Tahap 2: Memilih 10 rumah tangga di setiap BS hasil pemutakhiran secara systematic sampling dengan implicit stratification pendidikan tertinggi yang
E. Upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk
5.3 Tuberculosis Paru
Laporan Provinsi DI Yogyakarta Riskesdas 2018 59 Tabel 5.2. 3
Prevalensi Pneumonia Berdasarkan Riwayat Diagnosis Nakes dan/atau Gejala pada Balita Menurut Kabupaten/Kota, Provinsi DIY Riskesdas 2018
Kabupaten/Kota Pneumonia
D1 D/G2 N
tertimbang
% 95 %CI % 95% CI
Kulon Progo 1,67 0,54 5,05 5,72 2,75 11,52 84
Bantul 7,10 4,10 12,03 12,80 8,30 19,22 194
Gunung Kidul 5,04 2,29 10,70 12,50 7,82 19,41 132
Sleman 0,77 0,11 5,32 2,47 0,93 6,44 246
Yogyakarta 4,66 1,72 12,01 11,30 4,98 23,65 75
Prov. DIY 3,72 2,51 5,48 8,30 6,33 10,82 731
1D: menurut diagnosis oleh Tenaga kesehatan (dokter, perawat atau bidan)
2D/G: menurut diagnosis atau gejala yang pernah dialami oleh responden.
Tabel 5.2. 4
Prevalensi Pneumonia Berdasarkan Riwayat Diagnosis Nakes dan/atau Gejala pada Balita Menurut Karakteristik, Provinsi DIY Riskesdas 2018
Karakteristik Pneumonia
D1 D/G2 N
tertimbang
% 95% CI % 95% CI
Kelompok Usia (Bulan)
0-11 4,89 1,92 11,91 5,84 2,51 12,98 125
12-23 4,75 2,16 10,16 12,30 7,64 19,21 158
24-35 2,87 0,98 8,11 5,27 2,46 10,91 142
36-47 2,55 0,94 6,73 9,36 5,29 16,02 150
48-59 3,65 1,59 8,19 7,99 4,53 13,73 156
Jenis Kelamin
Laki-laki 3,96 2,23 6,91 9,15 6,21 13,27 379
Perempuan 3,47 1,99 5,99 7,40 5,00 10,82 352
Tempat Tinggal
Perkotaan 3,81 2,42 5,94 7,96 5,68 11,05 546
Perdesaan 3,48 1,57 7,51 9,32 6,01 14,17 185
1D: menurut diagnosis oleh Tenaga kesehatan (dokter, perawat atau bidan)
2D/G: menurut diagnosis atau gejala yang pernah dialami oleh responden.
60 Laporan Provinsi DI Yogyakarta Riskesdas 2018 Prevalensi TB Paru adalah persentase responden yang pernah didiagnosis menderita TB Paru oleh dokter terhadap jumlah total responden dengan formula sebagai berikut:
π·πππππππππ π»π© π·πππ = β πππππ π»π© π·πππ (πππππππ π ππππππππ π πππππ)
βπ¨πΉπ» πΊππππ πΌπππ
Tabel 5.3. 1
Prevalensi TB Paru Berdasarkan Riwayat Diagnosis Dokter menururt Kabupaten/Kota, Provinsi DIY Riskesdas 2018
Kabupaten/Kota TB Paru
% 95%CI N
tertimbang
Kulon Progo 0,47 0,24 0,90 1.267
Bantul 0,08 0,02 0,32 2.996
Gunung Kidul 0,20 0,07 0,55 2.192
Sleman 0,02 0,00 0,12 3.591
Yogyakarta 0,35 0,15 0,82 1.272
Prov. DIY 0,16 0,10 0,24 11.319
