• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF ETIKA BISNIS DAN ETIKA PROFESI AKUNTAN - Gunungsitoli

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF ETIKA BISNIS DAN ETIKA PROFESI AKUNTAN - Gunungsitoli"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

Kode etik berkaitan dengan prinsip etika tertentu yang berlaku pada suatu profesi, ada empat prinsip dalam etika profesi (Keraf, 1998), yaitu. Melihat kode etik dalam SPAP menekankan pada sikap independen terhadap auditor publik (eksternal) yang memeriksa apakah laporan keuangan suatu badan usaha komersial disusun berdasarkan standar akuntansi Indonesia dalam suatu audit umum, sehingga Auditor Negara (BPK) - karyawan).

PENGARUH UPAH DAN PENGAWASAN  TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN

STUDI KASUS PADA PT. TONGA TIUR PUTRA KRAGAN  KABUPATEN REMBANG

  • Pendahuluan
    • Permasalahan
    • Tujuan  Penelitian
  • Telaah  Pustaka  1.  Upah
    • Pengawasan
  • Hipotesis
  • Metode  Penelitian  1  Definisi  Operasional
    • Sasaran  Penelitian
    • Teknik  Pengumpulan  Data
    • Teknik Analisa  Data
  • Hasil  Penelitian  Dan  Pembahasan  1 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner
    • Saran

Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa upah dan pengawasan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan PT. Melihat kontribusi relatif (SR) dan kontribusi efektif, untuk mengetahui variabel independen (upah dan pengawasan) yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap produktivitas karyawan.

ANALISIS FAKTOR­FAKTOR YANG MEMPENGARUHI  NILAI PRODUKSI PADA PERUSAHAAN INDUSTRI

FURNITURE BERSKALA BESAR  DI PROPINSI JAWA TENGAH TAHUN 2004

  • Pendahuluan  1 Latar  Belakang
    • Identifikasi  Masalah
    • Rumusan  Masalah
  • Kajian  Pustaka
    • Tenaga  Kerja
  • Pekerja di bayar adalah pekerja yang bekerja pada perusahaan dengan mendapatkan upah/
  • Pekerja  tidak  dibayar  adalah  pekerja  pemilik  dan  atau  pekerja  keluarga  yang  biasanya  aktif dalam perusahaan, tetapi tidak mendapatkan upah dan gaji
    • Upah  Pekerja
    • Biaya  Bahan  Bakar
    • Biaya  Listrik
    • Biaya  Bahan  Baku
    • Nilai  Produksi
    • Kerangka  pemikiran
    • Hipotesis
  • Metode  Penelitian
    • Teknik  Analisis  Data
  • Uji  Normalitas
  • Uji  Multikolinearitas
  • Uji  Heteroskedastisitas
  • Uji  Autokorelasi
    • Analisa  Regresi  Linier  Berganda
    • Koefisien  Determinasi  (R  2  )
    • Uji  Hipotesa
  • Analisis  dan  pembahasan  hasil  penelitian  1  Deskripsi  Variabel
    • Analisis  Regresi
    • Koefisien  Determinasi  (R  2  )
    • Pengujian  Hipotesis
  • Simpulan Dan Saran  1 Simpulan

Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel biaya bahan bakar (X3) secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai produksi (Y). Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel biaya bahan baku (X5) secara parsial berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap nilai produksi (Y).

TEORI AGENSI DAN TEORI STEWARSHIP  DALAM  PERSPEKTIF AKUNTANSI

Pembahasan

  • Teori  Stewardship
  • Teori Agency  versus  Teori  Stewardship
  • Faktor­faktor  yang  membedakan  Teori Agensi  dengan  Teori  Stewardship  1.  Faktor  psikologi
    • Faktor  Situasi  a.    Filsafat  manajemen
  • Pilihan Antara  Hubungan  Agency  dan  Stewardship
  • Riset  Di  masa  Mendatang

Perbedaan utama antara teori agensi dan teori penatalayanan adalah fokusnya pada motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Model ini sesuai dengan teori stewardship yang menyatakan bahwa peningkatan motivasi kerja akan menyebabkan tingkat kinerja yang lebih tinggi seiring dengan kepuasan kerja. Orientasi ini mendorong berkembangnya hubungan antara kepala sekolah dan manajer, yang merupakan bagian dari teori stewardship.

