PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti melalui wawancara langsung terhadap 10 remaja di Desa Gaji Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban diperoleh hasil bahwa 6 (60%) remaja mencapai tahap berpelukan dan berciuman dan 4 (40%) melakukan hubungan seksual. . Berdasarkan fenomena diatas maka peneliti dalam penelitian ini ingin mengetahui tentang hubungan perilaku seksual pranikah dengan pernikahan dini pada remaja di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.
Rumusan Masalah
Munculnya hubungan seks pranikah di kalangan remaja yang berujung pada pernikahan dini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain interaksi teman sebaya, hamil di luar nikah, putus sekolah, perjodohan orang tua, adat istiadat, sudah saling berpacaran, media massa dan faktor ekonomi.
Tujuan Penelitian
- Tujuan Umum
- Tujuan Khusus
Manfaat Penelitian
Ruang Lingkup Penelitian
Keaslian Penelitian
Pernikahan dini (early wedding) adalah pernikahan formal atau informal yang dilakukan pada usia di bawah 18 tahun (UNICEF, 2014 dalam Setiyawan, 2017). Hubungan Perilaku Seksual Pranikah dengan Pernikahan Dini pada Remaja di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.
TINJAUAN PUSTAKA
Pernikahan
- Definisi Pernikahan
- Asas-Asas Pernikahan
Pernikahan merupakan suatu hubungan antara seorang pria dan seorang wanita yang didalamnya terdapat keintiman, pertemuan, persahabatan, cinta kasih dan pemenuhan kebutuhan seksual agar menjadi lebih dewasa (BKKBN, 2015 dalam Hafida et al., 2018). Tujuan perkawinan adalah untuk mewujudkan keluarga yang bahagia dan kekal, oleh karena itu hendaknya suami istri saling membantu dan melengkapi agar masing-masing mengembangkan kepribadiannya untuk membantu dan mencapai kesejahteraan lahiriah dan batiniah.
Pernikahan Usia Dini
- Definisi Pernikahan Usia Dini
- Faktor Penyebab Pernikahan Usia Dini
- Dampak Pernikahan Usia Dini
- Usia Ideal Menikah
- Pencegahan Pernikahan Usia Dini
Menurut Ramulyo (dalam Shufiyah 2018), pernikahan dini adalah. perkawinan yang terjadi pada saat memasuki usia remaja, belum remaja, atau baru saja mengakhiri masa remajanya. Menurut Setiyaningrum 2015 dalam Yanti dkk., 2018), manfaat pernikahan dini adalah terhindar dari perilaku seks bebas, bertambahnya usia dan tidak lagi mempunyai anak kecil. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Informan 3 yaitu bahwa dampak positif pernikahan dini baik jika dari sudut pandang agama berarti menghindari perzinahan atau perilaku seks bebas karena tercukupinya kebutuhan seksual, dan ada yang diyakini jika Anda menikah muda, maka di usia tua kamu tidak akan lagi mempunyai anak kecil.
Perilaku Seksual Pranikah
- Definisi Perilaku Seksual Pranikah
- Bentuk Perilaku Seksual Pranikah
- Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Pranikah
- Dampak Perilaku Seksual Pranikah
Perilaku seksual adalah segala perilaku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Menurut (Simanjuntak 2005 dalam Chalimah & Mubarok, 2020) perilaku seksual pranikah adalah segala macam tindakan seperti berpegangan tangan. Sedangkan (Soetjingingsih 2004 dalam Notoatmodjo, 2018) mengartikan perilaku seksual pranikah sebagai setiap perilaku seksual yang didorong oleh hasrat seksual dengan lawan jenis dan dilakukan sebelum menikah.
Faktor pemicu perilaku seksual menurut (Didi Junaedi 2016:8 dalam Raden Fatah, 2021) umumnya bersifat multifaktorial, meliputi gejala internal dan eksternal (gejala internal dan eksternal) yang saling berkaitan.
Remaja
- Definisi Remaja
- Ciri-Ciri Masa Remaja
- Tahap Perkembangan Remaja
- Karakteristik Remaja
- Tugas Perkembangan Remaja
H1: Ada hubungan antara perilaku seksual pranikah dengan pernikahan dini pada remaja di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Identifikasi perilaku seksual pranikah pada remaja yang menikah dini di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Ada hubungan antara perilaku seksual pranikah dengan pernikahan dini pada remaja di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.
Judul : Hubungan Perilaku Seksual Pranikah Dengan Pernikahan Dini Pada Remaja Di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.
KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN
Penjelasan Kerangka Konseptual
Perilaku seksual pranikah remaja yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perilaku yang berkaitan dengan pelepasan hasrat/pencarian seksual yang dilakukan remaja tanpa melalui proses perkawinan yang sah atau agama. Upaya untuk mengatasi perilaku seksual pranikah antara lain dengan meningkatkan kemampuan pengendalian diri remaja dan meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Pernikahan dini muncul akibat putus sekolah, hamil di luar nikah, paksaan orang tua dan permasalahan ekonomi yang ada.
Upaya untuk mengatasi perilaku pernikahan dini antara lain dengan memberikan sosialisasi, penyuluhan kepada keluarga, dan memberikan bimbingan kepada remaja yang belum menikah.
