• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Coba Produk

Dalam dokumen Bima Dwi 200412623653 Seminar ADP Revisi 1 (Halaman 31-66)

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

C. Uji Coba Produk

Tujuan dilakukannya uji coba pada produk adalah untuk mengumpulkan informasi tentang tingkat kemudahan dan kebermanfaatan produk yang dihasilkan oleh peneliti. Dalam melakukan uji coba, peneliti memperhatikan beberapa aspek, yaitu desain uji coba, subjek uji coba, jenis data, teknik instrumen pengumpulan data, serta teknik analisis data. Peneliti melakukan uji coba pada produk Sistem Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Moodle (SIPPEM) dengan melibatkan ahli media, dan siswa OTKP di SMK Maarif 3 Turen. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan produk tersebut.

1. Desain Uji Coba

Peneliti dalam penelitian dan pengembangan ini, melibatkan ahli media dan siswa SMK Maarif 3 Turen untuk melakukan uji coba pada desain yang telah dirancang. Uji coba dilakukan dalam kelompok kecil dan kelompok besar. Berikut adalah desain uji coba yang dilakukan oleh peneliti.

a. Uji coba ahli media

Uji coba dilakukan pada ahli media untuk menilai kemudahan dan penyajian Sistem Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Moodle (SIPPEM) dalam rangka mengetahui kelayakannya. Uji coba pada ahli media dilakukan dengan menggunakan angket, komentar, dan saran. Setelah itu, peneliti merevisi produk agar Sistem Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Moodle (SIPPEM) yang dihasilkan menjadi lebih baik.

b. Uji coba kelompok kecil dan kelompok besar

Peneliti melakukan eksperimen pada siswa OTKP dan Multimedia SMK Maarif 3 Turen dalam dua kelompok, yaitu kelompok kecil dan kelompok besar. Kelompok kecil terdiri dari enam siswa dari jurusan OTKP dengan kriteria dua siswa berkinerja tinggi, dua siswa berkinerja sedang, dan dua siswa berkinerja rendah sesuai dengan hasil belajar yang telah mereka dapat sebelumnya. Sementara itu, uji coba pada kelompok besar terdiri dari kelompok eksperimen yakni kelas OTKP dan kelompok kontrol yakni kelas Multimedia. Tujuan dari kegiatan uji coba ini adalah untuk menilai kemudahan dan kelayakan produk Sistem Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Moodle (SIPPEM) yang telah dibuat oleh peneliti.

2. Subjek Uji Coba

Orang-orang yang akan melakukan uji coba pada produk Sistem Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Moodle (SIPPEM) yang dibuat oleh peneliti disebut sebagai subjek uji coba. Dalam penelitian ini, subjek uji coba terdiri dari ahli media dan siswa SMK Maarif 3 Turen yang terbagi dalam kelompok kecil dan kelompok besar.

b. Ahli Media

Subjek uji coba ahli media pada penelitian ini adalah seorang validator yang memiliki kemampuan dan keahlian dalam bidang media. Tugasnya adalah memberikan penilaian, kritik, dan saran terhadap produk Sistem Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Moodle (SIPPEM) yang dikembangkan oleh peneliti.

c. Peserta didik Jurusan Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran Administrasi (OTKP) SMK Maarif 3 Turen

Subjek uji coba pada peserta didik Jurusan Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran Administrasi (OTKP) SMK Maarif 3 Turen dibagi dalam kelompok kecil dengan jumlah 6 orang dan kelompok besar dengan 1 kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol.

3. Jenis Data

Dalam penelitian ini, terdapat dua jenis data yang digunakan yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif terdiri dari dua jenis, pertama adalah data hasil penilaian validasi produk Sistem Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Moodle (SIPPEM) oleh validator, dan yang kedua adalah data tingkat keterampilan siswa.

Sementara itu, data kualitatif terdiri dari komentar dan saran yang diberikan oleh subjek uji coba penelitian serta pengembangan produk Sistem Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Moodle (SIPPEM).

4. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data pengembangan Sistem Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Moodle (SIPPEM) adalah sebagai berikut :

a. Wawancara

Penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur sebagai metode pengumpulan data. Metode ini memberikan kebebasan dan keterbukaan dalam menemukan masalah, sehingga pihak yang diwawancarai dapat memberikan pendapat dan ide-idenya secara lebih luas (Sugiyono, 2019). Wawancara dilakukan dengan guru yang mengajar jurusan OTKP dan Multimedia di SMK Maarif 3 Turen, untuk memperoleh informasi seputar kegiatan pembelajaran. Informasi yang diperoleh dari wawancara tersebut dijadikan acuan oleh peneliti dalam melakukan penelitian dan pengembangan Sistem Pengelolaan Pembelajaran (SIPPEM) di sekolah tersebut.

Tabel 3.1 Kisi-kisi Wawancara No. Pertanyaan

1. Kurikulum yang digunakan

2. Sistem pengelolaan pembelajaran yang digunakan 3. Metode pembelajaran yang digunakan

4. Respon perserta didik selama pembelajaran

5. Respon peserta didik terhadap penggunaan sistem pengelolaan pembelajaran

6. Permasalahan yang dihadapi peserta didik/guru dalam pembelajaran

7. Solusi terhadap permasalahan yang terjadi

8. Kriteria minimal kelulusan peserta didik dalam pembelajaran 9. Tingkat kemandirian belajar peserta didik

10. Hasil pembelajaran peserta didik b. Angket

Dalam penelitian ini, digunakan angket sebagai instrumen pengumpulan data dengan tujuan untuk memperoleh pendapat dari subjek uji coba dan validator terkait produk yang dikembangkan oleh peneliti. Angket merupakan pertanyaan tertulis yang dijawab oleh responden secara bebas sesuai dengan pandangan dan pendapat mereka.

Penggunaan angket diharapkan dapat membantu peneliti dalam mengarahkan penilaian dari subjek uji coba dan validator agar produk yang dikembangkan sesuai dengan harapan.

i. Angket Ahli Media

Angket ahli media adalah survei yang ditujukan kepada para penilai yang memiliki keahlian dan kemampuan di bidang media, yang mencakup evaluasi terhadap kemudahan dan penyajian dari suatu produk media. Berikut terdapat tabel yang memuat daftar instrumen penilaian yang digunakan oleh para ahli media tersebut:

Tabel 3.2 Kisi-kisi Pertanyaan Ahli Media

No. Indikator Item Jumlah

Soal 1. Kemudahan a. Kemudahan akses menu

b. Kemudahan Pengoperasian 4

2. Penyajian a. Kesesuaian tulisan b. Kesesuaian warna dan jenis

huruf

c. Kesesuaian gambar d. Ketepatan penataan menu e. Keterkaitan antar menu f. Kesesuain fungsi icon g. Kejelasan alur penggunaan

aplikasi

h. Kelengkapan menu

8

Total soal 12 Sumber : (Sungkono, 2012)

ii. Angket Kelayakan Produk oleh Pengguna

Angket kelayakan produk merupakan survei yang diberikan kepada siswa Jurusan Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran Administrasi (OTKP) SMK Maarif 3 Turen, yang merupakan pengguna dari Sistem Pengelolaan Pembelajaran berbasis Moodle (SIPPEM), untuk menilai kemudahan dan manfaat produk tersebut. Kisi-kisi dari angket kelayakan produk oleh para pengguna akan disajikan pada tabel berikut:

Tabel 3.3 Kisi-kisi angket kelayakan produk

No. Indikator Item Jumlah

Soal 1. Kemudahan a. Kemudahan dalam

mengakses aplikasi b. Kemudahan dalam

mempelajari menu c. Kemudahan dalam memahami bahasa d. Kemudahan dalam memasukan data e. Kemudahan menyunting

data

f. Kemudahan dalam pengoprasian aplikasi

6

2. Kebermanfa atan

a. Memotivasi pembelajar lebih cepat dan tepat b. Membantu dalam kegiatan

pembelajaran

c. Bermanfaat untuk kegiatan pembelajaran berbasis digital

d. Keamanan data

4

Total soal 10

Sumber : (Sungkono, 2012) c. Tes

Tes adalah sebuah metode pengumpulan data yang mencakup berbagai pertanyaan dan tugas atau proyek yang harus diselesaikan oleh responden. Dalam hal ini, tes yang digunakan adalah studi kasus dalam bentuk soal uraian dengan tiga level kesulitan, yaitu rendah, sedang, dan tinggi, dengan tujuan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, praktikum juga dilakukan untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan Sistem Pengelolaan Pembelajaran (SIPPEM) Berbasis Moodle, sedangkan kelas kontrol tidak menggunakan aplikasi tersebut. SIPPEM telah dikembangkan oleh peneliti sebagai alat bantu dalam pembelajaran. Tes ini dilakukan secara individual oleh siswa kelas X OTKP di SMK Maarif 3 Turen.

5. Teknik Analisis Data

Kegiatan analisis data melibatkan pengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasikan data penting dan memilih data yang perlu dipelajari lebih lanjut berdasarkan variabel dari seluruh responden, melakukan perhitungan untuk menjawab tujuan dari penelitian dan pengembangan, serta membuat kesimpulan yang mudah dipahami oleh peneliti maupun orang lain. Tujuan dari analisis data adalah ntuk mendapatkan hasil dari penelitian yang dilakukan. Dalam penelitian ini, digunakan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor nilai produk berdasarkan instrumen angket dari tiap- tiap jawaban yang diberikan oleh responden. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari saran dan kritik yang diberikan oleh validator dan subjek uji coba produk.

a. Tahap analisis data yang diberikan kepada validator, dirumuskan sebagai berikut:

Keterangan:

P = persentase

Σx = jumlah skor jawaban validator

Σ𝑥𝑖 = jumlah skor total skor jawaban tertinggi 100% = konstanta

Hasil yang telah didapatkan akan disimpulkan berdasarkan persentase skor yang diperoleh, yang dianggap sebagai indikator kelayakan media. Kriteria untuk memvalidasi dan menilai angket dapat ditemukan pada tabel di bawah ini:

P = ∑𝑥 x 100%

Σ𝑥𝑖

Tingkat Pencapaian Nilai (Kelayakan)

Tingkat Kelayakan/Validitas

81,00-100,00% Sangat valid, sangat layak, sangat tuntas, dapat digunakan tanpa perbaikan atau revisi.

61,00-80,00% Cukup valid, cukup layak, cukup tuntas, dapat digunakan namun perlu perbaikan atau revisi

41,00-60,00%

Kurang valid, kurang layak, kurang tuntas, perlu perbaikan atau revisi yang besar disarankan tidak dipergunakan

21,00-40,00% Tidak valid, tidak layak, tidak tuntas, tidak dapat digunakan.

00,00-20,00% Sangat tidak valid, sangat tidak layak, sangat tidak tuntas, dan tidak dapat digunakan.

b. Tahap analisis data oleh pengguna menggunakan teknik analisis statistik deskriptif persentase yang dirumuskan sebagai berikut:

Keterangan:

P = persentase

Σx = jumlah skor jawaban validator

Σ𝑥𝑖 = jumlah skor total skor jawaban tertinggi 100% = konstanta

Selanjutnya hasil yang telah diperoleh disimpulkan berdasarkan persentase skor yang diperoleh diasumsikan sebagai kelayakan produk.

c. Analisis Data Hasil Belajar Peserta Didik

Untuk mendapatkan hasil belajar peserta didik, evaluasi dan praktikum dilakukan selama pembelajaran untuk mengukur kemampuan psikomotorik peserta didik. Hal ini berguna untuk membandingkan hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah menggunakan sistem pengelolaan pembelajaran.

Perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat P = ∑𝑥 x 100%

Σ𝑥𝑖

dianalisis melalui posttest dengan menghitung rata-rata hasil praktikum.