Implikasi penting dari teori stewardship adalah jika pilihan motivasi tercampur dan salah satu pihak dikhianati, maka arah hubungan mengarah pada model keagenan. Terakhir, teori stewardship yang disajikan di sini dapat diintegrasikan ke dalam pemikiran kontemporer terkait kepemimpinan dalam organisasi.

Simpulan

Misalnya, dalam organisasi yang memiliki budaya partisipasi tinggi, manajer mungkin belajar dari waktu ke waktu untuk menilai pertumbuhan peluang yang tersedia dalam pekerjaan; melalui peningkatan komitmen dan identifikasi, manajer dapat mengembangkan dan menggunakan kekuatan pribadi mereka. Salah satu implikasi menarik dari teori ini berkaitan dengan variabel budaya dan proses implementasi perubahan struktural dalam organisasi. Pengujian yang lebih mendalam terhadap variabel ini menunjukkan bahwa kuatnya pengaruh variabel budaya dapat dikurangi pada berbagai tingkatan dalam proses penerapan perubahan struktural.

Meskipun skenario ini bersifat spekulatif, skenario ini menggambarkan luasnya masalah ini sebagai peluang untuk penelitian di masa depan. Gagasan ini menyiratkan bahwa setiap pelaku dapat memiliki hubungan keagenan dan kepengurusan dengan manajer yang berbeda pada saat yang sama, dan bahwa manajer dapat memiliki hubungan keagenan dan kepengurusan dengan pelaku yang berbeda.

PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)  SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KINERJA

PERUSAHAAN

  • Teknologi  Informasi  dan  Kinerja  Perusahaan
  • Akuntansi  dan  Teknologi  Informasi
  • Hakekat    Pengembangan  Sistem
  • Rekayasa  Ulang  Bisnis

Teknologi informasi memberikan kemudahan dalam aktivitas bisnis dan lingkungan yang semakin dipenuhi ketidakpastian. Terkait kinerja keuangan perusahaan, Teknologi Informasi memberikan kemudahan dalam pengolahan, pengelolaan dan penyajian informasi keuangan, dengan dukungan sistem informasi. Teknologi informasi dapat digunakan untuk meningkatkan teknik produksi melalui desain dan manufaktur dengan bantuan komputer.

Teknologi informasi dapat digunakan untuk memberikan informasi yang lengkap dalam perencanaan dan pengambilan keputusan dengan meningkatkan koordinasi dan komunikasi organisasi serta meningkatkan stabilitas organisasi. Teknologi informasi dapat digunakan untuk mengubah keunggulan kompetitif suatu industri, sehingga meningkatkan hambatan masuk bagi pesaing di masa depan.

PROFIL PEDAGANG KAKI LIMA

PADA MASYARAKAT NELAYAN DI KOTA REMBANG

STUDI PEDAGANG NASI BUNGKUS

Berdasarkan sifat subsistemnya, sektor informal dapat diartikan sebagai suatu unit usaha skala kecil yang memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dengan tujuan utama menciptakan lapangan kerja dan pendapatan bagi dirinya sendiri dan dalam usahanya menghadapi kendala yang berbeda-beda. Oleh karena itu, istilah sektor informal biasanya digunakan untuk menunjukkan serangkaian kegiatan ekonomi berskala kecil. Supartono dan Edi Rusdiyanto, (2000) perdagangan pada sektor informal dapat diartikan sebagai kelompok/kelompok yang usahanya berskala kecil, antara lain pedagang kaki lima, pemulung, usaha industri kecil dan kerajinan rumah tangga.

Kegiatan usaha yang tidak terorganisir dengan baik, disebabkan munculnya unit-unit usaha yang tidak memanfaatkan fasilitas/lembaga yang tersedia di sektor informal. Pedagang nasi kemasan selalu diidentifikasikan sebagai usaha skala kecil, dan tergolong dalam sektor informal.

PENINGKATKAN PROFESIONALISME KARYAWAN  DALAM MEMENUHI KEPUASAN ANGGOTA

STUDI KASUS PADA PRIMER KOPERASI KEPOLISIAN

PENDAHULUAN

Sehingga dapat menentukan keberhasilan program kualitas pelayanan yang dilaksanakan, karena ukuran keberhasilan program pelayanan tidak hanya ditentukan oleh jumlah barang yang terjual, namun juga bagaimana manajemen memahami perilaku anggotanya sendiri secara profesional. Jika dibiarkan, hal ini akan berdampak buruk pada pemasaran produk berupa simpanan, pinjaman, dan kebutuhan sehari-hari. Bagaimana cara pengelola ini meningkatkan profesionalitasnya agar kualitas pelayanan dapat ditingkatkan agar jumlah barang yang terjual tidak berkurang dan anggota harus ikut serta dalam kemajuan Primkopol.

