• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tipe Soal: Formula

Dalam dokumen MASTER Analisis Matematika Teknik Kimia (Halaman 31-51)

Reaksi berikut berlangsung dalam sebuah reaktorbatchadalah sebagai berikut:

𝐴 β†’ 2𝑃

Di manaπ‘Ÿ = π‘˜

1𝐢

𝐴 2

Diketahui nilai k1= 0.4, dan pada saat awal (t = 0 detik), reaktor hanya mengandung senyawa A (CA0= 0.2 mol/L). Volume selama berlangsungnya reaksi dianggap konstan. Tentukan konsentrasi A (dalam mol/L) saat reaksi telah berlangsung 11 detik.

Catatan: Jawaban dituliskan dengan 3 angka desimal dan gunakan tanda titik (.) untuk memisahkan angka desimal.

TB2101 ANALISIS MATEMATIKA TEKNIK BIOENERGI & KEMURGI SOLUSI UJIAN TENGAH SEMESTER I 2021/2022

Tanggal : Durasi : 100 menit Jawaban No.1

Diketahui : k = 1 detik-1 V0= 0 Cin= 2 mol/L

Fin= 2 mL/detik = 0,002 L/detik CBin= 0

Asumsi : 1) Densitas cairan tidak berubah

2) Pencampuran yang terjadi selalu homogen Ditanya : a) Persamaan diferensial & metode penyelesaian

b) Ca = f(t)

c) t = 5 menit = 300 detik ; CB= …? ; Vt= …?

Penyelesaian :

Soal A: Persamaan diferensial & metode penyelesaian Langkah:

1) Buat neraca massa total:

𝐹

1

=

π‘‘π‘šπ‘‘π‘‘

ρ. 𝑄

1

=

𝑑(ρ.𝑉)𝑑𝑑

Karena densitas konstan maka,

ρ. 𝑄

1

= ρ

𝑑𝑉𝑑𝑑

𝑄

1

=

𝑑𝑉𝑑𝑑

𝑑𝑉

…(1)

𝑑𝑑

= 0, 002

∫ 𝑑𝑉 = ∫ 0, 002 𝑑𝑑

𝑉 = 0, 002𝑑 + π‘˜ 2) saat t = 0, V = 0; maka:

…(2) 𝑉 = 0, 002𝑑 3) Neraca massa komponen A:

𝑛

𝐴,𝑖𝑛

βˆ’ 𝑛

𝐴,𝑖𝑛

=

𝑑𝑛𝑑𝑑𝐴

+ 𝑉. π‘Ÿ

𝐴

𝐢

𝐴,𝑖𝑛

𝑄

𝑖𝑛

βˆ’ 0 =

𝑑𝑛𝑑𝑑𝐴

+ 𝑉. π‘˜. 𝐢

𝐴

0, 004 βˆ’ 0, 002𝑑. 𝐢

𝐴

=

𝑑(𝑉.𝐢𝑑𝑑𝐴)

4) Karena V dan C merupakan variabel tidak konstran. Maka V dan C mesti diturunkan bersama-sama menggunakan sifat turunan d (UV) = U dV + V dU.

…(3) 0, 004 βˆ’ 0, 002𝑑. 𝐢

𝐴

= 𝑉

𝑑𝐢𝑑𝑑𝐴

+ 𝐢

𝐴 𝑑𝑉

𝑑𝑑

5) Substitusi persamaan (1) dan (2) ke dalam persamaan (3)

0, 004 βˆ’ 0, 002𝑑. 𝐢

𝐴

= 0, 002𝑑

𝑑𝐢𝑑𝑑𝐴

+ 0, 002𝐢

𝐴 𝑑𝐢𝐴

𝑑𝑑

+

1𝑑

𝐢

𝐴

=

2𝑑

βˆ’ 𝐢

𝐴 𝑑𝐢𝐴

𝑑𝑑

+ (

1𝑑

+ 1)𝐢

𝐴

=

2𝑑

Metode integral yang cocok adalahmetode faktor integrasi Soal B:

Langkah:

1) Menggunakan metode faktor integrasi

Ξ±(𝑑) = (

1𝑑

+ 1) 𝐼(𝑑) = 𝑒π‘₯𝑝 ∫(

1𝑑

+ 1) 𝑑𝑑

𝐼(𝑑) = 𝑒

𝑙𝑛(𝑑)+𝑑

= 𝑑𝑒

𝑑

𝐢

𝐴

=

1

𝑑𝑒𝑑

∫(𝑑𝑒

𝑑

.

2𝑑

) 𝑑𝑑 +

π‘˜

𝑑𝑒𝑑

𝐢

𝐴

=

2

𝑑𝑒𝑑

∫ 𝑒

𝑑

𝑑𝑑 +

π‘˜

𝑑𝑒𝑑

𝐢

𝐴

=

2

𝑑𝑒𝑑

𝑒

𝑑

+

π‘˜

𝑑𝑒𝑑

𝐢

𝐴

=

2𝑑

+

π‘˜

𝑑𝑒𝑑

2) Pada saat t = 0, CA0= 2 mol/L. Maka

𝐢

𝐴

(𝑑. 𝑒

𝑑

) = 2𝑒

𝑑

+ π‘˜

k = -2 3) Sehingga,

𝐢 =

2

βˆ’

2

Soal C: Volume dan konsentrasi B Langkah:

1) Menentukan Volume akhir

𝑉 = 0, 002 𝑑 𝑉 = 0, 002 (300)

Liter 𝑉 = 0, 6

2) Cari mol A jika diasumsi tidak bereaksi sama sekali

𝑛

𝐴,𝑑

= 𝐢

𝐴,𝑑

𝑉

𝑑

𝑛

𝐴,𝑑

= 2 π‘₯ 0, 6 𝑛

𝐴,π‘₯

= 1, 2 π‘šπ‘œπ‘™

3) Mol A yang tersisa pada t=5 menit

𝐢

𝐴

=

3002

βˆ’

2

300𝑒300

C

A

= 0,00667 M

n

A

= 0,00667 x 0,6 = 0,004 mol

4) Karena koefisien reaksi A→ B sama, maka

n

A,t

+ n

B,t

= n

A,x

0,008 + n

B,t

= 1,2

n

B,t

= 1,196 mol C

B,t

= 1,196/0,6 = 1,993 M

Pada saat t = 5 menit, Volume akhir adalah 0,6 L dan konsentrasi Cbadalah 1,993 M

Jawaban No.2

Diketahui : C0= 0,5 lb/gal V0= 200 gal Cin= 1 lb/gal Qin= 3 gal/menit Qout= 2 gal/menit

Asumsi : 1) Densitas larutan dianggap sama pada berbagai konsentrasi 2) Pencampuran dalam tangki terjadi secara homogen

Pertanyaan : C(t) = …?

Penyelesaian:

Soal A:

Langkah:

1) Buat neraca massa komponen Garam

MassaGaram,in– MassaGaram,out= akumulasi

𝑄

𝑖𝑛

𝐢

𝑖𝑛

βˆ’ 𝑄

π‘œπ‘’π‘‘

𝐢

π‘œπ‘’π‘‘

=

π‘‘π‘šπ‘‘π‘‘πΊπ‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘š

=

𝑑(𝑉.𝐢)𝑑𝑑

2) Karena V dan C merupakan variabel tidak konstran. Maka V dan C mesti diturunkan bersama-sama menggunakan sifat turunan d (UV) = U dV + V dU.

