• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Korelasi

Dalam dokumen TUGAS RISET PEMASARAN - IBS Repository (Halaman 112-118)

Bab IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

4.3 Analisa Data

4.3.6 Uji Korelasi

Koefesien korelasi ialah pengukuran statistik kovarian atau asosiasi antara dua variabel. Besarnya koefesien korelasi berkisar antara +1 s/d -1. Koefesien korelasi

79 menunjukkan kekuatan (strength) hubungan linear dan arah hubungan dua variabel acak.

Jika koefesien korelasi positif, maka kedua variabel mempunyai hubungan searah.

Artinya jika nilai variabel X tinggi, maka nilai variabel Y akan tinggi pula. Sebaliknya, jika koefesien korelasi negatif, maka kedua variabel mempunyai hubungan terbalik.

Artinya jika nilai variabel X tinggi, maka nilai variabel Y akan menjadi rendah (dan sebaliknya). Untuk memudahkan melakukan interpretasi mengenai kekuatan hubungan antara dua variabel penulis memberikan kriteria sebagai berikut (Sarwono:2006):

o 0 : Tidak ada korelasi antara dua variabel

o >0 – 0,25: Korelasi sangat lemah

o >0,25 – 0,5: Korelasi cukup

o >0,5 – 0,75: Korelasi kuat

o >0,75 – 0,99: Korelasi sangat kuat

o 1: Korelasi sempurna

Tabel 1.11

Correlati ons

1.000 .292 .308 .287 .480 .443

.292 1.000 .367 .204 .236 .365

.308 .367 1.000 .248 .480 .429

.287 .204 .248 1.000 .457 .510

.480 .236 .480 .457 1.000 .582

.443 .365 .429 .510 .582 1.000

. .000 .000 .000 .000 .000

.000 . .000 .007 .002 .000

.000 .000 . .001 .000 .000

.000 .007 .001 . .000 .000

.000 .002 .000 .000 . .000

.000 .000 .000 .000 .000 .

145 145 145 145 145 145

145 145 145 145 145 145

145 145 145 145 145 145

145 145 145 145 145 145

145 145 145 145 145 145

145 145 145 145 145 145

Y X1 X2 X3 X4 X5 Y X1 X2 X3 X4 X5 Y X1 X2 X3 X4 X5 Pearson Correlation

Sig. (1-tailed)

N

Y X1 X2 X3 X4 X5

Sumber: Data Primer yang Diolah Peneliti, 2011

Berdasarkan uji tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial X1, X2, X3, X4, dan X5 berpengaruh positif terhadap Y, tapi berpengaruh positifnya lemah karena semua korelasinya dibawah 0,5.

Model Summary

.537a .289 .263 .69904

Model

1 R R Square Adjusted

R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), X5, X1, X2, X3, X4

a.

Sumber: Data Primer yang Diolah Peneliti, 2011

Setelah dilakukan pengujian korelasi kembali tetapi secara bersama – sama (tidak secara parsial seperti yang sebelumnya) maka didapatkan korelasi yang kuat antara X1, X2, X3, X4,X5 dikarenakan R > 0,5 yang sebesar 26,3% (adjusted R square) berpengaruh terhadap keputusan pembelian, sedangkan sisanya yang disebabkan faktor lain yang tidak diteliti.

4.3.7 Analisis Regresi Berganda

Analisis regresi berganda digunakan untuk mengukur pengaruh antara faktor- faktor bauran pemasaran yang meliputi produk, harga, lokasi, promosi, pegawai, lingkungan fisik, dan proses dengan kepuasan nasabah. Adapun hasil pengolahan data dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1.12

Coeffi ci entsa

1.458 .355 4.104 .000

.153 .089 .137 1.724 .087

.021 .097 .018 .212 .832

.007 .075 .009 .099 .921

.289 .085 .324 3.396 .001

.223 .114 .192 1.962 .052

(Constant) X1 X2 X3 X4 X5 Model

1 B Std. Error

Unstandardized Coeff icients

Beta Standardized Coeff icients

t Sig.

Dependent Variable: Y a.

Sumber: Data Primer yang Diolah Peneliti, 2011

81 Berdasarkan tabel tersebut, maka dapat disusun persamaan regresi berganda, sebagai berikut:

Ŷ = 1,458 + 0,153KUALITAS + 0,021HARGA + 0,007MEREK + 0,289FASILITAS + 0,223MODEL

Koefisien regresi KUALITAS sebesar 0,153 dan bertanda positif menyatakan bahwa variabel kualitas berbanding lurus dengan pengambilan keputusan konsumen.