Selain itu, pihak pengelola juga harus bisa mengakomodir harapan anggota Primkopol itu sendiri, bahkan masyarakat yang ingin menggunakan jasa tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Begitu pula dengan anggota yang dapat memberikan informasi positif kepada pengurus mengenai perkembangan koperasi.

PEMBAHASAN

  • Profesionalisme  Karyawan
  • Pengertian  Jasa
  • Pengertian  Kualitas
  • Pengertian  Pelayanan
  • Pengertian  Pelayanan  Anggota  dan  Keluhan  Pelanggan
  • Pengertian  Kualitas  Layanan
  • Faktor­Faktor  Yang  Mempengaruhi  Kualitas  Pelayanan

Pelanggan juga mempunyai gambaran layanan sebagai berikut. a) Otomatisasi merupakan bagian dari implementasi penjualan yang tidak dianggap sebagai sesuatu yang istimewa. Yoeti (1999:1) merupakan produk tidak berwujud yang dihasilkan dari aktivitas timbal balik antara pemberi jasa dan penerima jasa melalui satu atau lebih aktivitas untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pelanggan yang tidak puas mengajukan keluhan atau tidak. Hal-hal berikut ini harus diperhatikan.

Dan yang tidak kalah penting ketiga, memberikan masukan terhadap kekurangan pelayanan yang perlu diperbaiki oleh perusahaan. Tindakan seperti ini sangat ditakuti oleh sebagian besar perusahaan yang tidak memberikan layanan pelanggan yang baik atau perusahaan yang tidak memiliki prosedur penanganan keluhan yang baik.

ANALISA PERILAKU KONSUMEN TERHADAP  MERK DAN HARGA MAKANAN RINGAN (SNACK)

  • Telaah  Pustaka  1.  Perilaku Konsumen
  • Metode  Penelitian  1. Jenis dan Suber Data
  • Hasil  Penelitian  1. Validitas
  • Simpulan

Perilaku konsumen dalam memutuskan pembelian suatu merek selalu melihat merek dan harga, pendapat tersebut dibenarkan oleh perilaku konsumen siswa penjualan SMK PELITA NUSANTARA dalam membeli makanan ringan. Berdasarkan hal tersebut di atas, peneliti melakukan survei terkait perilaku konsumen terhadap merek dan harga ketika melakukan pembelian. Kontribusi konseptual terhadap perkembangan kajian manajemen pemasaran khususnya mengenai persoalan perilaku konsumen terhadap merek dan harga makanan ringan.

Nilai koefisien variabel merek (X1) berpengaruh positif terhadap perilaku konsumen (Y), artinya apabila respon responden meningkat dan variabel lain diasumsikan konstan maka akan terjadi peningkatan skor respon perilaku konsumen pada keputusan pembelian produk makanan ringan. Hal ini menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mempunyai pengaruh yang positif terhadap perilaku konsumen dan variabel bebas yang dominan mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan dalam memberikan keputusan adalah variabel merek sebesar 59,6.

DILEMA PEMBENTUKAN CADANGAN AKTIVA  PRODUKTIVE BANK : SEBUAH STUDI HASIL MERGER

PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT  BKK KABUPATEN REMBANG

Pendaluan

  • Kecukupan  CAP  (Cadangan  Aktiva  Produktif)
  • Ketentuan  Fiskal
  • Permasalahan  Bank  Perkreditan  Rakyat  secara  Nasional
  • Upaya  Mengatasi  Dilema  Pembentukan  Cadangan  Aktiva  Produktif  Bank  Perkreditan  Rakyat

Ketentuan besaran CAP yang harus ditetapkan oleh bank sesuai dengan ketentuan terbaru Bank Indonesia (BI) yang dirinci dalam Surat Edaran BI No. Dengan demikian, semakin lemah kolektibilitas aset produktif maka semakin besar CAP yang harus dibentuk. Sesuai dengan semangat yang mendasari dikeluarkannya ketentuan penetapan Cap oleh BI, maka besaran CAP yang harus ditetapkan oleh bank sesuai ketentuan di atas merupakan CAP minimum yang harus tersedia.

