BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
B. Tinjauan Empiris
Peneliti merujuk pada penelitian terdahulu dalam melakukan penelitian, yaitu disajikan secara ringkas dalam tabel 2.2 berikut ini:
Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu No
Nama dan Tahun Penelitian
Judul Penelitian Metode
Analisis Hasil Penelitian 1 Tries
Handriman Jamain, 2019
Analisis Kesadaran Wajib Pajak Dalam Transaksi E-
Commerce (Studi Kasus Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) Yang Merupakan Pelaku E-Commerce Di Kota DKI Jakarta
Deskriptif Kualitatif
Hasil penelitian bahwa tingkat Kesadaran Pelaku E-Commerce yang Rendah Selaku Wajib Pajak berpengaruh signifikan terhadap penghambat pengenaan pajak penghasilan karena didapat tingkat signifikan.
2 Rusli Amrul, 2021
Analisis Penerapan E-Filling Dimasa Pandemi Covid 19 Sebagai
Upaya
Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi
Deskriptif Kualitatif
Berdasarkan hasil penelitian
Penerapan e-filling di KPP Pratama Mataram Barat pada masa
pandemi telah sesuai dengan Tata Cara Pendaftaran berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan dan ketentuan
administrasi. Pemberlakuan social distancing pada masa pandemi covid 19 merupakan salah satu kendala dalam mensosialisasikan
bentuk laporan SPT ke wajib pajak melalui e-filling. Kepatuhan wajib pajak orang pribadi dimasa pandemi Covid -19 melaporkan SPT tahunan melalui E-filling lebih terkendala seperti wajib pajak orang pribadi kebanyakan melapor SPT tahunan pada akhir batas waktu laporan, tidak semua wajib pajak mengerti tentang teknologi seperti komputer, akses internet dan email, kemudian kurangnya pengetahuan wajib pajak orang pribadi dalam mengisi SPT Tahunan secara online sehingga banyak kesalahan dalam pengisian SPT serta sistem jaringan di
website pajak online yang sering mengalami gangguan akibat terlalu banyak wajib pajak orang pribadi yang mengakses website tersebut pada bulan laporan pajak tahunan.
3 Mirna Suryani, 2020
Analisis Pengaruh Kesadaran, Kualitas Pelayanan Pajak Dan Sanksi Pajak Terhadap Tigkat Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Depok Sawangan
Statistik Deskriptif
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kesadaran perpajakan, Kualitas Pelayanan Pajak Dan Sanksi Pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baiknya kesadaran wajib pajak mengenai perpajakan maka akan semakin berdampak baik terhadap
17
kepatuhan wajib pajak orang pribadi.
4 Ismail Rasulong, 2018
Peranan Aspek Moralitas, Kepatuhan, Dan Pemahaman Wajib Pajak Pribadi Dalam Pelaporan Pajak Penghasilan
Deskriptif Kualitatif
Peranan aspek moralitas wajib pajak dalam pelaporan pajak penghasilan /SPT Pengujian Hipotesis Pertama (H1), terdapat pengaruh positif moralitas wajib pajak terhadap pelaporan SPT yang artinya semakin tinggi moralitas wajib pajak, maka dapat meningkatkan atau memperbesar terjadinya pelaporan SPT.
Moralitas wajib pajak dapat mempengaruhi tingkat potensi terjadinya pelaporan SPT, serta semakin banyak orang atau individu yang akan dapat meningkatkan pelaporan SPT.
5 Rachmawat i Meita Oktaviani, 2017
Kepatuhan Wajib Pajak Memediasi Determinan Penerimaan Pajak Penghasilan
Kualitatif, Analisis Regresi Berganda Dengan Uji Jalur (Path Analysis)
Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel sanksi perpajakan dan pelayanan fiskus berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, kesadaran wajib pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, sanksi perpajakan, kesadaran wajib pajak, dan kepatuhan wajib pajak
berpengaruh terhadap penerimaan pajak penghasilan, pelayanan fiskus tidak berpengaruh terhadap penerimaan pajak penghasilan.
