BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Tinjauan Empiris
Tinajuan empiris sangat penting sebagai acuan dasar dalam penyusunan penelitian ini, karena untuk mengetahui hasil dari penelitian terdahulu, adapun penelitian terdahulu terkait dengan intellectual capital yaitu:
Andrew Gunawan dan Yohanes Andri Putranto (2017), dengan judul “ Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan dengan Barriers To Entry Sebagai Variabel Mediasi”. Penelitian ini bertujuan untuk menguju variabel mediasi yang menjelaskan relasi antara Intellectual Capital dengan profibilitas.
Peneliti mengajukan variabel Barriers to Entry sebagai variabel mediasi yang akan diuji delam penelitian apakah menjelaskan pengaruh Intellectual Capital terhadap profibilitas. Hasil penelitian ini menjelaskan variabel Barriers To Entry terbukti dapat memediasi secara sempurna atau menjelaskan pengaruh
21
Intellectual Capital terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode 2008-2014.
Martin Sari Putra, Nyoman Trisna Herawati, dan Made Arie Wahyuni (2017), “ Pengaruh Human Capital, Structural Capital, Customer Capital dan Good Coorporate Governance Terhadap Profibilitas Perusahaan(studi empiris pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012-2015)”. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan secara empiris : untuk mengetehui apakah human capital berpengaruh terhadap profibilitas perusahaan, untuk mengetahui apakah structural capital berpengaruh terhadap profobilitas perusahaan, untuk mengetahui apakah cutomer capital berpengaruh terhadap perofibilitas perusahaan, dan untuk mengetahui apakah good coorporate governance berpengaruh terhadap profibilitas perusahaan.hasil penelitian ini menunjkkan bahwa human capital, structural capital, customer capital, dan good coorporate governance secara sama-sama berpengaruh signifikan terhadap profibilitas perusahaan.
Alwin Agusta dan Agustinus Santosa Adiwibawa (2017) dengan judul
“Analisis Pengaruh Modal Intelektual Terhadap Profibilitas, Produktifitas, dan Penilaian Pasar Perusahaan (Studi Kasus pada 35 Perusahaan LQ45 di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014”. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hasil sejauh mana pengaruh intelektual capital terhadap kinerja dan nilai pasar perusahaan yang dimana penelitian ini belum terbukti bahwa modal intelektual memiliki pengaruh signifikan terhadap profibilita perusahaan, kemudian dalam penelitian ini terbukti bahwa modal intelektual memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap produktifitas dan penilaian pasar perusahaan.
Ike Faradina dan Gayatri (2016) dengan judul “Pengaruh Intellectual Capital dan Intellectual Capital Disclosure Terhadap Kinerja Keuangan Perusaahaan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Intellectual Capital dan Intellectual Capital Disclosure terhadap kinerja keuangan perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ-45 periode 2010-2014. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan Intellectual Capital berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan (ROA). Intellectual Capital Disclosure berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan (ROA)
Anton dan Yurika Diana Susanto (2016), dengan judul “Pengaruh Modal Intelektual Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan LQ45 di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014”. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris pengaruh Value Added Capital Employed, Value Added Human Capital, dan Structural Capital Value Added terhadap kinerja keuangan perusahaan LQ45 di Bursa efek Indonesia. Hasil penalitian ini ditemukan bahwa hasil uji hipotesis pertama yaitu VACE berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan, hasil uji hipotesis kedua yaitu VAHC berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan, dan hasil uji hipotesis ketiga yaitu STVA tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Septa Rini (2016) dengna judul “ Pengaruh Intellectual CapitalTerhadap Kinerja Keuangan Perbankan”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa human capital, structural capital, dan custemer capital berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan.
Ajeng Sitti (2013), dengan judul “Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Asuransi”. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
23
pengaruh intellectual capital yang terdiri atas : HCE, SCE, dan CEE yang diukur menggunakan metode VAIC terhadap kinerja keuangan yang diukur dengan ROA pada perusahaan asuransi yang terdatar di BEI. Dari hasil penelitian ini dikemukanan bahwa intellectual capital secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA), HCE tidak berpengaruh terhadap ROA, SCE berpengaruh terhadap ROA, CEE tidak berpengaruh terhadap ROA.
