• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengujian Mesin Pemotong Padi Tipe Gendong (Paddy Mower)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Pengujian Mesin Pemotong Padi Tipe Gendong (Paddy Mower)"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN TUGAS AKHIR

PENGUJIAN MESIN PEMOTONG PADI TIPE GENDONG (PADDY MOWER)

Disusun Oleh : Kiki Deasty Silviani

NIM 07.14.19.012

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI MEKANISASI PERTANIAN POLITEKNIK ENJINIRING PERTANIAN INDONESIA

BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN

2022

(2)

LAPORAN TUGAS AKHIR

PENGUJIAN MESIN PEMOTONG PADI TIPE GENDONG (PADDY MOWER)

Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Ahli Madya Teknik (A.Md.T)

Disusun Oleh : Kiki Deasty Silviani

NIM 07.14.19.012

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI MEKANISASI PERTANIAN POLITEKNIK ENJINIRING PERTANIAN INDONESIA

BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN

2022

(3)

i

HALAMAN PERSETUJUAN LAPORAN TUGAS AKHIR

Judul Tugas Akhir : Pengujian Mesin Pemotong Padi Tipe Gendong (Paddy Mower)

Nama : Kiki Deasty Silviani

NIM : 07.14.19.012

Program Studi : Teknologi Mekanisasi Pertanian Jenjang : Diploma Tiga (D III)

Dinyatakan LULUS setelah dipertahankan di depan Tim Penguji Sidang Tugas Akhir Program Studi DIII Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).

Serpong, 02 Agustus 2022 1. Penguji I

Athoillah Azadi, S.TP., M.T NIP.198310222011021007

Tanda Tangan

2. Penguji II

Dr. Muharfiza, S.TP., M.Si.

NIP. 197911212008011007

Tanda Tangan

3. Penguji III

Dr. Mardison S. S.TP., M.P NIP.197703282005011003

Tanda Tangan

Mengetahui :

Ketua Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia

Athoillah Azadi, S.TP.,M.T NIP.198310222011021007

(4)

ii

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN TUGAS AKHIR

Judul Tugas Akhir : Pengujian Mesin Pemotong Padi Tipe Gendong (Paddy mower)

Nama : Kiki Deasty Silviani

NIM : 07.14.19.012

Program Studi : Teknologi Mekanisasi Pertanian Jenjang : Diploma Tiga (D III)

Menyetujui :

Pembimbing I Pembimbing II

Athoillah Azadi, S.TP.,M.T NIP.198310222011021007

Dr. Muharfiza, S.TP., M.Si.

NIP. 197911212008011007 Mengetahui,

Ketua Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia

Athoillah Azadi, S.TP.,M.T NIP.198310222011021007

Direktur

Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia

Dr. Muharfiza, S.TP., M.Si.

NIP. 197911212008011007 Tanggal Lulus : Serpong…………..2022

(5)

iii

HALAMAN PERNYATAAN

an dibawah ini :

Nama : Kiki Deasty Silviani

NIM : 07.14.19.012

Judul Tugas Akhir : Pengujian Mesin Pemotong Padi Tipe Gendong (Paddy mower)

Menyatakan bahwa Laporan Tugas Akhir ini merupakan karya ilmiah hasil pemikiran sendiri secara orisinil dan saya susun secara mandiri dengan tidak melanggar kode etik hak karya cipta. Laporan Tugas Akhir ini juga bukan merupakan karya yang pernah di ajukan untuk memperoleh gelar akademik tertentu suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis di acu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Apabila di kemudian hari ternyata Laporan Tugas Akhir ini terbukti melanggar kode etik karya cipta atau merupakan karya yang dikategorikan mengandung unsur plagiarisme, maka saya bersedia untuk mempertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Demikian peryataan ini saya buat dengan sebenarnya dan sesungguhnya.

Serpong, 02 Agustus 2022 Yang membuat Pernyataan

Kiki Deasty Silviani NIM. 07.14.19.012

(6)

iv ABSTRAK

PENGUJIAN MESIN PEMOTONG PADI TIPE GENDONG (PADDY MOWER)

Kiki Deasty Silviani1)

1)Mahasiswa Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia

Abstrak

Padi merupakan komoditas utama yang berperan sebagai pemenuhan karbohidrat bagi masyarakat. Proses produksi tanaman padi diharapkan mampu mengikuti perkembangan teknologi agar praktis, efektif dan efisien. Paddy mower adalah mesin yang berasal dari modifikasi mesin pemotong rumput 2 tak, yang dirancang untuk memudahkan pemotongan padi dalam proses panen, sehingga alat ini diharapkan mampu dioperasikan dengan mudah.dan efektif. Paddy mower memudahkan panen pada lahan sempit dan terasering. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan pengujian untuk mengetahui analisis perhitungan kinerja paddy mower di lahan. Pengujian paddy mower meliputi uji verifikasi, uji kinerja, dan uji pelayanan. Proses pengujian dilakukan di lahan kering dengan varietas padi Inpari 42 yang ditanam dengan sistem Jajar Legowo 2:1. Hasil pengujian yang didapatkan yaitu uji verifikasi terkait konstruksi dan dimensi mesin, pisau yang digunakan jenis circular dengan diameter 255 mm, panjang total mesin 1900 mm, dengan berat total 8 kg, kecepatan putar pisau 4500 rpm dan kecepatan putar engine 7200 rpm.

Berdasarkan hasil analisis didapatkan kapasitas lapang teoritis (KLT) sebesar 0,04 ha/jam, kapasitas lapang aktual (KLA) 0,03 ha/jam, efisiensi 75 %, dengan losses padi 0,2% dengan konsumsi bahan bakar rata-rata yaitu 28,67 l/ha. Hasil uji pelayanan menghasilkan bahwa penyetelan dan pengoperasian paddy mower dilakukan dengan mudah dengan satu operator.

Kata Kunci : paddy mower, efisiensi, losses, panen

(7)

v

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat melewati masa studi dan menyelesaikan Tugas Akhir yang merupakan tahap akhir dari proses untuk memperoleh gelar Ahli Madya Teknik di Program Studi DIII Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).

Keberhasilan penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini tidak lepas dari bantuan orang-orang yang dengan segenap hati memberikan bantuan, bimbingan dan dukungan, baik moral maupun material. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Dr. Muharfiza, S.TP., M.Si selaku Direktur Politeknik Enjinriring Pertanian Indonesia sekaligus sebagai Pembimbing II.

2. Athoillah Azadi, S.TP., M.T selaku Ketua Program Studi DIII Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia sekaligus sebagai Pembimbing I.

3. Ir. Joko Pitoyo, M.Si selaku dosen pembimbing eksternal

4. Wardi selaku pembimbing yang membantu kelancaraan Tugas Akhir 5. Staf warehouse yang membantu kelancaran Tugas Akhir

6. Kedua orang tua, adik-adik yang selalu mendukung baik moril maupun materil.

7. Seluruh pihak dan teman-teman yang sudah membantu secara langsung maupun tidak langsung dalam kelancaraan Tugas Akhir saya

Penulis menyadari bahwa dalam menulis Tugas Akhir ini terdapat kekurangan dan keterbatasan, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan dan kemajuan penulis dimasa yang akan datang sangat diharapkan. Akhir kata penulis berharap semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.

