• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Kinerja Paddy Mower

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Proses Pengujian Mesin

4.3.2 Uji Kinerja Paddy Mower

Uji Kinerja merupakan pengujian untuk mengetahui beberapa parameter kerja dari mesin paddy mower saat dilahan. Uji kinerja mesin paddy mower meliputi perhitungan kecepatan, lebar kerja, waktu kerja, perhitungan bahan bakar, efisiensi dan perhitungan losses.

Kegiatan pengujian ini membutuhkan beberapa tenaga, satu orang sebagai operator dan sekitar 6 orang tambahan untuk mengukur parameter uji kinerja.

1. Luas Plot Kerja

Luas plot kerja didapatkan dengan mengukur panjang dan lebar petakan dengan menggunakan alat bantu meteran. Pengukuran ini membutuhkan 2 orang.

Luas plot kerja dihitung untuk mengetahui luasan satu plot kerja dan akan digunakan sebagai parameter perhitungan kapasitas lapang efektif.

Tabel 4.2 Luas plot kerja

Ulangan Lebar (m) Panjang (m) Luas (m2)

1 2,33 11 25,63

2 2,33 10,5 24,46

3 2,33 9,7 22,60

Rata-Rata 24,23

2. Waktu Total

Perhitungan waktu total, didapatkan dengan menghitung waktu dari awal pemotongan padi dengan paddy mower sampai selesai. Perhitungan tersebut dilakukan oleh satu orang dengan alat bantu stopwatch.

Tabel 4.3 Waktu total

Ulangan Waktu Kerja Detik Jam

1 309 0,086

2 311 0,086

3 262 0,073

Rata-Rata 0,082

20 3. Kecepatan Kerja

Kecepatan Kerja Teoritis dihasilkan dari perhitungan jarak yang ditempuh oleh paddy mower dalam satuan waktu tertentu. Pengujian kecepatan kerja, dilakukan dalam jarak lima meter. Pengambilan parameter ini dibutuhkan kurang lebih dua orang dengan alat bantu patok, meteran, stopwatch, dan alat tulis.

Langkah-langkah dalam pengambilan data kecepatan yaitu :

a. Dilakukan pengukuran plot atau area kerja kurang lebih tiga plot untuk 3 kali ulangan.

b. Dalam satu plot diukur jarak lima meter, jarak tersebut yang akan digunakan untuk jarak tempuh paddy mower

c. Langkah selanjutnya, saat ujung pisau paddy mower masuk ke ujung awal jarak lima meter maka stopwatch dinyalakan. Stopwatch tersebut dimatikan pada saat uijung pisau mencapai titik akhir dari jarak lima meter. Angka yang dideteksi oleh stopwatch merupakan waktu yang ditempuh paddy mower dalam jarak tempuh lima meter. Data tersebut merupakan data pertama dari satu plot.

Tabel 4.4 Kecepatan kerja

Ulangan Kecepatan Kerja Aktual

m/s km/jam

1 0,15 0,56

2 0,16 0,56

3 0,19 0,68

Rata-rata 0,17 0,60

4. Lebar Kerja

Lebar kerja merupakan jarak potong yang dihasilkan oleh paddy mower dalam sekali putaran. Pengukuran lebar kerja diambil dengan mengukur jarak awal potong padi sampai ke batang yang masih berdiri. Pengukuran ini dilakukan oleh dua orang dengan menggunalkan alat meteran dan alat tulis.

Dari data yang diperoleh di lapangan, maka perhitungan uji kinerja paddy mower adalah sebagai berikut :

21 1. Kapasitas Lapang Teoritis (KLT)

Kapasitas lapang teoritis adalah kemampuan kerja suatu alat di dalam suatu bidang tanah, jika mesin berjalan maju sepenuh waktunya dan alat tersebut bekerja dalam lebar maksimum (Nizatillah et al., 2019). Data yang diperlukan untuk melakukan perhitungan kapasitas lapang teoritis yaitu lebar kerja dikalikan dengan kecepatan.

Sesuai tabel diatas lebar kerja dari paddy mower adalah 0,73 m dan kecepatan paddy mower yaitu 0,17 m/s sehingga jika dikalikan maka akan mendapat hasil 0,1241 m2/s. Selanjutnya, hasil perhitungan tersebut dikonversi dari m2/s menjadi ha/jam dan didapatkan hasil kapasitas lapang teoritis sebesar 0,04 ha/jam.