Nanda Harianto dan Muchammad Syarifuddin (2013), dengan judul
“Pengaruh Modal Intelektual Terhadap Kinerja Bisnis Bank Umum syariah (BUS) di Indonesia”. Penelitian ini menggunakan sampel bank-bank syariah yang sudah berstatus Bank Umum Syariah bukan Unit Usaha Syariah dan Bank konvensional yang terdaftar di Bank Indonesia.hasil penelitian ini yaitu intellectual capital (VAIC) berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Dalam konteks ini, intellectual capital diuji terhadap Islamicity Financial Performance Index perusahaan dalam periode 2008-2011.
Faezal thaib (2013), dengan judul “Value Added Intellectual Capital (VAHU, VACA, STVA) Pengaruhnya Terhadap Kinerja Keuangan Bank Pemerintah Periode 2007-2011”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh VAHU, VACA, STVA terhadap kinerja keuangan perusahaan bank pemerintah dan untuk mengetahui pengaruh konstruk VAIC terhadap kinerja keuangan bank pemerintah. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa variabel independen value added capital employed (VACA), value added human capital (VAHU), dan structural capital value added mempunyai pengaruh secara positif terahdap return on assets pada 4 bank pemerintah.
Ihyaul Ulum (2013), “Metode Pengukuran Kinerja Intellectual Capital dengan IB-VAIC di Perbankan Syariah”. Penelitian ini dirancang untuk menjawab masalah tentang bagaimna model atau metode untuk menilai kinerja Intellectual Capital perbankan syariah di Indonesia. Formulasi penghitungan IB-VAIC tidak berbeda dengan formula VAIC yang dirumuskan oleh Pulic (1998) perbedaan mendasar diantara keduanya terletak pada akun-akun untuk menghitung value added. Dalam IB-VAIC, value added dikonstruksikan dari akun-akun pendapatan bersih kegiatan syariah dan pendapatan non-operasional yang syar’iy.
Silvia Sumedrea. 2013 dengan judul “Intellectual Capital and Firm Performance: A Dynamic Relationship in Crisis Time”. Secara fundamental telah diubah oleh krisis keuangan yang dimulai tahun 2008, kosep-konsep baru dan cara-cara baru melakukan bisnis muncul dan berkembang. Ekonomi Rumania terpukul selama krisis dan perusahaan mencari metode yang masih hidup.
Peneliti melakukan studi untuk perusahaan yang paling dikenal dan transparan di pasar, temuan peneliti menunjukkan bahwa kemampuan manusia, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman merupakan faktor yang menjelaskan pengembangan bisnis di masa krisis. Hubungan antara profibilitas dan modal intelektual disaat krisis kinerja harus bergantung pada kemampuan manusia untuk beradaptas dengan perubahan dan belajar.
Lina U. and Evelina S. 2015 dengan judul “Factors Influencing Intellectual Capital Measurement Practices”. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi praktek pengukuran IC perusahaan, menggabungkan kedalam kelompok-kelompok sesuai dengan sifatnya dan mengusulkan model teoritis yang bisadijadikan sebagai dasar untuk penelitian empiris tentang pengaruh faktor-faktor tersebut. Model ini dimaksudkan untuk
25
memvisualisasikan serangkaian faktor yang mempengaruhi dan dampaknya terhadap fitur tertentu praktek pengukuran IC.
Agnes M. And Jerzy K. Dengan judul “Intellectual Capital and Corporate Performance”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membedakan aset tidak berwujud yang paling penting yang benar-benar sangat dibutuhkan dalam penciptaan nilai organisasi.peneliti menerapkan metode Set Rough untuk menganalisis data, pilihan teknik analisis data ditentukan oleh banyak keuntungan yang terkait dengan Set Rough yang tidak begitu jelas. Peneliti memperoleh satu set aset tidak berwujud yang mutlak diperlukan dalam proses penciptaan nilai organisasi. Meskipun memiliki berbagai bagian seluruh aset tidak berwujud penting menekankan mutlak pentingnya partisipasi aktif karyawan dalam pengambilan keputusan organisasi. Ini merupakan bukti yang jelas tentang peran penting dari Intellectual Capital dalm penciptaan nilai perusahaan.
