BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Tinjauan Empiris
Triyudho Septiandi Saputro (2016) tentang Pengaruh Kualitas Audit dan Corporate Social Responsibility terhadap Penghindaran Pajak (Tax
Avoidance). Hasil dari penelitian ini adalah Kualitas Audit berpengaruh negatif secara signifikan terhadap Penghindaran Pajak, dan Corporate Social Responsibiity berpengaruh positif secara signifikan terhadap Penghindaran Pajak.
Arry Eksandy (2017) tentang “Pengaruh Komisaris Independen, Komite Audit, dan Kualitas Audit terhadap Penghindaran Pajak (Tax Avoidance) (Studi Empiris Pada Sektor Industri Barang Konsumsi yang terdafar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014)”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komisaris Independen dan Kualitas Audit berpengaruh positif terhadap Tax Avoidance, Komite Audit tidak berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance, namun secara simultan Komisaris Independen, Komite Audit, dan Kualitas Audit berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak (Tax Avoidance).
Maria Melisa dan Vivi Adeyani Tandean (2015) tentang “Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Penghindaran Pajak (Tax Avoidance)”. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) risiko keputusan pemimpin perusahaan tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak; (2) ukuran perusahaan pajak berpengaruh terhadap penghindaran pajak; (3) Leverage tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak; (4) Pertumbuhan Penjualan tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak; (5) pertimbangan risiko keputusan pemimpin perusahaan, ukuran perusahaan, leverage, dan pertumbuhan penjualan secara simultan berpengaruh terhadap penghindaran pajak.
Annisa dan Kurniasih (2012) tentang “Pengaruh Corporate Governance terhadap Tax avoidance”. Hasil dari penelitian ini adalah (i)
Kepemilikan Institusional tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance. (ii) Dewan Komisaris dan pada komposisi dewan komisaris juga tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance. (iii) Komite Audit berpengaruh terhadap Tax Avoidance. (iv) Kualitas Audit berpengaruh terhadap Tax Avoidance.
Maharani dan Suardana tentang (2014) “Pengaruh Corporate Governance, Profitabilitas Dan Karakteristik Eksekutif Pada Tax Avoidance Perusahaan Manufaktur”. Hasil dari penelitian ini adalah (i) Proporsi Dewan Komisaris, Kualitas Audir, Komite Audit yang merupakan proksi dari Corporate Governace dan ROA yang merupakan proksi dari Profitabilitas berpenfaruh negatif. (ii) Resiko Perusahaan yang merupakan proksi dari Karakteristik Eksekutif berpengaruh positif. (iii) Kepemilikan Institusional yang merupakan proksi dari Corporate Governance tidak berpengaruh terhadap tindakan Tax Avoidance.
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No Nama Judul Metode Hasil
1 Triyudho Septiandi Saputro (2016
Pengaruh Kualitas Audit dan
Corporate Social
Responsibility terhadap Penghindaran Pajak (Tax Avoidance).
Kuantitatif Hasil penelitian ini adalah Kualitas Audit
berpengaruh negatif secara signifikan
terhadap Tax Avoidance, dan Corporate Social Responsibility
berpengaruh signifikan positif terhadap Tax Avoidance.
2 Arry Pengaruh Kuantitatif Hasil penelitian
Eksandy (2017)
Komisaris Independen, Komite Audit, dan Kualitas Audit
terhadap Penghindaran Pajak (tax avoidance) (Studi Empiris Pada Sektor Industri Barang Konsumsi yang terdafar di Bursa Efek Indonesia periode 2010- 2014).
menunjukkan bahwa Komisaris Independen dan Kualitas Audit berpengaruh positif terhadap Tax
Avoidance, Komite Audit tidak berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance. Secara simultan komisaris independen, komite audit dan kualitas audit berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak (tax avoidance).