Tabel 4.5 Kapasitas lapang teoritis Ulangan

Lebar kerja Kecepatan kerja KLT (cm) (m) (m/s) km/jam (m²/s) ha/jam

1 72,5 0,73 0,15 0,56 0,11 0,04

2 73,5 0,74 0,16 0,56 0,12 0,04

3 72,25 0,72 0,19 0,68 0,14 0,05

Rata-rata 72,75 0,73 0,17 0,60 0,12 0,04

2. Kapasitas Lapang Aktual (KLA)

Kapasitas lapang aktual adalah rata-rata dari kemampuan kerja alat di lapangan untuk menyelesaikan suatu bidang tanah (Nizatillah et al., 2019). Kapasitas lapang aktual dihitung dengan cara membagi total luas lahan dengan waktu total selama pemotongan padi.

Dari data dilapangan luas lahan didapatkan 24,23 m2. Kemudian luas lahan tersebut dibagi dengan total waktu pemotongan padi (T), waktu total yang didapatkan adalah 4,9 menit. Sehingga apabila total luas lahan dibagi dengan waktu total kerja akan mendapatkan hasil KLA sebesar 0,49 m2/jam. Sesuai tabel diatas, hasil tersebut dikonversi menjadi ha/jam menjadi 0,03 ha/jam (Tabel 4.6).

22 Tabel 4.6 Kapasitas lapang aktual

Ulangan

Luas plot Waktu

total kerja KLA

(m²) (menit) (m²/menit) m²/jam ha/jam jam/ha

1 25,63 5,15 4,98 298,60 0,03 33,49

2 24,47 5,18 4,72 283,20 0,03 35,31

3 22,60 4,37 5,18 310,55 0,03 32,20

Rata-rata 24,23 4,90 4,96 297,45 0,03 33,67

3. Efisiensi

Perhitungan efisiensi yang ada di tabel merupakan perhitungan kapasitas lapang aktual dibagi dengan kapasitas lapang teoritis. Dari data tabel efisiensi kinerja paddy mower adalah 75 %.

Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa mesin paddy mower tidak efisien, karena dalam penelitian sebelumnya range efisiensi nya 80%. Data tersebut juga didukung dengan acuan SNI No.7600 Tahun 2010 bahwa Efisiensi Paddy Mower 90%. Berdikut tabel data efisiensi kerja yang didapatklan dalam pengujian : Tabel 4.7 Efisiensi kerja paddy mower

Ulangan KLT KLA Efisiensi

1 0,04 0,03 75

2 0,04 0,03 75

3 0,05 0,03 60

Rata-Rata 0,04 0,03 75 4. Perhitungan Losses

Perhitungan losses diambil dengan metode menghitung rontokan butir padi didalam papan kayu. Papan kayu tersebut memiliki ukuran 15 cm x 40 cm. Papan kayu yang telah disiapkan diletakkan di sebelah kiri (atau diarah rebah padi) secara acak dalam satu plot pengujian. Dalam satu plot membutuhkan kurang lebih 10 buah papan kayu.

23

Selanjutnya, saat mesin dinyalakan dan mulai memotong batang padi, maka batang padi tersebut akan rebah kearah papan kayu. Dan saat mesin selesai dioperasikan untuk satu plot uji, papan kayu tersebut diambil butir padinya yang rontok dan dikumpulkan ke dalam wadah untuk dihitung jumlah butir padi yang rontok dalam satu plot uji.

Langkah selanjutnya, jumlah butiran padi yang rontok dari ketiga plot uji dihitung dan dirata-rata, kemudian ditimbang. Dalam perhitungan losses, dibutuhkan pula berat panen dalam satu plot uji, sehingga hasil panen satu plot (diluar papan) dirontokkan dan ditimbang dalam satuan kilogram. Langkah selanjutnya, losses dihitung dengan membagi jumlah berat gabah pada papan dibagi dengan jumlah berat dalam papan dan berat panen satu plot. Berikut perhitungan losses dalam rumus:

(a) (b)

Gambar 4.3 (a) Ukuran papan (b) Pemasangan papan - Luasan Papan: 15 cm x 40 cm

- Jumlah Papan: 10 buah - Jika, 1.000 butir gabah: 25 gr

0,4 m

0,15m

24 Tabel 4.8 Perhitungan losses

Ulangan Luasan Papan

Rontokan Padi

Berat Rontokan

Losses Papan 1 Plot Threser

Butir gr kg Kg Kg %

1. 0,6 10 0,25 0,00025 0,0107 7,35 0,15

2. 0,6 16 0,4 0,0004 0,0163 7,7 0,21

3. 0,6 17 0,425 0,000425 0,0160 6,9 0,23

Rata-rata 0,36 0,000358 0,014 7,32 0,20

5. Konsumsi bahan bakar

Berdasarkan pengujian di lahan data konsumsi bahan bakar yang dihasilkan dari tiga kali ulangan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.9 Konsumsi bahan bakar Nomor

Ulangan

Bahan Bakar

ml/uji l/jam l/ha

1 100 1,17 39,02

2 50 0,58 20,44

3 60 0,82 26,55

Rata-rata 70,00 0,86 28,67

Dokumen terkait