BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teori
5. Transparansi Pengelolaan ADD
Transparansi Pengelolaan Alokasi Dana Desa merupakan salah satu komponen utama pengelolaan keuangan yang sehat. Transparansi adalah praktik pengungkapan informasi penting secara berkala kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan bagaimana pemerintah dikelola, dalam hal ini masyarakat umum. Transparansi adalah keterbukaan yang memungkinkan masyarakat untuk mengetahui dan memiliki akses yang seluas-luasnya terhadap informasi mengenai keuangan daerah.
Sahrullah, dkk (2020) mendefinisikan transparansi dan akuntanbilitas dalam pelaporan keuangan desa merupakan instrumen yang sangat penting untuk mengukur keberhasilan tata kelola dana desa dan Good Governance pemerintahan desa. Merujuk pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik yang dimana laporan keuangan harus dipublikasikan terhadap masyarakat ataupun yang membutuhkan sebagai upaya transpransi dari Pemerintah.
Transparansi didefinisikan sebagai asas keterbukaan yang memungkinkan masyarakat mengetahui dan memiliki akses informasi seluas-luasnya tentang keuangan daerah dalam Permendagri Nomor 113 Tahun 2014, yang menguraikan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan daerah. Transparansi memungkinkan setiap orang memiliki akses atau kebebasan untuk menerima
informasi tentang bagaimana pemerintah dijalankan, termasuk informasi tentang kebijakan, bagaimana kebijakan itu dibuat dan diimplementasikan, serta hasilnya.
a. Konsep Transparansi
Penggunaan prinsip transparansi merupakan salah satu teknik untuk membuat pemerintah akuntabel kepada konstituennya (keterbukaan).
Masyarakat diberi kesempatan untuk mengetahui kebijakan yang akan dan telah diambil oleh pemerintah melalui keterbukaan dalam penyelenggaraan pemerintahan (Tahir, 2016). Transparansi merupakan salah satu prinsip good governance. Menurut Werimon et al., prinsip transparansi memiliki dua komponen: hak publik untuk mengakses informasi dan komunikasi publik oleh pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah berkewajiban menjalin komunikasi yang luas dengan masyarakat mengenai berbagai persoalan dalam rangka pembangunan desa.
Untuk mengetahui apa yang dilakukan pemerintah dalam menjalankan tugasnya merupakan salah satu hak masyarakat. Empat elemen diperlukan oleh kerangka konseptual untuk meningkatkan transparansi dalam organisasi sektor publik: sistem pelaporan keuangan, sistem penilaian kinerja, audit sektor publik, dan efisiensi, (channel of accounting).
6. Akuntabilitas
Akuntabilitas juga dapat diartikan sebagai hal-hal yang harus dipertanggungjawabkan. Menurut Mardiasmo (2012) Akuntabilitas merupakan prinsip pertanggungjawaban publik yang artinya bahwa proseses pengalokasian baik mulai dari perencanaan, penyusunan dan pelaksanaan harus dilaporkan
serta dipertanggungjawabkan kepada DPRD maupun kepada masyarakat. Bukan hanya anggaran saja yang ingin diketahui oleh masyarakat tetapi mansyarakat juga bisa menuntut pertanggungjawaban atas perencanaan serta pelaksanaan atas anggaran tersebut.
Pelaksanaan akuntabilitas dalam sebuah instansi pemerintahan harus diperhatikan prinsip-prinsip akuntabilitas seperti:
1. Perlu adanya komitmen dari pimpinan maupun seluruh staf instansi untuk melakukan pengelolaan dan pelaksanaan misi agar akuntabel.
2. Merupakan suatu sistem yang mampu menjamin penggunaan sumber daya secara konsisten dangan peraturan yang berlaku.
3. Dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
4. Berorientasi pada pencapaian visi dan misi serta hasil dan manfaat yang diperoleh.
5. Harus jujur, objektif, transparan serta inovatif.
7. Good Governance
Good governance merupakan tata kepemerintahan yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa reformasi manajerial dan reformasi kelembagaan diperlukan untuk mencapai tata pemerintahan yang baik. Penataan kembali seluruh infrastruktur dan struktur organisasi instansi pemerintah daerah merupakan perubahan kelembagaan. Pemberdayaan setiap komponen daerah, termasuk masyarakat umum sebagai “stakeholder” pemerintah daerah sebagai eksekutif dan DPRD sebagai legislatif, sangat penting dalam reformasi kelembagaan.