Penilaian kemampuan psikomotorik dilakukan melalui kegiatan praktik pada mata pelajaran dokumen berbasis digital untuk mengamati keterampilan dalam menerapkan kompetensi yang sedang dipelajari.

Sebuah rubrik penilaian dibuat untuk mengevaluasi hasil praktikum dalam aspek psikomotorik dan digunakan sebagai pedoman peneliti dalam memberikan skor atau nilai. Tabel di bawah ini menunjukkan rubrik penilaian psikomotorik yang digunakan oleh peneliti untuk mengevaluasi hasil praktikum peserta didik.

3.4 Tabel Rubrik Penilaian Psikomotorik

No Indikator Skor

1. Sangat lengkap, sesuai, tepat dan selesai sebelum waktunya

5 2. Lengkap, sesuai, tepat dan selesai sebelum

waktunya

4 3. Ada, cukup sesuai, tepat dan sesuai deadline 3 4. Ada, kurang sesuai, kurang sesuai dan

terlambat

2 5. Sedikit mengerjakan, tidak sesuai, dan

selesai sangat terlambat

1 Sumber : (Sungkono, 2012)

Program SPSS digunakan untuk menganalisis hasil belajar. Uji efektivitas produk dilakukan untuk membandingkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar antara peserta didik kelas eksperimen dan kontrol.

Dalam hal ini, diperlukan sebuah hipotesis (dugaan sementara) penelitian untuk mengidentifikasi perbedaan yang mungkin terjadi.

H0 = Tidak ada perbedaan hasil belajar peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Ha = Ada perbedaan hasil belajar peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Selanjutnya data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji independent sample t-test.

i. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengevaluasi apakah data penelitian memiliki distribusi normal atau tidak. Distribusi normal adalah salah satu persyaratan dalam menggunakan metode statistik parametrik. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan metode Shapiro Wilk Test di SPSS, dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Jika nilai signifikansi (sig) ≤ 0,05, maka data berdistribusi normal.

b) Jika nilai signifikansi (sig) > 0,05, maka data berdistribusi tidak normal.

ii. Uji Independent sample t-Test

Setelah mengetahui bahwa data penelitian memiliki distribusi normal pada tahap uji normalitas, langkah selanjutnya adalah melakukan uji-t untuk membandingkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kontrol. Uji Independent Sample t-Test dapat dilakukan melalui SPSS dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Jika nilai signifikansi sig(2-tailed) ≤ 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak, yang berarti tidak terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.

b) Jika nilai signifikansi sig(2-tailed) > 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.

DAFTAR RUJUKAN

Adriyanto, A. R., Santosa, I., & Syarief, A. (2020). Evaluasi Heuristik Sistem Pengelolaan Pembelajaran Daring Perguruan Tinggi Di Indonesia. ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia, 6(02), 215–234.

https://doi.org/10.33633/andharupa.v6i02.3592

Ahdan, S., Sucipto, A., Priandika, A. T., Setyani, T., Safira, W., & Sari, K. (2021). Peningkatan Kemampuan Guru SMK Kridawisata di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Pengelolaan Sistem Pembelajaran Daring. Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 5(2), 390–

401. https://doi.org/10.29407/ja.v5i2.15591

Aini, Q. (2020). Digitalization of Smart Student Assessment Quality in Era 4.0. International Journal of Advanced Trends in Computer Science and Engineering, 9(1.2), 257–265.

https://doi.org/10.30534/ijatcse/2020/3891.22020

Annisa Mayasari, Yuli Supriani, & Opan Arifudin. (2021). Implementasi Sistem Informasi Manajemen Akademik Berbasis Teknologi Informasi dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Pembelajaran di SMK. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 4(5), 340.

http://jiip.stkipyapisdompu.ac.id

Castro Benavides, L. M., Tamayo Arias, J. A., Arango Serna, M. D., Branch Bedoya, J. W., &

Burgos, D. (2020). Digital Transformation in Higher Education Institutions: A Systematic Literature Review. Sensors (Basel, Switzerland), 20(11), 1–22.