Hipotesis Penelitian
Skor dalam penelitian ini merupakan data perilaku seksual pranikah dan pernikahan dini di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Identifikasi pernikahan dini pada remaja yang menikah dini di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku seksual pranikah dengan pernikahan dini pada remaja di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.
Jadi H1 diterima yang berarti ada hubungan antara perilaku seksual pranikah dengan pernikahan dini pada remaja di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Temuan penelitian yang bertajuk “Hubungan Perilaku Seksual Pranikah dan Pernikahan Dini pada Remaja di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban” dapat disimpulkan sebagai berikut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku seksual pranikah dengan pernikahan dini di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.
METODE PENELITIAN
Desain Penelitian
Populasi Dan Sampel
- Populasi Penelitian
- Sampel Penelitian
- Besar Sampel
- Tehnik Sampling
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja yang pertama kali melakukan pernikahan dini di Biro Agama (KUA) Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban pada tahun 2019-2022 yang berjumlah 312 orang. Kriteria eksklusi menurut (Nursalam, 2020) mengeliminasi atau mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari penelitian karena berbagai alasan. 1) Remaja yang menikah pada usia muda tidak mengisi kuesioner dalam jangka waktu yang ditentukan. Berdasarkan perhitungan tersebut diperoleh hasil bahwa besar sampel dalam penelitian ini adalah 172 responden remaja yang menikah usia dini di Kecamatan KUA Kerek Kabupaten Tuban.
Peneliti membuat daftar seluruh unit sampling berupa nama calon responden, susunan dan nomor urut per setiap desa di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban pada aplikasi roda putar online.
Kerangka Operasional
Variabel Penelitian
- Variabel Independen
- Variabel Dependen
Definisi Oprasional
Pernikahan antara seorang pria dan seorang wanita, formal atau informal, di bawah usia 18 tahun.
Instrumen Penelitian
Kuesioner perilaku seksual pranikah ini dimodifikasi dari (Muflih, 2018) terdiri dari 15 pernyataan dengan pilihan jawaban benar bernilai 1, jawaban salah bernilai 0.
Lokasi Dan Waktu Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Waktu Penelitian
Prosedur Pengambilan Dan Pengumpulan Data
Selanjutnya peneliti berkoordinasi dengan kader dari masing-masing desa di Kecamatan Kerek untuk meminta bantuan kader untuk mendampingi mereka di rumah atau door to door kepada responden untuk melakukan pendataan. Peneliti memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud kunjungannya, kemudian memberikan penjelasan mengenai proses pengumpulan data penelitian. Jika responden setuju, selanjutnya diberikan lembar permohonan untuk menjadi responden dalam penelitian (Informed Consent) dalam bentuk a kuesioner yang dibuat oleh peneliti. Jika calon responden tidak bersedia menjadi partisipan penelitian, maka peneliti tidak akan memaksa mereka untuk melindungi hak calon responden.
Responden diberikan penjelasan oleh peneliti mengenai cara pengisiannya dan difasilitasi apabila terdapat kebingungan atau kesalahan dalam pengisian kuesioner.
Analisa Data
Proses analisis data diawali dengan menelaah seluruh data yang terekam dalam observasi lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi, foto dan lain sebagainya. Editing atau dikenal juga dengan tahap pengendalian data merupakan kegiatan memilih data masukan dari proses pengumpulan data dan memeriksa kembali kelengkapan data yang telah dikumpulkan dan kesesuaiannya dengan topik penelitian. Namun sebelumnya pada korelasi rank spearman akan dilakukan perangkingan terlebih dahulu pada data yang ada, kemudian dilakukan uji korelasi.
Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis menggunakan program perangkat lunak komputer dengan tingkat kesalahan 0,05 menggunakan uji pangkat spearman.
Etika Penelitian
Analisis bivariat yang digunakan untuk mengetahui perilaku seksual pranikah dan pernikahan dini pada remaja menggunakan uji Spearman Rank. Pemilihan lokasi penelitian disesuaikan dengan tujuan memfokuskan hubungan antara perilaku seksual pranikah dan pernikahan dini. Remaja dengan kategori pernikahan dini sedikit banyak banyak ditemui di kalangan remaja yang mempunyai perilaku seksual.
Kemudian remaja dengan perilaku seksual pranikah menyimpang kategori ringan lebih banyak ditemukan pada remaja dengan pernikahan dini kategori paling sedikit sebanyak 6 orang (3,5%), remaja dengan perilaku seksual pranikah menyimpang kategori sedang lebih banyak ditemukan pada remaja. dengan pernikahan dini pada kategori paling sedikit dengan jumlah remaja dengan perilaku seksual pranikah menyimpang berat ditemukan lebih banyak pada remaja dengan pernikahan dini pada kategori sedang dengan jumlah 50 (29,1%).
HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN
Data Umum Lokasi Penelitian
Alasan dipilihnya negara ini sebagai lokasi penelitian karena daerah ini merupakan daerah dimana masyarakat masih melakukan pernikahan di usia muda, dimana faktor utamanya adalah kemiskinan atau tekanan ekonomi keluarga dan faktor lingkungan.
