KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT
4. TRANSPORT AKTIF
Transport aktif adalah pergerakan zat dari daerah encer ke daerah pekat. Transport aktif terjadi pada elektrolit terhadap suatu gradien kepekatan. Proses ini terjadi secara aktif, oleh karena itu memerlukan energi. Contoh dari transport aktif adalah penyerapan kembali zat-zat tertentu dalam tubulus ginjal.
Selaput permeabel
Selaput semi permeabel
Selaput semi permeabel Tekanan
Osmotik
Modul Ajar Anatomi Fisiologi 24 5. TEKANAN HIDROSTATIK
Tekanan hidrostatik adalah tekanan plasma dan sel-sel darah dalam pembuluh kapiler.
Tekanan penyaringan (filtration pressure)
Tekanan penyaringan adalah perbedaan antara tekanan osmotik koloid dan tekanan hidrostatik. Hal ini penting dalam perpindahan cairan dari arteriol ke rongga interstitial dan berlanjut ke venule.
TP = Tekanan penyaringan
TH = Tekanan hidrostatik darah TO = Tekanan osmotik koloid KESEIMBANGAN CAIRAN
Untuk mempertahan homeostasis tubuh, maka diperlukan keseimbangan antara asupan cairan dan haluaran cairan. Jumlah dan sumber input dan output cairan kurang lebih sbb:
Input:
Air yang dicerna : 1200-1500 cc Makanan yang dicerna : 700-1000 cc Oksidasi metabolik : 200-400 cc
Jumlah : 2100-2900 cc
Output:
Urine : 1200-1700 cc ( 25 cc/KgBB/hari) normal
Faeces : 100-200 cc
Keringat : 100-200 cc Insensible water loss
Kulit : 350-400 cc (evaporasi)
Paru : 350-400 cc (pernapasan)
Jumlah : 2100-2900 cc
PENGATURAN HOMEOSTASIS AIR 1. Pengaturan sistem pernafasan
Cairan dikeluarkan melalui paru dalam bentuk uap air.
2. Pengaturan sistem perkemihan
Ginjal secara selektif menahan elektrolit dan air untuk memelihara keseimbangan, dan mengeluarkan zat buangan dan zat yang berlebihan.
Bekerjasama dengan sistem endokrin, pada saat terjadi dehidrasi hipofise posterior mengeluarkan ADH (anti diuretik hormon). ADH
TP=TH-TO
Modul Ajar Anatomi Fisiologi 25 ini mempengaruhi tubulus ginjal menjadi lebih permeabel sehingga resorbsi air bertambah. Akibatnya urine berkurang.
3. Pengaturan sistem sirkulasi
Sistem sirkulasi sangat vital bagi pengangkutan cairan ke seluruh tubuh. Mekanisme tekanan osmotik dan tekanan hidrostatik sangat diperlukan dalam sistem ini. Ginjal dapat berfungsi dengan baik hanya jika mendapatkan sirkulasi yang baik. Gangguan pada sistem sirkulasi dapat menimbulkan gangguan keseimbangan cairan, contoh: edema paru, anuria akibat gagal ginjal, gangguan perfusi akibat syok dll.
4. Pengaturan sistem endokrin
Selain ADH, sistem endokrin mengatur homeostasis air dengan hormon aldosteron yang disekresi oleh korteks adrenal. Jika terjadi dehidrasi, terjadi peningkatan sekresi aldosteron, dengan efek terjadi peningkatan resorbsi ion natrium di tubulus ginjal, diikuti dengan resorbsi air.
5. Pengaturan sistem gastrointestinal
Air dan elektrolit diserap dalam saluran pencernaan, sehingga jumlah air dan elektrolit dapat dipertahankan. Sangat penting untuk menjaga efektifitas fungsi pencernaan untuk mencegah gangguan homeostasis cairan.
6. Pengaturan sistem saraf
Pada saat terjadi dehidrasi, terjadi rangsangan osmoreseptor di hipotalamus dengan efek terjadi rasa haus sehingga timbul keinginan untuk minum.
GANGGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN 1. Edema
Edema adalah meningkatnya volume cairan ekstraseluler dan ekstravaskuler disertai dengan dengan penimbunan cairan ini dalam sela-sela jaringan dan rongga tubuh.