Serpong, 02 Agustus 2022

Penulis

(8)

vi DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

HALAMAN PERNYATAAN ... iii

ABSTRAK ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Batasan Masalah ... 2

1.4 Tujuan ... 3

1.5 Manfaat ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4

2.1 Tanaman Padi (Oryza Sativa) ... 4

2.2 Karakteristik Lahan ... 4

2.3 Mesin Pemotong Padi (Paddy mower) ... 5

2.4 Proses Pengujian Mesin ... 7

2.4.1 Uji Verifikasi ... 7

2.4.2 Uji Kinerja Mesin Pemotong Padi (Paddy mower)... 7

2.4.3 Uji Pelayanan ... 8

BAB III METODE PELAKSANAAN ... 9

3.1 Waktu dan Tempat ... 9

3.1.1 Waktu ... 9

3.1.2 Tempat... 9

3.3 Diagram Tugas Akhir ... 10

3.4 Metode Pengumpulan Data ... 11

3.4.1 Studi Literatur ... 11

3.4.2 Eksperimen ... 11

3.5 Metode Analisis Data ... 15

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 16

(9)

vii

4.1 Identifikasi Lahan dan Mesin ... 16

4.1.1 Lahan Uji dan Tanaman ... 16

4.1.2 Mesin Paddy Mower ... 17

4.2 Mekanisme Kerja Paddy mower ... 17

4.3 Proses Pengujian Mesin ... 18

4.3.1 Uji Verifikasi Paddy Mower ... 18

4.3.2 Uji Kinerja Paddy Mower ... 19

4.3.3 Uji Pelayanan ... 24

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 26

5.1 Kesimpulan ... 26

5.2 Saran ... 26

DAFTAR PUSTAKA ... 27

LAMPIRAN ... 29

(10)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Parameter SNI No. 7600. Tahun 2010 ... 8

Tabel 4.1 Pengukuran mesin paddy mower. ... 18

Tabel 4.2 Luas plot kerja ... 19

Tabel 4.3 Waktu total ... 19

Tabel 4.4 Kecepatan kerja ... 20

Tabel 4.5 Kapasitas lapang teoritis ... 21

Tabel 4.6 Kapasitas lapang aktual ... 22

Tabel 4.7 Efisiensi kerja paddy mower ... 22

Tabel 4.8 Perhitungan losses ... 24

Tabel 4.9 Konsumsi bahan bakar ... 24

Tabel 4.10 Tabel uji pelayanan ... 25

(11)

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Paddy mower ... 6

Gambar 2.2 Mesin pemotong padi (Paddy mower) ... 6

Gambar 3.2 Diagram tugas akhir ... 10

Gambar 3.3 Pengukuran lebar kerja ... 12

Gambar 4.1 Kondisi lahan pengujian ... 16

Gambar 4.2 Bagian paddy mower ... 17

Gambar 4.3 (a) Ukuran papan (b) Pemasangan papan ... 23

(12)

x

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1.1 Jadwal kegiatan... 29 Lampiran 1.2 Format lembar konsultasi tugas akhir ... 30 Lampiran 1.3 Foto kegiatan ... 32

(13)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Padi merupakan komoditas utama yang berperan sebagai pemenuhan karbohidrat bagi masyarakat. Komoditas tersebut tentunya akan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk itu proses produksi padi dari mulai pembenihan sampai panen akan sangat diperhatikan untuk mendapatkan mutu padi yang berkualitas. Proses produksi tanaman padi juga diharapkan mampu mengikuti perkembangan teknologi agar dapat praktis, efektif dan efisien.

Perkembangan yang modern ini banyak ditemukan alat dan mesin yang membantu pekerjaan manusia. Beberapa teknologi tersebut tentu diciptakan untuk memudahkan pekerjaan dibidang pertanian, hal ini disebabkan oleh meningkatnya hasil tani sehingga timbul ide untuk mengelola kegiatan pertanian dengan mekanisasi yang bertujuan untuk mengingkatkan hasil kualitas panen dan meringankan pekerjaan.

Berdasarkan kondisi di tingkat petani, digunakan tenaga manual untuk mengerjakan pekerjaan pertanian, contohnya proses pemanenan padi. Sulistiadji &

Gunanto (2005) mengatakan bahwa kegiatan panen tanaman pangan di Indonesia masih dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia. Tenaga manusia masih dinilai cukup berlimpah, sehingga pekerjaan ini sulit digantikan oleh tenaga mesin.

Pemanenan padi secara umum dilakukan dengan 2 cara yaitu : (a) secara manual, tanaman padi dipotong pendek menggunakan sabit untuk selanjutnya dirontok menggunakan cara gebot, dan (b) secara mekanis, padi dipotong pendek atau dipotong panjang menggunakan perkakas sabit atau menggunakan mesin reaper atau mesin sabit mower untuk dirontok secara mekanis menggunakan mesin thresher. Sistem panen padi modern menggunakan walking combine atau combine harvester, akan tetapi dalam perkembangannya di lapangan banyak menjumpai hambatan, antara lain : (a) tingginya harga unit, (b) belum tersedianya jaminan purna jual yang memadai kaitanya dengan spare part, (c) bentuk konstruksi lahan yang beragam, dan (d) aspek sosial budaya dan kelembagaan di tingkat petani yang belum siap (Sulistiadji et al., 2005).

(14)

2

Berdasarkan beberapa permasalahan saat proses panen, dapat terjadi kehilangan padi yang disebabkan oleh sistem panen yang kurang efektif. Nugraha et al (2007), mengatakan bahwa titik kritis kehilangan hasil terdapat pada tahap pemotongan padi, pengumpulan potongan padi dan perontokan. Oleh karena itu, dilakukan modifikasi mesin pemotong rumput menjadi mesin pemotong padi (paddy mower) sederhana yang berguna untuk memberi solusi dan inovasi mesin panen sederhana yang dapat membantu proses pemanenan dengan biaya yang terjangkau dan praktis. Alat ini terdiri dari engine 2 HP sebagai sumber penggerak, pisau pemotong, guider pisau, setelah pisau serta gagang atau pegangan ayun. Alat tersebut dapat diharapkan mampu memberi kemudahan petani dalam proses pemotongan padi tanpa menguras energi baik tenaga maupun biaya yang berlebih.

Selain itu, tugas akhir ini dilakukan untuk mengetahui kapasitas kinerja mesin pemotong padi (paddy mower) yang digunakan di lahan.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah dibahas diatas, maka dapat ditentukan rumusan masalah sebagai berikut:

a. Bagaimana mengambil data pengujian mesin paddy mower ? b. Bagaimana analisis perhitungan mesin paddy mower ? 1.3 Batasan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka batasan masalah pada tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

a. Prosedur yang dibahas adalah dimulai dari persiapan mesin sebelum pengujian seperti pengecekan bahan bakar, alat dan bahan pengujian, pengoperasian dilahan, dan perhitungan uji kinerja.

b. Perhitungan hanya terkait kinerja mesin pemotong padi tipe gendong (paddy mower) yang meliputi kapasitas lapang teoritis, kapasitas lapang efektif, efisiensi kerja dan perhitungan losses.

c. Perhitungan losses yang dihitung diakibatkan oleh efek pengoperasian paddy mower. Tidak membahas kehilangan hasil saat penumpukan atau pemindahan hasil panen ke proses perontokan.

(15)

3 1.4 Tujuan

Sesuai dengan rumusan masalah yang dihadapi, maka tujuan penelitian penelitian adalah sebagai berikut:

a. Melakukan pengujian kinerja mesin paddy mower b. Melakukan analisis perhitungan kinerja paddy mower 1.5 Manfaat

Adapun manfaat diadakannya penelitian tugas akhir adalah sebagai berikut:

a. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan pengujian mesin paddy mower.

b. Mahasiswa dapat mengetahui efisiensi penggunaan mower dalam proses panen padi.

c. Memberikan informasi terkait inovasi mesin sederhana untuk panen padi kepada masyarakat.

