• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.5 Remaja

2.5.5 Tugas Perkembangan Remaja

Tugas perkembangan pada masa remaja adalah mulai mencari jati diri di luar bagian dari suatu keluarga Schubert, 2006 dalam (adhi, 2020). Pada saat yang sama, konformitas dengan teman-teman sebaya juga amat penting. Remaja lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman sebaya dan lebih sedikit dengan keluarga Papalia, Olds & Feldman, 2009 dalam (Dwinanda et al., 2017)

Havinghurst dalam (Astrella, 2017) pada tahun 1972 mengemukakan suatu teori yang dinamakan teori tugas perkembangan (developmental task) yang didalamnya mengatakan bahwa setiap individu, pada setiap tahapan usia mempunyai tujuan untuk mencapai suatu kepandaian, keterampilan, pengetahuan, sikap, dan fungsi tetentu, sesuai dengan kebutuhan pribadi yang timbul dari dalam dirinya (faktor nativisme) dan tuntutan yang datang dari masyarakat sekitar (faktor empirisme). Selanjutnya Havinghurst dalam (Siregar & Psi, 2021) menyatakan bahwa ada 10 tugas perkembangan yang harus dicapai oleh remaja yaitu :

1. Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita.

2. Mencapai peran sosial sebagai pria atau wanita.

3. Menerima keadaan fisiknya dan mengemukakannya secara efektif.

4. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan dengan orang dewasa lainnya.

5. Mencapai jaminan kemandirian ekonomi.

6. Memilih dan mempersiapkan lapangan pekerjaan.

7. Mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga.

8. Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan bagi warga negara.

9. Mencapai tingkah laku sosial yang bertanggung jawab.

10. Memperoleh suatu himpunan nilai-nilai dan sistem etika sebagai pedoman tingkah laku.

Tugas perkembangan remaja yang paling mendasari untuk penelitian ini adalah tugas perkembangan dimana remaja mampu menjalin hubungan baik dengan orang lain, berperilaku yang diterima oleh sosial dan mengakui tata nilai dan sistem etika yang membimbing segala tindakan dan pandangan. Memenuhi tugas tersebut, remaja sangat membutuhkan keterampilan sosial

59 Keterangan :

: Diteliti

: Tidak Diteliti

Gambar 3.1 Kerangka Konseptual Hubungan Perilaku Seksual Pranikah dengan Pernikahan Usia Dini pada Remaja di Wilayah Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.

Faktor Predisposisi (Predisposing Factor) 1. Pengetahuan 2. Sikap

3. Kepercayaan 4. Keyakinan 5. Persepsi 6. Nilai Budaya/

Norma

Faktor Pendukung (Enabling Factor) 1. Ketersediaan

Sumber daya 2. Sarana dan

prasarana

Fasilitas Kesehatan 3. Lingkungan

Faktor Pendorong (Reinforcing Factor) 1. Teman sebaya 2. Orang tua 3. Guru

4. Petugas Kesehatan 5. Tokoh masyarakat

Pernikahan Usia Dini Bentuk perilaku pernikahan usia dini:

1. Putus sekolah 2. Hamil diluar nikah 3. Paksaaan orangtua 4. Sudah saling

mencintai 5. Ekonomi

Upaya penanganan perilaku seksual pranikah:

1. Meningkatkan kemampuan kontrol diri remaja 2. Meningkatkan

pengetahuan kesehatan reproduksi

Upaya penanganan perilaku pernikahan usia dini menurut:

1. Memberikan pengarahan kepada remaja yang belum menikah

2. Penyuluhan kepada keluarga.

3. Melakukan sosialisasi 4. Memperbaiki kualitas

hidup dan gaya hidup Perilaku Seksual

Pranikah Bentuk perilaku seksual pranikah remaja:

1. Touching 2. Kissing 3. Petting 4. Sexual

Intercourse

3.1.1 Penjelasan Kerangka Konseptual

Dari gambar 3.1 dapat dijelaskan bahwa ada hubungan perilaku seksual pranikah terhadap pernikahan usia dini. Selanjutnya dalam promosi Kesehatan terdapat pengkajian dan penindaklanjutan (Procede-proceed model) diadaptasi dari konsep Lawrence Green. Yang mana model ini mengkaji perilaku manusia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta cara menindaklanjutinya dengan berusaha mengubah, memelihara atau meningkatkan perilaku kea rah yang lebih positif. Maka dari iitu suatu program yang digunakan dalam memperbaiki perilaku Kesehatan adalah penerapan ke empat proses pada umumnya ke dalam model pengkajian dan penindaklanjutan (Nursalam, 2016 dalam Hafida et al., 2018)