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
N0 Peneliti Judul Penelitian Hasil penelitian 1. Andrew
Gunawan, Yohanes Adri Putranto, Program Studi Akuntansi Universitas Katolik Musi Charitas, Jurnal Nominal
Volume VI No.2 (2017)
Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Barriers To Entry Sebagai Variabel Mediasi
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris apakah barriers to enrty terbukti menjelaskan pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan perusahaan- perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan pada hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa secara empiris barreirs to entry terbukti
menjelaskan pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di bersa efek indonesia
2. Martin Sari Putra, Nyoman Trisna herawati, Made Arie Wahyuni, Universitas Pendidikan Ganesha, e-Juournal Jurusan Akuntansi S1, Volume 7 No. 1, 2017
Pengaruh Human Capital, Custemer Capital dan Good Coorporate Governance
Terhadap Profibilitas Perusahaan (studi empiris pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012-2015
Data dalam penelitian ini diperoleh dari catatan perusahaan seperti laporan keuangan dan laporan tahunan yang berasal dari semua perusaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2012- 2015. Hasil Penelitian ini menyatakan bahwa Human Capital, Structural Capital, Custemer Capital dan Good Coorporate Governance secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profobilitas perusahaan.
3. Alwin Agusta, Agustinus Santosa A.
Universitas Diponegoro, volume 6, nomor 2, tahun 2017
Analisis Pengaruh Modal Intelektual Terhadap Profibilitas, Produktibilitas, dan Penilaian Pasar Perusahaan
Dari kesimpulan penelitian ini belum terbukti bahwa modal intelektual memiliki pengaruh signifikan terhadap profibilitas perusahaan. Tetapi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktifitas dan penilaian pasar perusahaan.
Modal intelektual perusahaan mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi perusahaan karena modal intelektual
27
merupakan faktor sumber daya dan pengetahuan yang
mendukung jalannya
perusahaan.
4. Ike Faradina dan Gayatri 2016, Universitas Udayana e- jurnal akuntansi vol.15, no.2, 1623-1653
Pengaruh Intellectual Capital dan
Intellectual Capital Disclosure Terhadap Kinerja Keuangan Perusaahaan
IC berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan (ROA). ICD berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan (ROA)
5. Anton,Yurika Dian Susanto, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita
Indonesia, Pekanbaru, Procaratio Vol.4 No. 2, Juni 2016
Pengaruh Modal Intelektual Terhadap Kinerja Kuangan Perusahaan LQ45 di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014
Dari hasil olah data diketahui bahwa variabel-variabel dalam model regresi berganda berdistribusi normal dan bebas dari gangguan multikolonieritas, heteroskedastisitas, dan autu korelasi. Dari hasil uji hipotesis pertama dan kedua yaitu VACE dan VAHC berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan, sedangkan hasil uji hipotesis ketiga yaitu STVA tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuanga perusahaan.
6. Septa Rini, Soelistijono Boedi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan Perbankan
Dalam penelitian ini menerangkan bahwa dengan demikian human capital, structural capital dan costumer capital berpengaruh secara
Indonesia, April 2016, volume 17 nomor 1
signifikan terhadap kinerja keuangan
7. Ajeng Satiti, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) surabaya, Jurnal Ilmu &
Riset Akuntansi Vol.2 No.7 (2013)
Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Asuransi
Hasil penelitian ini dapat dikemukakan sabagai berikut:
(1) Intellectual Capital (HCE, SCE, dan CEE) secara simultan berpengaruh terhadap kinerja keuangan (ROA); (2) Human Capital Efficiency coefficient (HCE) tdak berpengaruh terhadap ROA; (3) Structural Capital Efficiency coeficient (SCE) berpengaruh terhadap ROA; (4) Capital Employed Efficiency coefficient (CEE) tidak berpengaruh terhadap ROA
8. Faezab Thaib, Fakutas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sam Ratulangi Manado, Jurnal EMBA, Vol. 1 No.3
September 2013, Hal 151- 159
Value Added intellectual Capital (VAHU, VACA, STVA) Pengaruhnya Terhadap Kinerja Keuangan Bank Pemerintah Periode 2007-2011
Penelitian ini membahas tentang pengaruh value added Intellectual capital terhadap kinerja keuangan bank pemerintah data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data laporan keuangan bank pemerintah yang sudah go publuk selama 2007-2011. Hasil penelitian ini yait ketiga variabel value added Intellectual Capital (VAIC) berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan.