3 Maria Melisa dan Vivi
Adeyani Tandean (2015)
Faktor-Faktor yang
Mempengaru hi
Penghindaran Pajak (tax avoidance)
Kuantitatif Hasil dari penelitian ini adalah: (1) risiko keputusan pemimpin perusahaan tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak; (2) ukuran perusahaan pajak berpengaruh terhadap penghindaran pajak; (3) Leverage tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak; (4) Pertumbuhan Penjualan tidak
berpengaruh terhadap penghindaran pajak; (5) pertimbangan risiko keputusan pemimpin perusahaan, ukuran perusahaan, leverage, dan pertumbuhan penjualan secara simultan berpengaruh terhadap penghindaran pajak.
4 Annisa dan Kurniasih (2012)
Pengaruh Corporate Governance terhadap Tax avoidance
Kuantitatif Hasil dari penelitian ini adalah, (i) Kepemilikan Institusioal, Dewan
Komisaris, dan Komposisi Dewan Komisaris tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance. (ii) Komite Audit dan Kualitas Audit berpengaruh terhadap Tax Avoidance.
5 Maharani dan Suardana (2014)
Pengaruh Corporate Governance, Profitabilitas, dan
Karakteristik Eksekutif pada Tax Aovidance Perusahaan manufaktur.
Kuantitatif Proporsi dewan
komisaris, kualitas audit, komite audit yang merupakan proksi dari corporate governance dan ROA yang
merupakan proksi dari profitabilitas berpengaruh negatif
Risiko perusahaan yang merupakan proksi dari karakteristik eksekutif
berpengaruh positif
Kepemilikan insitusional yang merupakan proksi dari corporate
governance tidak berpengaruh terhadap tindakan Tax Avoidance.
C. Kerangka Pikir
Kerangka Berpikir adalah penjelasan sementara terhadap suatu gejala yang menjadi objek permasalahan kita. Kerangka berpikir ini disusun dengan berdasarkan pada tinjauan pustaka dan hasil penelitian yang relevan atau terkait. Kerangka berpikir ini merupakan suatu argumentasi kita dalam merumuskan hipotesis. Dalam merumuskan suatu hipotesis, argumentasi kerangka berpikir menggunakan logika deduktif (untuk metode kuantitatif) dengan memakai pengetahuan ilmiah sebagai premis-premis dasarnya. Berikut adalah kerangka berpikir untuk penelitian ini.
Variabel Kontrol 1. CompSize 2. Leverage
Gambar 2.1 Kerangka Pikir
BANK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
KUALITAS AUDIT (X)
TAX AVOIDANCE (Y)
HASIL
D. Hipotesis
1. Kualitas Audit dan Tax Avoidance
Sebenarnya istilah dalam perpajakan sangat beragam, namun peneliti ingin membahas mengenai istilah Penghindaran Pajak (Tax Avoidance). Seperti yang diteliti oleh Triyudho Saputro (2016) yang meneliti hubungan antara kualitas audit dengan Tax Avoidance perusahaan manufaktur yang ada di Indonesia. Dalam penelitian ini sekaligus menjadi acuan dalam pembuatan skripsi ini, penelitian ini membuat hipotesa bahwa kualitas audit yang di proksikan dengan besarnya KAP berhubungan negatif dengan penghindaran pajak karena semakin tinggi kualitas audit, maka semakin rendah perusahaan akan melakukan penghindaran pajak. Pada penelitian sebelumnya perusahaan menghitung nilai Tax Avoidance dengan menggunakan metode Book Tax Gap, tetapi peneliti disini menggunakan metode Efective Tax Rate. Oleh karena itu, peneliti mengajukan hipotesis dalam penelitiannya, yaitu:
H1: Kualitas Audit berpengaruh signifikan negatif terhadap Penghindaran Pajak (Tax Avoidance)
2. Variabel-variabel Kontrol Penelitian
Berdasarkan pada penelitian yang dilakukan sebelumnya, dalam penelitian ini juga memasukkan beberapa variabel kontrol. Variabel kontrol adalah variabel bebas yang dalam pelaksanaan penelitian tidak dimasukkan sebagai variabel bebas tetapi keberadaannya dikendalikan (dikontrol) dengan tujuan untuk meminimalisir pengaruh dari faktor-faktor diluar variabel yang diuji. (Maesarah et al., 2015)
CompSize merupakan variabel kontrol untuk melihat besarnya suatu perusahaan yang dihitung melalui Log Natural dari Total Aset.
