.82
Tabel 36 menunjukkan data dekstruksi tanaman okra pada 6 MST dengan rataan bobot kering akar tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 1.57 gram dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 0.45 gram.
Tabel 37. Sidik Ragam Bobot Kering Akar Tanaman Okra pada 6 MST (gram)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 0.13 0.07 0.54 4.10 7.56 tn
Perlakuan 4 2.89 0.72 5.95 3.48 5.99 **
Galat 8 0.97 0.12
Total 14 4.00
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot kering akar tanaman okra pada 6 MST yang dapat dilihat pada tabel 37.
Tabel 38. Bobot Kering Tajuk Tanaman Okra pada 7 MST (gram)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
U1 U2 U3
N0 (0 kg/ha) 0.22 0.4 0.26 0.88 0.29
N1 (75 kg/ha) 0.5 0.44 0.45 1.39 0.46 N2 (150 kg/ha) 0.4 1.3 0.66 2.36 0.79 N3 (225 kg/ha) 0.73 1.8 0.43 2.96 0.99 N4 (300 kg/ha) 2.1 2.93 0.59 5.62 1.87
Total 3.95 6.87 2.39 13.21
Rataan 0.88
Tabel 38 menunjukkan data dekstruksi tanaman okra pada 7 MST dengan rataan bobot kering akar tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 1.87 gram dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 0.29 gram.
Tabel 39. Sidik Ragam Bobot Kering Akar Tanaman Okra pada 7 MST (gram)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 2.07 1.03 3.71 4.10 7.56 tn
Perlakuan 4 4.57 1.14 4.10 3.48 5.99 *
Galat 8 2.23 0.28
Total 14 8.87
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot kering akar tanaman okra pada 7 MST yang dapat dihihat pada tabel 39
Tabel 40. Bobot Kering Akar Tanaman Okra pada 8 MST (gram)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
U1 U2 U3
N0 (0 kg/ha) 0.30 0.33 0.61 1.24 0.41
N1 (75 kg/ha) 0.73 0.63 0.62 1.98 0.66
N2 (150 kg/ha) 1.77 0.70 0.58 3.05 1.02
N3 (225 kg/ha) 2.43 2.23 0.59 5.25 1.75
N4 (300 kg/ha) 2.75 2.18 2.30 7.23 2.41
Total 7.98 6.07 4.70 18.75
Rataan 1.25
Tabel 40 menunjukkan data dekstruksi tanaman okra pada 8 MST dengan rataan bobot kering akar tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 2.41 gram dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 0.41 gram.
Tabel 41. Sidik Ragam Bobot Kering Akar Tanaman Okra pada 8 MST (gram)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 1.09 0.54 2.11 4.10 7.56 tn
Perlakuan 4 8.09 2.02 7.87 3.48 5.99 **
Galat 8 2.06 0.26
Total 14 11.24
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot kering akar tanaman okra pada 8 MST yang dapat dilihat pada tabel 41.
Tabel 42. Bobot Kering Akar Tanaman Okra pada 9 MST (gram)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
U1 U2 U3
N0 (0 kg/ha) 1.97 1.05 0.78 3.80 1.27
N1 (75 kg/ha) 2.30 1.96 2.11 6.37 2.12 N2 (150 kg/ha) 2.43 2.05 2.45 6.93 2.31 N3 (225 kg/ha) 2.31 2.87 2.7 7.88 2.63 N4 (300 kg/ha) 3.37 2.95 2.78 9.10 3.03
Total 12.38 10.88 10.82 34.08
Rataan 2.27
Tabel 42 menunjukkan rataan bobot kering akar tanaman okra pada 9 MST tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 3.03 gram dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 1.27 gram.
Tabel 43. Sidik Ragam Bobot Kering Akar Tanaman Okra pada 9 MST (gram)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 0.31 0.16 1.28 4.10 7.56 tn
Perlakuan 4 5.22 1.30 10.71 3.48 5.99 **
Galat 8 0.97 0.12
Total 14 6.51
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot kering akar tanaman okra pada 9 MST yang dapat dilihat pada tabel 43.
Bobot Buah Tanaman Okra (gram)
Data pengamatan bobot buah tanaman Okra pada 9 MST dan sidik ragamnya menunjukkan bahwa perlakuan berbagai dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot buah tanaman okra.
Tabel 44. Bobot Buah Tanaman Okra pada 9 MST (gram)
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
I II III
N0 (0 kg/ha) 3.77 5.75 2.80 12.32 4.11 N1 (75 kg/ha) 19.76 13.12 5.75 38.63 12.88 N2 (150 kg/ha) 16.33 10.53 23.74 50.6 16.87 N3 (225 kg/ha) 14.36 30.45 10.49 55.3 18.43 N4 (300 kg/ha) 26.60 22.41 25.15 74.16 24.72
Total 80.82 82.26 67.93 231.01
Rataan 16.16 16.45 13.59 15.40
Tabel 44 menunjukkan rataan bobot buah tanaman okra pada 9 MST tertinggi diperoleh pada perlakuan N4 dengan dosis rekomendasi 300 kg/ha yaitu 24.72 gram dan terendah diperoleh pada perlakuan N0 dengan dosis rekomendasi 0 kg/ha yaitu 4.11 gram.