Penyebab terjadinya edema antara lain : a. Obstruksi saluran limfe
b. Permeabilitas kapiler meningkat, akibat keracunan, infeksi, anafilaksis dll.
c. Tekanan hidrostatik dalam kapiler meningkat d. Tekanan osmotik dalam spasi interstitial meningkat e. Tekanan osmotik dalam kapiler menurun
2. Dehidrasi
Dehidrasi adalah gangguan keseimbangan air yang disertai output yang melebihi intake sehingga jumlah air dalam tubuh berkurang.
Modul Ajar Anatomi Fisiologi 26 Penyebab:
a. Kekurangan air (water depletion)
Terjadi akibat intake air yang kurang, sehingga disebut juga dehidrasi primer. Akibatnya terjadi pengeluaran cairan dari dalam sel (dehidrasi intraseluler) yang merangsang rasa haus.
b. Kekurangan natrium (sodium depletion)
Terjadi akibat output cairan dan elektrolit secara berlebihan, oleh karena itu disebut juga dehidrasi sekunder. Akibatnya terjadi pengeluaran cairan dari dalam sel (dehidrasi intraseluler) yang merangsang rasa haus
c. Kekurangan air dan natrium
Merupakan gabungan dari 2 proses di atas LATIHAN KEGIATAN BELAJAR-2
Latihan berikut untuk mengukur apakah pemahaman materi anda tentang keseimbangan cairan sudah baik atau perlu membaca/belajar ulang :
Ada kasus, Ny.A usia 24 tahun berat badan 65 Kg, bersalin di ruang bersalin Mawar, pada saat persalinan mengalami perdarahan sebanyak 725 cc. Hitunglah apakah perdarahan tersebut sudah dikategorikan patologis dan perlu pengganti cairan? Kalau YA, berapa jumlah cairan infus sebagai penggantinya. Berapa tetes permenit anda mengatur tetesan infusnya, kalau infus pertama diberikan jam 20.00 wib, bagaimana pengelolaan terapi infusnya ?
Kasus kedua; Bayi "A" mengalami luka bakar karena kena tumpahan kuah soto ayam, sehingga kulit melempuh di daerah dada, kedua lengan, diperkirakan kehilangan cairan sebanyak 650 cc. Hitunglah berapa mililiter cairan infus sebagai penggantinya, dan berapa tetes menit anda harus mengatur agar habis dalam 4 jam pertama.
Latihan berikutnya !!
1. Jelaskan apa itu solut dan solven, bagaimana penerapan di dalam cairan tubuh manusia.
2. Jelaskan bagaimana proses perpindahan cairan atau pertukaran zat di dalam tubuh manusia.
3. Bagaimana proses pengaturan keseimbangan cairan tubuh ?
4. Anak “B” mengalami diare BB awal 16 Kg sedangkan BB saat diperiksa 14 Kg, apakah anak tersebut mengalami dehidrasi ? apa patokannya untuk menentukan apakah seseorang dehidrasi atau tidak ?
Modul Ajar Anatomi Fisiologi 27 RANGKUMAN
TES FORMATIF KEGIATAN BELAJAR-16 Petunjuk :
Jawablah pertanyaan berikut dengan memilih satu jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang pada option jawaban yang benar.
Soal :
1. Berikut merupakan komponen solut yang termasuk kategori non elektrolit yaitu :
a. Magnesium b. Kalsium c. Glukosa d. Natrium e. Chlorida
2. Solven utama cairan di dalam tubuh manusia adalah : a. Elektrolit
b. Protein c. Glukosa d. Vitamin e. Air
Sebagian besar tubuh kita terdiri dari air. Seorang laki-laki dewasa 60% dari BB-nya adalah air, sedangkan perempuan dewasa 55% dari BB- nya adalah air. Dalam suatu larutan selalu ada komponen pelarut dan zat terlarut. Komponen pelarut berupa air, sedangkan komponen zat terlarut adalah elektrolit seperti natrium, kalium, kalsium, magnesium, chlorida dan non elektrolit seperti glukosa dan ureum.