Besarnya perusahaan akan sejalan dengan semakin agresifnya Tax Avoidance disbanding perusahaan kecil karena mempengaruhi ekonomi secara global. (Richardson & Lanis, 2012)
Leverage yang menjadi variabel kontrol pada penelitian ini diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) yang bertujuan untuk melihat gambaran kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjangnya atau kewajiban-kewajiban apabila perusahaan tersebut dilikuidasi.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui.
Menurut Sugiyono (2016) Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada perusahaan yang bergerak di bidang Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016-2018 dan penelitian ini dilaksanakan selama 2 (dua) bulan pada tahun 2019.
Penelitian yang akan dilaksanakan direncanakan sesuai dengan jadwal sebagaimana pada tabel berikut:
22
Tabel 3.1 Jadwal Penelitian
Kegiatan
2019 2020
Nov Des Jan Feb Maret April PengajuanJudul
Pembuatan proposal Seminar Proposal Perbaikan Proposal PelaksanaanPenelitian Pengolahan Data,
Analisis dan
Penyusunan laporan Seminal Hasil
Perbaikan laporan
C. Definisi Operasional dan Pengukuran
Menurut Sugiyono (2016) variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.
Berdasarkan hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Adapun penjelasannya sebagai berikut:
1. Variabel Bebas (independent variable)
Menurut Sugiyono (2016) variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau
timbulnya variabel dependen (terikat). Pada penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah Kualitas Audit (X).
Kualitas audit adalah segala kemungkinan yang dapat terjadi saat auditor mengaudit laporan keuangan klien dan menemukan pelanggaran atau kesalahan yang terjadi dan melaporkannya dalam laporan keuangan auditan (Dewi dan Jati ,2014).
Menurut penelitian yang dilakukan Giri (2010) menemukan bukti bahwa KAP yang berafiliasi dengan KAP Internasional berpegaruh terhadap Kualitas Audit karena ukuran ini mampu menunjukkan auditor untuk bersikap independen dan melaksanakan audit secara profesional. Kualitas Audit ini diukur dengan menggunakan variabel dummy. Untuk auditor yang berasal dari KAP yang berafiliasi dengan KAP The Big Four maka nilainya 1, dan untuk KAP Non The Big Four nilainya 0.
Kualitas Audit:
a. Diaudit oleh The Big Four = 1 b. Diaudit oleh Non The Big Four = 0 2. Variabel Terikat (dependent variable)
Menurut Sugiyono (2016) variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini terdapat satu variabel terikat (dependent variable) yaitu Penghindaran Pajak (Y).
Penghindaran pajak adalah rekayasa „tax affairs‟ yang masih tetap berada dalam bingkai ketentuan perpajakan (lawful). Tax Avoidance dianggap tidak melanggar peraturan perpajakan dan suatu
tindakan yang legal karena perusahaan hanya memanfaatkan kelemahan dalam undang-undang perpajakan (Puspita dan Meiriska, 2017: 39).
Penghindaran pajak diukur dengan menggunakan Effective Tax Rate (ETR), dihitung dari jumlah beban pajak penghasilan di bagi dengan total laba sebelum pajak. Effective Tax Rate adalah sebuah presentasi besaran tarif pajak yang ditanggung oleh perusahaan.
3. Variabel Kontrol (Control Variable)
Berdasarkan pada penelitian sebelumnya, penelitian ini juga menggunakan variabel kontrol. Variabel ini merupakan variabel bebas yang dalam pelaksanaan penelitian tidak termasuk dalam kategori variabel bebas tetapi keberadaannya dikendalikan (dikontrol). Maksud adanya variabel ini untuk meminimalisir atau mengontrol pengaruh dari faktor-faktor diluar variabel yang akan diuji (Maesarah et al., 2013).