Menurut teori Green (1991) perilaku individu atau masyarakat dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu: (1) faktor predisposisi (predisposing factor), adalah faktor internal yang ada pada individu, keluarga atau kelompok yang mempermudah individu untuk berperilaku atau bertindak yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, kepercayaan, nilai-nilai dan sebagainnya. (2) faktor pendukung (enabling factor), adalah faktor yang memungkinkan motivasi atau keinginan terlaksananya perilaku tersebut termasuk didalamnya adalah sarana dan prasarana serta fasilitas Kesehatan.

(3) faktor pendorong (reinforcing factor), adalah faktor yang menguatkan perilaku individua atau masyarakat yang terwujud dalam sikap dan perilaku petugas Kesehatan, tokoh agama serta masyarakat. Ketiga faktor tersebut dapat dipengaruhi oleh Pendidikan Kesehatan. Sehingga dengan melakukan Pendidikan Kesehatan akan mempengaruhi faktor predisposisinya (pengetahuan dan sikap), serta faktor pendukung

Adapun perilaku seksual pranikah remaja yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tingkah laku yang berhubungan dengan cara melepaskan Hasrat/dorongan seksual yang dilakukan remaja tanpa melalui proses pernikahan yang sah menurut hukum maupun agama. Adapun upaya dalam penanganan perilaku seksual pranikah yaitu dengan meningkatkan kemampuan kontrol diri pada remaja dan meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi. Pada penelitian ini, perilaku seksual pranikah menjadi variable bebas (independent). Sedangkan pernikahan usia dini menjadi variable tergantung (dependent).

Pernikahan usia dini timbul akibat putus sekolah, hamil diluar nikah, paksaan orangtua dan masalah ekonomi yang ada. Hal tersebut dapat memicu adanya pernikahan dini. Adapun upaya penangan perilaku pernikahan usia dini yaitu memberikan sosialisasi, penyuluhan kepada keluarga dan memberikan pengarahan kepada remaja yang belum menikah.

3.2 Hipotesis Penelitian

Hipotesis penelitian adalah jawaban sementara dari rumusan masalah atau pertanyaan penelitian (Nursalam, 2020)

H1 : Ada Hubungan antara Perilaku Seksual Pranikah dengan Pernikahan Usia Dini pada Remaja di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban

62

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian analitik korelasional karena peneliti hanya mengkaji hubungan antara variabel tanpa memberikan perlakuan. Dan pendekatan waktu dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang berarti bahwa peneliti ini menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali pada satu saat (Nursalam, 2020). Variabel Independen yaitu perilaku seksual pranikah dan Variabel Dependen yaitu pernikahan usia dini.

Penelitian ini di lakukan dengan tujuan utama yaitu untuk melihat dan mengetahui adanya Hubungan Perilaku Seksual Pranikah dengan Pernikahan Usia Dini pada Remaja di Wilayah Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.

4.2 Populasi dan Sampel 4.2.1 Populasi Penelitian

Populasi dalam penelitian yaitu subjek (misalnya manusia; klien) yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan (Nursalam, 2020). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja yang menikah dini pertama kali di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban pada tahun 2019-2022 total sebanyak 312 orang.

4.2.2 Sampel Penelitian

Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari remaja yang menikah dini pertama kali di KUA Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban dengan kriteria sebagai berikut:

1. Kriteria inklusi

Kriteria inklusi menurut (Nursalam, 2020) adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau dan akan diteliti.

Pertimbangan ilmiah harus menjadi pedoman ketika menentukan kriteria inklusi.

1) Remaja yang menikah usia dini di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban 2) Remaja yang menikah usia dini bersedia menjadi responden

2. Kriteria ekslusi

Kriteria ekslusi menurut (Nursalam, 2020) adalah menghilangkan atau mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari studi karena berbagai sebab.

