• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PENYAJIAN DATA

C. Analisis dan Pengujian Hipotesis

1. Uji Analisis Klasik

2. Jumlah soal mengenai motivasi belajar santri sebanyak 14 item soal yang terdiri dari:

Motivasi instrinsik:

a. Hasrat sebanyak 2 item soal b. Cita-cita sebanyak 2 item soal c. Minat sebanyak 2 item soal d. Kebutuhan sebanyak 3 item soal Motivasi ekstrinsik:

a. Hadiah sebanyak 2 item soal b. Pujian sebanyak 2 item soal c. Hukuman sebanyak 1 item soal

3. Skor atau nilai untuk setiap jawaban yang telah disediakan memiliki ketentuan:

a. Untuk jawaban selalu atau sangat tinggi memiliki nilai 5 b. Untuk jawaban sering atau tinggi memiliki nilai 4

c. Untuk jawaban kadang-kadang atau cukup tinggi memiliki nilai 3 d. Untuk jawaban jarang atau rendah memiliki nilai 2

e. Untuk jawaban tidak pernah atau rendah sekali memiliki nilai 1

dilakukan dengan menggunakan grafik yaitu histogram dan normal p- plot.Karena dengan melihat histogram residual apakah memiliki bentuk seperti “lonceng” atau tidak.Cara ini menjadi fatal karena penggambilan keputusan data berdistribusi normal atau tidak hanya berpatok pada pengamatan gambar saja. Ada cara lain untuk menentukan data distribusi normal atau dengan menggunakan rasio swekness dan rasio kurtoris.

1) Kurva Histogram

pada kurva histogram, model memenuhi asumsi normalitas jika bentuk krva simetris atau tidak melenceng ke kiri maupun kekanan. Berikut ini hasil uji normalitas dengan menggunakan kurva histogram.

Gambar 3.2

Hasil Uji Normalitas Data (Kurva Histogram)

hasil kurva histogram menunjukkan bahwa bentuk kurva bergeser kekanan. Berdasarkan Raharjo mengatakan bahwa grafik berdistribusi yang melenceng ke kanan artinya data berdistribusi normal.86

2) Grafik Normal P-P Plot

pada grafik normal p-p plot model memenuhi asumsi normalitas jika titik-titik pada kurva berhimpit mengikuti garis diagonalnya. Berikut ini hasil uji normalitas dengan menggunakan grafik p-p plot:

Gambar 3.3

Hasil Uji Normalitas Data (Grafik P-PPlot)

Berdasarkan grafik normal plot diatas terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal, serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal.Jadi, dapat disimpulkan bahwa model regresi layak dipakai karena memenuhi asumsi normalitas.87

b. Uji Multikolonieritas

Pengujian terhadap asumsi multikolonieritas bertujuan untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya korelasi antar variabel independen dalam model regresi.Uji asumsi klasik multikolonieritas hanya dapat dilakukan jika terdapat lebih dari satu variabel independen dalam model regresi.Cara umum yang digunakan oleh peneliti untuk mendeteksi ada tidaknya problem multikolonieritas pada model regresi adalah dengan melihat nilai Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor). Nilai yang direkomendasikan untuk menunjukkan tidak adanya problem multikolonieritas adalah nilai tolerance harus < 0,10 dan VIF > 10.88

Gambar 3.4

Hasil Uji Multikolonieritas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardize d Coefficients

T Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 3.604 .465 7.754 .000

METODE -.056 .037 -.224 -1.534 .132 .949 1.054

MOTIVASI -.006 .044 -.019 -.132 .896 .949 1.054

a. Dependent Variable: HASIL

87Imam Ghozali, Aplikasi Multivariante dengan Progran SPSS,(Semarang: UNDIP: 2001), 86.

88Henky Latan, Analisis Multivariante Teknik dan Aplikasi Menggunakan Program IMB SPSS 20.0 (Bandung: Alfabeta, 2012), 63.