(16)

4 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tanaman Padi (Oryza Sativa)

Padi merupakan salah satu sumber pangan masyarakat Indonesia, tanaman ini dianggap penting bagi masyarakat Indonesia karena mempengaruhi kebutuhan hidup orang banyak (Utama, 2015). Padi juga menjadi komoditas strategis yang dapat memberi dampak pada bidang sosial, ekonomi maupun politik. Komoditas padi juga dikatakan sebagai komoditas prioritas untuk dikembangkan, hal tersebut disampaikan oleh Badan Litbang Pertanian (Torey et al., 2013).

Peningkatan produktivitas bagi tanaman padi diperlukan agar mendapatkan kualitas yang baik. Peningkatan produksi padi yang dapat dilakukan adalah perluasan areal sawah dan pengelolaan lahan (Hambali & Lubis, 2015). Faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat produksi padi adalah sistem tanam. Sistem tanam yang digunakan dalam budidaya padi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil panen padi (Lita et al., 2013).

Pengelolaan komoditas padi, tentunya juga menggunakan teknologi pertanian. Teknologi yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga menekankan efisiensi penggunaan produksi (Lita et al., 2013). Selain teknologi, karakteristik tanah juga berperan penting dalam tumbuh kembangnya tanaman padi. Tanaman padi akan tumbuh dengan baik apabila berada pada tanah yang memiliki tingkat kesuburan yang tinggi (Ningrat et al., 2013).

2.2 Karakteristik Lahan

Tanah, memiliki karakteristik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman yang ditanam. Klasifikasi tanah dan evaluasi lahan merupakan salah satu cara untuk mengetahui kecocokan lahan untuk mengembangkan tanaman (Hardjowigeno & Widiatmaka, 2007). Usaha pertanian juga bergantung pada kondisi dan tingkat kesuburan lahan yang ada. Tingkat kesuburan tanah perlu diperhatikan agar karakteristik dan kualitas tanah terjaga (Li et al., 2013).

Sifat tanah bervariasi, tergantung sifat biologi, kimia dan fisik. Variasi sifat tersebut, maka tingkat kesuburan pada jenis tanah berbeda-beda. Tanah yang digunakan pada tanaman padi, merupakan tanah yang tergenang pada masa

(17)

5

pertumbuhan vegetative. Kondisi tersebut memungkingkan jika penanaman padi dilakukan pada lahan yang memiliki kemampuan kedap air. Tekstur tanah yang diperlukan pada tanaman padi adalah sawah dengan tekstur halus dan porositas yang rendah (Supriyadi et al., 2009).

Kondisi tanah yag diharapkan pada saat panen adalah tanah yang kering bukan tanah basah atau becek. Kondisi tanah yang becek dan berlumpur dapat mempengaruhi pergerakan alat pada lahan serta kecepatan alat panen (Durroh, 2020). Kondisi lahan kering dengan foot sinkage 0 cm , dapat memungkinkan mesin panen padi beroperasi baik tanpa hambatan dan tidak terperosok (Sulistiadji et al., 2005).

2.3 Mesin Pemotong Padi (Paddy mower)

Paddy mower merupakan modifikasi mesin pemotong rumput tipe gendong menjadi mesin pemotong untuk padi. Mesin ini dapat menjadi alternatif bagi petani untuk mempercepat pemanenan, dan menghemat tenaga kerja. Mesin ini cocok digunakan pada lahan yang sempit, atau lahan yang bergelombang, di mana mesin pemanen padi dengan kapasitas besar (combine harvester) sulit dioperasikan (Suharyatun et al., 2019).

Paddy mower bekerja dengan cara memotong batang padi, mendorong, kemudian merebahkan batang padi ke sisi kiri operator. Mesin ini dapat menghemat tenaga kerja manual petani pada proses pemanenan. Selain itu mesin ini dirancang agar dapat dioperasikan dengan mudah oleh petani. Mesin ini dapat digunakan untuk daerah yang kekurangan tenaga kerja panen (Pitoyo, 2008).

Kontruksi pada mesin paddy mower sangat sederhana, dimana pada mesin ini terdapat beberapa bagian diantaranya ada unit pemotong,unit penyetelan putaran, unit stang kemudi, dan motor penggerak atau engine (BBP Mektan, 2007).

(18)

6

Gambar 2.1 Paddy mower

(Sumber: BBP Mektan, 2007)

Mesin ini juga merupakan jenis teknologi yang tenaga penggeraknya menggunakan engine bensin 2 tak 2 HP (6000 rpm) dan berbahan bakar bensin, yang dicampur pelumas khusus motor 2 tak. Mesin ini juga bisa digunakan untuk memanen komoditas selain padi, contohnya adalah kedelai, jagung dan gandum (Arum & Muslikin, 2017).

Keunggulan menggunakan mesin ini adalah mampu melakukan panen padi dengan kecepatana 0,57 km/jam, lebar kerja 100 cm atau empat alur dengan jarak antar padi 25cm. Penggunaan alat paddy mower dalam panen padi dinilai lebih cepat dan murah, karena kapasitas kerja alat ini 18-20 jam/ha, sedangkan apabila menggunakan sabit diperlukan 150 jam/ha (Anonim, 2019).

Mesin pemanen tersebut dapat menjadi peluang untuk alternatif menggantikan cara panen di Indonesia, karena harganya murah. Kapasitas kerja, dan efisiensi kerja dari mesin paddy mower juga cukup tinggi, selain itu mesin mudah dibongkar pasang dan mudah dipoerasikan baik di lahan kering maupun lahan basah (Suparlan & Suprapto, 2010).

Gambar 2.2 Mesin pemotong padi (Paddy mower)

(Sumber: Pitoyo, 2008).

(19)

7 2.4 Proses Pengujian Mesin

2.4.1 Uji Verifikasi

Uji verifikasi digunakan untukmengukur spesifikasi mesin yang akan diuji.

Uji verifikasi dapat meliputi pengukuran dimensi mesin (Dewi, 2015). Uji verifikasi dapat dilakukan dengan mengacu pada penelitian SNI (Pitoyo, 2008).

Uji verifikasi pada mesin panen padi tipe sandang meliputi pengukuran konstruksi dan spesifikasi mesin. Pengukuran dimensi meliputi beberapa hal seperti tebal pisau, diameter pisau. Pengukuran spesifikasi mesin meliputi berat mesin, tinggi dan panjang dari mesin panen padi tipe sandang (Anonim, 2021)

2.4.2 Uji Kinerja Mesin Pemotong Padi (Paddy mower)

Ahmad et al., (2016) menyatakan bahwa uji kinerja pemangkasan dilakukan pada mesin Mower meliputi lebar pemanenan (l), kecepatan maju pemangkasan (v), luas areal yang dipangkas (A), dan waktu kerja pemangkasan (t).

Evaluasi kinerja yang dilakukan pada saat pengujian biasanya mengikuti standar baku pengujian lapang alat dan mesin pertanian oleh BBP Mekanisasi Pertanian dan mengacu kepada SNI. Pengujian evaluasi kerja membutuhkan parameter pengamatan diantaranya waktu lapang, kecepatan maju, lebar kerja efektif, jumlah bahan bakar, jumlah padi yang dipanen dan dirontok, serta jumlah butir padi yang susut tercecer (Sulistiadji et al., 2005).