Oleh karena itu, jika lembaga yang bertanggung jawab atas pengawasan dan audit beroperasi secara efektif, maka akan tercipta tata kelola yang baik.
Metode pengawasan dan pemeriksaan perlu ditingkatkan jika lembaga audit dan pengawasan sudah tertata dengan baik. Salah satunya adalah meningkatkan pelaksanaan dan pemeriksaan (audit) audit kinerja serta audit value for money, yang terkadang disebut sebagai audit keuangan.
Dalam memahami good governance perlu adanya pemahaman atas prinsip- prinsip. Untuk mengetahui baik buruknya pemerintah bisa dinilai bila ia telah bersinggungan dengan semua unsur prinsip-prinsip good governance. Ada beberapa prinsip-prinsip good governance sebagai diantaranya yaitu:
a. Adanya Partisipasi Masyarakat
Masyarakat mempunyai suara dalam pengambilan keputusan. Partisipasi menyeluruh tersebut dibangun berdasarkan kebebasan berkumpul dan mengungkapkan pendapat serta kapasitas untuk berpartisipasi secara konstruksi.
b. Adanya Penegakan Supremasi Hukum
Kerangka hukum harus adil dan diberlakukan tanpa pandang bulu, termasuk didalamnya hukum-hukum yang menyangkut hak asasi manusia.
c. Adanya Transparansi
Transparansi dibangun atas dasar arus informasi yang bebas serta secara keterbukaan. Segala proses pemerintahan, lembaga-lembaga maupun informasi-infomase perlu dapat diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan dan informasi yang tersedia harus memadai agar dapat dimengerti dan dipantau.
d. Peduli pada Stakeholder
Semua proses pemerintahan maupun lembaga-lembaga harus berusaha melayani semua pihak yang berkepentingan.
e. Berorientasi pada Konsensus
Tata pemerintahan yang baik menjembatani kepentingan-kepentingan yang berbeda demi terbangunnya suatu konsunsus menyeluruh dalam hal apa yang terbaik bagi kelompok-kelompok masyarakat, dan bila mungkin, konsensus dalam hal kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur.
f. Kesetaraan
Semua warga masyarakat memiliki kesempatan dalam membenahi atau mempertahankan kesejahteraan mereka.
g. Efektifitas dan Efisiensi
Prosedur pemerintahan dan lembaga-lembaga membuahkan hasil sesuai kebutuhan warga masyarakat dan dengan menggunakan sumber daya yang ada seoptimal mungkin.
h. Akuntabilitas
Para pengambil keputusan dipemerintah, sektor swasta dan organisasi- organisasi masyarakat bertanggungjawab baik kepada masyarakat maupun kepada lemabaga-lembaga yang berkepentingan. Bentuk pertanggungjawaban tersebut pasti berbeda satu dengan yang lainnya karena tergantung dari jenis organisasi yang bersangkutan.
i. Visi Strategis
Para pemimpin maupun para masyarakat mempunyai perspektif yang sangat luas dan jauh kedepan atas tata pemerintahan yang baik dan pembangunan manusia, serta kepekaanakan apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan perkembangan tersebut.
B. Tinjauan Empiris
Tabel 2.1 Tinjauan Empiris
No Nama
Peneliti/
Tahun
Judul Penelitian Metode Analisis Hasil Penelitian 1. Baiq
Kisnawati, Yuli Astini dan Riri Nigita Oktaviani, 2018
Transparansi Dan Akuntabilitas Pengeloaan Keuangan
Alokasi Dana Desa (ADD ) Di Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten
Sumbawa Besar
Kualitatif Hasil penelitian
menunjukkan bahwa transparansi pengelolaan keuangan ADD jika dilihat dari aspek perencanaan dan pelaksanaannya transparansimtersebut sudah diterapkan.