Adapun beberapa varibel kontrol dalam penelitian ini, yaitu:
a. Ukuran Perusahaan (CompSize)
CompSize merupakan variabel kontrol yang di lihat dari sisi besarnya ukuran perusahaan yang dihitung melalui Log Natural (Ln) dari total asset pada rumus Microsoft excel. Semakin agresifnya Tax Avoidance akan sejalan dengan besarnya perusahaan dibandingkan dengan perusahaan kecil karena akan memengaruhi ekonomi secara menyeluruh
Berikut persamaannya:
b. Leverage
Leverage yang menjadi variabel kontrol dalam penelitian ini diukur dengan debt-to equity ratio yang bertujuan untuk melihat gambaran kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjangnya atau kewajiban-kewajiban apabila perusahaan tersebut dilikuidasi.
Berikut persamaannya:
D. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2018:80). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi penelitian adalah semua Perusahaan yang bergerak pada sektor perbankan yang Terdaftar di BEI periode 2013-2017 yang menyajikan laporan keuangan secara berturut-turut, lengkap, dalam bentuk laporan keuangan (anual report). Berikut adalah populasi penelitian.
Tabel 3.2
Populasi Perusahaan Perbankan yang tercatat di BEI
No Kode Saham Nama Perusahaan ( Penerbit Efek ) 1 AGRO Bank Rakyat Indonesia Agroniaga 2 AGRS Bank Agris Tbk.
3 BABP Bank MNC Internasional Tbk.
4 BACA Bank Capital Indonesia Tbk.
5 BBCA Bank Central Asia Tbk.
6 BBHI Bank Harda Internasional Tbk.
7 BBKP Bank Bukopin Tbk.
8 BBMD Bank Mestika Dharma Tbk.
9 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) 10 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) 11 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) 12 BBYB Bank Yudha Bhakti Tbk.
13 BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk.
14 BEKS Bank Pembangunan Daerah Banten 15 BGTG Bank Ganesha Tbk
16 BINA Bank Ina Perdana Tbk.
17 BJBR Bank Pembangunan Daerah Jawa B 18 BJTM Bank Pembangunan Daerah Jawa T 19 BKSW Bank QNB Indonesia Tbk.
20 BMAS Bank Maspion Indonesia Tbk.
21 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk
22 BNBA Bank Bumi Arta Tbk
23 BNII Bank Maybank Indonesia Tbk.
24 BNLI Bank Permata Tbk.
25 BRIS Bank BRIsyariah Tbk.
26 BSIM Bank Sinarmas Tbk.
27 BSWD Bank Of India Indonesia Tbk.
28 BTPN Bank BTPN Tbk.
29 BVIC Bank Victoria International TbK 30 DNAR Bank Dinar Indonesia Tbk.
31 INPC Bank Dinar Indonesia Tbk.
32 MCOR Bank China Construction Bank I 33 MEGA Bank Mega Tbk.
34 NAGA Bank Mitraniaga Tbk.
35 NISP Bank OCBC NISP Tbk.
36 NOBU Bank Nationalnobu Tbk.
37 PNBN Bank Panin Dubay Indonesia Tbk 38 PNBS Bank Panin Dubai Syariah Tbk.
Sumber data: www.idx.co.id 2. Sampel
Sampel adalah bagian atau jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misal karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu maka peneliti akan mengambi sampel dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel
yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (Sugiyono,2018:81). Metode pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini metode purposive sampling.
Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini memiliki beberapa kriteria, yaitu dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel 3.3 Kriteria Sampel
N0 Uraian Jumlah
1 Perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di BEI
38
Laporan Keuangan Perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI Periode 2016-2018
38
2 Perusahaan dengan nilai laba yang positif atau tidak mengalami kerugian selama periode 2016-2018
27
3 Memiliki tax income yang positif periode 2016-2018
27
Sisa 27
Jumlah Tahun 3
Sampel 81
Sumber: Data Diolah 2020
Jumlah populasi pada perusahaan sektor perbankan yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel adalah sebanyak 27 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2018 (3 tahun), sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 81 sampel. Berikut 27 perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini.