Tabel 45. Sidik Ragam Bobot Buah Tanaman Okra pada 9 MST (gram)
SK db JK KT F hitung F 5% F 1% Ket
Ulangan 2 24.905 12.4525 0.24988 4.10282 7.55943 tn Perlakuan 4 696.364 174.091 3.4934 3.47805 5.99434 *
Galat 8 398.673 49.8342 Total 14 1119.94
Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot buah tanaman okra pada 9 MST yang dapat dilihat pada tabel 45
Laju Asimilasi Bersih Tanaman Okra (mg/cm2/hr)
Data pengamatan laju asimilasi bersih tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.) menunjukkan bahwa perlakuan berbagai dosis pupuk
nitrogen berpengaruh terhadap laju asimilasi bersih pada tanaman okra.
Tabel 46. Laju Asimilasi Bersih Tanaman Okra pada 6MST-8 MST (mg/cm2/hr)
LAB Taraf Sampel
Total Rataan Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3
LAB 1
N0 (0 kg/ ha) 0.001192027 0.001580858 0.0001989 0.0029718 0.000991 N1 (75 kg/ha) 0.000776723 0.001386944 0.00074396 0.0029076 0.000969 N2 (150 kg/ha) 0.000230134 0.001464595 0.00129031 0.002985 0.000995 N3 (225 kg/ha) 0.000305922 0.001567906 0.00554215 0.007416 0.002472 N4 (300 kg/ha) 0.000165304 0.001323746 0.00261117 0.0041002 0.001367
LAB 2
N0 (0 kg/ ha) 0.001706914 0.001166108 0.00146615 0.0043392 0.001446 N1 (75 kg/ha) 0.000680248 0.00148027 0.00040525 0.0025658 0.000855 N2 (150 kg/ha) 0.002326447 0.000395616 0.00502467 0.0077467 0.002582 N3 (225 kg/ha) 0.006202332 0.001598433 0.00103595 0.0088367 0.002946 N4 (300 kg/ha) 0.006210693 0.000385329 0.00215701 0.008753 0.002918
Tabel 46 menunjukkan laju asimilasi bersih yang didapat dari dekstruksi tanaman pada 6 MST sampai 9 MST. Pada LAB 1, rataan tertinggi terdapat pada perlakuan N3 dengan dosis rekomendasi 225 kg/ha yaitu 0.002472 mg/cm2/hr dan pada LAB 2 rataan tertinggi terdapat pada perlakuan N3 dengan dosis rekomendasi 225 kg/ha yaitu 0.002946 mg/cm2/hr.
Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan pertumbuhan tanaman okra didapatkan bahwa tinggi tanaman okra membentuk huruf S atau biasa disebut dengan kurva sigmoid. Dari kurva tersebut terlihat tanaman masih mengalami fase pertumbuhan linear dan belum mengalami penuaan pada MST 9 hal ini terlihat dari grafik yang menunjukkan pertumbuhan yang masih meningkat. Hal ini sesuai dengan pendapat Nugraheni (2019) yang menyatakan bahwa fase linier menunjukan pertumbuhan yang berlangsung konstan. Fase penuaan terjadi jika tanaman sudah melewati masa genenatif yaitu pembungaan.
Dari hasil analisis sidik ragam tinggi tanaman menunjukkan bahwa perlakuan yang dilakukan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman okra dengan rataan tertinggi pada perlakuan N4 yaitu 35,46 cm. Pemberian pupuk nitrogen dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman okra karena pupuk nitrogen dapat cepat diserap oleh akar tanaman pupuk nitrogen memiliki manfaat yakni memacu pertumbuhan tanaman secara umum. Pada fase vegetatif berperan dalam pembentukan klorofil, asam amino, lemak, enzim dan senyawa lain. Namun pemberian dosis N yang berlebihan akan menyebabkan kerusakan pada kesuburan tanah. Hal ini sesuai dengan literatur Ichsan (2016) yang menyatakan bahwa Pemberian pupuk urea pada tanah-tanah yang rendah kandungan hara utamanya nitrogen, akan memberikan dampak yang sangat baik pada pertumbuhan vegetatif tanaman, karena nitrogen merupakan mobilitas utama dalam penunjang pertumbuhan vegetatif tanaman.
Berdasarkan hasil pengamatan pertumbuhan tanaman okra didapatkan bahwa diameter tanaman okra mengalami fase logaritmik dan fase linear. Hal ini