Dari hasil uji mltikolonieritas diatas diperoleh nilai Tolerance untuk semua variabel < 0.10 dan VIF untuk semua variabel > 10. Oleh karena itu tidak ada nilai Tolerance yang > 0,10 dan VIF < 10, maka dapat disimpulkan bahwa data memenuhi uji asumsi klasik multikolonieritas.

c. Uji Heteroskedastistas

Pengujian terhadap asumsi klasik heteroskedastias bertujuan untuk mengetahui apakah variance dan residual data satu observasi ke observasi lainnya berbeda ataukah tetap. Jika variance dan residual data sama disebut homokedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastias. Model regresi yang diinginkan adalah yang homokedastisitas atau yang tidak terjadi heteroskedastias. Ada beberapa cara untuk mendeteksi problem tersebut, salah satunya dengan melihat grafik Scatterplot yaitu jika titik-titik menyebar secara acak (tidak berkumpul) dalam satu tempat, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi problem heteroskedastias.

Gambar 3.5 Hasil Uji Heteroskedastistas

Dari grafik diatas terlihat ttik-titik terlihat secara acak, ha ini mengindikasikan bahwa data tidak terjadi problem heteroskedastias atau data memenuhi asumsi klasik heteroskedastias.

2. Analisis Regresi Linier Berganda

Berdasarkan hasil perhitungan data regresi linier berganda mnggunakan program SPSS for windows maka dapat diperoleh hasil dan disimpulkan persamaan regresi linier berganda tersebut sebagai berikut:

Tabel 3.6 Hasil Output Anova

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 5.165 2 2.583 1.296 .283b

Residual 93.655 47 1.993

Total 98.820 49

a. Dependent Variable: HASIL

b. Predictors: (Constant), MOTIVASI, METODE

Tabel 3.7 Hasil Uji Regresi

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 3.604 .465 7.754 .000

METODE .056 .037 224 1.534 .132

MOTIVASI .006 .044 .019 .132 .896

a. Dependent Variable: HASIL

Dilihat dari tabel diatas maka persamaan regresinya adalah : Y = a + b1 X1 + b2 X2

Y= 3.604 + .056 + 006

Keterangan :

Y = variabel terikat (hasil belajar) a = konstanta

b1b2 = koefisien regresi X1 X2 = Variabel bebas

Nilai koefisiensi regresi diatas diinterpretasikan sebagai berikut:

1. Jika variabel bebas (metode dan motivasi) memiliki nilai 0 maka variabel terikat (hasil belajar) sebesar 3,604

2. Jika variabel X1 (metode) akan bertambah satu satuan, maka Y (hasil belajar) akan bertambah sebesar 0,056 dengan syarat X2 (motivasi) konstan.

3. Jika variabel X2 (motivasi) akan bertambah satu satuan, maka Y (hasil belajar) akan bertambah sebesar 0,006 dengan syarat X1 (metode) konstan.

3. Uji Koefisiensi Determinasi (R2)

Uji koefisiensi determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi dependen. nilai determinasi tersebut antara 0-1. Koefisiensi tersebut ditunjukkan dengan nilai Adjusted R Square pada tabel berikut:

Tabel 3.8

Hasil Output Summary Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .229a .052 .012 1.41161

a. Predictors: (Constant), MOTIVASI, METODE b. Dependent Variable: HASIL

Berdasarkan tabel diatas nilai Adjusted R Square adalah 0,012 hal ini berarti bahwa hasil belajar dapat dijelaskan oleh metode dan motivasi adalah sebesar 1,2 % sedangkan sisanya sebesar 98,8% dijelaskan variabel lain yang tidak diterangkan dalam penelitian ini.

4. Pengujian Hipotesis

a) Pengujian Hipotesis secara parsial (uji T) Tabel 3.9

Uji T Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 2.569 .666 3.857 .001

METODE .005 .053 .018 .090 .929

MOTIVASI .006 .061 .021 .103 .919

a. Dependent Variable: HASIL

Berdasarkan data output SPSS (tabel 3.9) dapat diinterpretasikan sebagai berikut :

1. Metode pembelajaran (X1) tidak berpengaruh terhadap hasil belajar uji secara individual pada tabel 3.9 hasil koefisiensi X1 adalah 0,018.