1) Remaja yang menikah usia dini mengisi kuesioner tidak sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan

4.2.3 Besar Sampel

Besar sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan rumus sebagai berikut:

𝑛 = 𝑁. 𝑧2. 𝑝. 𝑞 d2 (𝑁 − 1) + 𝑧2. 𝑝. 𝑞

Keterangan :

n= : perkiraan besar sampel N : perkiraan besar populasi

z :nilai standar normal untuk α = 0,05 /(1,96)

p :perkiraan proporsi, jika tidak diketahui dianggap 50%

q :1-p (100%-p)

d :tingkat kesalahan yang dipilih (d=0,05) Jadi besar sampel yang diperoleh yaitu:

𝑛 = 𝑁.𝑧2.𝑝.𝑞

d2 (𝑁−1)+𝑧2.𝑝.𝑞

𝑛 = 312.(1,96)2.0,5.0,5

(0,05)2 (312−1)+(1,96)2.0,5.0,5 𝑛 =299,6448

1,7379 = 172,417 𝑛 = 172

Berdasarkan perhitungan tersebut, didapatkan hasil bahwa besar sampel dalam penelitian ini berjumlah 172 responden yang berasal dari remaja yang menikah usia dini di KUA Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.

Kemudian dilakukan penentuan jumlah sampel pada masing-masing desa yang diteliti. Jumlah sampel setiap desa didapatkan dengan menggunakan rumus proporsional random sampling sebagai berikut:

𝑁 =𝑛

𝑆 𝑥 𝑛 Keterangan:

N = jumlah sampel tiap desa n = jumlah populasi tiap desa

S = jumlah total populasi 17 desa di wilayah Kecamatan Kerek

Hasil yang didapatkan dari masing-masing proporsional random sampling adalah sebagai berikut:

1. Desa Margomulyo : 14

312 𝑥 172 = 8 2. Desa Jarorejo : 8

312 𝑥 172 = 4 3. Desa Hargoretno : 9

312 𝑥 172 = 5 4. Desa Tengger Wetan : 20

312 𝑥 172 = 11 5. Desa Sidonganti : 23

312 𝑥 172 = 13 6. Desa Trantang : 12

312 𝑥 172 = 7 7. Desa Gemulung : 24

312 𝑥 172 = 13 8. Desa Wolutengah : 45

312 𝑥 172 = 25

9. Desa Gaji : 95

312 𝑥 172 = 52 10. Desa Kedungrejo : 19

312 𝑥 172 = 11 11. Desa Mergorejo : 15

312 𝑥 172 = 8 12. Desa Temayang : 2

312 𝑥 172 = 1 13. Desa Padasan : 8

312 𝑥 172 = 4 14. Desa Karanglo : 6

312 𝑥 172 = 3 15. Desa Sumberarum : 5

312 𝑥 172 = 3 16. Desa Kasiman : 4

312 𝑥 172 = 2 17. Desa Mliwang : 3

312 𝑥 172 − 2

Jadi besar sampel untuk penelitian ini adalah 172 orang.

4.2.4 Tehnik Sampling

Tehnik sampling dalam penelitian ini menggunakan tehnik probability sampling jenis. Menurut (Sugiyono, 2018), proporsional random sampling yaitu cara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan cara acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi tersebut. Dengan cara mengundi sampel penelitian.

Tahapan yang dilakukan dalam pengambilan sampel penelitian ini dengan cara frame sampling menginput data 172 responden dari seluruh desa di Kecamatan Kerek sebagai berikut:

1. Peneliti membuat daftar semua unit sampel berupa nama calon responden, disusun dan diberi nomer urut per masing-masing Desa di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban pada aplikasi spin wheel secara online.

2. Selanjutnya peneliti memutar spin tersebut dan memilih nama calon responden dan asal desa sejumlah 172.

3. Kemudian peneliti meng-copy paste nama desa yang muncul pada Microsoft excel dan nama desa itulah yang akan dijadikan sebagai sampel penelitian.

4.3 Kerangka Operasional

Gambar 4.1 Kerangka Operasional Hubungan Perilaku Seksual Pranikah dengan Pernikahan Usia Dini pada Remaja di Wilayah Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban

Desain Penelitian Penelitian ini menggunkan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross

sectional

Populasi Penelitian Seluruh remaja yang menikah usia dini di KUA Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban

pada tahun 2019 hingga 2022 yang berjumlah 312 Orang

Tehnik Sampling Penelitian ini menggunakan tehnik sampling proporsional random sampling

Sampel Penelitian Sebagian dari remaja yang menikah usia dini di KUA Kecamatan Kerek

Kabupaten Tuban yang berjumlah 172 orang

Variable Independent Perilaku Seksual Pranikah

Variable Dependent Pernikahan Usia Dini

Pengolahan Data Penelitian Editing, Coding, Scoring, Tabulating

Analisa Data Uji Rank Spearmen

Kesimpulan Ada hubungan atau tidak

4.4 Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu variabel independen dan variabel dependen.