Parameter yang dibutuhkan dalam pengukuran kinerja suatu mesin menjadi dasar perolehan angka acuan (reference coefficient) untuk mesin panen, meliputi (a) Kapasitas kerja minimum 18 jam/ha, Efisiensi kerja minimum 80% dan konsumsi bahan bakar maksimum 0,8 l/jam. Berat maksimum mesin adalah 12,5 kg dengan tenaga maksimum 2,5 hp, susut panen atau losses dari pengujian 2%

(Pitoyo, 2008). Parameter pengujian menurut SNI No. 7600. Tahun 2010 meliputi:

(20)

8 Tabel 2.1 Parameter SNI No. 7600. Tahun 2010

Parameter Satuan Persyaratan

Kapasitas Lapang Efektif minimum ha/jam 0,04

Susut Panen Maksimum % 1,2

Efisiensi lapang pemanenan minimum % 90

Konsumsi bahan bakar maksimum l/jam 1,2

2.4.3 Uji Pelayanan

Uji pelayanan digunakan untuk memberi informasi tentang pelayanan keselamatan dan keamanan bagi operator alsintan, uji ini dapat disesuaikan dengan parameter yang ada dalam pengujian SNI (Anonim, 2020)

Parameter uji pelayanan sesuai (SNI 7600-2010) adalah berikut : a. Penyetelan

b. Penyalaan/starter c. Kemudahan operator d. Jumlah operator

(21)

9 BAB III

METODE PELAKSANAAN

3.1 Waktu dan Tempat 3.1.1 Waktu

Kegiatan Tugas Akhir dengan judul “Pengujian Mesin Pemotong Rumput Menjadi Mesin Pemotong Padi (Paddy mower)” yang dilaksanakan selama 45 hari 3.1.2 Tempat

Kegiatan Tugas Akhir dengan judul “Pengujian Mesin Pemotong Rumput Menjadi Mesin Pemotong Padi (Paddy mower)” dilaksanakan di Kampus Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia.

3.2 Peralatan dan Bahan Material Tugas Akhir Peralatan yang digunakan dalam penelitian adalah :

a. Mesin pemotong padi (Paddy mower).

b. Stopwatch.

c. Meteran.

d. Alat tulis.

e. Kamera.

Bahan yang diperlukan pada saat pengujian adalah : a. Bensin

b. Oli Khusus motor 2 tak c. Padi

(22)

10 3.3 Diagram Tugas Akhir

Persiapan Alat dan Bahan : 1. Bensin 6. Papan Kayu 2. Oli 7. Patok Besi 3. Meteran 8. Timbangan 4. Roll meter 9. Stopwatch 5. Gelas Ukur 10. Corong Mulai

Survey Lahan Uji : 1. Luas Lahan 2. Kondisi Lahan 3. Varietas Padi

Pengecekan Mesin : 1. Pengecekan BBM 2. Pengecekan Oli 3. Pengecekan Pisau 4. Pengecekan engine

Pengambilan Data Uji : 1. Luas Plot

2. Lebar Kerja Mesin 3. Kecepatan

4. Waktu Total Pemotongan 5. Spesifikasi Mesin

Analisis Data Uji :

1. Kapasitas Lapang Aktual 2. Kapasitas Lapang Teoritis 3.Efisiensi Lapang

4. Bahan Bakar 5. Losses

Pembahasan

Pembuatan Laporan

Selesai

Gambar 3.1 Diagram tugas akhir

(23)

11 3.4 Metode Pengumpulan Data

3.4.1 Studi Literatur

Metode yang digunakan dalam kegiatan pengujian ini adalah studi literatur dan eksprerimen. Metode studi literatur digunakan untuk mencari sumber parameter data pada penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. Sumber yang akan digunakan meliputi proses uji kinerja paddy mower dan parameter yang dibutuhkan dalam uji kinerja paddy mower.

3.4.2 Eksperimen

Metode eksperimen yang digunakan adalah melakukan pengukuran parameter uji kinerja paddy mower. Parameter data yang digunakan dalam pegujian digunakan untuk evaluasi kinerja mesin. Parameter data yang dibutuhkan adalah kecepatan kerja, lebar kerja, luasan uji, waktu total pemotongan (Ahmad et al., 2016). Berikut langkah-langkah yang digunakan dalam mencari parameter uji kinerja paddy mower.

1. Pengukuran Lebar Kerja

Lebar kerja diukur dengan menggunakan meteran. Pengukuran lebar kerja ini dihasilkan dari paddy mower dalam sekali putaran (swing). Pengukuran tersebut diambil dengan mengukur jarak awal potong padi (yang rebah) sampai ke batang padi yang masih berdiri. Sebelum dipanen dengan Mesin pemanen, dilakukan pemanenan secara manual dengan memotong 1-2 baris, untuk dibuatkan ruang sehingga memudahkan mesin melakukan pemanenan. Kemudian pemanenan dengan mesin pemanen dimulai pada plot tersebut.

(24)

12

Gambar 3.2 Pengukuran lebar kerja 2. Pengukuran Luas Area Kerja

Luas area kerja (plot) didapatkan dengan mengukur panjang dan lebar petakan dengan menggunakan alat bantu meteran. Proses pengukuran luas kerja membutuhkan 2 orang dengan alat bantu meteran. Parameter ini digunakan untuk menghitung data kapasitas kerja.

3. Pengukuran Kecepatan Tempuh

Kecepatan kerja teoritis dihasilkan dari perhitungan jarak yang ditempuh oleh paddy mower dalam satuan waktu tertentu. Pengujian kecepatan kerja, dilakukan dalam jarak lima meter. Pengambilan parameter ini dibutuhkan kurang lebih dua orang dengan alat bantu patok,meteran, stopwatch, dan alat tulis.

Langkah-langkah dalam pengambilan data kecepatan yaitu :

a Dilakukan pengukuran plot atau area kerja kurang lebih tiga plot untuk tiga kali ulangan.

b Dalam satu plot diukur jarak lima meter, jarak tersebut yang akan digunakan untuk jarak tempuh paddy mower

c Langkah selanjutnya, saat ujung pisau paddy mower masuk ke ujung awal jarak lima meter maka stopwatch dinyalakan. Stopwatch tersebut dimatikan pada saat uijung pisau mencapai titik akhir dari jarak lima meter. Angka yang dideteksi

(25)

13

oleh stopwatch merupakan waktu yang ditempuh paddy mower dalam jarak tempuh lima meter. Data tersebut merupakan data pertama dari satu plot.

4. Pengukuran Waktu Total Pemotongan

Perhitungan waktu total, didapatkan dengan menghitung waktu dari awal pemotongan padi dengan paddy mower sampai selesai. Perhitungan tersebut dilakukan oleh satu orang dengan alat bantu stopwatch.

analisis data digunakan untuk menyimpulkan dari data yang sudah dikumpulkan pada saat kegiatan pengujian. Dengan Analisa data sebagai berikut:

A. Mengukur Dimensi Mesin

Pengukuran dimensi ini digunakan sebagai data uji verifikasi pada mesin, data yang dibutuhkan adalah panjang, tinggi, berat dan kecepatan putar pisau.

