BAB VI PENUTUP
V.3 Uji Homogenitas
Berdasarkan grafik tersebut, data curah hujan terlihat konsisten karena berada di dalam garis linier dan tidak ada titik-titik yang berada di luar linier selama 5 tahun berturut-turut. Oleh karena itu, 30 data CHHM dari Stasiun Cibiru konsisten.
Stasiun Cibiru (P5)
Year CHHM (Ri) Ri - R (Ri - R)
2000 319,000 61,513 3783,853
2001 548,800 291,313 84863,284
2002 197,000 -60,487 3658,673
2003 307,758 50,271 2527,159
2004 259,000 1,513 2,289
2005 249,000 -8,487 72,029
2006 139,000 -118,487 14039,161
2007 311,200 53,713 2885,090
2008 212,600 -44,887 2014,840
2009 383,100 125,613 15778,634
2010 259,200 1,713 2,934
2011 136,500 -120,987 14637,846
2012 263,600 6,113 37,373
2013 150,687 -106,800 11406,265
2014 245,790 -11,697 136,810
2015 249,388 -8,099 65,591
Perhitungan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Menentukan jumlah data dan rata-rata dengan menggunakan fungsi SUM dan AVERAGE pada microsoft excel. Untuk stasiun Cibiru, diperoleh jumlah data sebanyak 8296.647 dan rata-rata diperoleh sebesar 276.555 mm/tahun.
2. Menghitung standar deviasi dengan menggunakan fungsi STDEV pada microsoft excel atau menggunakan rumus berikut.
π = Ξ£(π π β π )
2
π β 1 = 113, 50602
3. Menentukan curah hujan tahunan dengan PUH 10 tahun (π π10) dengan
π π= π β 0. 78 ππ ππ πππ
πβ1
( )
( )
+ 0. 45β‘β’
β£
β€β₯
β¦Ο
π
π π= 424. 713
4. Menentukanoccurrence interval( ) dengan rumus sebagai berikutπ
π
ππ = π 10
π Γ π
π= 3. 578
5. Menentukan homogenitas dengan memplot kurva corong titik-titik yang mempunyai koordinat H (N,π ).
π
Gambar V.3.1Hasil Plot Uji Homogenitas Data Stasiun Cibiru untuk 30 tahun
Maka didapatkan kesimpulan dari gambar diatas yang merupakan grafik homogen dimana sumbu-x menyatakan TR sedangkan sumbu-y menyatakan Jumlah data (N). Dapat dilihat pada gambar tersebut, bahwa garis tegak lurus yang dibuat antara sumbu-x dan sumbu-y saling berpotongan di dalam corong kurva sehingga data tersebut merupakan data yang homogen.
2. Stasiun Dago Pakar - Bangkok
Tabel V.3.2Data Curah Hujan Stasiun Dago Pakar - Bangkok Stasiun Dago Pakar - Bangkok (P4)
Year CHHM (Ri) Ri - R (Ri - R)
1986 173,747 -83,740 7012,366
1987 321,351 63,864 4078,664
1989 291,263 33,776 1140,820
1989 162,000 -95,487 9117,761
1990 358,000 100,513 10102,870
1991 299,460 41,973 1761,736
1992 357,600 100,113 10022,620
1993 370,600 113,113 12794,559
1994 318,158 60,671 3680,937
1995 208,099 -49,388 2439,196
1996 164,446 -93,041 8656,670
1997 245,939 -11,548 133,353
1998 252,161 -5,326 28,371
1999 169,000 -88,487 7829,943
2000 258,100 0,613 0,376
2001 395,164 137,677 18955,030
2002 223,100 -34,387 1182,463
2003 355,700 98,213 9645,800
2004 128,300 -129,187 16689,272
2005 282,000 24,513 600,889
2006 142,000 -115,487 13337,239
2007 180,431 -77,056 5937,629
Stasiun Dago Pakar - Bangkok (P4)
Year CHHM (Ri) Ri - R (Ri - R)
2009 372,478 114,991 13222,889
2010 228,200 -29,287 857,705
2011 117,223 -140,263 19673,846
2012 287,900 30,413 924,953
2013 302,900 45,413 2062,344
2014 215,921 -41,566 1727,727
2015 305,100 47,613 2267,001
Perhitungan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Menentukan jumlah data dan rata-rata dengan menggunakan fungsi SUM dan AVERAGE pada microsoft excel. Untuk stasiun Dago Pakar, diperoleh jumlah data sebanyak 7589.484 dan rata-rata diperoleh sebesar 252.983 mm/tahun.
