زَعُ هَّللا ُ
E. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka merupakan bacaan hasil penelitian terdahulu dan menjadi acuan pokok penelitian:
1. Skripsi yang ditulis oleh Subagyo, tahun 2016 dengan judul
“Pembinaan Akhlak Anak Melalui Pembiasaan Shalat Dhuha Di Sekolah Luar Biasa Negeri Purbalingga” Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Dakwah, Institut Agama Islam (IAIN) Puwokerto.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Munculnya program pembiasaan Shalat Dhuha di SDLB Negeri Purbalingga dilatarbalakangi karena sebelum diterapkannya pembiasaan Shalat Dhuha, siswa kurang produktif dalam memanfaatkan waktu. Oleh karena itu, pembiasaan Shalat Dhuha ini selain bertujuan untuk pembinaan akhlak siswa, baik akhlak terhadap Allah SWT. maupun terhadap sesama manusia. Selain itu, juga bertujuan untuk melatih siswa dalam memanfaatkan waktu.
Pembiasaan Shalat Dhuha di SDLB Negeri Purbalingga dilaksanakan tiga kali dalam seminggu, yaitu pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Shalat ini dimulai pada pukul 09.00 sampai 10.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara berjamaah pada dua rakaat pertama, dan dua rakaat selanjutnya dilaksanakan dengan sendiri-sendiri. Setelah Shalat Dhuha selesai siswa membaca do’a Shalat Dhuha bersama-sama, kemudian diakhiri dengan membaca ayat-ayat Al Qur’an yang dibimbing oleh guru.
Perbedaannya adalah penelitian tersebut membahas tentang pembinaan akhlak anak melalui pembiasaan Shalat Dhuha, sedangkan pada penelitian penulis membahas tentang
13
implementasi Shalat Dhuha setiap pagi dalam meningkatkan sikap spiritual siswa. Persamaanya pada pembiasaan Shalat Dhuha dan menggunakan metode kualitatif.
2. Skripsi ini ditulis oleh, Muslikatun, Tahun 2018, dengan judul
“Pengaruh Intensitas Pelaksanaan Shalat Terhadap Kecerdasan Emosional Siswa di MTS Al-Hadi Girikusumo Mranggen Demak”, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari Intensitas Pelaksanaaan Shalat dapat disimpulkan:1. Untuk tingkat intensitas pelaksanaan shalat dengan kategori sangat baik sebanyak 5 siswa dengan prosentase 12,5 %. 2. Untuk tingkat intensitas pelaksanaan shalat dengan kategori baik sebanyak 21 siswa dengan prosentase 52,5 % 3. Untuk tingkat intensitas pelaksanaan shalat dengan kategori cukup sebanyak 11 siswa dengan prosentase 27,5 %. 4. Untuk tingkat intensitas pelaksanaan Shalat dengan kategori kurang sebanyak 3 siswa dengan prosentase 7,5 %.
Dari Kecerdasan Emosional siswa dapat disimpulkan: 1.
Untuk tingkat kecerdasan emosional siwa dengan kategori sangat baik sebanyak 9 siswa dengan prosentase 22,5%. 2. Untuk tingkat kecerdasan emosional siswa dengan kategori baik sebanyak 17 siswa dengan prosentase 42,5 %. 3. Untuk tingkat kecerdasan emosional siswa dengan kategori cukup sebanyak 9 siswa dengan prosentase 22 ,5 %. 80 4. Untuk tingkat kecerdasan emosional siswa dengan kategori kurang sebanyak 5 siswa dengan prosentase 12,5 %.
14
Kesimpulan dari analisis data diperoleh nilai rxy sebesar 0,431 dan selanjutnya dikonsultasikan dengan r tabel product moment dengan n = 40, pada taraf signifikan 5% diperoleh 0,304 dan pada taraf signifikan 1% diperoleh 0,393. Dan ternyata nilai rxy lebih besar dari pada nilai r tabel atau (0,3930,304). Jadi, ada pengaruh yang positif antara Intensitas Pelaksanaan Shalat Terhadap Kecerdasan Emosional Siswa di MTs Al Hadi Giri Kusumo Mranggen Demak.
Perbedaannya adalah penelitian tersebut membahas tentang pengaruh intensitas pelaksanaan shalat terhadap kecerdasan emosional siswa dan menggunakan metode penelitian kuantitatif, sedangkan penelitian penulis membahas tentang implementasi Shalat Dhuha setiap pagi dalam meningkatkan sikap spiritual siswa. dan menggunakan metode kualitatif.
Persamaan antara keduanya sama-sama membahas tentang pelaksanaan Shalat Dhuha.