B. Menghitung Kapasitas Lapang Teoritis

Kapasitas lapang teoritis dihitung dengan rumus berikut:

KLT = l x v………...(1) Dimana :

KLT = Kapasitas lapang teoritis (m2/s) l = Lebar pemanenan (m)

v = Kecepatan maju pemangakasan (m/s)

Setelah didapat nilai KLT, kemudian dilakukan perhitungan (Kapasitas Lapang Aktual) dengan persamaan 2.

C. Menghitung Kapasitas Lapang Aktual

Setelah didapat nilai KLT, kemudian dilakukan perhitungan (Kapasitas Lapang Aktual) dengan persamaan 2.

KLA = 𝐴

𝑡 ……….…(2)

Dimana:

KLA = Kapasitas lapang teoritis (m2/s) A = Luas areal yang dipanen (m2) T = Total waktu pemangkasan (s)

(26)

14 D. Menghitung Efisiensi

Efisiensi lapang adalah perbandingaan antara kapasitas efektif lapang dengan kapasitas lapang teoritis dihitung dengan persamaan 3.

Efisiensi Lapang = 𝐾𝐿𝐴

𝐾𝐿𝑇 x 100% ………..(3) E. Menghitung Losses (kehilangan padi)

Losses pada padi dihitung dengan menggunakan metode butir dalam papan.

Pada setiap plot uji disiapkan papan kayu yang berukuran 15 cm x 40 cm. papan kayu tersebut akan diletakkan secara acak dengan posisi disebelah kiri. Satu plot diberi 10 papan kayu. Saat padi rebah, butir padi akan rebah kearah kiri dan rontok ke dalam papan tersebut, dalam papan kayu tersebut sudah ditempeli karpet sehingga butir padi akan menempel.

Langkah selanjutnya, butir padi dalam papan akan ditimbang dan dihitung dengan berat total padi yang dirontokkan dalam satu plot. Persamaan yang digunakan dalam pengukuran ini adalah :

𝑃𝐾𝑃 = 𝑚𝑙

(𝑚𝑝 +𝑚𝑙) x 100%...(4) Dimana :

PKP = Persentase kehilangan padi (%) ml = Padi terontok dalam papan (kg) mp = Jumlah padi yang dipanen (kg) F. Menghitung Konsumsi Bahan Bakar

Konsumsi bahan bakar dihitung dengan persamaan berikut : FC = 𝐹𝑉

𝑡2 ………(5)

FC : Pemakaian bahan bakar (liter/jam) FV : Volume bahan bakar (liter)

t2 : Waktu kerja motor penggerak (jam)

(27)

15 3.5 Metode Analisis Data

Data yang telah dikumpulkan kemudian, dianalisis dengan menggunakan metode analisis data. Metode analisis data dari kegiatan pengujian paddy mower adalah:

a. Mengamati spesifikasi mesin paddy mower.

b. Menghitung data uji kinerja mesin.

c. Menghitung losses (kehilangan padi).

(28)

16 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Identifikasi Lahan dan Mesin 4.1.1 Lahan Uji dan Tanaman

Kegiatan uji kinerja mesin paddy mower dilaksanakan di Desa Caringin, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Lahan yang digunakan untuk pengujian memiliki luasan ±1.500 m2. Kondisi lahan pada saat pengujian berupa tanah kering dan gembur sehingga mudah bagi operator untuk berjalan di lahan. Kondisi cuaca pada saat dilakukan pengujian cerah dengan temperature suhu 32 °C, sehingga pengujian dapat dilakukan dalam waktu satu hari. Lahan yang digunakan untuk pengujian merupakan sawah tadah hujan. Lahan tersebut biasanya ditanami padi sebagai komoditas utamanya, varietas padi yang biasa ditanam di lahan tersebut adalah Inpari 42 dan Ciherang.

Varietas padi yang digunakan untuk pengujian ini adalah Inpari 42 yang memiliki umur 105 hari. Sistem tanam yang digunakan di lahan tersebut adalah sistem tanam jajar legowo dengan jarak 2:1. Varietas Inpari 42 yang ditanam dengan sistem jajar legowo 2:1 dapat menghasilkan panen gabah yang baik dengan hasil 9,27 kg per petak dengan ukuran 25 m2 (Tajudin & Sungkawa, 2021). Sistem jajar legowo atau jarwo yang ada didaerah tersebut ditanam dengan cara manual menggunakan alat sederhana yang dinamakan alat caplak. Alat tersebut digunakan untuk menggaris lahan sesuai jarak jarwo.

Gambar 4.1 Kondisi lahan pengujian

(29)

17 4.1.2 Mesin Paddy Mower

Mesin paddy mower yang digunakan untuk pengujian memiliki beberapa bagian diantaranya cover pisau, pengarah batang padi, pisau potong, mesin pemotong tipe gendong, tuas dan handle mesin. Engine yang digunakan pada paddy mower adalah mesin 2 tak, dengan bahan bakar berupa bensin yang dicampur dengan pelumas khusus oli motor 2 tak. Perbandingan penggunaan bensin dan oli adalah (bensin:oli) 20:1. Untuk 1 liter bensin diperlukan 50 ml oli motor 2 tak.

Mesin penggerak ini dilengkapi dengan pengarah batang yang tersusun dari plat alumunium yang diberi lubang untuk sirkulasi udara dan kerangka dari besi beton yang memiliki diameter berukuran 6 mm. Kemudian pada mesin Paddy mower dilengkapi dengan pisau circular yang berfungsi untuk memotong padi dan plat pengarah padi yang memiliki fungsi untuk mengarahkan batang padi yang sudah dipotong agar roboh nya terarah.

Gambar 4.2 Bagian paddy mower 4.2 Mekanisme Kerja Paddy mower

Mekanisme mesin paddy mower saat dilahan perlu memperhatikan kondisi lahan, sebelum memanen dilakukan pemotongan secara manual pada 1-2 baris, tujuan dilakukan pemotongan manual adalah untuk membuat ruang agar pisau paddy mower bisa melakukan pemotongan.

Mesin ini dioperasikan oleh satu operator terlatih, dengan memperhatikan prosedur pengoperasian diantaranya adalah:

a. Mempersiapkan kebutuhan pengoperasian seperti bahan bakar dan beberapa peralatan yang akan digunakan untuk kegiatan uji.

(30)

18

b. Melakukan pengisian bahan bahan bakar berupa bensin yang dicampur dengan pelumas khusus oli motor 2 tak ke dalam tangki bahan bakar.

c. Kemudian memastikan pisau potong sudah terpasang ke tempat dudukan pisau dengan baut yang sudah kencang.

d. Setelah itu melakukan pengaturan tali atau sabuk sesuai dengan kenyamanan tubuh si operator.

e. Menyalakan mesin untuk di running terlebih dahulu sebelum digunakan.

f. Menyalakan mesin potong rumput dengan menutup choke terlebih dahulu, kemudian tarik koil starter mesin potong. Setelah berhasil menyalakan mesin, maka kembalikan choke ke posisi terbuka.

g. Setelah itu gendong mesin paddy mower, dan arahkan handle mesin ke tanaman padi yang akan dipotong. Langkah selanjutnya jangan lupa menekan tuas gas pada kecepatan putar yang diinginkan.

4.3 Proses Pengujian Mesin 4.3.1 Uji Verifikasi Paddy Mower

Uji verifikasi ini merupakan proses pengukuran dimensi mesin paddy mower yang meliputi panjang mesin, berat mesin, diameter pisau.

Tabel 4.1 Pengukuran mesin paddy mower.