Karena jika portofolio AP suatu bank memiliki kemampuan agregasi yang mis. benar-benar lancar, maka minimal CAP yang harus ditetapkan bank hanya 0,5% (peraturan BI) tentunya tidak akan lebih besar dari batasan pajak yaitu 3%. Hal ini dapat terjadi mengingat kualitas AP BPR saat ini (tahun 2007) masih buruk, sehingga jumlah minimum cadangan yang harus dibentuk sesuai aturan BI relatif besar, sehingga upaya untuk mengatasinya dalam jangka pendek adalah untuk segera memacu ekspansi kredit (yang biasanya cenderung kurang hati-hati).

FAKTOR­FAKTOR YANG BERPENGARUH

TERHADAP PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS AKTIF PADA  SUBBAGIAN UMUM SEKRETARIAT DAERAH

KABUPATEN REMBANG

  • Rumusan  Masalah
  • Tujuan  Penelitian
  • Kontribusi  Penelitian
  • Telaah  Pustaka
    • Pengertian Arsip,  Filling  dan  Silling  Sistem
    • Ciri­Ciri  dan  Perendanaan  Sistem  Kearsipan  yang  Baik
    • Pengelolaan  Arsip  dinamis
    • Sarana dan Prasarana
    • Waktu
    • Dana
    • Kerangka  Pemikiran  Waktu
  • Metode  Penelitian  1  Objek  Penelitian
    • Teknik  Pengumpulan  Data
  • Hasil  dan  Pembahasan
    • Simpulan  Pengujian  Hipotesis  Pertama
    • Simpulan  Pengujian  Hipotesis  Kedua
  • Simpulan  dan  Implikasi  Kebijakan  1    Simpulan
    • Implikasi  Kebijakan

Apakah waktu, sarana dan prasarana berpengaruh terhadap pengelolaan arsip dinamis aktif pada bagian umum Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang? Apakah sarana prasarana yang paling dominan dalam pengelolaan arsip dinamis aktif di bagian umum Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang? Saat itu sarana dan prasarana berpengaruh terhadap pengelolaan arsip dinamis aktif di Subbagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang.

Sarana prasarana tersebut mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap pengelolaan arsip dinamis aktif pada Subbagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang. H 1 = Waktu itu sarana prasarana dan dana berpengaruh terhadap pengelolaan arsip dinamis aktif di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang.

ANALISIS HUBUNGAN INFORMASI COST­VOLUME­PROFIT  (CVP) DAN INFORMASI REALISASI ANGGARAN

TAHUN LALU UNTUK PENILAIAN EFEKTIFITAS  PERENCANAAN USAHA (STUDI KASUS KOPERASI

SIMPAN PINJAM DI KOTAMADIA SEMARANG)

MANFAAT  PENELITIAN

Memberikan masukan dan informasi kepada pengurus Asosiasi Simpan Pinjam sejauh mana informasi CVP dan informasi realisasi anggaran tahun lalu dapat digunakan untuk perencanaan bisnis yang efektif, sehingga Kospin dapat menyusun rencana bisnisnya dengan baik untuk kemajuan dan pengembangan. Kospin yang dikelola. Sebagai model perencanaan bisnis yang dapat dijadikan pedoman bagi Asosiasi Simpan Pinjam dalam menyusun rencana bisnis yang baik. Bahan pertimbangan masyarakat umum dan pengusaha kelas bawah untuk bergabung dalam Asosiasi Simpan Pinjam.

TINJAUAN  PUSTAKA

  • Analisis  CVP  untuk  perencanaan
  • Analisis  informasi  realisasi  anggaran  tahun  lalu  untuk  perencanaan
  • Perencanaan
  • Hubungan  Perencanaan, Analisis  CVP  dan  Anggaran
  • Koperasi  Simpan  Pinjam  dan  Perencanaan
  • Penelitian  Terdahulu
  • Kerangka  Pemikiran
  • Hipotesis

Volume Profit (CVP) (X1) dan informasi realisasi anggaran tahun lalu (X2) bersifat deskriptif, persentase untuk kriteria sangat baik, tidak ada (0%) sebagian besar berada pada kategori kurang memadai masing-masing untuk setiap variabel efektivitas perencanaan usaha (Y) sebesar 59%, variabel informasi CVP sebesar 50% dan variabel informasi realisasi anggaran tahunan sebesar 72,8%. Dari hasil analisis menggunakan uji F dengan koefisien determinasi R 2 sebesar 0,923 diketahui bahwa informasi CostVolumeProfit atau CVP (X1) dan informasi realisasi anggaran tahun lalu (X2) secara bersama-sama berpengaruh terhadap efektivitas perencanaan bisnis BMT. (Y ) yaitu 92,3% Sedangkan variasi efisiensi perencanaan bisnis sebesar 92,3% ditentukan oleh variasi informasi CVP dan informasi realisasi anggaran tahun lalu, dan sisanya sebesar 7,7% dipengaruhi oleh faktor lain. Secara parsial dengan menggunakan uji t dan korelasi parsial dapat diketahui pengaruh Cost – Volume Profit (CVP) terhadap efektivitas perencanaan bisnis BMT sebesar 66,6.