Kepatuhan wajib pajak berhasil memediasi hubungan antara
variabel pelayanan fiskus terhadap penerimaan pajak penghasilan.
Kepatuhan wajib pajak tidak berhasil memediasi pengaruh sanksi perpajakan dan kesadaran wajib pajak terhadap penerimaan pajak penghasilan.
6 Bertha Beloan, 2019
Eksplorasi Pemaknaan Pelaporan SPT Tahunan PPh 21 dari Kacamata Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi Fenomenologi Wajib Pajak Orang Pribadi Pada KPP Pratama Makassar Utara)
Metode Fenomenol ogi Kualitatif
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan pengertian Pajak Penghasilan (PPh 21) dan pelaporan
dari sudut pandang wajib pajak orang pribadi. Mereka
menganggap pajak itu memberatkan bagi mereka termasuk pelaporan yang harus mereka laporkan ke kantor pajak setiap tahun. Kurangnya edukasi dari pihak terkait mengenai tanggung jawabnya sebagai wajib pajak. Temuan lainnya adalah keengganan mereka untuk
melaporkan pajak tahunan karena tidak adanya sanksi yang mereka terima karena ketidakpatuhan.
7 Yustina Wahyu, 2018
Niat Dan Perilaku Wajib Pajak Orang Pribadi Mengikuti Program
Tax
Amnesty (Studi Fenomenologi)
Metode Fenomenol ogi Kualitatif
Peneliti menggunakan Theory of Planned Behavior sebagai dasar untuk menganalisis niat wajib pajak dalam berperilaku mengikuti
program pengampunan pajak.
Hasil penelitian ini, wajib pajak tidak melaporkan hartanya secara keseluruhan karena pemerintah
19
tidak konsisten dengan program sebelum program amnesti pajak.
Selain itu, banyaknya individu yang memanfaatkan gap dan dana pemerintah untuk kepentingan pribadi membuat responden enggan membayar pajak 8 Dewi
Kirowati, 2019
Fenomenologi Penyampaian Surat Pemberitahuan Wajib Pajak Orang Pribadi Menurut Peraturan Perpajakan
Fenomenol ogi
Transedent al
Kualitatif
Hasil penelitian menunjukan bahwa WPOP di Lingkungan Politeknik Negeri Madiun sebagian besar memiliki penghasilan pokok
dibawah PTKP, namun pegawai di PNM masih menerima penghasilan lainnya. Sehingga, atas
penghasilan tersebut
Bendaharawan memotongkan PPh 21-nya lalu disetorkan. Namun untuk SPT pegawai pada penelitian ini, dilaporkan sendiri (Self
Assesment) oleh WPOP disertai bukti potong dari Bendaharawan Institusi. Kehadiran peraturan perpajakan tersebut lebih
memudahkan bagi WPOP maupun Bendaharawan Institusi dalam hal penyampaian SPT.
9 Anak Agung Istri
Pradnyarani Dewi, 2020
Studi Fenomenologi:
Makna
Ketidakpatuhan Wajib Pajak Importir
Pendekatan Kualitatif Studi Fenomenol ogi dengan Paradigma Interpretif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengalaman buruk yang dialami importir terhadap perpajakan dan adanya praktik pajak borongan sebagai wadah untuk meraup keuntungan besar menjadi dua alasan utama
mengapa importir tidak patuh.
Berawal dari pengalaman buruk yang dialami informan, hingga pada akhirnya menimbulkan
kekecewaan dan ketidakpercayaan lagi terhadap oknum yang bekerja di otoritas pajak. Adanya praktik pajak borongan sebagai wadah untuk meraup keuntungan besar juga menjadi alasan utama perilaku ketidakpatuhan importir. Sintesis dari penelitian ini adalah peran pemerintah khususnya DJP sangat berpengaruh untuk menekan ketidakpatuhan wajib pajak importir.