4.4.1 Variabel Independen

Variabel independen pada penelitian ini adalah perilaku seksual pranikah.

4.4.2 Variabel Dependen

Variabel dependen pada penelitian ini adalah pernikahan usia dini.

4.5 Definisi Oprasional

Definisi oprasional adalah definisi berdasarkan karakteristik yang diamati dari sesuatu yang didefinisikan tersebut dan definisi oprasional dirumuskan untuk kepentingan akurasi, komunikasi dan replikasi (Nursalam, 2020)

Tabel 4.1 Definisi Oprasional Hubungan Perilaku Seksual Pranikah dengan Pernikahan Usia Dini pada Remaja di Wilayah Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban

Variabel Definisi Oprasional

Indikator Alat Ukur Skala Kode/Skor Variabel

Independen:

Perilaku Seksual Pranikah

Segala aktivitas laki- laki dan perempuan yang didasari oleh

dorongan- dorongan seks dari dalam diri untuk mencapai kepuasan dan pemenuhan kebutuhan seksual yang dilakukan baik dengan diri sendiri maupun orang lain.

1. Pengertian perilaku seksual pranikah 2. Tahap efek

perilaku seksual pranikah 3. Dampak perilaku seksual pranikah

Kuesioner Perilaku Seksual Pranikah

Ordinal Kode : Tidak pernah : 1

Pernah : 2 Jarang : 3 Sering : 4

Skor : Menyimpang ringan : 15- 30

Menyimpang sedang : 31- 45

Menyimpang berat : 46-60

Variabel Dependen:

Pernikahan Usia Dini

Suatu pernikahan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dan seorang perempuan, formal atau tidak formal yang dilakukan dibawah usia 18 tahun.

1. Pengertian pernikahan usia dini 2. Batasan

usia yang dikatakan menikah usia dini 3. Resiko

pernikahan dini terhadap Kesehatan reproduksi 4. Dampak

pernikahan usia dini 5. Pencegahan

pernikahan usia dini

Kuesioner Pernikahan Usia Dini

Ordinal Kode : Benar : 1 Salah : 0

Skor : Baik : 14-21 Cukup : 8-13 Kurang :

<7

4.6 Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner tertutup, yaitu kuesioner yang berisi pertanyaan dan responden hanya memilih benar atau salah. Kuesioner yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari data demografi, kuesioner pernikahan usia dini dan kuesioner perilaku seksual pranikah.

1. Data Demografi

Data demografi berjumlah 7 pertanyaan terdiri dari nama responden (inisial), usia (saat ini), alamat, jenis kelamin, pendidikan terakhir, usia menikah, status saat ini (menikah, belum menikah)

2. Kuesioner Pernikahan Usia Dini

Instrumen pada penelitian diperoleh melalui kuesioner pernikahan usia dini yang dikembangkan oleh (Ulfah Nur Aisah, 2018). Adapun kisi-kisi kuesioner sesudah dilakukan uji validitas oleh peneliti sebelumnya dalam penelitian ini yaitu:

Variabel Indikator Nomor soal Jumlah

Pengetahuan tentang pernikahan usia dini

Pengertian pernikahan usia dini

1, 2 2

Faktor yang mempengaruhi pernikahan usia dini

7, 10, 18 3 Dampak pernikahan usia

dini

4, 5, 6, 8, 9, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 19, 20

13 Pencegahan pernikahan

usia dini

3, 11, 21 3

Jumlah soal 21 21

3. Kuesioner Perilaku Seksual Pranikah

Kuesioner perilaku seks pranikah ini dimodifikasi dari (Muflih ,2018) yang terdiri dari 15 pernyataan dengan pilihan jawaban benar diberi nilai 1, salah diberi nilai 0. Adapun kisi-kisi kuesioner sesudah dilakukan uji validitas oleh peneliti sebelumnya dalam penelitian ini yaitu:

Variabel Indikator Favourable Unfavourable Total Pengetahuan

tentang perilaku seksual pranikah

Definisi dari:

1. Mastrubasi 2. Touching 3. Kissing 4. Oral sex 5. Petting 6. Sexual

intercouse

1 3 - 8 - -

- 2 5 - 10 11, 14

1 2 1 1 1 2 Dampak dari:

1. Mastrubasi 2. Touching 3. Kissing 4. Oral sex 5. Petting 6. Sexual

intercouse

- 6 7 - 12 15

4 - - 9 - 13

1 1 1 1 1 2

Total 7 8 15

4.7 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.7.1 Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban dengan pertimbangan daerah tersebut menyumbang angka tertinggi pernikahan usia dini.