H1 : Informasi Volume Biaya Laba (CVP/Cost Volume dan Profit) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas perencanaan bisnis. H3 : Sedangkan informasi Cost Volume Profit (CVP/Cost Volume Profit) dan informasi realisasi anggaran tahun lalu mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas perencanaan bisnis.

METODE  PENELITIAN  3.1  Variabel  Penelitian

  • Definisi  Operasional
  • Penentuan  Sampel
  • Jenis  dan  Sumber  Data
  • Metode  Pengumpulan  Data
  • Metode  Analisis
  • Uji  Asumsi  Klasik

1. Informasi CVP volume kredit, volume simpanan, beban operasional, beban non operasional, target keuntungan/keuntungan, rasio. Dalam penelitian ini digunakan metode survei, dimana survei dilakukan terhadap seluruh Kospina yang terdaftar pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kota Semarang. Analisis regresi berganda menggunakan Ordinary Least Squares (OLS) digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini.

Instrumen atau alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, sehingga perlu dilakukan uji reliabilitas dan validitas data. Multikolinearitas akan terjadi jika tingkat VIF lebih besar dari 10 (Webster, 1998) atau menurut Gujarati (Kuncoro, 2001) jika koefisien korelasinya lebih besar dari 0,80. Serius.

HASIL  DAN  PEMBAHASAN  4.1.  Deskripsi  Objek  Penelitian

  • Analisis  Data  dan  Pembahasan
    • Efektivitas  Perencanaan  Usaha
    • Pengujian  Reabilitas  dan  validitas
    • Pengujian  Terhadap  Gejala Asumsi  Klasik  Regresi
    • Pengujian  Regresi  dan  Hipotesis
    • Pembahasan

Dari model regresi di atas diperoleh konstanta sebesar 5,780 yang berarti jika tidak ada informasi CVP dan informasi realisasi anggaran tahun lalu maka efektivitas perencanaan bisnis adalah sebesar 5,780. Hasil uji F menyatakan informasi CVP dan informasi realisasi anggaran tahun lalu berpengaruh secara simultan terhadap efektivitas perencanaan bisnis pada tingkat signifikansi 0,000. Dengan kata lain, informasi CVP dan informasi realisasi anggaran tahun lalu mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas perencanaan bisnis.

Variabel informasi CVP dan informasi realisasi anggaran tahun sebelumnya penting untuk penyusunan RAPB Kospin, karena dengan memperhatikan kedua variabel tersebut maka rencana bisnis yang dibuat dapat efektif. Hasil analisis parsial menggunakan uji t antara variabel informasi realisasi anggaran tahun lalu (X2) terhadap efektivitas perencanaan bisnis Kospin (Y) diketahui t = 3,868.

KESIMPULAN  DAN  SARAN  Simpulan

Imam Ghazali, 2001, Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS, BP DIP, Semarang Imam Ghozali, 2002, Statistik Non Parametrik: Teori dan Aplikasi dengan Program SPSS.

FOKUS EKONOMI

Dengan hadirnya Fokus Ekonomi diharapkan dapat meningkatkan kontribusi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya di bidang perekonomian. Redaksi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi terhadap penerbitan jurnal ini. Economic Focus merupakan majalah ilmiah yang terbit secara berkala dalam kurun waktu 6 bulan (semesteran) yaitu bulan Juni dan Desember setiap tahunnya.

Sebagai bukti bahwa naskah artikel telah terbit di Economic Focus, maka penulis berhak atas satu eksemplar edisi Economic Focus tersebut, yang akan dikirimkan ke alamat penulis atau dapat diambil di redaksi. Batas waktu penyerahan naskah artikel ke redaksi Economic Focus adalah minggu kedua bulan Mei dan November.

Referensi

Dokumen terkait

Simpulan Berdasarkan analisa data dan hasil penelitian dan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Penerapan pendidikan