Hipotesis yang diruskan adalah:

Ha :Metode pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar Ho :Metode pembelajaran tidak berpengaruh terhadap hasil belajar Syarat dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:

a) Apabila t hitung > t tabel maka Ho ditolak Ha diterima (variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependen).

b) Apabila t hitung < t tabel maka Ho diterima Ha ditolak (variabel independen secara individual tidak mempengaruhi variabel dependen).

Berdasarkan perhitungan SPSS tabel 3.9 diperoleh nilai, t hitung pada variabel metode (X1) sebesar 0,090 dengan sig. 0,929 artinya t hitung 0,090 < t tabel 2,406 dan sig. 0,929 > 0,01 maka Ho diterima. Dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar.

2. Motivasi belajar (X2) tidak berpengaruh terhadap hasil belajar uji secara individual pada tabel 3.9 hasil koefisiensi X2 adalah 0,021.

Hipotesis yang diruskan adalah:

Ha :Motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar Ho :Motivasi belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar Syarat dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:

a) Apabila t hitung > t tabel maka Ho ditolak Ha diterima (variabel independen secara individual mempengaruhi variabel

b) Apabila t hitung < t tabel maka Ho diterima Ha ditolak (variabel independen secara individual tidak mempengaruhi variabel dependen).

Berdasarkan perhitungan SPSS tabel 3.9 diperoleh nilai, t hitung pada variabel motivasi (X2) sebesar 0,103 dengan sig.

0,919 artinya t hitung 0,103 < t tabel 2,406 dan sig. 0,919 > 0,01 maka Ho diterima. Dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar.

b) Pengujian Hipotesis secara simultan (uji f)

1) Metode pembelajaran dan motivasi secara simultan tidak berpengaruh terhadap hasil belajar.

Berdasarkan hasil pengolahan data SPSS pada tabel 3.6 (uji anova), hipotesis yang dirumuskan adalah:

Ha : Metode pembelajaran dan motivasi berpengaruh secara simultan terhadap hasil belajar

Ho : Metode pembelajaran dan motivasi tidak berpengaruh secara simultan terhadap hasil belajar

Untuk dasar pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut:

a) Ho diterima dan Ha ditolak apabila f hitung < f tabel artinya semua variaabel bebas secara bersama-sama bukan merupakan variabel penjelas yang signifikan terhadap variabel terikat.

b) Ho ditolak dan Ha diterima apabila f hitung > f tabel artinya semua variaabel bebas secara bersama-sama merupakan variabel penjelas yang signifikan terhadap variabel terikat.89

Berdasarkan perhitungan SPSS hasil uji f diperoleh f hitung sebesar 1, 296 dengan sig. 0,283 oleh karena sig. jauh lebih besar dari 0,01 (0,283 > 0,01) dan f hitung < f tabel (1,296 < 0,361) maka dapat dinyatakan bahwa metode pembelajaran dan motivasi secara simultan atau bersama-sama tidak mempengaruhi hasil belajar.

c) Rangkuman Hipotesis

1) Metode pembelajaran tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kitab Fathul Muin di pondok pesantren Darul Hikam tahun pelajaran 2016/2017.

2) Motivasi belajar tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kitab Fathul Muin di pondok pesantren Darul Hikam tahun pelajaran 2016/2017.

3) Metode pembelajaran dan motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kitab Fathul Muin di pondok pesantren Darul Hikam tahun pelajaran 2016/2017.

D. Pembahasan

Sebelum membahas hasil pengujian hipotesis, maka terlebih dahulu mengemukakan tentang rekapitulasi nilai hasil pengujian hipotesis sebagai mana tabel berikut

Tabel 3.10

Pengaruh Metode Pembelajaran dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar kitab Fathul Muin di Pondok Pesantren Darul

Hikam tahun pelaja ran 2016/2017

Variabel T hitung T tabel Sig. Interpretasi Pengaruh metode

pembelajaran terhadap hasil belajar kitab Fathul Muin di pondok pesantren Darul Hikam tahun pelajaran 2016/2017

0,090 2, 406 0, 929 Tidak berpengaruh

signifikan

Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar kitab Fathul Muin di pondok pesantren Darul Hikam tahun pelajaran