𝑄 …(1)

𝑖𝑛

𝐢

𝑖𝑛

βˆ’ 𝑄

π‘œπ‘’π‘‘

𝐢

π‘œπ‘’π‘‘

= 𝑉

𝑑𝐢𝑑𝑑

+ 𝐢

𝑑𝑉𝑑𝑑

3) Buat neraca massa total

Massa

total,in

– Massa

total,out

= akumulasi 𝑄

𝑖𝑛

ρ βˆ’ 𝑄

π‘œπ‘’π‘‘

ρ =

π‘‘π‘šπ‘‘π‘‘πΊπ‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘š

=

𝑑(𝑉.ρ)𝑑𝑑

4) karena ρ diasumsikan konstan, maka dapat dikeluarkan

𝑄

𝑖𝑛

ρ βˆ’ 𝑄

π‘œπ‘’π‘‘

ρ = ρ

𝑑𝑉𝑑𝑑

𝑄

𝑖𝑛

βˆ’ 𝑄

π‘œπ‘’π‘‘

=

𝑑𝑉𝑑𝑑

3 βˆ’ 2 =

𝑑𝑉𝑑𝑑

𝑑𝑉

…(2)

𝑑𝑑

= 1

∫ 𝑑𝑉 = ∫ 1 𝑑𝑑

𝑉 = 𝑑 + π‘˜ 5) Ketika t = 0 , V = 200 gal, maka

200 = 0 + k k = 200 V = t + 200 …(3) 6) Substitusikan persamaan (2) dan (3) ke persamaan (1)

3 βˆ’ 2𝐢 = (𝑑 + 100)

𝑑𝐢𝑑𝑑

+ 𝐢 3 βˆ’ 3𝐢 = (𝑑 + 100)

𝑑𝐢𝑑𝑑

∫

3βˆ’3𝐢𝑑𝐢

= ∫

𝑑+100𝑑𝑑

βˆ’

13

𝑙𝑛(3 βˆ’ 3𝐢) = 𝑙𝑛(200 + 𝑑) + π‘˜

7) Kedua sisi di eksponensialkan agar menghilangkan ln

(3 βˆ’ 3𝐢)

βˆ’

1

3

= π‘˜(200 + 𝑑)

8) Ketika t=0, C = 0,5 lb/gal, maka

(3 βˆ’ 1, 5)

βˆ’

1

3

= π‘˜(200)

k = 4,368 x 10-3

(3 βˆ’ 3𝐢)

βˆ’

1

3

= (200 + 𝑑) Γ— (4, 368 Γ— 10

βˆ’3

)

Jawaban No. 3

Diketahui : k1= 0,2 detik-1M-1 CA0= 0,1 mol/L V = konstan A β†’ 2P r = k1CA2

Ditanya : t = 20 detik; CA= …?

Penyelesaian : Langkah:

1) Buat neraca mol reaktan A

Input - konsumsi + generasi = output + akumulasi 0 - V k1CA2+0=0 + 𝑑𝑛𝐴

𝑑𝑑

V k1CA2= 𝑑(𝑉.𝐢𝑑𝑑𝐴) 2) V konstan, maka:

V k1CA2= V 𝑑𝐢𝐴

𝑑𝑑

k1CA2= 𝑑𝐢𝐴

𝑑𝑑 𝑑𝐢𝐴

𝑑𝑑

=βˆ’ 0, 2𝐢

𝐴 2

∫

𝑑𝐢𝐴

𝐢𝐴2

=βˆ’ 0, 2∫ 𝑑𝑑

βˆ’

1

𝐢𝐴

=βˆ’ 0, 2𝑑 + 𝐾

3) ketika t = 0; CA= 0,1 mol/L

βˆ’

0,11

= π‘˜

k = -10

𝐢

𝐴

=

0,2𝑑+101

4) Saat t = 20

𝐢

𝐴

=

0,2(20)+101

CA= 0,0714 mol/L

TB2101 ANALISIS MATEMATIKA TEKNIK BIOENERGI & KEMURGI UJIAN SUSULAN TENGAH SEMESTER I 2021/2022

Tanggal : Durasi : 100 menit Soal 1

Reaksi seri ireversibel berorde dua terjadi di dalam reaktor partaian (batch) dengan reaksi sebagi berikut:

𝐴 + π‘‹π‘˜

1→𝐼 𝐼 + π‘‹π‘˜

2→𝑃

Jika mula-mula 1 mol A (𝑛 ) dan 2 mol X ( ) dicampurkan, tentukan fraksi mol dari A ( ),

𝐴 𝑛

𝑋 π‘₯

𝐴

X ( ), I ( ), dan P ( ) setelah A terkonsumsi tiga per empatnya. Asumsi: nilaiπ‘₯

𝑋 π‘₯

𝐼 π‘₯

𝑃

π‘˜2 π‘˜1 = 2 Soal 2

Suatu tangki berkapasitas 500 L berisi 300 L larutan pewarna dengan konsentrasi 0,1 kg/L. Konsentrasi pewarna akan diencerkan dengan cara mengalirkan air murni dengan laju alir sebesar 3 L/menit. Larutan pewarna ini diaduk dalam tangki dan memiliki laju alir luaran tangki sebesar 1,5 L/menit. Tentukan model matematika konsentrasi pewarna dalam aliran luaran tangki sebagai fungsi dari waktu hingga tangka penuh dan tentukan konsentrasi pewarna dalam tangki tepat ketika tangka penuh!.

Asumsi :

a. Densitas larutan dianggap sama pada berbagai konsentrasi b. Pencampuran dalam tangki terjadi homogen

Soal 3

Dalam sistem regasifikasi gas alam cair (LNG) di tepi pantai,buffer tankberfungsi untuk menjaga kontinuitas pasokan LNG ke pembangkit listrik dengan cara pengisian secara periodik oleh kapal pengangkut LNG (FSRU). Untuk menjaga tekanan,buffer tank tidak pernah dibiarkan kosong tetapi dijaga agar selalu ada sedikit LNG tersisa. Jikabuffer tank berbentuk bola dengan diameter 6 m, dan konsumsi LNG pembangkit listrik adalah 1,5 m3/jam,

A. Turunkan model matematika dan hitung ketinggian cairan LNG yang disisakan di dalam tangki untuk menjaga tekanan jika diasumsikanBuffer tankdari keadaan penuh dan baru bisa diisi kembali setelah 3 hari.

B. Turunkan model matematika dan hitung berapa lama waktu pengisian buffer tank tersebut jika laju pengisian LNG dari FSRU adalah 20 m3/jam.