3. Skripsi yang ditulis oleh Eltia Rahti, Tahun 2019 yang berjudul”
Efektifitas Bimbingan Agama Melalui Shalat Dhuha Dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual (SQ) Santri Pondok Pesantren Raudhatusshalihin Aceh Tenggara” Program Studi:
Bimbingan Penyuluhan Islam, Fakultas: Dakwah Dan Komunikasi, Universitas Islam Negri Sumatra Utara-Medan.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti di Pondok Pesantren Raudhatusshalihin Aceh Tenggara Mengenai efektivitas bimbingan agama melalui Shalat Dhuha dalam meningkatkan kecerdasan spiritual santriwati, maka peneliti mengambil kesimpulan. Proses bimbingan agama yang dilaksanakan di
15
pondok pesantren Raudhatusshalihin berjalan setiap hari dan semua sudah diberi jadwal masing-masing dari kegiatan tersebut mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Santri tersebut dibimbing dengan sebaik-baik mungkin sesuai dengan ajaran Islam seperti shalat, mereka selalu diarahkan untuk shalat berjamaah, membaca al-Qur’an beserta tajwidnya mereka selalu diarahkan dengan baik dan benar, berpuasa sunnah Senin dan Kamis selalu dianjurkan. Dan melakukan bimbingan atau shering mengenai permasalahan-permasalahan yang dialami santriwati sehingga menemukan jalan keluar dari permasalahan tersebut.
Perbedaannya adalah penelitian tersebut membahas tentang efektifitas bimbingan agama melalui Shalat Dhuha dalam meningkatkan kecerdasan spiritual (SQ), sedangkan penelitian penulis membahas tentang implementasi Shalat Dhuha setiap pagi dalam meningkatkan sikap spiritual siswa. Persamaanya dengan penelitian ini yaitu sama-sama membahas tentang pelaksanaan Shalat Dhuha.
4. Skripsi ini ditulis oleh Chozainatul Munawaroh, Tahun 2019, dengan Judul “Pengaruh Shalat Dhuha Terhadap Kecerdasan Spiritual pada Peserta Didik Kelas XI Kompetensi Keahlian Akuntansi dan Keuangan di SMK Negeri 1 Salatiga Tahun Pelajaran 2019/2020”, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Islam Negri Salatiga.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peserta didik kelas XI Kompetensi Keahlian Akuntansi dan Keuangan di SMK Negeri 1 Salatiga memiliki tingkat pelaksanaan Shalat Dhuha dalam kategori tinggi. Hal ini ditunjukkan melalui hasil
16
analisis, bahwa peserta didik dengan pelaksanaan Shalat Dhuha kategori tinggi sebesar 61,32% dengan frekuensi 65 peserta didik dan kategori sedang sebesar 38,68% dengan frekuensi 41 peserta didik, sedangkan untuk kategori rendah sebesar 0%.
Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Shalat Dhuha terhadap kecerdasan spiritual pada peserta didik kelas XI Kompetensi Keahlian Akuntansi dan Keuangan di SMK Negeri 1 Salatiga. Hal ini dilihat dari nilai konstanta sebesar 26,850 dan nilai koefisien regresi prediktor sebesar 0,219 dengan persamaan regresi liniernya yaitu Y = 26,850 + 0,219X. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,054 diketahui bahwa pengaruh Shalat Dhuha terhadap kecerdasan spiritual sebesar 5,4%, sedangkan sebesar 94,6% variabel kecerdasan spiritual dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Perbedaannya dengan penelitian. Chozainatul Munawaroh membahas tentang pengaruh Shalat Dhuha terhadap kecerdasan spiritual pada peserta didik kelas XI kompetensi keahlian akuntansi dan keuangan dan menggunakan metode kuantitatif, sedangkan penelitian penulis pembahas tentang implementasi Shalat Dhuha setiap pagi dalam meningkatkan sikap spiritual siswa, dan penelitian ini meggunakan metode kualitatif.
Kemuadian persamaan nya sama-sama membahas tentang Shalat Dhuha.
5. Skripsi ini ditulis oleh Apriliyani, 2017, dengan judul “ Dampak Pelaksanaan Shalat Dhuha Terhadap Emotional Quotient Siswa Kelas V di Yayasan Mastal Musammid SD Ar- Raudhah Bandar
17
Lampung” Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negri Raden Intan Lampung” .
Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulakan bahwa, pelaksanaan Shalat Dhuha SD Ar-Raudhah Bandar Lampung memiliki dampak positif yakni, berdampak baik bagi Emotional Quotient siswa, dari 20 siswa hamper 90% dikatakan baik dalam melaksanakan ibadah dan para siswa lebih tertib dan peduli serta sabar dalam menghadapi teman, sikap peduli dan sabar ini menjadikan siswa lebih bisa mengendalikan emosi mereka, dari 20 siswa hampir 50% siswa memiliki emosional quotient baik, serta peka terhadap kebutuhan dan penderitaan orang lain sehingga memiliki karakter terpuji dan membangun hubungan pribadi yang lebih harmonis.
Berdasarkan penelitian yang relevan terdapat persamaan dan perbedaan yang dilakukan peneliti, persamaan dalam penelitian ini dengan Apriliyani adalah sama-sama membahas tentang Shalat Dhuha. Namun yang membedakan penelitian sebelumnya membahas tentang emotional quotient sedangkan penelitan penulis membahas tentang sikap spiritual siswa.
Dapat disimpulkan dari 5 tinjauan pustaka (Subagyo, Muslikatun, Eltia Rahti, Chozainatul Munawaroh, Apriliyani) para penelitian sebelumnya ini sepakat bahwa Shalat Dhuha itu membawa dampak positif kepada siswa dilihat dari segi kecerdasan spiritual, segi sikap spiritualnya, dan juga banyak manfaatnya untuk siswa seperti: timbul rasa kenyamanan, tenang, pikiran bisa adem dan jernih, lebih fresh saat belajar dan siswa juga lebih disiplin dengan waktu.
18