https://doi.org/10.3390/s20113291

Dacholfany, M. I., Noor, T. R., Diana, E., Nurzen. S, M., & Prayoga, D. (2021). Identification of higher education administration applications efforts to improve digital-based academic services. Linguistics and Culture Review, 5(S2), 1402–1414.

https://doi.org/10.21744/lingcure.v5ns2.1948

Dhika, H., Destiawati, F., Jaya, M., Barat, T., & Selatan, J.-J. (2020). Implementasi Learning Management System Dalam Media Pembelajaran Menggunakan Moodle. Prosiding Seminar Nasional Riset Dan Information Science (SENARIS), 2, 228–234.

https://www.apjii.or.id/survei

Guerreiro, S., Ferreira, J. F., Fonseca, T., & Correia, M. (2022). Integrating an academic management system with blockchain: A case study. Blockchain: Research and Applications, 3(4), 1–10. https://doi.org/10.1016/j.bcra.2022.100099

Hambali, I. (2021). Implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) Dalam Meningkatkan Mutu Proses Pembelajaran. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 5(1), 124–134.

https://doi.org/10.33487/edumaspul.v5i1.1085

Hatimah, I. (2006). Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Potensi Lokal di PKBM. Jurnal Mimbar

Johan, M. C., Tan, R., Suteja, B. R., & Afiany, N. (2020). Document Digitalization and Scoring System of Students Final Project. Jurnal Teknik Informatika Dan Sistem Informasi, 6(3), 621–626. https://doi.org/10.28932/jutisi.v6i3.3126

Laugi, S. (2018). Sistem Informasi berbasis Web dalam Penyelenggaran Lembaga Pendidikan.

Shautut Tarbiyah, 24(1), 109. https://doi.org/10.31332/str.v24i1.939

Luh, N., & Ekayani, P. (2021). Pentingnya penggunaan media siswa. Pentingnya Penggunaan Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa, March, 1–16.

https://www.researchgate.net/profile/Putu-

Ekayani/publication/315105651_PENTINGNYA_PENGGUNAAN_MEDIA_PEMBELAJ ARAN_UNTUK_MENINGKATKAN_PRESTASI_BELAJAR_SISWA/links/58ca607eaca 272a5508880a2/PENTINGNYA-PENGGUNAAN-MEDIA-PEMBELAJARAN-UNTUK- MENINGKATKAN-PRESTASI-

Magdalena, I., Nadya, R., & Sutriyani. (2020). Pengelolaan Pembelajaran Di Masa Pendemi Covid 19 Dengan Blended Learning. Jurnal Edukasi Dan Sains, 2(3), 401–409.

Mosteanu, N. R. (2020). Digital University Campus – Change the Education System Approach To Meet the 21St Century Needs. European Journal of Human Resource Management Studies, 4(4), 79–93. https://doi.org/10.46827/ejhrms.v4i4.959

Nindiati, D. S. (2020). Pengelolaan Pembelajaran Jarak Jauh yang Memandirikan Siswa Dan Implikasinya Pada Pelayanan Pendidikan. JOEAI: Journal of Education and Instruction, 3(1), 14–20.

Nurrita. (2018). Kata Kunci : Media Pembelajaran dan Hasil Belajar Siswa. Misykat, 03, 171–

187.

Pettersson, F. (2021). Understanding digitalization and educational change in school by means of activity theory and the levels of learning concept. Education and Information Technologies, 26(1), 187–204. https://doi.org/10.1007/s10639-020-10239-8

Putra, K. W. B., Wirawan, I. M. A., & Pradnyana, G. A. (2017). Pengembangan E-Modul Berbasis Model Pembelajaran Discovery Learning Pada Mata Pelajaran “Sistem Komputer”

Untuk Siswa Kelas X Multimedia Smk Negeri 3 Singaraja. Jurnal Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan, 14(1), 40–49. https://doi.org/10.23887/jptk.v14i1.9880

Rahayuningsih. (2020). Analisis Kemampuan Manajemen Kearsipan Siswa Kompetensi Keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran. Economic Education Analysis Journal, 9(3), 803–815. https://doi.org/10.15294/eeaj.v9i3.42112