2. Menghitung standar deviasi dengan menggunakan fungsi STDEV pada microsoft excel atau menggunakan rumus berikut.
π = Ξ£(π π β π )
2
π β 1 = 83. 913
3. Menentukan curah hujan tahunan dengan PUH 10 tahun (π π10) dengan rumus sebagai berikut.
π π= π β 0. 78 ππ ππ πππ
πβ1
( )
( )
+ 0. 45β‘β’
β£
β€β₯
β¦Ο
π
π π= 363. 819
4. Menentukanoccurrence interval( ) dengan rumus sebagai berikutπ
π
ππ = π 10
π Γ π
π= 3. 351
5. Menentukan homogenitas dengan memplot kurva corong titik-titik yang mempunyai koordinat H (N,π ).
π
Gambar V.3.2Hasil Plot Uji Homogenitas Data Stasiun Dago Pakar untuk 30 tahun
Maka didapatkan kesimpulan bahwa garis tegak lurus yang dibuat antara sumbu-x dan sumbu-y tidak berpotongan di dalam corong kurva melainkan di bagian luar kurva sehingga data tersebut merupakan data yang tidak homogen dan perlu dihitung kembali. perhitungan kembali dilakukan dengan menghilangkan 10 data paling awal, yaitu data tahun 1966 hingga tahun 1995.
6. Perhitungan ulang kembali.
Tabel V.3.3Hasil Perhitungan Uji Homogenitas Data Stasiun Dago Pakar Stasiun Dago Pakar-Bangkok (P4)
Year CHHM (Ri) Ri - R (Ri - R)
1995 208,099 -27,011 729,595
1996 164,446 -70,664 4993,406
1997 245,939 10,829 117,275
1998 252,161 17,051 290,729
1999 169,000 -66,110 4370,502
2000 258,100 22,990 528,550
Stasiun Dago Pakar-Bangkok (P4)
Year CHHM (Ri) Ri - R (Ri - R)
2002 223,100 -12,010 144,235
2003 355,700 120,590 14542,003
2004 128,300 -106,810 11408,328
2005 282,000 46,890 2198,693
2006 142,000 -93,110 8669,430
2007 180,431 -54,679 2989,773
2008 103,143 -131,967 17415,165
2009 372,478 137,368 18869,971
2010 228,200 -6,909 47,740
2011 117,223 -117,886 13897,179
2012 287,900 52,790 2786,808
2013 302,900 67,790 4595,515
2014 215,921 -19,189 368,208
2015 305,100 69,990 4898,632
Setelah dilakukan plot pada grafik kembali seperti pada gambar 5.3.3, dapat ditinjau bahwa π-ππ data curah hujan Stasiun Dago Pakar - Bangkok berada pada area homogen, sehingga data curah hujan untuk jumlah data sebanyak 20 tahun yang diuji bersifat homogen.
Gambar V.3.3Hasil Plot Uji Homogenitas Stasiun Dago Pakar - Bangkok
3. Stasiun Kayu Ambon
Tabel V.3.4Data Curah Hujan Stasiun Kayu Ambon Stasiun Kayu Ambon (P3)
Year CHHM (Ri) Ri - R (Ri - R)
1986 259,692 2,205 4,862
1987 440,600 183,113 33530,383
1989 744,700 487,213 237376,541
1989 146,000 -111,487 12429,343
1990 492,000 234,513 54996,363
1991 368,000 110,513 12213,131
1992 289,000 31,513 993,071
1993 377,160 119,673 14321,619
1994 338,805 81,318 6612,604
1995 201,000 -56,487 3190,777
1996 240,660 -16,827 283,155
Stasiun Kayu Ambon (P3)
Year CHHM (Ri) Ri - R (Ri - R)
1998 413,000 155,513 24184,304
1999 138,900 -118,587 14062,868
2000 286,000 28,513 812,993
2001 590,634 333,147 110987,236
2002 121,800 -135,687 18410,953
2003 99,300 -158,187 25023,116
2004 390,216 132,729 17617,106
2005 467,454 209,967 44086,007
2006 166,439 -91,047 8289,644
2007 284,503 27,016 729,885
2008 198,537 -58,950 3475,123
2009 692,363 434,876 189117,146
2010 292,000 34,513 1191,150
2011 129,000 -128,487 16508,900
2012 279,000 21,513 462,811
2013 169,000 -88,487 7829,943
2014 268,000 10,513 110,524
2015 347,000 89,513 8012,583
Perhitungan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Menentukan jumlah data dan rata-rata dengan menggunakan fungsi SUM dan AVERAGE pada microsoft excel. Untuk stasiun Kayu Ambon, diperoleh jumlah data sebanyak 9507.764 dan rata-rata diperoleh sebesar 316.925 mm/tahun.