Tabel 3.4
Sampel Perusahaan Perbankan yang tercatat di BEI
NO KODE NAMA PERUSAHAAN
1 AGRO Bank Rakyat Indonesia Agroniaga 2 BACA Bank Capital Indonesia Tbk.
3 BBCA Bank Central Asia Tbk.
4 BBKP Bank Bukopin Tbk.
5 BBMD Bank Mestika Dharma Tbk.
6 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) 7 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) 8 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) 9 BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk.
10 BGTG Bank Ganesha Tbk 11 BINA Bank Ina Perdana Tbk.
12 BJBR Bank Pembangunan Daerah Jawa B 13 BJTM Bank Pembangunan Daerah Jawa T 14 BMAS Bank Maspion Indonesia Tbk
15 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk 16 BNBA Bank Bumi Arta Tbk
17 BNII Bank Maybank Indonesia Tbk.
18 BRIS Bank BRI syariah Tbk.
19 BSIM Bank Sinarmas Tbk.
20 BTPN Bank BTPN Tbk.
21 DNAR Bank Dinar Indonesia Tbk.
22 INPC Bank Artha Graha Internasional Tbk.
23 MEGA Bank Mega Tbk.
24 NAGA Bank Mitraniaga Tbk.
25 NISP Bank OCBC NISP Tbk.
26 NOBU Bank Nationalnobu Tbk.
27 PNBN Bank Panin Tbk.
Sumber: Data Diolah 2020 E. Jenis dan Sumber data
1. Jenis Data.
Data yang digunakan untuk diolah adalah data kuantitatif.
Menurut Sugiyono (2012:13) Data Kuantitatif merupakan suatu
karakteristik dari suatu variabel yang nilai-nilainya dinyatakan dalam bentuk numericaI.
2. Sumber Data.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data laporan keuangan yang telah ada pada Perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di BEI pada Tahun 2016-2018 yang diakses pada laman www.idx.co.id
F. Teknik Pengumpulan Data.
1. Library Research (Studi Kepustakaan)
Studi Kepustakaan adalah kegiatan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang menjadi objek penelitian. Informasi tersebut dapat diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, tesis, disertasi, ensiklopedia, internet, dan sumber-sumber lain.
2. Field Research (Studi Lapangan) a. Dokumentasi
Teknik observasi dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, dengan cara melihat laporan keuangan (annual report) seluruh perusahaan pada sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2016-2018 yang dapat ditemukan melalui situs resmi dari BEI yaitu www.idx.co.id kemudian mengakses laporan tahunannya dan mengumpulkan data-data yang di butuhkan dalam penelitian . G. Metode Analisis Data
Analisa data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan
perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan (Sugiyono, 2012). Analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, dan uji hipotesis. Semua pengujian pada penelitian ini menggunakan software SPSS.
1. Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum dan generalisasi (Sugiyono, 2017). Dalam penelitian ini pendekatan statistik deskriptif digunakan untuk menjelaskan atau menggambarkan fakta yang terjadi pada variabel-variabel yang diteliti, yaitu tentang Kualitas Audit dan Penghindaran Pajak pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018.
2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Menurut Ghozali (2012) uji normalitas dapat dilihat dalam normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal. Data dapat dikatakan normal jika data atau titik-titik tersebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti garis diagonal.
b. Uji Multikolonieritas
Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ini terdapat korelasi antar variabel Independen (Ghozali,
2013). Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel- variabel ini tidak orthogonal (nilai korelasi antar variabel independennya sama dengan nol).
Pengujian ini dengan melihat Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Jika nilai toleransi > 0,10 da VIF < 10, maka menunjukkan bahwa tidak ada multikolonieritas pada penelitian ini. Sebaliknya jika toleransi < 0,10 dan VIF > 10 dapat diartikan bahwa terjadi multikoloniearitas pada penelitian ini (Ghozali, 2013).
c. Uji Heteroskedastisitas
Menurut Ghozali (2012) mengemukakakn bahwa uji heteroskedastisitas digunakan untuk mendeteksi apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengataman ke pengamatan yang lain. Jika varian dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap sama maka dapat disebut tidak terjadi heteroskedastisitas atau sering disebut sebagai homoskedastisitas. Tetapi, jika yang terjadi perbedaan dalam varian tersebut maka disebut terjadi heteroskedastisitas dan model regresi yang baik adalah ketika terjadi homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.