TB2101 ANALISIS MATEMATIKA TEKNIK BIOENERGI & KEMURGI SOLUSI UJIAN SUSULAN TENGAH SEMESTER I 2021/2022

Tanggal : Durasi : 100 menit Jawaban No. 1

π‘₯𝐴 = 𝑛 𝑛𝐴

𝐴+𝑛

𝑋+𝑛

𝐼+𝑛

𝑃

………(1) π‘₯𝑋 = 𝑛 𝑛𝑋

𝐴+𝑛𝑋+𝑛𝐼+𝑛𝑃 ………(2) π‘₯𝐼= 𝑛 𝑛𝐼

𝐴+𝑛𝑋+𝑛𝐼+𝑛𝑃 ………(3) π‘₯𝑃= 1 βˆ’ π‘₯

π΄βˆ’ π‘₯

π‘‹βˆ’ π‘₯

𝐼………(4)

𝑑𝑛𝐴

𝑑𝑑 = βˆ’ π‘˜

1𝑛

𝐴𝑛

𝑋……….. (5)

𝑑𝑛𝑋

𝑑𝑑 = βˆ’ π‘˜

1𝑛

𝐴𝑛

π‘‹βˆ’ π‘˜

2𝑛

𝐼𝑛

𝑋………. (6)

𝑑𝑛𝐼

𝑑𝑑 = π‘˜1π‘›π΄π‘›π‘‹βˆ’ π‘˜2𝑛𝐼𝑛𝑋………. (7)

𝑑𝑛𝑃 𝑑𝑑 = π‘˜

2𝑛

𝐼𝑛

𝑋………(8) Pembagian persamaan (7) dan persamaan (5) menghasilkan:

𝑑𝑛𝐼

𝑑𝑑=π‘˜1π‘›π΄π‘›π‘‹βˆ’π‘˜2𝑛𝐼𝑛𝑋

𝑑𝑛𝐴

𝑑𝑑 =βˆ’π‘˜1𝑛𝐴𝑛𝑋 β†’ 𝑑𝑛𝑑𝑛𝐼

𝐴

=βˆ’ 1 + π‘˜π‘˜2

1

𝑛𝐼 𝑛𝐴

Substitusi nilai π‘˜π‘˜2

1

= 2

𝑑𝑛𝐼 𝑑𝑛𝐴 βˆ’ 𝑛2

𝐴

𝑛𝐼=βˆ’ 1

Penyelesaian dengan menggunakan faktor integrasi:

𝐼 π‘₯( ) = exp 𝑒π‘₯𝑝 ∫ Ξ± π‘₯( )𝑑π‘₯

βˆ«βˆ’ 𝑛2

𝐴

𝑑𝑛𝐴= 1

𝑛𝐴 2

𝑛𝐼= 𝐼 𝑛1

( )

𝐴 ∫ 𝐼 𝑛

( )

𝐴 𝑓 𝑛

( )

𝐴 𝑑𝑛𝐴+ 𝐼 𝑛

( )

𝐢𝐴

𝑛𝐼= 11 𝑛𝐴 2

∫ 1

𝑛𝐴

( )

2 (βˆ’ 1)𝑑𝑛𝐴 + 𝑛𝐢1

𝐴 2

𝑛𝐼=βˆ’ 𝑛

𝐴 2 βˆ’ 𝑛1

( )

𝐴 + 𝑐𝑛𝐴2 𝑛𝐼= 𝑛

𝐴 + 𝑐𝑛

𝐴

2 (π‘ π‘œπ‘™π‘’π‘ π‘– π‘’π‘šπ‘’π‘š)

Diketahui𝑛𝐴0 = 1 π‘šπ‘œπ‘™ π‘‘π‘Žπ‘› 𝑛𝐼0= 0 π‘šπ‘œπ‘™, maka diperoleh nilai c = -1. Sehingga, solusi khusus dari persamaan di atas adalah sbb:

𝑛𝐼= 𝑛

𝐴 βˆ’ 𝑛

𝐴 2

Pembagian persamaan (8) dan persamaan (5) menghasilkan:

𝑑𝑛𝑃 𝑑𝑑 =π‘˜2𝑛𝐼𝑛𝑋

𝑑𝑛𝐴

𝑑𝑑 =βˆ’π‘˜1𝑛𝐴𝑛𝑋 β†’ 𝑑𝑛𝑑𝑛𝑃

𝐴

=βˆ’ π‘˜π‘˜2

1

𝑛𝐼 𝑛𝐴

Substitusi nilai𝑛 dan nilai

𝐼= 𝑛

𝐴 βˆ’ 𝑛

𝐴

2 π‘˜2

π‘˜1 = 2

𝑑𝑛𝑃

𝑑𝑛𝐴 =βˆ’ π‘˜π‘˜2

1

π‘›π΄βˆ’π‘›π΄2 𝑛𝐴

( )

β†’ 𝑑𝑛𝑑𝑛𝑃𝐴 =βˆ’ 2 1 βˆ’ 𝑛

(

𝐴

)

β†’ 𝑑𝑛𝑑𝑛𝑃𝐴 =βˆ’ 2 + 2𝑛𝐴

𝑑𝑛𝑃 = βˆ’ 2 + 2𝑛

(

𝐴

)

𝑑𝑛𝐴

∫ 𝑑𝑛𝑃 = ∫ βˆ’ 2 + 2𝑛

(

𝐴

)

𝑑𝑛𝐴

𝑛𝑃=βˆ’ 2𝑛𝐴+ 𝑛𝐴2 + 𝐢

Diketahui𝑛 , maka diperoleh nilai c = 1. Sehingga, solusi

𝐴0 = 1 π‘šπ‘œπ‘™ π‘‘π‘Žπ‘› 𝑛

𝑃0= 0 π‘šπ‘œπ‘™ khusus dari persamaan di atas adalah sbb:

𝑛𝑃= 𝑛

𝐴 2 βˆ’ 2𝑛

𝐴+ 1

Jika A sudah terkonsumsi sebanyak ΒΎ dari jumlah semula, maka:

𝑛𝐴= 1 βˆ’

(

34( )1

)

= 0, 25 π‘šπ‘œπ‘™ 𝑛𝑋 = 2 βˆ’

(

34( )1

)

βˆ’ (𝑛𝐼,0 βˆ’ 𝑛

𝐼) = 0. 6875 π‘šπ‘œπ‘™

Berdasarkan persamaan (1), (2), (3), dan (4), nilai dari fraksi mol A, X, I, dan P adalah sebagai berikut:

π‘₯𝐴 = 𝑛𝑛𝐴

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™

= 𝑛 𝑛𝐴

𝐴+𝑛𝑋+𝑛𝐼+𝑛𝑃 = 𝑛𝐴

𝑛𝐴+𝑛

𝑋+ 𝑛

π΄βˆ’π‘›

𝐴

(

2

)

+ 𝑛𝐴 2βˆ’2𝑛

𝐴+1

( )

π‘₯𝐴 = 0,25

0,25+0.6875+ 0,25βˆ’0,25( 2)+ 0,25( 2βˆ’2 0,25( )+1) =

0,25

1,6875 = 0, 148 π‘₯𝑋 = 𝑛𝑛𝑋

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™

= 1,68751,25 = 0, 407 π‘₯𝐼= 𝑛𝑛𝐼

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™

= π‘›π΄βˆ’π‘›π΄

2

π‘›π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ = 0,25βˆ’0,25

2

1,6875 = 0, 111 π‘₯𝑃= 1 βˆ’ π‘₯

π΄βˆ’ π‘₯

π‘‹βˆ’ π‘₯

𝐼= 1 βˆ’ 0, 148 βˆ’ 0, 407 βˆ’ 0, 111 = 0, 334 Jawaban soal 2

Jawaban soal 3 Bagian A

Neraca massa pengosongan tangki:

Laju massa LNG masuk – laju massa LNG keluar = akumulasi

Bagian B

Neraca massa pengisian tangki:

Laju massa LNG masuk – laju massa LNG keluar = akumulasi

𝐹𝑖𝑛 – πΉπ‘œπ‘’π‘‘ = π‘‘π‘š/𝑑𝑑 ρ𝑄𝑖𝑛 – Οπ‘„π‘œπ‘’π‘‘ = 𝑑ρ𝑉𝑑𝑑

Densitas LNG diasumsikan konstan, persamaan menjadi:

𝑄𝑖𝑛 – π‘„π‘œπ‘’π‘‘ = 𝑑𝑉𝑑𝑑 Integrasi:

𝑉 = 𝑄𝑖𝑛 – π‘„π‘œπ‘’π‘‘( )𝑑 + 𝐢 Persamaan korelasi:

𝑉 = Ο€β„Ž

2(3π‘…βˆ’β„Ž) 3

Maka persamaan menjadi:

Ο€β„Ž2(3π‘…βˆ’β„Ž)

3 = 𝑄𝑖𝑛 – π‘„π‘œπ‘’π‘‘( )𝑑 + 𝐢 Kondisi batas, saat t=0, V=Vtangki bola (kondisi penuh)

V = Volume Bola, dimana d=6 m, dan h=d=2R V = 43 π𝑅3

= 43 3, 14( )

( )

62 3= 113, 1 π‘š3

Maka:

𝐢 = 𝑉 βˆ’ 𝑄𝑖𝑛 – π‘„π‘œπ‘’π‘‘( )𝑑 𝐢 = 𝑉

𝐢 = 113, 1 π‘š3 Diketahui:

𝑄𝑖𝑛 = 0

π‘„π‘œπ‘’π‘‘ = 1, 5 π‘š3/π‘—π‘Žπ‘š Maka persamaan menjadi:

Ο€β„Ž2(9βˆ’β„Ž)

3 =βˆ’ 1, 5𝑑 + 113, 1

Setelah 3 hari, ketinggian LNG di tangki:

t=3x24= 72 jam

Ο€β„Ž2(9βˆ’β„Ž)

3 =βˆ’ 1, 5(72) + 113, 1 3Ο€β„Ž2 βˆ’ Ο€β„Ž

3

3 βˆ’ 5. 1 = 0 h= -0,7, h=0.78, h=8.94

Dipilih h terkecil positif makah = 0,78 m

𝐹𝑖𝑛 – πΉπ‘œπ‘’π‘‘ = π‘‘π‘š/𝑑𝑑 ρ𝑄𝑖𝑛 – Οπ‘„π‘œπ‘’π‘‘ = 𝑑ρ𝑉𝑑𝑑

Densitas LNG diasumsikan konstan, persamaan menjadi:

𝑄𝑖𝑛 – π‘„π‘œπ‘’π‘‘ = 𝑑𝑉𝑑𝑑 Integrasi:

𝑉 = 𝑄𝑖𝑛 – π‘„π‘œπ‘’π‘‘( )𝑑 + 𝐢

Kondisi batas, saat t=0, V=Vsisa setelah 3 hari, dari soal A didapat V sisa = 5,1 m3 Maka:

𝐢 = 𝑉 βˆ’ 𝑄𝑖𝑛 – π‘„π‘œπ‘’π‘‘( )𝑑 𝐢 = 𝑉

𝐢 = 5, 1 π‘š3

Persamaan menjadi:

𝑉 = 𝑄𝑖𝑛 – π‘„π‘œπ‘’π‘‘( )𝑑 + 5, 1 Waktu pengisian:

Diketahui:

m3/jam 𝑄𝑖𝑛 = 20

m3/jam π‘„π‘œπ‘’π‘‘ = 1. 5

Asumsi pengisian sampai penuh maka V=Vbola, dari soal A didapat V=113,1 m3.

113, 1 = 20 –1, 5( )𝑑 + 5, 1 18, 5𝑑 = 108

𝑑 = 5. 84 π‘—π‘Žπ‘š

β€œTo be in the Top 1% you have to be Willing to do What the 99% Aren’t”

TK2104 ANALISIS MATEMATIKA TEKNIK KIMIA UJIAN TENGAH SEMESTER II 2015/2016

Tanggal : 24 November 2015 Durasi : 90 menit 1. [Penyelesaian PDB dengan Deret, nilai 40] Persamaan neraca panas suatu silinder besi (diameter dalam 1,25 cm dan diameter luar 2,5 cm) yang di dalamnya dilewatkan kukus diungkapkan dengan persamaan :

…(1) π‘Ÿπ‘‘

2𝑇

π‘‘π‘Ÿ2 + π‘‘π‘‡π‘‘π‘Ÿ βˆ’ 80β„Žπ‘˜ π‘Ÿ(𝑇 βˆ’ 𝑇

𝑙) = 0

dengan T = temperatur, Ti = Temperatur lingkungan, r = jari-jari, h = koefisien perpindahan panas, dan k = konduktivitas besi. Jika temperatur kukus 120Β°C, dan dengan mendefinisikan :

𝑦 = 𝑇 βˆ’ 𝑇

1 ; π‘₯ = π‘Ÿ 80β„Žπ‘˜

a. Tunjukkan bahwa persamaan (1) di atas dapat dinyatakan ulang dalam persamaan Bassel :

= 0 … (2) π‘₯2 𝑑

2𝑦

𝑑π‘₯2 + π‘₯ 𝑑𝑦𝑑π‘₯ βˆ’ π‘₯2𝑦

b. Selesaikan persamaan diferensial (2) dengan menggunakan metode Deret. Keterangan:

Cukup dengan jawaban umum (general solution) saja!

2. [Penyelesaian PDB Orde 2, nilai 40]

Profil konsentrasi senyawa A yang terproduksi dalam suatu reaktor unggun tetap (fixed-bed reactor) dengan ketinggian h dapat dinyatakan sebagai persamaan diferensial orde dua : β„Ž 𝑑

2𝐢𝐴

π‘‘β„Ž2 = 4 πΆβ„Žπ΄ + π‘‘πΆπ‘‘β„Žπ΄

Tentukan jawaban umum (general solution) nilai CA sebagai fungsi h 3. [Persamaan PDB Orde 1 dengan Transformasi Laplace, nilai 40]

Proses pengendalian aras cairan pada kolom pemisahan dua fasa mengikuti persamaan:

π‘‘β„Ž

𝑑𝑦 + 2β„Ž = 4𝑑 π‘’βˆ’2𝑑

dengan h(0) = -3. Tentukan profil aras cairan (h) sebagai fungsi waktu (t).