29
9. Nanda Harianto, Muchammad Syarifuddin, dalam jurnal Akuntansi Universitas Diponegoro yang berjudul Vol.2, Nomor 4 Tahun 2013
Pengaruh Modal Intelektual terhadap kinerja Bank Umum Syariah (BUS) Di Indonesia
Berdasarkan hasil jurnal ini, dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu IC (VAIC) berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Dalam konteks ini, IC diuji terhadap Islamicity Financial Performance Index perusahaan dalam, periode tahun 2008 – 2011. IC juga berpenaruh terhadap Islamicity Financial Performance Index masa depan. Dalam konteks ini, IC diuji terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan lag 1 tahun. Secara umum, hasil pengujian hipotesis ketiga adalah rata-rata pertumbuhan IC (ROGIC) berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan masa depan.
Temuan ini sesuai dengan Tan et al. (2007) yang menunjukan adanya pengaruh signifikan ROGIC terhadap kinerja keuangan masa depan
10. Ihyaul Ulum, Program Doktor Ilmu Ekonomi, Universitas Diponegoro, Jurnal Penelitian
Model Pengukuran Kinerja Intellectual Capital Dengan IB- VAIC di Perbankan Syariah
Penelitian ini adalah mengembangkan suatu ukuran kinerja intellectual capital untuk perbankan syariah di indonesia dengan modifikasi model pulic yang populer dengan sebutan VAIC. Penelitian ini dilakukan
Sosial Keagamaan, Vol.7 No.1, Juni 2013
melalui dokumentasi dan fokus diskusi grup bersama pakar di bidang akuntansi keuangan dan akuntan publik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rumus utama untuk mengukur kinerja IC perbankan syariah tidak jauh berbeda yaitu IB-VAIC = IB- VACA + IB-VAHU + IB-STVA, perbedaannya terletak pada rumus value added dalam model pulic dikontruksi dari total pendapatan, sementara dalam IB-VAIC, VA dari aktivitas- aktivitas syariah
11. Silvia S.,Faculty of Economic Sciences and Business Administration,
”Transsilvania”
University, Romania Procedia Economic and Finance 6 (2013) 137-144
Intellectual Capital and Firm
Performance: A Dynamic
Relationship in Crisis Time
Hasil yang diperoleh dengan menrapkan model regresi tertentu dan menunjukkan bahwa dalam waktu krisis pengembangan perusahaan dipengaruhi oleh manusia dan modal struktural sedangkan profibilitas juga terkait dengan modalfinansial melalui koefisien modal intelektual nilai tambah.
12. Lina U. and Evelina S.
Kaunas University of Technology, Lituania.
Factors Influencing Intellectual Capital Measurement Practices
Model ini dimaksudkan untuk memvisualisasikan serangkaian faktor yang mempengaruhi dan dampaknya terhadap fitur tertentu praktek pengukuran IC.
31
Procedia and Behavioral Sciences 213 (2015) 351-357 13. Agnes M. and
Jerzy K.
Institute of Art, Design and Technology, Ireland. The Electronic Journal of Knowledge Management Vol 9 Issue 3 (271-283)
Intellectual Capital and Corporate Performance
Meskipun memiliki berbagai bagian seluruh aset tidak berwujud penting menekankan pentingnya partisipasi aktif karyawan dalam pengambilan keputusan organisasi. Ini merupakan bukti yang jelas tentang peran penting dari Intellectual Capital dalm penciptaan nilai perusahaan
Penelitian ini memiliki persamaan dengan penelitian terdahulu yaitu menggunakan Intellectual Capital sebagai variabel independen, akan tetapi ada perbedaan yang dilakukan oleh peneliti dengan penelitian sebelumnya yaitu pada objek penelitian. Dalam penelitian ini objek yang akan diteliti adalah Bank Syariah Mandiri sedangkan objek yang diteliti oleh peneliti sebelumnya adalah perusahaan-perusahaan yang berbasis konvensional.