Komposisi penyebaran air dalam tubuh seorang dewasa, 40%-nya berada di intrasel dan 20%-nya berada di ekstrasel. Dari 20% cairan ekstrasel ternyata 15%-nya merupakan cairan interstisiil, dan 5%-nya merupakan cairan intravaskuler.
Proses perpindahan cairan meliputi; difusi, osmosis, filtrasi, transport aktif dan karena tekanan hidrostatik jantung. Keberadaan cairan di dalam tubuh kita selalu dalam keadaan homeostasis (seimbang).
Keseimbangan cairan diatur oleh; pengaturan sistem pernapasan, pengaturan sistem perkemihan, pengaturan sistem sirkulasi, pengaturan sistem endokrin, pengaturan sistem gastrointestinal dan pengaturan sistem saraf.
Modul Ajar Anatomi Fisiologi 28 3. Berikut termasuk solut kategori anion :
a. Natrium b. Kalium c. Magnesium d. Kalsium e. Bikarbonat
4. Proses perpindahan cairan karena perembesan pelarut melalui selaput semi permiabel disebut :
a. Difusi b. Filtrasi c. Osmosis d. Transport aktif e. Tekanan hidrostatik
5. Seorang wanita dengan berat badan 45 Kg, jumlah produksi urine normal selama sehari adalah :
a. 1125 cc b. 1200 cc c. 1250 cc d. 1500 cc
6. Jumlah kebutuhan cairan normal untuk laki-laki dengan berat badan 45 Kg, dalam sehari adalah :
a. 1575 cc b. 1600 cc c. 2000 cc d. 2500 cc e. 2750 cc
7. Jumlah perdarahan patologis bila jumlah darah yang keluar sebanyak ... % dari total volume darah
a. 2 b. 4 c. 5 d. 8 e. 10
8. Keinginan untuk minum akibat perasaan haus saat dehidrasi merupakan pengaturan keseimbangan cairan tubuh melalui proses pengaturan ...
a. Pengaturan sistem pernapasan b. Sistem perkemihan
c. Sirkulasi d. Hormon e. Saraf
Modul Ajar Anatomi Fisiologi 29 UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT
Tugas anda setelah mengerjakan soal formatif ini adalah mencocokkan dengan kunci jawaban yang ada di bagian belakang modul dengan kode :Kunci Jawaban KB-15 Anda dinyatakan tuntas belajar manakala anda menjawab benar 8 dari 10 soal yang ada. Bila nilai anda kurang dari 8, dipersilahkan anda membaca dengan teliti materi yang anda belum pahami dengan melihat jawaban anda yang salah.
REFERENSI
Guyton&Hall, 2002. Alih bahasa Irawati Setiawan. Fisiologi Kedokteran, Jakarta, EGC.
Dunstall M, Coad J, 2001. Alih Bahasa, Brahm U Pendit. Anatomi& Fisiologi untuk Bidan, EGC, Jakarta.
Kunci Jawaban Latihan : 1. Jawaban
a. Jumlah volume darah normal adalah 75 ml x 65 Kg = 4,875 cc b. Kehilangan darah 725 cc = (725/4875)x100% = 14,8 %
c. Karena kehilangan darah > 10% maka perlu direhidrasi dengan infus sebanyak 3 x 725 cc = 2175 : 500 cc = 4.35 kolf/fles d. Jumlah tetesan = 2175 : (24 x 3)= 30,2 tts/mt (INGAT RUMUS
TETESAN INFUS)
e. Pemberian infus setiap 5,5 jam dari ( 24 jam : 4,35 fles) = pemberian mulai jam 20.00 : 24.30 : 06.00 : 11.30 : 15.00 2. Solut adalah zat terlarut dan didalam tubuh berupa elektrolit dan
non elektrolit, sedangkan solven adalah pelarut dan di dalam tubuh berupa air.
3. Pertukaran zat di dalam tubuh bisa berupa; difusi, osmosis, filtrasi, transport aktif dan karena tekanan hidrostatik jantung.
4. Jawab = (16-14/16) x 100% = 12,5 %, maka anak dikategorikan dehidrasi berat karena kehilangan cairan sebanyak 10% dari berat badan.
Modul Ajar Anatomi Fisiologi 30
Modul Ajar Anatomi Fisiologi 31 KEGIATAN BELAJAR-3