TK2104 ANALISIS MATEMATIKA TEKNIK KIMIA SOLUSI UJIAN TENGAH SEMESTER II 2015/2016

Tanggal : 24 November 2015 Durasi : 90 menit

1. Substitusi semua unsur variabel r dan T menjadi x dan y :

…(1) 𝑦 = 𝑇 βˆ’ 𝑇

1↔𝑑𝑦 = 𝑑𝑇 π‘₯ = π‘Ÿ 80β„Žπ‘˜ ↔ π‘Ÿπ‘₯ = 80β„Žπ‘˜

…(2) 𝑑π‘₯ = 80β„Žπ‘˜ π‘‘π‘Ÿβ†”π‘‘π‘Ÿ = 80β„Žπ‘˜ 𝑑π‘₯ = π‘₯π‘Ÿ 𝑑π‘₯

Dari persamaan (1) dan (2) :

𝑑𝑇

π‘‘π‘Ÿ = π‘Ÿπ‘‘π‘¦

π‘₯𝑑π‘₯ = π‘₯π‘Ÿ 𝑑𝑦𝑑π‘₯

𝑑2𝑇

π‘‘π‘Ÿ2 = π‘‘π‘Ÿπ‘‘

(

π‘₯π‘Ÿ 𝑑𝑦𝑑π‘₯

)

= π‘Ÿπ‘‘

π‘₯𝑑π‘₯ π‘₯ π‘Ÿ

𝑑𝑦

(

𝑑π‘₯

)

= π‘₯π‘Ÿ22 𝑑𝑑π‘₯2𝑦2

Substitusi persamaan diferensial di soal dengan persamaan-persamaan di atas : π‘Ÿπ‘‘

2𝑇

π‘‘π‘Ÿ2 + π‘‘π‘‡π‘‘π‘Ÿ βˆ’ 80π‘˜β„Ž π‘Ÿ 𝑇 βˆ’ 𝑇

(

1

)

= 0

π‘Ÿ π‘₯

2

π‘Ÿ2 𝑑2𝑦 𝑑π‘₯2

( )

+ π‘₯π‘Ÿ 𝑑𝑦𝑑π‘₯ βˆ’ 80π‘˜β„Ž π‘Ÿ. 𝑦 = 0

Kalikan persamaan dengan r π‘₯2 𝑑

2𝑦

𝑑π‘₯2 + π‘₯ 𝑑𝑦𝑑π‘₯ βˆ’ 80π‘˜β„Ž π‘Ÿ2. 𝑦 = 0 π‘₯2 𝑑

2𝑦

𝑑π‘₯2 + π‘₯ 𝑑𝑦𝑑π‘₯ βˆ’ π‘Ÿ

(

80β„Žπ‘˜

)

2. 𝑦 = 0

π‘₯2 𝑑

2𝑦

𝑑π‘₯2 + π‘₯ 𝑑𝑦𝑑π‘₯ βˆ’ π‘₯2𝑦 = 0

Untuk menyelesaikan persamaan diferensial di atas misalkan y suatu solusi berbentuk deret

𝑦 = βˆ‘ π‘Ž

𝑛π‘₯𝑛+𝑐 Maka

𝑑𝑦

𝑑π‘₯ = βˆ‘(𝑛 + 𝑐). π‘Ž

𝑛π‘₯𝑛+π‘βˆ’1

𝑑2𝑦

𝑑π‘₯2 = βˆ‘ 𝑛 + 𝑐 βˆ’ 1( )(𝑛 + 𝑐). π‘Ž

𝑛π‘₯𝑛+π‘βˆ’2 Substitusikan ke persamaan diferensial : π‘₯2βˆ‘ 𝑛 + 𝑐 βˆ’ 1( )(𝑛 + 𝑐). π‘Ž

𝑛π‘₯𝑛+π‘βˆ’2 + π‘₯βˆ‘(𝑛 + 𝑐). π‘Ž

𝑛π‘₯𝑛+π‘βˆ’1 βˆ’ π‘₯2βˆ‘ π‘Ž

𝑛π‘₯𝑛+𝑐= 0

βˆ‘ 𝑛 + 𝑐 βˆ’ 1( )(𝑛 + 𝑐). π‘Ž

𝑛π‘₯𝑛+𝑐+ βˆ‘(𝑛 + 𝑐). π‘Ž

𝑛π‘₯𝑛+π‘βˆ’ βˆ‘ π‘Ž

𝑛π‘₯𝑛+𝑐+2= 0

Persamaan indisial untuk nilai pangkat terkecil (terjadi saat n=0 sehingga pangkat terkecil bernilai c) :

𝑐 𝑐 βˆ’ 1( ). π‘Ž

0π‘₯𝑐+ 𝑐. π‘Ž

0π‘₯𝑐= 0 π‘Ž0π‘₯𝑐(𝑐 𝑐 βˆ’ 1( ) + 𝑐) = 0

𝑐2 βˆ’ 𝑐 + 𝑐

( )

= 0↔𝑐 = 0

Karena c=0 solusi merupakan suatu deret pangkat biasa :

βˆ‘ 𝑛 βˆ’ 1( )(𝑛). π‘Ž

𝑛π‘₯𝑛 + βˆ‘(𝑛). π‘Ž

𝑛π‘₯π‘›βˆ’ βˆ‘ π‘Ž

𝑛π‘₯𝑛+2 = 0

Suku pertama dapat diinkremen dua kali sedangkan suku kedua bisa diinkremen satu kali :

βˆ‘ 𝑛 + 1( )(𝑛 + 2). π‘Ž

𝑛+2π‘₯𝑛+2 + βˆ‘(𝑛 + 1). π‘Ž

𝑛+1π‘₯𝑛+1βˆ’ βˆ‘ π‘Ž

𝑛π‘₯𝑛+2 = 0 Samakan pangkat untuk variabel x pada tiap suku :

βˆ‘ 𝑛 + 1( )(𝑛 + 2). π‘Ž

𝑛+2π‘₯𝑛+2 + π‘Ž

1π‘₯ + βˆ‘(𝑛 + 2). π‘Ž

𝑛+2π‘₯𝑛+2βˆ’ βˆ‘ π‘Ž

𝑛π‘₯𝑛+2= 0

βˆ‘ 𝑛 + 1( ) 𝑛 + 2( ). π‘Ž

𝑛+2 + 𝑛 + 2( ). π‘Ž

𝑛+2βˆ’ π‘Ž

(

𝑛

)

π‘₯𝑛+2 + π‘Ž1π‘₯ = 0

π‘Ž1π‘₯ + 4π‘Ž

2βˆ’ π‘Ž

(

0

)

π‘₯2 + 9π‘Ž

(

3βˆ’ π‘Ž1

)

π‘₯3 + 16π‘Ž

(

4 βˆ’ π‘Ž2

)

π‘₯4 + … = 0

Setiap koefisien disamakan = 0 Maka :

π‘Ž1= π‘Ž

3= π‘Ž

5 = … = 0 π‘Ž2= π‘Ž0

22 β†’ π‘Ž

4 = π‘Ž2

42 = π‘Ž0

42.22 β†’β€¦β†’π‘Ž

π‘˜= π‘Ž0

π‘˜2. π‘˜βˆ’2( )2…..22

Maka solusi : 𝑦 = π‘Ž

0 1 + 1

22π‘₯2+ 1

42.22π‘₯4 + … + 1

π‘˜2. π‘˜βˆ’2( )2…..22π‘₯π‘˜

( )