2016/2017

0,103 2, 406 0, 919 Tidak berpengaruh

signifikan

Pengaruh metode pembelajaran dan motivasi terhadap hasil belajar kitab Fathul Muin di pondok pesantren Darul Hikam tahun pelajaran

2016/2017

1, 296 0, 361 0,283 Tidak berpengaruh

signifikan

1. Pengaruh metode pembelajaran terhadap hasil belajar kitab Fathul Muin di pondok pesantren Darul Hikam tahun pelajaran 2016/2017

Berdasarkan temuan peneliti menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang diukur oleh hasil belajar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar santri. Hal tersebut dikarenakan dalam satu pertemuan tatap muka ustad yang mengajar menggunakan lebih dari satu metode pembelajaran, penggunaan metode yang berlebihan dapat mempengaruhi daya minat santri hal tersebut sesuai dengan pernyataan Ardiyansah (2014) yang mengatakan bahwa kurangnya minat santri didalam proses pembelajaran dapat mempengaruhi hasil belajar. Karena minat itu termasuk psikologi santri.

Menurut Prasetyo (2011) mengemukakan bahwa medote yang baik digunakan adalah metode bandhongan dan sorogan akan tetapi penggunaan metode tersebut dipilih salah satu dalam satu kali tatap muka.

Jadi dari beberapa teori diatas dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan dalam satu kali tatap muka kurang efektif sehingga kesiapan dan minat santri akan berkurang dan menyebabkan hasil belajar yang rendah.

2. Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar kitab Fathul Muin di pondok pesantren Darul Hikam tahun pelajaran 2016/2017

Berdasarkan temuan peneliti menunjukkan bahwa motivasi belajar yang diukur oleh hasil belajar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap

pendidikan agama islam mempunyai motivasi yang kuat dan jelas, pasti akan tekun belajar dan berhasil belajarnya. Hal itu disebabkan karena ada tiga fungsi motivasi yaitu: mendorong manusia untuk berbuat dan melakukan aktifitas, menentukan arah perbuatannya, serta menyeleksi perbuatannya. Sehingga perbuatan santri senantiasa selaras dengan tujuan belajar yang akan dicapainya.

Menurut Sudjana faktor yang mempengaruhi prestasi atau hasil belajar santri terdiri dari empat klasifikasi yaitu (a) faktor siswa, (b) faktor guru atau pengajar, pendidik, (c) faktor sarana prasarana, (d) faktor penilaian. 90

Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Uslifatul Izza dalam skripsinya.Hasil penelitiannya adalah adanya motivasi belajar yang pengaruh signifikan terhadap hasil belajar.

3. Pengaruh metode pembelajaran dan motivasi terhadap hasil belajar kitab Fathul Muin di pondok pesantren Darul Hikam tahun pelajaran 2016/2017

Berdasarkan temuan peneliti menunjukkan bahwa metode pembelajaran dan motivasi yang diukur oleh hasil belajar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar santri.

Pengajaran tradisional menitikberatkan pada metode, yakni pengajaran dengan cara menuangkan hal-hal yang dianggap penting oleh guru bagi murid. Cara ini tidak mempertimbangkan apakah bahan yang

90Haryu, Self Regulated Learning Motivasi berprestasi dan Prestai belajar ….194-196.

diberikan itu sesuai atau tudak dengan kesanggupan, kebutuhan, minat, dan tingkat kesanggupan /perkembangan serta pemahaman murid.Faktor peserta didik justru menjadi unsur yang menentukan berhasil atau tidaknya pengajaran yang disampaikan oleh guru. Tokoh pendidikan yang memulai pandangan baru ini antara lain: Dr. Ovide Dicrily yang terkenal dengan pengajaran berdasarkan “pusat minat”. Sehingga sejak itu pula para ahli berpendapat, bahwa tingkah laku manusia didorong oleh motif-motif tertentu, dan perbuatan belajar akan berhasil apabila didasarkan pada motivasi yang ada pada murid. Begitu pula sebaliknya jika murid dipaksa untuk mengikuti sesuatu perbuatan, tetapi ia tidak dapat dipaksa untuk menghayati perbuatan itu sebagaimana mestinya. 91

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa guru dapat menyesuaikan metode yang tepat dalam proses pembelajaran, dan motivasi yang tepat agar dapat mendapatkan hasil belajar sesuai yang diinginkan.