4.7.2 Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Maret 2023 4.8 Prosedur Pengambilan dan Pengumpulan Data

Proses pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan langkah awal, yaitu tahap orientasi yang meliputi: pemberian surat izin survei awal dari instansi

kepada kepala KUA Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Setelah mendapat izin akan di tindak lanjuti oleh masing-masing Kepala Desa. Selanjutnya peneliti berkoordinasi dengan kader tiap desa wilayah Kecamatan Kerek untuk meminta bantuan kader menemani melakukan kunjungan rumah atau door to door kepada responden untuk pengambilan data.

Peneliti memperkenalkan diri serta menyampaikan tujuan kedatangan kemudian memberikan penjelasan tentang proses pengambilan data penelitian, apabila responden setuju maka selanjutnya diberi lembar permintaan menjadi responden dalam penelitian (Informed Consent) dalam bentuk kuesioner yang telah dibuat oleh peneliti. Jika calon responden tidak bersedia menjadi partisipan dalam penelitian maka peneliti tidak akan memaksa demi menjaga hak-hak calon responden.

Responden diberikan penjelasan oleh peneliti tentang cara pengisian dan memfasilitasi apabila kemungkinan terdapat kebingungan atau kesalahan dalam pengisian kuesioner. Peneliti memberikan alokasi pengisian kuesioner 10-15 menit.

Setelah responden selesai mengisi kuesioner, peneliti melakukan pengecekan apakah sudah terisi lengkap atau belum.

Selanjutnya peneliti memberikan souvenir sebagai ucapan terima kasih atau kesediaannya menjadi responden penelitian. Kegiatan selanjutnya adalah tahap pengolahan dan Analisa data.

4.9 Analisa Data

Analisa data merupakan proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan

dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang didasarkan oleh data (STEI INDONESIA, 2017). Proses analisa data dimulai dengan menelaah seluruh data yang sudah dituliskan dalam pengamatan lapangan, dokumen pribaadi, dokumen resmi, gambar dan sebagainya. Setelah semua data penelitian terkumpul, selanjutnya dilakukan pengolahan data dengan tahapan sebagai berikut:

1. Editing

Editing atau disebut juga sebagai tahap pemeriksaan data merupakan suatu kegiatan menyeleksi data yang masuk dari proses pengumplan data serta memeriksa kembali kelengkapan data yang telah terkumpul dan kesesuaiannya terhadap topik penelitian.

2. Coding

Coding dilakukan dengan memberikan kode terhadap jawaban yang ada pada kuesioner bertujuan untuk mempermudah dalam analisis data dan dapat mempercepat proses memasukan data.

1) Data Perilaku Seksual Pranikah Kode :

(1) Tidak Pernah : 4 (2) Pernah : 3 (3) Jarang : 2 (4) Sering : 1 Kriteria :

(1) Menyimpang Ringan : 15 - 30 (2) Menyimpang Sedang : 31 - 45

(3) Menyimpang Berat : 46 - 60 2) Data Pernikahan Usia Dini

Kode :

(1) Benar : 1 (2) Salah : 0 Kriteria :

(1) Baik : 14 - 21 (2) Cukup : 8 - 13 (3) Kurang : <7 3. Scoring

Tahap ini merupakan tahap memberikan penilaian terhadap item yang perlu diberikan penilaian dilakukan setelah ditetapkan kode jawaban atau hasil pengisian kuesioner sehingga setiap jawaban responden dapat diberikan skor, hal tersebut dilakukan untuk mempermudah pengolahan data. Scoring dalam penelitian ini data perilaku seksual pranikah dan pernikahan usia dini di wilayah Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.