2. Kalikan persamaan diferensial pada soal untuk mendapat persamaan berikut : β„Ž2 𝑑

2𝐢𝐴

π‘‘β„Ž2 βˆ’ β„Ž π‘‘πΆπ‘‘β„Žπ΄ βˆ’ 4𝐢

𝐴 = 0

Misal CAsuatu solusi yang berbentuk deret berikut : 𝐢𝐴 = βˆ‘ π‘Ž

π‘›β„Žπ‘›+𝑐 Maka

𝑑𝐢𝐴

π‘‘β„Ž = βˆ‘(𝑛 + 𝑐). π‘Ž

π‘›β„Žπ‘›+π‘βˆ’1

𝑑2𝐢𝐴

π‘‘β„Ž2 = βˆ‘ 𝑛 + 𝑐 βˆ’ 1( )(𝑛 + 𝑐). π‘Ž

π‘›β„Žπ‘›+π‘βˆ’2 Substitusikan ke persamaan diferensial : β„Ž2βˆ‘ 𝑛 + 𝑐 βˆ’ 1( )(𝑛 + 𝑐). π‘Ž

π‘›β„Žπ‘›+π‘βˆ’2 βˆ’ β„Žβˆ‘(𝑛 + 𝑐). π‘Ž

π‘›β„Žπ‘›+π‘βˆ’1 βˆ’ 4βˆ‘ π‘Ž

π‘›β„Žπ‘›+𝑐= 0

βˆ‘ 𝑛 + 𝑐 βˆ’ 1( )(𝑛 + 𝑐). π‘Ž

π‘›β„Žπ‘›+π‘βˆ’ βˆ‘(𝑛 + 𝑐). π‘Ž

π‘›β„Žπ‘›+π‘βˆ’ 4βˆ‘ π‘Ž

π‘›β„Žπ‘›+𝑐= 0

Persamaan indisial untuk nilai pangkat terkecil (terjadi saat n=0 sehingga pangkat terkecil bernilai c) :

𝑐 𝑐 βˆ’ 1( ). π‘Ž

0β„Žπ‘βˆ’ 𝑐. π‘Ž

0β„Žπ‘βˆ’ 4π‘Ž

0β„Žπ‘= 0 π‘Ž0β„Žπ‘(𝑐 𝑐 βˆ’ 1( ) βˆ’ 𝑐 βˆ’ 4) = 0

π‘Ž0β„Žπ‘

(

𝑐2 βˆ’ 2𝑐 βˆ’ 4

)

= 0

𝑐2βˆ’ 2𝑐 βˆ’ 4 = 0↔𝑐 = 1Β± 5

Karena nilai c tidak bernilai bulat, jika Anda berhasil menyelesaikan persamaan indisial maka Anda sudah mendapatkan nilai penuh.

3. PERHATIKAN bahwa pada soal tertulis persamaan sebagai berikut :

π‘‘β„Ž

𝑑𝑦 + 2β„Ž = 4𝑑. π‘’βˆ’2𝑑

Persamaan ini diralat menjadi persamaan berikut :

π‘‘β„Ž

𝑑𝑑 + 2β„Ž = 4𝑑. π‘’βˆ’2𝑑

Lakukan transformasi Laplace terhadap persamaan diferensial tersebut sehingga diperoleh :

𝑠. 𝐻 𝑠( ) βˆ’ β„Ž 0( ) + 2. 𝐻 𝑠( ) = 4. 1!

π‘ βˆ’(βˆ’2)

( )2

𝑠. 𝐻 𝑠( ) βˆ’ (βˆ’ 3) + 2. 𝐻 𝑠( ) = 4

𝑠+2 ( )2

𝑠 + 2

( )𝐻 𝑠( ) = 4

𝑠+2

( )2 βˆ’ 3 𝐻 𝑠( ) = 4

𝑠+2

( )3 βˆ’ 𝑠+23

Transformasi kembali H(s) menjadi h(t) β„Ž 𝑑( ) = πΏβˆ’1 4

𝑠+2 ( )3

( )

βˆ’ πΏβˆ’1

( )

𝑠+23

β„Ž 𝑑( ) = πΏβˆ’1 2. 2!

π‘ βˆ’(βˆ’2) ( )2+1

( )

βˆ’ πΏβˆ’1

( )

𝑠+23

β„Ž 𝑑( ) = 2𝑑2π‘’βˆ’2π‘‘βˆ’ 3π‘’βˆ’2𝑑= π‘’βˆ’2𝑑

(

2𝑑2 βˆ’ 3

)

TB2101 ANALISIS MATEMATIKA TEKNIK BIOENERGI & KEMURGI UJIAN TENGAH SEMESTER II 2016/2017

Tanggal : 17 November 2016 Durasi : 90 menit

1. Perpindahan panas konduksi (tunak) melalui dinding insulasi pipa yang mengalirkan kukus dapat diungkapkan dengan persamaan

1 π‘Ÿ

𝑑

π‘‘π‘Ÿ

(

π‘Ÿπ‘‘π‘‡π‘‘π‘Ÿ

)

= 0

Temperatur permukaan bagian dalam insulasi (jari-jari 0,06 m) adalah 450 K, sedangkan temperatur permukaan bagian luar insulasi (jari-jari 0,11 m) adalah 310 K.

Perkirakan profil temperatur di dalam dinding insulasi (temperatur sebagai fungsi posisi ke arah radial di dalam dinding insulasi).

2. Suatu bahan kimia berdifusi melalui membran setebal L dan mengalami reaksi orde satu mengikuti persamaan

𝑑2𝐢

𝑑π‘₯2 = π·π‘˜ 𝐢

Jika konsentrasi reaktan di x = 0 dipertahankan Ci dan di x = L dipertahankan CL, tentukan C sebagai fungsi x dengan menggunakan deret pangkat atau deret Frobenius.

3. Suatu set reaksi reversibel beruntun yang dinyatakan sebagai

berlangsung di dalam reaktor partaian dengan volum dan temperatur konstan. Jumlah mol masing-masing senyawa pada tiap waktu dinyatakan sebagai NA, NB, dan NC. Di awal reaksi diketahui hanya terdapat 1 mol A, sehingga setiap saat berlaku

NA+ NB+ NC= 1

Laju perubahan (penurunan jumlah) senyawa A dan B masing-masing dinyatakan sebagai

𝑑𝑁𝐴

𝑑𝑑 =βˆ’ π‘˜1𝑁𝐴+ π‘˜2𝑁𝐡

𝑑𝑁𝐡

𝑑𝑑 =βˆ’ π‘˜

2 + π‘˜

(

3

)

𝑁𝐡 + π‘˜1𝑁𝐴+ π‘˜4𝑁𝐢

Nyatakan persamaan jumlah mol tiap senyawa sebagai fungsi waktu

TB2101 ANALISIS MATEMATIKA TEKNIK BIOENERGI & KEMURGI SOLUSI UJIAN TENGAH SEMESTER II 2016/2017

Tanggal : 17 November 2016 Durasi : 90 menit 1. Gunakan aturan hasil kali :

1 π‘Ÿ

𝑑

π‘‘π‘Ÿ

(

π‘Ÿ π‘‘π‘‡π‘‘π‘Ÿ

)

= 0

1 π‘Ÿ

𝑑𝑇

π‘‘π‘Ÿ + π‘Ÿ 𝑑

2𝑇 π‘‘π‘Ÿ2

( )