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan oleh penulis sebagaimana yang disajikan dalam bab III, maka dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Tidak ada pengaruh metode pembelajaran terhadap hasil belajar kitab Fathul Muin di Pondok Pesantren Darul Hikam tahun pelajaran 2016/2017.

2. Tidak ada pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar kitab Fathul Muin di Pondok Pesantren Darul Hikam tahun pelajaran 2016/2017.

3. Tidak ada pengaruh antara metode dan motivasi terhadap hasil belajar kitab Fathul Muin di Pondok Pesantren Darul Hikam tahun pelajaran 2016/2017.

B. Saran-saran

Berdasarkan kesimpulan di atas maka dalam penelitian ini saran yang perlu diperhatikan untuk Pondok Pesantren Darul Hikam dan untuk orang yang melakukan penelitian di masa alan datang adalah sebagai berikut:

1. Bagi Ustad

Ustad hendaknya dapat menumbuhkan motivasi belajar pada diri santri, karena motivasi belajar tidak hanya timbul dari dalam diri santri namun juga dapat timbul karena ada rangsangan dari luar misalnya dorongan dari ustad.

2. Bagi Santri

Santri hendaknya memperhatikan materi yang diberikan oleh ustad dan sesalu aktif dalam proses pembelajaran. Santri harus meningkatkan motivasi belajarnya agar dapat meraih hasil belajar yang maksimal misalnya dengan cara memperbaiki cara belajarnya.

3. Bagi Pondok Pesantren Darul Hikam

Pondok pesantren adalah tempat yang dianggap efektif untuk mengoptimalkan seluruh aspek perkembangan dan potensi peserta didik.Oleh karena itu, pondok pesantren diharapkan untuk terus memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan yang menunjang keberhasilan pembelajar santri.

4. Bagi Peneliti Selanjutnya

Menambah wawasan dan pengetahuan tentang penulisan karya tulis ilmiah, baik secara teori maupun praktek.Dengan demikian, peneliti selanjutnya bisa memperluas ruang lingkup penelitian dengan menambah subjek penelitian atau mengembangkan penelitian yang telah dilakukan.

Pelangi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 2010. prosedur penelitian suatu pendekatan praktek.

Jakarta: Rineka Cipta.

Abdul fatah, Rohadi. 2008. Rekontruksi Pesantren Masa Depan. Jakarta: PT Lista fariska Putra.

Djamarah. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Djunaidi, M Ghony. 2009. Petunjuk Praktis Penelitian Pendidikan. Malang: UIN- Malang Press.

Dimyati dkk.2010. Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Dimyati dan Mujiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Esti Wuryani Djiwandono, Sri.2002. psikologi Pendidikan. Jakarta : PT Grasindo.

Hamalik, Oemar.2009. Psikologi Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Hamalik, Oemar.2010. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Haedari, Amin. 2006. Pedoman Penyelenggara Diniyah Takmiliyah . Jakarta.

http://accetesensi. Wortdpress.com (14 Februari 2017).

Pedoman penulisan karya ilmiah. Jember: IAIN Jember Press.

Iqbal Hasan, M. 2003. Pokok-pokok Materi Statistik 2(Statistik Inferensif) . Jakarta : PT Bumi Aksara.

Islamuddin, Haryu. 2014. Psikologi Pendidikan. Jember: STAIN Press.

Islamuddin, Haryu. 2011. Psikologi Pendidikan. Jember: STAIN Press.

Islamuddin, Haryu. 2013. Self Regulated Learning Motivasi berprestasi dan Prestasi Belajar. Jember: STAIN Press.

Margono, S. 2014. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Mastuhu. 1994. Dinamika System Pendidikan Pesantren. Jakarta: INIS.

Mundir. 2014. Statistik pendidikan pengantar analisis data untuk penulisan skripsi & tesis. Jember: STAIN Jeber press.

Mundir.2013. metode penelitian kualitatif & kuantitatif. Jember: Stain Jember Press.

