SIMPAN PINJAM DI KOTAMADIA SEMARANG)
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Analisis CVP untuk perencanaan
Analisis Cost Volume Profit (CVP/Biaya Volume Laba) merupakan alat bantu bagi manajemen dalam perencanaan dan penganggaran yaitu dapat menambah ketepatan dalam membuat peramalan penjualan atau produksi, biayabiaya, laba rugi sehingga dapat meningkatkan validitas laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan yang bersangkutan.
Hubungan antara biaya volume laba dipengaruhi oleh beberapa faktor atau kombinasi faktor
faktor berikut ini : 1. Harga jual produk.
2. Biaya produk.
3. Volume penjualan dan komposisi penjualan.
Harga jual yang berubah secara individual (tidak mempengaruhi biaya dan anggaran lainnya) kemungkinan akan berdampak terhadap kuantitas produk yang dijual, laba dan impasnya. Untuk kenaikan biaya tetap mengakibatkan penurunan laba bersih dan kenaikan impas. Perubahan biaya variabel per unit dalam suatu perusahaan akan mempengaruhi besarnya margin kontribusi yang nantinya juga berdampak pada perubahan laba bersih dan tingkat impas. Sedangkan kenaikan volume penjualan menyebabkan margin kontribusi dan laba bersih naik.
2.2 Analisis informasi realisasi anggaran tahun lalu untuk perencanaan.
Penganggaran adalah merupakan perencanaan keuangan perusahaan yang sekaligus dipakai dasar sistem pengendalian (controlling) keuangan perusahaan untuk periode yang akan datang.
Hasil sesungguhnya yang dicapai akan dibandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan didalam anggaran untuk menentukan, meneliti dan menganalisis selisih yang ditimbulkan serta menentukan tindak koreksi atau perbaikan yang diperlukan atas kegiatan yang akan datang.
Dalam suatu perusahaan, paket anggaran yang lengkap terdiri atas beberapa elemen atau jenis anggaran. Paket anggaran yang lengkap tersebut dinamakan juga anggaran induk. Anggaran Induk (Master Budget) adalah suatu jaringan kerja yang berisi berbagai macam anggaran yang terpisah namun saling berhubungan dan saling bergantung satu sama lain.
Anggaran secara formal dinyatakan dalam bentuk transaksitransaksi dan sebagai kesanggupan setiap manajer untuk mengadakan serta menggunakan sumber ekonomi perusahaan dan pencapaian hasilhasil yang diinginkan, anggaran kemudian disusun secara terperinci dan diproyeksikan dalam laporan keuangan yang diharapkan (Belkoui, 1980).
2.3 Perencanaan.
Perencanaan adalah memilih suatu tujuan dan mengembangkan suatu metode atau strategi untuk mencapai tujuan (Chuck Williams, 2001:149). Langkah pertama dalam perencanaan adalah menyusun tujuan. Tujuan atau sasaran (goal) merupakan keadaan masa depan yang berusaha direalisasikan oleh perusahaan.
Sedangkan Wolk, Gerber and Porter (1988:4) memberikan pendapat sebagaimana berikut:
planning is devided into two categories: shortrun and longrun planning. The shortrun involves a year or less and the longrun is concerned with the periods beyond a year.
Dari pendapat diatas dapat dikatakan bahwa perencanaan terbagi dalam dua kategori, yaitu:
perencanaan jangka pendek (objectives) dan perencanaan jangka panjang (goals). Perencanaan jangka pendek meliputi jangka waktu satu tahun atau kurang, sedangkan perencanaan jangka panjang berhubungan dengan periode yang melebihi satu tahun. Perusahaan yang berskala besar biasanya harus menyiapkan kedua jenis perencanaan tersebut, baik perencanaan jangka pendek maupun perencanaan jangka panjang.
Efektivitas perencanaan ditentukan antara keluaran (out put) yang dihasilkan oleh pusat pertanggungjawaban, dalam merealisasikan perencanaan, dengan tujuan atau sasaran jangka pendek (objectives). Semakin besar keluaran (out put) yang dikontribusikan terhadap tujuan jangka pendek (objectives) perusahaan, maka semakin efektiflah perencanaan tersebut. Pengertian efektif dikemukakan oleh Anthony et al (1984:13) sebagai berikut:…… by effectiveness, we mean accomplishment; how well an organization units does its job of producing an output of products or services or the extent to which the unit produces intended or expected result.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa efektivitas adalah perbandingan antara hasil yang dicapai dengan hasil yang diinginkan atau standar.
2.4 Hubungan Perencanaan, Analisis CVP dan Anggaran.
Menurut Nelson dan Miller (1981:23) mengenai hubungan perencanaan dengan CVP adalah sebagai berikut : CostVolumeProfit analysis in useful in the very early stage of planning.
Pendapat tersebut mengatakan bahwa analisis CVP sangat berguna pada tahap awal dari perencanaan. Berarti analisis CVP disini memiliki hubungan yang erat dengan perencanaan. Sejalan dengan pendapat tesebut Dominiak and Loderback (1991:21) mengatakan bahwa: costvolume
profit (CVP) analysis is method for analyzing the relationships among volume, cost and profit. Manager use these relationships to plan, budget and make dicisions.
Dari pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa analisis CVP digunakan oleh manajer untuk perencanaan, penganggaran dan pengambilan keputusan. Tampak lagi disini bahwa analisis CVP disamping digunakan perencanaan juga dapat dimanfaatkan dalam penyusunan anggaran. Sehingga makin terlihat hubungan antara perencanaan, analisis CVP dan anggaran.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan dimulai dengan penetapan tujuan (goals), yakni dengan menggunakan analisis CVP dan berakhir dengan penyusunan perencanaan tindakan yang bersifat kuantitatif atau dikenal dengan istilah anggaran. Jadi terlihat bahwa antara perencanaan, analisis CVP dan anggaran mempunyai hubungan yang erat. Sedang Mulyadi (1984:72) memberikan pendapat bahwa analisis biaya, volume dan laba menyajikan informasi kepada manajemen untuk perencanaan laba yang nantinya akan digunakan sebagai dasar penyusunan anggaran. Sehingga merupakan alat yang dapat membantu manajemen untuk penyusunan suatu perencanaan usaha.