No Parameter Keterangan Satuan

1. Tinggi

- Diukur dari plat pengarah 450 mm

2. Panjang

- Panjang total

- Panjang mesin-handle

1900 1775

mm mm

3. Berat 8 kg

4. Pisau

- Diameter pisau

tipe circular

255 mm

5. Kecepatan putar pisau 4.500 rpm

6. Kecepatan utar mesin 7.200 rpm

(31)

19 4.3.2 Uji Kinerja Paddy Mower

Uji Kinerja merupakan pengujian untuk mengetahui beberapa parameter kerja dari mesin paddy mower saat dilahan. Uji kinerja mesin paddy mower meliputi perhitungan kecepatan, lebar kerja, waktu kerja, perhitungan bahan bakar, efisiensi dan perhitungan losses.

Kegiatan pengujian ini membutuhkan beberapa tenaga, satu orang sebagai operator dan sekitar 6 orang tambahan untuk mengukur parameter uji kinerja.

1. Luas Plot Kerja

Luas plot kerja didapatkan dengan mengukur panjang dan lebar petakan dengan menggunakan alat bantu meteran. Pengukuran ini membutuhkan 2 orang.

Luas plot kerja dihitung untuk mengetahui luasan satu plot kerja dan akan digunakan sebagai parameter perhitungan kapasitas lapang efektif.

Tabel 4.2 Luas plot kerja

Ulangan Lebar (m) Panjang (m) Luas (m2)

1 2,33 11 25,63

2 2,33 10,5 24,46

3 2,33 9,7 22,60

Rata-Rata 24,23

2. Waktu Total

Perhitungan waktu total, didapatkan dengan menghitung waktu dari awal pemotongan padi dengan paddy mower sampai selesai. Perhitungan tersebut dilakukan oleh satu orang dengan alat bantu stopwatch.

Tabel 4.3 Waktu total

Ulangan Waktu Kerja Detik Jam

1 309 0,086

2 311 0,086

3 262 0,073

Rata-Rata 0,082

(32)

20 3. Kecepatan Kerja

Kecepatan Kerja Teoritis dihasilkan dari perhitungan jarak yang ditempuh oleh paddy mower dalam satuan waktu tertentu. Pengujian kecepatan kerja, dilakukan dalam jarak lima meter. Pengambilan parameter ini dibutuhkan kurang lebih dua orang dengan alat bantu patok, meteran, stopwatch, dan alat tulis.

Langkah-langkah dalam pengambilan data kecepatan yaitu :

a. Dilakukan pengukuran plot atau area kerja kurang lebih tiga plot untuk 3 kali ulangan.

b. Dalam satu plot diukur jarak lima meter, jarak tersebut yang akan digunakan untuk jarak tempuh paddy mower

c. Langkah selanjutnya, saat ujung pisau paddy mower masuk ke ujung awal jarak lima meter maka stopwatch dinyalakan. Stopwatch tersebut dimatikan pada saat uijung pisau mencapai titik akhir dari jarak lima meter. Angka yang dideteksi oleh stopwatch merupakan waktu yang ditempuh paddy mower dalam jarak tempuh lima meter. Data tersebut merupakan data pertama dari satu plot.

Tabel 4.4 Kecepatan kerja

Ulangan Kecepatan Kerja Aktual

m/s km/jam

1 0,15 0,56

2 0,16 0,56

3 0,19 0,68

Rata-rata 0,17 0,60

4. Lebar Kerja

Lebar kerja merupakan jarak potong yang dihasilkan oleh paddy mower dalam sekali putaran. Pengukuran lebar kerja diambil dengan mengukur jarak awal potong padi sampai ke batang yang masih berdiri. Pengukuran ini dilakukan oleh dua orang dengan menggunalkan alat meteran dan alat tulis.

Dari data yang diperoleh di lapangan, maka perhitungan uji kinerja paddy mower adalah sebagai berikut :

(33)

21 1. Kapasitas Lapang Teoritis (KLT)

Kapasitas lapang teoritis adalah kemampuan kerja suatu alat di dalam suatu bidang tanah, jika mesin berjalan maju sepenuh waktunya dan alat tersebut bekerja dalam lebar maksimum (Nizatillah et al., 2019). Data yang diperlukan untuk melakukan perhitungan kapasitas lapang teoritis yaitu lebar kerja dikalikan dengan kecepatan.

Sesuai tabel diatas lebar kerja dari paddy mower adalah 0,73 m dan kecepatan paddy mower yaitu 0,17 m/s sehingga jika dikalikan maka akan mendapat hasil 0,1241 m2/s. Selanjutnya, hasil perhitungan tersebut dikonversi dari m2/s menjadi ha/jam dan didapatkan hasil kapasitas lapang teoritis sebesar 0,04 ha/jam.

Tabel 4.5 Kapasitas lapang teoritis Ulangan

Lebar kerja Kecepatan kerja KLT (cm) (m) (m/s) km/jam (m²/s) ha/jam

1 72,5 0,73 0,15 0,56 0,11 0,04

2 73,5 0,74 0,16 0,56 0,12 0,04

3 72,25 0,72 0,19 0,68 0,14 0,05

Rata-rata 72,75 0,73 0,17 0,60 0,12 0,04

2. Kapasitas Lapang Aktual (KLA)

Kapasitas lapang aktual adalah rata-rata dari kemampuan kerja alat di lapangan untuk menyelesaikan suatu bidang tanah (Nizatillah et al., 2019). Kapasitas lapang aktual dihitung dengan cara membagi total luas lahan dengan waktu total selama pemotongan padi.

Dari data dilapangan luas lahan didapatkan 24,23 m2. Kemudian luas lahan tersebut dibagi dengan total waktu pemotongan padi (T), waktu total yang didapatkan adalah 4,9 menit. Sehingga apabila total luas lahan dibagi dengan waktu total kerja akan mendapatkan hasil KLA sebesar 0,49 m2/jam. Sesuai tabel diatas, hasil tersebut dikonversi menjadi ha/jam menjadi 0,03 ha/jam (Tabel 4.6).

(34)

22 Tabel 4.6 Kapasitas lapang aktual

Ulangan

Luas plot Waktu

total kerja KLA

(m²) (menit) (m²/menit) m²/jam ha/jam jam/ha

1 25,63 5,15 4,98 298,60 0,03 33,49

2 24,47 5,18 4,72 283,20 0,03 35,31

3 22,60 4,37 5,18 310,55 0,03 32,20

Rata-rata 24,23 4,90 4,96 297,45 0,03 33,67

3. Efisiensi

Perhitungan efisiensi yang ada di tabel merupakan perhitungan kapasitas lapang aktual dibagi dengan kapasitas lapang teoritis. Dari data tabel efisiensi kinerja paddy mower adalah 75 %.

Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa mesin paddy mower tidak efisien, karena dalam penelitian sebelumnya range efisiensi nya 80%. Data tersebut juga didukung dengan acuan SNI No.7600 Tahun 2010 bahwa Efisiensi Paddy Mower 90%. Berdikut tabel data efisiensi kerja yang didapatklan dalam pengujian : Tabel 4.7 Efisiensi kerja paddy mower

Ulangan KLT KLA Efisiensi

1 0,04 0,03 75

2 0,04 0,03 75

3 0,05 0,03 60

Rata-Rata 0,04 0,03 75 4. Perhitungan Losses

Perhitungan losses diambil dengan metode menghitung rontokan butir padi didalam papan kayu. Papan kayu tersebut memiliki ukuran 15 cm x 40 cm. Papan kayu yang telah disiapkan diletakkan di sebelah kiri (atau diarah rebah padi) secara acak dalam satu plot pengujian. Dalam satu plot membutuhkan kurang lebih 10 buah papan kayu.