1) Perilaku Seksual Pranikah

(1) Jumlah pertanyaan sebanyak 15

(2) Jumlah pilihan jawaban sebanyak 4 yaitu “tidak pernah” skor 1,

“pernah” skor 2, “jarang” skor 3 dan “sering” skor 4 (3) Skor minimal dari pilihan jawaban yaitu 1

(4) Skor maksimal dari pilihan jawaban yaitu 4

(5) Menentukan jumlah skor minimal = skor minimal x jumlah pertanyaan = 1 x 15 = 15

(6) Menentukan jumlah skor maksimal = skor maksimal x jumlah pertanyaan = 4 x 15 = 60

(7) Menggolongkan menjadi 3 kategori yaitu baik, cukup dan kurang (8) Menentukan Range (R) = skor maksimal = skor minimal = 60 – 15

= 45

(9) Menentukan Interval

Interval (I) = Range (R) ÷ Kategori (K) I = 45 ÷ 3 = 15

(10) Menghitung scoring perilaku seksual pranikah I = skor maksimal – interval (I) = 60 – 15 = 45 I1 = I1 – interval (I) = 45 – 15 = 30

I3 = I2 – interval (I) = 30 – 15 = 15

Sehingga diperoleh kesimpulan hasil bahwa “menyimpang ringan”

skor 15-30 “menyimpang sedang” skor 31-45 dan “menyimpang berat” skor 46-60

2) Pernikahan Usia Dini

(1) Jumlah pertanyaan sebanyak 21

(2) Jumlah pilihan jawaban sebanyak 2 yaitu “benar” skor 1 dan “salah”

skor 0

(3) Skor minimal dari pilihan jawaban yaitu 0 (4) Skor maksimal dari pilihan jawaban yaitu 1

(5) Jumlah skor minimal = skor minimal x jumlah pertanyaan = 0 x 21

= 0

(6) Jumlah skor maksimal = skor maksimal x jumlah pertanyaan = 1 x 21 = 21

(7) Interval (I) = Range (R) ÷ Kategori (K)

(8) Range (R) = skor maksimal – skor minimal = 21 – 0 = 21 (9) Kategori (K) = 3 yaitu “baik”. “cukup” dan “kurang”

(10) Interval (I) = 21 ÷ 3 = 7

(11) Kriteria penilaian = skor maksimal – interval = 21 – 7 = 14

Sehingga diperoleh kesimpulan hasil bahwa “baik” skor 14-21

“cukup” skor 8-13 “kurang” skor <7.

4. Tabulating

Tabulating merupakan Langkah memasukan data berdasarkan hasil penelitian data di lapangan. Hal ini dilakukan setelah editing, coding dan scoring seleksi dilakukan.

5. Interprestasi data

Menurut Arikunto (1994) dalam Hasanah (2022), interpretasi data berdasarkan subvariabel dikategorikan dengan kriteria:

1) Seluruhnya : 100%

2) Hampir seluruhnya : 76-99%

3) Sebagian besar : 51-75%

4) Setengahnya : 50%

5) Hampir setengahnya : 26-49%

6) Sebagian kecil : 1-25%

7) Tidak satupun : 0%

6. Uji Statistika

Dalam penelitian ini menggunakan uji Rank Spearman, Uji Koefisien Korelasi Spearman's Rank adalah uji statistik untuk menguji 2 variabel yang berdata ordinal atau salah satu variabel berdata ordinal dan lainnya nominal maupun rasio. Artinya, terkait dengan karakteristik skala data ordinal tersebut maka uji korelasi Spearman termasuk statistik nonparametrik yaitu tidak mensyaratkan data harus berdistribusi normal. Untuk mengetahui terdapat hubungan atau tidak dapat dilihat dari nilai signifikansi dan seberapa kuat hubungan tersebut dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi atau r. Namun sebelumnya dalam korelasi rank spearman awalnya akan melakukan peringkatan (ranking) terhadap data yang ada, kemudian baru melakukan uji korelasi. Selanjutnya data yang telah terkumpul di analisa dengan menggunakan progam software computer dengan taraf kesalahan 0,05 menggunakan uji rank spearman. Piranti atau alat yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara Variabel adalah dengan menggunakan software SPSS versi 26 for windows. Analisa data pada penelitian ini terdiri dari:

1) Analisis Univariat

Analisa univariat dilakukan untuk mengetahui proporsi masing-masing variabel yang diteliti. Analisis univariat dilakukan dengan membuat

deskripsi tentang masing-masing variabel, yaitu : perilaku seksual pranikah dan pernikahan usia dini.