10 Istina Kurniasari, 2018
Pemahaman Pegawai Direktorat Jenderal Pajak (Djp) Terhadap Perilaku Wajib Pajak: Sebuah Studi Fenomenologi
Pendekatan Fenomenol ogi
Kualitatif
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku wajib pajak tidak bersedia secara sukarela dalam hal membayar pajak, karena mungkin tidak adanya
kontraprestasi atau timbal balik yang dirasakan secara langsung, dan juga perilaku wajib pajak yang masih kurang pemahaman akan teknis perpajakan. Oleh karena itu, pegawai pajak diharapkan untuk lebih banyak sosialisasi dan
mengedukasi wajib pajak sehingga wajib pajak sadar akan pentingnya pajak dan paham akan teknis perpajakan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
21
manfaat baik secara teoritis maupun praktis terkait perilaku wajib pajak kepada masyarakat, pegawai pajak, maupun penelitian selanjutnya.
11 Anak Agung Istri
Pradnyarani Dewi, 2018
Dilema Etis Konsultan Pajak dalam Tax Planning:
Studi Fenomenologi
Pendekatan Fenome nologi Transcende ntal
Kualitatif
Hasil dari penelitian ini konsultan pajak mempunyai beberapa bentuk dilema, antara lain: dilema akibat ketidakjelasan peraturan yang berlaku dan rasa simpati terhadap klien. Melalui pengalaman
konsultan pajak, dilema tersebut dapat diatasi dengan beberapa pertimbangan yaitu kesadaran untuk mendalami peraturan dan
“siasat” untuk membangun kesadaran wajib pajak.
1. Berdasarkan hasil dari penelitian terdahulu maka disimpulkan :
Penelitian yang dilakukan Tries Handriman Jamain Tahun 2019 dan Rusli Amrul Tahun 2021 dengan metode analisis deskriptif kualitatif telah menemukan adanya kesadaran oleh wajib pajak yang berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Namun kurangnya pengetahuan wajib pajak orang pribadi dalam mengisi SPT Tahunan secara online menyebabkan adanya keterlambatan dan kendala dalam melaporkan.
Disisi lain, penelitian yang dilakukan oleh Bertha Beloan Tahun 2019 dengan metode analisis Fenomenologi Kualitatif telah menemukan wajib pajak menganggap pajak itu memberatkan bagi mereka termasuk
pelaporan yang harus mereka laporkan ke kantor pajak setiap tahun.
Ditambah kurangnya edukasi dari pihak terkait mengenai tanggung jawabnya sebagai wajib pajak. Temuan lainnya adalah keengganan mereka untuk melaporkan pajak tahunan karena tidak adanya sanksi yang mereka terima karena ketidakpatuhan. Diperkuat oleh temuan Yustina Wahyu tahun 2018 yang menyatakan wajib pajak tidak melaporkan hartanya secara keseluruhan karena pemerintah tidak konsisten dengan program sebelum program amnesti pajak.
2. Berdasarkan hasil temuan penelitian terdahulu maka fokus penelitian ini : Tujuan penelitian ini, untuk memahami pajak dan dinamika sosial ditengah pusaran pandemik. Peneliti secara langsung terjun kelapangan untuk menanyakan terkait kesadaran wajib pajak orang pribadi untuk mau membayar pajak dengan metode analisis fenomenologi yang telah dikembangkan Husserl untuk mengamati fenomena yang terjadi. Hasil temuan yang akan dilakukan diharapkan adanya pandemi bukan alasan bagi setiap wajib pajak orang pribadi untuk tidak mau memenuhi kewajibannya karena menganggap terlalu ribet untuk melaporkan padahal Direktorat Jenderal Pajak sudah memberikan layanan Online (e-filling) yang memudahkan dalam melaporkan.