Laporan Provinsi DI Yogyakarta Riskesdas 2018 61 Tabel 5.3. 2
Prevalensi TB Paru Berdasarkan Riwayat Diagnosis Dokter menurut Karakteristik Provinsi DIY, Riskesdas 2018
Karakteristik Prevalensi TB
% 95% CI N tertimbang
Kelompok umur (th)
< 1 0,64 0,09 4,41 138
1-4 0,00 0,00 0,00 671
5-14 0,09 0,02 0,41 1.648
15-24 0,14 0,04 0,45 1.730
25-34 0,10 0,02 0,44 1.755
35-44 0,18 0,06 0,60 1.605
45-54 0,19 0,07 0,53 1.530
55-64 0,24 0,08 0,72 1.182
65-74 0,39 0,11 1,41 639
75+ 0,00 0,00 0,00 422
Anak (0-14) 19,89 19,89 19,89 3*
Jenis kelamin
Laki-laki 0,20 0,12 0,34 5.597
Perempuan 0,12 0,05 0,26 5.722
Pendidikan
Tidak/belum pernah sekolah 0,06 0,01 0,40 890
Tidak tamat SD/MI 0,23 0,08 0,71 1.606
Tamat SD/MI 0,29 0,12 0,70 1.573
Tamat SLTP/MTS 0,09 0,02 0,45 1.666
Tamat SLTA/MA 0,16 0,07 0,35 3.459
Tamat D1/D2/D3/PT 0,09 0,02 0,34 1.228
Pekerjaan
Tidak bekerja 0,14 0,05 0,39 2.217
Sekolah 0,06 0,01 0,24 1.502
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 0,26 0,04 1,81 337
Pegawai swasta 0,20 0,07 0,56 1.347
Wiraswasta 0,16 0,04 0,56 1.463
Petani/buruh tani 0,34 0,12 0,90 1.312
Nelayan 0,00 0,00 0,00 6*
Buruh/sopir/pembantu ruta 0,10 0,01 0,70 1.227
Lainnya 0,15 0,02 1,09 302
Tempat tinggal
Perkotaan 0,14 0,08 0,24 8.262
Perdesaan 0,21 0,11 0,42 3.057
*N tertimbang <50
Pemeriksaan TB Paru yang ditanyakan pada penelitian ini meliputi pemeriksaan 1) Laboratoris Dahak seperti smear mikroskopis (sputum BTA), biakan/kultur bakteriologis, pemeriksaan Xpert MTB/RIF/Tes Cepat Molekuler [TCM]), pemeriksaan molekuler lainnya (LPA), 2) Pemeriksaan radiologis, rontgen dada/foto thoraks, dan 3) Tuberkulin test, biasanya dilakukan pada kasus TB paru anak. Formula yang digunakan adalah sebagai berikut:
62 Laporan Provinsi DI Yogyakarta Riskesdas 2018 Cara pemeriksaan TB paru = π½ππππ ππππππππ πππ
Total yang didiagnosis TB Paru
Dalam pengendalian TB Nasional, diagnosis TB paru pada orang dewasa harus ditegakan terlebih dahulu dengan pemeriksaan bakteriologis (pemeriksaan smear mikroscopis, biakan maupun tes cepat).
Jika hasil pemeriksaan bakteriologis negatif, maka diagnosis TB Paru dapat dilakukan dengan secara klinis baik pemeriksaan klinis maupun penunjang (foto thoraks) dan ditetapkan oleh dokter terlatih TB.Diagnosis TB tidak dibenarkan hanya menggunakan pemeriksaan serologis saja, foto thoraks saja, atau tuberkulin saja.