MU YAPPI. 2008. Manajemen Pengembangan Pondok Pesantren. Jakarta:

Media Nusantara.

Mosfiqon, M. 2012. metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: PT Prestasi Pustaka.

Nur Deva Rachman, Siti. 2001. ‘’Hubungan Tingkat Percaya Diri dengan Hasil Belajar(Studi Mata Pelajaran IPS di SMP Fatahillah Jakarta Selatan’’.

Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Narbuko, Cholid. 2010. metodologi penelitian memberikan bekal teoritis pada mahasiswa tentang metodologi penelitian serta diharapkan dapat melaksanakan penelitian dengan langkah-langkah yang benar. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Purwanto, Ngalim. 2007. Psikologi Pendidikan.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

P Siagain, Sondang. 2004. Teori Motivasi Dan Aplikasinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.

P Siagain Noor, Juliansyah. 2015. metode penelitian skripsi, tesis, Disertasi dan karya ilmiah. Jakarta: Kencana.

Ridwan. 2003. Skala Pengukuran Variabel-variabel Pendidikan. Bandung:

Alfabeta.

Sardiman. 2008. interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sarwan. 2013. Belajar dan Pembelajaran Aktualisasi Konsep dan Proses Pendidikan. Jember: STAIN Jember Press.

Slameto.2003. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Soemanto, Wasty. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka cipta.

Sugiyono. 2011. metode penelitian kuantitatif kualitatif dan RD. Bandung:

ALFABETA.

Sugiyono. 2016. metode penelitian kuantitatif kualitatif dan RD. Bandung:

ALFABETA.

Suryabrata,Sumadi. 2014. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Tim penyusun.2015. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember : STAIN Jember Press.

Www. Konsistensi. Com, Uji Normalitas dengan Grafik Histogram ( jumat:

tanggal 16-06-2017).

W Creswell, John. 2010. Research Desing pendekatan kualitatif, kuantitatif dan Mixed. Yogyakarta; Pustaka Belajar.

Wiratna, V Sujarweni. 2015. SPSS Untuk Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru.

Pembelajaran dan Motivasi terhadap Hasil Belajar Kitab Fathul Muin di Pondok

Pesantren Darul Hikam

pembelajaran kitab

b.Motivasi

c. HasilBelajar

1. Motivasi instrinsik

2. Motivasi ekstrinsik

1.Kognitif 2. Afektif 3. Psikomotor

2. Bandhongan 3. Halaqoh 4. Hafalan 5. Hiwar

6. Bahtsul masail 7. Fathul Kutub

1.Hasrat 2. Cita-cita 3. Minat 4. kebutuhan

1. Pujian 2. Pemberian

hadiah 3. Hukuman

Nilai ujian kitab Fathul Muin

 Pondok pesantren Darul Hikam

 Responden santri/

siswi pondok pesantren darul hikam

2.Informan a. Pengasuh b. Ustad c. Ustadah d. Siswa atau

santri

kuantitatif 2. Jenis penelitian

Penelitian survey 3. Metode pengumpulan

data

 Observasi

 Angket

 Dokumentasi

 Wawancara 4. Analisis data

Regresi linier berganda

Y= a+b1X1+ b2X2 + … + bkXk

metode pembelajaran terhadap hasil belajar santri di Pondok Pesantren Darul Hikam?

2. apakah ada pengaruh motivasi terhadap hasil belajar santri Pondok Pesanren Darul Hikam?

3. apakah ada pengaruh metode pembelajaran dan motivasi terhadap hasil belajars antri Pondok Pesantren Darul Hikam ?

A. Identitas Responden

Nama : No. Responden :

Kelas : B. Petunjuk Pengisian

1) Bacalah pertanyaan di baah ini dengan teliti.

2) Mohon angket ini di isi oleh santri Darul Hikam untuk menjawab seluruh pertanyaan yang ada.

3) Berilah tanda silang (X) pada kolom yang tersedia dan pilih sesuai keadaan yang sebenarnya.

4) Isilah sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya 5) Ada lima alternatif jawaban, yaitu:

5 = Selalu atau sangat tinggi 4 = sering atau tinggi

3 = kadang – kadang atau cukup tinggi 2 = jarang atau rendah

1 = tidak pernag atau rendah sekali.