= 0

𝑑2𝑇

π‘‘π‘Ÿ2 + 1π‘Ÿ π‘‘π‘‡π‘‘π‘Ÿ = 0

Gunakan substitusi derivatif. Misal u = dT/dr dan du/dr = d2T/dr2

𝑑𝑒

π‘‘π‘Ÿ + 1π‘Ÿ 𝑒 = 0

Penyelesaian persamaan diferensial orde satu di atas menggunakan metode I-factor : 𝑒 π‘Ÿ( ) = 𝐼 π‘Ÿ( )1 ∫ 𝐼 π‘Ÿ( ). 𝑓 π‘Ÿ( )π‘‘π‘Ÿ + 𝐼(π‘Ÿ)𝐢1

dimana

𝐼 π‘Ÿ( ) = 𝑒π‘₯𝑝 ∫

( )

1π‘Ÿ π‘‘π‘Ÿ = exp 𝑒π‘₯𝑝 ln 𝑙𝑛 π‘Ÿ ( ) = π‘Ÿ 𝑓 𝑑( ) = 0

Maka

𝑒 π‘Ÿ( ) = 1π‘Ÿβˆ« π‘Ÿ. 0 π‘‘π‘Ÿ + πΆπ‘Ÿ1 𝑒 π‘Ÿ( ) = π‘‘π‘‡π‘‘π‘Ÿ = πΆπ‘Ÿ1

βˆ«π‘‘π‘‡πΆ

1

= ∫ π‘‘π‘Ÿπ‘Ÿ

𝑇

𝐢1 = ln 𝑙𝑛 π‘Ÿ + 𝐢2 𝑇 = 𝐢

1π‘Ÿ + 𝐢

2)

Pada saat r = 0,06 m, T = 450 K Pada saat r = 0,11 m, T = 310 K 450 = 𝐢10, 06 + 𝐢2)

310 = 𝐢

10, 11 + 𝐢

2)

Kurangi kedua persamaan di atas : 140 = 𝐢

10, 06 βˆ’ ln 𝑙𝑛 0, 11 ) 𝐢1 =βˆ’ 230, 97

Menentukan nilai C2dengan mensubstitusikan nilai C1

450 =βˆ’ 230, 970, 06 + 𝐢 )

𝐢2= 0, 865

Maka temperatur sebagi fungsi posisi ke arah radial dalam dinding insulasi dinyatakan dengan :

𝑇 =βˆ’ 230, 97π‘Ÿ + 0, 865)

dimana T temperatur (dalam K) dan r adalah posisi arah radial dalam dinding insulasi

(dalam m)

2. Misalkan solusi untuk persamaan diferensial adalah : 𝐢 = βˆ‘ π‘Ž

𝑛π‘₯𝑛 Maka

𝑑𝐢

𝑑π‘₯ = βˆ‘ 𝑛. π‘Ž

𝑛π‘₯π‘›βˆ’1

𝑑2𝐢

𝑑π‘₯2 = βˆ‘ 𝑛 βˆ’ 1( )𝑛. π‘Ž

𝑛π‘₯π‘›βˆ’2

Masukkan ke persamaan diferensial :

𝑑2𝐢

𝑑π‘₯2 βˆ’ π·π‘˜ 𝐢 = 0

βˆ‘ 𝑛 βˆ’ 1( )𝑛. π‘Ž

𝑛π‘₯π‘›βˆ’2βˆ’ π‘˜π·βˆ‘ π‘Ž

𝑛π‘₯𝑛 = 0

Suku pertama dapat diinkremen sebanyak 2 kali :

βˆ‘ 𝑛 + 1( )(𝑛 + 2). π‘Ž

𝑛+2π‘₯𝑛 βˆ’ π·π‘˜ βˆ‘ π‘Ž

𝑛π‘₯𝑛 = 0

βˆ‘ 𝑛 + 1( ) 𝑛 + 2( ). π‘Ž

𝑛+2 βˆ’ π·π‘˜. π‘Ž

(

𝑛

)

π‘₯𝑛 = 0

Masukkan n=0 : 2π‘Ž2βˆ’ π·π‘˜ π‘Ž

0= 0 β†”π‘Ž

2 = π‘˜.π‘Ž2! 𝐷0 Masukkan n=1 :

6π‘Ž3βˆ’ π·π‘˜ π‘Ž

1= 0 β†”π‘Ž

3 = π‘˜.π‘Ž3! 𝐷1 Masukkan n=2 :

12π‘Ž4βˆ’ π·π‘˜ π‘Ž

4= 0 β†”π‘Ž

4 = 12 π·π‘˜.π‘Ž2 = π‘˜

2.π‘Ž0 4! 𝐷2

Masukkan n=3 : 20π‘Ž5βˆ’ π·π‘˜ π‘Ž

3= 0 β†”π‘Ž

5 = 20 π·π‘˜.π‘Ž3 = π‘˜

2.π‘Ž1 5! 𝐷2

Dari memasukkan nilai-nilai n di atas, ditemukan pola sebagai berikut : - Untuk n genap, n β‰₯2

π‘Žπ‘›= π‘˜

𝑛/2π‘Ž0

𝑛! 𝐷𝑛/2 =

( )

π·π‘˜ 𝑛/2 π‘Žπ‘›!0

- Untuk n ganjil, n β‰₯3 π‘Žπ‘›= π‘˜

(π‘›βˆ’1)/2

π‘Ž1

𝑛! 𝐷(π‘›βˆ’1)/2 =

( )

π·π‘˜ (π‘›βˆ’1)/2 π‘Žπ‘›!1

Mengubah basis n untuk n genap (0,2,4,…) serta n ganjil (1,3,5,…) menjadi (0,1,2,…)

*Untuk n genap : π‘Žπ‘›=

( )

π·π‘˜ 𝑛 (2𝑛)!π‘Ž0

*Untuk n ganjil :

π‘Žπ‘›=

( )

π·π‘˜ 𝑛 (2𝑛+1)!π‘Ž0

Kembali ke solusi yang dimisalkan : 𝐢 = βˆ‘ π‘Ž

𝑛π‘₯𝑛= π‘Ž

0π‘₯0+ π‘Ž

1π‘₯1+ π‘Ž

2π‘₯2+ π‘Ž

3π‘₯3+ … 𝐢 = π‘Ž

0+ π‘Ž

2π‘₯2+ π‘Ž

4π‘₯4+ …

( )

+ π‘Ž1π‘₯ + π‘Ž

3π‘₯3 + π‘Ž

5π‘₯5 + …

( )

𝐢 = βˆ‘ π‘Ž

𝑛π‘₯𝑛= βˆ‘

( )

π·π‘˜ 𝑛 π‘₯(2𝑛2𝑛)!π‘Ž

0+ βˆ‘

( )

π‘˜π· 𝑛 (2𝑛+1π‘₯2𝑛+1)!π‘Ž

1

𝐢 = βˆ‘

( )

π·π‘˜ 𝑛 (2𝑛π‘₯2𝑛)!π‘Ž

0+ π‘₯

2𝑛+1

2𝑛+1 ( )!π‘Ž

(

1

)

𝐢 = βˆ‘

( )

π·π‘˜ 𝑛 π‘Ž0cosh π‘π‘œπ‘ β„Ž π‘₯ + π‘Ž

1sinh π‘ π‘–π‘›β„Ž π‘₯

( )

3. *Untuk soal ini, cukup mengubah persamaan dalam soal menjadi suatu persamaan diferensial linear orde 2. Persamaan diferensial orde 2 tersebut tidak perlu

diselesaikan. Jika Anda ingin menyelesaikannya, silahkan dicoba dengan metode koefisien tak tentu.