(35)

23

Selanjutnya, saat mesin dinyalakan dan mulai memotong batang padi, maka batang padi tersebut akan rebah kearah papan kayu. Dan saat mesin selesai dioperasikan untuk satu plot uji, papan kayu tersebut diambil butir padinya yang rontok dan dikumpulkan ke dalam wadah untuk dihitung jumlah butir padi yang rontok dalam satu plot uji.

Langkah selanjutnya, jumlah butiran padi yang rontok dari ketiga plot uji dihitung dan dirata-rata, kemudian ditimbang. Dalam perhitungan losses, dibutuhkan pula berat panen dalam satu plot uji, sehingga hasil panen satu plot (diluar papan) dirontokkan dan ditimbang dalam satuan kilogram. Langkah selanjutnya, losses dihitung dengan membagi jumlah berat gabah pada papan dibagi dengan jumlah berat dalam papan dan berat panen satu plot. Berikut perhitungan losses dalam rumus:

(a) (b)

Gambar 4.3 (a) Ukuran papan (b) Pemasangan papan - Luasan Papan: 15 cm x 40 cm

- Jumlah Papan: 10 buah - Jika, 1.000 butir gabah: 25 gr

0,4 m

0,15m

(36)

24 Tabel 4.8 Perhitungan losses

Ulangan Luasan Papan

Rontokan Padi

Berat Rontokan

Losses Papan 1 Plot Threser

Butir gr kg Kg Kg %

1. 0,6 10 0,25 0,00025 0,0107 7,35 0,15

2. 0,6 16 0,4 0,0004 0,0163 7,7 0,21

3. 0,6 17 0,425 0,000425 0,0160 6,9 0,23

Rata-rata 0,36 0,000358 0,014 7,32 0,20

5. Konsumsi bahan bakar

Berdasarkan pengujian di lahan data konsumsi bahan bakar yang dihasilkan dari tiga kali ulangan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.9 Konsumsi bahan bakar Nomor

Ulangan

Bahan Bakar

ml/uji l/jam l/ha

1 100 1,17 39,02

2 50 0,58 20,44

3 60 0,82 26,55

Rata-rata 70,00 0,86 28,67

4.3.3 Uji Pelayanan

Uji pelayanan paddy mower digunakan untuk mengetahui informasi kemudahan penggunaan mesin bagi operator. Uji pelayanan dilakukan dengan parameter yang disesuaikan dari SNI No.7600 TAHUN 2010.

Uji pelayanan yang dilakukan mendapatkan hasil bahwa peyetelan mesin paddy mower mudah. Penyetelan yang dilakukan dimulai dari persiapan bahan bakar, pemasangan pisau, pengaturan tali dan sabuk. Penyalaan atau starter mesin dapat dilakukan dengan mudah, mesin dinyalakan dengan menutup choke kemudian menarik koil starter setelah mesin menyala maka choke kembali dibuka.

Berdasarkan uji pelayanan dilapangan, maka data dapat disajikan dalam tabel berikut :

(37)

25 Tabel 4.10 Tabel uji pelayanan

No Parameter Nilai/Evaluasi

1 Penyetelan Mudah

2 Penyalaan/ starter Mudah

3 Kemudahan operator Mudah

4 Keamanan operator Ada cover pisau

5 Jumlah operator Mudah

(38)

26 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan kegiatan pengujian yang dilaksanakan di Desa Caringin, Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang. Maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Pengujian ini menggunakan mesin paddy mower proses pengujian yang dilakukan adalah uji verifikasi, uji kinerja dan uji pelayanan. Uji verifikasi adalah menghitung dimensi mesin, uji kinerja paddy mower menghitung beberapa parameter data diantaranya kapasitas lapang teoritis (KLT), kapasitas lapang aktual (KLA), efisiensi lapang, losses, konsumsi bahan bakar dan uji pelayanan dengan memastikan mesin dapat digunakan dengan baik dan mudah bagi operator.

2. Berdasarkan perhitungan kinerja dari pengujian paddy mower, menghasilkan kapasitas lapang teoritis 0,04 ha/jam, kapasitas lapang aktual 0,03 ha/jam, efisiensi kinerja 75%, losses 0,20% dan konsumsi bahan bakar 0,86 l/jam. Hasil tersebut dapat dikatakan uji kinerja mesin paddy mower tidak efisien berdasarkan data SNI no. 7600 tahun 2010. Efisiensi dari SNI tersebut menghasilkan 90% .

5.2 Saran

Dari kesimpulan tersebut, saran yang dapat penulis berikan adalah :

1. Perlunya pemahaman terkait pengujian paddy mower sesuai dengan standar nasional Indonesia.

2. Pengujian selanjutnya, memperluas plot uji dan memperbanyak ulangan agar mendapatkan hasil yang akurat dan efisien.

3. Perlu adanya pengembangan metode uji terkait losses dengan menghitung data losses gabah yang tercecer, losses tertinggal dalam mesin, losses akibat penumpukan dan pengangkutan padi ke proses perontokan, losses tidak terpanen dan perhitungan kadar air.

(39)

27

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, A. M., Djoyowasito, G., Nugroho, W. A., Darmanto, D., Prasetyo, J., &

Iqbal, Z. 2016. Performance test of modified bbpmp mower for planting rice in sumbermanjing wetan. Jurnal Teknologi Pertanian. 17(1): 13–20.

Anonim. 2019. Laporan Penggunaan Mower. https://www.scribd.com/ [Diunduh]

13 Juli 2022

Anonim. 2020. Pengawasan Alat dan Mesin Pertanian. Jakarta: Kementrian Pertanian.

Anonim. 2021. Laporan Hasil Pengujian Mesin Pemanen Padi Tipe Sandang (Paddy Mower). Jakarta: PT. MITRA BALAI INDUSTRI.

Arum, N. K., & Muslikin, C. 2017. Makalah Mengenal Alat dan Mesin Pemanen Padi. Gresik: Universitas Muhammadiyah Gresik.

BBP Mektan. 2007. Mesin Pemanen Jagung Tipe mower.

https://docplayer.info/[Diunduh] 13 Juli 2022

Dewi, E. 2015. Verifikasi Sistem Menggunakan Metode Model Checking.

Durroh, B. (2020). Efektivitas Penggunaan Mesin Panen (Combine harvester) Pada Pemanenan Padi di Kabupaten Bojonegoro. Vol. 1 No. 1.

Hambali, A., & Lubis, I. (2015). Evaluasi Produktivitas Beberapa Varietas Padi.

Buletin Agrohorti. 3(2): 137–145.

Hardjowigeno, S., & Widiatmaka. (2007). Evaluasi Lahan dan Perencanaan Tataguna Lahan.

Hutagalung, Hr., Hersyamsi, & Puspitahati. (2012). Mesin Panen Padi Portabel Tipe Knapsack. Vol. 1 No. 1.

Li, W., Zhang, Y., Whang, C., Hang, T., & Chen, W. (2013). How to Evaluate the Rice Cultivation Suitability. https://www.proquest.com/ [Diunduh] 13 Juli 2022

Lita, T. N., Soekartomo, S., & Guritno, B. (2013). Pengaruh Perbedaan Sistem Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Di Lahan Sawah.

Ningrat, M. A., Mual, C. D., & Makabori, Y. Y. (2013). Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) pada Berbagai Sistem Tanam di Kampung Desay, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 2(1), 325–332.