2) Analisis Bivariat

Analisa bivariat yang dilakukan adalah tabulasi silang antara dua variabel yaitu variabel dependen dan independen. Analisa bivariat yang digunakan untuk mengetahui perilaku seksual pranikah dengan pernikahan usia dini pada remaja menggunakan uji Rank Spearman.

Karena pada variabel independen menggunakan skala ordinal dan variabel dependen menggunakan skala guttman.

4.10 Etika Penelitian

Etika penelitian diorientasikan kepada aktualisasi norma-norma etis terkait kebolehan meneliti, berkreasi, dan berinovasi yang dapat dipertanggung jawabkan secara akademik dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar ajaran agama dan HAM.

Penelitian “Hubungan Perilaku Seksual Pranikah dengan Pernikahan Usia Dini pada Remaja di Wilayah Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.” yang telah dilakukan uji etik di lembaga etik IIKNU Tuban pada tanggal 18 Juli 2023 dibuktikan dengan sertifikat etik yang bernomor 134/LEPK.IIKNU/VII/2023.

Selanjutnya dilakukan perlakuan sesuai penelitian, dengan menekankan masalah etika yang meliputi:

4.10.2 Infromed Concent (Lembar Persetujuan)

Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan subyek penelitian peneliti dengan memberikan lembar persetujuan informed

consent tersebut diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan memberikan lembar persetujuan dengan menjadi subyek penelitian.

4.10.2 Confidentiality (Kerahasiaan)

Confidentially merupakan kerahasian hasil penelitian yang mana peneliti wajib merahasiakan seluruh informasi yang dikumpulkan selama proses penelitian, hanya kelompok data tertentu yang akan disajikan atau dilaporkan pada hasil penelitian (Melani, 2022).

4.10.3 Anonimity (Tanpa Nama)

Anonymity merupakan etika penelitian yang tidak mencantumkan nama subyek penelitian dalam lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yang akan disajikan, namun hanya menggunakan kode angka (numeric) berupa nomor subyek penelitian (Melani, 2022).

80

Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti didapatkan dari keterangan 172 remaja menikah usia dini di Wilayah Kecamatan Kerek yang bersedia menjadi responden. Data dikelompokkan oleh peneliti menjadi data umum dan data khusus, yang diuraikan sebagai berikut :

5.1.1 Data Umum Lokasi Penelitian

1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1) Lokasi Penelitian

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban terletak di Jl. Raya, Sumber Makmur, Sumberarum, Kecamatan. Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kode Pos 62356. Pemilihan lokasi penelitian disesuaikan dengan tujuan yang berfokus kepada hubungan perilaku seksual pranikah dengan pernikahan usia dini. Adapun alasan dipilihnya tempat tersebut sebagai tempat penelitian karena daerah tersebut merupakan daerah yang masyarakatnya masih melangsungkan pernikahan pada usia dini yang faktor utamanya disebabkan kemiskinan atau himpitan ekonomi keluarga dan faktor lingkungan. Luas wilayah Kecamatan Kerek ini adalah 136,55 km2 dan terdiri dari 17 Desa.

5.1.2 Data Umum Responden

1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Responden dalam penelitian ini adalah remaja menikah usia dini di Wilayah Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban dengan jumlah responden 172 remaja.

Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Kelamin pada Remaja Menikah Usia Dini di Wilayah Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.

No. Jenis kelamin Frekuensi (ƒ) Persentase

1. Laki-laki 50 29,1%

2. Perempuan 122 70,9%

Jumlah 172 100%

Sumber : Data Primer Peneliti Tahun 2023

Berdasarkan tabel 5.1 diketahui bahwa dari 172 responden menunjukkan sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 122 (70,9%).

2. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Menikah

Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Usia Menikah pada Remaja Menikah Usia Dini di Wilayah Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.

No. Umur Frekuensi (ƒ) Persentase

1. 13 - 14 Tahun 50 29,1%

2. 15 - 16 Tahun 100 58,1%

3 17 - 19 Tahun 22 12,8 %

Jumlah 172 100%

Sumber : Data Primer Peneliti Tahun 2023

Berdasarkan tabel 5.2 dapat diketahui bahwa dari 172 responden Hampir setengahnya berumur 15-16 Tahun sebanyak 100 (58,1%).

Dokumen terkait