Sedangkan akuntabilitas pengelolaan keuangan
ADD dalam hal
pelaksanaa dan
pengawasan serta pertanggungjawabannya sudah baik atau akuntabel.
2. Wendi Aji Saputra dan Eva Kurnia Farhan, 2021
Transparansi Pemerintah Desa Dalam
Pengelolaan Keuangan Desa Tegalrejo
Kecamatan Tugumulyo
Kabupaten Musi Rawas,
Kualitatif Hasil penelitian
menunjukkan bahwa, transparansi dalam pengelolaan keuangan desa yang dilakukan pemerintah
desa Tegalrejo yaitu bersifat transparan.
3. Nurul Farhana Puteri, 2020
Analisis Transparansi Pengelolaan Keuangan Desa Di Desa Salo Timur Kecamatan Salo Kabupaten Kampar
Kualitatif Hasil penelitian
menunjukka bahwa Desa Salo Timur telah melaksanakan transparan pengelolaan keuangan desa.
4. Dyah Evita Dewi dan Priyo Hari Adi, 2019
Transparansi, Akuntabilitas, Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Keuangan Dana Desa Terhadap Pembangunan
Kualitatif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya didesa tersebut telah transparan bentuk akuntabilitas perangkat desa yaitu dengan melibatkan masyarakat
serta mengajak
masyarakat untuuk
Desa Di Desa Candirejo
Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang
berpartisipasi sehingga dana desa dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
5. Sahrullah, Qalbi Istiqamah, dan Ayu Retno Wahyuni, 2020
Transparansi Dan Akuntabilitas Laporan
Keuangan Desa (Studi Kasus
pada Desa
Maradekaya Kecamatan Bajeng
Kabupaten Gowa
Kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi laporan keuangan pada Desa Maradekaya cukup baik.
Sedangkan akuntabilitas pada desa ini juga cukup baik karena adanya laporan keuangan yang dibuat sebagai bukti pertanggungjawaban.
6. Acep Suherman , 2018
Laporan Keuangan Sebagai Perwujudan Transparansi dan Akuntabilitas Pemerintah Desa
Kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi terjadi karena melibatkan masyarakat dalam penyusunan anggran pendapatan belanja desa dengan mengadakan
permusyawaratan desa.
7. Sri Lestari, 2017
Analisis Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) (Studi Kasus Di Wilayah
Kecamatan Banyudono
Kualitatif
Temuan penelitian ini
menunjukkan bahwa
perencanaan dan
pelaksanaan sistem
akuntabilitas memanfaatkan
keterbukaan dan
akuntabilitas. Meskipun Akuntabilitas Alokasi Dana Desa (ADD) baik
secara teknis dan
administratif, namun pendampingan
pemerintah kabupaten tetap harus dicari atau disediakan.
8. Ibnu Ngakil dan M. Elfan Kaukab, 2020
Transparansi Dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa Di Kebupaten Wonosobo
Kualitatif Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Desa
tersebut telah
melaksanakan
transparansi dan akuntabilitas sesuai
dengan ketentuan. Dan keuangan desa telah dikelola dengan akuntabel.
9. Fatkhul Jannah dan Eka Ardiansya h, 2020
Transparansi Dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa (Studi Kasus Desa Poto Kec.
Moyo Hilir Kab.
Sumbawa)
Kualitatif Hasil penelitian
dengan berdasarkan pada Peraturan Bupati Sumbawa Noomor 14 Tahun 2017
tentang Pengeloloaan Keuangan Desa di Desa Poto telah transparan dan akuntabel meskipun dalam praktiknya masih terdapat indikator yang belum sesuai dengan Peraturan Bupati Sumbawa Nomor 14 Tahun 2017.
10. Anni Handini, 2018
Penerapan Prinsip
Akuntabilitas Dan Prinsip
Transparansi Dalam Pengelolaan Keuangan Desa
Kualitatif Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pengelolaan
keuangan desa,
Pemerintah Desa Sinduharjo telah mengadopsi prinsip transparansi dan akuntabilitas. Masyarakat, BPD, dan Bupati bergantung pada pemerintahan Desa Sinduharjo untuk melaksanakan rencana kegiatan yang dibuat dalam musyawarah desa.