Pengujian heteroskedastisitas pada penelitian ini menggunakan grafik scatterplot. Maka untuk mengetahui data tidak terjadi heteroskedastisitas apabila pada grafik tersebut tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y (Ghozali, 2011).
d. Uji Autokorelasi
Menurut Ghozali (2013), uji autokorelasi adalah pengujian yang bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode tertentu dengan periode sebelumnya. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi atau tidak terjadi autokorelasi. Pengujian ini menggunakan uji Durbin Watson (DW test) yang mensyaratkan adanya konstanta dalam model regresi dan tidak ada variabel lagi antara variabel independen.
Mekanisme pengujian menggunakan Durbin Watson adalah sebagai berikut:
1) Merumuskan hipotesis:
Ho : tidak ada autokorelasi (r=0) Ha : ada autokorelasi (r≠0)
2) Menentukan nilai d hitung (Durbin Watson).
3) Menentukan nilai batas atas (du) dan batas bawah (dl) dalam tabel.
4) Mengambil keputusan dengan kriteria sebagai berikut:
Tabel 3.5
Tabel Keputusan Hipotesis Autokorelasi
Hipotesis nol Keputusan Jika
Tidak ada autokorelasi positif Tolak 0 < d < dl tidak ada autokorelasi positif No decision dl ≤ d ≤ du Tidak ada autokorelasi negatif Tolak 4 – dl < d < 4 Tidak ada autokorelasi negatif No decision 4 – du ≤ d ≤ 4 - dl
Tidak ada autokorelasi positif maupun negatif
Tidak ditolak du < d < 4 - du Sumber: Ghozali, 2013
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa:
a) Jika 0 < d < dl, Ho ditolak berarti terdapat autokorelasi positif.
b) Jika dl ≤ d ≤ du, daerah tanpa keputusan (gray area), berarti uji tidak menghasilkan kesimpulan.
c) Jika 4 – dl < d < 4, Ho ditolak berarti terdapat autokorelasi positif.
d) Jika 4 – du ≤ d ≤ 4 – dl, daerah tanpa keputusan (gray area), berarti uji tidak menghasilkan kesimpulan.
e) Jika du < d < 4 – du, Ho tidak ditolak berarti tidak ada autokoreasi. (Ghozali, 2013:110-111)
3. Uji Hipotesis
a. Analisis Regresi Linear Berganda
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y).
Menurut Imam Ghozali (2013:98) Analisis regresi digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variable atau lebih, juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan independen. Model statistik yang digunakan dalam penelitian ini akan diuraikan dibawah ini:
Keterangan:
Y = Tax Avoidance (ETR) α = Konstanta
X1 = Kualitas Audit X2 = Ukuran Perusahaan X3 = Leverage
Β = Koefisien Regresi e = error
Ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari goodness of fit-nya. Secara statistik, setidaknya ini dapat diukur dari nilai koefisien determinasi, nilai statistik F dan nilai statistik t (Ghozali,2013).
a. Uji statistik t (Uji Parsial)
Menurut Ghozali (2016:97) Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen.
Pengujian dialkukan dengan menggunakan signifikansi level 0,05 (α=5%). Penerimaan atau penolakan hipotesis dilakukan dengan kriteria:
Kriteria diterimanya hipotesis:
1) Jika nilai signifikan < 0,05 dan thitung > ttabel, maka H1 diterima 2) Jika nilai signifikan > 0,05 dan thitung < ttabel, maka H1 ditolak
Untuk mengetahui nilai ttabel dapat dilakukan menggunakan persamaan berikut:
Ttabel = t (α/2 ; n-k-1) Dimana:
α = tingkat signifikan n = jumlah sampel