C. Kerangka Pemikiran
Berdasarkan landasan teori dan perumusan masalah penelitian.
penelitian ini menggunakan Intellectual Capital sebagai variabel independen (variabel bebas), Metode yang digunakan untuk mengukur Intellectual Capital yaitu metode VAIC™ yang dikembangkan oleh Pulic (1998) yang memiliki tiga komponen utama yaitu VACA, VAHU, dan STVA.
Penelitian ini menggunakan Kinerja Keuangan sebagai variabel dependen (variabel terikat). Untuk memperoleh laba yang maksimal maka bank syariah harus dapat mengelola dana yang tersedia secara efektif dan efisien. Profibilitas dalam dunia perbankan dapat dihitung dengan Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE).
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran
D. Hipotesis
Berdasarkan rumusan masalah yang dipaparkan pada pendahuluan, Maka hipotesis hipotesis sementara dalam penelitian ini adalah
Ha : Value Added Capital Employed, Value Added Human Capital, dan Structural Capital Value Added berpengaruh positif dalam menilai kinerja keuangan Bank Syariah Mandiri Cabang Makassar periode 2013 - 2017
Bank Syariah Mandiri
VACA VAHU STVA
VAIC
(Value Added Intellectual Capital)
Kinerja Keuangan
(ROA & ROE)
33 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan metode VAIC dalam mengukur kinerja keuangan Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Makassar periode 2013 - 2017.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini telah dilakukan di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Makassar, Jl. DR. Ratulangi, Mangkura, Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90114. waktu penelitian untuk memperoleh data kurang lebih 2 (dua) bulan yaitu Bulan November sampai dengan Bulan Desember 2018.
C. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Variabel Independen
Variabel independen yaitu variabel yang menjadi penyebab terjadinya atau terpengaruhinya variabel dependen, baik itu secara positif maupun negatif. Setiap kenaikan dalam variabel independen maka akan terdapat pula kenaikan atau penurunan dalam variabel dependen (terikat). Variabel independen dalam penelitian ini adalah Intellectual Capital yang diukur dengan Value Added Intellectual Coefficient (VAIC) metode yang ditemukan oleh Pulic ini bertujuan untuk menyajikan informasi tentang value creation
efficiency dari aset berwujud dan aset tidak berwujud yang di miliki oleh perusahaan.
Value Added Intellectual Coefficien (VAIC) adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur intellectual capital. Adapun rumusannya antara lain :
a. Value Added (VA)
VA = OUT – IN
Output (OUT): Mempresentasikan revenue dan mencakup seluruh peroduk dan jasa yang dijual dipasar.
Input (IN): Beban usaha/operasional dan beban non operasional kecuali beban kepegawaian/karyawan.
b. VACA
Value Added Capital Employed, VACA adalah indikator untuk VA yang diciptakan oleh salah satu human capital. Rasio ini menunjukan kontribusi yang dibuat oleh setiap unit dari CE terhadap value added perusahaan.
Keterangan:
VACA : Value Added Capital Employed; Rasio dari VA terhadap CE VA : Value Added
CE : Capital Employed (Ekuitas dan Laba Bersih) c. VAHU
Value Added Human Capital, VAHU menunjukan berapa banyak VA dapat dihasilkan dengan dana yang dikeluarkan untuk tenaga kerja. Rasio ini menunjukan kontribusi yang dibuat oleh setiap rupiah yang diinvestasikan dalam HC terhadap value added organisasi.
35
Keterangan:
VAHU : Value Added Human Capital; Rasio dari VA terhadap VA VA : Value Added
HC : Human Capital (jumlah gaji karyawan) d. STVA
Struktural Capital Value Added, STVA. Rasio ini mengukur SC yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu rupiah dari VA dan merupakan indikasi keberhasilan SC dalam penciptaan nilai.