C. Angket tentang metode pembelajaran

No Pertanyaan Variabel Metode Pembelajaran (X1) Alternatif Jawaban

5 4 3 2 1

1 2 3

1. Saya belajar sendiri sesudah pembelajaran di akhiri

2. Saya menyodorkan kitab kepada kyai ketika sorogan

3. Saya menyimak pembelajaran saat ustad

tentang materi yang telah di ajarkan

6. Ketika berdiskusi materi sudah di tentukan oleh kyai

7. Saya menghafalkan materi yang di suruh ustad untuk diingat

8. Saya menghafalkan materi tanpa di suruh ustad 9. Saya bermusyaawarah ketika menghadapi

kesulitan membaca kitab

10. Saya bermusyawarah ketika kurang mengetahui materi pada isi kitab

11. Saya bermusyawarah menggunakan kitab-kitab yang banyak atau besar

12. Saya menggunakan rujukan utama dengan melengkapi dalil-dalil

13. Saya membuka kitab sebelum pembelajaran di mulai

14. Saya berlatih membuka kamus berbahasa arab untuk meningkatkan membaca kitab

15. Saya membandingkan pernyataan kitab satu dengan kitab yang lain tentang materi yang sama 16. Saya membandingkan madzab satu dengan

madzab yang lain

17. Saya menggunakan bahasa arab ketika membaca kitab

18. Saya bercakap-cakap menggunakan bahasa arab

D. Angket tentanag motivasi

No Pertanyaan Variabel Metode Pembelajaran (X1) Alternatif Jawaban

5 4 3 2 1

1 2 3

1. Saya mempunyai keinginan yang baik untuk bisa membaca kitab

2. Saya dalam proses pembelajaran kitab ingin menambah ilmu dan keterampilan

3. Harapan saya bisa membaca kitab dengan baik dan benar

4. Saya mempunyai cita-cita untuk meneruskan ke pondok yang lebih besar

5. Saya cenderung untuk mengikuti kegiatan secara terus menerus

6. Materi yang di ajarkan membuat minat saya untuk belajar membaca kitab lebih tinggi

7. Saya harus bisa membaca kitab yang baik dan benar

8. Saya belajar dengan kemauan sendiri 9. Saya selalu memperbaiki nilai yang kurang 10. Saya mendapatkan nilai yang baik dan

mendapatkan hadiah buku dari ustad

11. Saya bersaing dalam mendapatkan nilai yang baik 12. Saya membaca kitab dengan baik dan benar

sehingga ustad memberi pujian

13. Sanjungan atau hadiah yang di berikan kepada ustad membuat saya semakin semangat belajar

*Terimakasih atas kesediaan saudara/I mengisi Angket/kuesioner ini*

Variabel Sub Variabel Indikator No Item Metode

pembelajaran kitab

Sorogan Bandhongan Halaqoh Hafalan Hiwar

Bathsul Masail Fathul Kutub Muqoronan Muhaqaroh

1 - 2 3 - 4 5 - 6 7 - 8 9 - 10 11 - 12 13 - 14 15 - 16 17 - 18

Variabel Sub Variabel Indikator No Item Motivasi belajar Motivasi instrinsik

Motivasi ekstrinsik

Hasrat Cita-cita Minat Kebutuhan Hadiah Pujian hukuman

1 - 2 3 - 4 5 - 6 7 - 9 10 - 11 12 - 13 14

NO NO ITEM SOAL NILAI KETERANGAN

1 2 3 4

1 1 0.722 Valid

2 2 0.429 Valid

3 3 0.203 Tidak Valid

4 4 0.362 Valid

5 5 0.513 Valid

6 6 0.734 Valid

7 7 0.184 Tidak Valid

8 8 0.531 Valid

9 9 0.450 Valid

10 10 0.533 Valid

11 11 0.750 Valid

12 12 0.782 Valid

13 13 0.734 Valid

14 14 0.816 Valid

15 15 0.624 Valid

16 16 0.539 Valid

17 17 0.434 Valid

Dokumen terkait