Cara pemeriksaan TB paru = π½ππππ ππππππππ πππ Total yang didiagnosis TB Paru
Selain cara melakukan diagnosis pada Riskesdas 2018 juga dapat menggambarkan proporsi pengobatan yang pernah atau sedang diterima oleh responden. Saat ini, paduan Obat Anti Tb (OAT) yang digunakan di Indonesia mengikuti rekomendasi World Health Organization (WHO) dan International Standard for TB Care (ISTC). Paduan obat Program Nasional Pengendalian TB di Indonesia meliputi: 1) Fixed Dose Combination (FDC) atau kombinasi dosis tetap (KDT) yaitupaket obat untuk satu periode pengobatan; 2) Kombipak yaitu paket obat lepas yang terdiri dari Isoniasid (H), Rifampisin (R), Pirazinamid (Z) dan Etambutol (E) yang dikemas dalam bentuk blister dan dikatagorikan sebagai obat lepasan;dan 3) Obat Lepasan yaitu Sediaan obat tunggal/bukan paket, diberikan oleh tenaga kesehatan dalam bentuk terpisah dengan dosis berdasarkan keputusan klinis.
OAT disediakan dalam bentuk paket (KDT), bertujuan untuk memudahkan pemberian obat dan menjamin kontinuitas pengobatan sampai selesai dengan prinsip satu paket untuk satu pasien dalam satu periode pengobatan. Terapi yangdiberikan adalah persentase responden yang mendapatkan obat baik Kombinasi Dosis Tetap (KDT) maupun lepasan terhadap jumlah responden pernah didiagnosis menderita TB Paru.
Laporan Provinsi DI Yogyakarta Riskesdas 2018 63 Jenis obat yang diberikan = Jenis Obat yang diberikan (KDT atau Lepasan)
βKasus TB Paru (ART yang didiagnosis menderita TB Paru)
Pengawas Minum Obat (PMO) adalah seseorang yang ditunjuk dan dipercaya untuk mengawasi dan memantau penderita tuberkulosis dalam meminum obatnya secara teratur dan tuntas. PMO bisa berasal dari keluarga, tetangga, kader, tokoh masyarakat atau petugas kesehatan.
PMO merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menjamin kepatuhan penderita untuk minum obat sesuai dengan dosis dan jadwal mencegah terjadinya resistensi obat. Pada Riskesdas 2018, keberadaan PMO diukur menurut pengakuan responden. Proporsi keberadaan PMO diukur dengan formula:
Proporsi keberadaan PMO =β kasus TB Paru dengan PMO jumlah kasus TB Paru
Proporsi penderita TB Paru yang berobat rutin adalah persentase responden penderita TB Paru yang berobat rutin terhadap yang pernah didiagnosis menderita TB Paru oleh tenaga kesehatan
Rutinitas minum obat = βART yang rutin minum obat secara rutin
βKasus Tb Paru (ART yang didiagnosis menderita TB Paru)
64 Laporan Provinsi DI Yogyakarta Riskesdas 2018 Tabel 5.3. 3
Proporsi Pemeriksaan /Diagnosis TB Paru, Jenis Terapi TB yang Diberikan dan Ketersediaan Pengawas Minum Obat Menurut Karakteristik, Provinsi DIY Riskesdas 2018
Karakteristik Cara penegakan diagnosis Therapi memiliki
PMO N
tertimbang Dahak Mantoux Rontgen
dada KDT lepasan Kelompok umur
(th)
< 1 0,00 0,00 100,00 100,00 0,00 100,00 1*
5-14 31,39 31,39 100,00 31,39 100,00 100,00 2*
15-24 62,54 0,00 100,00 100,00 37,46 62,54 3*