Koefisien regresi HARGA sebesar 0,021 dan bertanda positif menyatakan bahwa variabel harga berbanding lurus dengan pengambilan keputusan konsumen. Koefisien regresi MEREK sebesar 0,007 dan bertanda positif menyatakan bahwa variabel merek berbanding lurus dengan pengambilan keputusan konsumen. Koefisien regresi FASILITAS sebesar 0,289 dan bertanda positif menyatakan bahwa variabel fasilitas berbanding lurus dengan pengambilan keputusan konsumen Koefisien regresi MODEL sebesar 0,223 dan bertanda positif menyatakan bahwa variabel desain berbanding lurus dengan pengambilan keputusan konsumen, lalu, setiap kenaikan 1 tingkat baik kualitas, harga, merek, fasilitas dan model juga akan menaikkan Y sebesar 1,458

Selanjutnya akan dilakukan uji parsial (uji t) dan uji serentak (uji F) untuk melihat sumbangan variabel bebas terhadap variabel terikat.

4.3.8 UJI F

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh kualitas, harga, merek, fasilitas, dan model secara bersamaan dengan melihat signifikansi yang ada pada tabel ANOVA. Apabila nilai signifikansinya ≤ 0,05 berarti Ho ditolak. Sedangkan apabila

nilai signifikansi > 0,05 berarti Ho tidak dapat ditolak. Adapun hasil pengolahan data dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1.13

ANOVAb

27.566 5 5.513 11.282 .000a

67.924 139 .489

95.490 144

Regression Residual Total Model 1

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Predictors: (Const ant), X5, X1, X2, X3, X4 a.

Dependent Variable: Y b.

Sumber: Data Primer yang Diolah Peneliti, 2011

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, terlihat bahwa nilai signifikansinya sebesar 0,000 atau 0,000 ≤ 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa Ho ditolak yang artinya secara bersama-sama faktor kualitas, harga, merek, fasilitas, dan model berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian produk HP BlackBerry.

4.3.9 UJI T

Tabel 1.14

Coeffi ci entsa

1.458 .355 4.104 .000

.153 .089 .137 1.724 .087

.021 .097 .018 .212 .832

.007 .075 .009 .099 .921

.289 .085 .324 3.396 .001

.223 .114 .192 1.962 .052

(Constant) X1

X2 X3 X4 X5 Model

1 B Std. Error

Unstandardized Coeff icients

Beta Standardized Coeff icients

t Sig.

Dependent Variable: Y a.

Sumber: Data Primer yang Diolah Peneliti, 2011

83 Uji parsial (uji t) digunakan untuk mencari tingkat signifikansi variabel. Uji t menunjukkan apakah faktor-faktor kualitas, harga, merek, fasilitas, dan model memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian HP BlackBerry.

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa p value kualitas sebesar 0,087 atau 0,087

> 0,05 sehingga dapat dikatakan Ho tidak dapat ditolak yang artinya variabel kualitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian HP BlackBerry mahasiswa STIE IBS. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa p value harga sebesar 0,832 atau 0,832 > 0,05 sehingga dapat dikatakan Ho ditolak yang artinya variabel harga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian HP BlackBerry mahasiswa STIE IBS. Berdasarkan perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi pricing RIM tidak mempengaruhi keputusan pembelian konsumen sehingga apabila produk BlackBerry baru keluar dengan harga yang cukup tinggi akan tetap ada pembelinya.

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa p value merek sebesar 0,921 atau 0,921

> 0,05 sehingga dapat dikatakan Ho tidak dapat ditolak yang artinya variabel merek tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian HP BlackBerry mahasiswa STIE IBS. Berdasarkan perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa merek BlackBerry tidak mempunyai efek yang signifikan terhadap pengambilan keputusan tersebut.

Pada variabel fasilitas terlihat bahwa p value sebesar 0,001 atau 0,000 ≤ 0,05 sehingga dapat dikatakan Ho ditolak yang artinya variabel fasilitas berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian HP BlackBerry. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa fasilitas atau yang biasa disebut dengan

fitur sangat berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian, ini dikarenakan oleh fasilitas HP BlackBerry yang memang mempunyai fitur Social Networking dan aplikasi Chatting yang sudah terintegrasi di dalamnya, dan hanya dengan membutuhkan koneksi internet hampir semua kegiatan di dunia maya dapat dilakukan dengan mudahnya, masyarakat modern pebisnis atau yang bermobilitas sangat tinggi dan masyarakat modern yang sangat tidak bisa tanpa adanya dunia maya sudah tentu memilih HP BlackBerry untuk memudahkan segala aktifitas dunia mayanya dengan segala fitur dunia maya yang terintegrasi tadi.