Setiyorini, S., Patonah, S., & Murniati, N. A. N. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Moodle. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika, 7(2), 156–160.

https://doi.org/10.26877/jp2f.v7i2.1311

Styawati, S., Ariany, F., Alita, D., & Susanto, E. R. (2020). Pembelajaran Tradisional Menuju

Learning Pada Man 1 Pesawaran. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS), 1(2), 10–16. https://doi.org/10.33365/jsstcs.v1i2.816 Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatatif dan R&D (Ed. 1, Cet). Bandung :

Alfabeta., 2019. https://cvalfabeta.com/product/metode-penelitian-kuantitatif-kualitatif-dan- rd-mpkk/

Sungkono, S. (2012). Pengembangan Intrumen Evaluasi Media Modul Pembelajaran. Majalah Ilmiah Pembelajaran, 8(2), 1–16.

https://journal.uny.ac.id/index.php/mip/article/view/3201/2682

Susilana, R. &, & Riyana, C. (2008). Komputer dan media pendidikan di sekolah dasar. Wacana Prima, 1–39.

Thoring, A., Rudolph, D., & Vogl, R. (2017). Digitalization of Higher Education from a Student’s Point of View. EUNIS 2017 – Shaping the Digital Future of Universities, 279–

288.

Wiragunawan, I. G. N. (2022). Pemanfaatan Learning Management System (Lms) Dalam Pengelolaan Pembelajaran Daring Pada Satuan Pendidikan. EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi, 2(1), 83–90. https://doi.org/10.51878/edutech.v2i1.981 Zamroni, A. (2020). Penerapan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan dalam Proses

Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam E-ISSN:

On Process, 1, 11–21.

LAMPIRAN

Lampiran 1: CP-TP-ATP Dasar-dasar MPLB

CP-TP-ATP 8.2 DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN LAYANAN BISNIS

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Elemen Capaian Pembelajaran

Proses bisnis manajemen perkantoran dan layanan bisnis di dunia kerja

Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan proses bisnis di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis, tahapan fungsi manajemen (perencanaan

pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian) dalam lingkup pekerjaan kantor, serta pengenalan rantai pasok (supply chain) dalam layanan pengelolaan barang berbasis K3 industri dan 5R.

Perkembangan penerapan teknologi dan isu-isu global dalam manajemen perkantoran dan layanan bisnis

Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan perkembangan manajemen perkantoran modern, otomatisasi kantor, perkembangan revolusi industri 4.0 di bidang perkantoran dan layanan bisnis, budaya kerja, dan Eco-Green (Ramah Lingkungan).

Profil entrepreneur, job profile, peluang usaha dan pekerjaan/profesi dalam bidang manajemen

perkantoran dan layanan bisnis

Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan berbagai jenis profesi dan pekerjaan,

pelaku wirausaha/entrepreneur, peluang usaha dan bekerja di bidang manajemen

perkantoran dan layanan bisnis.

Teknik dasar aktivitas perkantoran di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis

Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan teknik pelayanan prima (excellence service), layanan pelanggan (customer service), serta prosedur dan instruksi kerja.

Dokumen berbasis digital Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan dasar - dasar prosedur penanganan dokumen, jenis peralatan pengelolaan dokumen, dan prosedur penyimpanan dokumen berbasis digital sesuai sistem yang digunakan dunia kerja.

Peralatan dan aplikasi teknologi perkantoran

Pada akhir fase E peserta didik mampu mengidentifikasi jenis peralatan kantor, penggunaan peralatan kantor, pemeliharaan peralatan kantor, aplikasi perangkat lunak, prosedur penggunaan aplikasi perangkat lunak, dan prosedur mencetak dokumen.

Sistem informasi dan komunikasi organisasi

Pada akhir fase E peserta didik mampu memahami jenis informasi/data, prosedur penggunaan menu home page, dasar - dasar komunikasi lisan, tulis dan komunikasi melalui media elektronik, serta prosedur penggunaan media komunikasi.