2.5 Koperasi Simpan Pinjam dan Perencanaan
Bagi Koperasi Simpan Pinjam, penyusunan perencanaan adalah identik dengan penyusunan program kerja. Hal ini sesuai dengan pendapat yang diberikan oleh Siagian (1992:149) sebagai berikut:
Penyusunan program kerja adalah penjabaran suatu rencana yang telah ditetapkan sedemikian rupa sehingga program kerja itu memiliki ciriciri operasional tertentu. Dengan penjabaran yang tepat terlihat paling sedikit lima hal; yaitu:
1. Sasaran (target laba) yang hendak dicapai.
2. Jangka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu.
3. Anggaran pendapatan dan biaya.
4. Jenisjenis kegiatan yang akan dilaksanakan . 5. Tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya.
2.6 Penelitian Terdahulu.
Penelitian yang berkaitan dengan pengaruh informasi Cost Volume Profit (CVP/Biaya Volume Laba) dan Anggaran terhadap efektivitas perencanaan usaha telah dilakukan oleh beberapa peneliti antara lain sebagai berikut: (1).Rusdarti (2000) yang dalam penelitiannya mengambil obyek Koperasi Pasar di Kotamadia Semarang yang berjumlah 22 Koperasi. Hasil penelitiannya
menunjukkan bahwa Koperasi Pasar di Kodia Semarang dalam menyusun perencanaan usaha, informasi CVP dan Anggaran belum digunakan secara baik, sehingga dalam kriteria cukup secara berturutturut hasil persentase untuk variabel perencanaan usaha (Y) = 56,12 %, variabel CVP (X 1 )=41,43% dan variabel Anggaran (X 2 ) sebesar 59,52%.Cost Volume Profit(CVP/Biaya Volume Laba) dan Anggaran secara bersamasama berpengaruh tehadap perencanaan usaha Koperasi Pasar yaitu sebesar 61,99% dan sisanya sebesar 38,01% dipengaruhi oleh faktor lain. Secara parsial untuk variabelCost Volume Profit(CVP) mempunyai pengaruh sebesar 58,06% dan variabel anggaran sebesar 9,45%.(2). Moh Sri Handoko (2004) yang dalam penelitiannya mengambil obyek Baitul Maal Wattamwil (BMT) di Kotamadia Semarang yang berjumlah 21 BMT, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa perencanaan usaha Baitul Maal wat Tamwil atau BMT (Y), informasiCost
VolumeProfit (CVP) (X1) dan informasi realisasi anggaran tahun lalu (X2) secara deskiptif persentase untuk kiteria baik sekali tidak ada (0%) sebagian besar dalam kategori kurang cukup secara berturutturut untuk masingmasing variabel efektivitas perencanaan usaha (Y) sebesar 59%, variabel informasi CVP sebesar 50% dan variabel informasi realisasi anggaran tahun sebesar 72,8%. Berdasarkan hasil analisis dengan ujiF dengan koefisien determinasi R 2 sebesar 0,923 maka dapat diketahui bahwa informasiCostVolumeProfit atau CVP (X1) dan informasi realisasi anggaran tahun lalu (X2) secara bersamasama berpengaruh terhadap efektivitas perencanaan usaha BMT (Y) yaitu sebesar 92,3 % Dengan kata lain, variasi efektivitas perencanaan usaha sebesar 92,3 % ditentukan oleh variasi informasi CVP dan informasi realisasi anggaran tahun lalu, dan sisanya sebesar 7,7 % dipengaruhi oleh faktor lain. Secara parsial dengan ujit dan korelasi parsial dapat diketahui bahwa pengaruh Cost –VolumeProfit (CVP) terhadap efektivitas perencanaan usaha BMT sebesar 66,6 %. Sedangkan pengaruh variabel informasi realisasi anggaran tahun lalu terhadap efektivitas perencanaan usaha BMT sebesar 33,2 %.
2.7 Kerangka Pemikiran.
Uma Sekaran (1995) mengemukakan bahwa kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah penting (Sugiyono, 1999).
Kerangka pemikiran dalam suatu penelitian perlu dikemukakan apabila pada penelitian tersebut berkaitan dengan dua variabel atau lebih. Kerangka pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini untuk menggambarkan pengaruh informasi Cost Volume Profit (CVP/Biaya Volume Laba) dan informasi realisasi anggaran tahun lalu terhadap efektifitas perencanaan usaha Kospin di Kotamadia Semarang adalah sebagai berikut:
Analisis Informasi
CVP dan realisasi anggaran tahun lalu
Tujuan Tindakan Sumber Daya Implementasi
Hasil Perencanaan yang Efektif Diagram 2.2.
2.8 Hipotesis
Dari permasalahan yang diangkat diatas dengan dilandasi tinjauan pustaka, maka diambil suatu hipotesis sebagai berikut:
H1 : Informasi Cost Volume Profit(CVP/Biaya Volume dan Laba) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas perencanaan usaha
H2 : Informasi realisasi anggaran tahun lalu mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas perencanaan usaha
H3 : Secara bersamasama (simultan) informasiCost Volume Profit(CVP/Biaya Volume Laba) dan informasi realisasi anggaran tahun lalu mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas perencanaan usaha.
III. METODE PENELITIAN