25-34 68,50 0,00 68,50 100,00 31,50 68,50 2*
35-44 58,12 0,00 17,99 100,00 41,88 58,12 4*
45-54 79,82 0,00 79,82 100,00 0,00 68,29 4*
55-64 37,93 0,00 100,00 100,00 82,64 17,36 4*
65-74 100,00 0,00 100,00 100,00 16,72 83,28 3*
Jenis kelamin
Laki-laki 56,11 31,39 89,77 90,46 52,16 56,50 14*
Perempuan 68,27 0,00 63,94 100,00 18,42 76,63 8*
Pendidikan Tidak/belum pernah
sekolah 100,00 0,00 100,00 100,00 0,00 100,00 1*
Tidak tamat SD/MI 38,85 0,00 67,08 71,78 61,15 67,08 5*
Tamat SD/MI 71,08 100,00 100,00 100,00 61,70 48,89 6*
Tamat SLTP/MTS 100,00 0,00 21,93 100,00 0,00 78,07 2*
Tamat SLTA/MA 73,90 0,00 89,96 100,00 26,10 73,90 7*
Tamat D1/D2/D3/PT 0,00 0,00 44,49 100,00 44,49 0,00 1*
Pekerjaan
Tidak bekerja 70,93 0,00 61,19 100,00 29,07 60,02 4*
Sekolah 100,00 100,00 100,00 100,00 53,45 100,00 1*
PNS/ TNI/ Polri/
BUMN/ BUMD 100,00 0,00 100,00 100,00 0,00 100,00 1*
Pegawai swasta 57,85 0,00 57,85 100,00 20,56 57,85 3*
Wiraswasta 41,87 0,00 100,00 100,00 76,69 23,31 3*
Petani/buruh tani 71,87 0,00 71,87 100,00 41,63 58,37 6*
Nelayan 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0*
Buruh/ sopir/
pembantu ruta 100,00 0,00 100,00 100,00 0,00 100,00 2*
Lainnya 0,00 0,00 100,00 100,00 100,00 0,00 1*
Tempat tinggal
Perkotaan 54,80 19,89 83,87 90,60 45,43 63,11 14*
Perdesaan 70,84 0,00 73,43 100,00 29,16 65,76 8*
Prov. DIY 60,69 80,04 19,89 94,05 39,45 64,08 22*
*N tertimbang <50
** Jumlah sampel tidak refresentatif untuk menggambarkan kabupaten/kota
Laporan Provinsi DI Yogyakarta Riskesdas 2018 65 Tabel 5.3.4.
Proporsi Penderita TB (< 6 Bulan) yang Minum Obat Secara Rutin Menurut Karakteristik, Provinsi DIY, Riskesdas 2018
Karakteristik Minum obat rutin1
% 95% CI N tertimbang
Kelompok umur (th)
< 1 100,00 100,00 100,00 1*
1-4 N/A N/A N/A N/A
5-9 N/A N/A N/A N/A
10-14 N/A N/A N/A N/A
15-24 100,00 100,00 100,00 1*
25-34 N/A N/A N/A N/A
35-44 30,04 0,84 95,61 2*
45-54 100,00 100,00 100,00 1*
55-64 100,00 100,00 100,00 2*
65-74 100,00 100,00 100,00 NA
Jenis kelamin 75+
Laki-laki 76,63 4,85 99,53 3*
Perempuan 65,55 1,84 99,49 4*
Pendidikan
Tidak/ belum pernah sekolah N/A N/A N/A N/A
Tidak tamat SD/MI 54,13 0,20 99,85 3*
Tamat SD/MI N/A N/A N/A N/A
Tamat SLTP/MTS N/A N/A N/A N/A
Tamat SLTA/MA 76,63 2,90 99,72 3*
Tamat D1/D2/D3/PT N/A N/A N/A N/A
Pekerjaan
Tidak bekerja N/A N/A N/A N/A
Sekolah 100,00 100,00 100,00 1*
PNS/ TNI/ Polri/ BUMN/ BUMD 100,00 100,00 100,00 1*
Pegawai swasta 0,00 0,00 0,00 1*
Wiraswasta 100,00 100,00 100,00 1*
Petani/buruh tani 54,13 0,20 99,85 3*
Nelayan N/A N/A N/A N/A
Buruh/ sopir/ pembantu ruta N/A N/A N/A N/A
Lainnya N/A N/A N/A N/A
Tempat tinggal
Perkotaan 72,78 4,59 99,33 5*
Perdesaan 60,94 0,60 99,75 2*
Minum obat Rutin1: selalu minum obat dalam 1 periode pengobatan tanpa terlewat
1Jumlah sampel tidak bisa menggambarkan keterwakilan wilayah karena N terlalu kecil untuk populasi yang dimaksud (tidak bisa digunakan sebagai acuan).