Data Umum Responden
Berdasarkan tabel 5.3 terlihat bahwa dari 172 responden, mayoritas responden berasal dari bangku sekolah menengah atas.
Data Khusus Responden
Berdasarkan tabel 5.5 terlihat bahwa dari 172 responden, mayoritas pernikahan dini berada pada kategori buruk yaitu sebanyak 92 (53,5%). Berdasarkan tabel 5.6 terlihat bahwa dari 172 responden, mayoritas pernikahan dini berada pada kategori buruk yaitu sebanyak 92 (53,5%).
Analisis Data
Jika perilaku seksual menyimpang bisa dihindari, maka risiko pernikahan dini juga bisa dihindari. Terdapat upaya untuk menurunkan angka perilaku seksual pranikah guna menurunkan angka kejadian pernikahan dini di kalangan remaja. Hubungan pengetahuan dan perilaku seksual pranikah dengan usia pernikahan dini di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang.
Saya mahasiswa program studi Sarjana Keperawatan IIKNU Tuban yang akan melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Perilaku Seksual Pranikah dengan Pernikahan Dini pada Remaja di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban”.
PEMBAHASAN
Identifikasi Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja Menikah Usia Dini
Perilaku seksual menyimpang yang tinggi dapat terjadi berdasarkan faktor pemicu seperti faktor individu, pendidikan, budaya, dan lingkungan. Responden yang melakukan perilaku seksual pranikah menyimpang di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban rata-rata pernah melihat konten pornografi dan membayangkan hal-hal yang meningkatkan hasrat seksualnya. Hal ini akan sangat mempengaruhi perilaku seksual pranikah yang terjadi karena rendahnya tingkat pendidikan akan mempengaruhi pengetahuan pendidikan seks remaja.
Rendahnya pendidikan membuat remaja tidak siap menghadapi risiko yang muncul jika melakukan perilaku seksual menyimpang.
Identifikasi Pernikahan Usia Dini Pada Remaja Menikah Usia Dini di
Akibat rendahnya pendidikan keluarga dan masyarakat menyebabkan angka putus sekolah dan pernikahan dini terus meningkat di desa Paranglompoa kabupaten Gowa. Hal ini sejalan dengan pendapat teoritis di atas bahwa rendahnya pendidikan akan mempengaruhi tingkat pengetahuan remaja dari berbagai aspek, diantaranya adalah pengaruh pernikahan dini. Jika remaja mengetahui tentang usia ideal untuk menikah, maka remaja akan berusaha keras untuk mencapai usia tersebut agar pada akhirnya dapat mengambil keputusan sendiri dengan bijak dan memilih menikah pada usia ideal atau menikah dini.
Tentu saja masih terlalu dini untuk menjalani kehidupan berumah tangga, dan tugas pembangunan manusia akan semakin banyak dan matang seiring dengan mencapai usia ideal untuk menikah.
Analisis Hubungan Perilaku Seksual Pranikah dengan Pernikahan Usia
Hal ini sejalan dengan penelitian (Hafida, 2019) bahwa remaja pranikah melakukan perilaku seksual dengan tingkat aktivitas yang didefinisikan sebagai perilaku serius. Faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya perilaku seksual pranikah yang mengakibatkan tingginya angka pernikahan dini dapat berupa faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor pendorong. Ketiga faktor utama dan subfaktor di dalamnya sangat mempengaruhi terjadinya perilaku seksual menyimpang pranikah dan kurangnya pengetahuan tentang dampak pernikahan dini sehingga menyebabkan tingginya angka pernikahan dini.
Dalam penelitian tersebut juga ditemukan bahwa responden dengan perilaku seksual menyimpang berat memiliki pengetahuan yang baik tentang pernikahan dini.
Keterbatasan Penelitian
Responden hendaknya dapat menghindari perilaku seksual pranikah dengan meningkatkan efikasi diri secara positif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan, kesadaran dan strategi coping kepada masyarakat mengenai bahaya perilaku seksual pranikah yang mengakibatkan pernikahan dini. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada remaja kelas XII di Manga Manggarai Timur 2021.
“Hubungan Perilaku Seksual Pranikah Dengan Pernikahan Dini Pada Remaja Di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban,” Saya juga mendapat penjelasan mengenai tata cara penelitian dan kerahasiaan informasi yang akan saya berikan dalam penelitian ini.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengetahui lebih lanjut faktor-faktor dominan yang menyebabkan seseorang melakukan perilaku seksual pranikah dan pada akhirnya memilih menikah di usia muda. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian seks pranikah pada remaja putri di SMAN 1 Pagai Utara Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai Roma. Perilaku seksual menyimpang pada penduduk pria dewasa belum menikah di Kecamatan Belitang Kabupaten Oku Timur.
No Analisis Pengetahuan Wanita Terhadap Perilaku Pernikahan Dini Di Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Judul. Dari sudut pandang kesehatan reproduksi, pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan pada usia kurang dari 20 tahun. Remaja yang menikah muda mungkin memiliki risiko lebih rendah tertular PMS remaja 15.