Keterangan:
STVA : Rasio dari SC terhadap VA SC : Structural Capital; VA – HC VA : Value added
e. VAIC
Value Added Intellectual Coefficient mengindikasikan kemampuan intelektual organisasi yang dapat juga dianggap sebagai BPI (Business Performance Indicator). VAIC merupakan penjumlahan dari tiga komponen sebelumnya.
2. Variabel Dependen
Variabel dependen adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi veriabel independen. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Kinerja Keuangan yang dipresentasikan dengan ROA ( Return On Assets) dan ROE (Return On Equity). ROA merupakan perbandingan antara laba
sebalum pajak dengan total aset dalam suatu periode, rumus yang digunakan untuk mancari ROA adalah
ROE mempresentasikan return pemegang saham, dan biasa menjadi bahan pertimbangan dalam indikator serta pertimbangan keuangan yang penting bagi investor, rumus yang diguakan yaitu
D. Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode dokumentasi. Peneliti memperoleh data-data penelitian yang bersumber dari:
1. Penelitian pustaka (Library research)
Penelitian memperoleh data yang berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti melalui buku, jurnal, laporan, penelitian, tesis, internet, dan perangkat lain yang berkaitan dengan penelitian ini.
2. Penelitian Lapangan (field reserch)
Seluruh data sekunder dalam penelitian ini bersumber dari laporan tahunan Bank Syariah Mandiri periode 2013-2017
E. Teknik Analisis Data
Penelitian ini peneliti menggunakan Analisis regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam mengolah data penelitian ini peneliti menggunakan IBM SPSS Statistik versi 22.
37
Analisis yang digunakan dalam penulisan ini dilakukan secara statistik dengan menggunakan teknik analisis:
1. Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif memberikan gambaran datau deskripsi data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, nilai maksimum, dan nilai minimum. Statistik deskriptif ini menggambarkan sebuah data menjadi informasi yang lebih jelas dan mudah untuk dipahami dalam menginterpretasikan hasil analisis data dan pembahasannya.
2. Normalitas Data
Uji normalitas digunakan untuk menguji variabel pengganggu (residual) dalam model regresi memiliki distribusi normal atau tidak.
Jika terbukti data yang diuji berdistribusi normal atau mendekati distibusi normal, maka selanjutnya dengan data-data tersebut dapat dilakukan berbagai keputusan (inferensi) dengan metode statistik parametik. Namun jika data-data tersebut tidak berdistribusi normal, maka metode parametik tidak dapat digunakan dan untuk inferensi digunakan dengan metode non parametik. Model yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal. Untuk melihat normalitas data maka dilakukan Uji Kolmogorov Smirnov.
Hipotesis :
H0 : sampel data berdistribusi normal H1 : sampel data tidak berdistribusi normal
Pedoman pengambilan keputusan pada uji ini adalah : Jika Sig / Probabilitas > 0,05 Distribusi adalah normal Jika Sig / Probabilitas < 0,05 Distribusi adalah tidak normal.
3. Uji Koefisien Regresi
Regresi sederhana umumnya di gunakan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dengan skala pengukuran interval atau rasio dalam suatu persamaan regresi.
Berikut adalah model regresi sederhana dengan menggunakan indikator variabel.
Y = a + b1X1.1+ b1X1.2+b1X1.3 + e Dimana :
Y : Kinerja Keuangan (ROA & ROE) a : Konstanta (tetap)
b1 : Koefisien variabel Independen
X1.1 :VACA
X1.2 : VAHU X1.3 : STVA
e : Kesalahan baku/error
dari penjabaran model regresi diatas peneliti menyederhanakannya sebagai berikut.
Y = a + bX + e Dimana :
Y : Kinerja Keuangan (ROA & ROE) a : Konstanta (tetap)
b : Koefisien variabel Independen X : Intellectual Capital (VAIC) e : Kesalahan baku/error 4. Uji Koefisien determinan
Uji ini digunakan untuk menjelaskan besarnya kontribusi atau pengaruh variabel independen yaitu VAIC terhadap variabel dependen yaitu ROA dan ROE. Nilai koefisien ini adalah antara nol smpai satu, jika nilainya kecil maka kemampuan variabel independen dalam