𝑑𝑁𝐡 𝑑𝑑 = π‘˜

1𝑁

π΄βˆ’ π‘˜

2 + π‘˜

(

3

)

𝑁𝐡 + π‘˜4𝑁𝐢

𝑑𝑁𝐴

𝑑𝑑 =βˆ’ π‘˜

1𝑁

𝐴+ π‘˜

2𝑁

𝐡

Jumlahkan kedua persamaan di atas untuk mendapat :

𝑑𝑁𝐴

𝑑𝑑 + 𝑑𝑁𝑑𝑑𝐡 =βˆ’ π‘˜

3𝑁

𝐡+ π‘˜

4𝑁

𝐢

Substitusi NCmenjadi NAdan NBberdasar neraca mol : 𝑁𝐴+ 𝑁

𝐡 + 𝑁

𝐢= 1 Maka

𝑑𝑁𝐴

𝑑𝑑 + 𝑑𝑁𝑑𝑑𝐡 =βˆ’ π‘˜

3𝑁

𝐡+ π‘˜

4 1 βˆ’ 𝑁

π΄βˆ’ 𝑁

(

𝐡

)

Subtitusi NBmenjadi NAberdasar persamaan berikut :

𝑑𝑁𝐴

𝑑𝑑 =βˆ’ π‘˜

1𝑁

𝐴+ π‘˜

2𝑁

𝐡

βˆ΄π‘π΅ = π‘˜1

2

𝑑𝑁𝐴 𝑑𝑑 + π‘˜π‘˜1

2

𝑁𝐴

Turunkan persamaan diatas :

∴ 𝑑𝑁𝑑𝑑𝐡 = π‘˜1

2

𝑑2𝑁

𝐴

𝑑𝑑2 + π‘˜π‘˜1

2

𝑑𝑁𝐴

𝑑𝑑

Substitusikan kedua persamaan di atas ke persamaan

𝑑𝑁𝐴

𝑑𝑑 + 𝑑𝑁𝑑𝑑𝐡 =βˆ’ π‘˜

3𝑁

𝐡+ π‘˜

4 1 βˆ’ 𝑁

π΄βˆ’ 𝑁

(

𝐡

)

Sehingga menjadi

𝑑𝑁𝐴 𝑑𝑑 + π‘˜1

2

𝑑2𝑁𝐴 𝑑𝑑2 + π‘˜π‘˜1

2

𝑑𝑁𝐴

𝑑𝑑 =βˆ’ π‘˜

3 1 π‘˜2

𝑑𝑁𝐴 𝑑𝑑 + π‘˜π‘˜1

2

𝑁𝐴

( )

+ π‘˜4

(

1 βˆ’ 𝑁𝐴 βˆ’

(

π‘˜12 𝑑𝑁𝑑𝑑𝐴 + π‘˜π‘˜12𝑁𝐴

) )

1 π‘˜2

𝑑2𝑁𝐴

𝑑𝑑2 + 1 + π‘˜π‘˜1

(

2

)

𝑑𝑁𝑑𝑑𝐴 =βˆ’ π‘˜π‘˜32

𝑑𝑁𝐴

𝑑𝑑 βˆ’ π‘˜π‘˜1π‘˜3

2

𝑁𝐴+ π‘˜

4 βˆ’ π‘˜

4𝑁

π΄βˆ’ π‘˜π‘˜4

2

𝑑𝑁𝐴

𝑑𝑑 βˆ’ π‘˜π‘˜1π‘˜4

2

𝑁𝐴

( )

1 π‘˜2

𝑑2𝑁𝐴

𝑑𝑑2 + 1 + π‘˜π‘˜1

(

2

)

𝑑𝑁𝑑𝑑𝐴 =βˆ’ π‘˜π‘˜32

+ π‘˜π‘˜4

(

2

)

𝑑𝑁𝑑𝑑𝐴 βˆ’ π‘˜4 + π‘˜π‘˜1π‘˜23

+ π‘˜π‘˜1π‘˜4

(

2

)

𝑁𝐴+ π‘˜4

1 π‘˜2

𝑑2𝑁𝐴

𝑑𝑑2 + 1 + π‘˜π‘˜1

2

+ π‘˜π‘˜3

2

+ π‘˜π‘˜4

(

2

)

𝑑𝑁𝑑𝑑𝐴 + π‘˜4+ π‘˜π‘˜1π‘˜23

+ π‘˜π‘˜1π‘˜4

(

2

)

𝑁𝐴= π‘˜4

Kalikan tiap ruas dengan k2untuk didapat persamaan diferensial orde 2 yang diinginkan

𝑑2𝑁𝐴 𝑑𝑑2 + π‘˜

1+ π‘˜

2+ π‘˜

3 + π‘˜

(

4

)

𝑑𝑁𝑑𝑑𝐴 + π‘˜

1 π‘˜

3 + π‘˜

(

4

)

+ π‘˜2π‘˜4

( )

𝑁𝐴 = π‘˜2π‘˜4

TB2101 ANALISIS MATEMATIKA TEKNIK BIOENERGI & KEMURGI UJIAN TENGAH SEMESTER II 2018/2019

Tanggal : 22 September 2018 Durasi : 100 menit 1. [CLO 2; SO 1; Penyelesaian PDB simultan,

nilai 30]

Pada sebuah pabrik kimia, umpan dengan laju dialirkan ke dalam tangki 1 yang disusun

π‘ž

seri dengan tangki 2 (seperti gambar di bawah). Keluaran tangki 1 dengan laju

π‘ž

,

1

masuk ke dalam tangki 2 dan selanjutnya mengalir keluar tangki 2 dengan

π‘ž

.

2

Aliran masuk dan ke1uar masing-masing

tangki dapat diungkapkan dengan persamaan diferensial

𝐴

1 π‘‘β„Ž1

𝑑𝑑

= π‘ž βˆ’ π‘ž

1

; 𝐴

2 π‘‘β„Ž2

𝑑𝑑

= π‘ž

1

βˆ’ π‘ž

2

dimanaπ‘ž1 = β„Žπ‘…1 adalah konstanta.

1

; π‘ž2 = π‘…β„Ž2

2

; 𝑅1 π‘‘π‘Žπ‘› 𝑅2

Pada saat t = 0 aliran masuk ke tangki 1 dihentikan (q = 0) dan ketinggian air di tangki 1 adalah 1 meter dan ketinggian air di tangki 2 adalah 0,5 meter. Tentukan waktu yang dibutuhkan untuk mengosongkan seluruh tangki.

2. [CLO 2; SO 1; Penyelesaian PDB orde 2, nilai 30)

Profil temperatur pelat logam yang berjarak x dari pusat sumber panas dapat diungkapkan sebagai

𝑑2𝑇

𝑑π‘₯2 + 2 𝑑𝑇𝑑π‘₯ + 4𝑇 = 0

Dalam dokumen MASTER Analisis Matematika Teknik Kimia (Halaman 31-51)

Dokumen terkait