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa p value model sebesar 0,052 atau 0,052

> 0,05 sehingga dapat dikatakan Ho tidak dapat ditolak yang artinya variabel model tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian HP BlackBerry mahasiswa STIE IBS. Berdasarkan perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa model atau desain HP BlackBerry tidak mempunyai efek yang signifikan terhadap pengambilan keputusan tersebut.

4.4 IMPLIKASI MANAJERIAL

Dari hasil analisis data yang dilakukan diatas, didapatkan hasil bahwa kelima variabel pengambilan keputusan konsumen (kualitas, harga, merek, fasilitas, dan model) secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian produk HP BlackBerry pada mahasiswa dan mahasiswi IBS.

Hal ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian konsumen bergantung kepada kelima faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian yang terdiri dari kualitas, harga, merek , fasilitas, dan model, namun dengan pengujian parsial hanya fasilitas atau fitur yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen secara signifikan.

85 Dengan diketahui bahwa variabel fasilitas mempunyai pengaruh yang siginifikan terhadap keputusan pembelian maka dalam hal ini yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan oleh perusahaan atau produsen untuk meningkatkan penjualannya dengan selalu berupaya untuk meningkatkan teknologi yang diusung oleh HP tersebut agar fasilitasnya dapat lebih canggih .

Persepsi tentang produk maupun pengetahuan tentang produk BlackBerry yang dijual dengan berbagai macam fitur atau fasilitas mampu memotivasi konsumen untuk membeli.

Hal ini terlihat dari respon konsumen terhadap kuisioner yang diberikan, melalui variabel keputusan pembelian yang terdiri dari kualitas, harga, merek, fasilitas dan model.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan mengenai penelitian ―Analisa pengaruh kualitas, harga, merek fasilitas dan model terhadap pengambilan keputusan pembelian konsumen HP BlackBerry (studi pada mahasiswa STIE IBS)‖ maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Berdasarkan hasil analisa Uji t pada variabel-variabel independen maka dapat disimpulkan :

a. Variabel Kualitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian HP BlackBerry mahasiswa STIE IBS.

b. Variabel harga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian HP BlackBerry mahasiswa STIE IBS.

c. Variabel merek tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian HP BlackBerry mahasiswa STIE IBS.

d. Variabel fasilitas berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian HP BlackBerry.

e. Variabel model tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian HP BlackBerry mahasiswa STIE IBS.

2. Secara bersama-sama faktor kualitas, harga, merek, fasilitas, dan model berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian produk HP BlackBerry dengan tingkat signifikansi 0,000, Selain itu, terdapat korelasi yang kuat antara kualitas, harga, merek, fasilitas dan model dengan pengambilan keputusan

87 pembelian tersebut dikarenakan R > 0,5 atau sebesar 26,3% (adjusted R square) yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian, sedangkan sisanya yang 73,7% disebabkan faktor lain yang tidak diteliti.

5.2 SARAN

1. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pihak perusahaan Research In Motion (RIM) selaku produsen HP BlackBerry :

a. Bagi para akademisi:

a. Penelitian yang peneliti lakukan hanya terbatas di linngkungan mahasiswa STIE IBS saja saja sehingga tidak dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya dengan baik, maka penulis menyarankan kepada penelitian berikutnya untuk menggunakan subyek yang lebih luas lagi seperti melakukannya di berbagai kota dengan jumlah sampel atau responden yang lebih banyak dari penelitian ini.

b. Untuk penelitian selanjutnya, peneliti harapkan dapat menggunakan indikator yang lebih representative.

b. Bagi Research In Motion (RIM) selaku produsen BlackBerry :

a. Pihak produsen sebaiknya membangun jaringan dan layanan purna jual atau after sales service di Indonesia mengingat Indonesia merupakan pasar yang sangat besar dan menguntungkan bagi RIM sekarang – sekarang ini, dengan adanya layanan purna jual seperti ini, dapat meminimalisir kemungkinan konsumen mendapatkan barang Black Market (BM) yang pada penjualannya seringkali konsumen dirugikan karena

Dalam dokumen TUGAS RISET PEMASARAN - IBS Repository (Halaman 112-118)

Dokumen terkait