Layanan bisnis dan logistik sesuai standar yang ditentukan

Pada akhir fase E peserta didik mampu memahami konsep layanan bisnis perkantoran, konsep logistik, jenis dokumen logistik, layanan administrasi dokumen pergudangan, transportasi, distribusi dan delivery.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran merupakan deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi yakni pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang diperoleh peserta didik dalam satu atau lebih pembelajaran yang disususn secara kronologis dari waktu ke waktu yang menjadi prasarat menuju CP.

Jam pelajaran mata pelajaran Dasar dasar manajemen perkantoran dan layanan bisnis adalah 6 jam per minggu maka tujuan pembelajar tiap

elemen mata pelajaran Dasar-dasar Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis pada kelas X diuraikan sebagai berikut:

Semester 1

Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran JP

Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan proses bisnis di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis, tahapan fungsi manajemen (perencanaan pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian) dalam lingkup pekerjaan kantor, serta

pengenalan rantai pasok (supply chain) dalam layanan pengelolaan barang berbasis K3 industri dan 5R.

Siswa mampu:

1. Mendeskripsikan konsep Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) 2. Mengidentifikasi jenis layanan bisnis.

3. Mendeskripsikan tujuan dan manfaat bisnis.

4. Mendeskripsikan karakteristik layanan bisnis dibidang MPLB.

5. Menjelaskan konsep K3LH di tempat kerja.

6. Menerapkan konsep K3LH di tempat kerja/belajar 7. Menjelaskan konsep 5R di tempat kerja.

8. Menerapkan konsep 5R di tempat kerja/belajar.

6 jp 2 jp 2 jp 2 jp 4 jp 6 jp 2 jp 6 jp 30 jp Pada akhir fase E peserta didik

mampu menjelaskan perkembangan manajemen perkantoran modern, otomatisasi kantor, perkembangan revolusi industri 4.0 di bidang perkantoran

Siswa Mampu:

1. Menjelaskan perkembangan revolusi Industri 4.0 2. Menjelaskan konsep kantor modern

3. Mengidentifikasi jenis teknologi perkantoran.

4 jp

2 jp

6 jp

dan layanan bisnis, budaya kerja, dan Eco-Green (Ramah

Lingkungan).

4. Mendeskripsikan konsep otomatisasi perkantoran 5. Mengidentifikasi jenis fasilitas kantor.

6. Menjelaskan konsep lingkungan kantor.

7. Menjelaskan konsep standard kerja perkantoran.

8. Menerapkan budaya kerja perkantoran yang ramah lingkungan

6 jp 6 jp 2 jp 2 jp

4 jp 32 jp Pada akhir fase E peserta didik

mampu menjelaskan berbagai jenis profesi dan pekerjaan, pelaku wirausaha/entrepreneur, peluang usaha dan bekerja di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis.

Siswa mampu:

1. Mengidentifikasi jenis profesi dibidang MPLB.

2. Mendeskripsikan etika profesi dibidang MPLB.

3. Menerapkan etika profesi dibidang MPLB.

4. Mengidentifikasi pelaku wirausaha dibidang MPLB.

5. Mendeskripsikan peluang kerja dan usaha dibidang MPLB.

4 jp 2 jp 4 jp 4 jp 4 jp 18 jp Pada akhir fase E peserta didik

mampu menjelaskan teknik pelayanan prima (excellence service), layanan pelanggan

Siswa mampu:

1. Menjelaskan konsep pelayanan prima.

2. Mengidentifikasi jenis pelayanan pelanggan dibidang MPLB 3. Menerapkan standard penampilan pribadi

4 jp

2 jp

6 jp

(customer service), serta prosedur dan instruksi kerja.

4. Menerapkan prinsip pelayanan prima.

5. Menerapkan pemberikan bantuan layanan pelanggan sesuai prosedur

6 jp

4 jp

22 jp

Dalam dokumen Bima Dwi 200412623653 Seminar ADP Revisi 1 (Halaman 31-66)

Dokumen terkait