*tidak bisa menggambarkan keterwakilan wilayah karena N terlalu kecil untuk populasi yang dimaksud (tidak bisa digunakan sebagai acuan)
* N tertimbang <50
66 Laporan Provinsi DI Yogyakarta Riskesdas 2018 5.4 Hepatitis
Pada Riskesdas 2018, kejadian hepatitis diukur dengan wawancara dengan pertanyaan βDalam 1 tahun terakhir, apakah [NAMA] pernah didiagnosis menderita Hepatitis melalui pemeriksaan darah oleh dokter?β
jika menjawab βYaβ maka dianggap Hepatitis.
Prevalensi hepatitis adalah persentase ART yang mengaku menderita hepatitis yang didiagnosis oleh dokter terhadap total responden, dihitung dengan formula sebagai berikut:
Prevalensi Hepatitis =β Kasus Hepatitis menurut riwayat diagnosis dokter
β ART π πππ’π π’ππ’π
Tabel 5.4. 1
revalensi Hepatitis Berdasarkan Riwayat Diagnosis Dokter menurut Kabupaten/Kota, Provinsi DIY, Riskesdas 2018
Kabupaten/Kota Prevalensi Hepatitis
% 95%CI N tertimbang
Kulon Progo 0,23 0,10 0,55 1.267
Bantul 0,60 0,35 1,05 2.996
Gunung Kidul 0,12 0,04 0,36 2.192
Sleman 0,21 0,08 0,53 3.591
Yogyakarta 0,69 0,34 1,39 1.272
Prov.DIY 0,35 0,25 0,51 11.319
Laporan Provinsi DI Yogyakarta Riskesdas 2018 67 Tabel 5.4. 2
Prevalensi Hepatitis Berdasarkan Riwayat Diagnosis Dokter menurut Karakteristik, Provinsi DIY, Riskesdas 2018
Karakteristik Diagnosis Hepatitis
% CI %95 N
tertimbang Kelompok umur (th)
< 1 1,34 0,24 7,13 138
1-4 0,49 0,15 1,55 671
5-14 0,25 0,10 0,64 1.648
15-24 0,05 0,01 0,36 1.730
25-34 0,35 0,14 0,87 1.755
35-44 0,40 0,18 0,88 1.605
45-54 0,85 0,42 1,71 1.530
55-64 0,19 0,05 0,80 1.182
65-74 0,32 0,08 1,28 639
75+ 0,00 0,00 0,00 422
Jenis Kelamin
Laki-laki 0,20 0,10 0,41 5.597
Perempuan 0,50 0,32 0,77 5.722
Daerah
Perkotaan 0,43 0,29 0,64 8.262
Perdesaan 0,14 0,06 0,31 3.057
Pendidikan
Tidak sekolah 0,34 0,11 1,04 890
Tidak tamat SD 0,19 0,07 0,56 1.606
Tamat SD 0,23 0,07 0,75 1.573
Tamat SLTP 0,47 0,18 1,27 1.666
Tamat SLTA 0,19 0,09 0,39 3.459
Tamat D1/D2/D3/PT 0,90 0,42 1,90 1.228
Pekerjaan
Tidak bekerja 0,42 0,21 0,86 2.217
Sekolah 0,11 0,03 0,43 1.502
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 0,59 0,13 2,66 337
Pegawai Swasta 0,39 0,12 1,26 1.347
Wiraswasta 0,60 0,26 1,35 1.463
Petani/Buruh tani 0,30 0,10 0,83 1.312
Nelayan 0,00 0,00 0,00 6*
Buruh/ sopir/ pembantu ruta 0,07 0,01 0,47 1.227
Lainnya 0,00 0,00 0,00 302
*N tertimbang <50