(40)

28

Nizatillah, D., Bulan, R., & Yunus, Y. (2019). Kajian kedalaman Penggunaan Bajak Singkal Terhadap Perubahan Sifat Fisika-Mekanika, Kapasitas Lapang dan Kebutuhan Bahan Bakar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 4(1), 608–

617.

Nugraha, S., Thahir, R., & Sudaryono. (2007). Keragaan Kehilangan Hasil Pascapanen Padi Pada 3 (Tiga) Agroekosistem. Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Pascapanen Pertanian.

Pitoyo, J. (2008). Mesin Sabit (Mower)—Badan Litbang Pertanian.

https://www.litbang.pertanian.go.id/alsin/29/ [Diunduh] 15 Juli 2022 SNI 7600-2010. (2010). https://akses-sni.bsn.go.id/dokumen. [Diunduh] 15 Juli

2022

Suharyatun, S., Asmara, S., Haryanto, A., Lanya, B., Saputra, M. T., & Anisa, S.

(2019). Analisis Ekonomi Mesin Pemotong Padi (Paddy Mower) Tipe Glx 328-Rh. Prosiding Seminar Nasional Perteta 2018, 1(1),

Sulistiadji, K., Gunanto, A., & Rosmeika. (2005). Evaluasi Kinerja Mesin Panen Padi Mekanis Untuk Mendukung Pengembangan Lahan Pasang Surut. 19.

Suparlan, & Suprapto, A. (2010). Modifikasi dan Uji Kinerja Mesin Perontok Padi Tipe Throw-in untuk Perontokan Padi dengan Sistem Panen Potong Bawah.

Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Pascapanen Pertanian.

Supriyadi, S., Santoso, I. A., & Amzeri, A. (2009). Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Pangan Di Desa Bilaporah, Bangkalan.

Tajudin, A., & Sungkawa, I. (2021). Respon Pertumbuhan Dan Hasil Padi (Oriza Sativa L.) Varietas Inpari 42, Ciherang Dan Mekongga Terhadap Berbagai Metode Tanam Jajar Legowo.

Torey, P. C., Nio, S. A., Siahaan, P., & Mambu, S. M. (2013). Karakter morfologi akar sebagai indikator kekurangan air pada padi lokal Superwin (Root- morphological characters as water-deficit indicators in local rice Superwin) Utama, I. M. Z. H. (2015). Budidaya Padi pada Lahan Marginal.

https://books.google.com/books/about/ [Diunduh] 20 Juli 2022

(41)

29

LAMPIRAN

Lampiran 1.1 Jadwal kegiatan

Jadwal kegiatan merupakan rincian kegiatan tugas akhir yang akan dijalankan selama waktu pelaksanaan tugas akhir. Jadwal kegiatan ini, akan dilaksanakan oleh mahasiswa di lapangan selama 45 hari.

No Materi Kegiatan Waktu (Bulan)

Juni Juli

I II III I II

1. Penyusunan Proposal

2. Perancangan Mesin Paddy mower

3. Survey Lokasi

4. Pengujian

5. Penyusunan Laporan

(42)

30

Lampiran 1.2 Format lembar konsultasi tugas akhir LEMBAR KONSULTASI PROPOSAL TUGAS AKHIR

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI MEKANISASI PERTANIAN POLITEKNIK ENJINIRING PERTANIAN INDONESIA

TAHUN AKADEMIK 2021/2022

Nama Mahasiswa : Kiki Deasty Silviani

NIM : 07.14.19.012

Judul : Pengujian Mesin Pemotong Padi Tipe Gendong (Paddy mower)

Lokasi Praktik : Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia Pembimbing : 1. Athoillah Azadi, S.TP.,M.T

2. Dr. Muharfiza, S.TP., M.Si Pembimbing Eksternal :

No Tanggal Koreksi Pembimbing Paraf Pembimbing 1. 26 Juni 2022 Permohonan surat

peminjaman alat pegujian ke warehouse

2. 27 Juni 2022 Pelaporan data pengujian paddy mower di lahan 3. 30 Juni 2022 Kosultasi penulisan

laporan tugas akhir 4. 5 Juli 2022 Konsultasi format

penulisan pengujian 5. 17 Juli 2022 Pengecekan laporan

tugas akhir

6. 27 Juli 2022 Revisi laporan tugas akhir

7. 29 Juli 2022 Konsultasi format laporan dan data uji

(43)

31

8. 1 Agustus 2022 Konsultasi powerpoint sebelum siding tugas akhir

9. 2 Agustus 2022 Kosultsi revisi laporan setelah siding tugas akhir 10. 11 Agustus 2022 Konsultasi format

halaman dan perubahan judul

11. 12 Agustus 2022 Tanda tangan pengesahan tugas akhir

(44)

32 Lampiran 1.3 Foto Kegiatan

No Foto Kegiatan Lampiran

1. Pengukuran dimensi mesin paddy

mower dengan meteran.

2. Pengukuran berat paddy mower

dengan timbangan.

3. Pengukuran rpm pisau dengan

tachometer.

4. Pengukuran rpm engine

5. Pengoperasian mesin paddy

mower di lahan.

6. Pengukuran luas lahan dengan

meteran.

(45)

33

7. Pengukuran konsumsi bahan

bakar dengan gelas ukur.

8. Pengukuran lebar kerja.

9. Pengukuran kecepatan tempuh.

10. Papan kayu yang digunakan

untuk metode pengukuran losses.

(46)

34

11. Penataan papan kayu, untuk

perhitungan losses.

12. Mencatat data hasil pengujian.

13. Pengoperasian paddy mower.

Gambar

Gambar 2.1 Paddy mower
Gambar 2.2 Mesin pemotong padi (Paddy mower)
Gambar 3.1 Diagram tugas akhir
Gambar 3.2 Pengukuran lebar kerja  2.  Pengukuran Luas Area Kerja
+7

Referensi

Dokumen terkait

Mesin Peraut dan Pemotong Kelapa Muda Kapasitas 30 Buah/jam dapat dimodifikasi agar dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik lagi berdasarkan uji unjuk kerja

Mesin pemotong daging tanaman lidah buaya yang dirancang mampu memotong daging tanaman lidah buaya dengan ukuran 10x10x10 [mm] dengan kapasitas 100 [kg/jam].. Mesin ini

dari mesin yang berupa sumber tenaga penggerak, unit pengarah, pisau pemotong yang dirangkai pada kerangka mampu bersinergi secara baik dalam melakukan proses pemanenan

Oleh karena itu dengan dilakukannya penelitian ini dapat membantu petani sawit menggunakan alat pemotong rumput dalam membasmi gulma yang ada disekitar tanaman kelapa

Hasil kinerja lapang alat tanam benih padi Model Paddy Seeder Tipe Drum Sistem Tarik (HPPS) dapat diambil kesimpulan bahwa Alat tanam benih padi ini digunakan untuk tanam

Untuk memenuhi persyaratan tersebut maka perlu dilakukan pengujian secara simulasi terhadap desain landasan benda kerja pada bagian tak bergerak mesin pemotong

Kinerja dari mesin penyiang power weeder diperoleh kapasitas kerja efektif sebesar 0,0377 ha/jam, kapasitas kerja teoritis 0,0427 ha/jam, kehilangan waktu selama penyiangan

Kinerja dari mesin penyiang power weeder diperoleh kapasitas kerja efektif sebesar 0,0377 ha/jam, kapasitas kerja teoritis 0,0427 ha/jam, kehilangan waktu selama penyiangan