2. Menghitung standar deviasi dengan menggunakan fungsi STDEV pada microsoft excel atau menggunakan rumus berikut.
π = Ξ£(π π β π )
2
= 162. 019
3. Menentukan curah hujan tahunan dengan PUH 10 tahun (π π10) dengan rumus sebagai berikut.
π π= π β 0. 78 ππ ππ πππ
πβ1
( )
( )
+ 0. 45β‘β’
β£
β€β₯
β¦Ο
π
π π= 528. 407
4. Menentukanoccurrence interval( ) dengan rumus sebagai berikutπ
π
ππ = π 10
π Γ π
π= 3. 885
5. Menentukan homogenitas dengan memplot kurva corong titik-titik yang mempunyai koordinat H (N,π ).
π
Gambar V.3.4Hasil Plot Uji Homogenitas Data Stasiun Kayu Ambon untuk 30 tahun
Maka didapatkan kesimpulan dari gambar diatas yang merupakan grafik homogen dimana sumbu-x menyatakan TR sedangkan sumbu-y menyatakan Jumlah data (N). Dapat dilihat pada gambar tersebut, bahwa garis tegak lurus yang dibuat antara sumbu-x dan sumbu-y saling berpotongan di dalam corong kurva sehingga data tersebut merupakan data yang homogen.
4. Stasiun Lembang
Tabel V.3.5Data Curah Hujan Stasiun Lembang Stasiun Lembang (P2)
Year CHHM (Ri) Ri - R (Ri - R)
1986 163,522 -93,965 8829,353
1987 304,000 46,513 2163,462
1989 328,000 70,513 4972,088
1989 188,000 -69,487 4828,438
1990 358,000 100,513 10102,870
1991 173,000 -84,487 7138,047
1992 303,000 45,513 2071,436
1993 322,000 64,513 4161,932
1994 279,000 21,513 462,811
1995 262,000 4,513 20,367
1996 240,000 -17,487 305,794
1997 222,000 -35,487 1259,325
1998 349,000 91,513 8374,636
1999 198,322 -59,165 3500,503
2000 217,000 -40,487 1639,194
2001 363,000 105,513 11133,000
2002 371,200 113,713 12930,654
2003 226,480 -31,007 961,434
2004 382,440 124,953 15613,261
2005 345,816 88,329 7801,958
2006 133,878 -123,609 15279,071
2007 233,000 -24,487 599,611
2008 94,000 -163,487 26727,988
Stasiun Lembang (P2)
Year CHHM (Ri) Ri - R (Ri - R)
2009 320,000 62,513 3907,880
2010 189,000 -68,487 4690,464
2011 129,000 -128,487 16508,900
2012 295,000 37,513 1407,228
2013 177,951 -79,536 6326,023
2014 225,000 -32,487 1055,403
2015 332,000 74,513 5552,192
Perhitungan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Menentukan jumlah data dan rata-rata dengan menggunakan fungsi SUM dan AVERAGE pada microsoft excel. Untuk stasiun Lembang, diperoleh jumlah data sebanyak 7724.609 dan rata-rata diperoleh sebesar 257.487 mm/tahun.
2. Menghitung standar deviasi dengan menggunakan fungsi STDEV pada microsoft excel atau menggunakan rumus berikut.
π = Ξ£(π π β π )
2
π β 1 = 81. 012
3. Menentukan curah hujan tahunan dengan PUH 10 tahun (π π10) dengan rumus sebagai berikut.
π π= π β 0. 78 ππ ππ πππ
πβ1
( )
( )
+ 0. 45β‘β’
β£
β€β₯
β¦Οπ π π= 363. 231
4. Menentukanoccurrence interval( ) dengan rumus sebagai berikutπ
π
ππ = π 10
π Γ π
π= 3. 287
5. Menentukan homogenitas dengan memplot kurva corong titik-titik yang mempunyai koordinat H (N,ππ ).
Gambar V.3.5Hasil Plot Uji Homogenitas Data Stasiun Cibiru untuk 30 tahun
Maka didapatkan kesimpulan bahwa garis tegak lurus yang dibuat antara sumbu-x dan sumbu-y tidak berpotongan di dalam corong kurva melainkan di bagian luar kurva sehingga data tersebut merupakan data yang tidak homogen dan perlu dihitung kembali. perhitungan kembali dilakukan dengan menghilangkan 10 data paling awal, yaitu data tahun 1966 hingga tahun 1995.
6. Perhitungan ulang kembali.
Tabel V.3.6Hasil Perhitungan Uji Homogenitas Data Stasiun Lembang Stasiun Lembang (P2)
Year CHHM (Ri) Ri - R (Ri - R)
1995 262,000 9,329 87,034
1996 240,000 -12,671 160,549
1997 222,000 -30,671 940,697
1998 349,000 96,329 9279,316
1999 198,322 -54,349 2953,800
2000 217,000 -35,671 1272,405
2001 363,000 110,329 12172,534
2002 371,200 118,529 14049,173
Stasiun Lembang (P2)
Year CHHM (Ri) Ri - R (Ri - R)
2003 226,480 -26,191 685,960
2004 382,440 129,769 16840,047
2005 345,816 93,145 8675,966
2006 133,878 -118,792 14111,626
2007 233,000 -19,671 386,940
2008 94,000 -158,671 25176,420
2009 320,000 67,329 4533,222
2010 189,000 -63,671 4053,970
2011 129,000 -123,671 15294,465
2012 295,000 42,329 1791,762
2013 177,951 -74,720 5583,097
2014 225,000 -27,671 765,673
2015 332,000 79,329 6293,123
Setelah dilakukan plot pada grafik kembali seperti pada gambar 5.3.6, dapat ditinjau bahwa π - ππ data curah hujan Stasiun Lembang berada pada area homogen, sehingga data curah hujan untuk jumlah data sebanyak 20 tahun yang diuji bersifat homogen.
Gambar V.3.6Hasil Plot Uji Homogenitas Stasiun Lembang
5. Stasiun Margahayu
Tabel V.3.7Data Curah Hujan Stasiun Margahayu Stasiun Margahayu (P1)
Year CHHM (Ri) Ri - R (Ri - R)
1986 298,432 -136,670 18678,646
1987 551,961 116,859 13656,008
1989 502,000 66,898 4475,325
1989 262,162 -172,940 29908,139
1990 590,531 155,429 24158,140
1991 437,124 2,022 4,089
1992 419,000 -16,102 259,279
1993 568,000 132,898 17661,844
1994 476,661 41,559 1727,148
1995 342,991 -92,112 8484,548
1996 338,582 -96,520 9316,189
1997 318,905 -116,197 13501,741
1998 539,592 104,490 10918,066
1999 327,418 -107,685 11595,962
2000 345,000 -90,102 8118,393
2001 973,500 538,398 289872,269
2002 431,000 -4,102 16,827
2003 252,300 -182,802 33416,618
2004 814,500 379,398 143942,745
2005 785,000 349,898 122428,521
2006 197,200 -237,902 56597,422
2007 378,471 -56,631 3207,081
2008 216,353 -218,749 47851,299
Stasiun Margahayu (P1)
Year CHHM (Ri) Ri - R (Ri - R)
2009 532,154 97,051 9418,978
2010 456,826 21,724 471,934
2011 205,554 -229,548 52692,187
2012 488,081 52,979 2806,790
2013 176,000 -259,102 67133,913
2014 366,000 -69,102 4775,104
2015 461,766 26,664 710,962
Perhitungan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Menentukan jumlah data dan rata-rata dengan menggunakan fungsi SUM dan AVERAGE pada microsoft excel. Untuk stasiun Margahayu, diperoleh jumlah data sebanyak 13053.064 dan rata-rata diperoleh sebesar 435.102 mm/tahun.
2. Menghitung standar deviasi dengan menggunakan fungsi STDEV pada microsoft excel atau menggunakan rumus berikut.
π = Ξ£(π π β π )
2
π β 1 = 186. 419
3. Menentukan curah hujan tahunan dengan PUH 10 tahun (π π10) dengan rumus sebagai berikut.
π π= π β 0. 78 ππ ππ πππ
πβ1
( )
( )
+ 0. 45β‘β’
β£
β€β₯
β¦Οπ π π= 678. 432
4. Menentukanoccurrence interval( ) dengan rumus sebagai berikutπ
π
ππ = π 10
π Γ π
π= 3. 633
5. Menentukan homogenitas dengan memplot kurva corong titik-titik yang mempunyai koordinat H (N,ππ ).
Gambar V.3.7Hasil Plot Uji Homogenitas Data Stasiun Margahayu untuk 30 tahun
Maka didapatkan kesimpulan dari gambar diatas yang merupakan grafik homogen dimana sumbu-x menyatakan TR sedangkan sumbu-y menyatakan Jumlah data (N). Dapat dilihat pada gambar tersebut, bahwa garis tegak lurus yang dibuat antara sumbu-x dan sumbu-y saling berpotongan di dalam corong kurva sehingga data tersebut merupakan data yang homogen.